April 2115
Dirumah milik keluarga Iga, terlihat sosok remaja bertubuh pendek berusia 15 tahun yang bernama Tazuya Hideyuki Iga sedang terlihat mempersiapkan dirinya untuk segera pergi ke SMA Internasional Shinjitsu. Didalam kamar, Tazuya sedang memasukan semua barangnya kedalam tas miliknya. Tidak lama kemudian, adiknya yang bernama Katsuya Sakurako Iga datang menghampirinya untuk memberikan obat epilepsi kepada kakaknya tersebut. Itu dikarenakan Tazuya memiliki riwayat penyakit epilepsi yang bisa kambuh saat ia kelelahan, banyak pikiran atau saat kondisi fisiknya sedang tidak stabil
" Kakak ! Kakaaaaak~ Ah ternyata sudah bangun ya ! "
" Laaah~ kok malah heran kaya gitu ! Kakakkan emang sering kalau bangun lebih awal dari kalian ! Malah kakak juga sudah sarapan loh! Gerutu Tazuya
" Tapi 'kan kakak juga sering telat kalau soal bangun tidur ! "
" Ah berisik dah ! "
" Oh ya kak ! Ini obatmu ! Kak Yoshi baru saja membelikan wadah obat baru kemarin " Kata Katsuya sambil memberikan wadah obat kecil kepada Tazuya
" Hoo. . .oke ! Wadahnya lebih menarik dari sebelumnya " Kata Tazuya sambil memperhatikan wadah obat tersebut
" Ayo cepat kak ! Bentar lagi mobilnya akan datang lo ! Ayo dimakan dulu sarapannya ! "
"Iya-iya ! Kakak akan segera turun ! "
Tazuya bergegas turun kelantai bawah dan membawa tas sekolah beserta koper yang berisi pakaian dan beberapa barang yang akan dibawa ke asrama. Sebelum menuju pintu keluar, Tazuya menghampiri ruang kerja milik almarhum ayahnya yang bersebelahan dengan ruang kamar tidur. Disana, Tazuya memperhatikan foto almarhum orang tuanya. Sambil duduk dikursi milik ayahnya, Tazuya menyetel sebuah lagu yang biasa beliau mainkan saat bekerja dirumah melalui MP4 yang ada disana. Tazuya duduk termenung sambil memikirkan kehidupannya yang akan ia hadapi saat ia akan menjadi siswa SMA dan kedepannya nanti
“ Ahh yaaaa. . . tak kusangka aku sudah SMA. . . dan tidak lama lagi. . . aku juga akan memasuki universitas “Kata Tazuya sambil mencari lagu yang ada di MP4 tersebut
“Ayah. . . Ibu. . .sebentar lagi. ..aku akan memulai hidup baruku sebagai siswa SMA. Dan itu artinya aku seharusnya sudah tahu tujuanku dimasa depan dan memantapkan cita-citaku. . . tapi aku masih ragu dengan pilihanku sendiri. Apa yang harus kupilih ? “ Gumam Tazuya dalam hati
Dari luar ruangan, Yoshino Hidenatsu Iga, sang anak kedua dari lima bersaudara, memanggil kakaknya dan memasuki ruangan tersebut. Yoshino sudah memanggil kakak laki-lakinya sebanyak 4 kali. Disaat ia memasuki ruang kerja ayah mereka, ia melihat Tazuya sedang duduk melamun dengan tatapan kosong dikursi kerja
“ Anikiiiii~ aaaah disini kamu ternyata yaaa “ Kata Yoshino
“ Yo. . . Yoshi ?! “
“ Aniki ngapain ngelamun disini ? Mana suara MP4-nya kuat banget lagi. Pantes saja Aniki dari tadi tidak dengar suaraku “ Kata Yoshino sambil mematikan MP4 yang ada diruangan tersebut
“ Apa mobil jemputannya sudah datang ? “ Tanya Tazuya yang masih terduduk dikursi tersebut
“ Belum sih. Tapi jangan mentang-mentang mobilnya belum datang, Aniki malah bersantai disini. Ayo cepat habiskan sarapanmu ! “Jelas Yoshino
“ Oke oke~ Haaaaaaahh. . .tidak kusangka ya sudah saatnya aku menjalani hidupku sebagai anak SMA. Waktu berjalan dengan sangat cepatnya. Saking cepatnya, aku merasa tahun kemarin aku masih duduk bangku SMP “ Gumam Tazuya sambil berjalan bersama Yoshino untuk menuju ruang depan
“ Benar juga, ya. Tapi walau Aniki sudah SMA, tubuh Aniki belum ada perubahan ya. Jangan-jangan Aniki juga belum puber ! “ Kata Yoshino sambil melirik kearah kakaknya
“ Heh ! Mentang-mentang kamu punya pertumbuhan yang cepat, bukan berarti kamu seenaknya mengejek kakakmu seperti itu ! Dasar kamu ya ! “ Kata Tazuya yang jengkel sambil mencubit pipinya Yoshino
Tazuya dan Yoshino bersama-sama pergi keruang makan. Terlihat, ketiga adik perempuan Tazuya bernama Katsuki, Katsuya dan Shinore telah menunggu mereka dimeja makan. Diruang makan, terlihat mereka juga memiliki seekor anjing Golden Retrivier betina bernama Goldie-chan dan kucing tabby berbulu oranye jantan bernama Harukatto
“ Hei heeeeei~ Harukatto~ Goldie-chan~ kelihatannya kalian berdua sudah akur ya “ Puji Tazuya
“ Ya kak~ Jadi tidak ada yang perlu kakak cemaskan soal mereka saat di asrama nanti “ Jelas Katsuki
“ Ayo kita makaaaaan~ “ Ajak Shinore dengan penuh semangat
Setelah sarapan, Tazuya bergegas pergi keruang depan dan langsung memakai sepatunya. Kedua orang tua Tazuya meninggal 5 tahun yang lalu. Sejak saat itu, Tazuya dan keempat adiknya sempat diasuh oleh Paman mereka, Hideo, yang merupakan saudara kembar dari ayah mereka. Namun saat Tazuya mulai memasuki kelas 3 SMP, mereka memutuskan untuk kembali kerumah lama mereka. Hideo pada awalnya ragu untuk menyetujuinya, namun akhirnya ia menyetujui permintaan Tazuya saat Tazuya meyakinkan pamannya bahwa mereka bisa menjaga diri. Sejak saat itulah, Hideo selalu mengirimkan uang setiap dua minggu sekali sambil mengunjungi mereka
“ Okeh. Semua sudah siap ! “ Kata Tazuya kepada keempat adik-adiknya
“ Kakaaaaak ! Nanti kalau ada waktu datanglah kemari “ Kata Shinore, sang anak bungsu nomor lima
“ Jangan khawatir. Aku akan kembali jika ada waktu luang dan saat libur panjang “ Kata Tazuya
“ Kak ! Kalau kakak sudah punya pacar, jangan disembunyiin ya~ Ajak dia kerumah dan makan-makan bersama kita “ Kata Katsuki
“ Hei ! Jangan berkata yang aneh-aneh ! Anak 11 tahun belum saatnya kepo soal cinta-cintaan ! “ Gerutu Tazuya dengan wajah yang memerah
“ Heheheeee~ ‘Kan siapa tahu nanti ada yang naksir sama kakak~ “ Katsuya menambahkan
“ Kakak ragu kalo ada yang benar-benar nge-fans sama kakak “ Jawab Tazuya sambil tersipu malu
“ Hati-hati disana ! Semoga harimu menyenangkan, Aniki “ Kata Yoshino
“Ya ! Yoshi, tolong jaga danlindungi adik-adik kita “ Jawab Tazuya sambil memeluk Yoshino
“ Yoshino. . . Katsuya. . .Katsuki. . .Shinore. . . kakak pergi dulu ! “
Tazuya keluar dari rumah mereka. Terlihat, mobil jemputan yang ditelpon oleh paman mereka sudah menunggunya. Didalam mobil, Tazuya mengirimkan pesan teks kepada sahabatnya yang bernama Inuyari Namidashi, yang biasa dipanggil Inuya. Tazuya bertanya apa ia sudah pergi ke sekolah. Inuya membalas bahwa ia berada dimobil bersama orang tuanya, sedang menuju kearah sekolah. Disaat yang bersamaan, kedua orang tua Inuya berbicara tentang hari pertama Inuya tinggal diasrama. Terlihat sang ibu, Ringo Namidashi, belum bisa untuk melepas Inuya dan membiarkannya tinggal di asrama. Namun sang ayah, Toshi Namidashi, mengatakan kepada Ringo untuk tidak terlalu mencemaskannya karena Inuya sudah bukan anak kecil lagi
“ Kamu yakin ini ide yang bagus,sayang ! Membiarkan Inuyari untuk tinggal diasrama sekolah itu ! “ Kata Ringo yang disamping Toshi yang sedang mengemudi mobil mereka
“ Ringo-chan. Jangan terlalu mencemaskan Inuyari. Karena kita sudah tahu seperti apa teman-temannya, jadi kita tidak usah terlalu mencemaskannya “ Jelas Toshi
“ Apa kamu sudah lupa bahwa Inuyari sudah 2 kali hampir mengalami kejadian yang sangat buruk yang hampir merengut nyawanya ?! “ Kata Ringo yang penuh dengan kecemasan
“ Dengar Ringo-chan. Anak kita memiliki teman yang baik dan sudah bisa menjaga dirinya sendiri. Ia juga selalu memberi kabar tentang keberadannya. Terlebih sekarang, ia sudah 15 tahun. Biarkan ia mengeksplorasi dunianya secara mandiri. “ Toshi melanjutkan penjelasannya
“ Inuyari. Kamu dengar apa yang papa katakan tadi ? “ Toshi tiba-tiba bertanya kepada Inuya yang sedang memainkan smartphone-nya
“ Eh. Ya ya. . . um. . . Mama sekarang tidak perlu banyak mencemaskan aku. Karena jika mama selalu cemas dan ketakutan, aku tidak akan mendapatkan kebebasan yang kuidam-idamkan “ Jawab Inuya
“ Tadi kamu bilang apa ? “ Tanya Ringo
“ Eh. . .maaf. . .maksudku tadi. . . Mama tidak perlu merasa cemas. Aku sangat ingin bisa mencari teman dan mengeksplorasi sesuatu yang baru dalam masa remajaku ini. . . yeaaaaa. . . soal teman, Mama dan Papa sudah tahu bahwa Tazuya bukanlah orang yang buruk. Ryuga dan Ataru juga. . .mereka sangat baik, kok. Jubei walau dia sangat aneh, dia aslinya sangat baik. Jadi. . . Mama tidak perlu khawatir. Aku bisa menjaga diriku “ Inuya menjelaskan kepada mereka berdua
“ Baiklah. . . .jika kamu bicara begitu. . . kurasa kami hanya cukup berharap kamu memang bisa menjaga diri disana. Semoga harimu menyenangkan, Inuyari. “ Kata Toshi saat mereka tiba didepan pintu gerbang sekolah
“ Jaga dirimu baik-baik ya., nak “ Kata Ringo sambil mencium keningnya Inuya
“ Ya. Mama. . . papa. . . aku pergi dulu “
Saat Inuya turundari mobilnya, terlihat mobil yang ditumpangi Tazuya juga barusan datang. Melihat Tazuya turun dari mobilnya, Toshi pun meninggalkan tempat sambil memberikan senyuman kepada Inuya. Sambil menuju kamar asrama mereka, Inuya menyadari bahwa Tazuya agak tegang sepanjang jalan.
“ Hei hei hei! Kau yakin tidak akan apa-apa untuk meninggalkan keempat adik-adikmu dirumah besarmu ? Lebih baik titipkan saja mereka ditempat pamanmu, disana lebih ramai ‘kan “ Tanya Inuya
“ Tidak masalah, sih. Mereka juga bisa mengurus diri mereka sendiri dan rumah kami. Paman Hideo juga tiap dua minggu sekali datang kerumah kami untuk mengirimkan uang. Jadi . . . . tidak ada yang perlu dicemaskan. Mereka juga bisa menelponku atau Paman jika mereka butuh sesuatu “ Jelas Tazuya
“ Oke oke. Ayo kita lihat dimana kamar asrama dan kelas kita terlebih dahulu “ Ajak Inuya
( 2 menit kemudian sambil menuju asrama siswa )
“ Ei. . . Tazuya ?! “
“ Eh. . .Anu. . yaaa ?! “
“ Kenapa kau terlihat kaku dan gemetaran hari ini ? “ Tanya Inuya saat ia menyadari tingkah laku Tazuya yang tak biasa ia lihat
“ Errr. . . bagaimana aku mau bilang yaaaaa~ jangan katakan. . . kepada yang lain bahwa. . . aku . . . sedikit tegang “ Kata Tazuya secara terbata-bata
“ Eeeehhh tegang?! Jujur. . . ini pertama kalinya aku melihat kau berkeringat karena terlalu tegang. Ada apa, sih ?! “ Tanya Inuya
“ Itu karena ini pertama. . . kalinya kita masuk sekolah super elit. Jadi ya. . . aku jadi agak tegang karena aku tidak tahu beberapa peraturan yang harus kita jalani dan patuhi yang ada disekolah ini !“ Jelas Tazuya
“ Selama kamu tidak bertingkah seperti orang kolot hanya karena tidak terbiasa ditempat yang super elit, aku yakin kamu bisa menjalaninya “
“ Oi Inuya! Mendengar perkataanmu ini aku bisa melihat kau pernah mengalami hal yang memalukan saat pertama kali kau ditempat elit seperti sekolah ini! “ Celetuk Tazuya
Disaat yang bersamaan saat mereka sedang bercerita, Tazuya dan Inuya melihat sebuah sebuah kupu-kupu bersayap biru cerah yang melintasi mereka. Tazuya takjub dengan kupu-kupu tersebut dan mengakui ini pertama kalinya ia melihat kupu-kupu dengan sayap yang cerah
“ Woah ! Kau lihat itu ?! “
“ Aku belum pernah melihat kupu-kupu itu ! Keren ya ! “ Puji Tazuya
“ Apa itu Blue Morpho ? Tumben bisa ada disini ?! “ Inuya bertanya
“ Mungkin saja itu kupu-kupu lepas milik orang lain “
*****
Sementara itu, di sebuah tower yang terletak tidak jauh dari hotel Tsukishiro, terlihat ada sosok pemuda misterius, yang memiliki rambut perak dan mata berwarna hitam pekat, sedang memandang kota dari atas tower tersebut. Pemuda itu memiliki rambut panjang berwarna perak yang menutup setengah wajahnya, dan memiliki kulit pucat yang sedikit kelabu. Ia tidak lain ialah Rigel Orionis, sang Delta El-Fighter tahap ke-3. Disana, ia mendengar berita dari smartphone-nya. Wanita dalam berita tersebut menyampaikan pesan bahwa ini sudah hampir 5 tahun, sang El-Fighter tahap ke-3 menghilang dari publik. Rigel langsung mematikan berita tersebut, dan langsung ke menu utama untuk meng-klik galeri album fotonya
“ Nigulas-san. . .Rikka. . .Hide-kun. . . Denias. . .Roy. . . lihatlah kota ini. Tidak banyak yang berubah pasca kita melakukan gerakan perubahan masa depan 15 tahun yang lalu. Kota ini sempat hancur karena pertarungan kita dengan La-Sombra dan komplotannya Ramone. Tapi akhirnya. . .keempat keluarga kaya itu ikut turun tangan untuk merenovasi kota ini. Kota ini jadi semakin cantik ya. Apalagi jika dilihat dari suasana malam“ Kata Rigel sambil menatap foto kenangan mereka dari Smarphone miliknya
“ Nigulas. . .Rikka. . . sejak Hide-kun dan Dennias menyusul kalian. . . belum ada yang menggantikan posisi kita sebagai El-Fighter. Sejak kalian pergi, kami berusaha menutupi berita kepergian kalian karena kami merasa mereka masih berkeliaran dimana-mana. Dan semenjak Hide-kun dan Denias menyusul, serta Roy yang tiba-tiba hilang tanpa jejak saat kami berusaha mengejar salah satu bekas komplotan La-Sombra di Antartuja. Dan akhirnya. . . dunia mendeklarasikan El-Fighter tiba tiba menghilang. Menurut kalian. . . siapa yang akan menjadi penerus kita ? “ Dan Rigel terdiam sesaat dengan mata yang sedikit berair
“ Aaah sialan! Mataku kemasukan debu karena angin kencang. Dingin sekali disini. Kenapa sih aku harus memilih tempat ini untuk melihat kota ?!” Gerutu Rigel sambil menyeka air matanya
“ Tapi ya. . . tidak lama lagi,penerus kita akan segera muncul dalam waktu terdekat. Aku berjanji. . . jika aku menemukan sang calon penerus kita, aku akan menjadi guru mereka dan membimbing mereka sampai mereka siap menjadi El-Fighter. Ini adalah satu-satunya cara untuk menebus kesalahan dan kelalaian kita. Aku berjanji ! “ katanya sambil berdiri dan kemudian ia terjun dan mendarat kebawah tower tersebut.
Di suatu jalan menuju SMA Internasional Shinjitsu, terlihat mobil milik keluarga Mangetsu sedang menuju ke sekolah tersebut. Didalam mobil tersebut, terlihat Ryuga Mangetsu, bersama dengan ayahnya, Hugo Mangetsu, beserta pengawal pribadinya yang bernama Kokoda Natsume. Hugo melihat kearah luar, dan tidak sengaja ia melihat Rigel sedang menuju Hotel Tsukishiro. Lalu, ia melirik kearah putra keduanya dari kaca depan mobil. Terlihat, Ryuga sedang duduk termenung sambil menatap kearah jendela mobil.
“ Tidak kusangka aku akan melepaskanmu ketempat itu. Kuharap kamu sering ingat dengan rumah dan asalmu, Ryuga “ Gerutu Hugo
“ Errr. . . yah “ Jawab Ryuga dengan singkat yang masih dengan posisi yang sama
“ Jika aku mengontakmu untuk suatu urusan yang penting, kamu harus menjawabnya dan minta izin kepada guru disana untuk sementara waktu jika aku menyuruhmu untuk ke gedung Tsuki Entertaiment. Jangan khawatir, kita bagian dari empat keluarga berpengaruh dikota ini. Jadi mereka sudah pasti mau memberikanmu izin jika izin itu berasal dari aku “ Jelas Hugo
“ Aku mengerti, ayah. “ Kata Ryuga
“ Baiklah. Kita sudah sampai, semoga harimu menyenangkan disana! “ Hugo menambahkan saat mereka sampai kesekolah tersebut
“ Umm. . . tuan muda. Menurut info yang disampaikan dari kepala sekolah, bahwa tuan muda ditempatkan dikelas 1-LA-A berkat hasil tesnya yang sangat memuaskan ! “ Kata Kokoda kepada mereka berdua
“ Begitu ?! Baguslah ! Bersainglah dengan si bungsu dari Akashinya dengan cara yang sehat. Aku dengar putri bungsu mereka berada dikelas yang sama denganmu “ Hugo menambahkan kepada Ryuga
“ Aku mengerti “
Saat turun, Hugo dan Kokoda langsung meninggalkan tempat. Tidak lama, Ataru tiba-tiba datang dari belakang tanpa sepengetahuannya, yang tentu saja membuat Ryuga kaget bukan main. Mengetahui bahwa ia dan Ataru satu kelas dan satu kamar asrama, Ryuga memutuskan untuk pergi bersamanya.
“ Ternyata kamu baru nyampai juga yaaaa, Ryuga-san “ Kata Ataru sambil mendekatkan dirinya dibelakang Ryuga
“ Ekkkh ! Errrr. . .Kurenai-san ! Pantas saja kenapa aku sediki merinding saat aku turun dari mobil. Ternyata memang kau ! “ Kata Ryuga
“ Heee. . . kamu punya kemampuan unik bisa melihat yang ada disekitarmu. Tapi kenapa kamu tidak sadar akan kedatanganku ? “
“ Berisik ! Jangan bikin orang jantungan ! Ngomong-ngomong. . . bagaimana kelas dan ruang asramamu, Kurenai-san?” Ryuga bertanya
“ Sudah kuduga. Kita berlima ternyata benar-benar akan satu kelas “ Kata Ataru kepada Ryuga
“ Namidashi. . . Hideyuki. . . dan Jubei-san. Berati mereka juga berada dikelas 1-LA-A. Tapi yang jelas Jubei-san tidak mungkin satu asrama dengan kita “ Jelas Ryuga
“ Kau yakin siswa lain akan bertanya kenapa kau satu asrama dengan mereka ?! Maksudku. . . kau ini sangat berbeda dengan laki-laki lain. . . dan juga- “
“ Hideyuki dan Namidashi juga ada disana. Mereka lebih aneh dariku ! “ Ryuga langsung memotong perkataan Ataru
“ Apa ?! hei ! Aku tidak bermaksud mengatakan kamu aneh ! Makanya jangan langsung ngegas dan memotong perkataan orang dong ! “ Gerutu Ataru
Disaat yang bersamaan dimana Ataru dan Ryuga pergi menuju asrama mereka, terlihat seorang gadis dari desa Kijishi berambut biru tua panjang bernama Jubei Fujieda, baru saja turun dari halte bus yang tidak jauh dari sekolah mereka. Tidak lama kemudian, ayahnya yang bernama Kato Fujieda, menghubunginya. Kato dan istrinya, Hana Fujieda, tinggal didesa Kijishi. Dimana rumah mereka berada dikompleks perumahan para pemburu. Jubei berserta kakak perempuannya, Jiyu Fujieda, tinggal disebuah apartemen dikota Shinjitsu. Jubei mengikuti Jiyu kekota saat ia mulai masuk SMP, dan Jiyu pada saat itu sudah memasuki semester 3 di perkuliahannya. Saat dihalte, Kato menelpon putri bungsunya tersebut untuk mengetahui keadaannya, terutama ini adalah hari pertama Jubei masuk SMA dan kondisi mereka berdua disana
“ Ya. . . halo ayah “
“ Jubei. Apa kamu sudah berada disekolah ? “ Tanya Kato
“ Yaaaa. . . aku baru saja sampai dan sekarang menuju kesana. Aku tadi naik bus sendirian karena Kak Jiyu tidak bisa menemaniku untuk kesekolah. Itu yaah. . . kakak akhirnya dapat panggilan dari dokter atasannya untuk bekerja di rumah sakit umum dikota ini. Tapi aku kurang tahu dibagian apa, mungkin saja di laboratorium ? “ Jelas Jubei
“ Benarkah ? Kenapa Jiyu tidak bilang kepada kami kalau ia sudah diterima disana ? “ Tanya Kato
“ Mungkin sebuah kejutan untuk ayah dan ibu ? “
“ Hooo begitu ya. Apa kamu sudah tahu dimana kelasmu ? “ Kato kembali bertanya kepada Jubei
“ Ayah. . . percaya atau tidak, ternyata aku masuk kelas 1-LA-A. Ituloh yaaah. . . kelas unggulannya sekolah tersebut~ “
“ Sungguh ?! Anak ayah memang hebat ! Ayah harap kamu bisa menyesuaikan dirimu disekolah unggulan tersebut. Tolong kirim salam untuk Jiyu dan katakan kepadanya untuk menelpon kami jika ia ada waktu. Semoga harimu menyenangkan, Jubei. “
“ Baik ayah “
Saat Kato mengakhiri telponnya, Jubei kemudian melihat Vlada Himekaze, siswi blasteran Jepang dan Rusia yang merupakan teman dekatnya Jubei memanggilnya sambil melambaikan tangannya dari gerbang sekolah. Saat ia melihatnya, Jubei melajukan langkah kakinya dan pergi menuju kearah gerbang tersebut.
“ Jubei-chaaaan~ aku sudah memanggilmu sebanyak lima kali loh. Kelihatannya kamu sedang asyik menelpon dengan seseorang “
“ Eeeeeh. . . tadi itu yang menelpon adalah ayah. Yaaa. . .itu karena aku sangat senang dan hari pertamaku masuk sekolah dan Kak Jiyu kabarnya ia akhirnya diterima bekerja di Rumah Sakit umum kota Shinjitsu “ Cerita si Jubei dengan nada kegirangan
“ Benarkah ?! Selamat buat kakakmu ya, Jubei-chan~ Eh. . . aku dengar kita berdua berada dikamar Asrama yang sama dan sekelas lagi~ “
“ Yeeeeeyy~ akhirnya kita sekelas dan satu kamar~ ayo ayo kita langsung saja keasrama terus lihat-lihat festival sekolah“ Jubei pun membalasnya sambil memegang tangan Vlada dan kemudian langsung menarik tangannya untuk bergegas pergi ke asrama para siswi
Berahli ke sebuah kafe di dekat Hotel Tsukishiro, terlihat Rigel Orionis sedang duduk santai di kafe tersebut.Tidak lama kemudian, dua pemuda bernama Rocco Maarten dan Chuckles datang kekafe. Tanpa ia sadari, mereka duduk dibelakang meja milik Rigel. Mereka berdua sedang berdiskusi tentang misi yang diberikan oleh boss mereka, Ramone Grace. Disaat sedang sedang berbincang-bincang, Rigel yang duduk disekitar mereka tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka. Rigel yang mengenal kedua pemuda tersebut, melirik kearah mereka mereka dengan tatapan dingin dan sangat serius. Saat mereka mengeluarkan suatu teknologi misterius yang bernama Biofuse-link, Rigel memutuskan untuk merekam semua pembicaraan mereka dengan smartphone miliknya.
“ Chuckles ! Darimana saja kau ini ?! Seandainya Boss ikut bersamaku dia pasti akan memarahimu di tempat umum dan kau akan dipermalukan olehnya ! “Tanya si pemuda Italia berambut coklat kepada Chuckles
“ Heh ! Kau pikir Boss mau melakukan seperti itu ditempat seperti ini ?! “
“ Sudah! diamlah gendut ! Duduk dan dengarkan pesan dari Boss ! “ Kata Rocco sambil mengeluarkan pesan suara yang ada di smartphone-nya
Disaat mereka selesai mendengarkan pesan dari Boss mereka melalui pesan suara dari smartphonenya Rocco. Setelah mendengarkan pesan tersebut, Rocco memberikan Biofuse-link kepada Chuckles
“ Misi memancing calon El-Fighter ? Boss pasti sedang bercanda’kan ? Jangankan mereka ada penerus, mereka saja sudah tidak menampakan kepala atau kaki mereka hampir kurang lebih 5 tahun “ Kata Chuckles
“ Psst. Diam ! Nanti orang lain bisa tahu misi kita dan bisa celaka kalau ada Fighter yang tahu soal ini ! Ayo. . . kita bergegas melakukan apa yang Boss suruh ! “ Jelas Rocco
“ Kalau untuk yang namanya memancing target itu biasanya Hassan yang ahli dibidang ini. Apalagi dia juga cukup ahli-“
“ Chuckles ! “
“ Dih ! Apa boleh buat ?!. Sini ! “
Disaat Chuckles dan Rocco meninggalkan kafe, Rigel juga meninggalkan tempat sambil mematikan perekam yang ada di smarphonenya dan meninggalkan sebuah uang tip untuk pelayan di kafe itu saat ia membersihkan mejanya.
“ Mereka disini “ Ujar si pemuda berambut perak itu sambil pergi meninggalkan kafe tersebut.
Rigel kembali kerumahnya, dimana ia segera mengecek situasi melalui FAIS dan mencari keberadaan Rocco dan Chuckles. Dia mengaktifkan robot buddy bernama DECA-I untuk melacak keberadaan para penerus El-Fighter. Disaat ia mencoba mengaktifkan DECA-I , Sistem A.I yang bernama FAIS, melapor bahwa ia barusan melacak adanya kedatangan Alien misterius melalui portal dimensi.
“ FAIS, buka pintu !“ Perintah pria itu kepada sistem A.I tesebut
“ Selamat datang, Tuan Rigel Orionis “ Sambut FAIS
“ FAIS, apa kamu sudah melacak keberadaan calon El-Fighter ? “
“ Untuk sementara ini saya belummelacak apapun “
“ Begitu ? Tidak masalah. Aku akan menggunakan DECA-I untuk mencari keberadaan mereka. Dia sudah di upgrade oleh Dennias dengan memberikanya program khusus untuk melacak seseorang berkat teknologi canggih dari Fighter berasal dari Dimensi 13. Aku tidak bisa terus bersantai karena mereka masih berkeliaran bebas. Kita harus mencari mereka ! “ Jelas Rigel sambil mencoba mengaktifkan DECA-I
“ Siapa ?! “
“ Komplotan Ramone dan juga calon penerusku. Dua-duanya sangat penting ! Karena itu disambil aku akan mengaktifkan DECA-I, aku meminta untuk mencari keberadaan komplotannya Ramone “ Perintah Rigel
“ Umm. . .Tuan Rigel Orionis. Saya melacak sesuatu yang datang melalui portal dimensi ! “
“ Apa ?! FAIS, apakah mereka musuh. . . atau Fighter dari Dimensi 13 ?! “ Tanya Rigel
“ Maaf Tuan Rigel Orionis. Sayatidak bisa memastikan siapa mereka. Menurut data yang terlacak, portal ini muncul di dekat sebuah sekolah yang bernama SMA Internasional Shinjitsu “ Jelas FAIS sambil menunjukan lokasi portal tersebut
“ Jika dia musuh, ini bisa gawat! FAIS Tetaplah melacak keberadaanya dan juga sang calon El-Fighter! “
“ Dimengerti, Tuan Rigel Orionis. “
Sementara di daerah sekitar SMA Internasional Shinjitsu sosok misterius yang dimaksudkan oleh FAIS terlihat menggunakan space suit berwarna hitam keluar dari portal dimensi, dan terlihat agak kelelahan. Dia melihat area disekitarnya dan kebingungan.
“ Dimana aku ? “ kata orang misterius tersebut sambil membuka kaca helm pelindungnya
*****
SMA Internasional Shinjitsu
Sekolah ini adalah salah satu dari bangunan yang didirikan oleh keempat keluarga pendiri kota tersebut. Sekolah ini sudah menjadi sekolah bertaraf internasional sejak tahun 2030. Dan dikarenakan itulah, banyak anak anak dari luar Jepang mendapatkan beasiswa atau mengikuti tes online penerimaan siswa baru di SMA ini. Hari ini, sekolah mengadakanfestival musim semi untuk menyambut murid baru di tahun ajaran 2115. Setiap klub sekolah mempromosikan bidang mereka masing masing untuk menarik minat siswa baru dalam klub mereka. Disekolah ini terbagi dari 3 jurusan, yaitu jurusan bahasa, ilmu pengetahuan alam dan matematika (MIPA), dan yang terakhir ialah ilmu sosial dan budaya. Setiap siswa ditempatkan dijurusan ini sesuai dengan hasil tes penerimaan yang diadakan di sekolah. Serta, ketiga jurusan tersebut memiliki gedung tersendiri, yang dimana setiap kelas 1 sampai 3 memiliki 3 kelas yang berbeda, yaitu kelas A, B dan C. Sementara gedung utama ialah gedung khusus untuk administrasi sekolah, ruang osis, ruang kontrol, ruang radio, ruang klub sekolah, serta ruang pertemuan.
Tidak hanya itu, sekolah ini tersedia sebuah asrama. Baik asrama milik siswa dan siswi, asrama ini juga terbagi tiga gedung kamar yang berbeda sesuai dengan jurusan mereka masing-masing, dan terdapat kantin luar, kolam renang, serta sebuah taman kecil. Asramanya bisa dibilang sangat mewah, bahkan sama bagusnya dengan sebuah villa. Jubei dan Vlada yang baru saja sampai keasrama mereka benar-benar takjub melihat suasana asrama mereka
“ Eeeeeeeeeeee~ Apa Vlada-chan yakin ini adalah asrama kitaaaaa ? Aku. . . aku. . .aku benar-benar tidak percaya tempat ini dinamai sebagai asramaaaaa “ Kata Jubei dengan penuh semangat
“ Kupikir hanya aku saja yang tidak percaya akan hal ini. Sekolah ini benar-benar gila ! “
Saat mereka melihat asrama tersebut tepat digerbang masuk asrama, mereka berdua tiba-tiba diklakson oleh sebuah mobil yang akan memasuki asrama tersebut, dan ditegur oleh penjaga asrama untuk tidak menghalangi gerbang.
“ Hei ! Jangan menghalang jalan ! “ Teriak sang sopir mobil tersebut
“ Eeekh. . . maaf maaf maaf. . . “ Vlada dan Jubei menghindar dan pergi kearah pos penjaga asrama tersebut
“ Lain kali jika kalian benar-benar suka dengan tempat ini, silahkan masuk saja dan jangan bertingkah seperti orang kolot ! “ Tegur si penjaga asrama tersebut yang berada dibelakang mereka
“ Eeeh. . .iya. . . Umm. . . maafkan kami, pak ! Ayo Vlada-chan “
Disaat menuju ke gedung asrama putri jurusan bahasa, Vlada masih teringat akan mobil yang baru saja masuk kearea asrama tersebut. Vlada mengenal mobil tersebut. Ia mengatakan kepada Jubei bahwa mobil yang baru saja masuk keasrama mereka ialah mobil milik keluarga Akashinya
“ Hei, Jubei-chan. Kamu masih ingat soal mobil tadi ? “ Tanya Vlada
“ Oh yaaaa. .. tentu. Mobilnya benar-benar cantik ya, warnya merah dan punya program self-driving. Aku harap aku bisa memilikinya “
“ Kalo dilihat. . .tu sepertinya mobil milik keluarga Akashinya. Ituloh. . .salah satu keluarga terhormat yang juga keluarga pendiri kota ini “ Jelas Vlada
“ Bukannya semua anak laki-laki Pak Akashinya sudah jadi alumni disekolah ini ? “ Tanya Jubei
“Yaa. Dan saat kulihat sekilas, aku melihat ada gadis manis yang berkuncir dua didalam mobil tersebut. Mungkin saja itu anak bungsunya Pak Akashinya. Karena dia cukup mirip dengan kakaknya yang nomor dua yang bernama Hikoboshi “ Vlada lanjut menjelaskan perkataanya
“ Aku penasaran gadis itu akan masuk kelas mana yaaa ?” Jubei berandai-andai
Sementara itu, di gedung jurusan Bahasa, terlihat 3 siswa baru dari kelas 1-LA-C sedang berdiskusi tentang Tazuya dan Inuya, dengan mengatakan bahwa mereka adalah siswa yang berbahaya yang suka berkelahi dengan siswa lain jika mereka merasa diganggu oleh yang lain. Ataru Kurenai mendengarkan pembicaraan mereka, mengatakan kepada mereka untuk tidak perlu khawatir soal mereka karena mereka hanya berkelahi dengan orang yang mem-bully mereka, bukan untuk mencari gara-gara dengan siswa lain.
“ Hei Hei Hei kalian semua! Apa kalian tidak tahu kalau siswa yang bernama Tazuya Hideyuki Iga dan Inuyari Namidashi berada disekolah ini ?! “ Kata siswa bernama Hoshi
“ Laaah. . . emangnya kenapa, Hoshi-kun ? “
“ Kenapa ? Kok kalian tanya dengan nada santai seperti itu ! Mereka itu berbahaya, dikenal sebagai partner-in-crime suka berkelahi dengan siswa lain. Diantara mereka berdua, Tazuya yang paling berbahaya. Walau dia hanya setengah dari tinggi pria lain pada umumnya, dia itu sangat dalam kendo dan lihai dalam bertarung ! Karena itu mereka selalu ditantang oleh siswa berandalan dari sekolah lain untuk bertarung ! “ Jelas Hoshi
“ Setengah dari tinggi pria lain ? Jangan bercanda! Berarti dia lebih kecil dari kita semua ! “
" Badan sekecil itu apa kau yakin dia bisa mengalahkan orang lain ? Aku jadi curiga "
“ Caramu mendeskripsikan tingginya terlalu berlebihan. Tazuya-kun sebenarnya memiliki tinggi 147 cm loh~ “ Kata Ataru yang tiba tiba datang dibelakang mereka
“ Yaaaa tetap aja dia itu kecil. Terlalu kecil untuk remaja berusia 15 tahun ! “ Kata salah satu dari teman Hoshi
“ Well. . . bicara soal mereka sering mencari gara-gara dengan berkelahi dengan siswa lain itu salah besar. Tazuya pada dasarnya tidak suka hal itu dan lebih suka memikirkan ide gila untuk bersenang senang dengan yang lain. Aku ingat dia punya ide gila untuk menggabungkan sepak bola dengan baseball saat kami masih SMP “ Jelas Ataru
“ Pantas saja dia dijuluki si cebol yang gila dan juga sosok mengerikan yang hidup di dunia ini oleh semua orang”
“ Dan soal perkelahian, Tazuya-kun dan Inuya-kun hari ini berkelahi dengan kakak kelas yang merusak lukisan buatan Tazuya-kun diruang klub kesenian. Tazuya-kun yang sedang dalam mood yang jelek, akhirnya menantang kakak kelas tersebut. Ia bisa saja mengontrol emosinya. Tapi karena efek dari mood jeleknya saat ia disalah pahamkan dan diejek oleh satpam sekolah dan juga kakak kelas sifatnya sudah begitu, makanya perkelahian itu terjadi “ jelas Ataru sambil berjalan keluar ke gedung jurusan bahasa
“ Kau tahu darimana ? “
“ Look ! “ Kata Ataru sambil menunjuk arah area pintu belakang gedung utama SMA Internasional Shinjitsu
“ Mana ?! “
“ Tunggu sebentar sekitar beberapa detik lagi “ Kata Ataru kepada Hoshi
Tidak lama setelah itu, terlihat Tazuya dan Inuya menendang salah satu dari kakak kelas yang nge-bully Tazuya pintu keluar belakang gedung utama SMA Internasional Shinjitsu. Kemudian, mereka beruda juga berhasil menghindar dari serangan tiga siswa lain yang tidak lain adalah teman dari kakak kelas dari jurusan Bahasa
“ Tazuya, kurasa sudah cukup sampai disini kita memberi pelajaran kepada mereka ! “ Kata Inuya
“ Tidak bisa! Mereka tidak hanya merusak lukisanku, tetapi juga merusak peralatan melukisku. Hanya karena aku lebih kecil dari kalian bukan berarti aku bisa menangis setelah kalian melakukan ini! “ Jelas Tazuya sambil melempar kuasnya yang patah
“ Jika kau mau kami menggantikan kuas murahan itu, kami bisa membelikannya 100 buah ! Kami janji ! “ Kata salah satu kakak kelas tersebut
“ Murahan ! Semua ini adalah pemberian dari almarhum ayahku. Dan kalian seenaknya bilang ini barang murahan. Kalian memang pantas untuk diberi pelajaran moral ! “ Teriak Tazuya
“ Psst, Tazuya! Haruskah kita lakukan ini diluar sekolah sebelum ada yang melihat kita dan dilaporkan oleh guru guru lain “ Bisik Inuya
“ Tidak ada yang melihat kita, kok !“
“ Ataru ada disana ! Bersama dengan siswa lain“
“ Ataru bukanlah sosok yang melakukan hal itu! “
“ Tapi siswa yang lain tidak seperti Ataru . . . bagaimana dengan mereka ?! “
Tidak lama, Ataru memberikan pesan SMS bertuliskan “Jika kalian butuh seseorang yang bisa menjaga rahasia, kalian bisa mengandalkan aku :) “ kepada Inuya dan Tazuya. Saat mereka kembali melihat Ataru, terlihat ia memberikan jempol kepada mereka. Mereka membalasnya dengan senyuman.
“ Baiklah kalau begitu. Butuh berapa ambulance untuk menangkut mereka semua yaaaa~ !“ Kata Tazuya sambil melirik kearah mereka
“ KEPARAT KAU, CEBOL SIALAAAAAAAN !!!!!!! “ Teriak keempat kakak kelas itu
“ Ayo Inuya, ikut aku ! “ Kata Tazuya ke Inuya sambil menghindari serangan mereka
Disaat Tazuya, Inuya dan keempat kakak kelas itu meninggalkan sekolah untuk melanjutkan perkelahian mereka, Ataru melirik kearah Hoshi dan yang lain. Atau meminta mereka menjaga rahasia mereka demi nama baik mereka dan sekolah. Tidak lama kemudian, Ryuga Mangetsu datang menghampiri mereka, bertanya tentang apa yang
baru saja mereka lakukan.
“ Eeeh. . . kenapa kamu tiba-tiba melirik kami seperti itu ? “ Tanya Hoshi
“ Maaaan. . . bisakah kalian tidak membicarakan ini kepada yang lain termasuk para guru “ Ataru balik bertanya kepada mereka
“ Eh. . .anu . .. mereka. . .”
“ Jika mereka tidak melakukan ini,kakak kelas itu akan menghajar kalian juga satu per satu disaat mereka kembali kesekolah. Kalau kalian tidak ingin nama baik kita dan sekolah ini tercoreng. . . jaga mulut kalian ! Paham ! “Jelas Ataru dengan muka datar yang dipenuhi aura intimidasi yang kuat
“ Baik. . . kami. . . tidak akan bicara kepada siapapun “ Kata Hoshi dan siswa lainnya
“ Ah Kurenai-san. Ternyata kau disana. Tumben sekali kau sedang asyik bergosip dengan yang lain “ Kata Ryuga
“ Dia itu. . . “
“ Anda Ryuga Mangetsu ? Anak kedua dari Master Hugo ?! “
“ Yup. Dia Ryuga Mangetsu “ Ataru menjawab pertanyaan mereka
“ Kelihatannya kalian sedang asyik menggosipkan sesatu. Siapa sih yang kalian gosipkan ? “ Tanya Ryuuga kepada mereka
“ Yaaaa kau tahu, dua sejoli bernama Tazuya-kun dan Inuya-kun “ Jawab Ataru dengan nada sarkastis
“ Tidak perlu dikhawatirkan atau menggosipkan mereka. Aku bisa menjamin mereka pasti akan kembali tanpa babak belur “ Kata Ryuga kepada mereka
“ Aku hanya mencoba untuk meluruskan sebuah kebenaran tentang mereka, kok! Nah. . .Ayo pergi “ Kata Ataru sambil mengajak Ryuga pergi kekelas mereka
Disaat mereka pergi, Ataru kembali melihat kearah Hoshi sambil memberi peringatan untuk tetap menjaga mulut mereka soal Tazuya dan Inuya dengan tatapan yang cukup mengintimidasi. Mereka hanya bisa terdiam dan mengangguk
15 menit kemudian
Di suatu gang sempit yang terletak cukup jauh dari sekolahan mereka, terlihat Tazuya dan Inuya berhasil mengalahkan keempat kakak kelas itu, menghubungi ambulance dirumah sakit terdekat sambil berkata bahwa mereka menemukan mereka, dan lari meninggalkan keempat kakak kelas tersebut.
“ Hah! Mudah sekali~ Kau sudah menelpon ambulance rumah sakit terdekat “ Tanya Tazuya
“ Sudah. Aku mengatakan kepada mereka bahwa kita menemukan mereka babak belur dihajar siswa lain. Ayo cepat, kita punya waktu 15 menit untuk kembali ke kelas ! “ Kata Inuya sambil menarik tangan Tazuya untuk bergegas kembali ke sekolah
Saat mereka berdua bergegas menuju sekolah, Tazuya dan Inuya bertemu dengan Karin bersama dengan dua teman-temannya. Karin Umida dulunya adalah teman kecil dan tetangga seberang rumahnya Tazuya, yang baru saja memulai hidup baru sebagai anak kuliahan. Walau tidak begitu dekat, Tazuya mengenalnya sebagai anak manja dan sangat menyayangi ayahnya. Karin mulai pindah di apartemen yang berada di pusat kota Shinjitsu saat Tazuya berusia 9 tahun. Dan saat itu. Tazuya dan Karin tidak pernah saling berhubungan satu sama lain.
“ Itu. . . Tazu-chi ? TAZU-CHIIII~ “ Panggil seorang wanita muda bernama Karin
“ K-KARIN ?! “ Jawab Tazuya
“ Lama tidak berjumpa. Tak kusangka akhirnya kamu masuk SMA internasional Shinjitsu “ Kata Karin sambil melirik kearah seragam sekolahnya Tazuya dan Inuya
“ Karin, nadamu bicaramu seolah kamu meremehkan kecerdasanku ! “ Gerutu Tazuya
“ Meremehkan ? Ha . . .Ha. . . Ha. . . seperti biasa kamu ini sangat sensitif Tazu-chii~ “ Goda Karin sambil menunjuk hidung Tazuya
“ Kalian mau dengar apa yang baru saja kami lakukan pagi ini ?! Hari ini kami menghajar kakak kelas yang merusak lukisanku dan peralatan lukisanku. . .” Jelas Tazuya kepada Karin dan kedua teman temannya
“ Wow. . . kupikir kalian berkelahi karena suka mencari gara-gara. Walau kelihatannya kamu tidak berubah, yang jelas aku bisa melihat kamu menjadi pemuda yang beringas “ Ledek Karin
“ Tazuya! Ayo kita. . . “ Disaat Inuya ingin mengajak Tazuya kembali kesekolah, perkataan terus dipotong oleh mereka
“ Jadi kau lupa bahwa aku berasaldari keluarga ninja legendaris dan satu dari dua mantan Shindōdi Akademi Olahraga Shinjitsu ? Wajar dong kalo aku menghajar mereka balik jika mereka menghajarku tanpa beri mereka belas kasih !“ Tazuya melanjutkan perkataanya
“ Karin-chan. Teman kecilmu ini benar benar punya nyali yang besar ! Bisik salah satu temannya Karin
“ Tazu-chi ! Jujur saja, jika kamu punya nyali yang kelewatan besar nanti tidak ada cewek yang suka sama kamu, loh~ “ Ledek Karin sambil tertawa kecil dihadapan Tazuya
“ Apa katamuuuuuuuu. . . “ Kata Tazuya dengan geram
“ Tazuya. . . oi. . .Tazuyaaaa~ “ Panggil Inuya yang mulai kehilangan kesabaran
“ Mungkin pertumbuhanku sedikit lambat diusia remajaku. Dan saat kita ketemu kembali dan aku sudah punya pacar dengan tinggi seperti ini, kau harus menarik semua perkataanmu ! “ Teriak Tazuya sambil menunjuknya
“ Oh yaaaaa~ Jika aku datang ke ulang tahunmu yang ke-17 dan aku menemukanmu masih dengan tinggi yang sama, aku akan memberikanku satu dus berisi susu formula anak usia 5 tahun ! “ Karin membalas perkataan Tazuya
“ AAAAAAAAAAAHHH. . . . DIAM KALIAAAAAAAAN ! AYO TAZUYA ! KITA PERGI DARI SINI !“ Inuya yang mulai kehabisan kesabarannya berteriak kearah mereka berempat, dan bergegas menuju sekolah sambil mengangkat Tazuya seperti karung kentang
“ Seandainya dia menjadi pasanganku, aku sudah pasti akan membunuh diriku sendiri karena sifat temperamentalnya “ celetuk salah satu temannya Karin sambil memperhatikan Inuya dan Tazuya
Saat menuju sekolah, Tazuya meminta Inuya untuk menurunkannya dari gendongannya. Disaat mereka sedang ribut sambil berlari, Inuya tidak sengaja menabrak sosok misterius yang memakai space suit tersebut, yang membuat mereka terjatuh.
“ LEPASKAN AKUUUUUUUUUUUUUUUU “ Teriak Tazuya sambil memukul punggung Inuya
“ HAAAAH ! KITA INI SUDAH TELAT BODOH, NANTI KITA DIHUKUM OLEH WALI KELAS KITA ! “
“ JANGAN SEPERTI INI DONG ! APA ELU GA MALU DILIHAT BANYAK ORANG DIJALAN !!!! “
“ YANG TIDAK TAHU MALU ITU ELU !! TERIAK TERIAK DIJALAN DI HADAPAN CEW- OW! “ Inuya menabrak pria misterius dengan space suit, membuat mereka semua terjatuh
“ Adududududuh. BAGUS ! Udah bertindak memalukan ditengah jalan dan sekarang kau dengan sengaja menjatuhkan aku di jalan, Hah ! “ Tazuya terus mengoceh ke Inuya
“ Ma. . .maafkan aku, tuan. . . . “ Inuya meminta maaf kepada orang misterius tersebut
“ Tidak masalah. . . . Aku bisa berdiri sendiri. D. . .Daaah “ Ucap Pria tersebut dengan nada berbelit dan segera lari meninggalkan mereka
“ Dia tidak terlihat seperti berasal dari sini ya “ Inuya bertanya kepada Tazuya
“ Sepertinya sih iya. Ayo cepat ! Sebelum ada pegawai sekolah yang melihat kita disini ! “
*****
Disaat Tazuya dan Inuya bergegas menuju sekolah, sosok pemuda misterius yang menggunakan space suit itu memperhatikan mereka sesaat sebelum ia kemudian melanjutkan pelariannya. Tidak lama kemudian, Tazuya dan Inuya akhirnya berhasil sampai ke sekolah tanpa sepengetahuan para guru dan pegawai sekolah yang berkeliaran disana
“ Fyuh. . .syukurlah tidak ada yangmelihat kita. Capek banget. . . haus lagi. . . istirahat kaki dulu sebentar disini “ Kata Tazuya
“ Heeeeiiiiiiiii sudah kuduga pastikalian lewat sini “ Kata Ataru yang tiba tiba datang dari belakang
“ HAAAH ! ATARU ! “ Tazuya dan Inuyasama-sama kaget
“ Bagaimana kau bisa tahu kami ada disini ?! “ Tanya Tazuya
“ Seperti yang kalian tahu,penglihatan masa depanku selalu akurat “ Kata Ataru dengan bangga kepada mereka
“ Yaaaa Yaaaa. . . . tuan mata ajaib.Bagaimana kelas kita ?! “ Tanya Inuya
“ Kita sekelas . . .termasuk Jubei-chan juga, loh~.Di kelas 1- LA- A “
“ Wali kelas kita ?! “ Tazuya bertanya
“ Beliau belum datang karena dalam 15 detik lagi bell-nya akan berbunyi “ jelas Ataru sambil memprediksi jam masuk kelas mereka
(Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing)
“ Ayo ! Kita kekelas “ Ajak Ataru
“ Seperti biasa, soal tebak-tebakkankamu memang selalu benar “ Puji Inuya
“ Itu bukan sekedar tebak-tebakan, itukemampuanku untuk melihat masa depan “ Jelas Ataru
“ Ya ya ya. . . penglihatan masa depan. Kamu hanya kebetulan benar saja, karena semua siswa tahu kapan jam belajar dan istirahat mereka “ Kata Inuya
“ Lain kali cobalah menebak masa depan kami. Kau bisa ?! “ Kata Tazuya dengan bersemangat saat mereka naik tangga lantai 2
“ Hei ! Aku ini bukan peramal ! Enak saja nyuruh aku menebak masa depanmu ! “ Gerutu Ataru
“ Terus untuk apa coba kemampuan unikmu itu ada jika tidak digunakan untuk hal yang berguna seperti jadi peramalatau apalah. Siapa tahu bisa jadi jutawan karena viral di internet “ Jelas Inuya dengan nada sarkastis
“ Ehe. . . aku tidak suka menjadi pusat perhatian orang banyak ! Tapi Tazuya-kun jauh lebih mantap karena dia punya psikokinesis loh~ “ Kata Ataru
“ Ah ! Itu ! Aku ragu untuk menggunakannya karena aku belum bisa mengontrolnya dengan baik “ Jelas Tazuya
“ Lain kali coba saja ! Siapa tahu banyak fungsinya~ “ Ataru memberi saran kepada Tazuya
Di suatu gang di dekat sebuah butik pakaian dan restoran Pizza, yang lokasinya cukup jauh dari SMA, terlihat seorang misterius dengan space suit ketat tersebut melihat situasi di sekitarnya. Mengetahui gerak-geriknya dicurigai oleh orang disekitar karena menggunakan space suit, orang itu melihat kearah pintu belakang butik pakaian tersebut dan membuka pintunya. Ia melihat banyak sekali pakaian yang masih belum terpajang di butik dan mencuri pakaian itu sebagai penyamarannya. Orang itu memiliki kulit sedikit kelabu yang agak gelap dari Rigel, dengan mata seperti mata reptil, dan memiliki rambut berwarna hijau dan orange. Sosok itu bernama Dullart, humanoid alien berasal dari galaksi Theta
“ Sepertinya orang orang sekitar tidak ada yang menaruh curiga. Dilihat dari situasi disekitar . . . planet ini kelihatannya cukup damai dan orang-orang disini tidak berbahaya“ Kata Dullart dalam hati
“ Hmmmm. . . Semoga saja Zozo maupun Morsdan tidak menyadari keberadaan Planet ini “ Lanjutnya dengan penuh harapan
Tiba tiba, sinyal pendeteksi yang ada dilengan space suit-nya berbunyi, menandakan ada yang mengikutinya. Disaat ia keluar dari gang, ia melihat Rigel Orionis sedang membuntutinya, membuat Dullart bergegas untuk pergi meninggalkan tempat itu
“ Disini ternyata kau ternya- “
“ Ah ! Uwaaaaaaaaaa ! “
“ Hei !!! “ Panggil Rigel saat ia melihat Dullart
“ Siapa dia ?! “ Tanya Dullart kepada dirinya sendiri dan ia langsung berlari meninggalkan tempat
“ Tunggu ! “ Rigel akhirnya mengejar Dullart
“ Space suit itu ?! Galaksi Theta adalah satu dari beberapa tempat yang tidak memiliki Fighter. Jadi untuk apa dia datang kesini ! “ Kata Rigel dalam hati
Mengetahui Dullart berlari menuju ke arah taman kota, Rigel memutuskan untuk mencari jalan lain dengan melompati gedung yang ada disana agar bisa menyusulnya dengan cepat. Dullart berhenti disebuah bangunan terbengkalai dibelakang taman kota. Disaat dia mengintip kearah taman untuk melihat situasi, ia tidak sadar bahwa Rigel berada dibelakangnya. Disaat ia menyadarinya, Dullart sangat kaget dan Rigel pun langsung bertanya tujuannya kenapa ia berada dibumi
“ Sepertinya sudah aman “ Kata Dullart sambil melirik kearah taman
“ Disini kau rupanya !“ Rigel muncul dari belakang, membuat Dullart sangat kaget
“ Huaaaaaa ! “
“ Salam, orang asing. . . .Namaku Rigel Orionis. Selamat datang diplanet Bumi! “ Sapa Rigel sambil memperkenalkan dirinya
“ Ekh! Kau. . . tolong. . . kumohon jangan serang aku ! Aku tidak bermaksud apa-apa dengan penduduk planet ini “
“ Jika benar kamu tidak bermaksud lain dengan penduduk kota ini, ceritakan tentang dirimu dan tujuanmu ! “ Kata Rigel
“ Zozo. . . kamu kenal Kaisar Zozo, penguasa dari galaksi Theta. Aku mengatakan dia adalah penguasa galaksi Theta karena dia berhasil menguasai 6 planet utama yang ada galaksi tersebut ! Ia dibantu dengan kedua putra sulungnya sedang melakukan invasi besa-besaran kepada planet yang mereka incar “ Dullart menjelaskan tentang Zozo, Sang Kaisar dari planet asalnya
“ Lalu apa hubungannya dengan planet ini ?! Apa kamu adalah penyusup yang diutus oleh Zozo ?! “ Rigel bertanya kepada Dullart
“ Tidak ! Aku lari dari robot tentaranya Zozo yang diutus oleh Morsdantaque karena au dituduh melakukan penghianatan olehnya ! Aku berencana untuk lari ke dimensi 13 untuk mencari bala bantuan tetapi aku malah nyasar di planet ini karena serangan mereka merusak portal dimensi. Sehingga mesin itu membawa aku kesini ! “
“ Dan aku yakin mereka pasti akan melacakmu dan menyerang planet ini karena alat pendeteksimu !” Kata Rigel sambil mengeluarkan pisau dari saku jaketnya
“ Ah ! “
Di tempat lain, Rocco dan Chuckles terlihat bersiap untuk menjalankan misi dari boss mereka, dan Chuckles menggunakan Biofuse-link seperti earpiece. Rocco menjelaskan bahwa Biofuse-link telah berisi DNA hewan yang dibutuhkan sehingga dapat membantunya untuk menjadi monster raksasa tanpa harus mencari hewan yang ada disekitarnya untuk menjadi monster hewan rakasasa
“ Kalau kau gagal melakukan ini . . . awas ya ! “
“ Iya yaaaa ! Berisik banget ! “ Gerutu Chuckles
“ Ayoooo kita mulai operasinya ! “
Disaat Rigel ingin menghabisi Dullart demi menghindari hal yang tak diinginkan dari Zozo atau dari Alien lain karena kedatangannya, niatnya terhenti oleh Chuckles, yang kini menjadi monster mutant tikus berbuat kekacauan di dekat taman kota.
“ Apa yang akan kau lakukan kepadaku ?! “ Tanya Dullart dengan kecemasan yang tinggi
“ Maafkan aku, orang asing. Demi keamanan planet ini dan mencegah kedatangan Zozo yang kemungkinan besar akan datang dengan alat pelacakmu, aku tidak punya pilihan selain menghabisimu “ Jelas Rigel
“ Kau gila! Aku tidak ada hubungannya dengan dia ! Apa kau tidak dengar bahwa aku kesini karena difitnah oleh Kakak tertuaku ?! Bisakah kau sedikit mengerti tentang aku ?! “
“ Walaupun begitu, aku akan melakukannya demi keamanan di planet ini. Seharusnya kau beruntung karena bukan El-Fighter muda yang menemukanmu. Karena jika mereka yg menemukanmu, mereka akan- ”
(Terdengar suara teriakan dari arah taman kota)
“ Apa ?! “
“ Ma. . . Makhluk apa itu ?! “ Tanya Dullart
“ Ikut aku ! “ Ajak Rigel sambil menarik tangannya Dullart
“ Mau kemana kita ?! Dan makhluk apa itu ?! “
“ Jangan banyak tanya ! Lebih baik kau bantu aku untuk mengalahkannya ! “
“ Eh ?! Apa ! Kenapa tiba-tiba kau memintaku untuk membantumu untuk mengalahkan makhluk itu ?! “ Dullart bertanya kepada Rigel
“ Sudah diam ! Ikut aku ! “ Kata Rigel dengan nada yang sangat tegas
Sementara itu dikelas 1 – LA –A, terlihat 17 siswa dikelas itu sudah menunggu kedatangan walikelas mereka lebih dari 20 menit, dan terlihat diantara mereka sudah bosan menunggu. Kelas 1 – LA- A memiliki 17 siswa yang terdiri dari 10 siswa dan 7 siswi, agak sedikit dibandingkan dengan kelas bahasa lain yang kebanyakan berjumlah 20 siswa. Kelas ini juga memiliki 7 siswa yang berasal bukan dari Neo-Jepang dan kebanyakan siswa-siswi dikelas ini berprestasi dibidang mereka masing-masing serta berasal dari keluarga yang ternama
“ Lama ya~ “ Keluh Jubei
“ Sabaaar. . . mungkin saja lagi ada rapat antar para guru “ Kata Machiko Sakura yang duduk tepat dibelakang Jubei
“ Kalau tahu jadinya begini harusnya tadi kita bisa menghabisi kakak kelas tadi di gang sana “ Tazuya berbisik kepada dirinya sendiri
“ Hei Tazuya! Tadi aku dengar kamu minta izin Ataru untuk keluar sekolah sebentar. Ngapain emangnya ?! “ Jubei berbisik kepada Tazuya yang tiba-tiba berdiri tepat disampingnya
“ Uwooo. . .Anuuuh Tidak. . . nggak ngapa-ngapain kok ! Waduh Jubei. . . jangan bikin kaget orang kaya gitu doooong ! “ Kata Tazuya yang sontak kaget akan kedatangan Jubei tanpa sepengetahuannya
“ Hmmmm Pasti soal kalian menghajar kakak kelas lagi, kan ? Umm. . . ceritakan saja, tidak ada yang mendengarkan kok“ Bisik Jubei kepada Tazuya dan Inuya
“ Aku bisa mendengarnyaaaaa~ Lagipula suaramu cukup gede sampai aku bisa mendengar apa yang kamu katakan~ “ Kata Siswa Indonesia bernama Kurinawan Komarih atau biasa dipanggil Kiko yg duduk di depan mereka. Kiko berasal dari keluarga ternama di Indonesia, dan mengikuti orang tuanya yang sedang berdinas selama 3 tahun di Shinjitsu.
“ Apaan’sih, Kiko ?! Ikut-ikutan pembicaraan orang segala “ Celetuk Inuya
“ Tidak apa-apa. Aku dengar kalian terkenal karena reputasi kalian yg suka berkelahi dengan kakak kelas. Tak kusangka dikelas ini ada dua siswa sok jagoan yg suka bertarung walau kenyataannya kamu beda 1cm dariku “ Ledek Kiko
“ Hei, mereka duluan yang nyari gara-gara di ruang klub seni ! Ya. . . Aku sudah pasti tidak terima dong karena dia merusak lukisanku dan juga alat-alatku! “ Kata Tazuya dengan lantang
“ Kamu sendiri dikenal sebagai apa ? Anak dibawah umur yang ditilang polisi karena membawa mobil kesekolah?! Yang menangis memohon kepada polisi untuk mengembalikan kunci mobilnya“ Inuya dengan santai mengekspos apa yang barusan Kiko alami sebelum berangkat sekolah
“ HEEEEEEEEI !!! “ Teriak Kiko dengan jengkel
“ Lah kalo kamu ga merasa ngapain malah teriak ?! “ Tanya Tazuya dengan santai ke Kiko
“ Aku marah karena kalian berani mengumbarkan aib-ku didepan banyak orang !” Teriak Kiko ke Tazuya dan Inuya
“ Emang seberapa besarnya sih volume suaraku mengatakan itu ke kamu. Yang dengan Cuma Tazuya, Jubei dan teman sebangkunya Jubei, yang lain masa bodoh sama kamu “ Jelas Inuya
“ Hoooo. . . kau tidak tahu siapa aku ?! Keluargaku berasal dari keluarga ternama di Indonesia, dan kalian jangan macem-macem sama aku. Ngerti ! “ Kata Kiko sambil melotot kearah Tazuya dan Inuya
“ Ga usah melotot seperti itu, dasar anak papa ! “ Kata Tazuya mendorong muka Kiko
“ Jadi kau menantangku, Cebol ! “ Bentak Kiko sambil mengambil kerah baju Tazuya
“ Kalau kamu yang minta, boleh ! “ Tazuya membalasnya dengan melakukan hal yang sama yang Kiko lakukan kepadanya
“ Wooooooow woooooowww. . .sesama cebol ga boleh saling berantem. Kalo banyak marah dan berantem nanti kalian ga bisa tinggi lagi loooh~ “ Ataru berusaha melerai mereka
“ BERISIK ! JANGAN IKUT CAMPUR ! “ Teriak Kiko dan Tazuya secara bersamaan
Tidak lama kemudian, ketua kelas mereka bernama Vladimir Golomanov memberitahu mereka bahwa walikelas mereka, Raymundo Gracia, sedang tidak berada di sekolah karena sedang berada diluar kota. Vladimir juga menambahkan bahwa beliau mengirim sebuah video sambutan untuk mereka, dan sama-sama mereka melihat video itu di kelas melalui projector
“ DUDUUUUUUUUUK ! “ Vladimir Golomanov, siswa dari Rusia dan juga merupakan ketua kelas mereka yang berasal dari Rusia datang kekelas, berteriak dan membuat kelas jadi terdiam
“ Jadi bagaimana ? Apa beliau datang ? “ Tanya siswi bernama Elma Shizuka
“ Tidak. Tetapi beliau menitipkan ini untuk kita semua” Jawab Vladimir sambil menunjukan flashdisk
Vladimir menyalakan projector kelas mereka dan membuka sebuah video pendek dari wali kelas mereka, Raymundo Gracia
“ Selamat siang dan selamat datangdikelas 1 – LA – A. Saya disini akan memperkenalkan diri saya kepada kalian. Nama saya Raymundo Gracia, saya adalah guru Bahasa Inggris khusus untuk kelas 1. Dikarenakan saya selalu mengikuti “Konveresi Ikatan Guru Dunia” dan salah satu anggota utamanya, saya sering izin tidak hadir dikelas saat mengajar. Untuk itu, saya ingin kalian semua memaklumi ini, tetapi kalian tidak akan ketinggalan dalam pembelajaran Bahasa Inggris karena saya akan mengutus assisten guru bernama bapak George Eléanor, untuk menggantikanku selama aku tidak ada disekolah. Sekali lagi, saya benar benar minta maaf dan selamat menikmati kehidupan baru sebagai anak SMA “
“ Itu saja ?! “ Tanya siswa bernama Alessander Hartoless
“ Sepertinya Iya “ Jawab Vladimir sambil mencari data lain di flashdisk Pak Raymundo
“ Haaaaah~ jadi tidak ada yang menarik ya~ “ Gerutu Alessander
“ Jadi sekarang. . . kita ngapain ? “ Tanya siswi bernama Hikari Ichinose
“ OH YEAH~ KITA KEMBALI KE FESTIVAAAALLLL “ Teriak Kiko sambil bersemangat
Tiba-tiba. . . Siswa dari kelas lain bergegas keluar dari kelas menuju atas atap gedung bahasa. Saat ditanya, siswa tersebut mengatakan bahwa ada pertarungan antara dua orang asing yang tidak lain adalah Rigel dan Dullart dengan monster mutant tikus. Semua siswa kelas 1 – LA –A pergi menyaksikan pertarungan mereka dari atas, dan salah dari mereka ada yg melihat langsung dari siaran langsung rekaman orang lain di media sosial.
“ Eh ? Ada apa ini ?! “ Tanya Vladimir sambil memperhatikan jendela luar kelas mereka
“ Tunggu. . . . kenapa ini ?! Kalian mau ngapai pergi ke atas atap gedung bahasa ? “ Tanya Inuya kepada salah satu siswa dari kelas 1 – LA – B
“ Kalian tidak lihat di MyFriends?! Lagi heboh ada siaran langsung dua orang tidak dikenal melawan monster raksasa ! “
“ Katanya kelihatan dari atas sini ! “
“ Ayo keatas ! “ Ajak siswa tersebut dan semua siswa 1 – LA – A akhirnya mengikuti mereka keatas
Disaat mereka pergi keatas atap gedung bahasa, Tazuya terdiam sesaat di pintu kelas mereka saat ia mendengar suara misterius yang menyuruhnya untuk membantu Rigel dan Dullart. Inuya menyadarkan Tazuya, dan bertanya akan apa yang sedang terjadi
" Bantu mereka ! Mereka dalam masalah ! Bantu mereka dengan kekuatanmu ! " Kata suara misterius dari pendengaran Tazuya
“ Ah ! “
“ Umm. . .Tazuya ?! Ada masalah ?! “ Tanya Inuya sambil menepuk pundak Tazuya
“ Oh. Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja “
“ Ayo keatas untuk melihat pertarungan itu “ Ajak Inuya
“ Oke. . . errr. . .ayo ! “ Jawab Tazuya yang masih dalam keadaan kebingungan
Saat berjalan menuju atas atap, Tazuya dalam hati sedang memikirkan sesuatu. Saat ia ingin keluar dari kelas, ia merasakan sensasi yang aneh dan bisa melihat dengan jelas situasi ditempat pertarungan tersebut. Walau demikian, ia memutuskan untuk tidak mengatakannya kepada Inuya. Karena ia merasa itu hanya haluannya saja.
“ Tadi itu. . . naaah. . .mungkin hanya haluanku saja “ Kata Tazuya dalam hati
*****
Tazuya beserta siswa kelas 1-LA-A lainnya berada diatas atap gedung bahasa. Dari kejauhan, mereka bisa melihat monster tikus tersebut beserta Rigel dan Dullart, mereka bertarung di dekat sebuah toko elektronik yang tak jauh dari sekolah mereka. Diatas atap, para siswa berdiskusi tentang siapa yang akan menolong mereka dan tentang Fighter serta El-Fighter. Disaat mereka berdiskusi, Tazuya tiba-tiba berlari menuju bawah gedung yang disusul oleh Inuya. Inuya mengambil lengan Tazuya, ia bertanya kenapa ia tiba-tiba berlari menuju bawah gedung. Tazuya mengatakan bahwa ia mendengar suara misterius yang memintanya untuk menolong Rigel dan Dullart
“ Hei kalian, lihat itu ! “Jubei menyapa Tazuya dan Inuya yang baru saja sampai keatas atap sambil menunjuk kearah monster mutant tikus tersebut
“ Mana ?! “ Tanya Inuya
“ Euuuhhh. . . kenapa sih harus monster tikus ! Menjijikan ! “ Teriak siswi bernama Hikari Ichinose
“ Lalu disana, ada 2 orang yang sedang bertarung melawan monster itu “ kata Alessander sambil memperhatikan sebuah siaran langsung
“ Apa mereka akan berhasil ? “ Jawab salah satu siswa dari kelas 1-LA-B
“ Percayalah dengan mereka. Aku yakin mereka pasti adalah Fighter. Mereka pasti menang ! “ Elma menjawab
“ Fighter ?! “ Tanya Jubei kepada kedua siswa dari kelas 1 –LA – B tersebut
“ Kamu yakin tidak tahu siapa mereka, Jubei ? Kalau diibaratkan dalam buku komik, mereka itu superhero, dengan kekuatan super yang mereka miliki, mereka akan menumpas kejahatan dan melindungi orang lain “ Jelas siswi dari Thailand yang bernama Rattana Bussaba yang berada disampingnya
“ Sepertinya mereka sedikit kewalahan untuk mengalahkan makhluk itu“ Kata Jubei sambil melihat kearah siaran langsung dari Smartphone milik Rattana
“ Aku yakin El-Fighters sebentar lagi pasti akan menyelamatkan mereka “
“ Tapi ini sudah 5 tahun El-Fighter dikabarkan menghilang dan tidak diketahui keberadaan mereka. Kau yakin mereka akan kembali muncul dan menyelamatkan mereka. “ Kata Siswa berawal dari China yang bernama Shan Lee kepada salah satu siswa kelas 2 – LA – A disampingnya
“ Mereka pasti akan datang ! Aku percaya itu ! “ Jawab siswa tersebut
“ Jangan khawatir. Masih ada militer dan pemerintah yang akan membantu mereka. Mereka sudah pasti menang “ Kata Vladimir
(Inuya melirik kearah Tazuya yang tiba-tiba berlari kearah pintu atas atap)
“ Tazu . . . Tazuya ! Tunggu ! “ Panggil Inuya sambil mengambil pergelangan tangan Tazuya
“ Ada apa ? Kenapa tiba-tiba – “
“ Aku. . . barusan mendengar suara. Tidak bukan . . . saat kita menuju keatas. . . aku mendengar suara. . . suara misterius yang memintaku untuk membantu orang orang itu ! “ Jelas Tazuya dengan nada tergesa-gesa
“ Apa ?! Jangan bercanda ! Aku tidak mendengar apa yang kamu maksud ! Hiraukan saja ! Pikiranmu pasti sedang kacau sehingga membuat kamu berpikiran yang aneh aneh dan- “ Kata Inuya berusaha menenangkan Tazuya
Tiba-tiba, Inuya terdiam dan mendengar suara misterius yang mengatakan hal yang sama seperti apa yang dikatakan Tazuya, untuk membantu Dullart dan Rigel. Inuya tiba-tiba terduduk, dan bertanya kepada Tazuya. Sebelum ia menanyakan hal itu, Tazuya sudah pergi meninggalkan Inuya.
“ Bergegaslah dan selamatkan mereka ! Dan Bantulah teman kecilmu !“
“Ahh. . . . “ Inuya kaget
“ Suara. . . . jangan-jangan. . . apa ini yang kamu maksud, Tazu- TAZUYA !!! TUNGGU !!!“
Di tempat pertarungan, Dullart dan Rigel mulai kewalahan menghadapi Chuckles sebagai monster mutant tikus. Mereka berusaha untuk menghindar dari banyak orang dengan memancingnya kesebuah lapangan kosong dekat dermaga, tetapi mereka kesulitan untuk melakukan hal itu karena Chuckles terus menyerang mereka secara membabi buta. Rigel yang sudah mulai kewalahan dan kelelahan akhirnya tidak punya pilihan lain untuk menggunakan kekuatan Fighter-nya secara penuh, meminta Dullart untuk menjadi pemancingnya. Sayangnya, disaat mereka akan melakukannya, Chuckles berhasil menarik kaki Rigel, dan melemparnya jauh kearah SMA Internasional Shinjitsu
( Syaaaat! Syaaaaat ! Syaaaaat ! Syaaaaaaat ! )
“ Cih ! Masih tangguh juga makhluk ini ! “ Keluh Rigel
“ Bagaimana ini ?! Kalau terus begini, penduduk Bumi disekitar akan menjadi korbannya ! “ Tanya Dullart ditengah pertarungan mereka
“ Ada lapangan kosong di dekat dermaga. Kita harus memancingnya sebelum- HATI HATI ! “Rigel melindungi Dullart dari serangan Chuckles
“ Dasar lamban ! “Ejek Rocco sambil memantau mereka dari kejauhan
“ Adududuuuuhh. . . .“
“ Kau tidak apa-apa . . .UWAA ! “ Rigel dan Dullart kembali diserang Chuckles
“ Sekarang apa ?! “ Tanya Dullart sambil berteriak
“ Aku tidak ingin meremehkanmu tapi lihatlah ! Sangat mustahil untuk memancing makhluk jelek ini pergi kelapangan yang kamu maksud ! “ Lanjutnya sambil berlari menghindari Chuckles
“ Aku tidak punya pilihan ! “ Rigel kemudian berhenti
“ Apa yang akan kamu-“
“ Dullart ! Jadilah umpan dia untuk sementara waktu. Aku butuh waktu 1 menit untuk menggunakan ini ! ANTHEMU-AKH ! “ Disaat Rigel ingin mengeluarkan Fighter Possession-nya, Chuckles menyerangnya dan menarik kakinya Rigel
“ TIDAAAAAAAAAAAAAAAAKKKK “ Teriak Dullart
“ Ke. . .keparat kauuuuu ! “
“ LEMPAR DIA CHUKLES, SEBELUM IA MENGGUNAKAN KEKUATAN FIGHTER-NYA ! “Teriak Rocco dari kejauhan ke Chuckles
( Chuckles melempar Rigel kearah SMA Internasional Shinjitsu )
“Uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa “
“ RIGEL ORIONIS ! CIIIHH . . . AWAS KAU MONSTER JELEK ! “ Dullart menyerang balik Chuckles setelah melihat Rigel dilempar olehnya
Dilapangan SMA Internasional Shinjitsu, Tazuya terlihat sedang melihat situasi dan berusaha lari dari gedung sekolah untuk membantu Rigel dan Dullart. Disaat ia melihat ada gerbang darurat, ia berlari menuju gerbang itu tetapi ditangkap oleh Inuya. Inuya berusaha menghentikan Tazuya karena ia tidak ingin Tazuya terlibat dalam masalah yang lebih besar. Disaat mereka sedang berargumen, mereka tidak sadar akan kehadiran Rigel yang terlempar oleh Chuckles dan mendarat diatas mereka.
“ Bagus. Tidak ada siapapun ! “ Bisik Tazuya sambil mengintip suasana di lapangan belakang
“ TAZUYA HIDEYUKI IGAAAAAAA ! “ Teriak Inuya dari jauh dan bergegas menangkap Tazuya
“ INUYAAAAAAAAA ?! “ Tazuya teriak dengan panik saat melihat Inuya tiba-tiba muncul untuk menangkapnya
“ Uuuugggghhhh. . . . Berat banget kamu ! Menyingkir Sana! “ Keluh Tazuya akan Inuya mendarat diatas tubuh kecilnya
“ Ketangkap juga kau !“
“ Sialan kau, Inuyari Namidashi ! Kau tahu aku tidak tahan untuk menanggung beban berat seperti tubuhmu, hah ! “ Keluh Tazuya sambil menyingkirkan tubuh Inuya
“ Aku. . .tidak akan pernah. . . . membiarkanmu. . . . lari dariku ! “ Jawab Inuya sambil kelelahan
“ Bodoh ! Aku melakukan ini karena kau meninggalkanku sendirian di koridor ! “
“ Maafkan aku, Inuya. Tapi aku tidak punya waktu “
“ Tunggu ! Kau masih mau mengikuti sugesti dari suara aneh itu ! Aku tidak akan pernah membiarkanmu lari dan terlibat dalam pertarungan itu ! “
“ Aku tidak bisa ! Maksudku. . . suara itu tetap menginginkan aku untuk kesana ! Itu sangat mengganggu kepalaku !"
“ Kalau kau merasa itu mengganggumu abaikan sa- “
“ Uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa“ Rigel yang terlempar mendarat diatas Tazuya dan Inuya
“ Adduuduuduududuh “
“ Siapa lagi iniiiiiiiiii !!!! Minggir kalian !“ Gerut Tazuya dengan kesal sambil menyingkirkan Rigel dan Inuya
“ Huf. . .huf. . .maaf. . . makhluk. . . barusan melemparku. . . kesini. . .” Jelas Rigel
“Anda bisa berdiri ? Sini biar kubantu !“ Tawar Inuya kepada Rigel untuk membangunkannya
Inuya membantu Rigel untuk bangkit. Disaat ia berdiri, Rigel tiba tiba terperangah dan diam seribu kata saat melihat mereka. Tazuya dan Inuya kebingungan melihat Rigel dan malah sedikit ngeri dengan ekspresinya saat melihat kearah mereka.
“ Eeeh. . . tuan ? kenapa anda tiba-tiba- “ Tanya Tazuya yang kebingungan kepada Rigel
“ Kalian . . . Tidak mungkin ! “
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
El_Tien
selamat dan semangat ya belajarnya....
2022-04-18
0
𝕹𝖚𝖗𝖚𝖘𝖞𝖘𝖞𝖎𝖋𝖆
Panjangnya...
berapa Kata kira-kira nih??.
🙈🙈🙈
#kepo
#PA
2021-12-20
1
mikakayy_
lanjut baca
#penaautoon
2021-12-15
1