Saat memperhatikan semua B.R.O berhasil dikalahkan dengan mudah oleh Tazuya dan yang lain, Swift Polly menjadi kecewa dengan kinerja robot yang dirancang untuk bisa bertarung dengan baik. Walau demikian, ia cukup bangga dengan hasil yang ia dapatkan dari keempat robot tersebut
“ Haaaaah “
“ Bagaimana ?! “ Tanya Argus
“ Bagus ! Walau mereka sudah dikalahkan, tapi semuanya sesuai dengan rencana, Jenderal ! “
“ Kalau dilihat dari mereka bertarung, kelihatannya mereka benar-benar sebuah ancaman untuk kita. Prisman itu benar-benar melatih mereka dengan sangat baik ! “ Tambah Oxtoroo
“ Sudah pasti. Terlebih. . .mereka adalah Fighter ! “ Kata Argus
Argus kemudian melirik kearah EVA-Q8, dan memerintahkannya untuk kembali kekota Shinjitsu dan melanjutkan misinya untuk mencari Dullart dan memantau apa yang ada dikota tersebut
“ EVA-Q8, kembalilah kekota itu. Lanjutkan misimu dan menyamarlah sebagai manusia ! Pantau kembali anak-anak itu dan juga cari Tuan Muda sampai ketemu“ Perintah Argus
“ Baik, Jenderal ! “ Kata EVA-Q8 langsung menerima misinya dan pergi meninggalkan mereka
“ Aku akan kembali kekapal induk “
“ Eh ? Ada apa ? “ Tanya Oxtoroo
“ Pangeran Morsdantaque sebentar lagi akan kembali kekapal “
Mendengar jawabannya Argus, Swift Polly dan Oxtoroo menjadi kaget. Mereka berpikir bahwa Morsdantaque sudah mendengar semua misi mereka dan berniat akan menghancurkan manusia di Bumi. Argus meminta mereka untuk tetap didalam pesawat selagi Morsdantaque belum mengetahui perkembangan misinya
“ Pangeran. . . “
“ Akan kembali ?! “
“ Jenderal ! Apa kami harus kembali juga kesana ?! “ Tanya Oxtoroo
“ Tidak usah. Tetaplah disini ! Lagipula kelihatannya dia belum tahu apa-apa soal misi ini. Aku akan kembali
untuk membuat ia tidak langsung bertanya tentang apa yang kalian lakukan. Aku pergi dulu ! “
Dikapal induk Thetoid, Argus sudah sampai disana melalui portal dimensi. Ia kemudian bertanya kepada salah satu kadetnya tentang Morsdantaque. Anak buahnya berkata bahwa sang pangeran bersama para kaki tangannya akan segera tiba beberapa menit lagi.
“ Ah, Jenderal ! Senang bisa melihat anda kembali “ Sambut sang kadet
“ Aku dengar Pangeran Morsdantaque akan kembali kekapal. Apa itu benar? ”
“ Ya, Jenderal ! Pangeran dan rombongannya akan datang beberapa saat lagi ”
“ Bagus. Aku akan segera kehanggar ! Ikut aku ! Kita harus berada di posisi! ”
“ Baik, Jenderal ! “
Dihanggar, terlihat pesawat milik rombongan Morsdantaque telah tiba. Argus dan para kadetnya sudah ada diposisi. Saat turun, ia terlihat bersama dengan anak buahnya yang bernama Enegarteez, Rough Polly, Galaztis dan Meteoralez
“ Senang bisa bertemu dengan, Pangeran Morsdantaque. Bagaimana dengan perjalanan anda ? “ Sambut Argus sambil memberikan hormat kepadanya
“ Ya. Aku cukup menikmatinya. Planet Gaa-Naz benar-benar dihuni oleh orang-orang yang keras kepala. Tapi untungnya, aku dan para prajurit bisa mengalahkan mereka dan membuat mereka bertekuk lutut “ Jelas Morsdantaque
“ Itu sangat hebat ! “
“ Mana ayah ? Aku ingin memberikan laporan ini kepada beliau ! “
“ Beliau terakhir berada diruang pemantau. Silahkan ikut aku ! “
Rough Polly kemudian melihat disekitarnya, ia sadar bahwa adiknya, Swift Polly sedang tidak ada bersama Argus.
“ Mana Swift ? “
“ Um. Dia sedang menjalankan misi khusus dari Kaisar. Hanya misi pemantauan disalah satu koloni kita “ Jelas Argus
“ Haaah. . . Aku tidak menyangka Kaisar mengutus dia untuk menjalankan misi pemantauan dan meninggalkan banyak pekerjaan rumah diruangannya. Merepotkan ! Sungguh merepotkan ! “ Gerutu Rough Polly yang langsung pergi keruangan milik Swift Polly
“ Ayo, Pangeran ! “ Ajak Argus
Argus menghubungi Zozo yang sedang mempelajari tentang Planet Bumi. Saat Argus menghubunginya dan mengatakan bahwa Morsdantaque ingin menemuinya, ia langsung menutup semua layar tentang Bumi dan mengizinkan Argus untuk mengajak putranya untuk menemuinya
“ Kaisar. Pangeran Morsdantaque sudah kembali ! Ia ingin menemui anda “ Kata Argus dari layar monitor ruang pemantau
“ Ho. Dia sudah kembali ? Baiklah ! Suruh ia masuk ! “
“ Dimengerti ! “
Kembali di kota Shinjitsu, terlihat Rocco Maarten baru saja menjemput Ramone dari tempat kerjanya untuk kembali ke tempat persembunyiannya. Tempat persembunyian Ramone agak jauh dari kota Shinjitsu, dan tempat itu berupa rumah besar yang cukup megah.
“ Selamat datang kembali, Boss ! “ Sambut Hassan
“ Errr. . .Boss. . .apa anda sudah lihat berita barusan tentang serangan robot misterius dikota dan sekolahan itu ? “ Tanya Chuckles
“ Ya ! Lagipula Aku juga mendapatkan berita yang sangat mengejutkan dari Zi ! “
“ Eeeeh. . .apa itu, Boss ?! Ehehe “
“ Apa kau tidak baca pesan dari Zi ?! Dasar bodoh ! Ia memberitahu kepada kita tentang siapa yang melawan robot tersebut. Mereka ialah si bocah bernama Tazuya Hideyuki Iga dan Inuyari Namidashi. Mereka dibantu dengan ketiga teman-temannya dan juga bersama dengan sang mantan Delta ! “ Jelas Ramone dengan nada agak kesal kepada Chuckles
“ Jadi. . . calon El-Fighter selanjutnya adalah anak sekolahan ? Hmph. . . kelihatannya menarik “ Kata Rocco dengan nada remeh
“ Lalu. . . soal robot itu . . . apa anda tahu darimana asal mereka ? “ Tanya Hassan
“ Kalau menurut perkiraanku, kemungkinan besar mereka ada hubungannya dengan alien dari pesawat asing itu “ Kata Ramone
“ Jadi sekarang. . . apa yang harus kita lakukan ? “ Tanya Rocco
“ Aku akan mencari info tentang keberadaan robot tersebut. Soal anak-anak itu adalah urusan yang mudah ! “ Kata Ramone sambil memasuki ruang kerjanya dan meninggalkan mereka bertiga didepan pintu ruang kerja tersebut
“ Kalian tahu ? Aku memiliki perasaan bahwa Boss berencana untuk kerjasama dengan si Alien pemilik robot tersebut. Apa menurut kalian itu ide yang gila ? “ Tanya Chuckles
“ Dia pernah bersatu dengan Wendigo 15 tahun yang lalu. Jadi tidak usah berlagak heran jika Boss benar-benar ingin bekerja sama dengan mereka. Jika ia berhasil ” Kata Hassan
Sementara itu dirumah Rigel, Tazuya perlahan membuka matanya saat kesadarannya kembali turun pasca merasakan kontak spiritual milik Inuya, Ryuga dan Ataru. Ia mendengar suara disampingnya, ternyata itu adalah suara dari keempat teman-temannya, yang ternyata Inuya, Ryuga dan Ataru baru saja sampai kerumahnya Rigel. Sambil mengobati luka yang dialami Ryuga, Rigel menjelaskan tentang robot tersebut. Saat Tazuya terbangun dan mulai mengenal suara tersebut, ia langsung menghampiri mereka
“ Menurut info yang diberikan oleh Dullart, robot yang kalian hadapi itu ialah robot milik para Thetoid. Umm. . . jika kalian ingat berita tentang pesawat jatuh yang didekat kota ini, itu adalah pesawat milik mereka “ Jelas Rigel
“ Robot B.R.O adalah robot petarung yang selalu diandalkan militer Thetoid. Aku yakin Swift Polly atau tidak
Jenderal Argus mengirim mereka untuk mengetes seberapa besar tingkat kekuatan kalian “ Dullart menambahkan
“ Mengetes kekuatan ? Tapi yang mereka lakukan ialah berusaha mau membunuh kami ! “ Gerutu Inuya
“ Itu benar “ Jawab Ryuga dengan singkat
“ Apakah robot-robot setipe mereka masih berkeliaran dikota ini ? “ Tanya Ataru
“ Kalau untuk hasil pantauan aku dan Dullart-san sepertinya tidak ada “ Jawab DECA-I
“ Eeeeh. . . Jadi robotnya Tazuya ini bisa tahu segalanya juga yaaa “ Tanya Jubei
“ Hehe. . .ya. . . itu karena dia adalah ciptaan dari salah satu temanku “ Jawab Rigel
“ KALIAN ! “ Teriak Tazuya dengan nada kaget saat mendatangi mereka
“ Eh ?! “
Tazuya, dalam keadaan kebingungan, melihat kearah Ryuga. Ternyata Tazuya masih kepikiran soal pernyataan Ryuga tentang Spezialist. Ini membuat kelima remaja tersebut terlibat argumen tentang pernyataan tersebut
“ Kau ! Hei ! Kasih tahu kepada kami soal Spezialist ! Apa benar kau sebenarnya berencana untuk memusuhi kami ?! “ Tanya Tazuya sambil menunjukan tangannya ke Ryuga
“ Tazuya ! Kamu bicara apa ? “ Tanya Jubei yang kebingungan
“ Aaah. . . Ryuga ! Ceritakan kepada kami soal Spezialist yang katanya ditakdirkan untuk menjadi musuh El-Fighter!
Aku yakin dibalik semua pertemanan kita, kau pasti punya maksud lain dibalik semua ini ‘kan ?! “ Kata Tazuya
“ Ryuga-san. . . musuh kita ?! Jangan bercanda, Tazuya-kun ! “ Kata Ataru sambil berusaha menenangkan Tazuya
Ryuga yang awalnya terdiam kemudian beranjak dari ranjang dan kemudian memegang kerah bajunya Tazuya karena muak akan dituduh sebagai penusuk dalam pertemanan mereka. Sebelum Tazuya dan Ryuga benar-benar akan berkelahi, Inuya dan Rigel melerai mereka berdua , serta mengajak mereka untuk keruang pemantau agar semuanya bisa dibicarakan disana dengan baik-baik
“ Sudah Cukup ! Aku lelah dituduh sebagai penusuk hanya karena aku seorang Spezialist ! “ Kata Ryuga dengan nada tingginya sambil memegang kerah baju Tazuya
“ Apa ?! Kenapa tiba-tiba marah jika kau tahu itu sudah takdir ?! “ Tanya Tazuya dengan ekspresi amarahnya kepada Ryuga
“ Jadi KAU berpikir aku akan melakukan itu ! “
“ Kalau kau berpikir bahwa kau bisa melawan takdir dari rasmu. . . BUKTIKAN, RYUGA MANGETSU ! “
“ Hentikan ! Jangan cari gara-gara disini ! “ Kata Inuya sambil melepaskan cengkraman mereka berdua
“ Inuya. . .aku hanya. . . “
“ Namidashi ! Apa yang dilakukan Hideyuki ini sudah. . . “
“ CUKUP ! “ Kata Rigel dengan nada tegas yang membuat mereka semua memperhatikannya
“ Baiklah ! Kelihatannya kalian semua belum siap untuk menerima peran dan takdir kalian sebagai El-Fighter ! Jika kalian ingin semuanya dibicarakan baik-baik, mari. . .ikut aku keruang pemantauan ! Kita bicarakan semuanya disana ! “
Mendengar ajakan Rigel, Tazuya dan Ryuga akhirnya berhenti berargumen. Mereka berdelapan akhirnya pergi keruang pemantau. Sambil berjalan,Tazuya terlihat masih belum sepenuhnya pulih dari epilepsinya yang membuat ia sedikit kesulitan untuk berjalan. Inuya yang melihatnya langsung membantunya untuk berjalan
“ Inuya. . .apa aku salah berkata itu didepan Ryuga ? “ Tanya Tazuya
“ Sebenarnya. . .Iya. Tapi aku bisa memahaminya, Tazuya. Kamu memang orang yang keras yang selalu mengkhawatirkan orang yang kamu peduli. Jadi. . .wajar kalau kamu bertingkah seperti ini “ Jelas Inuya
Ryuga yang tidak sengaja mendengarkan mereka tidak berkata apa-apa. Namun, ia memasang ekspresi
khawatirnya karena ia takut bahwa mereka benar-benar akan memusuhinya akan apa yag baru saja terjadi
*****
Di SMA Internasional Shinjitsu, terlihat semua siswa-siswi kelas 1-LA-A sedang berada didalam kelas sedang mencemaskan keberadaan Tazuya dan yang lain. Itu dikarenakan ada siswa senior tidak sengaja melihat mereka bertiga bertarung melawan B.R.O No.1 dan No.4 dari kejauhan.
“ Aduuuuhh. . . nomornya Mangetsu-san juga tidak diangkatnya ! “ Gerutu Vladimir dengan nada kecemasan
“ Bukan’kah dia sedang ada kesibukan di Tsuki Entertaiment ? “ Tanya Elma
“ Kamu tidak tahu ada berita bahwa mobil milik keluarga Mangetsu diserang oleh robot asing ? Kemungkinan besar
Mangetsu juga menjadi target robot besar itu karena dia melarikan diri dari mobil milinya “ Jelas Shan Lee sambil memperhatikan Smartphonenya
“ Bagaimana dengan Kurenai ? “ Tanya Rattana
“ Sama saja “ Jawab Kenneth
Vlada kemudian angkat bicara dan mengusulkan untuk mencari mereka diklinik atau rumah sakit terdekat. Namun Vladimir mengatakan bahwa Pak Raymundo Gracia sedang mencari keberadaan mereka disana dan menunggu kepastian dari guru mereka tersebut tentang keberadaan mereka
“ Bagaimana jika kita cari mereka berlima keklinik atau tidak rumah sakit dikota ini ? Mungkin saja mereka terluka dan sedang dirawat disalah satu tempat itu “ Usul Vlada
“ Ide yang bagus ! “ Jawab Dan
“ Bukan’kah Pak Gracia bilang kekita bahwa ia sedang mencari mereka keseluruh rumah sakit dan klinik dikota ini ?
Beliau juga berpesan untuk menunggu jawaban darinya. Jadi yaaa. . . kita tunggu saja kepastiannya. Lagipula ini masih jam 3 loh “ Jelas Vladimir
“ Hei hei ! Jadi kita berdiam disini saja dan tidak ngapa-ngapain, gitu ? “ Tanya Kiko
“ Ayo deeeh. . . kau tidak ingat tugas yang diberikan Ibu Xia Ping ? Kerjakan sekarang jika kau tidak mau mengerjakannya dirumah dan mau berdiskusi dengan siswa lain ! “ Kata Alessander
“ Alaaaa tugas Ibu Xia Ping tidak begitu susah loh~ “ Kata Kiko sambil melanjutkan memainkan game online di tabletnya
Saat semua siswa sedang membicarakan Tazuya dan yang lain, Haku yang duduk dibangkunya tidak berkata apa-apa dan hanya bisa memperhatikan mereka. Dan kemudian ia memperhatikan jendela, sambil berpikir kemana mereka berlima pergi
“ Mereka kemana ? “ Kata Haku dalam hati
Sementara itu di rumah milik Rigel, Tazuya dan yang lain sudah ada diruang pemantauan sambil mendengarkan semua penjelasan Rigel tentang Fighter dan El-Fighter. Saat Rigel selesai menjelaskan tentang El-Fighter, Tazuya dan yang lain kemudian terdiam karena ragu untuk menerima posisi baru mereka
“ Jadi. . . pemilihan calon El-Fighter itu bersifat acak ya ? “ Tanya Jubei
“ Ya. Calon El-Fighter dipilih karena takdir mereka. Dan itu sudah pasti ada alasan terkuat kenapa kalian bisa
terpilih. Hanya saja. . . kelihatan kalian belum tahu apa yang membuat kalian menjadi El-Fighter “ Jelas Rigel
“ Tunggu sebentar. Anda bilang sebagai sebelum kita tahu siapa calon El-Fighter sebelum kita melihat wajah mereka, kita hanya bisa mendeteksi mereka dari suara mereka. Tapi. . . kenapa kami bisa melihat satu sama lain walau kami belum tahu kalau Ryuga, Ataru dan Jubei adalah calonnya ? “ Tanya Inuya
“ Mungkin itu karena ada pengaruhnya dengan kekuatan melihat masa depanku. Aku yakin kalian masih ingat kejadian dimana aku tidak sengaja menyentuh Tazuya kemarin malam, yang membuat kita mendapat penglihatan aneh beberapa hari yang lalu” Jelas Ataru
“ Hoooh. . . jadi apa yang kulihat waktu itu bukan hanya karena aku sudah terlalu gila untuk memikirkan sesuatu ? Sudah kuduga itu pasti adalah semua darimu, Ataru” Kata Jubei sambil menunjukan tangan kearah Ataru
“ Ya, itu benar Nak Inuya. Aku lupa ingin memberitahu hal itu karena aku pikir tidak semua Fighter yang memiliki
kekuatan pengendali waktu akan mengalami hal yang sama seperti Nak Ataru “ Kata Rigel
“ Itu benar. Kami belum tahu apa alasan kenapa kami terpilih menjadi El-Fighter. Lagipula, aku pernah dengar
dari almarhum ayahku kalau kebanyakan para El-Fighter itu terpilih saat usia mereka 18 tahun “ Jelas Tazuya
“.Penciptanya DECA-I, Dennias Aditya, seorang Hacker termuda yang sangat ditakuti oleh orang lain, menjadi El-Fighter diusia 15 tahun. Usia yang sama dengan kalian berlima. Lalu temanku, Nigulas. . .ia menjadi El-Fighter diusia 45 tahun. Sepertinya pemilihan El-Fighter sudah tidak memperdulikan usia berapa harus menjadi penerus yaaa“ Tambah Rigel sambil memeluk DECA-I
“ Umm. . . kelihatannya aku yang paling tua disini yaaa~ “ Kata Ataru
“ Hah ! Iya ya “ Kata Inuya
“ Dan. . . bagaimana dengan sekolah kita ? “ Tanya Jubei
( Tiba-tiba suasana menjadi hening)
“ Eeeeehh. . .Eeeeh. . . kok kalian tiba-tiba jadi termenung seperti ini~ “ Tanya DECA-I yang kebingungan
“ Maaf. . . kami hanya. . . sedikit ragu untuk menerima posisi ini “ Kata Tazuya
Rigel memahami apa yang Tazuya maksud. Ia kemudian bercerita bahwa tidak semua calon El-Fighter dengan senang hati menerima posisi terbaru mereka. Namun perlahan, berkat latihan dan kerjasama yang mereka lalui, cepat atau lambat El-Fighter akan saling memahami akan takdir mereka satu sama lain
“ Begitu ya. Tenang. . . sebenarnya bukan hanya kalian saja kok yang ragu untuk menerima ini “ Kata Rigel
“ Yaaa. . . itu karena kami semua masih berstatus sebagai pelajar “ Kata Inuya
“ Dan dua diantara kami berasal dari ras yang sebenarnya sangat tabu untuk berhubungan baik dengan Fighter “ Ataru menambahkan
“ Aku sebenarnya bukanlah manusia atau ras yang berasal dari bumi. Pada awalnya, aku bisa berada diplanet ini
murni karena sebuah kecelakaan. Kecelakan itu membuat aku berada disini dan mempelajari apa yang ada diplanet ini. Dunia manusia ternyata tidak ada bedanya dengan planet di Galaksi Prism. . . hanya saja, ini masih lebih baik dari di Prism “ Jelas Rigel tentang asal usulnya
“ Jadi. . .tidak ada alien yang menjadi El-Fighter sebelum anda ? “ Tanya Tazuya
“ Ya. Tapi aku yakin, suatu saat ada hibrida manusia yang memiliki darah Alien akan menjadi penerusku “ Kata Rigel sambil melirik kearah Tazuya
“ Dan itu membuatku semakin tidak paham kenapa aku. . . berasal dari ras yang ditakdirkan menjadi musuh Fighter akhirnya menjadi Spezialist pertama dalam sejarah yang menjadi El-Fighter “ Kata Ryuga yang masih menundukan kepalanya
“ Ayolah Ryuga-san. Jika memang benar Spezialist dan Fighter memiliki hubungan yang sangat buruk, aku yakin ada maksud tertentu kenapa kamu ditakdirkan untuk menjadi Fighter. Mungkin saja. . .ini adalah pertanda baik “ Jelas Ataru yang mendekati Ryuga
Mendengar penjelasannya Ataru, semua orang didalam ruangan tersebut tersenyum, termasuk Tazuya yang awalnya jengkel dengan kebenaran tersebut. Ryuga berpikir sejenak, dan ia merasa bahwa apa yang dikatakan Ataru ada benarnya. Ia kemudian tersenyum dan berterima kasih kepada teman-temannya
“ Mungkin kamu benar, Kurenai-san. Terima kasih. . .karena kalian masih memberikan kesempatan kedua untukku “ Kata Ryuga
“ Yaaa. . .itu karena kamu adalah teman kami. Jika memang itu bisa diubah, mari. . . kita lakukan ! “ Kata Tazuya
“ Ya ! “
“ Itu baru namanya semangat anak muda ! “ Kata Dullart dengan penuh semangat
“ Aku suka dengan semangat kalian ! Baiklah anak-anak, mari lihat kesini “ Kata Rigel sambil membukakan komputer yang ada dibelakangnya
Rigel kemudian menunjukan rancangan battlesuit mereka. Ia mengatakan bahwa Tazuya dan Inuya sudah menduga bahwa Ryuga, Ataru dan Jubei adalah calon El-Fighter lainnya, dan karena itu ia sudah menyiapkan rancangan untuk mereka. Saat melihat rancangan tersebut, Tazuya teringat tentang Fighter Possession yang ia katakan dan meminta untuk kembali menjelaskan itu kepada mereka berlima
“ Woah ! Ini apa ?! “ Tanya Jubei
“ Battlesuit. Saat kalian dalam menerima misi, kalian akan memakai ini untuk melindungi identitas kalian sebelum kalian menjadi El-Fighter yang sesungguhnya “ Jawab Rigel
“ Kereeen. . . ini jadi seperti di film Tokusatsu dan juga komik super hero ! Oh ya Tuan Rigel. . . kalau kita
jadi El-Fighter apa kita dapat banyak penghargaan ?! “ Jubei kembali bertanya dengan penuh semangat
“ Woow Woow. . .Nak Jubei. Aku sebenarnya tidak enak mengatakannya. Tetapi yang harus kamu tahu bahwa menjadi El-Fighter itu tidak sama seperti apa yang kamu harapkan seperti tokoh-tokoh di komik atau televisi. Kami masih mendapatkan penghargaan, tapi jangan terlalu banyak mengekpetasi yang berlebihan “ Jelas Rigel
“ Ooooh. . .Oke “ Jawab Jubei dengan singkat
“ Um. . . Tuan Rigel. Anda belum sempat membahas soal Fighter Possession. Kira-kira. . . itu apa, ya ? “ Tanya Tazuya sambil teringat perkataan Rigel beberapa hari yang lalu
“ Oh, aku hampir lupa. Fighter Possession ialah sebuah senjata pertarungan andalan mereka yang biasanya itu melambangkan ciri khas para Fighter dan El-Fighter. Possession memiliki empat tahap untuk El-Fighter. Tahap 1 yaitu dinamai “tahap segel”. Lihatlah Anthemusaku ini. Saat sedang tidak bertarung, ia akan selalu berada ditahap ini. Dan saat aku ingin bertarung-“
( SRIIING)
“-Anthemusa akan berubah wujud. Inilah yang disebut tahap 2, yaitu “tahap lanjutan”. Fighter kelas-A serta para
El-Fighter yang sering berlatih Possession mereka akan bisa bisa pergi ke tahap ke-3. Tapi untuk mendapatkannya, kalian harus sering berlatih dan memahami takdir kalian sebagai seorang Fighter. Kalian tidak bisa memaksakan diri untuk mendapatkannya” Jelas Rigel sambil menunjukan Anthemusanya kepada mereka berlima
“ Woaaah. . . keren ! “ Kata Tazuya berdecak kagum
“ Satu lagi! Fighter hanya memiliki 3 tahap. Tapi untuk El-Fighter sendiri. . . kalian harus bisa mendapatkan 4 tahap. Di tahap keempat, ini adalah tahap yang sangat sulit. Setiap El-Fighter memiliki cara yang berbeda untuk mendapatkan tahap tersebut. Biasanya ini berhubungan dengan mereka untuk saling percaya dan memahami satu sama lain “ Jelas Rigel
“ Begitu ya. Jadi sekarang. . .kita harus berlatih untuk mendapatkan Fighter Possession ? “ Tanya Inuya
“ Tepat sekali ! Selagi kalian berlatih untuk mendapatkan Possession dan meningkatkan kemampuan Fighter
kalian. . . kalian juga akan menjalankan sebuah misi untuk melindungi masyarakat disekitar kota ini “ Jawab Rigel
“ Nah. . . ikut aku “
Rigel kemudian beranjak dari kursinya dan mengajak mereka berlima untuk pergi keruangan latihan. Diruangan tersebut, mereka takjub dengan apa yang mereka lihat diruang latihan. Ruangan tersebut sangat luas dan memiliki gaya yang futuristik. Didepan mereka, terdapat sebuah arena yang bernama “digital arena”. Arena tersebut digunakan untuk mengetes seberapa jauh hasil kemampuan dan kekuatan mereka. Sesuai namanya, arena tersebut bisa dimodifikasi sesuai dengan keinginan bahwa bisa mengatur jumlah hologram musuh yang akan diciptakan untuk latihan
“ Anak-anak. . . ini adalah ruangan kalian untuk melakukan latihan. Seperti yang kalian lihat, ini adalah “digital
arena”. Jika kalian ingin mencoba seberapa jauh tingkat kemampuan dan kekuatan kalian, cobalah disini. Kalian tinggal mengatur dipengarutan ini atau minta saja kepada FAIS untuk mengatur arena dan jumlah hologram musuhnya “ Jelas Rigel
“ FAIS ? “ Tanya Ryuga
“ Ya. Sistem pintar dirumahku “
Jawab Rigel
“ Salam kenal anak-anak ! Namaku adalah Fighter Artificial Intelligence System. Tapi penciptaku selalu memanggilku FAIS “ Sambut FAIS
“ Jadi. . . kapan kita memulai pelatihannya ? “ Tanya Tazuya
“ Kita akan kembali bertemu disini dua hari yang akan datang. Karena ada beberapa yang harus menyelesaikan rancangan battlesuit ini. Aku ingin kalian semua datang dalam keadaan siap untuk melakukan pelatihan ini. Sampai disini apa ada yang ingin ditanyakan ? “ Jelas Rigel yang diakhiri kembali bertanya kepada Tazuya dan yang lain
“ Untuk sementara tidak ada, tuan “ Kata Tazuya
“ Begitu ya. Baiklah, jika kalian sudah paham ! Aku akan menunggu kesiapan kalian dua hari kemudian. Aku
berharap. . . kalian secepatnya bisa memahami takdir kalian dan alasan kenapa kalian menjadi El-Fighter “
Mendengar hal itu, Tazuya dan yang lain hanya bisa terdiam. Tazuya berpikir sejenak, ia kemudian berterima kasih kepada Rigel karena bersedia untuk membimbing dan menyelamatkan mereka dari bahaya yang menimpa mereka
“ Terima kasih, Tuan Rigel. Kami memang belum tahu apa takdir kami. Tapi aku sangat berterima kasih. . . karena anda benar-benar bersedia untuk menjadi pembimbing kami dan telah meyelamatkan kami ! “
Mendengar hal itu, Rigel menjadi terharu. Ia kemudian tersenyum kepada mereka berlima. Dullart, walaupun ia bukan seorang Fighter, juga ikut tersenyum kepada mereka
“ Aaaah ! Aku merasa tidak enak dengan kalian semua ! Tapi tenang saja, walau aku seorang Thetoid, tapi aku
akan membantu kalian agar tidak diserang oleh umatku ! ” Kata Dullart sambil memegang pundak Rigel
*****
Dikapal induk Thetoid, terlihat Argus masih berada diruang pemantau sambil mendengar semua laporan Morsdantaque kepada Kaisar Zozo. Zozo yang mendengar semua cerita dari putra sulungnya merasa sangat bangga dengan usahanya. Kemudian Morsdantaque bertanya apa yang sedang ia lakukan diruang pemantau. Zozo menjelaskan bahwa putra bungsunya, Dullart, melarikan diri dari mereka dan sedang diburu oleh Argus bersama dengan Swift Polly dan Oxtoroo di bumi
“ Aaaaaahhh. . . begitu ya. Bagus ! Aku sangat senang karena kamu bisa menaklukkan planet itu dengan mudah ! “ Puji Zozo
“ Sebenarnya aku sangat tidak menyukai Planet Gaa-Naz. Tidak hanya penduduknya yang keras kepala, tetapi juga ternyata Planet itu agak gersang untuk dijadikan koloni kita “ Gerutu Morsdantaque
“ Apa kamu menemukan sesuatu yang cukup berharga dari Planet itu ? “
“ Tambang batu lava. Kalau dilihat ini bisa jadi bahan yang bagus untuk persenjataan kita seperti pedang dan tombak kita “ Jelas Morsdantaque sambil mengeluarkan sample batu dari celananya
“ Hooo. . . baiklah jika begitu ! Jika memang Planet tersebut tidak cocok untuk dihuni oleh umat kita, kurasa tidak ada salahnya kita mengambil benda itu untuk persenjataan ! Nanti kamu kirimkan para pekerja untuk ke Planet itu dan ajak Gretue untuk melakukannya ! “ Perintah Zozo
“ Anda. . .apa yang sedang anda lakukan disini ? “ Tanya Morsdantaque
“ Hooo. . . jadi kamu tidak tahu Dullart kembali menjadi anak nakal dan melarikan diri ke Planet bumi ?! “
“ Planet bumi ? Dimana itu ? “
“ Aaaah. . . sebenarnya masih jauh dari Planet yang berada didekat kapal induk ini. Tapi aku sudah mengutus Argus, Swift Polly dan juga Oxtoroo Jr. Untuk pergi mencarinya sekaligus menganalisa kehidupan diplanet tersebut “ Jelas Zozo
Mendengar penjelasannya Zozo, Argus menjadi agak panik. Ia mendapatkan perasaan yang tidak enak tentang keputusan Morsdantaque. Dan benar saja, sang pangeran tersebut tertarik untuk mencari tahu tentang Planet tersebut dan meminta izin kepada Zozo untuk pergi ke Bumi. Namun, Zozo tidak memberikannya izin karena dia harus menuntaskan perintahnya untuk kembali ke Planet Gaa-Naz
“ Apa ? “ Kata Argus dalam hati
“ Sepertinya menarik untuk dilihat sekaligus untuk mencari dan menghukum si anak durhaka itu ! “ Kata Morsdantaque
“ Hei ! Kau belum menjalankan apa yang aku perintah, Morsdan ! Aku tidak akan mengizinkanmu untuk kesana sebelum aku melihat hasil kerjamu bersama Gretue ! Lagipula, misi ini sedang dijalankan oleh Argus dan yang lain. Jadi biarkan mereka yang mengerjakannya ! Paham ! “ Jelas Zozo dengan nada tegas
“ Baiklah ! Maafkan aku, ayah ! “
“ Bagus ! Sekarang temui Gretue diruangannya ! Dan Argus, kembalilah kebumi !” Perintah Zozo sambil mengakhiri pembicaraannya bersama Morsdantaque
“ Baik, yang mulia ! “
Morsdantaque dan Argus keluar dari ruang pemantau, sedangkan Zozo kembali mempelajari tentang Planet Bumi. Sambil berjalan, Morsdantaque memberi peringatan kepada Argus bahwa jika ia mendengar bahwa misi yang mereka jalankan mengalami masalah, ia tidak segan akan mengambil tindakan serius dan mengeluarkan “solusi terakhir” untuk menuntaskan misi mereka dengan cepat
“ Jadi. . .bagaimana dengan misi kalian, Jenderal ? “ Tanya Morsdantaque
“ Berjalan dengan lancar, Pangeran ! “
“ Jenderal, aku merasa jawabanmu itu bukanlah jawaban yang tepat untuk menjelaskan tentang Planet itu. Tapi yaaa. . .kurasa aku tidak punya pilihan selain mempercayakannya kepadamu dan juga Swift Polly dan Oxtoroo “ Jelas Morsdantaque
“ Tapi ! Jika aku mendengar bahwa kamu mendapatkan masalah serius. . . aku tidak akan segan mengeluarkan solusi terakhir untuk menuntaskan misinya ! Aku pergi dulu, Jenderal ! “ Peringatnya sambil membisikannya ketelinga Argus
Saat Morsdantaque pergi meninggalkannya, Argus yang mendengar ini menjadi sangat jengkel akan apa yang ia katakan kepadanya. Sambil menggertak, ia kemudian pergi ke portal dimensi dan kembali kebumi. Sementara itu, Morsdantaque pergi menemui Rough Polly diruangannya. Ia meminta Rough Polly untuk menghubungkan sistem pengamat yang ada di EVA-Q8, Melee-Function dan Mag-Ni5 untuk dihubungkan kesistem kapalnya. Agar ia bisa memperhatikan semua apa yang dilakukan mereka dibumi
“ Rough Polly ! “ Panggil
Morsdantaque
“ Pangeran ? “
“ Kira-kira robot apa yang digunakan
Argus untuk misi rahasianya ! “
“ Kalau dilihat, robot yang beliau gunakan ialah EVA-Q8, Melee-Function dan Mag-Ni5. Oh. . .aku juga lihat mereka
menggunakan empat B.R.O, dan mereka semua dihancurkan oleh seseorang misterius yang belum aku identifikasikan ! “ Jelas Rough Polly sambil memperhatikan monitor
“ Hah ! Jadi begitu ya ! Sekarang aku tahu kenapa Argus dari tadi hanya bisa terdiam semasa pembincangan aku dengan ayah. Baiklah, retas sistem pengamatan ketiga robot itu. Aku ingin tahu apa yang mereka lakukan diplanet tersebut ! “
“ Baik, Pangeran ! “
Sementara itu, EVA-Q8 terlihat kembali kekota Shinjitsu untuk kembali melanjutkan misinya sambil mengubah penampilannya dengan program “Holo-skin” seperti manusia agar tidak ada yang mencurigainya
“ Baiklah ! Misi kembali dilanjutkan ! “
Disaat yang bersamaan, Tazuya dan yang lain sedang berjalan pulang kembali keasrama mereka. Sambil melihat sunset dari jembatan dikota tersebut, Tazuya masih berpikir tentang peran mereka sebagai El-Fighter dan cita-cita mereka.
“ Sudah lama ya kita tidak kesini. Kalian ingat pertama kali kita mampir ketepi sungai itu ? “ Tanya Tazuya
“ Ya. Aku teringat Inuya-kun hampir tenggelam disini walau sungainya bisa dikatakan agak dangkal “ Kata Ataru
“ Ia tenggelam karena kebodohannya sendiri “ Kata Ryuga dengan nada yang pedas
“ Hei ! Sudahlah jangan diingatkan lagi ! “ Gerutu Inuya
“ Dan dari sana aku pikir hanya aku yang dikatakan aneh dikelompok kita “ Jubei ikut-ikutan berkomentar
“ Menurut kalian. . . seperti apa kita nanti saat kita resmi menjadi El-Fighter ? “ Tazuya bertanya kepada mereka berempat
“ Apa nanti orang lain mau menerima kita sebagai El-Fighter ? Apalagi termasuk teman sekelas dan juga keluarga kita. Ya. . .itulah yang sedang kupikirkan sekarang, Tazuya “ Kata Inuya
“ Dan apa ini berpengaruh dengan cita-cita kita ? “ Lanjut Tazuya
“ Cita-cita ya. . . kalian tahu, ada banyak sekali yang ingin kulakukan dimasa depan. Aku ingin jalan-jalan keluar
negeri. . . bisa mencoba masakan yang mahal. . . bekerja ditempat yang bergengsi. . .dan tidur dihotel berbintang. Dan aku sama sekali tidak menyangka bahwa aku juga bagian dari kelompok penyelamat masa depan umat manusia” Jelas Jubei
“ Aku bisa berharap aku konsisten dengan cita-citaku. Seperti yang kalian tahu, kita sedang melewati masa dimana kita terkadang tidak konsisten dengan apa yang kita inginkan sejak awal “ Kata Inuya
“ Aku malah. . . berpikir apa aku bisa menjadi lebih bebas. Aku masih memikirkan apa yang bisa kulakukan agar ayah dan ibu bisa mengizinkan aku untuk menjadi seperti kalian “ Jelas Ryuga
Tidak lama kemudian, Kenneth dan Kiko tidak sengaja melihat mereka dijembatan. Saat Kenneth yakin bahwa itu Tazuya dan yang lain, ia memanggil dan menghampiri mereka
“ Oiiiiiii “
“ Itu. . . Kiko. . .Glenn-san ! “ Kata Ataru
“ Hei ! Hei ! Darimana saja kalian ? Siswa lain banyak cerita bahwa kalian diserang oleh robot aneh yang menyerang sekolah kita ! “ Tanya Kiko
“ Itu benar ! Kami diserang robot itu ! Tapi jangan khawatir, sang El-Fighter itu menolong kami dan membawa kami
ke klinik terdekat “ Jelas Tazuya
“ Jadi, kalian tidak bertemu dengan Pak Gracia ? Beliau berusaha mencari kalian di rumah sakit dan klinik sekitar kota “ Tanya Kenneth
“ Ah. . .um. . . belum. Kami belum bertemu beliau “ Kata Inuya
“ Ya. . nanti suduh Golomanov-san saja yang melapor kebeliau. Ayo, kita kembali. Semua sudah menunggu kalian!“ Ajak Kenneth
“ Ya ! “
Mereka bertujuh akhirnya kembali ke asrama bersama-sama. Di Asrama siswa, terlihat siswa-siswi kelas 1-LA-A lainnya sedang menunggu didepan gerbang asrama tersebut, melapor kepada Vladimir akan pencarian mereka. Saat Tazuya memanggil mereka, semua siswa-siswi tersebut melihat kearahnya dan menghampiri mereka bertujuh. Mereka lega akhirnya Tazuya dan yang lain bisa kembali dengan selamat. Melihat hal itu, Vladimir langsung memberikan pesan teks kepada Pak Gracia bahwa Tazuya dan yang lain sudah ditemukan dan kembali dengan selamat
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Desshio08
makhluk bumi dalam bahaya. dipenuhi robot-robot penghancur.
2021-05-10
2