Kembali

Ayah Liam terus berusaha menghubungi istrinya, hingga akhirnya diangkat.

"Anin, Pulanglah. Tera sudah meninggal. Aku tidak bisa mengatasi Liam tanpamu. Aku mohon kembali lah demi Liam," ucap Frans penuh harap.

Anin terduduk mendengar Tera telah meninggal. Dia memejamkan matanya dengan air mata yang terus membanjiri wajahnya. Dia tidak sanggup bicara lagi, ia segera mematikan sambungan telfonnya.

Anin ibunda Liam segera pergi berkemas untuk menemui Liam, dia lupa akan amarahnya pada Frans suaminya. Yang ada di pikirannya sekarang hanya Liam. Anak yang satu-satunya dia miliki sekarang. Sepanjang perjalanan air matanya tidak berhenti berderai, hancur hatinya tidak terkira.

"Tega kamu Frans tidak memberitahu aku tentang Tera," gumam Anin di pesawat sendirian seraya menyeka air matanya, untung penumpang di sampingnya sedang sibuk dengan headphone nya hingga tidak menyadari tangis Anin.

Di bandara Anin di sambut Frans, Anin dengan langkah terburu-buru segera masuk mobil tanpa sepatah katapun pada Frans dan wajah nya pun dingin. Frans paham dengan kemarahan istrinya. Dia pun membiarkan Anin dengan kemarahannya, sepanjang perjalanan mereka tidak terlibat percakapan sama sekali.

Saat sampai di rumah Anin segera berlari mencari keberadaan Liam di lantai atas kamar Liam. Di sana dia mendapati Liam tengah terbaring di ranjangnya, dia berhamburan ke arah Liam dan mendekap putranya itu. Seketika tangisnya pun pecah.

Anin tak henti-hentinya mencium wajah putranya itu, Liam yang baru bangun masih merasa kedatangan ibunya seperti mimpi. Dia segera tersadar bahwa itu bukan lah mimpi, ibunya benar-benar datang menemui Nya. Liam segera memeluk ibunya. Dan tangisnya pun pecah, banyak hal yang terjadi selama ibunya pergi, dia senang sekarang ibunya kembali.

"Mah, Liam takut. Kak Tera bunuh diri. Kak Tera udah nggak ada. Liam takut, Mah. Kak Tera tergantung di kamarnya, Mah," isak Liam di hadapan ibunya. Ibunya pun kembali mendekap putra nya itu.

Dia tidak menyangka Liam menyaksikan hal menakutkan itu sendiri dengan mata kepalanya. Dia paham dengan ketakutan Liam remaja itu. Tentu tidak mudah baginya melihat saudara meregang nyawa di hadapannya.

Mereka pun terisak bersama. Ayah Liam menyaksikan itu dari pintu kamar Liam, tanpa berani mendekat. Lalu beberapa saat, dia pun pergi meninggalkan Liam bersama Anin.

Ada rasa sesal di hatinya karena terlambat memberi tahu keadaan yang sebenarnya. Dia tidak menyangka jika Liam setakut itu ternyata.

Dia terus berjalan lunglai menuju ruang kerjanya. Frans berdiam diri di ruang kerjanya itu. Tampak ia tengah duduk di kursinya yang langsung menghadap keluar jendela kaca tersebut, tampak pemandangan yang memutih di luar sana, karena memang sekarang tengah musim salju.

...(Musim salju di Jerman)...

Pikirannya mulai menerawang jauh, ada penyesalan terdalam dalam dirinya atas semua yang telah terjadi. Tapi apa boleh dikata, semua sudah terlanjur terjadi. Dia harus kehilangan putrinya dan sekarang mungkin ia juga akan kehilangan putra dan istrinya.

"Aku akan benar-benar sendirian di usia senjaku, karirku berantakan, dan mungkin Liam dan Anin pun tidak akan mau menerimaku lagi," gumam Frans seorang diri. Matanya tampak nanar menatap. Dia benar-benar menyesali atas apa yang telah terjadi.

"Semua salah ku," sesalnya. Tanpa ia sadari ada buliran bening mengalir lembut dari matanya yang segera ia seka dengan cepat.

...(Frans ayah Liam)...

***

Di sisi lain, Mauren tampak sedang menikmati anggur merahnya dengan senyum puas.

"itu hukuman untuk mu, Frans. Aku tidak mau kau campakkan aku begitu saja. Kau harus membayarnya dengan harga yang pantas!" gumam Mauren dengan senyuman puas yang mengembang, seraya meneguk minuman Anggur merahnya, sekali lagi senyuman puas itu terukir.

"Aku bukan tisu bekas yang bisa kau campakkan begitu saja, Frans," gumamnya lagi dengan tatapan yang penuh dendam di matanya.

Dia sangat menikmati malamnya di kamar hotel bintang 5 tersebut, dari lantai 10 dengan view pemandangan kota Berlin yang tampak indah di malam hari itu.

...(Kota Berlin)...

***

Frans mencoba mendekati Anin yang tampak sibuk di kamar tamu. Anin tengah menyusun barang-barangnya dari dalam koper ke dalam almari. Frans dengan langkah ragu dan berlahan melangkah duduk di bibir ranjang dengan dengan tatapan ragu. Dia menatap Anin yang masih tampak sibuk dan berusaha mengabaikan keberadaan nya di kamar itu.

"Aku tidak punya hubungan apa-apa lagi dengannya. Vidio itu terjadi beberapa tahun lalu, saat hubungan kita memburuk waktu itu. Aku hanya tengah tertekan, dan dia datang di waktu yang tepat saat itu Anin. Setelah kita berbaikan, aku terus mencoba menjauhinya. Tapi dia ... tidak ingin melepaskan aku," terang Frans dengan tatapan nanar, "Dia meminta bertemu untuk terakhir kali. Aku ke sana karena aku pikir setelah itu kami akan sepakat untuk berpisah baik-baik. Aku tidak menyangka dia akan gunakan itu menjebak aku, Anin," terang Frans lagi. Tapi tidak ada reaksi apapun dari Anin. Anin tidak akan mau mendengarkan penjelasannya. Itu tampak dari Anin yang tetap beres-beres di kamar tanpa mau menggubrisnya sama sekali.

Frans merasa ini percuma. Ia merasa putus asa. Tidak ada yang bisa ia katakan lagi jika Anin tidak mau mendengarkan nya, ia pun bersiap beranjak pergi, tapi belum lagi ia melangkah keluar kamar, Anin sudah memanggilnya.

"Frans ... Kenapa kamu sembunyikan tentang Tera dari ku?" ucap Anin tiba-tiba dengan tatapan berusaha keras menahan air matanya.

Frans pun segera menghentikan langkah kakinya, dan menoleh pada Anin.

"Karena ... Aku terlalu banyak mengacau, aku hanya berharap ini mimpi buruk saja. Karir ku berantakan, aku di permalukan, dan kau ... Kau akan meninggalkan ku. Jika aku beritahu tentang Tera, aku takut kau akan membawa Liam pergi. Aku ... Aku kehilangan semuanya, demi satu momen yang sampah," gumam Frans yang tanpa sadar menitikkan air matanya. Anin tidak tahan melihatnya, ia pun berlari ke pelukan suaminya itu. Frans kaget dengan reaksi Anin.

Seburuk apapun dia, Anin tetap tidak bisa pungkiri jika perasaan nya pada Frans terlalu kuat untuk ia abaikan begitu saja.

"Kamu tidak sendirian, Frans. Aku akan bersamamu. Aku tidak akan meninggalkan mu lagi. Kita mulai dari awal lagi," bisik Anin. Frans tidak percaya ini. Dia mendapatkan kesempatan lagi setelah semuanya. Ia pun mempererat pelukannya dan memejamkan matanya di pelukan Anin.

"Terimakasih, sayang," bisik Frans pula.

Kali ini Anin kembali memberi Frans kesempatan. Frans berjanji di dalam hatinya untuk tidak mengecewakan Anin lagi. Kali ini ia benar-benar akan menepatinya.

Dia sudah cukup banyak kehilangan, kali ini ia akan mempertahankannya. Dia tidak akan mengacau lagi.

BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

Nurmali Pilliang

Nurmali Pilliang

aku sedih .. dengan cerita nya

2021-11-05

2

Merry Dara Santika

Merry Dara Santika

Cerita nya sangat sedih sekali

2021-07-26

2

Rere (IG : renitaaprilreal)

Rere (IG : renitaaprilreal)

🙄🙄Mungkin frans ganteng..

2021-06-30

2

lihat semua
Episodes
1 Malapetaka Sebuah Skandal
2 Tidak Bisa Sendiri
3 Kembali
4 Memulainya Kembali Dari Awal
5 Kepergian Frans selamanya
6 Hati yang Hancur
7 Liam dan Renata
8 Cinta Sebelah Pihak
9 Tragedi Pertemuan
10 Tanggungjawab
11 Orang Pengganti
12 Cemburu
13 Pameran
14 Di Buntuti
15 Akhiri Saja
16 Keputusan
17 Kesepakatan Terselubung
18 Pungguk Kesepian
19 Pelindungmu
20 Cinta Tau Kemana Tempat Ia Berlabuh
21 Laura Si Menyebalkan
22 Kepulangan Anin
23 Awalan yang Sempurna
24 Anin dan Renata
25 Restu
26 Rencana Pernikahan
27 Hari Pernikahan Semakin Dekat
28 PERSAHABATAN
29 Pernikahan
30 Curiga
31 Pase Kehidupan Pernikahan.
32 Tamu Tidak Terduga
33 Drama Lidya
34 Rencana Pindah
35 Kehadiran Yang Mengancam
36 Lidya dan Masa Lalunya
37 Kontraksi Palsu
38 Hati Seorang Ibu
39 Kunjungan Terselubung
40 Akan Datang Tamu Istimewa
41 Hukuman Bagi Lidya
42 Kunjungan Lidya
43 Kunjungan Rekan Kerja
44 Ibuku Bukan Pembantu
45 Perjalanan Liam Dan Lidya
46 Sampai Di Tempat Tujuan
47 Cerita Lidya
48 Hal Tak Terduga
49 Pilihan
50 Yang Terbaik Bukan Yang Terburuk
51 Kehancuran Liam
52 Provokasi Anin
53 Lepaskan Jika Menyakitkan
54 Mencari Kepastian
55 Memulai Lembaran Baru
56 Salah Nomer
57 Kenakalan Laura
58 Bayangan Yang Mengganggu
59 Menjemputnya Kembali
60 Kedatangan Argio
61 Kedatangan Renata
62 Titip Rindu Untuknya
63 Lampu Hijau
64 Liam Yang Menyebalkan
65 Kenangan Buruk
66 Liam Menemui Renata
67 Rindu Yang Sulit
68 Ayo Kita Mulai Lagi
69 Cinta diantara mereka
70 Cinta Perantara
71 Hatiku Milikmu
72 Mencoba Memahaminya
73 Pembicaraan Pria Dewasa
74 Rindu
75 Jangan Pergi
76 Malam Yang Panas
77 Kehidupan Yang Sempurna
78 Tembok Yang Tinggi
79 Menghabiskan Waktu Bersama
80 Kejanggalan
81 Malam yang indah
82 Hari Yang Menyenangkan
83 Rahasia yang Terungkap
84 Aku Mohon
85 Ceritanya
86 Lidya Menemui Anin
87 Kebenaran
88 Pintu Hati
89 Kesempatan
90 Kepergian Lidya
91 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Malapetaka Sebuah Skandal
2
Tidak Bisa Sendiri
3
Kembali
4
Memulainya Kembali Dari Awal
5
Kepergian Frans selamanya
6
Hati yang Hancur
7
Liam dan Renata
8
Cinta Sebelah Pihak
9
Tragedi Pertemuan
10
Tanggungjawab
11
Orang Pengganti
12
Cemburu
13
Pameran
14
Di Buntuti
15
Akhiri Saja
16
Keputusan
17
Kesepakatan Terselubung
18
Pungguk Kesepian
19
Pelindungmu
20
Cinta Tau Kemana Tempat Ia Berlabuh
21
Laura Si Menyebalkan
22
Kepulangan Anin
23
Awalan yang Sempurna
24
Anin dan Renata
25
Restu
26
Rencana Pernikahan
27
Hari Pernikahan Semakin Dekat
28
PERSAHABATAN
29
Pernikahan
30
Curiga
31
Pase Kehidupan Pernikahan.
32
Tamu Tidak Terduga
33
Drama Lidya
34
Rencana Pindah
35
Kehadiran Yang Mengancam
36
Lidya dan Masa Lalunya
37
Kontraksi Palsu
38
Hati Seorang Ibu
39
Kunjungan Terselubung
40
Akan Datang Tamu Istimewa
41
Hukuman Bagi Lidya
42
Kunjungan Lidya
43
Kunjungan Rekan Kerja
44
Ibuku Bukan Pembantu
45
Perjalanan Liam Dan Lidya
46
Sampai Di Tempat Tujuan
47
Cerita Lidya
48
Hal Tak Terduga
49
Pilihan
50
Yang Terbaik Bukan Yang Terburuk
51
Kehancuran Liam
52
Provokasi Anin
53
Lepaskan Jika Menyakitkan
54
Mencari Kepastian
55
Memulai Lembaran Baru
56
Salah Nomer
57
Kenakalan Laura
58
Bayangan Yang Mengganggu
59
Menjemputnya Kembali
60
Kedatangan Argio
61
Kedatangan Renata
62
Titip Rindu Untuknya
63
Lampu Hijau
64
Liam Yang Menyebalkan
65
Kenangan Buruk
66
Liam Menemui Renata
67
Rindu Yang Sulit
68
Ayo Kita Mulai Lagi
69
Cinta diantara mereka
70
Cinta Perantara
71
Hatiku Milikmu
72
Mencoba Memahaminya
73
Pembicaraan Pria Dewasa
74
Rindu
75
Jangan Pergi
76
Malam Yang Panas
77
Kehidupan Yang Sempurna
78
Tembok Yang Tinggi
79
Menghabiskan Waktu Bersama
80
Kejanggalan
81
Malam yang indah
82
Hari Yang Menyenangkan
83
Rahasia yang Terungkap
84
Aku Mohon
85
Ceritanya
86
Lidya Menemui Anin
87
Kebenaran
88
Pintu Hati
89
Kesempatan
90
Kepergian Lidya
91
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!