Di Buntuti

Saat pulang Arman sudah menunggu Renata di luar. Dengan lugunya dia berdiri di depan gedung berjam-jam untuk menunggu kepulangan Renata. Arman adalah karakter laki-laki yang sangat jujur dan lugu. Saat nenek Renata menitipkan Renata padanya, dengan rajin ia menunggu Renata pulang, walau Renata selalu menghindarinya.

"Mas Arman ngapain?" tanya Renata terlihat expresi risih Renata pada tindakan Arman.

"Mas nungguin Rere, karena sampe jam segini Rere belum pulang," ucapnya lugu.

"Rere, pulang bareng temen-temen Rere, Mas. Jadi nggak usah di tungguin. Rere udah gede, mas Arman nggak usah ngerepotin diri kayak gini," ucap Rere yang sebenarnya agak kesal, tapi dia berusaha menahan dirinya.

"Mas cuman takut, Rere pulang sendirian. Kalo ada apa-apa di jalan gimana?" ucap Arman lagi dengan tulus. Lusi yang melihat itu mulai merasa agak kasihan pada Arman.

"Iya, Rere tau mas Arman khawatir sama Rere, kok. Tapi mas Arman nggak perlu nungguinnya sampe kayak gini, Mas. Emangnya mas Arman nggak capek pulang kerja terus nungguin Rere semalaman kayak gini?" ucap Lusi mencoba menengahi. Rere hanya diam menahan kekesalannya.

"Yaudah, Mas Arman pulang aja. Kan capek nanti putar balik lagi kalo musti antar Rere. Mas Arman pulang aja, Rere pulang bareng temen Rere. Kita pulang rame-rame kok. Jadi mas Arman nggak perlu khawatir," tambah Rere lagi. Rere mencoba bersabar sekuat tenaga menghadapi tingkah lugu si alim Arman ini.

"Tuh, ada Liam. Rere pulang bareng dia aja, sama Lusi juga. Mas Arman pulang aja, ya," ucap Renata sedikit memaksa tepat saat Liam juga akan pulang. "Li, gue pulang bareng lo, ya," ucap Renata yang langsung menyeret Lusi untuk pergi bersamanya, Lusi sekali lagi menatap expresi menyedihkan Arman, tapi ia tetap terlihat tegar dan tidak terlihat expresi marahnya atas tindakan Renata barusan. Liam pun menatap Arman di balas dengan senyuman oleh Arman pada Liam, Liam pun tersenyum seraya mengangguk pada Arman tanda rasa hormatnya untuk permisi pergi sebelum masuk mobil dan tancap gas.

Arman menatap mobil itu berlalu, lalu ia pun juga segera memacu motor bututnya untuk pulang yang berlawanan arah dengan Renata.

"Rere, ih. Kasihan tau'," rutuk Lusi pada Renata. Tapi tanpa di duga, Renata malah terisak menangis. Lusi dan Liam saling tatap bingung dengan reaksi Renata. Lusi mulai terlihat panik. Lusi yang duduk di belakang Renata hanya bisa mengusap bahu Renata untuk menenangkan Renata, dia masih bingung dengan Renata. Liam yang tengah menyetir di samping Renata hanya bisa terus melirik bingung.

"Gue takut, Si. Tiap hari gue ngerasa di buntutin sama dia. Tante Ayu kenapa sih pakek acara bilang nitipin gue sama dia. Gue takut Arman salah paham, Ntar gue di paksa nikah sama dia lagi," ungkap Renata pada perasaan dan prasangka nya atas kehadiran Arman.

"Nggak gitu, Re. Tante Ayu pasti maksudnya baik, kok. Dia cuman khawatir kalo lo nggak ada yang merhatiin," hibur Lusi.

"Nggak, dia pasti berniat nikahin gue sama Arman. Biar beban dia itu berkurang. Karena selama gue belum nikah, maka dia bakalan ngerasa terbebani. Dari dulu dia sibuk jodohin gue. Makanya gue kabur ke Jakarta biar nggak di jodohin lagi sama dia. Tapi ternyata, dia masih juga jodoh-jodohin gue. Sama mas Arman lagi, hiks ... Apalagi sekarang nenek lagi sakit, pasti dia lebih gencar lagi mau nyodohin gue biar gue sama adik gue nggak jadi beban buat dia," tuding Renata yang mulai merasa ketakutan dengan keberadaan Arman "Gue takut, Si," ucap Renata lirih di sela isak tangisnya. Tanpa Renata sadari diam-diam Liam tersenyum melihat tingkah Renata. Yang tanpa Renata sadari malah sama lugunya dengan Arman.

...***...

Di sisi Lain ada Laura yang masih celingak-celinguk mencari Liam. Dia terus mengedarkan pandangannya mencari sosok laki-laki blasteran itu. Bimo yang melihat itu dan kebetulan juga akan pulang pun, menghampiri Laura.

"Belum pulang, Lau?" tanya Bimo. Yang sekali lagi membuat Laura kaget dengan ke hadirannya.

"Liam mana? kok nggak kelihatan, ya?" tanya nya yang masih celingak-celinguk.

"Oo ... Udah pulang dia sama teman-temannya tadi," jawab Bimo yang membuat Laura kecewa, padahal tadi dia bermaksud ingin mengajak Liam pulang bersama tapi ternyata terlambat.

***

Keesokan paginya, Renata Segera menelpon tante Ayu. Perihal permasalahan Arman yang terus mengikutinya.

"Tante Ayu ngomong apa si sama Arman? Dia ngikutin Rere Mulu setiap hari. Setiap pulang kerja pasti udah di tungguin sama dia. Tante bilangin sama Arman supaya berhenti ngikutin Rere," ucap Laura Kesal.

"Bagus don, Re. Itu artinya doa benar-benar sayang sama kamu, dia jagain kamu sepenuh hatinya. Lagian kami di Jakarta itu sendirian, jadi memang harus ada yang jagain juga, kan?" ucap Ayu berkilah dengan tujuan sebenarnya.

"Jangan jodohin Rere sama Arman tante, kalo nggak mau Rere sama kayak mama. Rere akan kabur juga kayak mama, Rere akan ngilang juga kayak dia kalo tante terus jodohin Rere sama mas Arman," ancam Rere seraya mematikan handphone nya.

Kebetulan hari ini libur. Jadi, semua orang ada di rumah sedang berkumpul. Renata segera duduk di ruang tengah yang kebetulan ada Liam dan Angel yang sedang mengobrol. Renata pun duduk di sana dengan cuek seolah mereka tidak ada, kehadiran Renata menarik perhatian Liam.

"Eh, mas Arman? Baru datang, ya?!" seru Liam yang sontak membuat Renata menoleh ke pintu dengan wajah pucat, saat dia sadari tidak ada siapapun, dia segera menoleh ke arah Liam dan melempar bantal pada Liam yang tengah tertawa terkekeh-kekeh.

"Resek lo," rutuk Renata yang kembali pada handphone nya.

"Takut sampe segitunya," ledek Liam masih terkekeh. "Eh, ati-ati. Yang di tolak mati-matian itu bisa jadi jodoh beneran, lo," goda Liam lagi.

"Gue nggak mau sama dia," serua Renata kesal.

"Yaudah, kalo gitu sama gue aja. Mau?" seru Liam tanpa beban yang sekali lagi membuat Renata memukulnya dengan bantal. Liam hanya pasrah sambil terkekeh di berlakukan begitu.

"Nggak mau, lo mesum," seru Renata. "Kemaren lo nonton bokep kan sama Miko? Dasar otak JAV semua cowok di sini," rutuk Renata lagi yang memang sempat melihat Liam bersama Miko iseng bercanda melihat JAV bertiga bersama Robert.

"Eh, itu salah satu upaya kita buat tetap jadi laki-laki normal. Coba lo bayangin, bertahun-tahun kita jomblo, mainnya sama yang batangan model gini semua, ya kita butuh penyegaran otak lah supaya tetap lurus," ucap Miko menjelaskan dengan teori ngasalnya, yang sontak membuat Liam tertawa terpingkal-pingkal mendengar nya.

Bercanda bersama mereka semua membuat Renata terhibur dan melupakan sejenak permasalahan nya bersama Arman.

Hanya Angel yang terlihat kurang suka saat Liam dan Renata bercanda bersama.

BERSAMBUNG...

Episodes
1 Malapetaka Sebuah Skandal
2 Tidak Bisa Sendiri
3 Kembali
4 Memulainya Kembali Dari Awal
5 Kepergian Frans selamanya
6 Hati yang Hancur
7 Liam dan Renata
8 Cinta Sebelah Pihak
9 Tragedi Pertemuan
10 Tanggungjawab
11 Orang Pengganti
12 Cemburu
13 Pameran
14 Di Buntuti
15 Akhiri Saja
16 Keputusan
17 Kesepakatan Terselubung
18 Pungguk Kesepian
19 Pelindungmu
20 Cinta Tau Kemana Tempat Ia Berlabuh
21 Laura Si Menyebalkan
22 Kepulangan Anin
23 Awalan yang Sempurna
24 Anin dan Renata
25 Restu
26 Rencana Pernikahan
27 Hari Pernikahan Semakin Dekat
28 PERSAHABATAN
29 Pernikahan
30 Curiga
31 Pase Kehidupan Pernikahan.
32 Tamu Tidak Terduga
33 Drama Lidya
34 Rencana Pindah
35 Kehadiran Yang Mengancam
36 Lidya dan Masa Lalunya
37 Kontraksi Palsu
38 Hati Seorang Ibu
39 Kunjungan Terselubung
40 Akan Datang Tamu Istimewa
41 Hukuman Bagi Lidya
42 Kunjungan Lidya
43 Kunjungan Rekan Kerja
44 Ibuku Bukan Pembantu
45 Perjalanan Liam Dan Lidya
46 Sampai Di Tempat Tujuan
47 Cerita Lidya
48 Hal Tak Terduga
49 Pilihan
50 Yang Terbaik Bukan Yang Terburuk
51 Kehancuran Liam
52 Provokasi Anin
53 Lepaskan Jika Menyakitkan
54 Mencari Kepastian
55 Memulai Lembaran Baru
56 Salah Nomer
57 Kenakalan Laura
58 Bayangan Yang Mengganggu
59 Menjemputnya Kembali
60 Kedatangan Argio
61 Kedatangan Renata
62 Titip Rindu Untuknya
63 Lampu Hijau
64 Liam Yang Menyebalkan
65 Kenangan Buruk
66 Liam Menemui Renata
67 Rindu Yang Sulit
68 Ayo Kita Mulai Lagi
69 Cinta diantara mereka
70 Cinta Perantara
71 Hatiku Milikmu
72 Mencoba Memahaminya
73 Pembicaraan Pria Dewasa
74 Rindu
75 Jangan Pergi
76 Malam Yang Panas
77 Kehidupan Yang Sempurna
78 Tembok Yang Tinggi
79 Menghabiskan Waktu Bersama
80 Kejanggalan
81 Malam yang indah
82 Hari Yang Menyenangkan
83 Rahasia yang Terungkap
84 Aku Mohon
85 Ceritanya
86 Lidya Menemui Anin
87 Kebenaran
88 Pintu Hati
89 Kesempatan
90 Kepergian Lidya
91 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Malapetaka Sebuah Skandal
2
Tidak Bisa Sendiri
3
Kembali
4
Memulainya Kembali Dari Awal
5
Kepergian Frans selamanya
6
Hati yang Hancur
7
Liam dan Renata
8
Cinta Sebelah Pihak
9
Tragedi Pertemuan
10
Tanggungjawab
11
Orang Pengganti
12
Cemburu
13
Pameran
14
Di Buntuti
15
Akhiri Saja
16
Keputusan
17
Kesepakatan Terselubung
18
Pungguk Kesepian
19
Pelindungmu
20
Cinta Tau Kemana Tempat Ia Berlabuh
21
Laura Si Menyebalkan
22
Kepulangan Anin
23
Awalan yang Sempurna
24
Anin dan Renata
25
Restu
26
Rencana Pernikahan
27
Hari Pernikahan Semakin Dekat
28
PERSAHABATAN
29
Pernikahan
30
Curiga
31
Pase Kehidupan Pernikahan.
32
Tamu Tidak Terduga
33
Drama Lidya
34
Rencana Pindah
35
Kehadiran Yang Mengancam
36
Lidya dan Masa Lalunya
37
Kontraksi Palsu
38
Hati Seorang Ibu
39
Kunjungan Terselubung
40
Akan Datang Tamu Istimewa
41
Hukuman Bagi Lidya
42
Kunjungan Lidya
43
Kunjungan Rekan Kerja
44
Ibuku Bukan Pembantu
45
Perjalanan Liam Dan Lidya
46
Sampai Di Tempat Tujuan
47
Cerita Lidya
48
Hal Tak Terduga
49
Pilihan
50
Yang Terbaik Bukan Yang Terburuk
51
Kehancuran Liam
52
Provokasi Anin
53
Lepaskan Jika Menyakitkan
54
Mencari Kepastian
55
Memulai Lembaran Baru
56
Salah Nomer
57
Kenakalan Laura
58
Bayangan Yang Mengganggu
59
Menjemputnya Kembali
60
Kedatangan Argio
61
Kedatangan Renata
62
Titip Rindu Untuknya
63
Lampu Hijau
64
Liam Yang Menyebalkan
65
Kenangan Buruk
66
Liam Menemui Renata
67
Rindu Yang Sulit
68
Ayo Kita Mulai Lagi
69
Cinta diantara mereka
70
Cinta Perantara
71
Hatiku Milikmu
72
Mencoba Memahaminya
73
Pembicaraan Pria Dewasa
74
Rindu
75
Jangan Pergi
76
Malam Yang Panas
77
Kehidupan Yang Sempurna
78
Tembok Yang Tinggi
79
Menghabiskan Waktu Bersama
80
Kejanggalan
81
Malam yang indah
82
Hari Yang Menyenangkan
83
Rahasia yang Terungkap
84
Aku Mohon
85
Ceritanya
86
Lidya Menemui Anin
87
Kebenaran
88
Pintu Hati
89
Kesempatan
90
Kepergian Lidya
91
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!