Hari Senin
Terlihat Swift Polly dan Oxtoroo bekerjasama untuk memperbaiki pesawat dan juga ketiga robot tersebut. Mereka berbagi tugas, Swift Polly memperbaiki para robot sedangkan Oxtoroo yang dibantu oleh kelima mini-droid memperbiki pesawat mereka. Oxtoroo memang memiliki pengetahuan tentang teknologi, namun pengetahuannya tidak sebesar Swift Polly karena itu bukan spesialisnya. Maka untuk itu, Swift Polly mengaktifkan sebuah mini-droid, robot pembantu yang dikhususkan untuk memperbaiki pesawat. Setiap pesawat milik Thetoid memiliki mini-droid, jumlahnya tergantung dengan ukuran pesawat mereka
“ Fyuh. . . selesai ! “ Swift Polly bernafas lega saat ia selesai memperbaiki Mag-Ni5 sambil memasukannya ke Regenerepod
“ Baiklah. Aku akan mengupgrade semua buds-drone milikmu. Aku akan merancang sistem kamuflase agar tidak ada musuh yang bisa melihatnya. Untuk mereka berdua, ini membutuhkan waktu dua hari untuk memulihkan sistem mereka dari dalam Regenerepod. Tapi aku yakin, kamu bisa menangani si Prisman Beta itu besera komplotannya seorang diri, Eva-Q8 “ Swift Polly melanjutkan penjelasannya kepada Eva-Q8 yang berdiri didekat pintu ruang perbaikan
“ Dan. . . komplotannya Prisman itu apa kalian sudah tahu seperti apa mereka ? “ Tanya Eva-Q8
“ Mereka. . .hanya anak-anak. Tapi itu bukan berarti mereka adalah lawan yang enteng. Karena salah satu dari mereka memiliki psikokinesis yang sama dengan para Kazenoid. Tapi aku tidak tahu siapa dia “ Peringat Swift Polly
Tidak lama kemudian, Oxtoroo bersama dengan salah satu mini-droid menghampiri mereka. Ia memberitahu bahwa sistem portal dimensi sudah bisa berfungsi, dan meminta mereka untuk ketempat portal dimensi. Dikarenakan Jenderal Argus akan datang ketempat mereka melalui portal dimensi pesawat tersebut.
“ Polly-chan ! “
“ Bagaimana, Oxto ? “
“ Beres. Kalau itu bukan karena mini-droid ini, aku tidak akan bisa memperbaikinya dalam waktu yang singkat “ Jelas Oxtoroo
“ Oh. . . baguslah “
“ Oh ya! Aku juga mau ngasih tahu kekamu bahwa Jenderal Agrus akan datang kemari ! “
“ Apa ?! Jenderal ? Jangan bercanda. . . katamu portal dimensinya baru saja selesai diperbaiki ! “ Kata Swift Polly yang kaget saat mendengar perkataan Oxtoroo
“ Yaaa. . .aku sempat mengetesnya dengan mengirimkan boneka yang kubeli dikota itu. Dan saat dites benar-benar bisa berfungsi dengan baik. Ayo cepat. . . beberapa detik lagi Jenderal akan datang. Kita harus berada disana ! “ Jelas Oxtoroo yang langsung mengajak Swift Polly keruang portal dimensi
Oxtoroo, Swift Polly dan Eva-Q8 pergi keruang portal dimensi. Tidak lama, Jenderal Argus muncul dari portal tersebut. Sambil memberi hormat kepadanya, Argus langsung bertanya tentang perkembangan pesawat, para robot serta identitas dari Tazuya dan yang lain
( Zyuuuuuuuuuuuuung )
“ Selamat datang, Jenderal Argus ! “ Sambut Oxtoroo sambil memberi hormat kepada Argus, yang diikuti oleh Swift Polly dan Eva-Q8
“ Ya ! Bagaimana perkembangan situasi saat ini ? “
“ Pesawat sudah diperbaiki, begitu juga dengan para robot. Sekarang ini semua dalam masa pemulihan “ Jelas Swift Polly
“ Jadi hanya Eva-Q8 yang pulih. . . hmph. . .baiklah ! Kerja yang bagus ! Bagaimana dengan keberadaan Tuan Muda, si Prisman dan komplotannya ? “ Argus kembali bertanya dengan mereka bertiga sambil berjalan keruang kendali
“ Mereka masih berada dikota itu “ Jawab Swift Polly
“ Kota apa ? “
“ Umm. . .Namanya . . . Shinjitsu “ Jawab Oxtoroo
“ Soal komplotannya Prisman itu, mereka terlihat masih sangat muda. Tapi mengingat tradisi mereka yang menciptakan Prisman Beta yang kebanyakan dari mereka ialah anak-anak, wajar saja jika si Prisman itu mempercayai anak-anak untuk menjadi anak buahnya ! “ Jelas Oxtoroo sambil memperhatikan wajah dari Tazuya dan yang lain dari layar monitor
“ Dan katanya sih. . . mereka ini adalah El-Fighter ! “ Tambah Oxtoroo
Jenderal Argus berpikir sesaat. Sambil melihat video yang terekam dari robot laba-laba yang ditinggalkan mereka dan mengingat ada yang diantara diduga sebagai bagian dari Kazenoid dan memiliki kekuatan Psikokinesis ras alien tesebut, Argus memutuskan untuk memantau aktivitas mereka dan jika memang sudah saatnya untuk melakukan penyerangan, ia akan mengirimkan B.R.O untuk menyerang Tazuya dan yang lain.
“ Bagaimana, Jenderal ? Apa perlu kita melakukan penyerangan kepada mereka berlima ?! “ Tanya Eva-Q8
“ Nanti ! Kita lihat dulu gerak-gerik beserta tingkat kekuatan mereka. Kita harus tahu seperti apa mereka ! Nanti jika kita melihat tanda ancaman dari mereka. . . kita akan mengutus B.R.O untuk menangani mereka ! “
“ Anda yakin ?! “
“ Extraoridnary Valuation of Adaptation tipe Quantum-8 ! Apa kamu masih meragukan instruksiku ?! “ Tanya Argus dengan nada tegas sambil menatap Eva-Q8 dengan tatapan sinisnya
Mendengar pernyataan itu, Eva-Q8 jadi terdiam dan langsung berlutut dihadapan, meminta maaf karena sudah membuatnya tersinggung.
“ Maafkan aku, Jenderal “ Kata Eva-Q8 sambil berlutut dihadapan mereka bertiga
“Berapa Spidaro yang kalian tinggalkan dikota itu ?! “ Tanya Argus
“ Tiga ! Satu Spidaro ku utus memantau anak-anak itu, sisanya memantau situasi yang ada dikota itu dan juga mencari keberadaan Tuan Muda “ Jawab Oxtoroo
“ Hmm. . . mari kita pantau anak-anak ini dulu untuk sementara waktu mumpung salah satu Spidaro belum mengirimkan sinyal keberadaan Tuan Muda “ Kata Argus sambil memperhatikan Tazuya dan yang lain sedang belajar didalam kelas mereka melalui rekaman pantauan Spidaro yang bersembunyi di CCTV kelas tersebut
Didalam kelas, terlihat Tazuya dan yang lain sedang memasuki mata pelajaran Bahasa Inggris. Sesuai dengan perkataan walikelas mereka, Raymundo Gracia, ia mendatangkan sang asisten guru bernama George Eléanor untuk menjadi penggantinya dikarenakan ia selalu izin dan sibuk oleh kesibukan dia di komunitas “Ikatan Guru Dunia”. Disini, Pak Eléanor diberi tugas untuk memperkenalkan diri para siswa-siswi dalam Bahasa Inggris dan menceritakan tentang hobi atau ketertarikan mereka
“Hehehehe. . . Good Morning, Mr. Eléanor. My name is Kurniawan Komarih, I’m come from Neo-Indonesia ! Nice to meet you ! “
“ Nice to meet you, Komarih-san. Can you tell to us about your hobby and your interest ? “ Kata Pak Eléanor
“ Sure ! I have lot of hobbies . . . but I really love riding horse ! “
“ Haaah?! Seneng naik kuda ?! Sejak kapan ?! Kukira kamu senang menghalu ! “ Tanya Alessander yang berpura-pura kaget kepada Kiko
“ Eeeehhh semua orang tahu loh aku senang berkuda. Makanya jadi orang jangan apatis banget sama yang lain ! “
“ Hartoless-san. . . kita sudah membuat kesempatan untuk menggunakan Bahasa Inggris selama jam pelajaran. Please. . .use English and don’t disturb your friend ! “ Tegur Pak Eléanor
“ Sorry, sir “
“ Komarih-san. . . please continue “
Saat Kiko melanjutkan perkenalan dirinya, Tazuya melirik kearah Inuya yang sedang menggambar sesuatu dari buku sketsa miliknya. Ia melihat Inuya sedang iseng menggambar dirinya sebagai agen rahasia ala film barat, dan disebelah sketsa gambar tersebut ia menggambar dirinya sebagai ninja. Tazuya yang melihat gambarannya takjub akan keahliannya.
“ Woah. . . aku tidak menyangka kamu bisa menggambar juga. Kamu bisa menggunakan cat air ? “ Bisik Tazuya
“ Eh ? Ooohh. . . tidak, aku hanya bisa menggunakan pensil dan pena. . . tidak seperti kamu aku hanya menggambar ini untuk kesenangan saja biar tidak melamun atau pikiranku tiba-tiba kosong. Mau lihat ? “ Kata Inuya sambil menggeserkan buku sketsanya
“ Ya ! Hmmm. . .hooo. . . eh. . . kok semua gambarannya hanya dirimu yang kamu gambar ? ”
“ Aaaah~ Aku ‘kan sudah bilang bahwa aku menggambar untuk kesenangan. Bukan hobi atau kemampuan yang ingin kukembangkan ! Lagipula. . . ini ‘kan buku sketsaku, bukan punyamu. Jadi gambaran gue, suka-suka gue dong~ “
“ Dasar. Kamu ternyata orang yang narsistik ya ! “
“ Puh ! Serah kamu deh “ Kata Inuya sambil tersenyum dan kembali menggambar sambil mendengar penjelasannya Kiko
Beberapa jam kemudian, jam tanda istirahat siang berbunyi. Tazuya dan Inuya terlihat sedang pergi menuju ketempat mesin minuman dan snack yang beberada didekat kelas mereka. Mereka kemudian pergi kemeja makan dan menikmati makan siang bersama. Tazuya tiba-tiba ia teringat akan pedang peninggalan ayahnya. Sebuah pedang Chokuto berwarna hitam, yang disimpan didalam salah satu lemari yang ada diruang kerjanya. Tazuya punya niat untuk mampir kerumahnya saat pulang sekolah untuk mengambil pedang tersebut, dan mengajak Inuya untuk pergi kesana.
“ Inuya ! “
“ Ya ? “
“ Aku ada niat ingin pulang kerumah sebentar untuk mengambil sesuatu diruang kerja ayahku nanti. Mau ‘kah kamu ikut denganku kesana saat pulang nanti ? “ Ajak Tazuya
“ Boleh ! Kamu mau ambil apa ? “
“ Ini. . . pedang peninggalan ayahku. Sebuah Chokuto berwarna hitam yang disimpan dilemari pajangannya. Kadang-kadang, aku selalu melihat ayah berlatih kendo di waktu senggang. Aku pernah menggunakan ini saat kelas 5 dan 6 untuk tes semester akhir. Kenangan saat aku memakai pedang itu, saat aku mengalahkan idolaku, Kak Yukiharu saat aku kelas 5 “ Cerita Tazuya
“ Hooo. . . apakah itu adalah pedang peninggalan keluargamu ? “ Tanya Inuya
“ Mungkin. Kata ayah sih. . . pedang itu diturunkan dari neneknya. Dan ayah juga bilang kalau ia berniat memberikan pedang itu kepadaku kalau aku sudah lihai dalam ilmu pedang dan saat aku sudah dewasa “
“ Hmm. . . padahal kamu sudah ahli sejak SD “
“ Errr. . . yeah. Itu karena ayah sering melarangku untuk mendekati benda tajam karena khawatir bila psikokinesisku kembali tidak terkendali dan melukai adik-adikku. Oh ya. . . kamu mau menemaniku untuk mampir kerumahku sehabis jam sekolah ? “
“ Boleh. Ngomong-ngomong kamu masih menyimpan gitarmu ‘kan ? “ Inuya bertanya sambil teringat gitar milik Tazuya
“ Tentu. Terakhir Yoshino menggunakannya sebulan yang lalu. Dan aku meletakannya diruang kerja itu “ Kata Tazuya sambil mengingat lokasi gitar tersebut
“ Kalau bisa kamu sekalian aja membawa gitar itu untuk menutupi pedang itu. Yaaa. . . itupun karena aku, kamu, Hartoless juga Glenn bisa memainkan gitar itu. Jadi otomatis gitar itu tidak akan nganggur selama berada di asrama “ Inuya memberikan saran kepada Tazuya
“ Ide yang bagus ! “
(Kriiiiiiiiiiiiiiiiing)
“ Wow ! Sudah jam masuk ?! Cepat juga ya “ Kata Inuya saat mendengarkan bel tanda masuk ke jam pelajaran selanjutnya
“ Kamu benar, Inuya! Oke !Fix. . . kita akan kerumahku sehabis pulang sekolah untuk mengambil pedang dan gitar itu ! Ayo, cepat buruan kekelas ! “
*****
Di pesawat induk milik para Thetoid, terlihat Kaisar Zozo sedang mendengarkan laporan yang diterima oleh Argus. Sebelum Argus mengakhiri panggilannya, ia menginstal sistem rekaman milik Spidaro agar Zozo bisa melihat situasi yang ada dikota tersebut. Tidak lupa, ia juga memberikan sample serpihan tanah untuk dianalisa agar Zozo bisa mempelajari tentang planet bumi.
“ Begitu ! Yaaaa. . . kalau dia masih belum ada kabarnya kenapa harus diberitahu ?! Lanjutkan pencariannya ! “
“ Baik, yang mulia ! Oh. . .sebelumnya, aku ingin menginstal program rekaman yang dipasang oleh salah satu Spidaro. Agar anda bisa melihat situasi yang ada dikota tersebut. Lalu. . . . aku akan mengirimkan ini ! “ Jelas Argus sambil menunjukan kapsul kecil ke Zozo
“ Apa itu ?! “
“ Serpihan tanah. Jika anda menganalisa ini, anda bisa mempelajari apapun yang ada diplanet itu “
“ Baiklah ! Kirimkan ! “
Argus mengirimkan kapsul berisi tanah tersebut kedalam portal dimensi untuk dikirim kepesawat induk tersebut. Tidak lama, salah satu teknisi yang melihat kapsul tersebut langsung membawakannya kehadapan Zozo.
“ Ini dia, Yang Mulia “
Zozo mengambil kapsul tersebut, dan kemudian pergi keruang pemantau untuk menganalisa serpihan tanah tersebut salah satu meja pemantau
“ Analisa “
Meja pemantau menganalisa serpihan tanah tesebut. Kemudian, beberapa info tentang apapun yang berada dibumi mulai keluar dari layar monitor tersebut. Zozo yang melihat ini semakin penasaran tentang apa yang ada di planet tersebut
“ Hmmm. . . hmm. . .hmmm. . . “
“ Ayah ! Apa yang anda lakukan disini ? “ Tanya Pangeran Gretue yang tidak sengaja melihat Zozo diruangan pemantau
“ Sedang melihat apa yang barusan dikirim oleh Argus “
“ Kemana Argus ?! “
“ Aku beri dia izin untuk melihat keberadaan Swift Polly dan Oxtoroo diplanet itu. Tidak lama saat dia memberitahu kabar terbaru, ia mengirimkan ini “
“ Oh. Jadi itu berisi tentang apa yang ada diplanet tersebut ? “ Tanya Gretue
“ Ya. Ngomong-ngomong apa Morsdantaque sudah pulang ? “ Zozo bertanya tentang keberadaan sang putra sulungnya tersebut
“ Nah. Belum ada kabar kalau dia sudah puas untuk mengalahkan musuhnya atau berhasil menguasai suatu planet. Anda tidak perlu mencemaskan keberadaannya. . . cepat atau lambat ia pasti kembali “ Jelas Gretue
“ Heh ! Kau benar ! Baiklah, kembalilah ke posmu. . . . tinggalkan aku sendirian untuk mempelajari planet ini “ Kata Zozo sambil kembali melanjutkan observasi dan analisanya terhadap planet bumi
“ Hmm. . . kelihatannya menarik ! Mungkin aku bisa memindahkan setengah dari penduduk planet utama di galaksi Theta untuk pindah kesini “ Kata Zozo yang semakin penasaran dengan hasil yang didapatkan oleh analisa dilayar tersebut
Rigel dan Dullart terlihat sedang duduk bersantai ditaman kota Shinjitsu, sambil melihat beberapa bebek beserta anak-anaknya yang ada dikolam taman tersebut. Di taman kota itu, mereka tidak sendirian, namun ada beberapa pengunjung yang bersantai disana. Karena masih musim semi, bunga sakura masih bermekaran ditaman tersebut. Maka dari itu, banyak pengunjung sedang piknik dibawah pohon tersebut.
“ Aku tidak menyangka kalau tempat ini ada pohon secantik ini. Ini apa namanya ? “ Tanya Dullart yang kagum dengan bunga sakura yang berada didekat mereka
“ Ini sakura, pohon nasional Negara Neo-Jepang. Tunggu, kamu tidak melihat pohon sakura yang ada dibelakang rumahku ?! “
“ Eeeeh. . .tidak. . . aku saja tidak tahu dimana letaknya pintu kearah halaman belakang rumahmu “
“ Heeee. . . cara bicaramu serasa kamu kayak bukan anak Kaisar saja ! “ Celetuk Rigel
Rigel terdiam sesaat dan kemudian menceritakan pohon sakura yang ada dibelakang rumahnya. Rigel mengatakan ia menanam pohon tersebut untuk mengenang kematian ketiga rekan El-Fighter dan ingat bahwa Nigulas sangat menyukai pohon sakura, terlebih saat ia berada di kota Shinjitsu
“ Pohon ini. . . adalah pohon kesukaannya Nigulas. Saat kepergiannya, tempat dimana ia dikremasi beserta abunya kami tanam bibit pohon sakura dibelakang rumahku. Untuk mengingat bahwa ia beserta Rikka-san dan Hide selalu bersama kami. Di depan pohon tersebut, ada batu nisan untuk dia dan Rikka-san “ Jelas Rigel
“ Aku yakin ia menyukainya, Rigel-san “
“ Tentu “ Kata Rigel sambil tersenyum dan menutup matanya
“ Tazuya-san dan Inuya-san. . . kemana mereka ? “
“ Tentu saja, mereka masih sekolah “
Jam 3 sore, terlihat Tazuya dan Inuya sudah pulang dari sekolah. Sebelum menuju rumahnya, Tazuya mengajak Inuya untuk pergi ke tempat pemakaman umu. Dimana ia ingin mengunjungi makam orang tuanya. Saat menuju kesana, Tazuya membawakan dua buket bunga. Dipemakaman, Tazuya memperkenalkan makam kedua orang tuanya ke Inuya. Di batu nisan tersebut, terlihat nama kedua orang tua Tazuya bernama Hideyoshi Seijuro Iga dan Sayuri Iga.
“ Katanya kita mau kerumahmu ? “
“ Ya~ Tapi aku ingin berziarah dulu sebentar kesini. Nah. . . ini dia, makam orang tuaku, Inuya “
Inuya memperhatikan makam kedua orang tua Tazuya, dan seketika ekspresinya yang selalu cool berubah menjadi hangat. Didepan makam tersebut, Tazuya menceritakan tragedi yang menyebabkan mereka meninggal.
“ Ayah dan Ibu meninggal 5 tahun yang lalu. Kami diserang oleh orang yang tidak kami kenal. Saat itu, jam 5 sore. . .Ibu mengajakku pergi ketoko mainan untuk membelikan mainan baru untuk Shinore. Tiba-tiba, ada orang misterius mengikuti kami dan menembak kami berdua. Kata Paman Hideo, orang itu kemungkinan besar pergi kerumah kami dan menembak ayah, serta berusaha untuk membunuh keempat adik-adikku. Jika bukan karena Paman yang datang kerumah kami, aku sudah pasti akan kehilangan segalanya “ Cerita Tazuya
“ Aku. . . uh. . .benar-benar tidak tahan mendengarnya . . . ma. . .maafkan aku “ Kata Inuya sambil menutup wajahnya serasa seperti ingin menahan air mata
“ Inuya. . . aku yakin bahwa orang yang membunuh orang tuaku beserta orang yang berusaha menyerang kita 3 tahun yang lalu adalah orang yang sama ! Menurutmu. . .apa kita bisa bertemu dengan si keparat itu untuk membalas dendam ?! “
“ Eh ?! “
“ Uh. . . aku kepikiran itu karena aku ingin menggunakan statusku sebagai Calon El-Fighter untuk memburu si keparat itu ! Apapun alasannya dan juga seperti apa orangnya, aku tidak akan pernah membiarkan orang itu hidup didunia ini ! “ Kata Tazuya dengan tegas sambil menunjukan wajah amarahnya kepada Inuya
“ Tazuya. . . aku netral soal balas dendam. Jika itu demi keadilan keluargamu. . .akan kubantu untuk menjalankannya ! Tapi ingat Tazuya. . .jangan sampai kau terbutakan oleh balas dendam, amarah dan kebencian ! Karena itu akan membuat kita semakin menderita dan menolak untuk berubah jadi lebih baik! “ Kata Inuya sambil memegang pundaknya Tazuya
Mendengar hal itu, mata Tazuya berkaca-kaca dan mengusap air matanya yang ingin keluar dari matanya. Iapun langsung memeluk Inuya dan berterima kasih kepadanya karena selalu setia bersamanya
“ Terima kasih, Inuya ! Ayah. . .Ibu. . .aku pamit dulu. Aku berjanji akan mengubah nasibku dan juga keluargaku “
Tazuya dan Inuya meninggalkan pemakaman, kembali melanjutkan perjalanan untuk kerumah kediaman keluarga Iga dengan berjalan kaki, karena lokasi rumahnya tidak begitu jauh dari tempat pemakaman umum. Jam sudah menuju jam 4, Tazuya dan Inuya akhirnya sampai kerumah tersebut. Sesampainya disana, mereka melihat sebuah mobil putih yang terparkir didepan pagar rumah. Tazuya mengenali mobil tersebut, mengatakan bahwa itu mobilnya Hideo
“ Mobil siapa itu ? “
“ Itu. . .oh . . .Paman Hideo ! Ayo Inuya, kita masuk ! “
Tazuya dan Inuya mengetuk pintu. Mereka berdua disambut oleh Yoshino yang saat itu sedang membukakan pintunya. Yoshino kaget, karena Tazuya mengunjungi mereka tanpa memberi kabar terlebih dahulu
( Tiiiiiiiiiinng )
“ Yaaa. . .Eh ! Aniki ! “ Yoshino kaget saat melihat kedatangan Tazuya yang mendadak dari kamera pengintai didepan rumah mereka
“ Oh hei, Yoshino. Bisakah kamu membukakan pintunya ? “
“ Oh ya ! Tentu “ Yoshino langsung membukakan pintu untuk kakaknya
“ Yoshino. . . siapa disa- Oh. . .Tazuya ? Apa yang membuatmu datang kemari ? Tumben sekali kamu tidak beritahu adik-adikmu bahwa kamu akan kesini “ Sambut Paman Hideo
“ Maaf Paman. Sebenarnya aku disini ingin mengambil gitar untuk keperluan pelajaran kelas kesenian nanti “ Jelas Tazuya
“ Begitu ya. Dan dia ? Apa ini sahabatmu yang bernama Inuya itu ? “
“ Oh ya, Paman. Aku Inuya. . .salam kenal “ Kata Inuya sambil memperkenalkan dirinya
“ Salam kenal. Kamu memang sangat mirip dengan mantan rekan kerjanya kakakku. Aku pernah bertemu dengan dia sekilas. . . yaaa. . .kamu mirip sekali dengannya walau kulitmu sedikit gelap darinya. Baiklah. . . bagaimana jika kalian istirahat sebentar dikamar Tazuya sambil menunggu makam malam ? “
“ Err. . .boleh boleh ! Ayo, kita kekamarku, Inuya ! “
“ Arrrf ! Arrrf ! “ Goldie-chan tiba-tiba menggonggong dan menghampiri Tazuya yang sontak bikin Inuya kaget bukan main
“ Egh ! Anj-“
“ Goldie-chaaaaaaan~ Ehehehehe~ Bisa juga kamu tahu aku akan kemari yaaa~ “ Kata Tazuya sambil mengusap perutnya Goldie-chan
“ Eeeerr~ Tazuya. . . Kurasa kita tidak perlu dia untuk masuk kedalam kamar kan ? “ Kata Inuya dengan nada setengah takutnya dan menunjuk kearah Goldie-chan
“ Jangan khawatir ! Shinore tolong ajak Goldie-chan main bersamamu dan Harukatto “ Kata Tazuya sambil memanggil salah satu adiknya untuk membawa Goldie-chan
“ Okeeee ! Ayo sini Goldie-chan~ “
“ Lihat! Mudah kok untuk membawa Goldie-chan lari darimu “
“ Ummm terima kasih banyak karena telah menjauhkannya dariku “
“ Yaaa~ Ayo ikut aku ! “
Tazuya dan Inuya menuju kamar milik Tazuya yang terletak dilantai 2. Sambil menuju kekamar, Tazuya mengajak Inuya pergi ke ruang kerja milik Hideyoshi untuk mencari barang yang ia maksud. Diruang kerja, Inuya takjub dengan seisi ruangan tersebut. Saat melihat seisi ruangan tersebut, Inuya bisa menebak bahwa Hideyoshi dulu adalah seorang aristek
“ Woah. . . keren ! Apa ayahmu dulunya seorang arsitek ? “
“ Yup. Ayahku arsitek disalah satu anak perusahan pembangunan milik keluarga Byakkoshi. Beliau adalah salah satu arsitek dan perancang ruangan terbaik mereka. Ayah juga sangat artistik, kadang-kadang. . . ia juga melukis suatu lukisan yang keren “ Jelas Tazuya sambil membukakan lemari pajangan tersebut dan menemukan pedang Chokuto yang ia cari
“ Mungkin sangat bagus jika kamu mengikuti jejak ayahmu, Tazuya “
“ Nah. . . aku ragu jika aku bisa seperti ayah “
“ Bisa saja kamu bisa menjadi sama hebatnya dengan caramu sendiri “
“ Hahaha. . .yaaaa “
Sambil membersihkan pedang itu dengan kain lap, Tazuya kemudian melihat refleksi dirinya dipedang tersebut. Tazuya menutup matanya, memikirkan masa depan dan juga takdirnya. Ia kemudian melihat kearah pedang tersebut, dengan ekspresi serius dan penuh kepercayaannya, ia akhrinya siap menerima dirinya sebagai El-Fighter
“ Maaf ayah. . . sekarang ini akan menjadi milikku. Dengan ini, aku akan mengubah masa depan sebagai El-Fighter “
Inuya yang masih melihat seisi ruangan tersebut tiba-tiba pandangannya terfokus kepada sebuah kotak besi misterius yang disembunyikan dirak buku lama milik Hideyoshi. Inuya melihat tulisan dikotak yang bertuliskan “Jangan dibuka kalau kalian belum siap !”. Karena penasaran, Inuya melirik kearah Tazuya dan berniat untuk membukakan kotak tersebut dengan menekan tombol kotak itu. Tetapi sebelum ia melakukannya, Katsuki datang keruangan itu dan melihat mereka. Yang membuat ia mengurung niat dan rasa penasarannya akan kotak tersebut
“ Umm. . .Tazuya ! Apa kamu pernah lihat kotak i-“
“ Eh ! Kakak ?! “
“ Uah. . . Katsuki ?! “ Kata Tazuya yang kaget sambil dengan cepat menutup wadah gitar tersebut yang telah berisikan gitar dan pedang tersebut
“ Oh haaayy. . . dek Katsuki “ Sapa Inuya yang kaku saat melihat Katsuki untuk pertama kalinya
“ Maaf aku datang secara mendadak karena ada sesuatu yang ingin kuambil untuk dibawa kesekolah. Tapi Paman Hideo menyuruhku untuk menunggu dikamarku untuk meunggu makan malam “ Jelas Tazuya
“ Hooo. . . begitu ! Kakak mau dibikin apa selain steamboat ? “
“ Gyoza ? “
“ Hmmm oke oke ! Sekarang tunggu saja dikamar saja. Jam makan malam juga masih lama looooh~ “
“ Inuya ! Ayo ! “
“ Oh. . .oke ! “
Mereka meninggalkan ruangan tersebut. Disaat ia mematikan lampu ruangan tersebut dan menutup pintu ruangan tersebut, Tazuya langsung menatap ruangan itu dengan sedih dan menutupnya secara perlahan
*****
Dipesawat TSP-03, terlihat Swift Polly masih melacak keberadaan Tazuya melalui Spidaro. Tanpa Tazuya dan Inuya sadari, Spidaro ternyata masuk kedalam tas milik Inuya. Saat Inuya membukakan tasnya dan kembali berbicara dengan Tazuya, Spidaro keluar dari tas tersebut dan merayap bebas pergi untuk menganalisa situasi dirumah kediaman keluarga Iga. Spidaro bersembunyi disalah satu rak buku komiknya Tazuya, dan menganalisa status mereka berdua. Saat dianalisa, hasil dari data tersebut bahwa Tazuya memiliki 1/2 DNA Kazenoid sedangkan status spesies Inuya tidak diketahui. Tentu saja ini membuat Swift Polly terkejut melihat hal tersebut
“ Jadi si bocah berambut hitam memiliki darah Kazenoid ?! Hmm. . . katanya itu adalah rumahnya dan orang yang ada dirumah tersebut adalah saudara beserta pamannya. Hmm. . .Spidaro, pergi keruang bawah dan analisa mereka ! “
Spidaro keluar dari kamar saat melihat Tazuya tidak menutup rapat pintu kamarnya. Robot laba-laba tersebut pergi kearah kamar milik Yoshino, yang sedang mengerjakan PR dari sekolahnya. Spidaro menganalisa Yoshino, dan ternyata memiliki status spesies yang sama dengan Tazuya. Hal ini membuat Swift Polly semakin penasaran dan memutuskan untuk memanggil Argus untuk melaporkan hasil temuannya
“ Jenderal ! Aku disini ingin menyampaikan sesuatu yang mengejutkan yang baru saja kami temui ! “ Panggil Swift Polly dari layar tablet milik Argus
“ Baiklah ! Aku kesana ! “
“ Ada apa, Jenderal ? “ Oxtoroo bertanya kepadanya
“ Aku juga tidak tahu. Ikut saja aku jika kamu penasaran ! “
Argus dan Oxtoroo sampai keruang kendali. Swift Polly langsung menjelaskan tentang temuan yang sangat mengagetkan, terlebih mereka seumur hidup belum pernah melihat hibrida manusia dengan ras lain dari luar angkasa. Ini membuat Argus berpikir apakah Kazenoid berencana untuk membuat percobaan menciptakan sub-spesies baru dari mereka.
“ Ada apa, Kapten Teknisi Swift Polly ? “ Tanya Argus
“ Aku menemukan sesuatu yang cukup mengejutkan yang diperoleh dari Spidaro ! “
“ Eeeh ? Apa itu ? “
“ Aku rasa kelihatannya pihak Kazenoid akhir-akhir ini melakukan proyek ras hibrida dengan manusia. Karena saat aku mencoba menganalisa salah satu dari anak buah si Prisman itu, si bocah pendek berambut hitam itu menurunkan setengah DNA Kazenoid “ Jelas Swift Polly
“ Apa ? Itu. . . tidak mungkin ‘kan ?! Bukannya kata Jenderal mereka adalah makhluk yang tidak suka membaur dengan makhluk lain ? “
Sebelum diantara mereka berdua menjawab pertanyaan Oxtoroo, Spidaro memberi tanda kepada mereka tentang temuannya. Dilayar, terlihat Tazuya dan Inuya sedang bersiap untuk menyantap makan malam mereka diruang makan bersama dengan keempat adik-adiknya Tazuya dan juga Paman Hideo. Saat Spidaro menganalisa status spesies mereka, Spidaro menemukan bahwa keempat adik-adik Tazuya juga memiliki 1/2 DNA Kazenoid sama seperti kakaknya
“ Apa ?! Jadi bukan hanya si cebol berambut hitam yang diketahui hibrida Kazenoid ?! “ Kata Oxtoroo yang semakin heran saat melihat layar monitor tersebut
“ Diruangan ini, ada lima yang diketahui memiliki 1/2 DNA Kazenoid. Salah satunya yaaaa si rambut hitam itu. Satu orang diketahui hanya manusia biasa dan satunya lagi. . . si temannya bocah itu status spesiesya tidak diketahui “ Jelas Swift Polly
“ Hmmm. . . apakah ini ada hubungannya dengan Prisman itu ? Apakah mereka bekerja sama untuk menciptakan makhluk hibrida dengan makhluk lain sebagai tentara super mereka ?! “ Tanya Oxtoroo dengan nada setengah panik
“ Mungkin “
Mendengar jawaban Argus, Swift Polly dan Oxtoroo menjadi kaget. Argus mengatakan bisa jadi pihak Kazetopia secara diam-diam merencanakan proyek hibrida sebagai bukti kerjasama mereka untuk menguasai suatu planet. Ia beranggap bahwa El-Fighter hanyalah kedok untuk menarik hati manusia agar bisa mempercayai mereka
“ Bisa jadi inilah rahasia kenapa pihak Kazetopia memutuskan untuk tidak membaur dengan spesies lain. Aku tidak menyangka mereka bisa sepicik ini dan membentuk kerjasama dengan para Prisman ! “ Jelas Argus
“ Tapi. . . untuk apa ? Dan bagaimana dengan El-Fighter ? “
“ Mungkin saja itu adalah kedok mereka untuk bisa menarik hati kepada manusia-manusia ini ! Aku yakin. . . mereka pasti merencanakan sesuatu untuk menguasai planet ini ! “
Sementara itu, Tazuya dan Inuya terlihat sedang menikmati makan malam mereka bersama dengan keluarganya Tazuya. Disana, Tazuya menceritakan kepada Paman Hideo beserta keempat adik-adiknya tentang hari-harinya di SMA Internasional Shinjitsu beserta tentang Ryuga, Jubei dan juga Ataru
“ Syukurlah kamu memiliki teman yang baik, Tazuya. Aku harap kamu bisa menjaga pertemananmu dengan Inuya dan juga tiga temanmu yang lain “ Puji Hideo
“ Aku juga. . .tertarik untuk berteman dengan sang anak klub anggar bernama Haku Akashinya. Dia . . . err. . .terlalu imut untuk menjadi ahli pedang. . . dan aku tertarik untuk berteman dengan dia dan beradu pedang lagi “ Kata Tazuya sambil wajahnya perlahan memerah dan menggaruk kepala bagian belakangnya
“ Hmmm. . . kayaknya kamu mulai belajar untuk naksir dengan cewek ya, Tazuya ?! Baguslah. . . kamu akhirnya puber juga setelah sekian lama “ Ledek Inuya sambil meminum segelas air putih dan melirik kearahnya
“ Apa ? Eh ? Apa ? Tidak tidak tidak. . .aku hanya ingin berteman sama dia kok. . .tidak ada maksud apa-apa sama dia. . . lagi pula. . . dia itu Akashinya. . . jadi level sosialku benar-benar tidak sepandan dengannya ! “ Kata Tazuya dengan nada tergesa-gesa kepada Inuya
Mendengar hal itu, Katsuya dan Shinore tertawa. Katsuki menambahkan bahwa ia senang karena Tazuya juga punya sisi romantis terhadap teman sekelasnya dan berharap ia bisa mengajak Haku untuk main kerumah mereka
“ Hoooo. . . jadi Kakak ternyata diam-diam suka sama cewek kaya yang atletis~ Aku harap kakak bisa mengajaknya kesini bersama dengan temanmu ! “
“ Apa ?! Aku tidak yakin jika cewek seperti itu mau diajak kesini ! “ Gerutu Tazuya
“ Siapa tahu siiih. . . mungkin aja dia aslinya orang baik “
Tazuya tidak menjawab apa-apa dan terlihat wajahnya masih memerah. Melihat hal itu, Paman Hideo sangat senang karena bisa melihat kelima keponakannya akhirnya bisa kembali ceria seperti sedia kala. Terlebih saat kematian kedua orang tua mereka dan diasuh oleh Hideo, mereka berlima agak canggung satu sama lain
Tidak lama kemudian, Inuya mendapatkan telepon dari pihak Howling Star. Saat selesai menelpon, Inuya meminta izin untuk pergi duluan karena atasan dari Howling Star ingin meminta kepada semua penari baru untuk datang ke studio tersebut walau pelatihan mereka belum mulai. Karena mereka kedatangan tamu spesial dari AAS-Amerika.
“ Umm. . . Tazuya. Maaf aku hari ini izin pergi duluan karena aku mendapat panggilan dari atasan untuk pergi ke studio “
“ Apa ? Tunggu. . . bukannya latihanmu dimulai hari rabu ? “ Tanya Tazuya
“ Ya siiih. . . katanya kami kedatangan tamu dari negara AAS-Amerika. Karena itu semua penari baru diminta untuk pergi kesana sekarang juga “ Jelas Inuya
“ Akan kuantar dengan mobilku. Itupun sekalian aku akan mengantar Tazuya kembali keasrama “ Tawar Hideo
“ Ehh. . .Maaf, Tuan Hideo. Terima kasih atas tawarannya, tapi aku lebih baik pergi sendiri saja “ Inuya menolak tawaran Hideo dengan nada lembut dan santai
“ Baiklah ! Hati-hati dijalan ya brooo~ “
“ Kak Inuya, terima kasih karena sudah datang dirumah kami “ Kata Yoshino dan Shinore secara bersamaan
“ Oke, sip ! “
Inuya keluar dari rumah milik kediaman keluarga Iga dan bergegas untuk pergi ke studio Howling Star. Setelah makan malam, Tazuya terlihat membantu Katsuya dan Shinore untuk membersihkan meja dan piring mereka, lalu bergegas mandi dan bersiap untuk kembali ke asrama. Disaat bersiap untuk pergi, Paman Hideo terlihat sudah menunggunya bersama Yoshino diruang tamu
“ Yooosssh~ Terima kasih untuk makan malamnya. Kakak balik ke asrama dulu yaaa~ “
“ Ya. . .Hati-hati, kaaak~ “ Kata Shinore dengan ceria
“ Yoshino ! Jaga mereka baik-baik “
“ Ya. . . Aniki “ Jawab Yoshino dengan senyuman
Tazuya dan Paman Hideo menaiki mobil, dan segera pergi ke asrama siswa SMA Internasional Shinjitsu. Didalam mobil, Hideo mengingatkan kepada Tazuya bahwa akhir-akhir ini kota Shinjitsu sering diserang oleh makhluk aneh setelah kejadian dimana pesawat TSP-03 mendarat dibumi.
“ Kamu pasti tahu akhir-akhir ini kota kita diserang oleh makhluk misterius yang tidak diketahui datang dari mana mereka. Karena dikota ini ada El-Fighter yang tinggal didaerah ini, jadi percayakan saja kepada mereka untuk mengurus makhluk itu. Kita cukup mengurus urusan kita dan keluarga kita “ Jelas Hideo
“ Iya ya, Paman. Ini benar-benar aneh. . . dan aku sangat membencinya “ Gerutu Tazuya
“ Yang terpenting, kamu bisa menjaga dirimu baik-baik disana. Karena jika kamu sudah tidak ada, siapa yang akan menjaga keempat adik-adikmu “
“ Ya, Paman. Jangan khawatir, aku akan selalu baik-baik saja ! “
Sementara itu, Inuya terlihat sedang menaiki bus kota untuk pergi studio Howling Star. Saat bus tersebut melewati toko roti “Amai Bakery” yang juga sekaligus rumahnya, Inuya melihat kearah gedung tersebut, dan memasang ekspresi kecemasannya. Walau baru beberapa hari tinggal di asrama, Inuya sudah merindukan orang tuanya. Saat Inuya turun dari halte, tiba-tiba, ia dikejutkan oleh beberapa polisi yang sedang yang berusaha menghentikan monster laba-laba yang sedang mencuri sebuah artefak kuno dari museum lain yang tak jauh dari studio Howling Star
“ Celaka ! “
Inuya berusaha menghindar dari monster tersebut. Ia sudah bisa menebak bahwa monster ini tidak lain adalah hasil ciptaan dari Atraco yang menggunakan Biofuse-link. Dari balik gedung, Inuya berusaha untuk mengontak Tazuya dan Rigel. Tiba-tiba, monster tersebut melihat Inuya, ia langsung mengenalnya dan menyerangnya sebelum Inuya bisa menghubungi Tazuya dan Rigel
“ SIALAN ! “
( BRAK )
“ Monster itu ingin menyerang anak itu ! Tembak ! Tembak ! Tembak ! “
Para polisi menembak kearah monster tersebut, namun ia menyerang mereka dengan melemparkan rambu halte bus tersebut kearah mereka. Inuya berusaha untuk lari secepat mungkin dan pergi ke studio tersebut, tetapi monster laba-laba itu dengan cepat menghentikannya dengan menggunakan jaringnya, dan mengenai kaki kirinya Inuya
( SPRAT )
“ Uwaaah ! Aduh ! “
Saat monster laba-laba tersebut ingin menyerangnya, tiba-tiba, ia diserang oleh serangan laser misterius yang berwarna merah muda dari kejauhan. Monster tersebut melihat kebelakang dan sosok misterius itu menyerangnya dengan cepat menggunakan serangan energi merah muda tersebut. Monster tersebut berusaha melawan dengan menyemprotkan jaring kearahnya
“ CONTEGO ! “
Sosok misterius itu melindungi dirinya dengan sebuah perisai sihir, kemudian menyerangnya dengan mantra penebas untuk menyerang monster tersebut dan memotong jaring yang ada dikaki Inuya
“ APOKOVO ! “
( ZYAT ! ZYAT !)
Monster tersebut akhirnya terjatuh dan membuat biofuse-linknya terlepas serta membuat monster tersebut kembali berubah menjadi Rocco. Rocco yang melihat itu langsung lari menghindari mereka. Saat Inuya berusaha bangkit, sosok misterius itu akhirnya mendekatinya, dan ternyata itu adalah Ryuga Mangetsu.
“ Hei ! “ Kata Ryuga dengan singkat sambil menatapnya dengan dingin
“ R-Ryuga ?! “
“ Ternyata benar, ya. Ternyata kamu dan Hideyuki adalah seorang Fighter. . .tidak. . .lebih tepatnya calon El-Fighter “ Kata Ryuga
“ Eh ? Kenapa kamu-“
“ Kenapa ? Kamu bingung kenapa aku bisa tahu soal itu ? Karena aku adalah seorang Spezialist. Ras manusia yang ditakdirkan untuk menjadi musuh para Fighter ! “
Mendengar perkataan Ryuga, mata Inuya melebar dan sangat kaget akan perkataannya tersebut. Sementara itu, Tazuya telah sampai didepan asrama siswa. Tidak lama saat Hideo menyapa Harumura, ia pun meninggalkan tempat. Saat Tazuya berjalan menuju, ia belum merasakan keanehan yang dialami Inuya dan pertemuannya dengan Ryuga. Tiba-tiba, ia kemudian melihat seseorang yang duduk dibangku dekat asrama mereka, yang ternyata itu Ataru Kurenai
“ Oh. . . Ataru “
“ Hei, Tazuya “ Jawab Ataru dengan nada dan ekspresi datarnya
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Santai Dyah
keren ceritanya thor aku komen dobell nih
#pena Auton
2021-12-14
1
Santai Dyah
wah robot dan pesawat mereka rusak smoga cepat berhasil di perbaiki
2021-12-14
1