Sesaat terdengar ketukan pintu kamar Liam. Liam segera bangkit dan membuka pintu kamar nya. Di depan pintu kamarnya, sudah berdiri Renata.
"Mau makan, nggak? kalo iya, ntar gue siapin sebelum di habisin Miko. Dia nanyain mulu dari tadi," ucap Renata, Liam tidak menjawab, dia langsung berlalu dan turun menuju meja makan. Renata yang sedari tadi mengikuti langkah Liam pun segera menyajikannya.
Miko yang entah dari mana tiba-tiba sudah siap menunggu hidangan dengan sendok dan garpu di tangan kiri kanannya, ia duduk di sebelah Liam. Liam menatap Miko kaget tidak percaya jika laki-laki tambun ini sudah berada di sampingnya. Lalu iapun tersenyum melihat tingkah teman gembul nya ini.
"Lo lama amat sih turunnya, gue udah kelaparan dari tadi, Rere nggak mau kasih gue makan kalo lo belum makan. Dia benar-benar sayang sama suaminya, sampe dia rela nelantarin gue," ucap Miko dengan expresi lucunya, Liam yang tadinya tidak mood tiba-tiba terkekeh mendengarnya, Liam menepuk bahu tambun Miko itu. Miko terus memegang sendok dan garpunya dengan expresi tidak sabar menunggu Renata menyajikan makanannya.
Sesaat Renata pun datang dan menyajikan makannya.
"Lo lama-lama udah kayak mak kita, Re," ucap Miko. Renata hanya cuek mendengar nya, dia terlalu sibuk menyajikan makanan, dia tidak punya waktu untuk peduli dengan tingkah Miko.
"Lama aja ya lo kos di sini. Kalo lo di sini perut gue sejahtera," ucap Miko yang semakin cerewet jika sedang lapar. Liam mengusap bahu Miko seraya tersenyum dengan siku tangannya bertopang di meja makan dan telapak tangan yang menahan dagunya, ia sangat terhibur dengan tingkah teman kosnya itu. Tidak lama semua pun sudah berkumpul di meja makan. Untuk makan bersama.
Liam memang memberi Renata sejumlah uang untuk membeli bahan makanan untuk masak, karena untuk membayar hutangnya pada Liam, Liam meminta Renata mencuci pakainya dan masak untuk nya selama ia kos 6 bulan di sana. Renata pun yang pada awalnya keberatan tapi lama-lama malah menikmati tugasnya itu. Apa lagi saat semua orang memuji masakannya yang memang lezat itu, sebab Renata saat di kampung sudah biasa bantu-bantu neneknya masak. Jadi masak merupakan keahlian Renata.
Selesai makan, semua orang pun berkumpul di ruang tengah
(ruang tengah kosan)
Memang, kosan yang mereka tempati sudah seperti hunian pribadi, semua fasilitas lengkap dan terjamin. Karena empunya kos pun adalah orang yang baik, sehingga tidak perhitungan dengan barang-barangnya asal di jaga dengan baik.
Saat sedang asyik berkumpul, tiba-tiba Lusi berseru dengan gaya berbisik.
"Re, mas Arman lo dateng," lapornya. Seketika Rere langsung duduk di dekat Liam. Liam yang belum sadar situasi hanya melongo saat Renata tiba-tiba memeluk lengannya seraya duduk di sofa bersamanya. Saat melihat kedatangan Arman, baru lah Liam paham. Liam tersenyum usil kearah Renata.
Arman memang sering datang, biasanya dia akan mengobrol bersama Renata dan Lusi. Walau Renata kadang malas meladeninya, dia tetap nekat seolah tidak paham dengan penolakan Renata. Sekarang melihat Renata duduk di samping Liam dengan memeluk lengan Liam itu membuat Arman sangat cemburu.
"Ada apa, Mas?" tanya Renata ramah sedangkan Liam sibuk dengan gamenya, ia hanya menjadi penonton dengan drama yang di ciptakan oleh Renata.
"Re, Rere beneran pacaran ya sama dia?" tanya Arman lugu.
" I, iya, kita baru aja jadian seminggu ini," ucap Renata memanasi Arman. Arman tampak tidak dapat menyembunyikan gejolak di hatinya.
"Kok gitu? Kan tante Ayu jodohin kita?!" ucap Arman yang membuat Renata kaget, Liam menatap Renata, dia ingin tertawa tapi ia coba sembunyikan.
"Loh, sejak kapan? Rere nggak pernah di kasih tau soal itu," ucap Rere bingung.
"Tante Ayu sendiri yang bilang," ucap Arman lagi.
"Rere udah punya pacar, Mas. Kalo Rere mau nikah, Rere akan nikah sama pacar Rere. Tante Ayu bohongin mas Arman. Rere nggak pernah dengar kesepakatan itu," elak Renata.
"Nggak bisa gitu, Re. Kita udah sepakat, bahkan ibuk udah sering kasih barang-barang sama tante Ayu, buat menjalin hubungan kekeluargaan kita. Gimana ini? Apa keluarga kamu itu menipu keluarga saya" ucap Arman yang tampak shock dan kesal.
"Rere nggak ngerti kesepakatan apa yang mas Arman maksud, Rere nggak pernah ngerasa nerima apapun dari keluarga mas Arman," ucap Renata mulai emosional. Ia menggenggam lengan Liam dengan keras dan menelan ludah nya yang tiba-tiba terasa pekat bak duri yang menusuk tenggorokannya itu, pertanda ia pun ketakutan. Liam pun segera bertindak.
"Pernikahan itu di putuskan oleh 2 orang, bagaimana bisa kalian buat kesepakatan kalau Renata tidak tau. Itu namanya kalian yang nipu Renata. Sekarang urusan kamu sama tantenya, minta dia yang jelasin. Kan dia yang terima pemberian keluarga kamu. Renata di sini nggak tau menau tentang kesepakatan kalian," pungkas Liam yang ikutan mulai kesal. "Sekarang Renata pacar saya, kalau ada yang berani sentuh dan paksa dia, hadapi saya," ucap Liam yang langsung berdiri dan menatap tajam pada Arman.
Renata pun menatap Liam, baru kali ini dia merasa di lindungi setelah ayahnya meninggal. Renata tampak berkaca-kaca karena terharu. Liam mendekap bahu Renata dengan kondisi sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi. Arman hanya melongo melihat nya.
"Mending anda pulang, sebelum saya kehabisan kesabaran menghadapi anda," usor Liam sambil terus mendekap Renata yang tengah sesegukan di pelukan Liam.
"Mas nggak akan tinggal diam, Re. Ini penipuan namanya, mas udah jagain kamu selama ini, kenapa jadinya kamu sama orang lain?!" ucap Arman juga terlihat marah dan kesal, sedangkan Renata terus mendekap Liam seraya menangis, ia tidak berani menatap Arman.
"Urus itu sama tantenya, jangan terus menekan Renata. Kalo mau nuntut, tuntut saja tantenya," ucap Liam mulai meninggi. Miko dan Lusi hanya bisa diam tidak berani mendekat. Lalu Arman pun pergi dengan raut wajah yang tampak sangat kesal itu.
Sesaat setelah Arman pergi, tangis Renata pun pecah di dekapan Liam, Liam terus mengelus lembut kepala Renata untuk memberi nya ketenangan. Lusi pun segera menghampiri Renata, saat Arman sudah pergi.
Renata pun memeluk Lusi, Lusi membawa mereka untuk duduk, sedangkan Miko datang dengan membawa segelas air untuk Renata. Liam terus menatap Renata dengan perasaan kasihan. Betapa Renata butuh perlindungan, tapi seolah-olah orang-orang di sekelilingnya tidak ada yang dapat melindunginya, bahkan tantenya pun ikut memanfaatkan Renata.
"Tante Ayu jahat, jahat banget," isak Renata di dekapan Lusi.
"Aku akan lindungin kamu, Re. Kamu jangan takut, kamu nggak sendirian. Mulai sekarang aku akan jagain kamu," ucap Liam bersungguh-sungguh. Renata menatap Liam dalam dengan linangan air mata yang masih membasahi pipinya.
BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Desi Salimah
Liam soo sweet😍😍
2021-06-06
2