Siangnya Liam berencana akan pergi ke minimarket terdekat. Dia menemui Miko untuk meminjam motornya.
"Mik, pinjem motor lo bentar. Mobil gue nggak bisa keluar, pak Edo parkir depan lagi," ucap Liam pada tetangga sebelah yang memang suka seenaknya kalau parkir kendaraannya, alasannya cuman sebentar, tapi sampai berjam-jam pun kendaraannya masih terparkir di sana. Jadi kalau hanya sebentar Liam malas ribut dengan tetangga satu itu, lebih baik dia yang mengalah menggunakan motor Miko.
Miko pun segera melempar kunci motor matic nya pada Liam, yang langsung di sambut Liam dengan tangkapannya, sedangkan Miko lanjut dengan main game bersama Robert. Saat akan keluar bersiap pergi, Liam di hentikan oleh Renata.
"Bareng," ucap Renata yang langsung nyelonong naik motor bersama Liam.
Liam hanya menoleh padanya sekilas lalu segera memacu motornya. Liam sengaja ugal-ugalan agar Renata berpegangan pada pinggangnya. Walau di pukul keras terlebih dahulu, baru Renata berpegangan pada pinggang Liam. Liam hanya tertawa, sambil terus ugal-ugalan di jalan yang memang kebetulan sedang sepi itu. Renata terus teriak seraya tertawa dengan gaya bermotor Liam yang menakutkan tapi juga menyenangkan. Renata berkali-kali memperingati Liam yang kadang terlihat akan menabrak itu.
"Ati-ati, Li. Gue belum nikah," teriak Renata.Liam hanya terkekeh mendengarnya.
(Liam Adlar)
(Renata)
Tidak terasa sampai lah mereka di mini market yang dituju. Di Sana Liam dan Renata berbelanja kebutuhan mereka. Renata malu menunjukkan barang belanjaannya yang berupa pembalut itu. Liam yang gemas langsung merebutnya dan memasukkannya ke keranjang belanjaannya agar di bayar sekalian.
"Gue udah biasa beli yang ginian buat Laura, santai aja," ucap Liam seraya membayar belanjaan mereka, sedangkan Renata masih terlihat malu. Ia menggigit bibir bawahnya karena malu. Ternyata Renata benar-benar masih lugu. Itu membuat Liam semakin suka menggodanya.
Selesai berbelanja mereka segera pulang. Di depan kosnya Liam melihat ada sebuah mobil yang terparkir. Dia tahu betul kalau itu adalah mobil milik Laura. Liam berbalik dan melihat pada Renata, Liam mendapat ide bagus.
"Eh, tolongin gue, ya. Gue males ngadepin dia, ntar lo duduk di sebelah gue, ya. Jangan pergi, kalo ditanya 'lo siapa' sama dia. Bilang aja kita pacaran, oke?" pinta Liam. Renata masih tampak melongo kebingungan tidak mengerti.
"Haaahhh... Udah lah, lo ikut aja permainan gue. Ntar gue traktir lo, plus utang lo gue lunasin 1 juta. Gimana?" tawar Liam lagi. Renata tersenyum dan langsung mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan tanda setuju ke arah Liam, Liam pun menyambut jabatan tangan setuju itu.
"Nggak perlu bayar, utang lo tetap gue bayar dengan cara yang sama, nyuci baju, sama masak buat lo. Lo cukup bayar gue dengan juga pura-pura jadi pacar gue di hadapan mas Arman, biar dia berhenti ngikutin gue," tawar Renata balik. Liam pun setuju dengan syarat tersebut.
Mereka pun masuk dengan bergandengan tangan bak sepasang kekasih, walau awalnya Renata menolak. Tapi akhir dia mau juga. Benar saja, Laura sudah duduk dengan manis di ruang tengah. Dia tampak kaget saat melihat Liam menggandeng tangan Renata, begitu pula dengan Angel, dia sama kagetnya dengan Laura. Angel tertegun di sudut sedangkan Laura berdiri terpaku.
"Eh, kamu ada di sini?" tanya Liam basa-basi.
"I-iya, kamu dari mana?" tanya Laura terbata.
"Aku tarok barang dulu," ucap Renata langsung pergi meninggalkan Liam bersama Laura. Sedangkan Angel segera menghampiri Renata ke kamarnya.
"Kamu pacaran sama dia?" ucap Laura yang sangat berharap Liam akan membantahnya.
Tapi kenyataannya Liam malah mengangguk, yang lantas membuat Laura hancur tak berdaya. Dia merasakan kakinya bergetar hebat, dan ia langsung terduduk di sofa. Liam merasa tidak tega melihat reaksi Laura, tapi dia tidak bisa bersama Laura kembali. Dia harus tegas kali ini, dia harus menolak Laura.
***
Sedangkan Angel segera menghampiri Renata yang hampir masuk ke kamarnya, dia segera menarik tangan Renata. Hingga membuat Renata menoleh.
"Lo beneran pacaran sama Liam?" tanya Angel ketus.
"Ih, apaan sih!" seru Renata tidak suka di perlakukan begitu. Renata menepis tangan Angel dari lengannya dan ia segera masuk kamarnya mengabaikan Angel yang tampak semakin tidak bisa menyembunyikan kekesalannya lagi pada Renata.
***
Di lain sisi, Laura langsung pergi meninggalkan Liam. Sedangkan Liam tampak tenang seolah tidak terjadi apa-apa. Dia melihat kearah kamar Renata dan langsung menghampirinya dengan Angel yang masih berdiri terpaku di sana, dia terus menatap Liam dengan tatapan sedih lalu berlahan pergi.
Liam mengetuk kamar Renata. Tidak lama Renata pun keluar.
"Apa?" seru Renata saat membuka pintu kamarnya.
"Barang belanjaan gue," ucap Liam menagih, Renata pun baru ingat. Ia segera kembali ke kamarnya untuk mengambilnya dan menyerahkan barang belanjaan Liam. Lalu Liam pun pergi.
Di kamar, Renata tidak tahu kenapa. Dia merasa senang saat orang-orang menganggap ia adalah kekasih Liam. Diam-diam Renata tersenyum tipis di kamarnya. Begitupun Liam, dia tersenyum mengingat apa yang ia lakukan barusan bersama Renata.
"Dia sebenarnya manis juga, cuman terlalu lugu," gumam Liam di kamarnya, ia tengah terbaring di ranjangnya dengan senyum nya yang mengembang karena mengingat Renata. Begitu pula Renata, dadanya berdebar saat mengingat Liam, membuat dia tersenyum geli sendirian di ranjangnya, ia pun mendekap wajahnya dengan bantalnya.
2 orang yang tanpa mereka sadari mungkin tengah jatuh cinta.
BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments