Rigel seketika kaget dan terdiam saat melihat Tazuya dan Inuya. Yang tentu saja ini membuat Tazuya dan Inuya menjadi semakin bingung dengan ekspresinya dan juga Rigel yang tiba-tiba memegang wajahnya Inuya. Disaat Rigel ingin bertanya tentang mereka, Dullart menghubungi Rigel memlalui komunikator yang ada dipergelangan tangannya dan mengatakan kepadanya bahwa ia tidak bisa mengalahkan Chuckles seorang diri. Rigel ingin menyusul Dullart tetapi ia terlalu kelelahan untuk kembali ke pertarungan.
“ Kalian. . . . tidak mungkin !“ Kata Rigel
“ Eh ? Ada apa, tuan ? Kenapa anda tiba-tiba melihat kami seperti itu “ Tanya Tazuya
" Tak kusangka. . . aku akhirnya melihat kalian. . . .kalian benar-benar mengingatkan aku kepada mereka ! “ Kata Rigel sambil memegang wajah Inuya, yang membuat mereka berdua semakin kebingungan
“ Eeeh. . . eeeh. . . apa apaan ini ?! “ Tanya Inuya sambil kebingungan
“ Ini orang baru aja terlempar oleh monster tikus tiba-tiba ia malah seenanknya memegang muka kamu dan berkata hal hal yang aneh “ Gerutu Tazuya
“ Oh. . .maaf “ Kata Rigel saat ia mendengar gerutuannya Tazuya
( komunikator milik Rigel berbunyi )
“ Ya Dullart ? “
“ Rigel Orionis. Dimana kau ?! “
“ Eh aku. . . ada di sebuah sekolah. Kelihatannya ini SMA Internasional Shinjitsu. Bagaimana dengan anda ? “ Tanya Rigel
“ Aku baik baik saja. Monster itu mencari kita, dan aku sedang bersembunyi dibalik salah satu gedung! Bisakah cepat kesini untuk membantuku, aku tidak bisa mengalahkannya seorang diri ! “ Jelas Dullart kepada Rigel
“ Baik ! Aku segera kesana “ Rigel segera pergi ketempat Dullart, tetapi ia tiba-tiba tersungkur karena kelelahan
“ Maaf tuan, sepertinya anda benar-benar kelelahan “ Inuya membantu Rigel untuk berdiri bersama dengan Tazuya
“ Aku ini El- Fighter. . . . dan El-Fighter. . . tidak kenal lelah. . . “ Katanya sambil kelelahan
“ Lebih baik anda suruh saja temanmu kesini “ Kata Inuya sambil berusaha membangunkannya
“ Itu . . . di pergelangan tanganmu. . . apa itu sejenis alat komunikasi ? “ Tanya Tazuya
“ Eh. .. iya. . . ini namanya komunikator. Dengan ini kamu- “
“ Berikan padaku, Tuan ! “ Kata Tazuya yanglangsung mengambil lengannya Rigel
Saat melihat bahwa benda yang ada di pergelangan tangan Rigel adalah alat komunikasi yang bernama komunikator, Tazuya tiba-tiba mengambil lengannya Rigel dan berbicara kepada Dullart melalui komunikator milik Rigel. Ia mengatakan kepada Dullart untuk berlindung di sekolah mereka. Inuya bertanya apa yang Tazuya lakukan, dan Tazuya mengatakan bahwa ia menginginkan Rigel dan Dullart menjelaskan apa yang baru saja terjadi.
“ Halo ! Halo ! Apakah benda ini masih terhubung dengan orang yang bernama Dullart ?! Jawab aku !“ Tazuya bertanya kepada Dullart melalui komunikator
“ Ah. .. um. .. iya. . . siapa ini ?” Dullart bertanya dengan panik
“ Anak SMA yang tidak sengaja menemukan orang ini yang jatuh dari langit ! Jika kau mengenal orang ini, segera cepat kamu datang kesini karena kami ingin tahu permasalahan kalian! “ Jelas Tazuya
“ Ummm. . . aku tidak tahu dimana lokas sekolahnya ? “
“ BODOH ! MASA DI TAHUN 2115 TIDAK BISA PAKAI GPS! PAKAI SANA GPS-MU ! “ Jawab Tazuya dengan emosian, yang membuat Dullart, Inuya dan Rigel terdiam saat melihat tingkah lakunya
“ Aaaah. . . oke “ Jawab Dullart dengan singkat
“ Anak-anak. Apa kalian tahu dimana toilet didaerah ini ? “ Tanya Rigel
“ Oh. Di aula sana. Tepatnya berada dibelakang aula. Mau kami antar ? “ Inuya menawarkan
“ Tidak usah. Aku bisa berjalan sendiri “ Kata Rigel yang menolak dengan nada yang santai
“ Tazuya. Kau harusnya tidak perlu emosian dengan orang asing yang tidak kamu kenal ! “ Gerutu Inuya kepada Tazuya saat mereka melihat Rigel pergi ketoilet
“ Umm. . . tapi aku hanya pengen tahu tentang pertarungan mereka “ Kata Tazuya
“ Dasar kepo ! “
Inuya dan Tazuya mengikuti Rigel ke toilet pria di stadion sekolah mereka yang berada di dekat lapangan belakang, lebih tepatnya dibelakang aula besar. Disaat Rigel berada di toilet, Tazuya dan Inuya menunggunya dipintu luar. Sambil mencuci muka dan membersihkan tangannya, Rigel memperkenalkan dirinya, menjelaskan tentang Fighter dan El-Fighter, serta menceritakan apa yang baru saja terjadi kepada mereka berdua saat menunggu Dullart.
“Namaku Rigel Orionis. Seperti yang kalian tahu, aku ini Fighter. . . atau lebih spesifikasinya yaitu El-Fighter. Dulu, aku dikenal sebagai El-Fighter yang paling berbahaya didunia bersama dengan lima orang temanku yang lain, yang disebut sebagai El-Fighter tahap ke-3 “ Kata Rigel saat memperkenalkan dirinya sambil mencuci mukanya
“ Simplenya yaitu, Fighter adalah orang yang diberkahi kekuatan khusus saat menyadari takdir mereka masing-masing. Orang yang menjadi Fighter akan diberi kekuatan oleh takdir mereka. Yaaa. . . gunanya untuk mengubah takdir mereka tersebut. Diantara jutaan Fighter di dunia, ada lima atau enam orang Fighter istimewah yang diberi tujuan khusus tergantung dengan apa yg diperlukan era ini yang disebut El-Fighter. Disaat seseorang ditakdirkan menjadi El-Fighter, mereka harus bekerjasama dengan yang lain untuk menjalankan misi khusus yang diperlukan di
era dimana mereka hidup “ Lanjut Rigel
“ Lalu makhluk itu dan juga temanmu ? “ Inuya bertanya kepada Rigel yang baru saja keluar dari toilet
“ Dullart adalah Alien dari galaksi theta yang tidak sengaja menyasar ketempat ini untuk mencari perlindungan. Dan monster itu. . . aku tidak begitu tahu secara rinci tentang dia karena keberadaanya tiba-tiba menghilang 15 tahun
yang lalu.Itu saja kami menghadapinya tiga kali di awal tahun 2100. Tapi yang jelas . . . aku yakin itu adalah monster yang sama pada yang kami hadapi 15 tahun yang lalu, dimana mereka berasal dari manusia yang menggunakan teknologi khusus yang bisa membuat mereka menjadi monster raksasa “ Jawab Rigel
Mendengar penjelasannya Rigel, Tazuya dan Inuya menatap satu sama lain, sedikit paham akan apa yang dijelaskan Rigel. Disaat Inuya kembali bertanya soal monster tikus tersebut, Dullart akhirnya sampai ke SMA tersebut dan memanggil namanya. Saat mendengar panggilan Dullart, Rigel bersama Tazuya dan Inuya menghampirinya. Disaat mereka berdua mencari cara untuk mengalahkan Chuckles, Tazuya langsung menawarkan diri untuk membantu mereka untuk mengalahkannya.
“ Oh ya. . . ngomong-ngomong boleh aku tahu siapa nama kalian, anak-anak ?” Tanya Rigel
“ Aku Tazuya Hideyuki Iga, dan ini Inuyari Namidashi. Tapi anda bisa memanggil
kami Tazuya dan Inuya “ Tazuya memperkenalkan dirinya dan Inuya
“ Nama yang cukup unik untuk anak-anak seperti kalian “ Puji Rigel
“ Oh ya. . .Tuan Rigel . . . soal monster itu. . . dengan kata lain anda pernah menghadap makhluk tersebut ?! Mungkin saja anda tahu sekilas tentang-“
“ Rigeeeeeeeeeelllll. . .Rigeeeeeeeeeellll. . . Oooo Rigel Orioniiiiiisss. . . . kau dimanaaaaa“ Teriak Dullart dari luar stadion untuk memanggil Rigel
" Itu suara temanmu ?! ” Tanya Tazuya
“ Ya ! “ Jawab Rigel dengan singkat yang langsung pergi keasal suaranya Dullart, yang diikuti oleh Tazuya dan Inuya
“ Hei !! Fyuuh. . . kamu akhirnya menemukan kami dengan cepat ! “ Sapa Rigel
“ Siapa anak-anak ini ? “ Tanya Dullart
“ Oh. Mereka adalah siswa dari SMA ini. Ini Inuya dan yang kecil ini Tazuya “ Kata Rigel sambil memperkenalkan mereka ke Dullart
“ Hai nak. Aku Dullart. Aku bukan berasal dari sini. Salam kenal “ Kata Dullart sambil memperkenalkan dirinya
“ Jadi sekarang apa yang akan kalian lakukan untuk mengalahkan makhluk itu ? “ Tanya Inuya kepada mereka
“ Kami berusaha untuk memancingnya kedermaga. Kami akan menggiringnya ke lapangan kosong didekat dermaga. Sehingga kami dapat mengalahkannya tanpa melukai penduduk lain “ Jelas Dullart
“ Aku ikut ! “ Tazuya langsung menawari bantuan kepada mereka
“ TA. . . TAZUYA ! Apa yang kau- “
“ Aku mendengar ada suara misterius yang memintaku untuk membantu kalian. Aku tidak tahu apa ini maksudnya dan aku tahu persis keterbatasan kemampuanku. Aku menawarkan ini karena suara misterius itu terus terusan memintaku untuk membantu kalian “ Jelas Tazuya
“ Suara ?! “ Kata Rigel
Rigel benar-benar tidak percaya akan apa yang di ucapkan Tazuya tentang suara yang ia dengar untuk membantu mereka. Karena penjelasannya itu, Rigel mulai berpikir bahwa Tazuya kemungkinan besar adalah penerusnya. Inuya menjadi semakin tidak paham akan apa yang mereka bicarakan.
“Jadi. . . kamu mendengar suara misterius yang menyuruhmu untuk membantu kami ?! “ Tanya Dullart dengan kebingungan
“ Ahh. . . iya. Yang dimaksud oleh si suara itu sudah pasti adalah kalian. Suara itu terus memintaku dan disaat kalian berada disini. . . suara itu tiba-tiba menghilang. . . .aku tidak tahu kenapa “ Jelas Tazuya
“ Tidak mungkin. Kau pasti bercanda, nak. Tidak mungkin penerusku adalah anak
sekolahan sepertimu “ Kata Rigel
“ Hah ?! “
“ Penerus ? Maksudmu apa ?! “ Tanya Inuya yang semakin tidak mengerti akan apa
yang mereka maksud
“ Itu pasti suara dari Alpha El-Fighter sebelumnya. Konon, jika sang Alpha dan Beta El-Fighter sudah meninggal, roh mereka akan selalu mengingatkan kepada penerus mereka untuk melakukan apa yang harus mereka lakukan saat bahaya datang disekitar mereka. Itu hanya berlaku untuk- “
“ Woooow Wooow. . . aku semakin tidak mengerti akan apa yang kalian bicarakan. Sumpah. . .aku ga ngerti “ Inuya memotong penjelasan Rigel karena ia tidak paham akan apa yang ia bicarakan
“ Oke. Kamu mau tahu kesimpulannya ? Teman kecil kesayanganmu ini adalah calon El-Fighter dan ia juga penerusku “ Jawab Rigel
“ Itu artinya aku juga penerusmu ?! Aku juga mengalami hal yang sama apa yang dialami Tazuya saat aku berusaha menghentikannya untuk mendengar suara itu “ Inuya melanjutkan perkataannya
“ Kau juga mendengarnya ?! kenapa tidak kau bilang dari tadi !“ Tanya Tazuya
“ Ehh . . . yaaaa. . . buat apa aku mendengar perintah dari suara aneh yang ada dikepalaku. Aku malah berpikir itu hanya haluanku saja “ Gerutu Inuya
Sementara itu, Rocco yang sedang memantau situasi dari kejauhan memberitahu kepada Chuckles untuk mencari Dullart dan Rigel ke SMA Internasional Shinjitsu, tempat dimana ia melempar Rigel. Disaat ingin menutup komunikasinya dengan Chuckles, Boss mereka, Ramone Grace, menghubungi melalui Biofuse-link milik Rocco dan bertanya bagaimana kinerja mereka.
“ Dia pasti menuju ketempat si Fighter yang kau lempar kesekolah itu. Cepat Chuckles ! Pergi menuju sekolah itu sebelum mereka sempat lari! “ Perintah Rocco melalui Biofuse-link kepada Chuckles
“ Hei ! “ Ramone tiba-tiba menghubungi Rocco
“ Eh. . .Boss ? “ Rocco kaget saat Boss mereka tiba-tiba menghubunginya
“Anuuu. . . apa kabar Boss, bagaimana dengan- “
“ Jangan banyak tanya ! Bagaimana dengan misi kalian ?! “ Tanya Ramone mereka melalui pesan suara dari Biofuse-link
“ Cukup . . . lancar. Chuckles menuju sebuah sekolah karena para pengecut itu bersembunyi disana “ Jelas Rocco dengan cemas
“ Bodoh ! Kenapa dia malah bermain main dengan musuh ?! Sudah ! Habisi saja mereka, terlebih dengan si rambut perak itu! Karena dia adalah El-Fighter generasi awal dari sang generasi El-Fighter tahap Ke-3! Dengan menghabisinya, maka itu akan memancing generasinya keluar dari persembunyian! SEKARANG CEPAT LAKSANAKAN ! “
“ SIAP BOSS ! “ Kata Rocco dengan tegas
“ Chuckles! Pergi menuju sekolah sekarang, aku segera menyusul ! “ lanjutnya kepada Chuckles melalui Biofuse-link
Saat Rocco dan Chuckles pergi menuju SMA, Rigel dan Dullart terlihat masih berada dilapangan SMA Internasioanl
Shinjitsu. Rigel kemudian terdiam sesaat pasca ia mendengarkan penjelasan Tazuya dan Inuya. Raut wajahnya yang awalnya cukup datar berubah menjadi cukup cemas. Itu karena ia tidak menyangka bahwa penerusnya tidak lain ialah adalah anak sekolahan. Melihat Rigel tiba-tiba terdiam, Dullart memanggilnya dan bertanya tentang rencana mereka untuk mengalahkan Chuckles. Namun disaat Rigel ingin menjelaskannya, Rocco dan Chuckles sudah sampai kesekolah, memanggil mereka untuk keluar.
“ Hei Rigel ! “ Panggil Dullart sambil menepuk pundaknya
“ Oh . . . ya ?! “
“ Jadi tuan tadi mendengarkan penjelasan kami ?! “ Tanya Inuya yang menyadari bahwa Rigel tiba-tiba terdiam saat mendengarkan perkataan mereka
“ Tentu. Maaf . . . pikiraku tiba-tiba kosong tanpa alasan yang jelas. Tapi aku menangkap semua penjelasan kalian “ Jelas Rigel
“ Rigel, rencana kita bagaimana ?! “ Dullart kembali bertanya soal rencana mereka
“ FIGHTEEEEEEEEEEEEEEEERRRRRR. . . .KELUAR KALIAN JIKA KALIAN BUKANLAH SEORANG PENGECUT ! “ Teriak Rocco dari luar gerbang belakang Sekolah
“ Suara itu ?! “ Tanya Tazuya
“ Oh Tidak ! Jangan bilang dia . . . . “
“ Benar Dullart. Mereka kemari ! “ Kata Rigel
“ Sekarang, Apa ?! “ Inuya bertanya kepada Rigel
“Ayo. . . kita hadapi mereka ! “
*****
Dullart, Rigel, Tazuya dan Inuya memperhatikan Rocco dan Chuckles yang masih diwujud monster mutant tikus dari belakang pintu keluar stadion muncul di gerbang belakang SMA. Rigel memberitahu Tazuya dan Inuya untuk mengikuti rencana mereka untuk memancing Chuckles dan Rocco secara terpisah. Dikarenakan Tazuya dan Inuya bisa bertarung dengan tangan kosong, Rigel mempercayakan mereka untuk menangani Rocco sedangkan mereka akan menangani Chuckles di dermaga.
“ Apa rencana anda, tuan ? “ Tanya Tazuya kepada Rigel
“ Kita akan berpencar. Apa kalian bisa mengalahkan teman manusianya yang itu ?! “ Tanya Rigel sambil menunjukan Rocco yang berada diatas kepala Chuckles
“ Tentu. Kami tadi pagi baru saja mengalahkan empat kakak kelas dengan mudah di sebuah gang. Jadi untuk mengalahkan si paman itu bukanlah masalah besar. Iya’kan Inuya “ Jelas Tazuya
“ Nadamu seolah kamu percaya bisa mengalahkannya dengan mudah “ Gerutu Inuya
“ Bagus. Berarti kalian sudah cukup jago untuk melawan manusia itu ! “ Puji Dullart
“ Sedangkan kami, akan menangangi monster itu kedermaga. Carilah tempat yang cukup jauh dari dermaga agar ! Jika kalian mengalami kesulitan dalam bertarung, pakai ini “ Rigel memberikan sebuah laser gun kepada mereka
“ Aku. . . kurasa kami tidak perlu. . .benda ini . . . “ Kata Tazuya dengan gugup dan gemetar
“ Kalau begitu biar aku saja yang memakainya “ Inuya mengambil laser gun tersebut
“ Jika selesai, kita akan bertemu didekat dermaga itu “ Pesan Rigel kepada mereka berdua
“Ya ! Kami mengerti ! “
“ Baik. Semoga berhasil. Aku percaya kepada kalian ! “
Rocco mencari mereka dengan pelacak dari Biofuse-link dari atas Chuckles. Rigel dan Dullart muncul dari belakang mereka dan mendorong Rocco turun ke trotoar. Inuya menembakkan laser gun kearah Rocco untuk memancingnya menjauh dari Rigel dan Dullart.
“ Fighteeeeeeerrrr ! Dimana kalian ?! Keluar kalian dari persembunyian karena itu akan membuat kalian akan dikenal sebagai pengecut sejati !!! “ Panggil Rocco sambil berteriak
“ Hyaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh ! “ Dullart dan Rigel muncul dari belakang dan mendorong Rocco dari atas pundak Chuckles
“ Uwaaaaaaaaaaa ! “
“ Cepat ! Sebelum identitas kalian diketahui oleh yang lain dan monster ini mengambilnya, giring manusia ini ke tempat lain ! “ Perintah Dullart kepada Tazuya dan Inuya
“ Dimengerti ! “
“ Cih ! Hoo ! Jadi kalian dibantu oleh anak anak nakal ini ! Sini kalian ! “ Rocco akhirnya mengejar Tazuya dan Inuya
“ Jangan lari kau monster jelek ! Urusan kita belum selesai ! “ Rigel membekukan kaki Chuckles denganAnthemusa untuk menghentikannya mengejar Rocco
“ Anda masih ingin menggunakan itu ? “ Tanya Dullart
“ Aku akan menggunakan Anthemusa secara hati hati agar tidak membekukan atau membanjiri kota ini “
“ Sepertinya aku juga harus berhati hati menggunakan petir-ku “ Jawab Dullart
“ Petir ?! Tunggu. . . jadi kamu punya senjata yang bisa- Uaaah ! “ Rigel bertanya soal maksud perkataan Dullart yang membuat ia hampir terkena serangan Chuckles
“ Ya ! Tombak listrik ! Hyaaaaaaaaah !!! “ Dullart mengeluarkan tombak listrik dari saku celananya, dan memberikan serangan kejutan ke Chuckles.
Tombak listrik ialah salah satu senjata andalan milik planet asalnya, dimana ukurannya bisa diperpanjang dan diperpendek sesuai kebutuhan. Karena Rigel cukup familiar dengan senjatanya Dullart, tiba-tiba, ide yang bagus akhirnya muncul dari kepalanya
“Keren! “
“Kelihatannya tombak itu bisa mengalirkan listrik sesuai dengan yang dibutukan oleh si pengguna. Aku pernah melihat senjata yang serupa saat aku belum menjadi Fighter. Mungkin saja. . . ya. . . itu dia ! “ Kata Rigel dalam hati sambil memperhatikan Dullart yang bertarung
“ Dullart ! Aku punya ide ! “
Tazuya dan Inuya berlari menuju gudang kosong yang letaknya tidak jauh dari dermaga. Disaat Rocco menembak
mereka dengan kesal untuk menghentikan mereka, Tazuya dan Inuya dengan santai menghindarinya dengan mengkoordinasi teknik menghindar serangan dengan mudah. Mengingat mereka cukup berpengalaman dalam berkelahi dengan kakak kelas, wajar saja kenapa mereka bisa memprediksi serangan Rocco dengan santai. Di gudang kosong, Tazuya mengambil sebuah pipa panjang besi dan menggunakannya sebagai pedang untuk menyerang Rocco, sedangkan Inuya mengambil sebuah palu sebagai persenjataannya selain laser gun dari Rigel.
“ Tangguh juga kau bocah ! Untuk anak SD seperti dirimu, kamu cukup sangar untuk
jadi mesin pembunuh !“ Puji Rocco
“ Anak SD katamu ! Aku sudah SMA dan umurku 15 tahun !!! “ Tazuya dengan kesal menyerang Rocco
“ Hyaaaaaaaaaahhhhh ! “ Inuya menyerang Rocco dari belakang , tapi berhasil dihindari oleh Rocco
“ Wooow ! Hati hati ! Kalau menggunakan palu, usahakan kamu berhati hati untuk tidak menghancurkan kepala musuhmu ! “ Rocco balik menyerang Inuya
“ Atau kau tidak bisa menikmati pertarunganmu dengan lama ! “ Lanjutnya sambil menendang Inuya
“ Makanya. . . kalau mau menikmatinya dalam jangka yang lama. Mari bertarung seperti seorang pria sejati, bukan seperti anak berandalan di jalanan” Rocco kembali melanjutkan perkataanya saat ia menempis serangan Tazuya dan melemparnya kearah peti kayu
“ Dasar ! Ternyata anda ini. . . cukup besar mulut juga rupanya. . . “ Kata Inuya berusaha ingin bangkit
“ Heh ! Kalian para anak anak nakal keras kepala juga ! Menyerah dan menangislah ! “
“ DIAM ! “ Tazuya melemparkan batu kecil kearah Rocco
“ Kau masih menantangku ! “
“ Kalau mau bertarung secara jantan, kami bisa kok ! “ Kata Tazuya dengan nada menantang
“ Nyerah dooong~ Aku malah kasian sama kamu karena kecil-kecil udah bisa menantang orang dewasa dan menjadi sok kuat. “ Ejek Rocco
Rocco dan Tazuya kembali bertarung tanpa memakai senjata apapun. Tazuya memanfaatkan ukuran tubuhnya yang kecil untuk menghindari serangan Rocco, terbukti bahwa ia sangat lincah walau tanpa senjata. Inuya melihat situasi, dia melihat sebuah gudang, ada sebuah derek yang tidak terpakai dengan sebuah peti kayu yang bergantung disana. Inuya punya ide yang bagus.
“Tazuya ! “ Panggil Inuya sambil memberi kode dengan melirik keatas
“Oh. . . oke ! “ Tazuya langsung memahami sambil melirik keatas peti yang tergantung oleh derek
Tazuya menyadari Rocco membawa pisau disaku jaketnya. Ia menendang Rocco tepat di dadanya, yang Rocco terdorong cukup keras dan pisau yang ada disakunya terjatuh. Ia menendang pisau itu kearah Inuya, dan Inuya mengambil pisau tersebut. Ia menyerang Rocco dengan pisau itu, Namun pisau tersebut hanya mengenai lengan kanan Rocco karena Rocco menggunakan kedua lengannya untuk melindungi wajahnya dari serangan Inuya.
“ Dasar anak brengsek ! Main yang benar dong ! “ Gerutu Rocco
Tazuya menyerang Rocco dari belakang, tapi bisa dihindarinya tepat waktu. Inuya bersembunyi didekat derek tersebut dan memikirkan cara untuk memanjat dan mencapai peti yang tergantung oleh derek. Sambil menghela nafas, Inuya dengan berani memanjat keatas derek dengan cepat diikuti oleh Tazuya yang memancing Rocco untuk pergi kearah derek tersebut. Disaat Inuya mencapai peti kayu yang tergantung di atas dan memberi aba-aba kepada Tazuya. Tali derek tersebut cukup kuat, dan Inuya mengalami kesulitan untuk memutuskannya. Inuya teringat dengan laser gun yang diberikan Rigel, dan yakin bahwa senjata tersebut bisa memutuskan tali derek tersebut. Melihat Rocco berada ditempat dimana peti kayu itu akan jatuh, Inuya menembak tali yang menggantung peti tersebut dengan laser gun. Seketika membuat peti itu terjatuh dan mendarat tepat diatas Rocco.
“ Apa ?! Capek ! “ Tanya Rocco
“ Ya. . . .aku. . . menyerah ! “
“ Menyerah sekarang ?! “
“ Ya. Aku menyerah ! “ Tazuya melirik keatas memberikan sinyal untuk Inuya
“ Makanya. Jadi anak itu jangan suka- AH ! “
(BRAAAAKKK !!!!!)
“Tazuya. . .Tazuya. . . kau tidak apa-apa ?! “
“Ya, hampir saja ini mengenaiku !” Gerutu Tazuya yang berusaha bangkit
“ Maaf ! Tapi syukurlah ini selesai juga “ Kata Inuya yang berusaha membantu Tazuya untuk bangkit
“Ayo cepat kita lari dari sini ! “ Tazuya mengajak Inuya untuk keluar dari gudang, meninggalkan Rocco yang tertimbun tumpukan peti kayu yang hancur berantakan.
*****
Tazuya dan Inuya berhenti disebuah gudang lain yang cukup dekat dari lapangan kosong yang berada didekat dermaga yang dimaksud oleh Rigel. Tazuya dan Inuya beristirahat sejenak sambil menunggu mereka berdua yang sedang sibuk untuk memancing Chuckles kelapangan tersebut. Saat beristirahat, Inuya masih berpikir soal apa yang dikatakan Rigel saat mereka menemukannya di belakang SMA. Mereka berdua sejenak berbicara soal masa depan, dan bertanya apakah mereka memang ditakdirkan untuk menjadi El-Fighter untuk mengubah masa depan. Ditengah percakapan mereka, Jubei menelpon mereka melalui Video Call dan bertanya tentang keberadaan mereka.
“ Kau yakin ini lapangan yang dimaksud orang itu ?! “ Tanya Inuya
“ Ya ! Kalau dilihat dari siaran langsung oleh orang yang merekam mereka, sepertinya mereka bisa mengatasi ini. “ Kata Tazuya sambil melihat siaran langsung dari smartphone
“ Mungkin kita bisa istirahat sejenak disini. Lagipula orang itu juga tidak mungkin bisa menemukan kita “ Lanjut Tazuya
“ Semoga saja “
( 3 menit kemudian )
“ Hei, Tazuya. Kamu masih ingat apa yang dikatakan oleh orang yang bernama Rigel itu “ Tanya Inuya
“ Soal El-Fighter ? “
“ Ya. Apa menurutmu. . . kita adalah calon El-Fighter yang ia maksud ? “
“ Entahlah. Aku juga tidak yakin apa maksudnya. Dan ia bilang kalau kita adalah penerusnya hanya karena kita mendengar suara aneh itu dna membantunya bertarung melawan penjahat dan monster itu “
“ El-Fighter. Fighter spesial yang ditakdirkan untuk menuntaskan misi yang diperlukan di era mana mereka tinggal. Jika kita adalah El-Fighter, apa misi yang harus di tuntaskan untuk era ini ?! “
“ Nah. Jujur sajaaaa. . . Aku tidak mau jadi El-Fighter. Karena ada banyak rencana yang kurencanakan untuk masa depan. Seperti mengambil beasiswa dan melanjutkan pendidikan di universitas. . . . seperti itulah. Nanti siapa yang akan menjaga keempat adik-adikku ?! “ Jelas Tazuya
“ Kau benar. Aku juga ingin menjadi seorang dancer terkenal. Dan bisa menguasai segala jenis teknik menari dan bisa mengkombinasikannya dengan akrobatik “ Kata Inuya
“ Tunggu. Bukannya kamu sudah resmi menjadi anggota Howling Star. Ituloh. . . kru dancer yang terkenal di Neo-Jepang yang sudah mendunia “ Tanya Tazuya
“ Iya sih. Tapi kan masih in-training. Dan ada kemungkinan besar bisa dieliminasi juga “
“ Jangan pesimis seperti itu. Tetaplah berpikir positif ! Aku yakin kamu pasti akan menjadi anggota tetap mereka “ Tazuya memberi motivasi kepada Inuya
“ Kamu sendiri. . . apa cita-citamu ? “ Tanya Inuya
“ Eeeerrr. . .Entahlah. Tapi aku berusaha ingin menemukannya di masa remajaku saat ini. Soal El-Fighter, aku yakin bukan kita yang ia maksud. Aa. . .aa. . pasti . . . orang itu hanya menjelaskan definisnya karena. .. kita tidak paham apa maksudnya“
( Smartphone Inuya berdering )
“ Oh, Jubei. Ya Jubei ? “ Inuya mengangkat panggilan dari Jubei
“ Dimana kalian ? “
“ Oh, kami. . . . melanjutkan . .. pertarungan dengan kakak kelas tadi~ “ Jelas Inuya sambil berbohong kepada Jubei
“ Biar kutebak ! Apa kalian berkelahi di dermaga ?! “ Tanya Jubei yang familiar dengan tempat dimana mereka berada
“ Pintar sekali, Jubei !“ Gerutu Inuya
“ Yaaa. . . kami memutus untuk pergi ke dermaga karena kakak kelas itu mengerahkan banyaaak sekali teman-temannya dari sekolah. Jadi ya. . . kami menggiring mereka ke dermaga. . . dimana kami bisa memukul mereka. . .sampai babak belur “ Jelas Tazuya
“ Hah! Dasar cowok! Jika kalian selesai bergegaslah kembali. . . dilihat dari siaran langsung sepertinya pertarungan antara dua orang asing itu dan monster itu masih berlanjut. Jangan bantu mereka. . . aku bukan meremehkan kalian. . . itu karena kalian bukan Fighter. Aku tidak ingin kalian mati konyol dijalan. “ Kata Jubei
“ Iya ya. Sudah dulu ya, Bye Bye ! “ Inuya langsung mematikan Video Call-nya
“ Jubei bisa juga ya jadi cerewet “ Gerutu Inuya
“ Meh ! Namanya juga cewek “ Sambung Tazuya
Tazuya dan Inuya terdiam sesaat dan kembali membicarakan soal topik mereka sebelumnya. Tiba-tiba, saat Tazuya ingin menjawab pertanyaan yang dilontarkan Inuya, ternyata Rocco mendengar perkataan mereka. Saat mereka tidak menyadari kehadirannya, Rocco memberikan serangan kejutan kepada mereka dengan melemparkan peledak tepat didepan mereka.
“ Jadi soal Fighter ? “Inuya kembali bertanya soal topik sebelumnya kepada Tazuya
“ Hah ?! kau masih kepikiran soal tadi ?! Apa tidak ada topik lain yang bisa dibicarakan sambil menunggu mereka ?! “ Gerutu Tazuya
“ Kau yakin kita tidak bakal menjadi penerusnya ? Apa yang terjadi jika ternyata yang dikatakannya itu benar ? Apa kita bisa menghindari takdir itu ? “ Inuya melanjutkan pertanyaannya
“ Aku. . .kurang. . . HATI-HATI ! “ Tazuya menyadari ada bom tepat di depan mereka, dan menghindar dari ledakan tersebut sambil menarik Inuya
(BLAAAAARRR)
“A. . .Apa-apaan itu ?! “
“ Wah Wah wah ! Tak kusangka aku bisa menemukan kalian disini. Dan aku juga menemukan
fakta menarik bahwa kalian’lah yang disebut sebagai calon El-Fighter penerus si
rambut perak itu “ Kata Rocco berjalan sambil tertatih karena cidera yang ia
alami
“Sialan ! Lagi-lagi dia ! “ Kata Tazuya dalam hati
“Jadi kau pikir kami adalah penerusnya ?! Kau salah ! Kami bukanlah orang yang kau maksud ! “ Kata Tazuya dengan nada lantang kepada Rocco
“Jika kau sudah tahu kami bukan orang yang kau cari, pergilah! Urusan kita sudah selesai ! “ Inuya meneruskan perkataan Tazuya
“ Selesai! Kata siapa ?! Tidak adil rasanya jika hanya aku yang babak belur sedangkan kalian tidak memiliki goresan luka atau bercak darah di muka kalian ! Ayo. . .kita teruskan pertarungan kita . . . SEKARANG. . .JUGA “ Ajak Rocco kepada mereka
“ Tazuya ?! “
“ Kurasa kita tidak punya pilihan lain selain memenuhi permintaan paman gila ini“ Tazuya kembali menyetujui tantangannya Rocco
Tazuya dan Inuya melanjutkan pertarungan mereka dengan Rocco tanpa menggunakan senjata apapun. Mereka lebih banyak menghindar karena kasihan melihat Rocco yang sudah babak belur tetapi tetap ingin bertarung dengan mereka. Rocco mulai kesal dan bersiap ingin menembak mereka dengan pistol miliknya.
“ Mau berapa lama kita bermain-main seperti ini ! Bertarunglah secara. . .” Rocco tiba tiba tersungkur karena kelelahan
“ CIH ! CUKUP ! AKU SUDAH MUAK MAIN-MAIN SEPERTI INI ! ENYAHLAH KALIAN BERDUA ! “ Teriak Rocco saat ingin menembak mereka dengan pistol miliknya
Untungnya, Dullart dan Rigel berhasil datang tepat waktu, dan menolong mereka yang hampir tertembak. Rigel
menghentikan aksi Rocco dengan membekukan hampir seluruh tubuhnya.
“ Fyuuh. . . tepat waktu “ Kata Rigel dibelakang Rocco
“ K. . . K. . .Kauuuu “ Kata Rocco yang mengigil karena seluruh tubuhnya kecuali kepalanya dibekukan oleh Rigel
“ Tuan Rigel. Apa anda dan teman anda baik baik saja ?! “ Tanya Inuya
“ Tenang. Kita berhasil menggiring teman berbulu si gila ini ketempat ini !” Jelas Rigel
“ Anak-Anak ! Oh. . syukurlah kalian baik baik saja “ Dullart akhirnya muncul
“ Lihat’lah! Si makhluk berbulu itu sama saja dengan teman kecilnya, tidak menyerah walau sudah babak belur !“ Kata Rigel sambil melihat kearah Chuckles yang sudah babak belur datang menghampiri mereka
“ Apa kami bisa membantu anda ?” Tazuya kembali menawarkan mereka bantuan
“ Tidak ada. Tugas kalian cukup mengalahkan temannya saja, sisanya biar kami yang urus disini. “
*****
Disaat Chuckles mulai sampai ketempat mereka, Rigel dan Dullart bersiap melanjutkan pertarungan mereka dengan menjalankan sebuah rencana barunya Rigel untuk menyelesaikan pertarungan. Tazuya dan Inuya menghindar dari tempat itu sesuai dengan arahannya Rigel. Rigel mencairkan es yang membekukan tubuh Rocco dan menyuruhnya untuk lari sebelum ia akan kembali dihajar habis-habisan oleh mereka berdua.
“ Kau. . . sebelum kau tidak punya kesempatan untuk lari, pergilah dari hadapan kami ! “ Perintah Rigel
Rocco dalam keadaan masih tertatih menghindari pertarungan pasca diancam oleh Rigel. Dullart mengeluarkan senjata andalannya sebuah tombak listrik. Dengan menggabungkan kekuatannya dengan Anthemusa milik Rigel, mereka menciptakan awan gelap diseluruh kota Shinjitsu, dan tiba-tiba hujan badai datang membasahi kota tersebut.
“ Anthemusa ! Regen ! “ Rigel menciptakan hujan badai yang cukup lebat dengan Anthemusa-nya
“ Hujan ?! “ Tazuya dan Inuya melihat keatas langit saat mereka masih berlari
“ Ini buruk. Tazuya ! Ayo kita segera kembali kesekolah ! “ Ajak Inuya sambil menarik lengan Tazuya
“ Selesai sudah! “ Dullart dan Rigel mempersiapkan petir yang akan digunakan untuk menyelesaikan pertarungan mereka dengan Chuckles
“ LARI BODOH ! “ Perintah Rocco
“ HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHH “
( BLAAAAAARRRR)
Chuckles berhasil dikalahkan oleh mereka dan kembali ke wujud semula. Disaat mereka menghampirinya, Chuckles lari tunggang langsung menghindari mereka
“ ROCCO. . . TUNGGU AKUUUUU “ Teriak Chuckles sambil berlarian menghindari mereka berdua
Rigel melihat keatas langit, dan ia menonaktifkan Anthemusanya. Seketika hujan buatan Anthemusa tersebut langsung berhenti, dan awan mendung tersebut kembali membuka langit yang cerah.
“ Fyuh. . . selesai juga akhirnya “ Kata Dullart sambil menepuk pundak Rigel
“ Aku harap anak-anak tadi sudah kembali kesekolah mereka dengan aman “ Kata Rigel sambil menatap langit
“ Tadi itu memang hebat. Aku sampai tidak kepikiran bahwa tombakku bisa melakukan itu. He he he “ Jelas Dullart
“ Ya. . . Nah . . . Ayo. . . Kita istirahat du- “
Disaat ingin melanjutkan kata-katanya, Rigel merasakan bahwa ada seorang pria misterius berkebangsaan Amerika-Afrika datang membuntuti Tazuya dan Inuya yang berusaha kembali kesekolah mereka
“ Ce. . . CELAKA ! “ Rigel dengan panik segera berlari menyusul Tazuya dan Inuya
“ Hei ! Kau mau kemana ?! “ Dullart menyusulnya
Tazuya dan Inuya berusaha keluar dari dermaga. Tiba-tiba, sosok pemuda misterius yang terlihat di penglihatan
Rigel sebelumnya berada dibelakang mereka. Menyiapkan senjata api laras panjang dan menembak kearah mereka. Pria itu tidak lain adalah Hassan, orang kepercayaan Ramone Grace mereka yang paling tangguh dalam segala hal.
“ Aku tidak yakin kenapa tidak Rocco yang melakukan ini sendirian. Anak nakal ini kelihatannya tangguh juga, ya ! “ Kata Hassan dalam hati
“ Target terkunci ! “ Hassan menargetkan Tazuya
Tazuya dan Inuya terhenti sesaat untuk mengambil nafas mereka. Inuya merasakan ada seseorang yang mengikuti
mereka. Disaat ia melihat Hassan dibalik sebuah truk berniat untuk menembak mereka, Inuya melindungi Tazuya dengan tiarap dari tembakan milik Hassan. Rigel dan Dullart mendenga suara tembakan tersebut bergegas mencari mereka berdua.
“ A. . . Apa . . . yang. . . terjadi ?! “ Tanya Tazuya dengan ekspresi
benar-benar terkejut
“ Ada. . .ada yang berusaha untuk menembak ki- AH!“ Inuya kembali melindungi Tazuya dan menghindar dari serangan tersebut
(DUAAARRR)
“ Si. . . SIAPA DISANA ?! “ Tanya Inuya
“ Sebenarnya aku tidak ingin menembak anak-anak. Tapi karena kalian adalah anak berandalan yang membantu El-Fighter tersebut dan membuat Rocco babak belur, kurasa aku tidak punya pilihan ! “ Hassan menunjukkan dirinya dihadapan mereka
“ Kau. . .Jangan jangan . . . “
“ Ya. Akulah yang mengkoordinasi misi mereka dikarenakan Boss kami sedang sibuk. Rocco menyuruhku untuk menghabisi kalian karena kalian tidak lain adalah anak berandal yang membantu Si El-Fighter itu. Apa kalian adalah calon penerusnya ?! “ Tanya Hassan
“ Jangan bercanda ! Kami tidak tahu apa apa soal orang itu ! “ Kata Tazuya yang mulai cemas
“ Jadi, apa yang kalian TAHU ?! “ Hassan menembak kearah mereka
Inuya menarik Tazuya dan bergegas lari menghindari Hassan dan meninggalkan dermaga. Hassan terus terusan menembak kearah mereka untuk menghentikan langkah mereka.
“ Kalian masih mau main-main dengan aku ! “ Kata Hassan sambil mengisi peluru senjata miliknya
“ Enyahlah ! “ Teriak Inuya sambil melemparkan peti kayu kearah Hassan
“ Dasar Bocah ! “ Geram Hassan yang berhasil menghindari lemparannya Inuya
Tazuya dan Inuya berhasil keluar dari dermaga. Mereka tidak melihat ada seorang wanita misterius yang juga salah
satu rekan kejahatan Rocco, Chuckles dan Hassan melihat mereka dari dalam mobil.
“ Mereka berlari kearah taman kota !“ Katanya sambil memberitahu Hassan melalui Biofuse-link
“ Dimengerti ! “
Hassan mengejar mereka kearah tamankota. Ia melihat Tazuya dan Inuya berhenti sesaat dan beristirahat didekat vending machine sambil beli minuman dingin karena kelelahan dan kehausan. Hassan secara diam-diam pergi kearah pohon besar didekat mereka. Baim Tazuya maupun Inuya sama sedang tidak menyadari kedatangannya. Disaat Hassan melihat mereka kembali melanjutkan perjalanan untuk kembali ke sekolah, Hassan mencari kesempatan untuk menghentikan mereka berdua dengan menembak tepat dikaki Inuya.
“Akh ! “
“I. . . Inuya ?! “ Tazuya melihat kearah kaki Inuya yang berdarah
“ Cih ! Dia disini ! “
“Cepat Tazuya ! Kita harus- Akh ! “ Inuya tertembak untuk kedua kalinya tepat diluka yang ia alami, membuat ia tidak bisa berdiri karena luka yang ia alamai semakin parah
“ Kalian masih mau lari ?! Jika kau tidak ingin melihat temanmu mati ditengah jalan lebih baik menyerahlah ! “Kata Hassan sambil mengerahkan senjata kearah Tazuya
Rigel dan Dullart berhasil datang tepat waktu, menghentikan Hassan yang berniat untuk menembak kearah Tazuya dan Inuya. Tazuya masih syok apa yang baru saja mereka alami. Dullart langsung memberikan pertolongan kepada Inuya yang mengalami pendarahan cukup parah, sedangkan Rigel langsung menghajar si Hassan.
“ Jangan takut. . . Tazuya. . .temanmu akan baik baik saja “ Kata Dullart dengan nada yang lembut
“ Tazuya ?! Tazuya. . .Hei. . . Tazuya !“ Inuya menyadarkan Tazuya yang terdiam karena syok
“ Eh ? A. . . apa ?! “
“ Kamu tiba tiba bengong saat aku tertem- “
“ KAMU BAIK-BAIK SAJA ! TOLONG KATAKAN KEPADAKU ?! “ Tanya Tazuya dengan nada histeris sambil mengguncangkan tubuh Inuya
“ Ah . . . ah. . .ah . . Tazuya. . . aku baik baik saja. . . tenang. . . kamu sendiri kenapa malah tiba tiba bengong ! “
“ Maaf “ Kata Tazuya dengan berbisik
“ Tak kusangka ! Bertahun tahun kalian menyembunyikan diri kalian . . akhirnya kalian menunjukan diri kalian dihadapanku. Kalau tidak salah. . . kau ini adalah Delta dari mereka “ Kata Hassan kepada Rigel
“ Syukurlah jika kau masih ingat siapa aku ! “ Jawab Rigel
“ Delta ? “ Kata Tazuya dalam hati
“ Setidaknya kalian juga sama seperti aku, sudah tidak lagi berjaya semenjak boss kalian yang berengsek itu sudah mati ! “ Rigel melanjutkan perkataannya
“ Aha ha ha ha ! Ya. . . 15 tahun yang lalu. . .oh ya. . .aku ingat, dimana mereka melawan boss kami di Bio-Tower. . . tapi bisa kukatakan pengorbanan yang dilakukan oleh Alpha dan Beta-mu sama sekali tidak membuatkan hasil “ kata Hassan yang sontak bikin Rigel terkejut
“ Ah ! Apa ?! Tidak mungkin ! Kau pasti. . . “
“ Itu benar ! Boss kami sudah menjadi orang yang berbeda, dan kau pasti tidak
akan tahu seperti apa dan dimana dia “ Lanjut Hassan
Mata Rigel melebar, ia terdiam dan benar-benar marah akan apa yang di katakan Hassan. Dullart, Tazuya dan Inuya juga mendengar apa yang Hassan katakan sama sekali tidak percaya yang ia katakan kepada Rigel .
“ Apa maksudmu ? “ Inuya bertanya kepada mereka
“ Oi Rigel ! Jangan dengarkan manusia ini ! Dia hanya ingin memanasimu untukmu- “
“ Sialaan ! SIALAAAAAAAAAAAN ! “ Rigel dengan kesal menyerang Hassan dengan Anthemusa-nya,
“Dullart ! Bawa anak-anak lari ! Biar kutangani orang ini sendirian ! “ Perintah Rigel
Dullart melarikan Tazuya dan Inuya kembali kesekolah mereka. Hassan berusaha mengejar mereka, tetapi dihentikan oleh Rigel. Rigel menyerang Hassan secara membabi buta dan murka atas apa yang dikatakan Hassan.
“Kali ini aku tidak akan membiarkanmu lari ! “ Rigel membuat Hassan terjatuh, dan memojokkannya di jalan
“Dan beritahu aku dimana Boss kalian bersembunyi ! “ Tanya Rigel
“JANGAN BERCANDA ! “ Hassan menendang perut Rigel dan bergegas mengejar Dullart, Tazuya dan Inuya
“JANGAN LARI KALIAN ! “ Hassan menghunuskan sebuah serpihan kayu runcing kearah
mereka
“Cela- “
Tazuya panik, dan saat melihat kebelakang, ia melihat Dullart melindungi Inuya yang akan ditusuk oleh Hassan
menggunakan kayu runcing. Mata mereka melebar, ekspresi terkejut dan ketakutan mereka benar-benar jelas terlihat di wajah mereka karena mereka tahu bahwa Hassan benar benar ingin membunuh mereka. Dullart terjatuh, dan terluka. Tazuya dan Inuya terhenti untuk menyelamatkannya. Hassan mengejek pengorbanan Dullart dan mengatakan bahwa pengorbanannya tidak akan membuatkan hasil sama seperti apa yang dialami oleh Alpha dan Betha El-Fighter sebelumnya.
“Tak kusangka kau rela mengorbankan dirimu untuk anak-anak nakal yang tidak kamu kenal ini ?!. Sia sia saja ! Pengorbananmu akan jadi sia sia sama seperti mereka ! “
Inuya menghajar balik Hassan walaudalam keadaan terluka di kaki kanannya. Tazuya masih terdiam dan terkejut akan apa yang baru saja mereka alami. Ia kemudian teringat akan kejadian dimana ada seseorang yang melindunginya saat Tazuya dan Inuya masih SMP disaat mereka diserang orang tak dikenal di pinggiran sungai. Orang itu tidak lain adalah mantan guru SD-nya Tazuya saat ia masih sekolah di akademi olahraga, dan ia bernama Gaku.
“ Maafkan aku. . . Tazuya. . . . “ Kata Gaku
Kemudian, Tazuya teringat dimana ibunya melindunginya dari pemuda misterius yang menggunakan mantel coklat
dengan topi debri, yang ingin menembak kearahnya. Ibunya terlihat berusaha melawan orang tersebut, menyuruh Tazuya untuk lari dan memanggil ayahnya untuk membantunya.
“ Lari Tazuya ! Cepat lari dan panggil ayah ! “
Ingatan itu berakhir dimana orang itu mengejar Tazuya dan berusaha untuk menembaknya, dan terlihat ibunya
melindungi Tazuya dengan memeluknya dari orang tersebut, yang menyebabkan ia tewas di tempat sedangkan Tazuya mengalami cidera kepala yang membuat ia tak sadarkan diri selama 3 hari.
“ Tazuya . . . . “ Panggil Inuya sambil menghajar Hassan
“ Nak . . . Tazuya. . . “ Panggil Dullart yang berbaring di sampingnya
Tazuya kemudian teringat dimana ia berusaha menyelamatkan adik termudanya yang bernama Shinore dari tangan
penculik. Disana, Tazuya yang saat itu berusia 10 tahun dipukul menggunakan
palu dan mengancam akan membuat mereka menderita jika ia melawan. Tazuya teringat
ada suara yang membisikannya
“ Kau tidak ingin ini terjadi lagi . . . . “
“Berdirilah ! Dan bunuh orang itu ! “
“Berdiri ! Jangan jadi pengecut ! Kau bukan lagi bocah ingusan polos yang bisa menangis saat dalam masalah ! Kau pernah membunuh penjahat ! Lakukan itu lagi jika kau tidak ingin temanmu dalam masalah “
“ Lawan ?! “ Bisik Tazuya dalam hati
“ Bukan ! Bunuh penjahat itu ! “ bentak suara misterius itu
“ Bunuh dia dan selamatkan yang lain ! “
Tazuya terdiam dan gemetar, dan matanya melebar dengan tatapan kosong menatap Inuya dan Hassan. Tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Rigel yang mencari keberadaan mereka merasakan sensasi yang luar biasa di tempat dimana Tazuya dan Inuya berada. Saat merasakan sensasi itu, ia bergegas untuk ketempat mereka.
“ Sensasi ini. . . jangan jangan. . . .” Kata Rigel dalam hati
Inuya mulai kelelahan dan dikalahkan oleh Hassan. Disaat Hassan mengangkatnya dengan mengambil kerah bajunya, Tazuya akhirnya mulai berdiri, bersiap untuk membalas apa yang telah diperbuat oleh Hassan kepada mereka.
“Kuat juga kau. Dari penampilanmu kau terlihat seperti Alpha El-Fighter yang pernah kami hadapai 15 tahun yang lalu, apa kau adalah kerabat dekatnya?!” Tanya Hassan kepada Inuya
“ Cih ! “
“ Aku juga cukup takjub denganmu. Karena kau masih bisa bertarung walau aku sudah menembakkan kakimu sebanyak 2 kali di posisi yang sama. Kelihatannya kau bukan sembarang manusia normal! Baiklah ! Kurasa kau dulu yang akan kuhabisi karena kaulah yang membuat Rocco pincang dan babak be-“
“ DIAM KAU ! “ Teriak Tazuya
“ Hah ? “
“ Jangan harap aku akan membiarkanmu bisa lolos dalam keadaan utuh ! “ Ancam
Tazuya dengan tatapan yang tajam ke Hassan, bersiap untuk bertarung melawannya
“ Apa ini ? Aku merasa perasaan kuat dalam diri Tazuya yang bertekat kuat untuk mengalahkan orang ini. Ini sangat berbeda. . . ini. . .berbeda dari sebelumnya. . .” Kata Inuya dalam hati sambil berusaha menolong Dullart
Tazuya menyerang Hassan dan melepaskan senjatanya. Hassan dengan senyum di wajahnya berusaha menyerang Tazuya dengan sebilah pisau. Tazuya dengan mudah berhasil menghindari serangan tersebut, yang membuat Hassan sedikit kewalahan untuk melawannya. Hassan menyadari Tazuya cukup berbeda saat melihat dari serangannya. Mereka melanjutkan pertarungan mereka, sedangkan Inuya yang mengevakuasi Dullart di dekat gang kecil bergegas untuk membantu Tazuya untuk melawan Hassan.
“ Tuan, anda tunggu disini. Aku yakin orang yang bernama Rigel itu pasti akan menemukanmu disini. Aku. . . akan pergi menyelamatkan Tazuya ! “ Kata Inuya yang segera menuju ketempat Tazuya
“ Mereka anak-anak yang tangguh “ Kata Dullart dalam hati
Inuya dan Tazuya bertarung melawan Hassan. Hassan berusaha untuk menusuk Inuya dengan pisau, untungnya Inuya dengan cekatan menghindari serangannya dan menggunakan pisau itu sebagai senjata pendukungnya. Inuya menyadari Hassan menggunakan Biofuse-link yang sama seperti Chuckles, meminta Tazuya untuk menendang benda itu dan menghancurkannya sebelum ia menjadi monster raksasa dan mengalahkan mereka.
“ Tazuya. . . Tendang itu ! “
“ HYAH ! “ Tazuya menendang Biofuse-link dari tangan Hassan dan memecahkannya dengan menginjaknya
“ SIALAN KAU ! “
Rigel berhasil menemukan Dullart dan bertanya dimana Tazuya dan Inuya. Rigel mengobati pendarahan Rigel dengan merobek lengan bajunya, dan memintanya untuk bisa menahannya.
“ Tolong bertahanlah ! Ini setidaknya akan menahan pendarahanmu ! “
Mereka pergi ketempat dimana Tazuya dan Inuya bertarung. Di sana, Mereka melihat Tazuya dan Inuya masih bertarung dengan Hassan. Rigel merasakan adanya Aura kuat berada di sekeliling mereka. Disaat mereka mensinkronisasikan gerakan penghabisan mereka untuk menyelesaikan pertarungan, Rigel akhirnya percaya bahwa Tazuya dan Inuya adalah penerusnya sebagai El-Fighter.
“ Kamu mau tahu, Dullart. Aku bisa merasakan sensai yang kuat disekitar mereka “ Kata Rigel
“ Apa kau yakin anak-anak yang baru kau kenal ini adalah . . . “
“ Sudah pasti. Sepertinya ini sudah takdir mereka untuk menjadi penerusku “ Kata Rigel
“ Apa yang akan kau lakukan setelah bertemu dengan mereka ?! “ Tanya Dullart
“ Aku sudah pasti akan menjadi gurunya. Aku akan membimbing mereka sampai mereka
siap untuk menjadi El-Fighter “Lanjut Rigel disaat yang bersamaan,
Tazuya dan Inuya sama-sama meninju Hassan dengan kuat, yang membuat mereka berhasil mengakhiri pertarungannya dengan sempurna.
“ Kalian memang hebat “ Gumam Rigel dalam hati
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
El_Tien
pertarungan seru nih
2022-04-18
0
𝕹𝖚𝖗𝖚𝖘𝖞𝖘𝖞𝖎𝖋𝖆
Sengit sengit...
oha.. begitu sengit..
🏃♀️🏃♀️🏃♀️🏃♀️
#PA
2021-12-20
1
mikakayy_
Panjang banget ceritanya setiap bab.
bikin paus baca akunya ❤️
#penaautoon
2021-12-15
1