Seperti Waktu Itu

Pesawat TSP-03 terlihat perindah disuatu bukit yang cukup jauh dari kota Shinjitsu dan terletak hampir dekat dengan desa Kijishi. Swift Polly melihat kearah monitor untuk mengecek situasi serta kondisi pesawat tersebut, dan merasa lega saat ia akhirnya mereka bisa melarikan diri dari kejaran Rigel dan yang lain. Tidak lama kemudian, Jenderal Argus menghubungi mereka dari tabletnya Swift Polly. Argus langsung menghubungi mereka berdua saat ia melihat ada sinyal bahaya yang berbunyi di pesawat induk.

“ Kapten Teknisi Swift Polly. . . Status ! “

“ Eh. . . Lapor, Jenderal Argus ! Kami tadi diserang oleh sang Prisman Beta itu. Dan sayangnya. . . kami gagal membawa Tuan Muda “ Swift Polly melaporkan perkembangan misi mereka kepada Argus

“ Dan saat kita berusaha lari dari mereka. . . pesawat kami mendapatkan masalah yang cukup serius “ Oxtoroo menambahkan

“ Masalah apa ? “ Argus bertanya kepada Oxtoroo

“ Err. . . saat kami memutuskan untuk lari dari mereka, pesawat kami serasa ditarik paksa oleh sesuatu yang

sangat kuat dari bawah. Aku yakin itu bukan karena masalah dari pesawat tersebut dan menurutku siiihh. . . mungkin itu berasal dari Prisman Beta tersebut “ Jelas Oxtoroo

“ Heh, Oxto ! Tidak ada Prisman Prime dan Prisman Beta baik itu tipe cahaya dan tipe es yang bisa menggunakan

kekuatan seperti itu. Lagipula . . .  apa kau ingat tadi ada dua anak nakal yang membantu dia ?! “ Swift Polly mengingatkan Oxtoroo tentang Tazuya dan Inuya

“ Hmm. . .oh ya ya. . . Hmm. . . apa kau yakin kedua anak itu ada yang memiliki kekuatan seperti itu ? “ Oxtoroo kembali bertanya

“ Kalau dipikir-pikir. . . untuk tingkatan kekuatannya. . . itu terlalu kuat untuk manusia normal seperti mereka. Kekuatan itu mengingatkan aku dengan Kazenoid “ Kata Swift Polly

Mendengar perkataan Swift Polly, Jenderal Argus sediki kaget. Argus kembali ingat bahwa Kazenoid, ras Alien dari planet Kazetopia, adalah ras yang damai, berjiwa bebas dan tidak begitu bergaul dengan alien ras lain termasuk dengan Alien dari planet tetangga mereka. Jadi sangat mustahil bila ada Kazenoid yang bisa berada dibumi.

“ Kazenoid ? Hmmm. . . Mereka adalah ras yang tidak begitu suka membaur dengan ras lain. Bahkan itupun dengan sesama ras di planet tetangga mereka. Lagipula. . . itu karena Kazetopia adalah planet yang sangat damai. Itupun, kita para Thetoid terakhir kali melihat Kazenoid sekitar 75 tahun yang lalu. . .saat ayah dari Yang Mulai Zozo masih berkuasa “ Jelas Argus

“ Dan kekuatan mereka ? “ Oxtoroo bertanya kepada mereka berdua

“ Hei ! Jadi kau ini tidak memperhatikan pelajaran semasa disekolah ?! Walau mereka dikenal sebagai ras yang jarang bergaul dengan ras lain, tapi mereka itu dikenal sebagai salah satu ras dengan pengguna elemen udara dan psikokinesis terkuat ! “ Swift Polly menambahkan penjelasan dari Argus sambil menjawab pertanyaannya Oxtoroo

“ Dan bagaimana bisa ada manusia biasa menggunakan kekuatan seperti itu ? “

“ Entahlah, Oxto ! Aku juga tidak begitu tahu “ Jawab Swift Polly

Jenderal Argus berpikir sejenak, dan kemudian mengganti topik pembicaraan mereka dengan bertanya ketiga robot mereka dan pesawat tersebut

“ Baiklah. Terima kasih atas pendapatmu, Kapten Teknisi Swift Polly. Bagaimana keberadaan pesawat dan ketiga robot kita ? “

“  Kerusakannya hanya sebesar 35%.  Kalau dilihat itu hanya meliputi portal dimensi, program Magnum Laser, Rain Bullet, dan program komunikasi. Walau sudah dipulihkan demi melarikan diri dari kejaran mereka, tetap saja ini butuh perbaikan yang agak lama “ Jelas Swift Polly

“ Lalu ketiga robot itu. . . hanya Eva-Q8 yang kembali dalam keadaan utuh“ Tambah Oxtoroo

“ HEI ! KATA SIAPA HANYA EVA-Q8 YANG KEMBALI DALAM KEADAAN UTUH ! “

Kepala Melee-Function teriak dengan keras dari ruang pertemuan. Mendengar teriakannya, Swift Polly dan Oxtoroo, sambil membawa tablet karena Argus masih mengubungi mereka, pergi keruangan tersebut. Melee-Function yang mengetahui bahwa Argus sedang menghubungi mereka langsung terdiam dan akhirnya ditegur oleh Swift Polly untuk menjaga etika bicaranya

“ Hoooo ! Ternyata ada 2 yang masih utuh disini ?! “ Argus bertanya dengan nada sarkastis

“ Eh ?! Err. . . Jenderal Argus ? “

“ Melee-Function ! Jika sekali lagi kau tidak bisa menjaga etikamu, aku tidak segan-segan akan membuatmu tidak kembali dalam misi secara permanen !” Tegur Swift Polly dengan nada yang cukup tinggi

“ Eeegghh. . . maafkan aku “

Argus berhenti sesaat dan berpikir sambil melihat kearah ketiga robot tersebut serta kembali mengingat semua laporan dari Swift Polly. Akhirnya, Jenderal Argus memutuskan untuk memerintahkan Swift Polly dan Oxtoroo untuk memprioritaskan memperbaikin pesawat dan ketiga robot tersebut.

“ Hmmm. . . yaaa. . .kurasa kita tidak punya banyak plihan selain memperbaiki mereka bertiga dan juga pesawat ini. Soal Tuan Muda dan juga planet ini. . . itu urusan yang mudah. Karena jika kalian berhasil memperbaiki pesawat ini dan juga ketiga robot itu, maka ini bisa mempermudah misi kalian untuk menjemput paksa Tuan Muda dan mengalahkan sang Prisman beserta anak buahnya itu “ Jelas Argus sambil

“ Siap, Jenderal ! “

“ Juga. . . tolong kirimkan seperti apa  wajah si anak buahnya si Prisman itu yang terekam dari kamera layar pesawat itu ! “ Pesan Argus sebelum mengakhiri percakapannya dengan mereka berlima

Sore harinya pada jam 4, dirumah  Rigel, Tazuya masih tidak sadarkan diri diruang perawatan. Ia perlahan terbangun dan kesulitan untuk membuka matanya. Saat ia melihat situasi disekitarnya,Tazuya melihat  Inuya duduk disampingnya sambil menunggu kapan ia bisa segera pulih.

“ Ouuuh. . . I-Inuya itu kamu ?! “

“ Hei ! “

“ Inuya ?! Ini. . .apa ini. . . dirumahnya Tuan Rigel ?! Kenapa kita ada disini ?! “ Tanya Tazuya yang berusaha untuk bangkit dari ranjang

“ Kamu tiba-tiba pingsan saat memaksakan dirimu menggunakan Psikokinesis untuk menghentikan pesawat itu.

Kalau dilihat dari pesawatnya sih. . . kamu hampir saja membuat pesawat itu hancur “ Jelas Inuya

“ Heh ?! Benarkah ?! Sekuat itukah

aku ?! “ Tazuya kembali bertanya dalam setengah panik

“ Bisa kukatakan. . .ya ! Walau demikian. . . Psikokinesis adalah kekuatan yang sangat berbahaya jika sang pengguna memaksakan diri mereka untuk menggunakan kekuatan tersebut untuk mendorong sesuatu yang lebih kuat atau saat mereka sedang dalam mood yang sangat jelek “ Rigel datang sambil menambahkan penjelasan dari Inuya

Tazuya terdiam sejenak, dan sambil memperhatikan telapak tangannya, ia kembali mengingat dimana saat ia belum kehilangan kesadaran karena efek dari Psikokinesis tersebut. Disaat Tazuya berpikir tentang kekuatannya, Rigel memanggilnya.

“ Hmm. . . jadi sekuat itukah kekuatanku. Saat aku berusaha menghentikan mereka, aku tidak sengaja mendengar suara kepanikan mereka dari dalam pesawat. Kupikir psikokinesis hanya sebatas mendorong dan menarik suatu objek” Pikir Tazuya dalam hati

“ Hem. . . Tazuya ?! “ Panggil Rigel

“ Oh ya ! Ada apa, Tuan Rigel ? “ Tanya Tazuya

“ Bagaimana dengan kondisimu ? Apa kakimu bisa digunakan untuk berjalan ? “ Rigel balik bertanya ke Tazuya

“ Eeeeeh. . . ya. Aku sudah mendingan, Tuan. Dan kurasa aku bisa berjalan sekarang “ Jawab Tazuya

“ Baiklah. Kalau begitu ikut aku keruang pertemuan. Ada sesuatu yang ingin kukatakan kepada kalian disana “  Ajak Rigel kepada mereka berdua

“ Oke, Tuan Rigel ! “ Kata Tazuya dan Inuya secara bersamaan

Ruang pertemuan berada dilantai 2. Saat mereka menuju atas, Dullart sudah menunggu merek didekat tangga tersebut bersama dengan DECA-I ternyata berada dirumah tersebut

“ Heeeeiii anak-anak~ Kalian sudah baikan ? “ Sambut Dullart dengan nada ceria

“ Yeah. Syukurlah anda baik-baik saja, Dullart-san “ Inuya balas sambutannya Dullart dengans senyuman

“ Oh woooow~ Aku tidak menyangka bisa bertemu kalian dirumah dari Tuan Rigel. Jadi kalian bolos dikegiatan sekolah kalian ? “ Tanya DECA-I yang langsung menghampiri mereka

“ Jadi kau tidak dengar hari ini kami hanya ada aktivitas klub ?! “ Tazuya balik bertanya ke DECA-I

“ Bukan’kah itu sama saja dengan aktivitas berada disekolah ? “ DECA-I membalas pertanyaan Tazuya dengan balik bertanya kepada mereka berdua

“ Hei ! Sudah sudah ! Ayo kita keatas ! Ajak Rigel kepada DECA-I dan Dullart

Tiba-tiba, telepon dari Smartphone Tazuya berbunyi. Ternyata itu adalah panggilan video-chat dari Ataru dan Jubei. Tazuya memberitahu ini kepada Inuya sambil memperlihatkan panggilan itu kepadanya. Inuya meminta izin kepada Rigel, Dullart dan DECA-I untuk menjawab panggilan dari sahabat mereka. Rigel mengizinkan mereka untuk menjawab panggilan tersebut dan mereka berdua pergi ke kamar mandi milik Rigel untuk menjawab telepon tersebut. Alasan Tazuya dan Inuya memilih kamar mandi untuk tempat mereka menjawab telepon itu agar Ataru dan Jubei tidak menaruh curiga akan apa yang mereka lakukan.

“ Inuya ! “ Panggil Tazuya sambil memperlihatkan smartphonennya

“ Oh ! Umm. . .Permisi Tuan Rigel “ Inuya yang melihat hal itu langsung memanggil Rigel

“ Ada apa ? “

“ Bisakah kami permisi sebentar untuk menjawab telepon dari teman-teman kami ? “

“ Tentu. Silahkan. Aku yakin teman-teman kalian pasti sangat mencemaskan keberadaan kalian “ Rigel memberi izin kepada mereka berdua

“ Baiklah. Ngomong-ngomong dimana letak kamar mandimu, Tuan Rigel ? “ Tanya Tazuya

“ Disana “ Jawab Rigel sambil menunjukan ruangan yang berada tepat belakang mereka

“ Oh my~ Syukurlah tidak begitu jauh. Baik, Tuan-Rigel. Mohon izinnya sebentar “ Kata Tazuya sambil

menarik tangannya Inuya

Saat Tazuya dan Inuya memasuki kamar mandi tersebut, Tazuya langsung menjawab panggilan tersebut. Mereka berdua melihat Ataru dan Jubei sudah menunggu mereka di video-chat tersebut. Disaat yang bersamaan, mereka juga melihat bahwa Ryuga belum mengangkat panggilan video-chat-nya.

“ Oh hey guuuuyyysss~ Kemana aja kalian ?! Kenapa tadi kalian tiba-tiba lari seperti dikejar anjing ?! Ada

yang mengikuti kalian ? “ Ataru langsung melontarkan 3 pertanyaan kepada mereka

berdua

“ Tidak apa-apa koook. . . itu tadi karena Paman Hideo tiba-tiba menelponku dan meminta kami untuk membawa anjing peliharaanku, Goldie-chan, kedokter hewan. Kata Paman Goldie-chan hilang nafsu makannya “ Jelas Tazuya dengan senyuman menyeringai diwajahnya

“ Tazuya punya anjing ? Aku tidak pernah tahu soal itu. Bukankah kamu ada kucing ? “ Tanya Jubei

“ Jubei. Dia memang punya anjing kok. Kamu lupa waktu itu Tazuya menujukan foto anak anjingnya saat kita masih SMP ? “ Kata Ataru kepada Jubei

“ Heeeh. . . hmm. . . oh ya ya. . . eee. . . aku pikir Tazuya tidak akan mengadopsinya karena sudah punya kucing siiiih~ “ Kata Jubei sambil mengingat bahwa Tazuya juga memiliki seekor kucing dirumahnya

“ Dan kenapa bawa Inuya ? Kau sendiri tahu bahwa Inuya sangat membenci anjing ‘kan ? “ Ataru kembali bertanya kepada Tazuya dan Inuya

“ Aku berusaha untuk menghilangkan fobia itu. Tapi gagal. . .  karena aku digigitnya. Dan itu membuat fobiaku dengan anjing. . . semakin parah “ Inuya menjelaskan sambil mengusap kepalanya

Tazuya melihat jamnya dan melirik kearah pintu keluar kamar mandi tersebut. Kemudian ia bertanya kenapa Ataru mengajak video-chat kepada mereka berlima. Karena agak tidak biasanya untuk seorang seperti Ataru Kurenai, mengajak yang lain untuk menghubungi mereka sambil mengajak Jubei atau Ryuga.

“ Oh ya. Ngomong-ngomong kenapa kalian menelpon kami ? “ Tazuya bertanya kepada Ataru dan Jubei

“ Kira-kira kapan kalian akan kembali keasrama ? “ Tanya Jubei

“ Errr. . . mungkin 30 menit lagi. Ada apa ? “

“ Sebenarnya siiih. . . aku mau mengajak kalian untuk menghabiskan malam mingguan bersama kalian. Yaaa. . .sudah lama sekali sejak kita masuk SMA, kita mulai jarang ngumpul bareng “ Jelas Jubei

“ Bukan ‘kah kamu sendiri lagi jalan-jalan dengan Vlada dan yang lain ?” Tanya Inuya

“ Ya~ Tapi kini aku sudah kembali di asrama. Kira-kira kalian bisa malam ini pergi ke Mall Grand Asia sama kami ?

Kita habiskan malam minggu ini dengan karaoke-an bareng “  Jubei mengajak Tazuya dan Inuya untuk karaoke-an bersama

“ Hmmm ! Boleh boleh ! Kita kesana jam 7 malam. Oke ? “

“ Oke ! Dan. . . Ryuga-kun ? “

“ Kasih saja pesan suara, Jubei. Dia pasti masih sibuk di gedung Tsuki Entertainment “

“ Ide yang bagus, Ataru “ Puji Tazuya

Tazuya kemudian melirik kearah jam yang ada dilayar smartphonennya. Karena tidak ingin Rigel dan yang lain menunggu mereka agak lama, Tazuya mengakhiri video-chat tersebut, sambil mengatakan bahwa mereka berdua akan datang ke Mall Grand Asia.

“ Oh. Baiklah ! Maaf Ataru. . . Jubei. . . kami masih ingin melihat Goldie-chan. Yang jelas kami berdua pasti akan datang ke Mall malam ini. Iya ‘kan Inuya “

“ Yoi, Tazuya ! “

“ Oke oke ! Hati-hati disana, Tazuya-kun. . .Inuya-kun ! “

Tazuya langsung mematikan panggilan tersebut. Bersama dengan Inuya, akhirnya mereka pergi keruang pertemuan.

*****

Tazuya dan Inuya memasuki ruang pertemuan tersebut. Mereka berdua takjub melihat gaya futuristik dari ruangan tersebut. Disana, mereka melihat ada meja panjang  dan delapan kursi. Serta terdapat tiga pintu yang mengakses keruang berbeda. Ruangan tersebut yaitu ruang ganti yang terletak disebelah kanan, ruang pantauan yang berada ditengah dan juga ruang latihan yang terletak di sebelah kiri. Tidak lama kemudian, Rigel dan DECA-I datang dari ruang pantauan, dan mengajak mereka untuk memasuki ruangan tersebut.

“ Inuya ! Keren sekali, ya ! “

“ Hu’uh ! “

“ Hei anak-anak ! Bagaimana pembicaraan kalian tadi ? “ Sambut Rigel yang keluar dari ruang pemantau

“ Hoo. . .tadi teman-teman kami hanya memastikan keberadaan kami. Juga. . . mereka berencana untuk mengajak kami ke Mall “ Jelas Tazuya

“ Begitu. Baiklah. . . langsung saja kesini ! “ Ajak Rigel

Tazuya dan Inuya mengikuti Rigel dan DECA-I. Diruangan tersebut, terdapat lima monitor besar dimana logo organisasi bernama MIRA tertera dilayar tersebut.

“ Aku sudah mendengar semuanya dari Inuya. Tentang kontak spiritual dan telepatimu yang secara tidak sengaja aktif saat kamu bertarung anggar dengan salah satu teman sekelasmu. Dan katanya. . . temanmu yang bernama Ataru Kurenai juga merasakan sensasi yang sama dengan kita “

Mendengar penjelasannya Rigel, Tazuya menjadi sedikit kaget. Namun saat dipikirkan kembali, perkataan Inuya ada benarnya juga. Karena sebelum mereka kembali menghadapi Atraco untuk kedua kalinya, Tazuya juga merasakan kontak spiritual disekitar mereka yang salah satunya berasal dari Ataru

“ Jadi Inuya. . . kau yakin kalau salah satu kontak spiritual yang kamu rasakan itu berasal dari Ataru ? “ Tazuya bertanya kepada Inuya

“ Ya. Bisa jadi seperti itu. Hari ini. . .aku lebih banyak bersama dengan dia. Saat kami menunggumu sambil melihat pertandingan basket, aku tidak sengaja merasakan kontak telepatimu dan dari sana aku bisa tahu kamu berada diruang anggar. Dan tiba-tiba, Ataru mengajakku untuk main tebak-tebakkan kamu berada dimana, dan dia langsung menebak bahwa kamu ada diruang klub anggar “ Jelas Inuya

“ Mungkin itu karena ia bisa melihat masa depan ? Kita berempat tahu bahwa Ataru bisa memprediksi masa depan dan semua prediksinya 100% akurat “ Tazuya berusaha menyangkal pernyataan Inuya

“ Masalahnya. . . kalau dia tahu kamu ada disana, harusnya Ataru sudah bilang sejak awal dan tidak harus membuat kami menunggumu berlama-lama disana “

“ Jadi. . . temanmu yang bernama Ataru Kurenai ini punya kemampuan untuk bisa memprediksi masa depan ? “ Rigel bertanya kepada mereka berdua

“ Ya. Kata Ataru sih. . . ia mendapatkan kemampuan itu sejak kecil. Dan jika anda penasaran seperti apa orangnya. . . ini dia fotonya “ Kata Inuya sambil menunjukan foto Ataru dari smartphonenya

“ Aaaaah. . . tak kusangka kalian berteman dengan seseorang yang memiliki wajah yang agak sangar “ Puji DECA-I

“ Apaan ?!  Dia itu usil dan sangat intimidatif ! “ Gerutu Inuya

“ Tapi kalau dia jadi El-Fighter itu sangat keren! Oh ya. . . kalau kalian mau tahu. . .  menurut sejarah yang pernah didengar, Fighter dengan kemampuan seperti itu bisa berpotensi untuk mendapatkan kekuatan

mengendalikan waktu. Bahkan, salah satu El-Fighter dari El-Fighter tahap ke-2 adalah seorang pengendali waktu yang sangat legendaris “ Kata DECA-I

“ Untuk Fighter sang pengendali waktu yang terpilih . . . biasanya mereka menjadi El-Fighter akan mendapatkan posisi Delta “ Lanjut Rigel

“ Delta ? Kenapa bukan Gamma ? Kalau benar dia adalah orang ketiga yang ditunjuk menjadi calon El-Fighter.. . . .harusnya ia adalah calon Gamma, bukan ? “

“ Ketahuilah, Inuya. . . prediksi siapa dan posisi apakah dia dapatkan saat menjadi calon El-Fighter bisa saja

meleset. Ini juga terjadi saat aku dan teman-temanku pertama kali menjadi calon El-Fighter tahap ke-3. Dan saat sudah empat orang yang terkumpul, ternyata tidak ada diantara kami yang menjadi Alpha. Karena itu, kami terpaksa mencari sang Alpha tersebut dengan segala upaya dan kerja keras. Dan ternyata. . . Nigulas adalah Alpha kami. Dia orang yang super sulit dan keras kepala. . . karena dia selalu percaya dengan paradigmanya. Namun karena dia akhirnya menyadari bahwa  tujuan utama dari El-Fighter sesuai dengan tujuan terpendamnya, Nigulas akhirnya menerima posisi itu “ Jelas Rigel sambil mengingat masa lalunya saat bertemu dengan Nigulas

“ Tuan Nigulas sepertinya orang yang benar-benar keren. Bisakah kamu ceritakan seperti apa orangnya ? “

Saat Tazuya bertanya tentang Nigulas, Inuya tiba-tiba tak sengaja menjatuhkan smartphonenya. Tazuya yang melihat hal ini agak kaget, terlebih Inuya tiba-tiba langsung tertunduk, menunjukan ekspresi terkejutnya dan memegang kepala bagian kanannya saat Tazuya meminta Rigel untuk bercerita tentang sang Alpha yang bernama Rigel. Melihat hal itu, Rigel langsung mengantikan topik pembicaraan dengan bertanya keberadaan calon El-Fighter yang lain.

( Trak )

“ Inuya ? Eh. . . Ada apa ? “ Tazuya bertanya dengan Inuya

“ Eh. . .umm. . . Tidak apa-apa. . . tadi aku merasa kepalaku dan tanganku serasa disengat listrik saat mau bertanya tentang orang itu “ Kata Inuya yang bingung akan apa yang terjadi dengan dirinya barusan

“ Ah. . . oh ya. . .selain si Ataru. . . apa kalian berdua sempat merasakan kontak spritual lain dari orang disekitar kalian ? “ Rigel bertanya kepada mereka berdua

“ Ummm. . . sebentar. . . kalau tidak salah sih. . . mungkin. . .Ryuga dan Jubei “ Pikir Tazuya

“ Kamu yakin mereka ? “ Tanya Inuya

“ Mungkin. Karena saat aku mencoba untuk melacak dengan mengaktifkan kontak spiritualku. . . yang aku rasakan adalah kontak milik Ryuga. . .Ataru. . .dan Jubei. Terlebih saat kita melawan orang jahat yang berkulit gelap itu. . .aku tidak sengaja mendengar suara mereka bertiga “

“ Suara mereka bertiga ? Kupikir hanya aku saja yang mendengar suara yang agak samar-samar dikepalaku “ Kata Inuya sambil mengatakan bahwa ia merasakan hal yang sama yang Tazuya alami

“ Hmmm. . . jadi menurut hipotesa kalian. . . mereka bertiga adalah calon El-Fighter sama seperti kalian ? “

“ Ya ! Seperti itulah, Tuan Rigel “

“ Menarik ! Baiklah kalau begitu. . . lihatlah ini ! “

Rigel membuka komputer bagian kanan diruang tersebut. Ia menunjukan sebuah konsep battlesuit yang akan diberikan kepada mereka. Tazuya dan Inuya melihat kearah layar tersebut dan takjub melihat konsepnya. Sambil menentukan warna dan seperti apa battlesuit yang akan dirancang, Rigel menjelaskan fungsi dari battlesuit tersebut

“ Ini dia minuman kalian~ “ Kata Dullart  yang baru datang sambil membawakan minuman kaleng untuk mereka bertiga

“ Ini bukan alkohol ‘kan ? Anak anak seperti mereka belum boleh untuk minuman beralkohol, loh ! “ Rigel memberi peringatan kepada Dullart

“ Tenang. Ini adalah soda loh~ Ambil ini “

“ Makasih banyak, Tuan Dullart “ Kata Tazuya sambil mengambil minuman kaleng tersebut

“ Woah. . . apa ini battlesuit, Rigel-san ? “ Tanya Dullart sambil melihat kearah layar komputer tersebut

“ Ya. Aku merancangnya sesuai dengan battlesuit milik para Prisman. Karena Battlesuit kami dirancang untuk bisa bertahan disegala kondisi tempat yang berat seperti diluar angkasa, laut, kawasan dingin dan panas yang berpotensi bisa membunuh kita. Bahkan . . . battlesuit ini bisa bertahan dalam suhu 3000 derajat celcius “ Jelas Rigel dengan bangganya kepada mereka berempat

“ Keren ! Apa itu artinya kami bisa keluar angkasa dengan kostum ini ?! “ Tazuya bertanya dengan nada kegirangan\ saat mendengar penjelasan Rigel

“ Tentu. Tapi itu bukan berarti kalian bisa bertahan lama di ruang hampa udara selama 2 jam atau dengan nekat pergi planet berhawa tinggi demi mengetes kostum itu. Karena kalian mengenal ketiga orang yang kalian sebut barusan, mungkin kalian sudah mengenal mereka cukup lama. Bisakah kalian tunjukan foto-foto mereka ? Aku ingin bisa menyesuaikan rancangan battlesuit untuk mereka. Yaaa~ siapa tahu mereka juga pasti calon El-Fighter “ Kata Rigel

“ Oh baiklah. Ini dia foto mereka bertiga bersama ! “ Kata Tazuya sambil memberikan smartphonenya kepada Rigel

“ Hooo. . . sepertinya kalian sudah saling kenal sejak lama ya “

“ Ya, Tuan Rigel. Kami sudah bersahabat sejak SMP kelas 1 “ Jawan Tazuya

“ Tiga laki-laki dan dua perempuan “

“ Eh. . . Dua perempuan ? Maaf Tuan Rigel. . . lebih tepatnya itu empat laki-laki dan satu perempuan. Karena Ryuga Mangetsu itu adalah seorang laki-laki “ Jelas Inuya

“ Heeeee. . . jadi sirambut magenta ini Laki-laki ?! “ Tanya Dullart yang berada disamping Rigel dengan nada kaget

“ Ya. . . hehehehehe “

“ Untuk seorang laki-laki. . . . si Mangetsu ini terlalu cantik untuk dikatakan sebagai laki-laki macho “ Celetuk DECA-I

“ Baiklah. . . soal warna. . . aku akan menyesuaikannya dari warna mata kalian masing-masing “ Lanjut Rigel sambil memperbesar foto mereka dari layar komputer miliknya

“ Itu artinya Ryuga akan mendapatkan warna pink ? “ Tazuya bertanya kepada Rigel

“ Lagipula. . . dia juga merasa pink itu warna pria sejati “ Kata Inuya

“Tuan Rigel merancang battlesuitnya serasa kaya battlesuit yang sering ada di Tokusatsu ya. Mana kita harus memakai pelindung kepala dan kode warna segala “ Kata Tazuya

“ Itu karena usia kalian terkategori cukup muda sebagai calon El-Fighter. Karena usia minimal calon El-Fighter itu

ialah 18 tahun. Kalian dan juga temanku yang bernama Dennias menjadi calon El-Fighter diusia 15 tahun. Karena itulah. . . aku juga merancang pelindung kepala yang akan memodifikasi suara kalian agar identitas kalian terjaga. Nanti aku juga akan menyesuaikan kostum ini sesuai dengan kekuatan yang mereka bertiga miliki “ Jelas Rigel

“ Hooo. . . jadi. . .saat kami menjalankan misi, kami harus menggunakan ini ?”

“ Ya, Tazuya. Ini demi menjaga identitas kalian. Dan saat sudah tiga tahun kalian menjadi Calon El-Fighter dan

menguasai tahap ke-3 dan ke-4 dari Fighter Possession. . . kalian boleh menunjukan identitas kalian didepan umum. Nah . . . ada yang perlu ditanyakan ? “ Rigel melanjutkan penjelasannya sambil bertanya kepada Tazuya dan Inuya

“ Tidak ada, Tuan Rigel. Kami. . .sudah paham “ Kata Inuya

“ Baiklah kalau begitu. Hmph .  . . aku yakin cepat atau lambat sang Calon El-Fighter lainnya pasti akan segera ketemu. Jika mereka bertiga benar-benar orang yang kalian sebut tadi, aku juga berharap merekalah calon yang dimaksudkan “

“ Hah ! Aku malah mencemaskan kalau Jubei adalah salah satu calon tersebut. Takutnya dia akan jadi beban tim kita ! “ Kata Inuya

“ Jangan khawatir. Karena itulah kenapa aku akan menjadi guru kalian. Aku berjanji akan membimbing kalian sampai menjadi El-Fighter. Agar kalian siap menghadapi musuh sesungguhnya yang harus kalian hadapi “

Mendengar penjelasan Rigel, Tazuya dan Inuya membalasnya dengan senyuman. Tazuya dan Inuya bersama dengan DECA-I pamit untuk pulang kepada Rigel dan Dullart. Tazuya mengatakan bahwa ia berjanji akan berusaha untuk membujuk sang calon El-Fighter tersebut jika mereka sudah menemukan siapa orangnya

“ Baiklah, Tuan Rigel dan Tuan Dullart. Terima kasih atas bantuan kalian. Lalu. . . soal calon El-Fighter. . . jangan khawatir. Cepat atau lambat. . . kita pasti tahu siapa mereka. Kami berjanji akan berusaha semaksimal mungkin untuk membujuk mereka, dan bersama-sama mengubah masa depan dunia ini “

“ Ya. Terima kasih juga, Tazuya. .Inuya “

“ Oi Tuan Robot. Mau ikutan gak ? “ Inuya bertanya ke DECA-I

“ Apaaaaaaaa~ Nanti kalau dilihat orang lain bagaimana ? “

“ Ga apa-apa. Kita juga mau pergi ke Mall loh. Nanti bilang saja sama Ataru dan yang lain kalau kami barusan ke toko mainan untuk membelimu “ Jelas Tazuya

“ Okeeee~ Kalau begitu aku juga ikut “

“ Baik, Tuan Rigel . . .Dullart-san . . . kami pamit dulu “

“ Ya. Hati-hati dijalan “

*****

Tazuya, Inuya beserta DECA-I berjalan kaki untuk pergi ke halte bus yang pergi menuju kearah Mall Grand

Asia. Dalam perjalanan, mereka sambil melihat pemandangan sore menjelang malam disekitar kota Shinjitsu. Tidak lama kemudian, mereka dihampiri oleh mobilnya Karin Umida, yang baru saja pulang dari kampusnya yang lokasi kampus tersebut tidak jauh dari rumah milik Rigel.

“ Hmph. Tazu-chiiiiiiii~ “

“ Uwaa ! Karin ! Sedang apa kamu disini ?! “ Tanya Tazuya

“ Oh. . .ya. . .aku baru saja pulang dari kampus. Kalian juga sendiri dari mana ?”

“ Hooo. . .kami baru saja mengunjungi guru kami yang butuh bantuan untuk mendekorasi ruangan untuk ulang

tahun anak kesayangannya. Dan kami malah diberi robot ini sebagaia tanda terima kasih karena sudah menolongnya “ Kata Tazuya sambil mengarang cerita agar Karin tidak menaruh curiga dengan mereka

“ Lalu. . . kalian mau kemana ? “

“ Umm. . . kami mau ke Mall Grand Asia. Karena teman-teman kami sudah menunggu disana “

“ Hmmm. . . bagaimana kalau kalian ikut aku saja ? Yaaa. . . apartemenku juga mengarah Mall itu. Kalian mau ? “

“ Boleh ! Ayo, Inuya ! Mumpung ada yang baik hati untuk memberi tumpangan. Ayo naik saja “

“ Uuh. . oke ! “

Dalam perjalanan, Karin menjelaskan kepada mereka berdua bahwa ia diterima dijurusan Psikologi. Ia mengatakan awalnya ia berniat untuk mengambil jurusan dokter kecantikan dan mengambil beasiswa. Namun, karena persaingannya yang sangat ketat membuat ia gagal mendapatkan jurusan tersebut. Karin mengatakan bahwa

orang tuanya meninginkan dirinya untuk kuliah jurusan keuangan di Harvard University, tapi Karin menolak tawaran mereka dan memutuskan untuk kuliah di Universitas Shinjitsu dan mengambil jurusan Psikologi

“ Hooo. . .jadi kau terima dijurusan Psikologi. Hebat juga ya ! Aku benar-benar kaget mendengarnya ! Tapi yaaa. .

.Karin. . . jangan kecil hati kau tidak dapat di Harvard. Apalagi jika kapasitas kepintaranmu tidak seimbang dengan kualitas kurikulum disana “ Puji Tazuya yang secara bersamaan langsung meledek Karin

“ T-Tazu-chii ! Kaaauuuu ! Tak kusangka mulutmu bisa sepedas itu ya ! Aku senang akhirnya kamu memiliki sedikit perkembangan setelah sekian lama kita tidak bertemu! “ Gerutu Karin

“  Ngomong-ngomong siapa temanmu ini ? “ Tanya Karin sambil memperhatikan Inuya

“ Oh ! Aku Inuyari Namidashi. Panggil saja aku Inuya. Apa kamu dan Tazuya sudah saling kenal sejak lama ? “

“ Aku dulu mantan tetangga dan teman sepermainannya. Itu karena ayah kami saling mengenal satu sama lain. Sejak pindah, kami tidak pernah bertemu atau saling memberi kabar satu sama lain “ Jelas Karin

“ Yaaa. . . walau demikian tapi aku ga begitu dekat sama dia “ Kata Tazuya

Mereka sampai didepan pintu utama Mall Grand Asia. Sebelum pergi meninggalkan mereka, Karin berharap jika mereka punya waktu luang, ia ingin sekali menghabiskan waktunya bersama Tazuya sebelum Tazuya memiliki seorang pacar

“ Oke ! Terima kasih atas tumpangannya, Karin “

“ Tidak masalah, Tazu-chii. Eh . . . kalau ada waktu luang nanti kita jalan barengan. Yaaa. . . sebelum kamu akhirnya diambil oleh cewek lain “

“ Heee. . . perkataanmu seolah kau takut aku sudah punya pacar atau dikerumuni oleh banyak Fansgirl ? Jangan berpikir yang aneh-aneh deh. . . sekarang mana ada yang mau sama aku “

“ Yaaa. . .siapa tahu sih kamu udah punya cewek yang kamu taksir atau ada seseorang yang naksir sama kamu. Daaaah~ “

“ Hati-hati dijalan, Karin si tukang ompol ! “

Sementara itu, Ryuga terlihat baru saja keluar dari gedung Tsuki Entertainment. Tiba-tiba, ia mendengar ada pemberitahuan dari smartphonenya yang sudah 2 jam tidak ia buka karena kesibukannya disana. Saat memasuki mobil, Ryuga mendengar pesan suara dari Jubei, yang mengajaknya untuk pergi ke Mall Grand Asia untuk menghabiskan waktu bersama dengan mereka. Ryuga melirik kearah Kokoda Natsume, sang pengawal pribadi dan sopir ayahnya. Mengetahui bahwa Kokoda adalah orang yang sulit untuk melepaskan semua tugas yang diberikan ayahnya, Ryuga memutuskan untuk menghipnotisnya dengan kekuatan sihirnya sambil memberi sugesti untuk menurunkannya di Mall Grand Asia

“ Kokoda-san ! “

“ Iya, tuan muda “

“ Turunkan aku, ke Mall Grand Asia. Aku akan kembali ke asrama bersama teman-temanku. Dan tolong. . . jangan beritahu ayah. Bilang kepadanya bahwa aku sudah berada diasrama “ Ryuga menepuk pundak Kokoda sambil membisikan sugesti kepadanya

Mata Kokoda seketika berubah menjadi warna pink. Kemudian, ia mematuhi sugesti dari Ryuga. Ia langsung mengubah arah dan pergi menuju Mall Grand Asia

“ Baiklah, tuan muda. Ayo, kita ke Mall Grand Asia “

Di Mall Grand Asia, Tazuya dan Inuya sedang mencari lokasi yang dimaksudkan oleh Jubei dan Ataru. Jubei mengatakan bahwa ia dan Ataru menunggu mereka bertiga dilantai 2, tepatnya di Muse Cafe. Saat mereka pergi ketempat yang dimaksud, mereka melihat Jubei dan Ataru yang sudah menunggu mereka berdua didepan kafe tersebut

“ Ya  Tuhaaaaan ! Kalian ga balik ke asrama untuk mandi dan ganti pakaian dulu ?! “ Celetuk Jubei

“ Jubei, jangan pikir kami sebau apa yang kau pikirkan ! “ Gerutu Tazuya

“ Kalian bawa apa ini ? “ Tanya Ataru

“ Oh! Ini hadiah dari pemberian Paman Hideo. Kata beliau biar aku selalu teringat dengan rumah~ “

“ Aaaaahhh. . . robot buddy~ Seumur hidup aku belum pernah melihatnya secara langsung. Aaaaaaaaaaaah. . . mereka sama aja kaya boneka, tapi terbuat dari besi~ “ Kata Jubei yang langsung memeluk DECA-I

“ Uogh ! Ugh ! Aaaahh. . . Aku. . .Boneka. . . errr. . . apa itu artinya aku ini lucu~”

“ Tentu~ Kamu memang lucu, Robot-chan~ “

“ Euuuhhh. . . terima kasih atas pujiannya~ “

“ Ayo masuk. Aku sudah memberikan pesan kepada Ryuga dan memberikan titik tempat melalui E-map “ Ajak Ataru untuk masuk kedalam kafe tersebut

Didalam kafe, mereka berempat memesan ruangan khusus untuk lima orang. Disaat yang bersamaan saat mereka memasuki ruangan karaoke, Ryuga akhirnya sampai ketempat yang dimaksud.

“ Oh. . . Disini ternyata “ Kata Ryuga

“ Ryuga! Fyuh. . .syukurlah. Aku baru saja ingin keluar Mall untuk mencari keberadaanmu. Yaaaa. . .kami khawatir nanti kamu tersesat disana dan ini bisa jadi masalah besar dengan ayahmu nanti “ Jelas Inuya yang langsung menghampiri Ryuga

“ Ya. Smartphone-ku ada fitur khusus yang bisa memberikan arahan untuk pengguna tuna netra “ Jelas Ryuga sambil memasukan smartphonenya kedalam sakunya

“ Dan ayahmu ? “ Tazuya bertanya

“ Jangan khawatir. Semua sudah ku urus “

“ Baiklah. Ayo duduk dan pesan minumanmu, Ryuga-kun “ Kata Ataru sambil menepuk sofa disebelahnya

Mereka berlima menghabiskan malam minggu mereka sambil bernyanyi ria disana. Mereka sangat menikmati lagu pop, dan saat mereka memilih lagu rap, Inuya berusaha untuk menirunya. Dan hasilnya sangat jelek, yang membuat Tazuya menertawakannya

“ Inuya. . . aku sejujurnya lebih memilih mendengar Kiko bernyanyi lagu rock ketimbang mendengarmu sok-sokan nge-rap ga jelas “

“ Sialan kau, Tazuya ! Kau sendiri dari tadi tidak bernyanyi dan hanya bisa mangap-mangap ga jelas “

“ Jadi kau menantangku untuk bernyanyi ? Boleh ! Carikan aku genre rock ! “ Tantang Tazuya dengan senyuman menyeringai diwajahnya

“ Ataru ? Mau kemana ?! “ Jubei tiba-tiba melihat Ataru beranjak dari sofa tersebut

“ Mau keluar untuk nyari penyumbat telinga ! “

“ATARU ! “ Teriak Tazuya dan Inuya

“ Santai, bro ! Aku cuma nge-sarkas disini ! “

“ Sarkas dengkulmu ! Gerutu Tazuya dan Inuya secara bersamaan

“ Jujur. . . dengar kalian bergaduh bikin aku rindu masa lalu. Yaaa. . setidaknya tidak menyebalkan seperti suara aneh yang sering muncul dikepalaku akhir-akhir ini”

Mendengar perkataan Jubei, para cowok kemudian terdiam sesaat. Mata Tazuya dan Inuya melebar, dan mereka saling melirik satu sama lain. Mereka pikir bahwa Jubei juga merasakan kontak spiritual yang sama dengan mereka. Jubei yang melihat para cowok terdiam, dan melihat kearahnya dengan ekspesi kebingungan langsung mengganti topik pembicaraannya.Karena Jubei merasa tidak nyaman karena ia dilirik seperti itu oleh mereka.

“ Eh ? “

“ Ah ? “

“ Jubei ? Emang ada masalah dengan kepalamu ? “ Tanya Tazuya

“ Ah. . .umm. . .aaah. . . tadi aku bilang ada suara aneh dikepalaku. Oh ya. . . .aku lupa hari ini aku baru saja nonton film horor di bioskop sama Vlada-chan, Hikari dan Rattana. Karena filmnya terlalu serem. . . makanya itu selalu terngiang-ngiang dikepalaku “ Jelas Jubei dengan ragu-ragu sambil memeluk DECA-I

“ Ooouuuhhh. . . Jadi kamu masih kepikiran tentang film itu ya “ Tanya Ryuga

“ Yaaa. . .sepertinya begitu. Lagipula. . .filmnya serem banget, siiihh~ “ Kata Jubei sambil menggaruk bagian belakang kepalanya

Mendengar hal itu, para cowok mempercayai perkataan Jubei. Tazuya dan Inuya yang mendengarnya juga memutuskan untuk tidak bertanya apapun tentang apa yang ia katakan.

“ Heh ! Jubei. . . Jubei. . .seperti biasa kamu selalu bicara apapun yang kamu pikirkan tapi seketika lupa dengan

apa yang kamu bicara saat ada bertanya “ Kata Inuya sambil meminum minuman yang ia pesan

“ Wajar sih. . . namanya juga cewek. Makanya kenapa mereka sulit untuk dipahami “ Tazuya menambahkan

“ Eeeeeh. . . jangan bilang aku ga konsisten dong ! Kalian para juga kadang dengan bodohnya merasa memahami tentang cewek ! Jadi siapa yang ga konsisten ?! “ Gerutu Jubei

“ Oi Jubei. . . jadi kau anggap para cowok disini adalah orang bodoh ya ?! Berarti aku juga termasuk golongan “bodoh” itu dong ? “ Tanya Ryuga yang membuat Jubei kebingungan maksud perkataanya

“  Eh ? “

“ Lihat ‘kan. Kamu sendiri juga tidak tahu maksud dari perkataanmu sendiri. Berarti kamu juga sama bodohnya dengan kami ? “ Ryuga melanjutkan perkataanya sambil menatap Jubei

“ Ehhhhhhh “

“ Kok malah dijawab ‘Eh’ sih ? “

“ Ahahaha. . . Ryuga-san. . . tumben sekali kamu mengatakan hal seperti itu ke Jubei. Tapi sisanya, kamu memang tidak berubah sama seperti Tazuya-kun dan Inuya-kun “

“ Aku ? Heh ! Kamu juga tidak berubah! Kamu sama sekali tidak bisa menghentikan kebiasaanmu untuk menusuk orang dengan perkataanmu ! Dasar menyebalkan ! “ Gerutu Inuya

“  Tapi ya. . .aku senang karena kita bisa ngumpul bareng seperti ini. Karena aku selalu berpikir apa yang terjadi kalau kita tidak akan pernah bertemu kembali “

Mendengar perkataan Tazuya, mereka berempat langsung melihat kearahnya. Tazuya kembali melanjutkan perkataanya.

“ Kalian tahu. Aku selalu berpikir mungkin kita ditakdirkan untuk menjadi seseorang yang bisa mengubah masa depan. Dan aku bisa membayangkan seperti apa kita nanti jika kita ditakdirkan menjadi seperti itu. Apa kita bisa mengubah masa depan dan takdir kita sendiri ? atau malah menerima begitu saja tanpa ada perjuangan ? Yaaa. . .itulah yang aku pikirkan sekarang “ Jelas Tazuya

“ Ehm. . .tumben sekali kamu jadi bijak seperti ini ya, Hideyuki. Aku penasaran kamu kesambet apa sampai kamu sesaat bisa jadi orang bijak. Tapi yaaa. . . Kita para pelajar adalah calon pengubah masa depan. Bukan hanya kita berlima saja. . .tapi. . . semua anak-anak. . . mereka juga harus bisa menjadi lebih baik agar masa depan bisa menjadi lebih cerah “ Jelas Ryuga

“ Itupun. . .walau orang tua kadang ada yang tidak setujuh dengan cara kita. At least. . . aku akan membujuk mereka dan membuktikan mereka bahwa cita-citaku ini adalah pilihanku. Dan jalanku adalah jalan yang terbaik untuk masa depanku dan juga bisa membahagiakan mereka “ Lanjut Inuya

“ Aku juga. . . aku tidak mau terus-terusan menjadi cewek desa yang kikuk dan sering ketinggalan dengan yang

lain ! Aku ingin bisa setara dengan kalian dan juga Kak Jiyu ! “ Kata Jubei sambil bersemangat

“ Dan kalian mau tahu. . .aku sering berpikir apa kita bisa menulis ulang masa lalu. Jika saja kita bisa kembali ke masa lalu dan mengubah segalanya. . .aku selalu berpikir apa hasilnya akan tetap sama, berbeda dan menjadi lebih baik. . .atau malah semakin buruk ?! “ Kata Ataru sambil mengeluarkan jam sakunya

“ Kita memang tidak bisa menulis ulang masa lalu. Tapi aku yakin ada beberapa masa lalu yang bisa kita ubah dimasa depan. Yakni. . . dengan merasakannya dimasa sekarang. Jika kita merasa masa lalu itu membuat kita menderita. . . yaaa. . .kita harus maju dan mengubah nasib kita “

Mendengar perkataan Tazuya, mereka berempat tersenyum mendengarkannya. Tidak lama, Jubei mengingatkan mereka untuk kembali menikmati malam mingguan mereka dan mengajak mereka untuk melanjutkan karaokean mereka. Mendengar hal itu, Ataru mengajak Ryuga untuk duet bareng bersamanya di sesi selanjutnya

“ Umm. . . itu tadi bagus ya saling memotivasi diri kita sendir. Tapi kalian masih ingat kaaaaan. . .tujuan kita disini untuk apa~ “

“ Oh ya. . .  jadi siapa selanjutnya mau nyanyi ? “

“ Ryuga-san. . . kalau kamu mau bernyanyi bersamaku aku tidak masalah. Sini biar kucarikan lagu favortimu “

“ Eh ? Ajak saja Namidashi ! Aku tidak yakin apa aku bisa duet sama kamu ! “

Inuya melihat kearah Tazuya dan mendekatinya. Ia bertanya apakah Tazuya berkata seperti itu karena ia yakin bahwa mereka bertiga adalah Calon El-Fighter sama seperti mereka, Tazuya menjawab iya walau sebenarnya ia masih ragu apakah itu benar atau tidak.

“ Jadi. . .kau berkata seperti itu karena kamu percaya mereka juga Calon El-Fighter sama seperti kita ?! “ Bisik Inuya

“ Nah. Sejujurnya aku masih ragu. Tapi. . .tidak ada salahnya ‘kan kalau kita saling memotivasi diri ? “

“ Hehe . . . ya. . . kau benar, Tazuya “ Jawab Inuya sambil tersenyum

Mendengar hal itu, Tazuya juga memberikan senyuman hangat kepadanya. Kemudian, ia menawarkan diri kepada Ataru untuk ikutan duet bersamanya karena Ryuga masih ngotot tidak mau diajak duet bersamanya. Mereka melanjutkan malam minggu mereka di kafe tersebut sampai akhirnya jam menunjukan sudah mengarah jam 9 malam dan bersama-sama, mereka jalan kaki untuk kembali keasrama mereka. Saat sedang menuju asrama, mereka tidak menyadari ada sebuah robot kecil berbentuk laba-laba memperhatikan mereka dari semak-semak. Ternyata itu adalah robot yang sengaja ditinggalkan Swift Polly dan Oxtoroo sebelum mereka pergi ke pesawat TSP-03. Robot tersebut ternyata memang dikendalikan oleh Swift Polly dari jarak jauh. Saat ia melihat wajah dari Tazuya beserta Inuya, Ryuga, Ataru dan Jubei, ia semakin yakin bahwa mereka berlima juga berpotensi menjadi ancaman untuk mengagalkan misi mereka

“ Menarik sekali ! “ Kata Swift Polly sambil memperhatikan wajah mereka dilayar dengan ekspresi dinginnya

*****

Terpopuler

Comments

Santai Dyah

Santai Dyah

satu 🌹 mawar untuk mu thor hebat pnjang 2 babnya

# pena Autoon

2021-12-14

0

Cerita Aveeii

Cerita Aveeii

semangattt yaa ceritanya bagus


#penaautoon

2021-12-14

0

Khafida II

Khafida II

aku kasih mawar untukmu kak, biar tambah semangat
#PenaAutoon

2021-12-13

0

lihat semua
Episodes
1 Prologue : Memasuki 2100
2 Hari Pertama
3 Pertarungan
4 Sebuah Kabar Besar
5 Pendekatan
6 Pembalasan Atraco
7 Adaptasi I : Permainan Dimulai
8 Adaptasi II : Selidik
9 Masalah Besar
10 Hentikan Mereka
11 Seperti Waktu Itu
12 Menemukan Sesuatu Yang Sulit Dipercaya
13 Sabotase
14 Serang Mereka I : EPSILON
15 Serang Mereka II : DELTA
16 Serang Mereka III : GAMMA
17 Peran Kita
18 Apa Yang Terjadi Di Dermaga Shinjitsu ?
19 Pelatihan I : Guru vs Murid
20 Pelatihan II : Semangat
21 Bersekongkol Dengan Para Manusia
22 V-FIGHTER
23 Fighter Possession I : Bangkit
24 Fighter Possession II : Tantangan
25 Hasil
26 Sisi Lain
27 Atraco vs Theta
28 Suatu Saat Mereka Akan Tahu
29 Manusia Sialan Yang Kutemui
30 Operasi Pencarian Dilanjutkan
31 Invasi Thetoid I : Superbia-07
32 Invasi Thetoid II : Gagalkan Rencana Mereka !
33 Invasi Thetoid III : Tumbukan
34 Invasi Thetoid IV : Astraser
35 Harapan Baru
36 Malam Setelah Penyerangan
37 Petaka
38 Tak Terduga
39 Jangan Bercanda !
40 Hukuman
41 Keingintahuan
42 Latihan Dilanjutkan
43 Mencari Batasan dan Potensi
44 Our Real Enemy
45 When People Can’t Accept Something
46 Mereka Datang !
47 Keluarga
48 Descendant Of The Untouchable Huntress
49 Kita Tidak Sama !
50 A Light from Inner Spirit
51 (VISUAL Part 1) Main Character
52 (Kepo Session) Part.1
53 51. Kelemahan
54 52. Operasi Pencarian di Festival
55 53. Masalah Ganda I
56 54. Masalah Ganda II
57 55. Masalah Ganda III
58 56. Not Worth To Kill
59 57. Bond Between Sister I
60 58. Bond Between Sister II
61 59. Ajakan dari Karin
62 60. True Feeling
63 61. Can’t Have Same Feeling With You
64 62. Salah Perhitungan I
65 63. Salah Perhitungan II
66 64. Salah Perhitungan III
67 65. Salah Perhitungan IV
68 66. Kecerobohan
69 66. Kecerobohan
70 67. Aksi Bodohmu
71 68. Overthinking
72 69. Cara Lain I
73 70. Cara Lain II
74 71. Gedung markas MIRA
75 72. Cara Damai Akhirnya Gagal
76 73. V-FIGHTER vs Elite Soldier I
77 74. V-FIGHTER vs Elite Soldier II
78 75. V-FIGHTER vs Elite Soldier III
79 76. Ku Hargai Keputusanmu
80 77. Wondering
81 78. Something You Hide
82 79. No Right To Know
83 80.Si Penakut Di Posisi Orang Hebat I
84 81.Si Penakut Di Posisi Orang Hebat II
85 82. Friendly Fight
86 83. Something Impossible Can Be Possible
87 84. Unbelievable
88 85.Mencoba Menikmati Yang Kita Benci
89 86. Hide and Seek
90 87. Playtime is OVER !
91 88. Tepat Waktu
92 89. From This, Im Decide to... I
93 90. From This, Im Decide to... II
94 91. Senja itu
95 92. Pandangmu
96 93. Menciptakan Suatu Sejarah I
97 94. Menciptakan Suatu Sejarah II
98 95. Hadapi atau Hindari I
99 96. Hadapi atau Hindari II
100 97. Hadapi atau Hindari III
101 98. Daddy Long Legs
102 99. Nekad I
103 100. Nekad II
104 (VISUAL Part 2) Karakter Thetoid
105 101. Visitors of Dormitory I
106 102. Visitors of Dormitory II
107 103. Hasil Perundingan
108 104. Golden Week (Sehari Sebelum Misi) I
109 105. Golden Week (Sehari Sebelum Misi) II
110 106. MISSION START
111 107. Be Careful
112 108. FOILED
113 109. AKIBAT TERLALU NEKAT I
114 110. AKIBAT TERLALU NEKAT II
115 111. AKIBAT TERLALU NEKAT III
116 112. AKIBAT TERLALU NEKAT IV
117 113. MEREKA SUDAH SADAR !
118 114. Belum Terlambat
119 115. Kembalilah Dalam Keadaan Selamat
120 116.(RE) ENTER
121 117. WELCOME BACK !
122 118. Pertimbangkan dan Putuskanlah
123 119. How Silly !
124 120. TREMBLE I
125 121. TREMBLE II
126 122. Hesitate Can Kill You
127 123. A Man With Bold Action I
128 124. A Man With Bold Action II
129 125. Jangan Lari ! Hadapi Aku !
130 126. Countdown To Second Invasion I
131 127. Countdown To Second Invasion II
132 128. Countdown To Second Invasion III
133 129. The Promise I
134 130. The Promise II
135 131. Ayo ! Kita Harus Menuntaskannya !
136 132. No Time To Waste (Just Do it !)
137 133. No Time To Waste (Or Let me kill you first)
138 134. No Time To Waste (Think About Quick Action now ! )
139 135. Sting And Swarm I
140 136. Sting And Swarm II
141 137. Sting And Swarm III
142 138. Sting And Swarm IV (Queen Bee)
143 139. Sting And Swarm V
144 140. I' am strong
145 141. (No) Honor Among Soldier I
146 142. (No) Honor Among Soldier II
147 143. Worthiness
148 144. Yes ! We Are Still Worthy
149 145. Fallen
150 146. Kesempatan Terakhir
151 147. Retake The Sword And Mantel
152 148. What A Tough Day
153 149. A Peaceful and Silent Night
154 150. [THE END] Keep Moving Toward The Bright Side
155 [EPILOGUE] And The World Know Us
156 [BIG NEWS]
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Prologue : Memasuki 2100
2
Hari Pertama
3
Pertarungan
4
Sebuah Kabar Besar
5
Pendekatan
6
Pembalasan Atraco
7
Adaptasi I : Permainan Dimulai
8
Adaptasi II : Selidik
9
Masalah Besar
10
Hentikan Mereka
11
Seperti Waktu Itu
12
Menemukan Sesuatu Yang Sulit Dipercaya
13
Sabotase
14
Serang Mereka I : EPSILON
15
Serang Mereka II : DELTA
16
Serang Mereka III : GAMMA
17
Peran Kita
18
Apa Yang Terjadi Di Dermaga Shinjitsu ?
19
Pelatihan I : Guru vs Murid
20
Pelatihan II : Semangat
21
Bersekongkol Dengan Para Manusia
22
V-FIGHTER
23
Fighter Possession I : Bangkit
24
Fighter Possession II : Tantangan
25
Hasil
26
Sisi Lain
27
Atraco vs Theta
28
Suatu Saat Mereka Akan Tahu
29
Manusia Sialan Yang Kutemui
30
Operasi Pencarian Dilanjutkan
31
Invasi Thetoid I : Superbia-07
32
Invasi Thetoid II : Gagalkan Rencana Mereka !
33
Invasi Thetoid III : Tumbukan
34
Invasi Thetoid IV : Astraser
35
Harapan Baru
36
Malam Setelah Penyerangan
37
Petaka
38
Tak Terduga
39
Jangan Bercanda !
40
Hukuman
41
Keingintahuan
42
Latihan Dilanjutkan
43
Mencari Batasan dan Potensi
44
Our Real Enemy
45
When People Can’t Accept Something
46
Mereka Datang !
47
Keluarga
48
Descendant Of The Untouchable Huntress
49
Kita Tidak Sama !
50
A Light from Inner Spirit
51
(VISUAL Part 1) Main Character
52
(Kepo Session) Part.1
53
51. Kelemahan
54
52. Operasi Pencarian di Festival
55
53. Masalah Ganda I
56
54. Masalah Ganda II
57
55. Masalah Ganda III
58
56. Not Worth To Kill
59
57. Bond Between Sister I
60
58. Bond Between Sister II
61
59. Ajakan dari Karin
62
60. True Feeling
63
61. Can’t Have Same Feeling With You
64
62. Salah Perhitungan I
65
63. Salah Perhitungan II
66
64. Salah Perhitungan III
67
65. Salah Perhitungan IV
68
66. Kecerobohan
69
66. Kecerobohan
70
67. Aksi Bodohmu
71
68. Overthinking
72
69. Cara Lain I
73
70. Cara Lain II
74
71. Gedung markas MIRA
75
72. Cara Damai Akhirnya Gagal
76
73. V-FIGHTER vs Elite Soldier I
77
74. V-FIGHTER vs Elite Soldier II
78
75. V-FIGHTER vs Elite Soldier III
79
76. Ku Hargai Keputusanmu
80
77. Wondering
81
78. Something You Hide
82
79. No Right To Know
83
80.Si Penakut Di Posisi Orang Hebat I
84
81.Si Penakut Di Posisi Orang Hebat II
85
82. Friendly Fight
86
83. Something Impossible Can Be Possible
87
84. Unbelievable
88
85.Mencoba Menikmati Yang Kita Benci
89
86. Hide and Seek
90
87. Playtime is OVER !
91
88. Tepat Waktu
92
89. From This, Im Decide to... I
93
90. From This, Im Decide to... II
94
91. Senja itu
95
92. Pandangmu
96
93. Menciptakan Suatu Sejarah I
97
94. Menciptakan Suatu Sejarah II
98
95. Hadapi atau Hindari I
99
96. Hadapi atau Hindari II
100
97. Hadapi atau Hindari III
101
98. Daddy Long Legs
102
99. Nekad I
103
100. Nekad II
104
(VISUAL Part 2) Karakter Thetoid
105
101. Visitors of Dormitory I
106
102. Visitors of Dormitory II
107
103. Hasil Perundingan
108
104. Golden Week (Sehari Sebelum Misi) I
109
105. Golden Week (Sehari Sebelum Misi) II
110
106. MISSION START
111
107. Be Careful
112
108. FOILED
113
109. AKIBAT TERLALU NEKAT I
114
110. AKIBAT TERLALU NEKAT II
115
111. AKIBAT TERLALU NEKAT III
116
112. AKIBAT TERLALU NEKAT IV
117
113. MEREKA SUDAH SADAR !
118
114. Belum Terlambat
119
115. Kembalilah Dalam Keadaan Selamat
120
116.(RE) ENTER
121
117. WELCOME BACK !
122
118. Pertimbangkan dan Putuskanlah
123
119. How Silly !
124
120. TREMBLE I
125
121. TREMBLE II
126
122. Hesitate Can Kill You
127
123. A Man With Bold Action I
128
124. A Man With Bold Action II
129
125. Jangan Lari ! Hadapi Aku !
130
126. Countdown To Second Invasion I
131
127. Countdown To Second Invasion II
132
128. Countdown To Second Invasion III
133
129. The Promise I
134
130. The Promise II
135
131. Ayo ! Kita Harus Menuntaskannya !
136
132. No Time To Waste (Just Do it !)
137
133. No Time To Waste (Or Let me kill you first)
138
134. No Time To Waste (Think About Quick Action now ! )
139
135. Sting And Swarm I
140
136. Sting And Swarm II
141
137. Sting And Swarm III
142
138. Sting And Swarm IV (Queen Bee)
143
139. Sting And Swarm V
144
140. I' am strong
145
141. (No) Honor Among Soldier I
146
142. (No) Honor Among Soldier II
147
143. Worthiness
148
144. Yes ! We Are Still Worthy
149
145. Fallen
150
146. Kesempatan Terakhir
151
147. Retake The Sword And Mantel
152
148. What A Tough Day
153
149. A Peaceful and Silent Night
154
150. [THE END] Keep Moving Toward The Bright Side
155
[EPILOGUE] And The World Know Us
156
[BIG NEWS]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!