Pendekatan

Keesokan paginya

Terlihat Swift Polly dan Oxtoroo sedang bersembunyi untuk mengindari kejaran dari pihak militer pemerintah karena berita tentang pendaratan mereka bersebaran di penjuru publik. Swift Polly mengintip suasana ditempat mereka mendarat, dan ia lega karena program kamuflase pesawat tersebut masih bisa berfungsi, dan pesawat mereka bisa terlindungi. Oxtoroo melihat kearah tabletnya, mengatakan kepada Swift Polly bahwa mereka terlalu jauh dari titik koordinasi yang ditujuh. Di tempat itu, Swift Polly dan Oxtoroo memperhatikan banyak pihak\ militer mulai berdatangan dan mencari keberadaan pesawat mereka.

“ Aku tidak menyangka kedatangan kita akan disambut seperti ini, iya’kan Polly-chan ? “ Keluh Oxtoroo

“ Bagus ! Mereka tidak melihatnya. Program kamuflase pesawat tersebut ternyata masih bisa berfungi dengan baik.“ Kata Swift Polly sambil melihat kearah tempat dimana pesawat mereka mendarat

“ Begitu ? Hooo. . .syukurlah. Tapi bagaimana caranya kita akan memperbaiki pesawat itu ? “ Tanya Oxtoroo

“ Mungkin kita bisa memperbaikinya dimalam hari. Jika mereka masih disini, kita tidak punya pilihan selain menggunakan solusi terakhir untuk menyingkirkan mereka “ Jelas Swift Polly

“ Sepertinya kita cukup terlalu jauh dari titik koordinasi dimana Tuan Muda berada. Dan saat dilacak, titik itu menuju kekota itu. “ Kata Oxtoroo sambil menunjukan kota Shinjitsu ditabletnya

“ Berapa perkiraan jaraknya ? Tanya Swift Polly

“ Hmmm. . . sekitar. . . 2 km “ Jawab Oxtoroo sambil menunjukan hasilnya di tablet miliknya

“ Kira-kira. . . bagaimana kita bisa kesana ? “ Swift Polly kembali bertanya

" Lihat itu ! Kita pakai kendaraan manusia ini saja “ Kata Oxtoroo sambil menunjukan kearah salah satu wartawan yang baru saja sampai ketempat tersebut dengan menggunakan motor miliknya

“ Baik. Kau yang mengendarainya !“ Ajak Swift Polly

“ Tunggu ! Bagaimana dengan pesawatnya ?! “

" Program kamuflase dikapal tersebut memiliki program untuk mengecoh penglihatan orang disekitar dengan sempurna. Jadi jangan khawatir, disaat orang orang itu mendekat, program tersebut akan memanipulasi penglihatan mereka. Lagipula, aku juga memasang program pendeteksi keamanan pesawat tersebut melalui tabletmu dangelang milikku. Disaat dalam bahaya, kita bisa mengaktifkan senjata rahasianya untuk memusnahkan siapapun yang mendekati pesawat tersebut“ Jelas Swift Polly kepada Oxtoroo yang sedang mengaktifkan mesin motor tersebut

“ Baiklah. Kalau kamu bicara begitu. . .kelihatannya tidak ada yang perlu kita khawatirkan“ Kata Swift Polly

Swift Polly dan Oxtoroo mendekati motor tersebut. Disaat tidak ada orang yang melihat mereka, mereka mengambil

motor tersebut, dan kabur menuju kota Shinjitsu untuk melanjutkan misi mereka.

“Nah. . .  Ayo ! Kita kekota itu ! “ Perintah Swift Polly

Di Asrama siswa

Terlihat Tazuya sedang mempersiapkan diri untuk bersiap pergi menuju  sekolah mereka dikamarnya, sedangkan Inuya terlihat menunggunya di pintu gerbang asrama mereka. Di gerbang asrama, Inuya berpapasan dengan Jubei dan teman sekamarnya yang bernama Haku Akashinya, gadis bertubuh kecil, berkuncir dua dengan rambut merah dan memakai kacamata, yang berasal dari keluarga Akashinya. Ia adalah gadis yang pendiam dan selalu terlihat menggunakan ekspresi yang tenang.

“Oh hey . . . Jubei. Tumben kamu tidak bersama Vlada. Kemana dia ? “ Tanya Inuya saat ia menyadari bahwa Vlada tidak bersamanya

“Sedang ada telpon dari ibunya. Tapi ia menyuruhku untuk duluan bersama Haku. Oh ya,  perkenalkan. . . dia Haku Akashinya. Dan dia juga teman sekamarku“

“ Hai. Aku Inuyari Namidashi. Tapi orang orang selalu memanggilku Inuya. Salam kenal “ Inuya memperkenalkan dirinya kepada Haku serta berjabat tangan dengannya.

“ Salam kenal “ Jawab Haku dengan singkat dan memberikan senyuman kepadanya senyuman

“ Jadi Vlada tidak sekamar denganmu ?! “ Tanya Inuya

“Yaaa begitulah. . . selama kami masih sekelas dan satu asrama itu bukanlah masalah. . . he he he “ Jelas Jubei

“ Mana Tazuya ? “ Jubei bertanya kepada Inuya saat menyadari Tazuya tidak bersamanya

“ Hoooo. Dia masih ada dikamar kami “

“ Begitu ya. Kelihatannya Ataru-kun dan Ryuga-kun sudah pergi lebih awal. Kalau begitu kami pergi duluan ya~ “

“ Yaaaa ! “

Dikamar asrama milik Tazuya danInuya, Tazuya terlihat sedang melilitkan perban ke kedua pergelangan tangannya sebelum ia menutupnya dengan menggunakan wristband-nya.

“ Oke, sip. Saatnya berangkat. Tetaplah disini, ya~ DECA-I. Jangan keluar sebelum kami memerlukan disaat yang tepat. Kami hanya tidak ingin adanya salah paham oleh guru lain dan mengira bahwa kamu adalah mainan“ Jelas Tazuya

“ Tidak masalah. Bersemangatlah belajar disekolah, wahai anak muda “ Kata DECA-I sambil kembali masuk kedalam lemari mereka

“ Tazuya, apa kamu- “

“ Sudah selesai ? Lihatlah~ “

“ Kamu tetap memakai wristband disekolah ? Tanya Inuya saat memperhatikan pergelangan tangan Tazuya

“ Untuk menutupi perban luka ini. Lukanya belum menghilang dan masih sangat terlihat sampai sekarang“ Kata Tazuya dengan nada datar

“ Luka bekas waktu kejadian beberapa dua tahun lalu itu ? “

“ Ya “

“ Tidak kusangka lukanya masih ada sampai sekarang. Walau kejadiannya sudah cukup lama. . .kejadian dimana kita mengalami hal yang tidak terduga dimana kamu- “

“ AH ! Ternyata kalian~ ! fyuuuh. . . syukurlah masih ada orang di asrama kita !“ Perkataan Inuya sontak dipotong oleh Kiko yang baru saja kembali

“ Jangan bikin kaget dong ! Kamu ngapain balik lagi kesini ?! “ Kata Tazuya yang masih dalam keadaan kaget

“ Aku lupa membawa tabletku. Aku mau menggambilnya dilemari kamarku. Boleh ?!“

“Kenapa malah bertanya kekami ?! Kan kamarmu ada disebelah. Sana cepat ! Kalau tidak nanti kami kunci kamu dari luar “ Ancam Inuya

“ Jahat banget kalian ! “ Rengek Kiko

“ Bercanda kok, Kiko sayang~ kamu saja yang menguncinya ya ! “ Kata Inuya

“ Ayo ayo ! Kita keluar “ Ajak Tazuya sambil mendorong Inuya keluar dari asrama mereka

Di SMA Internasional Shinjitsu

Saat Tazuya dan Inuya sampai ke sekolah, mereka melihat banyak siswa lain sedang membicarakan pesawat asing jatuh yang tidak lain adalah pesawat TSP 03 milik Swift Polly dan Oxtoroo. Tidak lama kemudian, Kiko akhirnya kembali kesekolah dan menceritakan teori konspirasinya tentang pesawat tersebut. Ia mengkaitkannya dengan beberapa mitos kuno bahkan dengan teori  lain yang ia dapatkan dari internet.

“ Ada apa ? “ Tanya Inuya kepada Ryuga

“ Konspirasi teori. Bahkan saking semangatnya, Kiko-san bersemangat untuk kembali ke asrama demi menggambil tabletnya untuk menyampainya teorinya “ Jelas Ryuga sambil memperhatikan kearah siswa yang berkumpul mendengarkan berita tersebut

“ Pasti teori konspirasi soal pesawat jatuh itu “ Kata Inuya

“ Pesawat ? Aku dengar mereka kurang tahu itu benda apa karena pas diteliti lagi, benda itu sudah tidak ada. Mungkin ada kecelakaan kerja disana “ Tazuya berusaha

menyangkalnya

“Atau . . . itu sebuah meteor “ Vladimir menambahkan

“Bisa jadi, sih. Tapi masalahnya benda yang dimaksudkan sudah tidak ada “ Elma

menyangkal pernyataan Vladimir

“Shizuka-san, yang namanya meteor jatuh pasti menciptakan ledakan dan bekas yang besar “ Kata Vladimir

“Atau mungkiiiiiiiiinn. . . ada makhluk raksasa yang datang dari luar angkasaaaaa “ Kata Kiko yang sontak membuat yang lain merasa heran

“ Tapi, Komarih-san. . . masalahnya- “

“ Ya ya. . .aku tahu, Ataru. . . benda yang dimaksudkan menghilang begitu saja. Tapi bisa jadi. . . ada makhluk raksasa dengan tinggi 5 Meter mendarat ke bumi, untuk mencari harta karun mereka yang tidak sengaja mendarat ke bumi. Makanya. . . pas para militer ketempat kejadian perkara, benda itu sudah tidak ada lagi disana “  Kiko menjelaskan teori anehnya

“Tapi Kiko . . . mereka tidak mengatakan menemukan telapak kaki raksasa disana, jadi- “

“Tunggu, Shan-Lee. Ada teori kedua. . . menurut sumber yang kudapat dengan mengkaitkan teori yang lain. . . kemungkinan-“

“ Kelihatannya anda sedang menceritakan konsep cerita sci-fi yang bagus, wahai Jeune Homme~ “ Goda guru bahasa Perancis mereka yang bernama ibu Claire Dubois yang tiba-tiba datang dengan sontak membuat Kiko kaget

“ Kyaaa Ibu Dubois ! “

“ Ohohoho. . . aku suka melihat anak muda asyik bercerita seru dengan satu sama lain. Tapi ini sudah saatnya jam pelajaranku dimulai dikelas kalian, dan kini giliran saya yang bercerita~ “

“ Baik, Ibu Dubois ! “ Jawab semua siswa 1 – LA –A secara bersamaan dan langsung duduk ditempat mereka masing-masing

Di rumah milik Rigel, terlihat Rigel baru saja kembali dari mini-market untuk membeli bahan kebutuhan pokok dan

beberapa snack. Tidak lupa, ia berniat membangunkan Dullart yang masih tertidur lelap dikamar yang ia sediakan untuknya. Ia menemukan Dullart berada di ruang pantauan sedang memantau situasi di sekitar kota Shinjitsu

“ Hoo, disini kamu rupanya !“ Kata Rigel

“ Maaf tidak memberitahumu bahwa aku sudah bangun~ Huaaaaaam“ Ujar Dullart sambil menguap

“ Sebenarnya sebelum aku pergi ke mini-market, aku berusaha membangunkanmu berkali-kali. Susah banget membangunkanmu yang tidur seperti beruang ! “ Gerutu Rigel

“ Maaf’kan aku. Aku masih kelelahan karena pertarungan kemarin “ Jawab Dullart

“ Ya ya ya. . . nih, ambil minumanmu. Semua makanan yang kubeli ada di kulkas jika kamu mau memakannya “

Rigel beranjak dari tempat untuk meletakan belanjaannya kedalam kulkas

“ Terima kasih banyak “

(Tidak lama kemudian)

“  Oh ya. . . Ngomong-ngomong, apa yang membuatmu keruangan ini ? Apa ada hubungannya dengan pelarianmu ?“ tanya Rigel

“ Umm, mungkin kamu sudah tahu berita tentang benda misterius yang jatuh di lapangan kosong yang terletak 2 Km dari kota ini ‘kan ? “

“ Oh ya. Aku mendengarkannya barusan

sebelum aku pergi belanja“

“ Sesama makhluk yang berasal dari luar bumi, kita pasti sudah mencurigai bahwa ini ada hubungannya dengan makhluk yang berasal dari planet lain datang kemari. Dan ini’lah yang membuatku agak cemas. “ Jelas Dullart

“ Kamu sudah mendapatkan info siapa yang datang menggunakan pesawat itu ? “

“ Ya. Aku menggunakan program scan milikmu. Dan saat melihat hasilnya, dugaanku ternyata benar. . . bahwa pesawat ini berasal dari galaksi Theta karena tempat tinggalku dikenal sebagai memiliki teknologi kamuflase yang sangat muktahir “ Jelas Dullart dengan nada kecemasan

“  Kelihatannya kamu menjadi gelisah akan mendengar hal ini “

“ Um. . . ya. . . sedikit. . . “

“ Jangan khawatir. Kamu aman disini. Selama aku dan calon El-Fighter bersama kamu, aku bisa menjamin keselamatanmu “  Kata Rigel

“ Ya. . . terima kasih. . .Rigel “

*****

Saat menuju perbatasan kota Shinjitsu Motor yang dikendarai oleh Oxtoroo dan Swift Polly tiba-tiba mendadak

berhenti karena kehabisan bensin. Mereka meninggalkan motor tersebut di pinggir jalan dan melanjutkannya dengan jalan kaki. Disaat melanjutkan perjalanan sambil mencari kendaraan yang bisa mereka curi untuk melanjutkan perjalanan, mereka akhirnya melihat ada pom bensin, yang letaknya berseberangan dengan posisi mereka.

“ Hei ! Kenapa berhenti ?! “ Tanya Swift Polly

“ Sepertinya bahan bakarnya sudah habis ! “

“ Ah barang sialan ! Sudah. . . lupakan saja ! Kita jalan kaki ! “ Gerutu Swift Polly sambil menendang motor tersebut, dan menarik Oxtoroo untuk melanjutkan perjalananan

“ Hei ! Kau yakin ingin berjalan kaki ?! Jarak kotanya masih cukup jauh dari sini ?! “

“ Berisik ! Eh ?! Lihat itu, Oxto ! “ Saat menarik tangan Oxtoroo untuk melanjutkan perjalanan, ia kemudian melihat sebuah pom bensin

“ Mungkin itu. . . tempat pengisian bahan bakar ?! “

“ Ya, Oxto. Tapi sayangnya kendaraan tadi sudah agak jauh untuk di jangkau. Menurutmu. . . apa ada diantara

kendaraan tersebut yang pantas untuk diambil ? “ Swift Polly bertanya

“ Hmmmmm “

Mereka akhirnya memutuskan berjalan kearah pom bensin. Oxtoroo melihat situasi. Tiba-tiba, mereka melihat ada segerombolan anak sekolah berandalan yang memaksa sang kasir di minimarket tersebut untuk memberikan uang kepada mereka. Melihat kejadian itu, Swift Polly mendapatkan ide yang sangat licik. Ia melihat ada kesempatan

untuk mengambil motor mereka dan pakaian yang mereka kenakan untuk penyamaran dengan cara menolong kasir tersebut dan menghajar mereka.

“ Oxto ! Mari kita bantu manusia itu! Aku yakin kita akan mendapat sesuatu jika kita menolongnya ! “ Jelas Swift Polly

“ Oke ! Ayo kita lakukan ! “

Mereka berdua masuk kedalam minimarket dan menantang keempat anak berandalan itu. Anak-anak itu menerima tantangan mereka karena mereka pikir Swift Polly dan Oxtoroo tidak ada tandingannya untuk mereka.

“ Hei kau ! “ Swift Polly memanggil anak berandalan itu

“ Kau ini siapa, hah ?! Cewek seperti dirimu tidak ada apa-apanya untuk kami ! “ Teriak anak berandalan itu

“ Kalian tidak tahu siapa kami ?! Jangan macam-macam “ Kata salah satu dari mereka yang mengeluarkan pisau dari celana mereka

“ Hyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah ! “

Oxtoroo melindungi Swift Polly dengan menangkap tangan anak itu dan melemparkan pisau itu kelantai.Yang sontak membuat si anak tersebut terkejut. Oxtoroo membalasnya dengan tinjuan dan membuatnya tersungkur. Melihat teman mereka dihajar, sisa anak berandalan itu akhirnya maju menghadapi mereka berdua. Swift Polly dan

Oxtoroo menghajar mereka dan mengangkis semua seranga mereka dengan mudah. Tidak sampai 5 menit, anak berandalan itu sudah babak belur dihajar mereka berdua. Sang kasir yang melihat itu, langsung membungkuk dan mengucapkan terima kasih kepada mereka.

“ Terima kasih atas hadiahmu~ “ Kata Oxtoroo dengan nada ceria saat ingin menghidupkan motor mereka

“ Tunggu Oxto ! “

“ Eh ? “

“ Hei ! Berikan kami baju dan semua uang kalian ! Jika kalian tidak mau memberikannya, aku akan membawa kalian ketempat dimana kalian akan mendapatkan pelajaran moral yang berharga !“ Swift Polly mengancam salah satu anak berandalan tersebut dengan menarik kerah baju mereka

“ Ba. . .Baik ! Ini. . . ambil ! “ Kata salah satu dari mereka melepaskan pakaian mereka dan memberikannya kepada Swift Polly dan Oxtoroo

“ Terima kasih atas kebaikan kalian “Kata Swift Polly sambil merapikan baju yang mereka ambil dan meletakannya kedalam jok motor

“ Sekali lagi. . . terima kasih banyak buuung~ Aku akan selalu mengenang kalian sebagai orang yang baik~ “ Kata

Oxtoroo dengan nada ejekan saat ia dan Swift Polly pergi meninggalkan pom bensin

Saat mereka memasuki kota Shinjitsu, Rigel yang sedang memperhatikan layar monitor diruang pantauan merasakan kedatangan mereka dengan kontak spiritualnya.

“ Mereka disini ! “ Kata Rigel

“ Hah ?! “

“ Tapi tidak perlu cemas. . . .sepertinya mereka bukanlah lawan yang tangguh !“ Rigel berusaha untuk meyakinkan Dullart untuk tidak cemas

“ Berapa orang yang Zozo utuskan untuk kekota ini ?! “ Tanya Dullart

“ 2 orang ! “

Di SMA Internasional Shinjitsu, bell tanda jam istirahat mulai berbunyi. Tazuya dan Inuya terlihat sedang membeli snack di kantin, dan mereka istirahat diatas atap sekolah. Diatas, mereka berdua menunggu Ataru dan Ryuga. Sambil menunggu mereka berdua, Tazuya mengatakan kepada Inuya bahwa mereka harus memahami bahwa Jubei adalah perempuan dan ia harus berkumpul dengan teman sesama perempuan lainnya. Ia menyimpulkan bahwa Jubei tidak akan bergabung dengan mereka saat jam makan siang karena ia sudah nyaman dengan teman-teman barunya tidak seperti saat mereka masih SMP.

“ Ramai juga ya ? Kamu yakin Ryuga, Ataru dan Jubei akan kesini ? “ Tanya Inuya sambil melihat situasi diatas atap

“ Tentu. Tapi tidak untuk Jubei. Maksudku. . . dia kelihatannya sudah sangat nyaman dengan siswi lain. Aku yakin sekarang  dia tidak akan mungkin makan siang bersama kita . . . tidak seperti waktu kita masih SMP dulu “ Jelas Tazuya

“ Kamu benar. Bagus deh dia akhirnya bisa punya teman sesama cewek yang cukup banyak “

Disaat mereka sedang asyik bercerita tentang siswa lain, Rigel kemudian menghubungi mereka dari smartphone Tazuya. Tazuya dan Inuya pergi ketempat yang cukup jauh dari siswa lain. Saat melihat situasi cukup aman dari yg lain, Tazuya membukakan smartphonenya. Rigel menjelaskan tentang keberadaan pesawat tersebut, termasuk juga Swift Polly dan Oxtoroo.Walau demikian,  ia juga meminta untuk tidak mencemaskan situasi dan mempercayakannya dan Dullart untuk menangani mereka berdua. Rigel juga berpesan kepada mereka bahwa mereka tidak boleh mengambil tindakan seenaknya tanpa persetujuan darinya. Dikarenakan Tazuya dan Inuya belum membuka potensi mereka sebagai calon El-Fighter.

“ Kami mengerti ! “

“ Terima kasih banyak, Tuan Rigel “

“ Tetaplah waspada. Dan jangan bertindak seenaknya tanpa arahan dariku” Pesan Rigel kepada mereka berdua sebelum mengakhiri pembicaraan mereka

“ Oke. Kurasa kita bisa bersantai untuk sementara waktu “ Kata Inuya

“ Ya. Tapi aku masih penasaran. . . tentang kemampuan yang dikatakan Tuan Rigel untuk bisa mendeteksi keberadaan calon El-Fighter lain “ Tazuya teringat akan perkataan Rigel kepada mereka

“ Hooo. Soal itu. . . jadi ?! “

“ Aku penasaran bagaimana cara kerjanya. Apa kamu tahu, Inuya ? “

“Hmmm. . . entahlah. Tapi jika kamu ingin tahu cara menggunakannya. . . coba saja. Tapi jika tidak bisa, jangan

dipaksakan. Nanti pikiranmu bisa meledak dan kena gegar otak “ Inuya memperingati Tazuya

“ Inuya. Jika itu yang kamu maksud adalah peringatan, lebih baik jangan beri peringatan yang menyeramkan seperti

itu ! “ Celetuk Tazuya

“ Yaaaa Yaaaa~ “

Karena penasaran cara kerja untuk mendeteksi calon El-Fighter yang lain, Tazuya akhirnya memutuskan untuk mencobanya. Ia membuat dirinya dalam posisi meditasi dan berusaha untuk tenang. Tazuya berusaha mencoba untuk mendeteksi keberadaan calon El-Fighter lain disekitar kota tersebut. Inuya bertanya apakah itu bekerja, Tazuya menggangguk.

“ Jadi. . . ini bekerja ? Dan bukan mitos ? “ Inuya bertanya sekali lagi kepada Tazuya

“ Umm. . .yeah. . . sepertinya begitu. . . ah “

“ Ada apa ?! “ Tanya Inuya

“ Kurasa. . . aku menemukan. . . mereka semua ! “

“ Eeeeeh ?! Dimana ?! “

“ Mereka semua. . . ada di- “

“ HEI ! “ Jubei tiba-tiba mengagetkan mereka dari belakang Inuya

“ HYAAAA ! “ Tazuya dan Inuya kaget secara bersamaan

“ Ngapain kalian ? Dan kenapa Tazuya-kun bilang “aku menemukan mereka semua” ? Apa sih yang kalian temukan ?! “ Tanya Ataru yang baru datang menghampiri mereka

“ Ah . . . umm. . . bukan apa-apa ! “ Jawab Tazuya dan Inuya dengan gelisah

“ Jubei! Katanya kamu ga bisa mau ngumpul bersama kami. Kenapa kamu ada disini ?! “ Inuya tiba-tiba mengubah

topik demi mengalih pertanyaan Jubei

“ Ya. Rombongan kami memutuskan untuk mengumpul disini. Karena tidak sengaja bertemu dengan kalian. . . jadi

tidak ada salahnya jika aku menjumpai kalian “ Jelas Jubei

“ Tumben sekali Hideyuki-san mau melakukan meditasi. Bukannya kau tidak suka yang namanya menjadi tenang?! “ Tanya Ryuga yang baru datang menghampiri mereka dengan nada sarkastis

“ Kata siapa ?! Emang salah aku mau nyoba meditasi ! “ Kata Tazuya dengan nada tinggi yang sedikit cemas

“ Biasa aja kali jawabanmu, ga usah pakai teriak segala. Dasar kepala bom !“ Jawab Ryuga

“ Aaaaah. Mereka sudah disini, aku pergi dulu ya. Bye~ “ Jubei pamit kepada mereka berempat saat ia melihat rombongan siswi kelas 1-LA-A sudah naik ke atap sekolah mereka

“Sejak kejadian dimana ada monster raksasa menyerang kota ini, kalian akhir-akhir ini menjadi sangat aneh “ Kata Ryuga

“ Hah. . . Aneh ? Kata siapa ?! “ Tazuya menjawab dengan senyuman menyeringainya

“ Ayolah. Kemarin kami berkelahi diluar sekolah loh. Jadi tidak ada yang harus kalian curigakan ! Dan ngomong-ngomong. . . terima kasih telah membantu kami untuk tidak memberitahu hal ini kepada para Guru. . . Ataru“ Inuya melanjutkan perkataan Tazuya sambil berterima kasih kepada Ataru

“ Yaaa. . .bukan masalah “ Jawab Ataru dengan senyuman

Disisi lain kota Shinjitsu, Swift Polly dan Oxtoroo sudah sampai di Kota Shinjitsu dan mereka sampai disebuah minimarket yang teletak diseberang sekolah SMA Internasional Shinjitsu. Disaat mereka beristirahat sejenak didekat minimarket tersebut, mereka mendapatkan panggilan dari Kaisar Zozo.

“ Swift Polly. Oxtoroo Junior. Dimana kalian ?! Aku dengar portal dimensi  kembali ada masalah. Apa itu benar ?! “ Tanya Zozo

“ Itu benar, yang mulia. Tapi anda tidak perlu khawatir. Kita sudah berada ditempat sesuai dengan yang dikoordinasikan “ Jawab Swift Polly sambil memperhatikan Oxtoroo yang sedang membeli minuman

“ Bagus! Usahakan titik koordinasi yang ditemukan tidak hilang atau terpisah jauh dari kalian. Disamping itu juga,

kalian harus rajin update untuk memberikan informasi tentang planet itu !  “ Pesan Zozo

“ Baik, yang mulia ! “

“ Ingat ! Jika kalian gagal untuk mencari si anak bodoh itu, maka aku tidak punya pilihan lain selain memanggil

putra pertamaku untuk menggantikan kalian ! “ Ancam Zozo sambil mengakhiri pembicaraan mereka

Saat Zozo mengakhiri pembicaraannya dengan Swift Polly, ia jadi terdiam saat ia mendengar ancamannya. Oxtoroo kemudian bertanya apa yang sedang ia bicarakan dengan Zozo saat keluar dari minimarket. Saat ia menjelaskan tentang ancaman yang ia berikan kepada mereka, Oxtoroo mulai panik.

“ Polly-chan~ Nih minuman untukmu. Ke- Kenapa tiba-tiba kamu mulai termenung seperti itu ? “

“ Ini benar-benar gawat ! Jika kita tidak bisa menemukan Tuan Muda, kita akan tamat ! “ Jelas Swift Polly kepada Oxtoroo

“ Memangnya kenapa ? “

“ Yang Mulia mengancam kita jika kita gagal mencari beliau, maka Pangeran Morsdantaque akan menggantikan kita

dalam  melakukan misi ini ! “

“ Yang benar saja ?! Pangeran Morsdantaque ? Ini benar-benar gawat ! “ Teriak Oxtoroo dengan panik

“ Sssstttt. . . jangan keras keraaaaas ! Nanti orang tahu kalau kita bukan penduduk planet ini ! “ Swift Polly menenangkan Oxtoroo sambil menutup mulutnya

“ Ma-maaf, Polly-chan. Jadi bagaimana ini ?! Yang kucemaskan. . . bagaimana jika Tuan Muda Dullart tidak

mau kembali bersama kita “

“ Itu. . . itu. . . aku juga kurang paham. . . aku belum memikirkannya sampai situ . . . sialaaaaan “

“ Kamu tahu Pangeran Morsdantaque itu seperti apa orangnya ?! Sekali dia dipercaya Yang Mulia untuk menginvasi sebuah planet, ia akan menghabisi siapa saja yang menghalangi jalannya ! “ Cerita Oxtoroo dengan nada kepanikan

“ Bagaimana dengan titik koordinasi si Tuan Muda ? Apa masih bisa terdektesi ? “ Tanya Swift Polly

“ Yeah. Kelihatannya alat komunikasi milik Tuan Muda masih berfungsi dengan baik. Makanya kenapa kita masih bisa mencari keberadaanya “ Jelas Oxtoroo sambil memperhatikan tabletnya

“ Baiklah! Jika kau sudah tahu situasinya seperti ini, kita harus bertindak cepat sebelum Yang Mulia berubah

pikiran ! Tapi yang pertama. . . kita harus mencari tempat tinggal sementara untuk disini. Ayo !“ Kata Swift Polly sambil mengajak Oxtoroo untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka

Mendengar berita tersebut, Swift Polly dan Oxtoroo akhirnya kembali melanjutkan misi mereka sambil mencari tempat yang bisa mereka huni. Tanpa mereka sadari, Rigel berada dibalik gedung minimarket tersebut sambil mendengarkan perkataan mereka.

“ Jadi itu rencana mereka ?! “ Kata Rigel dalam hati sambil memperhatikan mereka

Kembali ke SMA Internasional Shinjitsu, terlihat kelas 1-LA-A sedang bersiap untuk berganti pakaian karena jadwal pelajaran mereka memasuki jam pelajaran pendidikan jasmani. Saat Tazuya dan Inuya memasuki gimnasium, mereka sangat takjub dengan ruangan gimnasium yang sangat luas dan terdiri dari 2 lantai. Lantai bawah dikhususkan sebagai ruang aula dan aktivitas seperti basket, tenis, bulu tangkis dan tenis meja dilakukan di lantai bawah. Sedangkan lantai atas diperuntukan untuk aktivitas segala jenis olahraga senam. Tidak hanya itu,

baik lantai satu dan dua disediakan aktivitas olahraga anak panah dan olahraga menembak.

“ Kereeeen ! “

“ Kau benar, Tazuya ! “ Inuya menyetujui rasa kagum Tazuya

“ Wajar~ Lagipula ini sekolah favorit bertaraf internasional “ Lanjut Ataru yang baru saja datang ke gimnasium

“ Aku tidak menyangka kalau disini tersedia ruangan khusus untuk olahraga menembak dan memanah “ Kata Ryuga sambil menunjukan tangannya kearah ruang olahraga memanah

“ Yeah, itulah yang ku mauuuuu “ Jubei berlari menuju ruang olahraga memanah, yang juga disusul oleh mereka

berempat

“ Kau yakin kau bisa melakukannya, Jubei ? “ Tanya Inuya

“ Tentu. Kalian lupa bahwa aku dibesarkan oleh komunitas pemburu dan ayahku adalah salah satu anggota dari

komunitas itu ? Beliau sudah mengajariku ini sejak kecil. “ Kata Jubei sambil mencari busur dan anak panah yang pas untuknya

“ Kamu masih ingat cara memakainya ? “ Tazuya bertanya sambil memperhatikan beberapa koleksi anak panah dan senapan angin yang dipajang diruangan tersebut

“ Ya. Lihatlah “ Jubei mendemonstrasikan bakatnya di memanah dengan sempurna

“ Woah ! Hebat ! “ Puji Inuya

“ Lihat aku “ Ataru yang memegang senapan angin juga menunjukan kemampuannya menembak dengan sempurna

“ Kalian punya bakat yang keren “ Kata Ryuga

“ Jika kalian mau belajar, kalian bisa minta bantuan dengan  kami. Nah. . .ayo coba dulu, Tazuya-kun “ Ataru memberikan senapan angin tersebut kepada Tazuya

“ Ummm . . . silahkan. Aku tidak tertarik ! “ Kata Tazuya yang langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut

dengan ekspresi cemasnya

“Well~ kurasa tidak ada salahnya jika aku akan mengajarkannya ini kepadamu “ Ataru memberikan senapan itu kepada Ryuga

“ Ya. Sebagai bekal untuk bisa membela dirimu sendiri jika dalam bahaya “  Kata Jubei

“ Um. . . aku akan mengecek Tazuya dulu “ Inuya pun pergi untuk menyusul Tazuya

Tazuya duduk ditepi ruangan senam, sambil memperhatikan siswa dan siswi kelas 1-LA-A sedang mencoba beberapa alat-alat senam lainnya diruangan tersebut.

“ Ada masalah ?! “ Tanya Inuya yang tiba-tiba duduk disampingnya

“ Ti. . .tidak ada “

“ Kau tahu. . . latihan menembak dan memanah itu adalah aktivitas yang keren yang patut untuk dicoba. “ Kata Inuya

“ Aku tahu. Tapi sepertinya. . . tanganku. . . dan instingku. . . memintaku untuk tidak melakukannya “ Jelas Tazuya dengan nada datar sambil memperhatikan telapak tangannya

“ Begitu “ Jawab Inuya dengan singkat

Inuya memutuskan untuk tidak mempertanyakan alasan lainnya saat Tazuya menjelaskan alasan kenapa ia menolak tawaran Ataru. Inuya merasa bahwa alasan yang ia jelaskan barusan cukup dimengerti. Inuya memperhatikan Tazuya masih menggunakan ekspresi cemas yang sama sambil memperhatikan siswa lain didepan mereka. Mengetahui ia sedang dalam mood yang jelek, ia punya ide untuk menghiburnya, dengan menantangnya untuk sparring.

“ Oi Tazuya ! “ Panggil Inuya yang tiba-tiba malah menyerangnya

“ Hei ! Kenapa tiba-tiba menyerangku ?!“ Teriak Tazuya sambil menahan serangan tinjunya Inuya

“ Tazuya ! Ayo sparring ! “ Ajak Inuya sambil berdiri dihadapannya

“ Haaaah ?! “

“ Iya. . . ayo kita sparring. Akan kutunjukan jurus baru yang baru saja kupelajari dari televisi !“ Inuya dengan bersemangat menantang Tazuya untuk sparring

“ Hooo. . . kamu mulai berani menantangku untuk sparring ? Baiklah. . . tunjukkan padaku, teknik barumu yang barusan kamu pelajari “ Tazuya dengan senyuman bangganya menerima tantangan Inuya

“ Naaaah. . . Itu baru namanya semangat ! “ Jawab Inuya sebelum mereka memulai sparring

*****

Disaat yang bersamaan dimana Tazuya dan siswa kelas 1-LA-A mengikuti jam pelajaran olahraga dan memulai sparring mereka, Rigel terlihat sedang membuntuti Swift Polly dan Oxtoroo yang sedang pergi menuju pusat kota Shinjitsu. Mereka berhenti disebuah hotel yang terletak di dekat stasiun televisi lokal STV. Mereka memutuskan untuk menginap sementara di hotel tersebut. Rigel mengikuti mereka sampai kedalam hotel, dan mencari nama mereka di resepsionis. Kamar mereka terletak di lantai 10 dengan nomor kamar mereka No.35. Saat Rigel memasuki hotel tersebut, wanita misterius yang merupakan komplotan dari Hassan tidak sengaja melihatnya saat sedang mengendarai mobil miliknya, dan ia langsung melaporkannya kepada Hassan.

“ Hassan. Aku melihat si mantan Delta El-Fighter memasuki hotel yang berada tak jauh dari gedung STV “ Katanya

melalui sebuah smartphone

“ Benarkah ? Kau tahu apa yang sedang ia lakukan ?! “

“ Heh. Aku kebetulan saja melihatnya saat aku sedang menuju tempat kerjaku. Mungkin dia sedang mencari calon penerusnya disana “

“ Hmmm. . . baiklah. Akan kulaporkan ini kepada Boss “ Kata Hassan yang akhirnya menutup pembicaraan mereka

Di kamar no.35, Swift Polly dan Oxtoroo mengambil nafas mereka saat pelayan hotel tersebut meninggalkan mereka. Tidak lama, Rigel sudah sampai didepan kamar mereka. Saat ia mendengar mereka sedang berbicara dengan Argus, ia memutuskan untuk menunggu sejenak dan menguping pembicaraan mereka. Disaat mereka mengakhiri laporannya, Rigel mengetuk pintu kamar tersebut, dan Oxtoroo membukakan pintunya yang ia sangka seorang petugas layanan hotel.

“ Kapten teknisi Swift Polly. . . penasehat kekaisaran Oxtoroo. . . laporkan dimana keberadaan kalian “

“ Jenderal tertinggi Argus. . . kami sudah sampai ditempat dimana titik koordinasi Tuan Muda berada “ Swift Polly melaporkan keberadaan mereka

“ Bagus. Aku sudah mengutuskan beberapa anak buahmu untuk memperbaiki portal dimensi ini. Aku yakin tidak lama lagi benda ini bisa berfungsi dengan baik dan kamu bisa mengirim beberapa serdadu robot untuk membantumu dalam menjalankan misi ini “ Jelas Argus

“ Terima kasih atas kebaikan anda, Jenderal “ Jawab Oxtoroo

“ Aku juga mendengar pembicaraan Yang Mulia sebelumnya tentang dia akan mengutus Pangeran Morsdantaque untuk menggantikan kalian jika kalian gagal mencari Tuan Muda. Kalian tidak perlu khawatir, aku akan berusaha semampu mungkin untuk membantu kalian agar hal itu tidak akan terjadi “

“ Ya. . . sekali lagi. . . terima kasih, Jenderal “ Jawab Swift Polly dengan nada datar sambil menundukkan kepalanya sebelum mengakhiri laporan mereka

“ Fyuh. Syukurlah ada yang membantu kita.Iya kan Polly-chan “

“ Kau benar, Oxto“

(Rigel mengetuk pintu kamar)

“ Siapa ?! “ Tanya Swift Polly

“ Mungkin pelayan hotel yang menawarkan Room Service ? Tunggu sebentar “

Oxtoroo membukakan pintu kamarnya, dan mereka berdua sangat kaget saat yang datang bukanlah pelayan hotel yang menawarkan Room Service, melainkan Rigel Orionis. Mereka menjadi kaget, terdiam dan benar-benar cemas saat Rigel mengetahui bahwa mereka adalah Alien dari galaksi Theta.

“ Eh. . . . Kamu ini siapa ?! “ Tanya Oxtoroo dengan ekspresi kagetnya saat melihat Rigel

“  Dan apa maumu ?!“ Swift Polly ikut bertanya kepada Rigel

“ Aku tidak akan menggunakan kekuatanku untuk bertanya tentang tujuan kalian. Asal kalian mau berdiskusi

denganku dalam keadaan tenang, orang-orang Galaksi Theta “ Jawab Rigel dengan ekspresi datar dan nada bicara monotonnya sambil memperhatikan mereka

“ Jangan cemas. Aku hanya ingin berbicara dengan kalian. . . bukan mau menyerang. . . . ayo. . . kita bicara

sambil duduk manis dilantai “ Rigel melanjutkan dengan ekspresi yang sama, melangkah maju sambil membuat Oxtoroo berjalan mundur dan mengunci pintu kamar mereka

Kembali ke ruang gimnastik,Tazuya dan Inuya masih melakukan sparring, yang akhirnya ditonton oleh siswa-siswi kelas 1-LA-A lainnya. Siswa lain yang menonton benar-benar terpukau atas aksi mereka dan menyemangati mereka. Mereka juga tidak percaya akan Tazuya, walau memiliki tubuh yang lebih pendek dari teman sekelas lainnya, ia menunjukan bahwa rumor soal Tazuya memiliki bakat dalam bela diri bukanlah omong kosong.

“ Ternyata memang benar si cebol ini bisa bertarung dengan sempurna. Dan masuk akal juga kenapa ia dijuluki sebagai ‘sosok yang mengerikan didunia ini’ ” puji Vladimir

“ Tentu~ Tazuya dan Inuya sangat suka sparring sejak SMP. Dan dialah yang mengajari Inuya ilmu bela diri yang ia tahu “ Kata Ataru yang tiba-tiba datang dari belakangnya

“ Benar sekali. Terlebih Tazuya itu mantan jebolan ahli kenjutsu dari Akademi Olahraga Shinjitsu. “ Kata siswi bernama Machiko Sakura

“ Machiko-chan juga mantan alumni Akademi Olahraga  Shinjitsu ?! Kereeeen~ “ Puji Jubei

“ Umm. . . iya. Aku dan Tazuya sama-sama dijurusan Kenjutsu. . .walau beda kelas “

Tiba-tiba, Tazuya kehilangan fokusnya saat ia merasakan sesuatu yang ganjal disekitar kota tersebut. Ia secara sekilas melihat Rigel yang sedang berbicara dengan Swift Polly dan Oxtoroo, beserta mobil yang dikendarai oleh komplotannya Hassan. Disaat itu, Inuya mengambil kesempatan untuk mengalahkan Tazuya, tetapi bisa ditangkis Tazuya dengan cepat saat ia kembali fokus dalam sparring mereka

“ Ada apa, Tazuya ?! Kenapa tiba-tiba-“

“ HAAAAH ! “ Tazuya menendang Inuya dengan kuat yang membuat mereka menghentikan sparringnya saat Tazuya tiba-tiba duduk dan terdiam

“ Sudah selesai ?! “ Tanya Alessander

“ Tazuya memang kereeeeeeeeeen, bisa mengalahkan Inuyari-san dalam sekali dorongan~ “ Puji Kiko

“ Hellooow~ Aku juga kenal Inuyari-kun saat lomba senam indah dizaman SMP dan aku juga pernah mengalahkannya~ “ Kata Hikari kepada mereka

“ Hikari, tidak ada yang nanya kamu soal itu “ Celetuk Elma

“ Tazuya ?! Tazuya. . . owww. . . sialan kamu Tazuya. Kuat banget tendangan kamu ! “ Inuya menghampirinya sambil mengeluhkan tendangan Tazuya yang cukup kuat

“ Hei. . . Tazuya tidak apa-apa kan ?! “ Tanya Jubei yang juga ikut menghampirinya

“ Uh. . . iya. . . aku tidak apa-apa “ Jawab Tazuya saat ia kembali sadar

“ Kamu tiba-tiba kehilangan kesadaranmu, lagi ?! “ Inuya bertanya kepada Tazuya

“ Aku. . . entahlah. . . disaat aku ingin menyerangmu. . . tiba-tiba pikiranku menjadi kosong untuk sesaat dan. . . aku melihat sesuatu “ Kata Tazuya yang masih bingung apa yang baru saja ia alami

“ Mungkin kamu kurang tidur karena bergadang dengan Namidashi-kun ? “ Kata Ryuga

“ Dan aku tidak percaya dengan tubuh kecilmu ini, kamu ternyata adalah petarung yang tangguh “ Kata guru olahraga mereka yang bernama Victor Morgana dibelakang siswa 1-LA-A lainnya yang sontak membuat mereka semua kaget bukan main

“ PAK VICTOR ?! “

“ Nak Hideyuki. Apa kamu tidak apa-apa ?! “ Kata Pak Victor yang          langsung menghampiri Tazuya

“  Mungkin ?! “ Jawab Tazuya dengan singkat

“ Jika kamu kurang enak badan, akan kuantarkan kamu ke UKS. Jadi kamu bisa istirahat disana “ Pak Victor langsung menawarkannya untuk diantarkan ke UKS

“ Tidak terima kasih, pak. . . Victor. Aku bisa menjamin kesehatanku “

“ Baiklah jika kamu bicara begitu. Hei Hei ! Kalian dibelakang ngapain bengong dibelakang ?! Cepat atur barisan kalian ! “ Setelah mengecek keadaan Tazuya, Pak Victor dengan tegas menyuruh siswa lain untuk mengatur barisan mereka.

Victor Morgana adalah guru olahraga kelas 1 di SMA Internasional Shinjitsu. Ia dikenal sebagai guru yang paling

tangguh dan sangat kuat. Ia juga selalu bertindak sebagai “polisi sekolah” mereka karena ia selalu menegur bebeara siswa yang dianggap tidak rapi, membolos dan melanggar beberapa peraturan sekolah lainnya. Walau ditakuti banyak siswa karena sifat kerasnya serta memiliki ekspresi yang sangat intimidatif, Pak Victor adalah orang yang pengertian dan peduli dengan yang lain. Ia juga bisa takjub kepada siswa yang memiliki keahlian yang hebat, terutama saat ia tidak sengaja melihat Tazuya dan Inuya melakukan sparring. Ia juga dirumorkan sebagai mantan pensiunan tentara yang paling tangguh, yang membuat kenapa ia sangat di hormati dan juga ditakuti oleh siswanya.

“ Selamat siang, anak-anak kelas 1-LA-A ! “

“ Selamat siang, Pak Victor ! “

“ Hari ini, aku akan mengajak kalian untuk ke stadion olahraga Shinjitsu untuk menemui sahabatku yang merupakan atlet dari sepak bola yang kebetulan sedang latihan disana. Aku ingin kalian semua belajar dari pengalamannya untuk memotivasi kalian dalam belajar olahraga atau mengembangkan kemampuan kalian dibidang olahrga “ Pak Victor menjelaskan tur mereka untuk bertemu dengan sahabat lamanya di stadion Olahraga Shinjitsu

“ Baiklah. Sekarang bersiaplah dan nanti kalian harus segera pergi ke gerbang depan sekolah. Aku akan memanggil sopir sekolah kita untuk menjalankan bus kita !“

“ Baik, Pak Victor ! “

“ Assiiiiiikkkkk~ Kita bisa bertemu dengan pemain sepak bola terkenal di Asia ! “ Kata Kiko dengan penuh semangat saat mereka kembali kekelas mereka untuk mengambil tas mereka

“ Tazuya ? Kau mau ikut ? “ Tanya Inuya

“ Tentu. Aku sudah baikkan. Tenang saja~ Ayo buruan kekelas dan ambil tas kita “Kata Tazuya sambil mendorong Inuya dengan ceria

Kembali di hotel, Rigel masih berada di kamar hotel milik Swift Polly dan Oxtoroo. Saat Rigel bertanya tujuan

mereka, Swift Polly dengan tegas tidak akan menjawab pertanyaannya. Mengetahui apapun yang ia tanyakan soal tujuan mereka tidak akan mereka jawab, Rigel akhirnya menceritakan tentang dirinya sebagai mantan El-Fighter.

“Huff. . . sepertinya percuma saja jika aku mengulangi semua pertanyaanku. Baiklah. . . lebih baik akan kuceritakan tentang diriku, dan aku yakin kalian akan mau mencurahkan hati kalian disini “ Kata Rigel

“ Bagus. Anda sudah berani memasuki kamar kami, bertanya hal-hal yang aneh dan sekarang kamu malah mau berdongeng tentang kehidupanmu ! “ Gerutu Oxtoroo

“ Jika kau tidak mau keluar dari kamar ini, akan kulaporkan kau ke petugas hotel ! “ Ancam Swift Polly

“ Hei. Aku ini mantan Delta dari El-Fighter. Ini sudah tanggung jawabku untuk menanyakan tujuan kalian datang kemari “

“ El-Fighter ?! “

“ Ya. Fighter yang diutuskan untuk menjaga keseimbangan planet dari segala ancaman dan juga mengubah masa depan umat ini “ Jawab Rigel

“ Penampilanmu. . . tidak menunjukan bahwa kau adalah penduduk planet ini “ Kata Oxtoroo dengan nada keraguan

“ Jangan-jangan. . . kamu ini . . . apa kau adalah tentara super dari Galaksi Prism?! “ Kata Swift Polly dengan nada lantang sambil menodongkan pistol kearah Rigel

“ Mustahil! “

" Aku dengar raja dari Galaksi tersebut mengutus beberapa tentara super mereka untuk memusnahkan sebuah planet dengan kekuatan rahasia mereka. Apa itu benar ?! “ Tanya Swift Polly

“ Polly-chan, jika kamu tahu seperti apa orang ini. . . apa itu ide yang bagus untuk mengalahkannya seorang diri ?” Tanya Oxtoroo dengan penuh kecemasan

“Tentu saja. Aku hanya ingin memastikan bahwa saat kita pulang nanti, kita akan membawakan sebuah oleh-oleh yang berharga dari planet ini ! “

Disisi lain kota Shinjitsu, Hassan, Chuckles dan Rocco sedang mempersiapkan misi mereka untuk membobol suatu museum yang tidak jauh dari stadion olahraga Shinjitsu. Mereka sengaja melakukannya disiang hari untuk menarik perhatian Rigel dan calon El-Fighter lainnya.

“ Apa ini bukan ide yang gila untuk melakukannya disiang hari ?” Tanya Rocco

“ Bukan’kah kalian pernah melakukannya disiang hari juga kemarin ?” Hassan balik

bertanya kepadanya

“Yaaaa. . . tapi itu saat jam istirahat orang bekerja. Hehehe. . . bukan saat orang lagi benar-benar sibuk ! “ Jelas Chuckles

“ Mana si cewek itu ?! Dia yang memberitahu kita soal si El-Fighter itu, tapi dia malah lari begitu saja dari panggilan boss “ Rocco bertanya

“ Sudah ! Lebih baik ikuti saja apa yang dikatakan oleh boss “ Kata Hassan sambil memperhatikan sekitar untuk mencari hewan yang akan ia gabungkan untuk Biofuse-linknya

“ Kalian sudah tahu apa yang ingin kita ambil ? “ Tanya Hassan

“ Tentu. Kita akan mengambil sebuah dokumen kuno tentang peradaban yang hilang 5000 tahun yang lalu yang baru saja diberikan kepada Hugo Mangetsu. Rocco menjelaskannya kepada mereka berdua

“ Kita harus melakukan ini sebelum acara jumpa persnya yang akan dilakukan jam 2 siang nanti. Sekaligus. . . kita akan menghentikan langkah si Delta untuk mencari penerusnya! Sekarang, masuklah ke museum dan tetap bersikap normal agar tidak ketahuan !“ Kata Hassan

Rocco dan Chuckles masuk kedalam museum. Disana, mereka memperhatikan sang kolektor museum tersebut menceritakan kepada salah satu wartawan koran online tentang dokumen kuno yang diantarkan oleh Hugo Mangetsu kepadanya. Saat wawancara, Chuckles dan Rocco mendengarkannya dengan berpura-pura menjadi salah satu pengunjung yang memperhatikan wawancara mereka.

“ Pak Fujimoto, apa anda sudah mengetahui tentang dokumen kuno tersebut ? “ Tanya salah satu wartawan tersebut

“ Dokumennya baru saja tiba pagi ini. Jadi aku belum sempat melihat sepenuhnya tentang dokumen tersebut. Aku hanya baru melihatnya sekilas. Yang kulihat dari dokumen tersebut itu adalah dokumen yang berisi tentang sebuah konflik besar yang melanda salah satu kelompok masyarakat kuno yang sudah lama hilang 5000 tahun yang lalu“ Jelasnya

“ Apa anda sudah tahu kelompok masyarakat yang dimaksudkan dalam dokumen tersebut ? “

“ Sayangnya belum. Tapi akan kuusahakan bisa membacanya dengan cepat dan bisa berdiskusi kepada Master Mangetsu tentang temuannya “

Rocco dan Chuckles mundur, dan kemudian pergi ketempat lain. Mereka memberi aba-aba kepada Hassan yang

menunggu mereka dari dalam mobil mereka melalui pesan teks. Ia melihat situasi jalan sekitar sedang sepi dan tidak ada orang yang melintas. Saat ia melihat situasinya pas untuk melakukan rencana mereka, Hassan turun dari mobil dan memulai mengaktifkan Biofuse-linknya.

“ Kecoak ?! Huh. . . apa boleh buat. Baiklah. . . .Mari kita mulai operasinya “

Hassan berubah menjadi monster kecoak, yang sontak membuat penggunjung museum kaget dengan kedatangannya. Monster kecoak tersebut memasuki museum, yang membuat petugas museum tersebut berusaha untuk menghentikannya.

“ TEMBAK !  “ kelima petugas keamanan

menembak kearah Hassan, tetapi tembakan mereka tidak membuahkan hasil

“ Ini tidak bekerja ! “

“ Sistem keamanan di museum ini harusnya bisa menyerang monster ini secara otomatis ! Tapi kenapa ini tidak bekerja ?! “

“ Sepertinya. . . .ada yang meretas sistem keamanannya “ kata salah satu petugas

Rocco dan Chuckles terlihat berhasil melumpuhkan petugas yang sedang berjaga di ruang keamanan tersebut, dan meretas semua sistem keamanan yang ada di museum tersebut. Melihat sistem keamanan musemunya tidak bekerja, Pak Fujimoto yang bersembunyi dibalik salah satu prasasti mengontak pihak militer Neo-Asia dan kepolisian setempat untuk menyelematkan mereka, dan berusaha untuk pergi keruang keamanan untuk memerikas kejanggalan yang ada disana, tapi dihentikan oleh salah satu wartawan karena situasinya sangat berbahaya.

“ Jangan Pak Fujimoto ! Jika anda bertindak sendirian, nanti anda bisa celaka ! “

“ Benar pak. Kita hanya bisa berharap bantuan pihak militer dan Fighter untuk

menghentikan serangan ini ! “

Di saat yang bersamaan saat kejadian tersebut, Oxtoroo memperhatikan beberapa polisi sedang pergi ketempat kejadian perkara. Tidak lama, smartphone milik Rigel berbunyi tentang pemberitahuan situasi terkini di kota Shinjitsu.

“ Polly-chan, lihat ?! “

“ Kenapa . . . ada apa diluar sana “ Swift Polly bertanya-tanya saat memperhatikan situasi dibalik jendela

“ Ini. . . tidak mungkin ! “ Ucap Rigel saat ia memperhatikan pemberitahuan yang ada di smartphonennya tentang apa yang baru saja terjadi.

“ Jadi kau sudah tahu apa yang terjadi, orang aneh. Jika kau merasa ini tugasmu untuk menyelamatkan mereka. . . pergilah ! “ kata Oxtoroo

“ Ya. Mereka orang-orangmu, bukan orang-orang kami. Jadi pergilah sendiri dan jangan harapkan bantuan dari kami ! “

Rigel kebingungan. Ia terdiam, melihat kearah Swift Polly dan Oxtoroo, serta berita yang ada dismartphonenya.

Karena ia melihat berita tersebut kalau ada penyerangan tersebut berada dimuseum yang disebabkan oleh komplotannya Hassan yang diperintahkan si Ramone, Rigel mau tidak mau meninggalkan mereka berdua dan memutuskan untuk menghentikan Hassan,

“ Cih ! “ Rigel dengan kesal bergegas untuk pergi ketempat kejadian perkara

Rigel berlari keluar dari Hotel dan menghubungi Dullart, yang sedang menjaga base dirumahnya. Dullart bertanya soal Swift Polly dan Oxtoroo. Karena situasi sedang dalam darurat, Rigel mengatakan kepada Dullart

untuk selalu tetap didalam rumahnya dan cukup mengirimkan senjata yang ia maksud kepadanya

“ Dullart ! “

“ Rigel ! Bagaimana soal- “

“ Kita tidak punya waktu ! Kirimkan Blasterate dan Anthemusa melalui teleportation pod yang ada disebelahmu, sekarang ! “ Perintah Rigel yang bergegas keluar dari hotel dengan menggunakan lift

“ Bagaimana dengan Tazuya dan teman-temannya ? Juga orang yang kamu temui itu. . . apakah mereka benar-benar orang dari galaksi Theta“ Tanya Dullart sambil mencari Blasterate dan Anthemusa

Rigel terdiam sesaat. Saat ia teringat akan pesannya kepada mereka dan melihat ada beberapa kelompok kepolisian dan militer datang menuju ke museum tersebut, ia memutuskan untuk tidak menghubungkan mereka untuk sementara waktu

“ Aku akan mengatasinya sendiri ! “

“ Kau yakin tidak perlu bantuan aku ? “  Tanya Dullart

“ Atasan dari Kaisar Zozo masih berkeliaran disini. . . jadi tetaplah disana demi keamananmu ! Terlebih. . . mereka belum menjadi ancaman serius di kota ini. Komplotan yang menyerang kita kemarin kembali berulah dimuseum yang lokasinya tidak jauh dari Stadion Olahraga Shinjitsu ! ” Jelas Rigel

Disaat Rigel berhasil keluar dari hotel, Tazuya beserta Pak Victor dan siswa kelas 1-LA-A baru saja keluar dari gedung SMA. Mereka siap untuk pergi ke Stadion Olahraga Shinjitsu.

*****

Terpopuler

Comments

El_Tien

El_Tien

❤️👍❤️👍❤️👍💕👍

2022-04-18

0

𝕹𝖚𝖗𝖚𝖘𝖞𝖘𝖞𝖎𝖋𝖆

𝕹𝖚𝖗𝖚𝖘𝖞𝖘𝖞𝖎𝖋𝖆

Keren dah...

#PA

2021-12-20

1

mikakayy_

mikakayy_

rencana yang bagus

#penaautoon

2021-12-15

1

lihat semua
Episodes
1 Prologue : Memasuki 2100
2 Hari Pertama
3 Pertarungan
4 Sebuah Kabar Besar
5 Pendekatan
6 Pembalasan Atraco
7 Adaptasi I : Permainan Dimulai
8 Adaptasi II : Selidik
9 Masalah Besar
10 Hentikan Mereka
11 Seperti Waktu Itu
12 Menemukan Sesuatu Yang Sulit Dipercaya
13 Sabotase
14 Serang Mereka I : EPSILON
15 Serang Mereka II : DELTA
16 Serang Mereka III : GAMMA
17 Peran Kita
18 Apa Yang Terjadi Di Dermaga Shinjitsu ?
19 Pelatihan I : Guru vs Murid
20 Pelatihan II : Semangat
21 Bersekongkol Dengan Para Manusia
22 V-FIGHTER
23 Fighter Possession I : Bangkit
24 Fighter Possession II : Tantangan
25 Hasil
26 Sisi Lain
27 Atraco vs Theta
28 Suatu Saat Mereka Akan Tahu
29 Manusia Sialan Yang Kutemui
30 Operasi Pencarian Dilanjutkan
31 Invasi Thetoid I : Superbia-07
32 Invasi Thetoid II : Gagalkan Rencana Mereka !
33 Invasi Thetoid III : Tumbukan
34 Invasi Thetoid IV : Astraser
35 Harapan Baru
36 Malam Setelah Penyerangan
37 Petaka
38 Tak Terduga
39 Jangan Bercanda !
40 Hukuman
41 Keingintahuan
42 Latihan Dilanjutkan
43 Mencari Batasan dan Potensi
44 Our Real Enemy
45 When People Can’t Accept Something
46 Mereka Datang !
47 Keluarga
48 Descendant Of The Untouchable Huntress
49 Kita Tidak Sama !
50 A Light from Inner Spirit
51 (VISUAL Part 1) Main Character
52 (Kepo Session) Part.1
53 51. Kelemahan
54 52. Operasi Pencarian di Festival
55 53. Masalah Ganda I
56 54. Masalah Ganda II
57 55. Masalah Ganda III
58 56. Not Worth To Kill
59 57. Bond Between Sister I
60 58. Bond Between Sister II
61 59. Ajakan dari Karin
62 60. True Feeling
63 61. Can’t Have Same Feeling With You
64 62. Salah Perhitungan I
65 63. Salah Perhitungan II
66 64. Salah Perhitungan III
67 65. Salah Perhitungan IV
68 66. Kecerobohan
69 66. Kecerobohan
70 67. Aksi Bodohmu
71 68. Overthinking
72 69. Cara Lain I
73 70. Cara Lain II
74 71. Gedung markas MIRA
75 72. Cara Damai Akhirnya Gagal
76 73. V-FIGHTER vs Elite Soldier I
77 74. V-FIGHTER vs Elite Soldier II
78 75. V-FIGHTER vs Elite Soldier III
79 76. Ku Hargai Keputusanmu
80 77. Wondering
81 78. Something You Hide
82 79. No Right To Know
83 80.Si Penakut Di Posisi Orang Hebat I
84 81.Si Penakut Di Posisi Orang Hebat II
85 82. Friendly Fight
86 83. Something Impossible Can Be Possible
87 84. Unbelievable
88 85.Mencoba Menikmati Yang Kita Benci
89 86. Hide and Seek
90 87. Playtime is OVER !
91 88. Tepat Waktu
92 89. From This, Im Decide to... I
93 90. From This, Im Decide to... II
94 91. Senja itu
95 92. Pandangmu
96 93. Menciptakan Suatu Sejarah I
97 94. Menciptakan Suatu Sejarah II
98 95. Hadapi atau Hindari I
99 96. Hadapi atau Hindari II
100 97. Hadapi atau Hindari III
101 98. Daddy Long Legs
102 99. Nekad I
103 100. Nekad II
104 (VISUAL Part 2) Karakter Thetoid
105 101. Visitors of Dormitory I
106 102. Visitors of Dormitory II
107 103. Hasil Perundingan
108 104. Golden Week (Sehari Sebelum Misi) I
109 105. Golden Week (Sehari Sebelum Misi) II
110 106. MISSION START
111 107. Be Careful
112 108. FOILED
113 109. AKIBAT TERLALU NEKAT I
114 110. AKIBAT TERLALU NEKAT II
115 111. AKIBAT TERLALU NEKAT III
116 112. AKIBAT TERLALU NEKAT IV
117 113. MEREKA SUDAH SADAR !
118 114. Belum Terlambat
119 115. Kembalilah Dalam Keadaan Selamat
120 116.(RE) ENTER
121 117. WELCOME BACK !
122 118. Pertimbangkan dan Putuskanlah
123 119. How Silly !
124 120. TREMBLE I
125 121. TREMBLE II
126 122. Hesitate Can Kill You
127 123. A Man With Bold Action I
128 124. A Man With Bold Action II
129 125. Jangan Lari ! Hadapi Aku !
130 126. Countdown To Second Invasion I
131 127. Countdown To Second Invasion II
132 128. Countdown To Second Invasion III
133 129. The Promise I
134 130. The Promise II
135 131. Ayo ! Kita Harus Menuntaskannya !
136 132. No Time To Waste (Just Do it !)
137 133. No Time To Waste (Or Let me kill you first)
138 134. No Time To Waste (Think About Quick Action now ! )
139 135. Sting And Swarm I
140 136. Sting And Swarm II
141 137. Sting And Swarm III
142 138. Sting And Swarm IV (Queen Bee)
143 139. Sting And Swarm V
144 140. I' am strong
145 141. (No) Honor Among Soldier I
146 142. (No) Honor Among Soldier II
147 143. Worthiness
148 144. Yes ! We Are Still Worthy
149 145. Fallen
150 146. Kesempatan Terakhir
151 147. Retake The Sword And Mantel
152 148. What A Tough Day
153 149. A Peaceful and Silent Night
154 150. [THE END] Keep Moving Toward The Bright Side
155 [EPILOGUE] And The World Know Us
156 [BIG NEWS]
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Prologue : Memasuki 2100
2
Hari Pertama
3
Pertarungan
4
Sebuah Kabar Besar
5
Pendekatan
6
Pembalasan Atraco
7
Adaptasi I : Permainan Dimulai
8
Adaptasi II : Selidik
9
Masalah Besar
10
Hentikan Mereka
11
Seperti Waktu Itu
12
Menemukan Sesuatu Yang Sulit Dipercaya
13
Sabotase
14
Serang Mereka I : EPSILON
15
Serang Mereka II : DELTA
16
Serang Mereka III : GAMMA
17
Peran Kita
18
Apa Yang Terjadi Di Dermaga Shinjitsu ?
19
Pelatihan I : Guru vs Murid
20
Pelatihan II : Semangat
21
Bersekongkol Dengan Para Manusia
22
V-FIGHTER
23
Fighter Possession I : Bangkit
24
Fighter Possession II : Tantangan
25
Hasil
26
Sisi Lain
27
Atraco vs Theta
28
Suatu Saat Mereka Akan Tahu
29
Manusia Sialan Yang Kutemui
30
Operasi Pencarian Dilanjutkan
31
Invasi Thetoid I : Superbia-07
32
Invasi Thetoid II : Gagalkan Rencana Mereka !
33
Invasi Thetoid III : Tumbukan
34
Invasi Thetoid IV : Astraser
35
Harapan Baru
36
Malam Setelah Penyerangan
37
Petaka
38
Tak Terduga
39
Jangan Bercanda !
40
Hukuman
41
Keingintahuan
42
Latihan Dilanjutkan
43
Mencari Batasan dan Potensi
44
Our Real Enemy
45
When People Can’t Accept Something
46
Mereka Datang !
47
Keluarga
48
Descendant Of The Untouchable Huntress
49
Kita Tidak Sama !
50
A Light from Inner Spirit
51
(VISUAL Part 1) Main Character
52
(Kepo Session) Part.1
53
51. Kelemahan
54
52. Operasi Pencarian di Festival
55
53. Masalah Ganda I
56
54. Masalah Ganda II
57
55. Masalah Ganda III
58
56. Not Worth To Kill
59
57. Bond Between Sister I
60
58. Bond Between Sister II
61
59. Ajakan dari Karin
62
60. True Feeling
63
61. Can’t Have Same Feeling With You
64
62. Salah Perhitungan I
65
63. Salah Perhitungan II
66
64. Salah Perhitungan III
67
65. Salah Perhitungan IV
68
66. Kecerobohan
69
66. Kecerobohan
70
67. Aksi Bodohmu
71
68. Overthinking
72
69. Cara Lain I
73
70. Cara Lain II
74
71. Gedung markas MIRA
75
72. Cara Damai Akhirnya Gagal
76
73. V-FIGHTER vs Elite Soldier I
77
74. V-FIGHTER vs Elite Soldier II
78
75. V-FIGHTER vs Elite Soldier III
79
76. Ku Hargai Keputusanmu
80
77. Wondering
81
78. Something You Hide
82
79. No Right To Know
83
80.Si Penakut Di Posisi Orang Hebat I
84
81.Si Penakut Di Posisi Orang Hebat II
85
82. Friendly Fight
86
83. Something Impossible Can Be Possible
87
84. Unbelievable
88
85.Mencoba Menikmati Yang Kita Benci
89
86. Hide and Seek
90
87. Playtime is OVER !
91
88. Tepat Waktu
92
89. From This, Im Decide to... I
93
90. From This, Im Decide to... II
94
91. Senja itu
95
92. Pandangmu
96
93. Menciptakan Suatu Sejarah I
97
94. Menciptakan Suatu Sejarah II
98
95. Hadapi atau Hindari I
99
96. Hadapi atau Hindari II
100
97. Hadapi atau Hindari III
101
98. Daddy Long Legs
102
99. Nekad I
103
100. Nekad II
104
(VISUAL Part 2) Karakter Thetoid
105
101. Visitors of Dormitory I
106
102. Visitors of Dormitory II
107
103. Hasil Perundingan
108
104. Golden Week (Sehari Sebelum Misi) I
109
105. Golden Week (Sehari Sebelum Misi) II
110
106. MISSION START
111
107. Be Careful
112
108. FOILED
113
109. AKIBAT TERLALU NEKAT I
114
110. AKIBAT TERLALU NEKAT II
115
111. AKIBAT TERLALU NEKAT III
116
112. AKIBAT TERLALU NEKAT IV
117
113. MEREKA SUDAH SADAR !
118
114. Belum Terlambat
119
115. Kembalilah Dalam Keadaan Selamat
120
116.(RE) ENTER
121
117. WELCOME BACK !
122
118. Pertimbangkan dan Putuskanlah
123
119. How Silly !
124
120. TREMBLE I
125
121. TREMBLE II
126
122. Hesitate Can Kill You
127
123. A Man With Bold Action I
128
124. A Man With Bold Action II
129
125. Jangan Lari ! Hadapi Aku !
130
126. Countdown To Second Invasion I
131
127. Countdown To Second Invasion II
132
128. Countdown To Second Invasion III
133
129. The Promise I
134
130. The Promise II
135
131. Ayo ! Kita Harus Menuntaskannya !
136
132. No Time To Waste (Just Do it !)
137
133. No Time To Waste (Or Let me kill you first)
138
134. No Time To Waste (Think About Quick Action now ! )
139
135. Sting And Swarm I
140
136. Sting And Swarm II
141
137. Sting And Swarm III
142
138. Sting And Swarm IV (Queen Bee)
143
139. Sting And Swarm V
144
140. I' am strong
145
141. (No) Honor Among Soldier I
146
142. (No) Honor Among Soldier II
147
143. Worthiness
148
144. Yes ! We Are Still Worthy
149
145. Fallen
150
146. Kesempatan Terakhir
151
147. Retake The Sword And Mantel
152
148. What A Tough Day
153
149. A Peaceful and Silent Night
154
150. [THE END] Keep Moving Toward The Bright Side
155
[EPILOGUE] And The World Know Us
156
[BIG NEWS]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!