Malam itu Frans mengajak Anin dinner untuk makan bersama di sebuah restoran mewah. Ini seperti sebuah kencan yang Frans susun untuk memperbaiki hubungannya dengan Anin. Anin tersenyum senang mendapatkan perlakuan manis dari suaminya itu.
Mereka pergi berdua, Frans benar-benar seperti dahulu saat mereka sebelum menikah.
"Sudah lama aku nggak lihat kelakuan konyol kamu yang kayak gini, Frans," gumam Anin seraya tersenyum. Yang membuat Frans terkekeh. Dia menggenggam tangan Anin yang terulur di atas meja, yang ada lilin dan bunga mawar merah kesukaan Anin.
Malam itu Anin dan Frans menghabiskan waktu dengan sangat bahagia, segelas anggur merah membawa mereka semakin larut dalam cinta, yang coba mereka bangkitkan kembali. Setelah sempat hampir padam, karena permasalahan yang selama ini mereka hadapi. Mereka saling menjauhi dan memusuhi satu sama lain, kini mereka kembali bersama. Alunan biola yang lembut, semakin membuaikan mereka di suasana yang hangat ini. Makan malam yang sangat indah untuk mereka berdua.
Frans selalu tersenyum menatap wajah anggun istrinya itu. Frans tipe laki-laki lembut yang baik hati dan hangat. Hingga kebaikannya itu juga yang membuat dia terjebak cinta bersama Mauren. Seorang wanita yang tanpa sengaja ia undang di kehidupannya. Kini ia sadar, bahwa tak ada yang mampu menandingi Anin.
"Aku sangat mencintaimu, Anin. Sangat mencintaimu!" ucap Frans penuh kehangatan seraya mengecup punggung tangan istrinya, disambut Anin dengan senyum hangatnya.
"Kita berdua yang salah. Aku janji akan memperbaiki diriku menjadi nyaman bagimu, Frans!" ucap Anin dengan mata berkaca-kaca.
Tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri mereka, dengan gaya anggun dan arogannya dia turut duduk di meja yang sama bersama mereka. Dia lah Mauren, dia terlihat terbakar api cemburu. Itu terlihat jelas di sorot mata nya yang tajam dan liar menatap. Dengan sepuntung rokok yang ia isap dan mengepulkan asapnya di wajah Frans. Anin dan Frans tampak tidak menyukai kedatangan Mauren yang tidak diundang itu.
"Setelah kamu mencampakkan aku, sekarang kalian hidup bahagia berdua. Ternyata ini semua belum menghancurkan kamu ya, Frans?" seru Mauran seraya menatap Frans dan Anin bergantian.
"Selesaikan masalah mu, Frans!" ucap Anin berusaha terlihat tidak terganggu dengan gaya anggunnya seraya meminum ammernya. Frans mengerti maksud Anin. Dia segera berdiri beranjak dari posisnya dan menarik tangan Mauren yang tampak tak menyukai gaya angkuh Anin.
"Kalian tidak bisa menjadi keluarga bahagia lagi. Kau sendiri yang bilang Frans, wanita ini terlalu arogan untukmu. Kau mau terjebak dengannya selamanya, Hah?!" teriak Mauren, membuat mereka menjadi pusat perhatian.
Frans segera menyeret Mauren keluar. Mauren tampak meronta dan terus meracau sepanjang perjalanan mereka keluar.
"CUKUP!" teriak Frans sesampainya di luar, seraya melepaskan tarikannya dan melempar Mauren hingga terjatuh. Membuat Mauren terdiam, ia berusaha berdiri sendiri dengan tatapan geram Frans yang menghunus padanya. "Cukup Mauren, kau sudah menghancurkan karir dan membunuh anakku dengan kelakuan kamu ini. Apa lagi sekarang? Aku ingin memulainya lagi dengan Anin, dan melupakan semua yang pernah terjadi diantara kita," seru Frans, yang seketika membuat Mauren menitikkan air matanya. Dia menatap Frans tidak percaya "Carilah teman bermain yang lain Mauren. Aku tidak bisa lagi menemanimu. Aku menyesal mengenalimu, kau menghancurkan hidupku, Mauren" tambahnya lagi.
Anin melihat dari dalam restoran dengan senyum tipis yang terlihat tersungging. Dia memenangkan Frans, Frans memilihnya dan akan meninggalkan wanita jalang itu.
"Hmh... Kau pria egois, saat kau punya masalah kau mencari ku. Tapi setelah itu kau mencampakkan aku. Kau pikir, hanya kau yang punya perasaan, hanya kau yang perlu di mengerti. Kenapa kau tidak pernah melihat dari sisi ku juga, Frans?" tukas Mauren pada Frans.
"Apa kau pikir kita bisa bersama setelah apa yang terjadi?" pungkas Frans lalu bersiap akan pergi meninggalkan Mauren yang masih mematung.
Sedangkan Frans segera menjemput Anin dan bersiap akan pergi dari sana, Frans menggandeng tangan Anin di hadapan Mauren dan melewatinya begitu saja dengan tatapan puas Anin pada Mauren. Membuat Mauren semakin geram dan segera menyusul mereka dengan mobilnya.
Dia berusaha kejar-kejaran dengan mobil Frans. Anin yang melihat itu menjadi gerah.
"Sudah, Frans. Berhenti saja. Dia tidak akan berhenti sampai kau menyelesaikan ini semua. Kita selesaikan saja semua nya malam ini," titah Anin.
"Sudah Anin, biarkan saja. Dia tidak akan puas!" Pungkas Frans.
"Hadapi dia sekarang Frans, aku tidak mau dia mengganggu kita terus-terusan," ucap Anin lagi. Frans pun terpaksa menghentikan laju mobilnya di pinggir jalan raya itu. Begitu pula Mauren, dia segera menghentikan laju mobilnya tepat di belakang mobil Frans dan keluar. Anin mengikuti Frans dari belakang lalu menyusulnya mendahului Frans untuk menghadapi Mauren langsung.
"Apa kau sudah tidak punya harga diri, HAH?!" Teriak Anin geram.
Frans berusaha menahan Anin agar tidak terpancing, tapi terlambat Mauren dan Anin sudah terlibat cek-cok. Membuat Frans bingung apa yang harus ia lakukan.
"Pergi lah Mauren, kau sudah tidak di terima lagi. Setidaknya kau punya harga diri untuk segera pergi dari kehidupan kami. Fokus saja dengan hidupmu, jangan ikut campur di hidup kami lagi," seru Anin.
Dan segera menyeret Frans pergi. Mauren segera mengejarnya, rasa cemburunya yang sudah membara dari tadi membuat ia ingin membunuh mereka berdua.
"Kau pikir kau istri yang baik? Kau hanya wanita arogan yang berusaha menguasai suamimu. Itu yang membuat dia tidak betah, tapi entah racun apa yang kau tuangkan Anin, hingga dia sudi kembali padamu lagi," pungkas Mauren.
pertengkaran pun terelakkan lagi, Frans berusaha melerai.
"Sudah cukup, ini di pinggir jalan raya. Bahaya berhenti di sini!" ucap Frans mencoba untuk melerai. Tapi alih-alih dapat melerai, Frans malah terdorong ke tengah jalan, tepat saat sebuah mobil tronton besar bermuatan berat melintas dan naas Frans terlindas karena dorongan Mauren. Anin berlari menghampiri jasad suaminya yang terpental itu, belum sempat Anin menghampirinya, tubuh Frans malah terlindas kendaraan lain yang datang dari arah berlawanan.
Anin terpaku tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat, dia berjalan pelan kearah tubuh Frans yang berlumuran darah. Nafas-nafasnya tampak tersengal-sengal, sekita dia merasa bumi seperti menelan tubuhnya ke dalam tanah, detik selanjutnya dia sudah tidak tau apa yang terjadi lagi.
Sedangkan Mauren mematung tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Dia mendekati jasad Frans yang sudah tidak berbentuk itu dengan di sampingnya ada Anin yang jatuh pingsan di sisi jasad Frans. Tangis Mauren seketika pecah dengan teriakan dan isakan tangisnya yang menggema.
Kini ia hanya bisa menyesali perbuatannya. Dia terpaku tidak percaya. seketika itu pula orang-orang mulai ramai mengitari mereka, dengan kondisi Frans yang sudah tidak bernyawa lagi.
Mauren segera di tahan di kantor polisi dan Anin di bawa ke rumah sakit, karena pingsan menyaksikan suaminya tewas di depan matanya.
BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Rere (IG : renitaaprilreal)
😭😭😭tragis amat
2021-06-30
2
Ai
5 like favorite hadir mulai sekarang
feedback totok pembangkit saling dukung kk
2021-06-17
2