Keesokan harinya, terlihat Tazuya dan Inuya langsung pergi ketaman asrama siswa untuk lari pargi bersama saat jam menunjukan jam 6 pagi. Setelah berlari, mereka terlihat melakukan olahraga kecil-kecilan diarea taman tersebut.Diasrama, Ataru terlihat berada didapur sedang mempersiapkan sarapan pagi untuk penghuni asrama no.1 yang dihuni oleh kesepuluh siswa kelas 1-LA-A sambil melakukan beberapa teknik reflek untuk menangkap dan melempar barang yang ia ambil.Tidak lama kemudian, Danmari yang baru saja turun dari kamarnya dan pergi menuju dapur kaget saat melihat Ataru sudah berada didapur dan mempersiapkan segalanya
“ Eh. . .Kurenai-san ? “
“ Oh. . .selamat pagi, Kosugi-san “
“ Tumben sekali kamu pagi-pagi seperti sudah mau mempersiapkan sarapan pagi “
“ Heee. . .itu karena kamu yang selalu bangun lebih lambat dari kami. Jadi seharusnya itu adalah pertanyaan yang kulontarkan kepadamu “ Kata Ataru sambil sibuk mempersiapkan bahan untuk memasak
“ Hah. . . iya iyaaaa. . . oke . . .aku akan cuci muka dulu. Nanti biar aku bantu “
“ Siap, Kosugi-san ! “
Disekolah, saat jam istirahat, terlihat Ataru, Ryuga dan Inuya sedang mengerjakan tugas sekolah yang diberikan oleh salah satu guru mereka diperpustakaan sekolah. Ataru melihat kearah stylus yang dimain-mainkan oleh Ryuga, dan iseng untuk mengambilnya. Ryuga dengan cepat merespon gerakan tersebut yang membuat Ataru berusaha untuk merebutnya dengan tangannya
( Syat! Syat! Syat! )
“ Woah ! Cool ! “
(TAK!)
“ Dapat ! “ Kata Inuya yang berhasil mengambil stylus tersebut dengan senyuman bangganya
“ Tangkapan yang bagus, Namidashi “ Puji Ryuga
Sorenya, mereka kembali kerumah Rigel. Tazuya kemudian berusaha untuk menggunakan psikokinesisnya untuk menerbangkan sebuah kotak besi yang beratnya 2 kali lipat lebih berat dari berat badannya
“ Ayoooooo ! Ayoooooo! Fokuuuuuuusss Tazuya~ “ Kata Jubei sambil memberikan semangat
“ Uuuuuhhh. .. uuuggghhh. . . . “ Rintih Tazuya yang kesulitan untuk menggunakan psikokinesisnya
“ Ayo, nak Tazuya! Tetaplah fokus ! “ Kata Rigel
“ Bagaimana aku bisa fokus kalau banyak orang yang bicara denganku “ Gerutu Tazuya dalam hati
Tiba-tiba, Tazuya kemudian teringat akan kejadian dimana ia tidak sengaja menyebabkan Yoshino terjatuh dan tidka sadarkan diri selama tiga hari karena tidak bisa mengontrol psikokinesisnya dnegan baik saat mereka masih anak-anak. Hal ini membuat pikiran Tazuya menjadi kacau, dan ia juga tidak sengaja menerbangkan Rigel yang berada didepannya. Yang tentu saja ini membuat Rigel cukup panik dan meminta Tazuya untuk berhenti saat merasa bahwa Tazuya mulai mengalami tekanan
“ Eh . . . “ Kata Inuya yang kaget melihat Psikokinesis Tazuya yang menerbangkan Rigel
“ Tazuya ? Nak Tazuya ! “ Panggil Rigel
“ Kenapa. . . itu tidak mau hilang dari kepalaku ! “ Kata Tazuya yang masih kepikiran tentang ingatan itu
“ Tazuya ? Kon. . .sen. . .trasiiiiIIIIII “
( BRUK )
Tazuya kemudian tersadar saat mendengar suara kedua kotak besi itu dan teriakan Rigel. Saat ia melihat Rigel terjatuh, Tazuya hanya bisa memasang ekspresi cemasnya dan Rigel hanya bisa menggeleng-geleng kepalanya
Hari ketiga
Saat jam pelajaran Olahraga, sambil menunggu Pak Victor, Jubei terlihat sedang berlatih memanah seorang diri diruang menembak. Vlada dan Haku yang melihatnya langsung menghampirinya, dan mengajaknya berbicara sembari berlatih memanah disana
“ Wow. . .Jubei. Tidak biasanya kamu sering banget keruang ini ? “ Kata Vlada
“ Aku baru tahu kalau Kak Jubei sebenarnya ahli memanah “ Kata Haku yang kaget dengan kemampuannya Jubei
“ Yaaa. . . itu karena aku jarang mengasahnya selama aku berada dikota. Karena itu, aku berusaha untuk melatihnya agar aku tidak melupakannya “ Jelas Vlada
Tidak lama, Machiko Sakura memasuki ruangan menembak. Machiko sangat kagum dengan keahlian Jubei, dan menawarkan diri untuk latihan bersama karena merasa bahwa Jubei pantas untuk mempelajari Kyudo
“ Aaaah. . .ternyata memang benar ya Fujieda-san memang ahli ya dalam memanah. Kamu memang keren ! “ Puji Machiko
“ Tidak juga, Machi-chan. Aku belajar memanah karena itu sudah tradisi berburu” Jelas Jubei
“ Bagaimana kalau kamu latihan Kyudo bersamaku? Kalian mau tahu sesuatu ? Aku berasal dari keluarga samurai. Kendo bukan hanya kemampuan yang harus diturunkan, tetapi juga Kyudo. Yaaa. . .walau aku juga mengikuti Karate saat ini “ Jelas Machiko
“ Aaaah. . . boleh boleh! Nanti beritahu aku kalau kamu mau ngajak ya~ “ Kata Jubei dengan penuh semangat
“ Ahahaha iya. . . oke oke~ “
Sementara itu, rombongan siswa sedang menyaksikan Tazuya adu panco dengan Alessander Hartoless. Tazuya terlihat mengalami kesulitan untuk mengalahkan Alessander, dan mengomentari bahwa lengan Alessander sangat keras diluar yang ia duga. Sementara itu, Inuya terlihat bersama dengan Danmari sedang mencoba untuk adu angkat besi
“ Ayo ! Ayo! Ayo ! Ayo ! “
“ Uuuuugggghhh. . .sialan kau, Hartoless. Tanganmu keras amat ! “
`” Ayo cepat ! Yakin kau bisa ! “
“ Haaaaaaaaaaaaa”
“ HAH ! “
( BRAK !)
“ AKHH ! “ Rintih Tazuya
“ Hartoless pemenangnya~ “ Sambut Ken dengan bangga
“ Ataru. . . giliranmu ! “ Kata Tazuya sambil menahan sakit di tangannya dan pergi ketempat Inuya
Hari keempat
Dirumah Rigel, Mereka berlima kemudian diuji oleh Rigel dalam pelatihan penyusupan. Mengingat Jubei sangat ahli dalam berburu, maka Rigel memutuskan untuk melatihnya dengan melakukan latihan penyusupan agar keempat remaja laki-laki lainnya bisa tahu cara melakukan misi penyusupan untuk mengambil sebuah permata. Rigel dari ruang pemantauan memerhatikan bahwa Tazuya dan yang lainnya cukup kuat dalam kerjasama tim namun masih sangat payah dalam individu
“ Bagus ! Dan sekarang ambil permata itu tanpa sepengetahuan musuh kalian !” Kata Rigel
“ Dimengerti ! “ Kata mereka berlima secara serentak
“ Jadi. . . bagaimana pendapatmu tentang mereka, Rigel-san ? “ Tanya Dullart yang berada disampingnya
“ Mereka cukup terampil kalau diajak kerjasama dibandingkan disuruh melawan satu lawan satu. Entah apa mereka yang belum siap menghadapi satu sama lain atau karena mereka belum pede “ Kata Rigel
( Di arena)
“ Jubei-chan sekarang ! “ Perintah Ataru
“ Hyah ! “
(SYAT! SYAT! SYAT! SYAT!)
Semua anak panah Jubei berhasil mengenai keempat Holonemy yang berjaga.Ataru kemudian memberikan aba-aba kepada Tazuya dan Ryuga untuk masuk kegedung itu. Disaat Tazuya dan Ryuga masuk kegedung penyimpanan berlian tersebut, mereka dicegat oleh sepuluh Holonemy yang sedang berjaga didalam
“ Ryuga. . .kameranya ! “
“ Oke ! “
(ZYAT! ZYAT ZYAT! )
“ Jangan lari ! Jangan Lari ! “ Kata gerombolan Holonemy yang berdatangan kearah mereka bedua
“ Sialan !
“ Hyaaaaaaaaaaah! “
( Traaaang ! Traaaaang! Traaaang! )
“ Bagus, Hideyuki ! Ayo cepat ! “
(Di luar gedung)
“ Haaah ! Haaah! Hyaaaah ! “
“ Terima ini ! “ Ataru mempersiapkan Spirit Pistol untuk menyerang Holonemy tersebut
( Zyuuuung Blaaaaaaaar ! )
“ Bagus, Ataru ! “
“ Tapi ini malah membuang banyak energi ! “ Gerutu Ataru sambil kelelahan
Dari luar, terlihat Inuya, Jubei dan Ataru berhasil mengalahkan Holonemy yang banyak berdatangan menghadapi mereka. Ryuga dan Tazuya berhasil ketempat penyimpanan. Saat Tazuya tanpa berpikir panjang memasuki ruangan tersebut, ia tidak sengaja mengaktifkan perangkap yang ada digedung tersebut
“ Oh oh ! “
“ Sialan kau, Hideyuki ! “
“ HEI ! KOK MALAH-“
(ZYUUNG! ZYUUNG! ZYUUNG!)
“ Hyaaah ! Uwaaa! Uwaaaa! “
“ Kelihatannya. . . Tuan Rigel benar-benar serius untuk memberi kita latihan ini yaaaa “ Kata Ryuga sambil berlari, menggunakan sihirnya untuk melindungi dirinya sendiri dan berhasil mengambil berlian itu
“ Hei, Ryuga ! Kenapa kau malah. . . Uwaaaaa ! :
Saat melihat kepanikan serta kecerobohan Tazuya, serta yang lain kesulitan untuk tetap solid dalam kerjasama tim, Rigel hanya bisa menghela nafas panjang, mengatakan bahwa cepat atau lambat pasti bisa menghadapinya
“ Tazuya kelihatannya masih begitu naif untuk menghadapi sesuatu yang tidak terduga yaaa~ “ Gerutu DECA-I
“ Haaaaaa~ aku yakin mereka pasti bisa menghadapinya “ Kata Rigel dengan nada setengah pasrahnya sambil melihat kearah layar monitor
*****
Hari kelima dan enam
Disaat Tazuya dan yang lain tidak latihan kerumah Rigel karena bertepatan dengan hari sabtu dan minggu, mereka mencari kesempatan untuk latihan dengan teman terdekat mereka yang ahli dalam teknik bertarung yang mereka kuasai. Tazuya memutuskan untuk menemui Haku Akashinya yang sedang istirahat dari latihan anggarnya. Saat bertanya apakah Haku bisa diajak untuk latihan bersama, ia dengan senang hati menerima ajakanya dan langsung menarik tangan Tazuya untuk masuk keruang klub
“ Hakuuuuuu~ “
“ Oh. . . Tazuya ! Bagaimana dengan aktivitas klubmu ? “
“ Aaaah. . .lumayan. Baru saja selesai. Tadi kami mempelajari tentang menyulam. Oh ya! Ngomong-ngomong. . .
kamu ada waktu untuk latihan bersama-sama ? “ Kata Tazuya yang langsung bertanya waktunya Haku
“ Suatu kehormatan bisa berlatih bersamamu. Kamu tahu. . . semangatku untuk berlatih tiba-tiba bertambah berkat tawaranmu “
“ Keren ! “
“ Nah, ayo kita mulai ! “ Ajak Haku sambil menarik tangan Tazuya
“ Uwooo. . .oke ! “
Tazuya dan Haku bersiap untuk memulai latihannya. Tazuya menyerang Haku terlebih dahulu, dan memulai pelatihannya dengan sempurna. Haku yang membaca semua gerakan Tazuya menjadi kagum karena Tazuya mengalami perkembangan yang bagus dalam latihan anggar
“ Bagus ! Hah ! Akhirnya kamu tahu cara menangkis serangan lawanmu ! “
“ Ya ! Berkat ini, aku jadi tidak lupa akan semua kemampuan pedangku “
“ Baiklah ! Terima ini ! “
Haku kemudian menyerang Tazuya, tapi berhasil ditangkis olehnya. Disaat Tazuya berusaha untuk menahan serangan Haku, ia tidak sengaja melihat Yukiharu yang lewat didepan pintu klub Anggar. Tazuya yang kaget karena sosok idola masa kecilnya ternyata satu sekolah dengannya kemudian kehilangan konsentrasinya. Yang membuat Haku berhasil mengalahkannya
“ Ah. . . itu ! “
“ Haaaaaaaah ! “
“ Uwaaaa ! Aduh ! “ Rintih Tazuya
“ Ada apa ? “ Tanya Haku yang menghampiri Tazuya
“ Yukiharu. . . aku melihat Kak Yukiharu. Aku tidak tahu apakah aku kembali berhalusinasi atau tidak “ Kata Tazuya
“ Halusinasi ? Kak Yukiharu ‘kan anggota OSIS disekolah kita loh. Kok kamu bisa tidak tahu ? “
“ Ah. . .aku. . .ngg. . . itu karena aku tidak begitu akrab. . .dengan kakak kelas. Dan sejak SMP. . .aku tidak pernah akrab. . .dengan kakak kelas “ Kata Tazuya yang masih kaget dengan perkataan Haku
“Jadi. . . latihannya ? “
“ Oh oke. Ayo kita lanjutkan ! “
Tazuya kembali bangkit dan melanjutkan latihan mereka sambil teringat akan apa yang ia lihat. Sementara itu, Jubei yang baru saja selesai dari aktivitas klub memasaknya diajak Machiko Sakura untuk pergi ke dojo keluarganya. Dojo keluarga Sakura adalah tempat pelatihan para keturunan keluarga samurai. Sebagai anak pertama dari keluarga Sakura, Machiko dilatih secara rutin oleh ayahnya agar ia bisa menjadi penerus dojo tersebut
“ Kereeeen ! Oh ya. . . apa Tazuya pernah kesini ? “ Tanya Jubei
“ Tentu~ Ia terkadang latihan disini. Dan aku paling tidak suka jika ia mengajak sepupunya yang tempramental, Kazuya. Jengkelnya sampai keubun-ubun ! “
“ Hmmm. . . kamu kenal kak Yukiharu ? Ituloh. . .Yukiharu Yagyu “
“ Tentu saja. Apalagi dia itu keturunan keluarga Yagyu. Siapa yang tidak kenal dia? Nah. . . ambil busurnya Jubei. Kita mulai latihannya ! “
“ Oke ! “
Machiko kemudian menutup pintu ruangan latihan, dan mematikan semua pencahayaan yang ada diruangan tersebut. Machiko mengatakan bahwa ia akan mengajari Kyudo dengan penggunaan elemen spiritual. Machiko mempraktekan teknik memanah ditengah kegelapan dan anak panah tersebut tepat mengenai sasaran didepannya. Yang membuat Jubei sangat takjub akan kemampuannya
“ Eeeehh. . .Machi-chan ? “
“ Aku akan melatihmu teknik memanah dikegelapan. Satu hal yang harus kamu tahu ialah aku akan mengajarimu bagaimana cara menggunakan elemen spiritual dalam Kyudo. Agar bisa tepat sasaran tanpa harus melihat targetmu dalam jangka yang agak lama, kamu harus berfokus dan membersihkan pikiranmu. Karena itu terkadang banyak orang yang mempelajari Kyudo pasti akan melakukan bermeditasi untuk mencerahkan pikiran mereka. Baik. . . lihat ini! “
( SYAAAT! TRAK ! )
“ Lihatlah ! “ Kata Machiko sambil menghidupkan pencahayaan dengan remote kontrolnya
“ Gilaaaa ! Keren banget ! “
“ Intinya ialah fokus, Jubei-chan. Ini juga sangat berguna jika kamu ingin berburu ditempat yang gelap. Jika kamu fokus, dan tetap tenang. Kamu pasti bisa jika kamu merasakan sensasi targetmu “
“ Aaaah~ Baiklah “
“ Bagus ! Ayo dicoba ! “
“ Oke ! “
Jubei menghela nafas dan Machiko kembali mematikan pencahayaan diruangan tersebut. Jubei konsentrasi secara penuh, berusaha untuk memfokuskan targetnya. Disaat Jubei mencobanya, panahannya tidak mengenai titik sasarannya
( SYAT ! TAAAK ! )
“ Oooh. . .oke. . .tidak masalah. Cobalah untuk tenang dan fokus akan targetmu “ Kata Machiko
“ Yaaa “
Malam harinya, Inuya mengikuti sesi latihan rutin di studion Howling Star. Inuya terlihat sedang berlatih beberapa gaya senam indah yang ia kuasai sejak ia duduk dikelas 5 SD. Ia senang karena ia masih mengingat semua teknik yang ia pelajari karena hampir setahun ia tidak mengikuti perlombaan besar dibidang senam indah
“ Hei kamu ! Apa benar kamu ada Inuyari Namidashi, sang runner-up di perlombaan senam indah 2 tahun yang lalu ? “ Tanya penari yang bernama Kori
“ Ah. . .oh ya ! Itu benar ! “ Jawab Inuya sambil memperaktekan tekniknya
“ Kereeeen~ aku tidak menyangka mau bisa berada disini ! Apa kamu tertarik untuk melatih beberapa penari mudah yang belum memiliki pengalaman ? “
“ Apa ? Eh. . . mau sih. . . tapi sayangnya aku bukanlah tipe yang suka mengajari orang lain. Jadi. . . maafkan aku. Seperti yang kamu tahu. . .aku ini mendapatkan peringkat terakhir saat mengikuti seleksi menjadi penari. Jadi carilah yang lebih baik dariku “ Tolak Inuya yang masih mempelajari beberapa teknik senam indahnya
“ Aaaah baiklah. Maaf sudah menganggu anda “
“ Tidak apa-apa “
Disisi lain, terlihat mobil keluarga Mangetsu sedang pergi menuju gedung studio Howling Star. Sebelum meninggalkan Tsuki Entertaiment, Ryuga meminta izin kepada Hugo untuk mengikuti latihan menari bersama Inuya di Howling Star, sambil mengingatkan Ayahnya tentang kemampuan menarinya memiliki potensi yang besar
untuk dikembangkan dalam performa solonya. Hugo pada awalnya ragu memberikannya izin. Namun, setelah melihat latihan biola Ryuga mengalami perkembangan yang baik, Hugo akhirnya memberikannya izin walau harus diawali dengan ceramahnya tentang “kenalan remaja yang bisa meracuni remaja polos”
“ Aku senang karena Tuan Hugo
akhirnya mengizinkan anda untuk pergi menemui teman-temanmu. Aku harap anda
bisa bersenang-senang dengannya “ Kata Kokoda
“ Yaaaa. . . tapi diizinkan sambil mengoceh bahwa aku adalah remaja polos yang akan tergiur dengan pesta dan hal-hal lainnya “ Gerutu Ryuga
“ Apa yang dikatakan Tuan Hugo itu ada benarnya, tuan muda. Beliau pernah mengalami masa remaja, jadi dia juga
tahu seperti apa dunia remaja SMA itu “ Kata Kokoda sambil tersenyum dan melirik Ryuga dari kaca mobilnya
“ Itu membuatku berpikir seperti apa beliau waktu ia masih muda “
Sesampainya di studio Howling Star, ia disambut oleh direktur studio tersebut, Bapak Haruto Yuki, yang biasa dipanggil Yuu-san. Kokoda menjelaskan tentang kedatangan Ryuga atas izin dari Hugo. Mendengar hal itu, Yuu san dengan senang hati menerima Ryuga dan mengajaknya untuk pergi menemui Inuya
“ Namidashi ! Oi~ Namidashi ! “
“ Ah. . .Uwaaaa~ Aduuhh ! “ Inuya terjatuh saat ia melihat Yuu-san bersama dengan Ryuga
“ Ah. . . Iya . . .ada apa Yuu-san ? “
“ Aku dengar kamu adalah teman dari Ryuga Mangestu. Hari ini, dia ingin ikut latihan denganmu untuk persiapan pertunjukannya atas usulan dari ayahnya “ Jelas Yuu-san
“ Ooohh baiklah. Silahkan. Hehehe. . .aku tidak menyangka kamu akan kesini. Ayo, kita keruang ganti ! “ Ajak Inuya
Diruang ganti, Inuya berbicara dengan Ryuga tentang tujuannya datang kemari. Ia tahu bahwa Ryuga sebenarnya datang kemari untuk latihan bersamanya. Ryuga, dengan wajah sedikit memerah berkata bahwa ia kesini karena keperluan pertunjukannya
“ Jujur Ryuga. Aku benar-benar kaget saat tahu bahwa kamu mau datang kemari. Apa kamu mulai menerima posisi dirimu sebagai calon El-Fighter ? “ Tanya Inuya yang berdiri didekat pintu ruang ganti
“ Jangan bercanda ! Aku disini hanya latihan untuk keperluan pertunjukan ! Ayo. . .kita mulai ! “ Ajak Ryuga dengan nada tegas
“ Haaaaah. . . dasar ! Padahal aku bertanya baik-baik loh sama kamu ! Dasar Tsundere ! “ Gerutu Inuya
Disaat yang bersamaan Inuya dan Ryuga memulai latihan mereka, Ataru, Mitch dan Brock melewati gedung Howling Star dalam wujud Dewa Kematian sedang berburu roh jahat yang berkeliaran dikota tersebut
“ Aku tidak menyangka bahwa akan ada roh jahat yang berkeliaran sebanyak ini !” Gerutu Brock
“ Menurut info dari Hilo katanya ada manusia yang melakukan ritual pemanggil roh tersebut. Manusia itu berasal dari sekte kegelapan yang tidak diketahui “ Jelas Mitch
“ Ada-ada saja ! Tapi tidak masalah. . . bagaimana kalau kita berlomba untuk membunuh roh itu ! “ Ajak Ataru
“ Boleh saja. Selama kamu ingat apa tugasmu, ayo kita lakukan ! “ Kata Brock
“ Ya! Ayoooo ! “
*****
Beberapa hari kemudian
Hari ke 11
Terlihat ada beberapa kelompok pemuda bertato sedang menunggu seseorang disuatu bar dikota Shinjitsu. Saat
pemuda yang mereka tunggu itu datang, ternyata pemuda itu adalah Sandy, temannya Karin Umida. Sandy ternyata merasa bahwa Karin naksir dengan Tazuya, dan membuat ia cemburu dengannya saat ia memeriksa smartphone dan diary Karin bahwa mereka adalah sahabat kecil. Tanpa Tazuya dan yang lainnya sadari, Sandy selalu menguntit Tazuya selama 11 hari saat tidak berada disekolah, terutama saat mereka pergi ketempat Rigel. Merasa bahwa Karin tidak mau menerima cintanya karena Tazuya, ia memutuskan untuk menyediakan jasa preman untuk menghabisinya
“ Aku disini untuk menghabisi seseorang yang sangat mengganggu hidupku !” Kata Sandy sambil menunjukan foto Tazuya dan yang lain
“ Anak sekolahan ? Jadi anda merasa terganggu karena dia selalu mengganggumu ? Ayolah. . . mereka itu anak sekolahan loh “ Kata bos tersebut
“ Dia memiliki potensi besar untuk menghancurkan hidupku dan juga Karin Umida !! Aku muak melihat apa yang ada di smartphonenya bahwa ia sangat merindukan si cebol terbelakangan mental itu! Sudah, Jangan banyak tanya ! Jika kalian ingin uang yang banyak dariku. . . laksanakan dan beri mereka pelajaran !” Bentak Sandy yang menyuruh pemuda tersebut untuk mencari Tazuya ketempat yang ditujuh oleh Sandy
Dirumah Rigel, terlihat arena dimodifikas menjadi arena hutan dengan fitur hujan lebat dengan badai. Tazuya dan yang lain berlatih ketahanan fisik. Saat Rigel meminta mereka untuk cepat karena waktu mereka hampir habis, Ryuga kemudian terjatuh karena ia sudah tidak tahan lagi. Melihat hal itu, Ataru membantu Ryuga dengan mengendongnya dibalik punggungnya. Ryuga tidak punya pilihan lain selain menerima pertolongan Ataru dengan wajahnya yang memerah karena malu
“ Ayo, anak-anak ! 5 menit lagi waktu kalian akan habis ! “
“ Ayo cepat ! Kita hampir sampai ! “ Kata Inuya
( Bruk ! )
“ Haaaah. . .Haaaaah. . .aku sudah tidak tahan lagi ! “ Kata Ryuga yang jatuh tersungkur karena kelelahan
“ Ayo sini ! Biar aku bantu ! “ Tawar Ataru
“ Terima kas- Uaaaaaaaaaaah. . .pelan-pelan Kurenai ! “
“ Kita tidak punya waktu banyak, Ryuga-san ! Jadi jangan merengek ya~ “
Hari ke 12
Ditempat Rigel, Tazuya dan yang lain kembali berlatih bersama-sama. Kali ini, Rigel berpura-pura menjadi penjahat dalam latihan misi penyelamatan DECA-I. Sambil memperhatikan mereka mengalahkan Holonemy, Rigel cukup bangga dengan perkembangan latihan Tazuya dan yang lain. Sementara itu. didalam sangkar, DECA-I merasa tidak suka digunakan untuk menjadi objek pelatihan mereka
“ Mereka akan segera sampai ! “
“ Hei, Tuan Rigel ! Sampai kapan aku terus-terusan ada disini ! “
“ DECA-I, bisakah kamu bertindak seperti putri yang diculik seperti tokoh kartun anak-anak ? “ Pintah Rigel
“ Eh. . . aku harus apa ? “
“ Errr. . . apa yang biasa mereka lakukan ? “ Tanya Rigel dengan kebingungan
“ Tolooooooonnng~ Tolooooooonng~ Tolong aku pangeranku~ “
“ Sudah cukup. Telingaku bisa berdarah mendengarnya ! “
Ataru dan Jubei menjadi pemancing untuk para Holonemy, sedangkan Tazuya, Inuya dan Ryuga melanjutkan pelarian mereka menuju sebuah gedung tua yang tidak terpakai. Rigel yang melihat hal itu langsung menyiapkan Anthemusanya untuk menyerang mereka
“ Mereka datang ! Anthemusa “ Kata Rigel dalam hati
“ Mereka ada disini ?! “
( BRAAAK)
“ Kalian tahu. . . anak seusia kalian harusnya masih banyak belajar tentang sopan santun. Terutama saat memasuki rumah orang, tidak baik untuk mendobrak dengan kaki “ Komentar Rigel sambil menyambut mereka
“ Ayo ! “
( Trang! Trang! Traaaang! )
Tazuya menyerang Rigel dengan pedangnya, dan Rigel menangkis semua tebasan Tazuya dengan Anthemusanya. Kemudian, Inuya muncul dari belakang, dan bersiap untuk menghajar Rigel dengan tangan kosong tanpa dibekali senjata apapun. Saat Rigel ingin menyerangnya, Inuya berhasil menghindarinya dengan salah satu teknik akrobatiknya, dan kemudian berusaha menyerang balik dengan cara meninju Rigel. Rigel yang melihat itu degan panik langsung menghentikan tinjuan Inuya dengan Anthemusanya. Melihat aksinya Inuya, Rigel menjadi bangga dengannya. Ia merasa bahwa Inuya kini menempatkan kebanggaanya dalam ilmu bela diri dan juga akrobatik sebagai teknik pertarungannya sebagai Fighter
“ Baguuuusss ! Baguuuusss! Sekarang aku melihat kalau kamu mulai bangga dengan menggunakan akrobatik sebagai teknik bertarungmu, Nak Inuya ! “ Puji Rigel sambil bertarung melawan mereka bertiga
“ Ah. . .begitu kah ? “
“ Ya. . . caramu bertarung. . . mengingatkan aku pada pendahulumu, Rikka. Aku yakin. . .jika kamu tahu soal dia. . . kamu pasti akan kaget “
“ Hah ? “
Rigel kemudian menendang Inuya, dan diikuti oleh Ryuga yang melemparkan buckler kearahnyanya. Walau serangannya meleset, Ryuga kemudian menggunakan kekuatan spezialistnya untuk mengembalikan buckler tersebut. Rigel yang menyadarinya langsung menghindar. Saat Tazuya menyerangnya dari belakang, Rigel berhasil
menyadarinya, ia langsung memegang lengan Tazuya, dan melemparkannya kearah Inuya. Ryuga berusaha untuk kembali menyerang Rigel dengan sihir Spezialistnya. Sayangnya, Rigel masih bisa membaca gerakannya yang membuat ia bisa menghindari serangannya Ryuga
“ Haaah ! “
“ Uwaaaa “
( BRAAAK ! )
“ Terima ini ! “
( Syat ! Syat ! Syat ! )
“ Kekuatan ini. . . ini mengingatkan aku dengan seseorang ! “ Kata Rigel dalam hati
Tiba-tiba, Rigel diserang oleh Ataru dan Jubei yang datang untuk menolong mereka. Jubei berusaha untuk memfokuskan Rigel sebagai targetnya. Namun karena ia kalah cepat dari fokus yang ia miliki, Jubei masih tidak bisa memanah kearahnya. Rigel kemudian mengarahkan serangan peluru es kearah mereka berdua. Ataru melihat hal ini langsung panik dan menggunakan jam sakunya untuk menghentikan serangan tersebut. Sayangnya, Rigel mengambil kesempatan ini dengan menyerang mereka dari belakang. Ryuga yang melihat ada kesempatan langsung menyerangnya dengan melemparkan Buckler kearahnya. Namun, Rigel kembali berhasil menangkapnya, dan melemparkannya kearah Ryuga
“ Celaka ! “
( DUAGH ! )
“ Uagh ! “
“ Ah ! “
( Syaaat ! Grep ! )
“ Hyaaaaaaah ! “
( DUAGH ! )
Rigel kemudian menghentikan pelatihannya. Walau tidak ada satupun yang bisa mengalahkannya, Rigel tersenyum bangga melihat perkembangan kelima muridnya, merasa ini lebih baik dari hari pertama.Ia kemudian melepaskan kurungannya DECA-I dan membantu mereka berlima untuk berdiri
(Klik)
“ Eh ? Sudah selesai ? “ Tanya DECA-I
“ Ya. Ayo anak-anak ! Sini tangan kalian ! Tadi itu pertarungan yang menyenangkan. Dan aku. . .benar-benar bangga dengan kalian yang telah menunjukan perkembangan yang sangat baik “ Jelas Rigel
“ Eeeeh. . . baguslah jika anda menyukainya, Tuan Rigel “
“ Sebagai penghargaannya, kalian akan kuizinkan untuk beristirahat dari latihan kalian besok. Dan lusa. . . aku akan melihat hasil latihan kalian selama 2 minggu ! “
“ BAIK, TUAN RIGEL ! “
Jam 7.30 malam, Tazuya dan yang lain akhirnya pulang menuju asrama mereka. Sambil berjalan kaki, mereka berlima sedang memikirkan nanti mereka akan merayakan dengan apa jika mereka berhasil menuntaskan latihan mereka di hari ke-14. Ataru mengusulkan untuk merayakannya dengan Pizza ekstra mustard karena ia teringat Rigel benar-benar maniak soal mencampurkan makanannya dengan mustard
“ Haaaa~ akhirnya kita bisa istirahat untuk sementara waktu~ “ Kata Tazuya
“ Ngomong-ngomong. . .bagaimana nanti kita rayakan keberhasilan kita nanti dengan makan bersama-sama ? “ Tanya Jubei
“ Restoran Pizzarella Panic ? Aku dengar mereka punya menu terbaru yang bernama Pizzarella Super Jalamustard“ Kata Ataru
“ Pizza mustard ? Kalau Tuan Rigel diajak dia pasti sangat suka “ Kata Tazuya berpikir Rigel memakan Pizza tersebut
“ Aku tidak ingin makan masakannya Tuan Rigel. Dia memang baik, perhatian dan sangat kuat, tapi tidak dalam masakannya “ Gerutu Ryuga
“ Beliau adalah penggila mustard. Ia hampir mencampurkan semua masakannya dengan itu. Termasuk pizza brownies “ Tazuya ikut-ikutan celoteh
“ Tuan Rigel adalah alien. Mungkin dia anggap itu enak karena lidah manusia dan alien itu berbeda. Maksudku. . . asistennya yang bernama Dullart itu sepertinya baik-baik saja dengan masakannya “ Jelas Ataru
“ Berarti aku alien dong ? “ Tanya Inuya
“ Haaaa ? “
“ Jadi jadi. . . kamu tidak masalah dengan masakannya ?! Inuya. . .kuakui kamu memang sama gilanya dengan Tuan Rigel dalam makanan ! “ Celetuk Tazuya
Disaat sedang asyik becengkrama, tiba-tiba pria bertato suruhannya Sandy datang menghadang mereka. Tazuya dan yang lain yang melihat kedatangannya menjadi ragu
“ Hei ! Jadi ini orang yang dia maksud ?! “
“ Ya ! Inilah yang kita cari ! “
“ Permisi ? Kalian bicara apa sih ? “ Tanya Jubei
“ Ya . . . kalian tiba-tiba datang kemari untuk mencari gara-gara ! Pergilah ! “ Kata Tazuya dengan nada tegas
“ Wah. . .waaahh. . .benar yang dikatakan oleh si Sandy ! Anak ini punya potensi besar sebagai perebut pacar orang ! “
“ Heeeee ? Sandy ? “ Kata Tazuya yang semakin kebingungan
“ Umm. . .Tazuya ! Skandal apalagi yang kamu ciptakan kepada orang-orang ini! Bisik Inuya
“ Aku tidak tahu ! Orang ini berani-beraninya asal main tuduh dengan orang lain !”
“ Jika kau tidak mau mengaku, biar kuberi kau pelajaran ! “
Saat orang bertato tersebut ingin mengcengkram kerah baju Tazuya, Tazuya langsung membalasnya dengan membanting orang tersebut. Anak buah yang melihatnya menjadi panik, dan tidak terima boss mereka dibanting oleh Tazuya. Semua anak buahnya geram, dan mengeluarkan pisau dari saku baju mereka. Disaat anak buah bertubuh kurus ingin menyerang mereka, Inuya dengan cepat mengambil wajahnya, dan membenturkannya di jalan sambil duduk diatas anak buah tersebut
( BRAK ! )
“ Agh ! “
“ Aaaah. . . Boooooosssss ! “
“ Kurang ajar ! Dasar anak tidak tahu diriiiii “ Kata si anak buah bertubuh kurus
“ Haaaah ! “
( BRAK! )
“ Aduduududuududuh. . .ampuuuun. . . ampuuuun~ “
“ Okeeee~ kita tidak punya pilihan selain bersenang-senang melawan orang ini ! “ Kata Tazuya kepada mereka semua
“ Oi oi ! Melawan mereka ? Kau pasti gila ! “ Bisik Jubei
“ Jubei-chan. . . kita sudah berlatih seharian untuk menjadi Fighter. Orang-orang ini bukanlah masalah besar untuk kita hadapi ! “ Kata Ataru
“ Naaaah. . . itu baru semangat, Ataru Kurenai ! Ayo ! Kita hadapi mereka ! “ Ajak Tazuya dengan senyum bangganya
“ Haaaah. . .kurasa aku tidak punya pilihan selain ikut-ikutan dengan kalian “ Kata Ryuga
Mendengar perkataan mereka, anak buah preman tersebut akhirnya maju duluan untuk menyerang mereka. Berkat latihan yang mereka jalani, Tazuya dan yang lainnya bisa melawan para preman tersebut dengan mudah
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments