Tanggungjawab

Pagi minggu yang cerah Liam sudah bangun, dia sengaja bangun pagi untuk menangkap gadis yang tempo hari membuat handphone nya terjatuh.

Liam turun kebawah menuruni tangga berlahan, terdengar di dapur sudah ramai, padahal baru jam 6 pagi. Liam mencoba mengintipnya. Benar saja, gadis itu ada di sana. Liam tersenyum melihatnya, tepat saat si gadis akan keluar, Liam dengan cepat merentangkan tangan kanannya menghadang di depan pintu dengan senyum nya yang menyeringai.

"Mau lari kemana lagi kamu, hah!" bentak Liam, yang sontak membuat gadis itu kaget, temannya hanya diam menyaksikan seraya menikmati susu hangatnya, bak sedang menonton drama korea yang tengah tersaji di depan mata.

"A-ada apa, ya?" ucap nya masih terlihat bingung, tapi juga tidak dapat menyembunyikan ketakutannya. Liam hanya tersenyum sinis melihat nya, gadis ini masih pura-pura tidak tahu walau sudah tertangkap basah.

"Masih nggak mau ngaku, perlu gue bawak ke kantor polisi biar lo ngaku?!" ancam Liam. Yang membuat Renata langsung menggeleng cepat dengan mata yang terbelalak. Liam tersenyum penuh kemenangan, akhirnya dia mengakuinya juga.

"Bagus lah kalo lo ngaku. Nama lo siapa?" tanya Liam.

"Re-Renata, tapi temen-temen manggil gue Rere," terang Renata. Lusi yang sedari tadi menyaksikan masih sibuk dengan minumannya, dia benar-benar menikmati drama ini.

"Ok, Rere. Nanti siang lo ikut gue, buat ambil handphone gue yang udah di service. Awas lo kabur lagi," ancam Liam, Renata hanya terdiam ketakutan, sedangkan Lusi sahabatnya malah terkekeh melihat Renata yang mati kutu. Renata segera membelalakkan matanya pada Lusi.

"Ingat, nanti siang jam 1 kita pergi," ingat Liam lagi sebelum pergi. Saat Liam sudah jauh Renata mulai panik.

"Si, gimana? Gue lagi nggak punya duit," rengek Renata.

"Ya udah, ambil duit gue dulu, gue ada sedikit. Lo pakek aja dulu," ucap Lusi memberi solusi.

Renata senang memiliki sahabat yang baik dan pengertian seperti Lusi. Lusi tidak pernah meninggalkan Renata dalam keadaan sesulit apapun dari zaman kuliah dulu, mereka selalu bersama-sama dan membantu satu sama lainnya. Hanya saja dalam beberapa momen, Lusi sering kali menjadi penonton menyebalkan, walau ujung-ujungnya dia akan ikut membantu.

***

Siangnya, Renata sudah bersiap. Dia tengah menunggu Liam turun, untuk pergi seperti janjinya tadi pagi. Dia tidak mau bermasalah dengan Liam lagi, karena dia dan Liam sekarang sudah tinggal satu atap, tentu akan sulit baginya nanti, jika terus menghindari Liam.

Tidak lama Liam pun turun, tampak keren dan cuek. Renata sempat terpesona sesaat, tapi dia segera menepisnya.

"Lama banget, sih. Lebih dari cewek lo," rutuk Renata. Liam hanya tersenyum mendengarnya.

Mereka pun akhirnya pergi bersama menuju tempat service handphone Liam dengan mobil Liam. Renata sadar sekarang, Liam berasal dari keluarga menengah keatas. Tapi entah kenapa untuk service handphone nya pun dia sangat perhitungan. Entah hanya karena dia kesal pada Renata yang tidak bertanggung jawab, atau dia memang pelit.

"Kayaknya lo itu borju, tapi kenapa handphone kayak gitu aja lo ngotot mintak gue ganti? Dasar pelit!" rutuk Renata yang membuat Liam menatap tajam padanya.

"Eh, itu tanggungjawab lo. Berani berbuat, harus berani bertanggungjawab," ucap Liam membela diri atas tindakannya. Renata hanya bisa mendengus kesal mendengarnya

...***...

Tidak terasa mereka pun sampai. Di Sana Liam mendapati handphone nya sudah bagus seperti baru lagi. Liam senang melihat itu, sesaat Liam teringat dengan Renata, Liam pun melirik Renata mengkodekan nya untuk membayar.

"Berapa, mas?" tanya Liam.

"Ini saya gantinya pakek yang ori punya, jadi total semua 5.550.000,00-," ucap nya menyebut harga yang membuat Renata terbelalak mendengarnya.

"Gila. Itu harga service apa beli hape baru?" ucap Renata tidak percaya dengan harga yang disebutkan.

"Itu karna masnya ini minta yang ori semua bahannya, mbak," ucap pria tersebut meyakinkan lagi. Liam pun hanya tersenyum melihat Renata yang tampak panik karena tidak sanggup membayar. Renata segera menarik Liam agar sedikit menjauh dari si pemilik konter.

"Gue nggak punya duit segitu, lo bayar dulu, deh. Ntar gue ganti, gue janji. Toh kita tinggal satu atap, emang gue mau kemana lagi?!" bisik Renata mencoba membujuk.

"Yaudah, lo punya berapa?" tanya Liam menagih.

"Cuman 1.500.000. Gue habis kirimin adek gue duit, ini ada duitnya Lusi juga, jadi gue bisanya bayar 2 jutaan aja dulu," terang Renata yang membuat Liam tersenyum sinis. Dia tanpa banyak bicara segera menghampiri si pemilik konter tadi dan langsung membayar lunas semuanya dengan tatapan tajam pada Renata penuh penekanan. Renata pun bersiap untuk memberi uang nya juga.

"Nggak usah," ucap Liam yang membuat Renata bingung.

Melihat Liam bersedia membayar tagihannya sendiri, Renata pun tersenyum sumringah. Setidaknya dia tidak perlu terlilit hutang karena hal ini.

"Nggak usah bayar yang tadi, karena kayaknya lo miskin, jadi nggak mungkin bisa lunas dengan cepat utang lo. Lo bayar dengan cara lain saja," ucap Liam membuat Renata bergidik di dalam mobil. Renata pun bersiap akan kabur. Tapi mobil sudah keburu di kunci Liam.

"Mau kabur lagi? Nggak bisa. Lo nurut aja sama gue mulai sekarang, kalo nggak mau gue buat berbunga utang lo itu," ucap Liam seraya tancap gas, Renata pun hanya bisa pasrah sekarang.

***

Akhirnya mereka pun berhenti di salah satu restoran, Renata tampak ragu untuk turun. Karena selain restoran, di samping restoran tersebut ada hotel. Yang membuat Renata ketakutan. Liam sengaja memilih restoran tersebut karena sekalian ingin menggoda Renata.

"L-lo, lo makan aja sendirian. Gue, tunggu di sini," ucap Renata bergetar menahan takutnya seraya memegang erat seftybeltnya. Liam paham betul dengan ketakutan Renata. Dia segera keluar dan membuka pintu mobil untuk Renata.

"Ayo turun, temenin gue makan. Tenang aja, gue yang bayar," ucap Liam seraya menarik paksa Renata keluar dari mobilnya.

"Nggak mau, gue nggak mau," rengek Renata yang untungnya di sana sepi. Jika tidak, maka bisa saja mereka menjadi pusat perhatian mendengar teriakan Renata tersebut. "Jangan paksa gue atau gue teriak, nih," ancam Renata. Membuat Liam panik.

"Jangan gila, deh. Gue cuman mau makan. Gue nggak selera sama lo. Dada rata, gaya cupu, di bandingin sama kucing, juga cakepan kucing gue juga," umpat Liam kesal. Renata pun mendekap tubuhnya merasa terhina atas ucapan Liam barusan. Dia juga kesal mendengar dia di bandingkan dengan kucing.

"Oo... Lo suka main sama kucing gitu?" tuding Renata memancing pertengkaran.

"Iya, kita pelukan, terus kita tidur bareng," terang Liam.

"Lo sakit, ya?" tukas Renata. "Coba cek kucing lo, dia hamil nggak, kalo hamil, siap-siap bonyok lo punya cucu kucing," ucap Renata yang Membuat Liam tersenyum kesal mendengarnya. Sedangkan Renata langsung terkekeh sendiri.

"Hmh... Lo butuh bukti kalo gue normal apa nggak?" ucap Liam mengancam seraya mendekat kan wajahnya kearah Renata, yang membuat Renata panik saat semakin tersudutkan.

"I-iya, maaf. Gue percaya lo normal, kok. Gue bercanda. HABIS LO NGATAIN GUE," tukas Renata seraya berteriak, Liam pun menghentikan aksinya.

***

Setelah drama panjang mereka di mobil tadi, akhirnya sampai lah mereka di restoran yang dituju. Renata tampak takut untuk memesan. Seolah memahami kekhawatiran Renata membuat Liam tersenyum.

"Ini nggak masuk di list hutang lo. Ini gue yang traktir, anggap aja sebagai salam perkenalan kita," ucap Liam sambil tak melepaskan pandangannya pada list menu restoran tersebut. Renata pun langsung tersenyum sumringah dan segera memilih menu nya juga.

Selesai memesan mereka pun menunggu pesanan mereka datang sambil mengobrol santai, dari obrolan mereka. Mereka tampak mulai saling mengenal satu sama lain.

Renata pun mulai nyaman dengan Liam yang ternyata ramah dan baik hati. Begitu pula Liam, dia mulai mengenal Renata sebagai sosok yang ceria dan cerdas.

Saat asyik mengobrol tiba-tiba Renata ingin ke toilet, Liam pun akhirnya di tinggal sendirian menunggu pesanan mereka, sementara Renata ke toilet. Liam pun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru restoran tersebut.

Tiba-tiba pandangan Liam tertuju pada seorang wanita yang baru datang bersama seorang laki-laki. Wanita yang sangat Liam kenal itu, berlahan berjalan menuju Liam. Itu membuat raut wajah Liam langsung berubah.

BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

Desi Salimah

Desi Salimah

pasti liat Laura lg

2021-06-04

2

lihat semua
Episodes
1 Malapetaka Sebuah Skandal
2 Tidak Bisa Sendiri
3 Kembali
4 Memulainya Kembali Dari Awal
5 Kepergian Frans selamanya
6 Hati yang Hancur
7 Liam dan Renata
8 Cinta Sebelah Pihak
9 Tragedi Pertemuan
10 Tanggungjawab
11 Orang Pengganti
12 Cemburu
13 Pameran
14 Di Buntuti
15 Akhiri Saja
16 Keputusan
17 Kesepakatan Terselubung
18 Pungguk Kesepian
19 Pelindungmu
20 Cinta Tau Kemana Tempat Ia Berlabuh
21 Laura Si Menyebalkan
22 Kepulangan Anin
23 Awalan yang Sempurna
24 Anin dan Renata
25 Restu
26 Rencana Pernikahan
27 Hari Pernikahan Semakin Dekat
28 PERSAHABATAN
29 Pernikahan
30 Curiga
31 Pase Kehidupan Pernikahan.
32 Tamu Tidak Terduga
33 Drama Lidya
34 Rencana Pindah
35 Kehadiran Yang Mengancam
36 Lidya dan Masa Lalunya
37 Kontraksi Palsu
38 Hati Seorang Ibu
39 Kunjungan Terselubung
40 Akan Datang Tamu Istimewa
41 Hukuman Bagi Lidya
42 Kunjungan Lidya
43 Kunjungan Rekan Kerja
44 Ibuku Bukan Pembantu
45 Perjalanan Liam Dan Lidya
46 Sampai Di Tempat Tujuan
47 Cerita Lidya
48 Hal Tak Terduga
49 Pilihan
50 Yang Terbaik Bukan Yang Terburuk
51 Kehancuran Liam
52 Provokasi Anin
53 Lepaskan Jika Menyakitkan
54 Mencari Kepastian
55 Memulai Lembaran Baru
56 Salah Nomer
57 Kenakalan Laura
58 Bayangan Yang Mengganggu
59 Menjemputnya Kembali
60 Kedatangan Argio
61 Kedatangan Renata
62 Titip Rindu Untuknya
63 Lampu Hijau
64 Liam Yang Menyebalkan
65 Kenangan Buruk
66 Liam Menemui Renata
67 Rindu Yang Sulit
68 Ayo Kita Mulai Lagi
69 Cinta diantara mereka
70 Cinta Perantara
71 Hatiku Milikmu
72 Mencoba Memahaminya
73 Pembicaraan Pria Dewasa
74 Rindu
75 Jangan Pergi
76 Malam Yang Panas
77 Kehidupan Yang Sempurna
78 Tembok Yang Tinggi
79 Menghabiskan Waktu Bersama
80 Kejanggalan
81 Malam yang indah
82 Hari Yang Menyenangkan
83 Rahasia yang Terungkap
84 Aku Mohon
85 Ceritanya
86 Lidya Menemui Anin
87 Kebenaran
88 Pintu Hati
89 Kesempatan
90 Kepergian Lidya
91 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Malapetaka Sebuah Skandal
2
Tidak Bisa Sendiri
3
Kembali
4
Memulainya Kembali Dari Awal
5
Kepergian Frans selamanya
6
Hati yang Hancur
7
Liam dan Renata
8
Cinta Sebelah Pihak
9
Tragedi Pertemuan
10
Tanggungjawab
11
Orang Pengganti
12
Cemburu
13
Pameran
14
Di Buntuti
15
Akhiri Saja
16
Keputusan
17
Kesepakatan Terselubung
18
Pungguk Kesepian
19
Pelindungmu
20
Cinta Tau Kemana Tempat Ia Berlabuh
21
Laura Si Menyebalkan
22
Kepulangan Anin
23
Awalan yang Sempurna
24
Anin dan Renata
25
Restu
26
Rencana Pernikahan
27
Hari Pernikahan Semakin Dekat
28
PERSAHABATAN
29
Pernikahan
30
Curiga
31
Pase Kehidupan Pernikahan.
32
Tamu Tidak Terduga
33
Drama Lidya
34
Rencana Pindah
35
Kehadiran Yang Mengancam
36
Lidya dan Masa Lalunya
37
Kontraksi Palsu
38
Hati Seorang Ibu
39
Kunjungan Terselubung
40
Akan Datang Tamu Istimewa
41
Hukuman Bagi Lidya
42
Kunjungan Lidya
43
Kunjungan Rekan Kerja
44
Ibuku Bukan Pembantu
45
Perjalanan Liam Dan Lidya
46
Sampai Di Tempat Tujuan
47
Cerita Lidya
48
Hal Tak Terduga
49
Pilihan
50
Yang Terbaik Bukan Yang Terburuk
51
Kehancuran Liam
52
Provokasi Anin
53
Lepaskan Jika Menyakitkan
54
Mencari Kepastian
55
Memulai Lembaran Baru
56
Salah Nomer
57
Kenakalan Laura
58
Bayangan Yang Mengganggu
59
Menjemputnya Kembali
60
Kedatangan Argio
61
Kedatangan Renata
62
Titip Rindu Untuknya
63
Lampu Hijau
64
Liam Yang Menyebalkan
65
Kenangan Buruk
66
Liam Menemui Renata
67
Rindu Yang Sulit
68
Ayo Kita Mulai Lagi
69
Cinta diantara mereka
70
Cinta Perantara
71
Hatiku Milikmu
72
Mencoba Memahaminya
73
Pembicaraan Pria Dewasa
74
Rindu
75
Jangan Pergi
76
Malam Yang Panas
77
Kehidupan Yang Sempurna
78
Tembok Yang Tinggi
79
Menghabiskan Waktu Bersama
80
Kejanggalan
81
Malam yang indah
82
Hari Yang Menyenangkan
83
Rahasia yang Terungkap
84
Aku Mohon
85
Ceritanya
86
Lidya Menemui Anin
87
Kebenaran
88
Pintu Hati
89
Kesempatan
90
Kepergian Lidya
91
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!