Orang Pengganti

Wanita dan pasangannya itu tampak mulai mengambil bangku mereka, Liam masih curi pandang ke arah mereka. Tidak lama, si wanita tampak menyadari keberadaan Liam. Liam mencoba membalikkan tubuhnya, tidak ingin si wanita menyadari keberadaannya dan menghampirinya. Tapi tiba-tiba Liam kaget saat bahunya di sentuh seseorang. Sontak membuat Liam mematung sesaat, sebelum akhirnya ia menoleh dan tersenyum kecut.

"Hai... Kamu makan disini juga?" Sapa Laura ramah.

Liam hanya menjawabnya dengan senyuman penuh keterpaksaan. Liam melirik kearah Gio yang pergi bersama Laura, dia duduk tidak jauh dari posisi Liam saat ini. Gio pun melambaikan tangannya ke arah Liam seraya tersenyum dari bangkunya. Liam pun membalas senyumnya dengan senyuman kecut. Hanya Laura yang menghampirinya, sedangkan Gio masih di bangkunya.

'Dasar pasangan nggak ada akhlak, nggak tau apa ada yang sakit ati' rutuk Liam membatin.

"Iya, tadi habis dari suatu tempat, laper jadi mampir ke sini sekalian. Ka-kalian juga makan disini?" tanya Liam basa-basi. 'jangan bilang kalian habis Chek-in di hotel,' rutuk Liam membatin kesal dengan senyum yang di paksakan nya ke arah Laura.

"Iya, kita habis dari hotel tadi ada kerjaan, jadi sekalian makan, habis itu...." ucap Laura terputus saat melihat kedatangan Renata. Renata yang tidak tau apa-apa langsung duduk begitu saja. "Ka-kamu kesini bareng dia?" ucap Laura yang gantian kaget sekarang. Seolah mengerti keadaan, Liam pun tersenyum penuh arti. Dia merasa punya kesempatan untuk membalas rasa kesalnya.

"Iya, kenalin. Ini Renata, Renata ini Laura," ucap Liam memperkenalkan mereka berdua dan di sambut keduanya dengan berjabat tangan, Liam sengaja tidak menyebut Renata sebagai teman, karena dia ingin membuat Laura salah paham. Laura hanya mengangguk dengan senyum yang terlihat canggung.

Saat bersamaan pesanan Liam dan Renata pun datang. Yang juga segera menghentikan acara basa-basi yang basi itu. Saat pramusaji mulai menghidangkan pesanan Liam dan Renata, Laura merasa ia harus pergi sekarang.

"Oh, ya. Kalo gitu aku ke sana dulu," ucap Laura sebelum pergi yang tampak tidak ingin mengganggu lagi. Tapi sepanjang acara makan mereka, Laura terus melirik kearah Liam dan Renata yang tampak akrab. 'Apa mereka habis check-in di sini tadi? apa mungkin Liam mau membawa perempuan Check-in secepat itu? atau mereka sudah lama menjalin hubungan selama ini? Apa iya, Liam juga selingkuh dari aku selama ini?' batin Laura mulai curiga. Tampaknya Laura masih menyimpan rasa cemburu pada Liam. Saat melihat Liam bersama wanita lain ada rasa kesal dan tidak terima di hatinya.

Gio yang tidak tahu menahu dengan hubungan Liam dan Laura selama ini pun, tidak menaruh rasa curiga apapun pada Laura dan Liam. Karena selama ini Laura hanya menjelaskan kalau Liam adalah teman dekatnya, bukan kekasihnya.

"Sayang, kok makanannya nggak di makan, ntar keburu dingin, lo," Seru Gio membuat lamunan Laura pun buyar dan ia lanjut makan walau sudah kehilangan selera. Tiba-tiba selera makan Laura hilang saat melihat Liam berkencan dengan perempuan Lain.

...***...

Di sisi lain, Renata menangkap gelagat tidak biasa dari Liam, sebab beberapa kali Liam tertangkap sedang curi pandang ke arah Laura dan kekasihnya. Itu membuat Renata menjadi curiga.

"Siapa, tuh? Mantan?" tembak Renata yang membuat Liam kaget.

"Udah, jangan banyak omong. Habisin aja makanan lo," ucap Liam tidak mau di ledek Renata lagi. "Apa mau lo, gue bawak check-in beneran," ancam Liam membuat Renata ketakutan menggeleng cepat dan langsung diam. Itu membuat Liam tersenyum dengan reaksi Renata. Kehadiran Renata mampu meredam rasa kesal Liam, Liam seolah sedikit bisa melupakan tentang Laura.

***

Selesai makan, Liam dan Renata segera pulang. Liam segera masuk kamarnya, sedangkan Renata langsung duduk berselenjoran di sofa ruang tengah. Entah datang dari mana Angel tiba-tiba menghampiri Renata yang sedang beristirahat.

"Dari mana kalian?" tanya Angel terlihat agak sinis tidak suka.

"Dari benerin handphone nya Liam," terang Renata tanpa prasangka.

"lo tuh gampang banget ya sama cowok. Baru kenal udah mau di bawak-bawak. Kayak cewek nggak bener aja," ucap Angel yang terlihat kesal. Renata menatap Angel dengan tatapan bingung.

"Lo kenapa? Apa urusan lo sama hidup gue?" ucap Renata kesal. Lalu segera pergi meninggalkan Angel duduk sendirian. Angel memang suka cemburu pada Renata. Bukan hanya pada Renata, pada semua orang yang dianggapnya bisa dapatkan hal lebih dari nya ia selalu cemburui.

Renata segera menemui Lusi di kamarnya, setelah mengetuk pintu kamar Lusi, Renata Pun langsung masuk. Di kamar sudah ada Lusi yang sedang berbaring di ranjangnya seraya memainkan handphone nya.

"Kenapa lagi si Angel?" tanya Lusi.

"Tau tuh, tiba-tiba ngatain gue cewek nggak bener gara-gara gue pergi bareng Liam," ucap Renata kesal. Lusi pun hanya tersenyum mendengarnya sambil terus memainkan handphone nya.

"Dia tuh udah nungguin kalian pulang dari tadi. Kayaknya dia naksir Liam, deh. Siap-siap aja lo di sinis-in sama dia," ucap Lusi seraya terkekeh.

"Dia bilang gue cewek nggak bener tadi, ternyata gara-gara itu," ungkap Renata yang masih terlihat kesal itu. Lusi hanya mengangguk dengan senyuman anehnya.

"Biarin aja. Ntar awas aja kalo dia berani macam-macam sama gue, gue hajar dia," geram Renata.

Akhirnya Renata dan Lusi pun mengobrol di kamar Lusi. Sedangkan Angel masih terus menunggu Liam turun dari kamarnya di lantai atas. Dia terus melirik ke arah kamar Liam yang tidak kunjung keluar dari tadi.

BERSAMBUNG...

Episodes
1 Malapetaka Sebuah Skandal
2 Tidak Bisa Sendiri
3 Kembali
4 Memulainya Kembali Dari Awal
5 Kepergian Frans selamanya
6 Hati yang Hancur
7 Liam dan Renata
8 Cinta Sebelah Pihak
9 Tragedi Pertemuan
10 Tanggungjawab
11 Orang Pengganti
12 Cemburu
13 Pameran
14 Di Buntuti
15 Akhiri Saja
16 Keputusan
17 Kesepakatan Terselubung
18 Pungguk Kesepian
19 Pelindungmu
20 Cinta Tau Kemana Tempat Ia Berlabuh
21 Laura Si Menyebalkan
22 Kepulangan Anin
23 Awalan yang Sempurna
24 Anin dan Renata
25 Restu
26 Rencana Pernikahan
27 Hari Pernikahan Semakin Dekat
28 PERSAHABATAN
29 Pernikahan
30 Curiga
31 Pase Kehidupan Pernikahan.
32 Tamu Tidak Terduga
33 Drama Lidya
34 Rencana Pindah
35 Kehadiran Yang Mengancam
36 Lidya dan Masa Lalunya
37 Kontraksi Palsu
38 Hati Seorang Ibu
39 Kunjungan Terselubung
40 Akan Datang Tamu Istimewa
41 Hukuman Bagi Lidya
42 Kunjungan Lidya
43 Kunjungan Rekan Kerja
44 Ibuku Bukan Pembantu
45 Perjalanan Liam Dan Lidya
46 Sampai Di Tempat Tujuan
47 Cerita Lidya
48 Hal Tak Terduga
49 Pilihan
50 Yang Terbaik Bukan Yang Terburuk
51 Kehancuran Liam
52 Provokasi Anin
53 Lepaskan Jika Menyakitkan
54 Mencari Kepastian
55 Memulai Lembaran Baru
56 Salah Nomer
57 Kenakalan Laura
58 Bayangan Yang Mengganggu
59 Menjemputnya Kembali
60 Kedatangan Argio
61 Kedatangan Renata
62 Titip Rindu Untuknya
63 Lampu Hijau
64 Liam Yang Menyebalkan
65 Kenangan Buruk
66 Liam Menemui Renata
67 Rindu Yang Sulit
68 Ayo Kita Mulai Lagi
69 Cinta diantara mereka
70 Cinta Perantara
71 Hatiku Milikmu
72 Mencoba Memahaminya
73 Pembicaraan Pria Dewasa
74 Rindu
75 Jangan Pergi
76 Malam Yang Panas
77 Kehidupan Yang Sempurna
78 Tembok Yang Tinggi
79 Menghabiskan Waktu Bersama
80 Kejanggalan
81 Malam yang indah
82 Hari Yang Menyenangkan
83 Rahasia yang Terungkap
84 Aku Mohon
85 Ceritanya
86 Lidya Menemui Anin
87 Kebenaran
88 Pintu Hati
89 Kesempatan
90 Kepergian Lidya
91 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Malapetaka Sebuah Skandal
2
Tidak Bisa Sendiri
3
Kembali
4
Memulainya Kembali Dari Awal
5
Kepergian Frans selamanya
6
Hati yang Hancur
7
Liam dan Renata
8
Cinta Sebelah Pihak
9
Tragedi Pertemuan
10
Tanggungjawab
11
Orang Pengganti
12
Cemburu
13
Pameran
14
Di Buntuti
15
Akhiri Saja
16
Keputusan
17
Kesepakatan Terselubung
18
Pungguk Kesepian
19
Pelindungmu
20
Cinta Tau Kemana Tempat Ia Berlabuh
21
Laura Si Menyebalkan
22
Kepulangan Anin
23
Awalan yang Sempurna
24
Anin dan Renata
25
Restu
26
Rencana Pernikahan
27
Hari Pernikahan Semakin Dekat
28
PERSAHABATAN
29
Pernikahan
30
Curiga
31
Pase Kehidupan Pernikahan.
32
Tamu Tidak Terduga
33
Drama Lidya
34
Rencana Pindah
35
Kehadiran Yang Mengancam
36
Lidya dan Masa Lalunya
37
Kontraksi Palsu
38
Hati Seorang Ibu
39
Kunjungan Terselubung
40
Akan Datang Tamu Istimewa
41
Hukuman Bagi Lidya
42
Kunjungan Lidya
43
Kunjungan Rekan Kerja
44
Ibuku Bukan Pembantu
45
Perjalanan Liam Dan Lidya
46
Sampai Di Tempat Tujuan
47
Cerita Lidya
48
Hal Tak Terduga
49
Pilihan
50
Yang Terbaik Bukan Yang Terburuk
51
Kehancuran Liam
52
Provokasi Anin
53
Lepaskan Jika Menyakitkan
54
Mencari Kepastian
55
Memulai Lembaran Baru
56
Salah Nomer
57
Kenakalan Laura
58
Bayangan Yang Mengganggu
59
Menjemputnya Kembali
60
Kedatangan Argio
61
Kedatangan Renata
62
Titip Rindu Untuknya
63
Lampu Hijau
64
Liam Yang Menyebalkan
65
Kenangan Buruk
66
Liam Menemui Renata
67
Rindu Yang Sulit
68
Ayo Kita Mulai Lagi
69
Cinta diantara mereka
70
Cinta Perantara
71
Hatiku Milikmu
72
Mencoba Memahaminya
73
Pembicaraan Pria Dewasa
74
Rindu
75
Jangan Pergi
76
Malam Yang Panas
77
Kehidupan Yang Sempurna
78
Tembok Yang Tinggi
79
Menghabiskan Waktu Bersama
80
Kejanggalan
81
Malam yang indah
82
Hari Yang Menyenangkan
83
Rahasia yang Terungkap
84
Aku Mohon
85
Ceritanya
86
Lidya Menemui Anin
87
Kebenaran
88
Pintu Hati
89
Kesempatan
90
Kepergian Lidya
91
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!