10 tahun sudah berlalu, Liam sukses menjadi seorang arsitek muda. Dia bekerja di perusahaan arsitektur yang cukup ternama. Karirnya di dunia arsitek sedang menanjak, di usianya yang ke 27, dia sudah memiliki semuanya. Tabungan yang mumpuni, kendaraan pribadi berupa mobil BMW 330i M sport terbaru pun sudah di milikinya.
Dia berbakat seperti almarhum ayahnya Frans. Sekarang ia tengah menjalin hubungan dengan seorang wanita cantik bernama Laura Majaska. Dia seorang wanita yang cukup sukses dan juga seorang model.
Liam dan Bimo sedang menikmati makannya bersama di salah satu kafe sambil menyelesaikan pekerjaan mereka. Bimo adalah sepupu sekaligus teknik sipil yang juga bekerja bersama tim Liam. mereka sangat akrab dan dekat. Liam dengan desain liarnya yang luar biasa dan Bimo teknik sipil yang jenius, mereka berdua menjadi dua orang sejoli yang tak terpisahkan dalam dunia desain infrastruktur.
Mereka makan seraya mengerjakan pekerjaannya dengan laptop, berkas dan makanan yang berserakan di meja kafe itu, karena mereka sudah biasa makan di sana, sehingga pemilik kafe tidak keberatan dengan kebiasaan Liam dan Bimo itu.
"Eh, k@mpr*t Lo kalo desain kira-kira lah, main gambar aja kadang, PR nih buat gue," keluh Bimo pada Liam.
"hahaha... Bisa itu. Masak kayak gitu aja Lo ngeluh. lagian cuman gue ubah dikit kok," tutur Liam seraya merentangkan tangannya untuk mengurangi penatnya.
Liam mulai merasa pegal-pegal, setelah seharian ia berkutat dengan pekerjaannya, dia berdiri seraya meregangkan tubuhnya dan mengedarkan pandangannya ke penjuru kafe. Matanya pun mulai terasa perih. Dia melepaskan kaca matanya, dan mengucek matanya.
"Gue ke toilet dulu, ya," ucap Liam pada rekannya Bimo, Bimo pun hanya melihat sekilas dan mengangguk lalu dia kembali dengan laptopnya, sedangkan Liam langsung pergi menuju toilet.
"Setan nih anak. Dia enak tinggal gambar, gue yang repot jadinya," keluh Bimo tak henti-hentinya.
***
Di toilet Liam mencoba mencuci wajahnya untuk menyegarkan dirinya kembali. Dia merasa sedikit kesegaran dari siraman di wajahnya. Dia menatap wajah tamannya di cermin yang mulai terlihat lelah dan kusut.
Setelah selesai, ia pun keluar. Saat itu matanya langsung tertuju pada satu sosok. Dia melihat sepasang kekasih yang kelihatannya baru saja datang, mereka baru mengambil tempat dan terlihat mulai memesan makan dari menu.
Liam kenal betul dengan sosok itu. Yang membuat Liam semakin penasaran adalah sosok yang di samping wanita itu, sosok laki-laki yang tampak lebih berumur dari Liam. Gaya brewokan nya menambah kesan maskulinnya, dengan wanita cantik yang bak mega bintang di samping. Sungguh pemandangan yang indah, tapi kelihatannya tidak untuk Liam. Itu adalah pemandangan yang menyakitkan bagi Liam.
Liam menatap tajam padanya, Liam tampak terpaku dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Liam mencoba tenang dan tidak terpengaruh.
Mereka masih terlihat tidak menyadari keberadaan Liam. Dia lah Laura, kekasih Liam, melihat dia pergi bersama seorang laki-laki dengan begitu mesranya, membuat perasaan Liam campur aduk. Ada gemuruh di dadanya, tangannya gemetar menahan gejolak di dadanya. Ada harga diri yang tercabik saat ini, ada kekecewaan yang mendalam di rasakan Liam, juga amarah yang bergejolak di dadanya.
"Lagi, Laura?" gumam Liam dengan mengepalkan tangannya.
Ya, Laura kelihatannya tengah berselingkuh dari Liam lagi. Liam masih tidak percaya Laura menghianati nya lagi dan lagi. Liam mulai merasa sulit memahami wanita yang satu ini. Setelah ia berjanji untuk tidak akan melakukannya lagi. Ternyata dengan cepat ia mengulanginya lagi.
Liam memejamkan matanya mencoba untuk tenang menguasai dirinya, dan mengatur nafasnya. Menarik nafasnya berlahan dan melepaskannya berlahan.
Dia berpikir sejenak. Dia mulai merasa tidak ada gunanya menunjukkan emosinya sekarang. Dia tidak mau terlihat konyol demi si penghianat Laura lagi. Liam mencoba melangkah dengan tenang menuju sahabatnya Bimo. Dia mencoba untuk tidak bereaksi untuk kejadian ini.
Bimo melihat expresi tegang di wajah Liam.
"Ada apa, Li?" tanya Bimo.
"Kita pulang, yuk," ajak Liam tanpa banyak kata lagi, dia segera membereskan barang-barangnya.
"Tapi kan belum selesai, Li," ucap Bimo masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
Walau masih bingung, Bimo pun ikut membereskan barang-barangnya. Lalu mereka bersiap untuk pergi.
Liam menatap pada sepasang kekasih yang tampak kasmaran itu. Dengan tangan si pria tampak melingkar di bahu mulus Laura, Laura pun meresponnya dengan bersandar manja di dada bidang laki-laki itu. Dia masih tidak menyadari keberadaan Liam di sana.
Liam dengan sengaja mengambil jalur keluar dengan melewati Laura, tapi dia pura-pura seolah-olah tidak menyadari keberadaan Laura. Hanya Bimo yang menatap shock pada Laura, sedangkan Liam melenggang dengan tenang tanpa beban. Sekarang Bimo mulai paham kenapa Liam tampak aneh.
Laura langsung pucat pasi, dia tau Liam tengah memergoki nya sekarang. Dia mulai panik, tapi dia tidak mungkin meninggal kan laki-laki yang tengah bersamanya sekarang. Dia terjebak dengan dilema, antara mengejar Liam atau diam di tempat. Akhirnya dia putuskan untuk membiarkan Liam.
Liam bertambah kesal, saat menyadari Laura tidak segera menemuinya untuk menjelaskan, itu menegaskan pada Liam, bahwa Laura memilih laki-laki itu. Sedangkan Bimo hanya bisa melihat wajah tegang dan emosi Liam. Walau Liam diam, Bimo tahu betul di balik gaya cool Liam dia tengah menyimpan murka pada Laura.
***
Sesampainya di rumah, Liam mendapati ibunya tengah menonton televisi di atas sofa dengan santai. Sangat jarang ia lihat ibunya ada di rumah, biasanya Anin selalu sibuk dan jarang di rumah. Liam segera menghampirinya. Liam memeluk dan mencium pipi ibunya dari belakang dengan manja.
"Hmmm ... Udah pulang kamu?" seru ibunya, Liam hanya tersenyum dan melompati sofa untuk segera merebahkan kepalanya di pangkuan ibunya. Untuk melepaskan lelah hatinya atas apa yang barusan terjadi padanya.
"Kamu kenapa?" tanya ibunya yang merasakan ada sesuatu yang terjadi pada putranya itu.
"Nggak papa, Liam cuman pengen peluk Mama," jawab Liam yang masih berbaring di pangkuan ibunya itu. "Oya, Mama jadi pergi ke Milan nggak?" tanya Liam.
"Minggu depan mama berangkat. Kamu gimana? Mau disini atau ke rumah tante Ana?" tanya ibunya.
"Ngekos aja lah, Mah. Biar rame banyak temen, sekalian nyari yang deket tempat kerja Liam. Rumah Tante Ana malah makin jauh Li dari tempat kerjanya. Di rumah sendirian terus bosen," terang Liam.
Ana adalah adik ibunya yang bungsu, dia sangat dekat dengan keluarga Liam. Jadi jika ada sesuatu, Liam biasanya akan mengadu kepada Ana.
"Terserah kamu, mana yang buat kamu nyaman," ujar ibunya dengan seulas senyum hangat seraya terus mengelus kepala putranya itu.
Liam pun segera membenamkan wajahnya di perut ramping ibunya itu, melepaskan sejenak lelahnya.
"Mama wangi banget, sih," gumam manja Liam. Ibunya hanya terkekeh seraya terus mengusap lembut kepala putranya itu. Tidak ada yang lebih berharga dan setia bagi Liam selain ibunya.
Laura wanita yang sangat Liam cintai pun, kini sudah berpaling darinya.
***
Di lain sisi, Renata yang sedang berjibaku dengan pekerjannya masih bekerja walau hari sudah malam. Sebagai pramuniaga yang bekerja di shift malam baru bisa pulang saat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Untungnya dia tidak sendirian, dia punya teman seprofesi yang satu kos dengannya.
"Udah, Si?" seru Renata seraya menghampiri sahabat nya itu.
"Udah, yuk pulang" ucap Lusi sahabat Renata yang baru beres dengan pekerjannya.
Mereka memang sahabat yang dekat, Lusi adalah sahabat sekaligus saudara bagi Renata. Dari Zaman kuliah hingga bekerja mereka selalu bersama-sama. Mereka berbagi suka dan duka bersama. Sayangnya saat Lusi berhasil meraih gelar sarjana nya, sedangkan Renata harus mengambil cuti karena terbentur biaya.
Renata sedang bekerja keras untuk menabung lagi demi bisa melanjutkan kuliah nya kembali. Dia terpaksa berhenti kuliah karena neneknya yang tidak sanggup lagi membiayai kuliah dan sekolah adik Renata yang baru SMA sekalian. Karena itu Renata putuskan untuk cuti sementara seraya membantu uang sekolah adiknya.
BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Nurmali Pilliang
semangat Athoorr
2021-11-05
2
Un
semangat💪 Thor di tunggu part selanjutnya❤🥰
2021-06-03
2