Tazuya memutuskan untuk mencari Ryuga sekaligus bertanya akan apa yang dikatakan Inuya soal dirinya sebagai Spezialist. Tazuya menggunakan kontak spiritualnya untuk melacak keberadaan Ryuga. Saat ia lacak, Ryuga ternyata berada tidak begitu jauh didaerah sekolah mereka. Sebelum pergi mencarinya, Tazuya berpesan kepada Inuya untuk berhati-hati.
“ Baiklah ! Kalau kamu bicara begitu, Aku setujuh ! kelihatannya hanya kamu yang bisa membuat Ryuga mengatakan apa yang dikatakannya itu bukanlah lelucon ! “ Kata Inuya
“ Bagus ! Akan kulacak Ryuga dimana ia berada sekarang ! “
( Tazuya menggunakan kontak spiritualnya untuk mencari Ryuga)
“ Yak ! Ketemu ! Dia tidak begitu jauh dari sini ! Aku harus kesana sebelum ia semakin jauh ! Inuya. . . gunakan kontak spiritualmu untuk mencari dimana Ataru “
“ Tapi, Tazuya ! Bagaimana caranya aku memakai itu ? “
“ Eeeeh. . . hmm. . .cukup konsentrasi ! Baiklah, hati-hati disana dan jaga dirimu baik-baik ! “ Kata Tazuya sambil menawarkan fist-bump
“ Ya ! Hati-hati ! “ Balas Inuya sambil membalaskan fist-bumpnya Tazuya
“ Inuya ! Bawa ini ! Aku pergi dulu untuk membawa nak Jubei kerumahku agar lukanya bisa diobati disana ! “ Kata Rigel sambil berpamitan kepada Inuya dan melemparkan blasterate kepadanya
“ Ops ! Baiklah ! Hati-hati, Tuan Rigel. . . Jubei ! “
Rigel langsung pergi meninggalkan Inuya untuk menangani Jubei. Inuya kemudian berusaha menggunakan kontak spiritualnya untuk melacak keberadaan Ataru. Saat ia berhasil menggunakannya, ia merasakan bahwa Ataru sekarang berada cukup jauh dari sekolah mereka, yang membuat Inuya menjadi jengkel
“ Sialan kau, Ataru ! Bikin repot saja ! “ gerutu Inuya
Saat Inuya pergi ketempat Ataru berada, Spidaro terlihat mengikuti Inuya atas perintah Swift Polly
“ Kemana dia ?! “
“ Swift Polly, bagaimana perkembangan pertarungan mereka ? “ Tanya Argus yang baru saja kembali bersama dengan Oxtoroo
“ No.1 dan No.4 dikalahkan oleh ketiga anak itu dan juga si Prisman itu. Aku benar-benar tidak menyangka bahwa dia akan datang kemari untuk membantu mereka “ Lapor Swift Polly dengan ekspresi kecemasannya
“ Dan yang lain ? “
“ Hmm. . .No.2 dan No.3 masih dalam keadaan baik. Tapi sepertinya, No.2 kelihatannya agak mengalami kesulitan karena lawannya memiliki pergerakan yang cepat. Mungkin karena dia adalah Dewa Kematian ? ” Lanjut Swift Polly
“ Apa hasil rekaman sudah disimpan secara otomatis ? “ Tanya Argus
“ Ya ! Jangan khawatir. Semua sudah tersimpan ! Jadi anda bisa melihat seperti apa pertarungannya tadi “
“ Polly-chan! Jenderal ! Jika No.2 mengalami kesulitan untuk menangkap targetnya, tolong izinkan aku akan membantunya untuk mencari target yang dimaksud !” Tawar Oxtoroo
“ Tidak usah. Kita disini untuk melihat tingkat kemampuan dan kecepatan anak-anak ini. Jadi biarkan saja B.R.O yang menangani mereka. Lagipula, jika kau yang mati maka ini bisa menjadi hal yang merepotkan untuk mencari pengganti yang sama hebatnya seperti dirimu “ Jelas Argus
“ Eeeeh. . .ini untuk pertama kalinya aku dipuji oleh Jenderal. Hatiku benar-benar senaaaang~ “ Kata Oxtoroo dengan senang
“ Heh ! Syukurlah kamu memang senang, Oxto “ Kata Swift Polly dengan senyuman menyeringainya
Sementara itu, Ataru terlihat sedang bersembunyi disuatu tempat yang agak jauh dari sekolah mereka. Disana, Ataru sedang menghubungi Brock untuk berbicara soal B.R.O No.3. Saat Ataru menyadari ada yang datang, ia bisa melihat dari penglihatan masa depannya jika Inuya sedang mencarinya disekitar tempat tersebut tanpa menyadari adanya si No.3
“ Brock ! Aku dalam masalah ! “
“ Joyce. Jangan bilang kalau kamu baru saja menjadi sasaran robot besar itu ! Tak kusangka para manusia menanganinya begitu lama dari melawan makhluk asing lain tempo hari yang lalu “ Gerutu Brock
“ Kalau begitu, tolong kirimkan Spirit Pistol-ku dengan mantra teleportasimu. Aku akan menghadapi mesin ini sebelum ia menghancurkan kota ini “
“ Baiklah. Tapi saat ada pihak militer yang sampai untuk menanganinya, lebih baik serahkan kepada mereka. Karena kita sebagai Dewa Kematian tidak seharusnya ikut campur urusan para manusia “ Jelas Brock
“ Iya iyaaaaaa. . . Ah- Ini. . . Inuya ?! “
Penglihatan masa depan Ataru menunjukan bahwa Inuya sudah sampai ketempatnya, dimana ia sedang mencari keberadaan Ataru. No.3 kelihatannya juga belum sadar akan kedatangannya dan sibuk mendobrak kearah pintu toko dan bangunan yang ada disekitarnya serta membuat kerusakan demi mencari Ataru. Saat Spirit Pistol berhasil dipindahkan oleh Brock, Ataru mulai perlahan mengikuti No.3 sambil mencari keberadaan Inuya.
“ Baiklah, selamat bersenang-senang. Joyce ! “
“ Heh . . . Oke oke. Time to take some action ! “
No.4 mendobrak paksa pintu toko perhiasan. Sang kasir dan pembeli yang ada disana menjadi panik dan ketakutan. Ia menganalisa tempat tersebut, dan saat ia melihat Ataru tidak ada disana, ia pergi meninggalkan toko tersebut. Sang petugas keamanan berusaha untuk menghentikannya, No.3 dengan mudahnya menendang petugas tersebut kearah toko diseberangnya dengan jengkel
( BRAAK ! )
“ Kyaaa ! “
“ Hmmm. . . Dia tidak ada disini ! “
“ Angkat tangan ! Akan kutembak kau jika- “
“ Berisik ! “
( DUAGH ! )
“ Uggh ! “
“ Kau pikir bisa menghentikanku dengan itu ! Jangan buat aku tertawa, manusia lemah ! “ Gerutu No.3
( ZYUUUUNGGG ! )
“ Apa ?! “
Ataru sengaja membuat tembakannya meleset untuk memancing No.3 kearahnya. Dan benar saja, saat ia melihat serangan tersebut, No.3 bisa langsung menebak dimana Ataru berada. Tiba-tiba, saat No.3 melesat pergi dimana gang tempat Ataru bersembunyi, dari jauh No.3 bisa melihat Inuya baru sampai ketempat mereka. Hal ini membuat No.3 langsung mengincarnya ketimbang Ataru. Melihat hal ini, Ataru keluar dari gang, dan betapa terkejutnya ia saat ia melihat No.3 berusaha menyerang Inuya bukan dirinya
“ Tertangkap kau ! “ Kata Ataru dalam hari saat ia melihat No.3 memasuki gang persembunyiannya
“ Ah ! Itu ! “
( Syat ! )
“ Apa ?! Akh INUYA-KUN ! AWAS ! “ Teriak Ataru kepada Inuya yang tidak sadar akan kehadiran No.3
“ Ah ! “
Disaat No.3 berniat ingin menebasnya, Ataru menembaknya dari jauh untuk menghentikan robot tersebut dari belakang sebanyak 2 kali. No.3 menoleh kebelakang, dan melemparkan bom kecil kearah Ataru.
( ZYUUUUUNNG! ZYUUUUUNG!)
“ Mengganggu saja ! “ Gerutu No.3 sambil melemparkan bom kearah Ataru
“ Uh oh ! “
( BLAAAAAAAAR )
Melihat hal ini, Inuya langsung lari menghindari No.3. Sayangnya, robot tersebut langsung menyadari pergerakannya, yang membuat ia dengan cepat mengambil tindakan untuk menghentikan Inuya dengan menebas kearah kakinya. Ini membuat Inuya terjatuh, dan kaki sebelah kanannya berada karena tebasan dari pedang No.3
( SYAT )
“ Uah ! Akh ! “ Rintih Inuya
“ Heaaaaaaaaahh ! “
“ CELAKA ! “
Saat No.3 hampir berhasil mendekati Inuya dan berniat untuk menebasnya, Ataru dengan cepat berhasil menangkap dan menyingkirkan tubuh Inuya dari tebasan No.3 dari jalan tersebut. Yang membuat pedang milik No.3 tertancap di jalan trotoar
( BUUUM )
“ Fyuh ! Hampir saja ! Bagaimana dengan kakimu ? “ Tanya Ataru
“ Tidak perlu cemas. Ini hanya luka kecil “ Jawab Inuya sambil menunjukan kakinya yang terluka yang masih mengalami pendarahan
“ Itu kau sebut kecil ?! “ Gerutu Ataru
“ Mengganggu saja ! “ Teriak No.3 dengan amarah sambil melemparakan bom kearah mereka
“ Cih ! “
Ataru menembakan bom tersebut untuk menghentikan ledakannya. Ia dengan cepat langsung mengevakuasi Inuya kesuatu gang agar ia tidak terlibat pertarungan antara dirinya dan No.3
“ Sial ! Dia hilang lagi ! “ Gerutu No.3
“ Ah ! Woah ! Aku tidak menyangka kau punya kecepatan seperti ini, Ataru “ Puji Inuya
“ Ya ! Hanya para Dewa Kematian saja yang punya kecepatan ini “
Mendengar hal itu, mata Inuya melebar karena tidak percaya akan apa yang dikatakan Ataru. Saat Inuya bertanya tentang identitasnya sebagai Dewa Kematian, Ataru menjadi heran akan pertanyaannya karena Ia pikir bahwa Tazuya sudah memberitahu tentang identitasnya
“ Dewa Kematian ? “
“ Heee ? “
“ Apa itu benar, Ataru ? Kau adalah seorang Dewa Kematian ? “ Tanya Inuya dengan kebingungan
“ Jadi. . .Tazuya tidak memberitahu identitasku yang kuceritakan kepadanya kemarin malam ? “ Kata Ataru dengan penuh keheranan
“ Tunggu ! Kau ada perbincangan rahasia dengan Tazuya kemarin malam ? Tentang apa ? Kok dia tidak bilang denganku soal ini ?! “
“ Hoooo. . . jadi kamu penasaran akan perbincangan kami kemarin ? Baiklah, sebelum robot sialan itu kemarin, biar aku beritahu apa yang kami bicarakan semalam”
Ataru terdiam dan memejamkan matanya. Akhirnya, ia mulai bicara tentang pembicaraannya dengan Tazuya
“Aku memberitahu identitas asliku sebagai Dewa Kematian kepada Tazuya itu karena kalian juga memiliki rahasia yang sulit untuk kalian ungkapkan. Dan kenapa aku bertanya soal ini. . . karena aku . . .tidak. . .Ryuga-san dan juga Jubei bisa mengetahui dimana kalian saat kalian tidak bersama kami. Itu terjadi saat Monster tikus itu menyerang kota ini. Tidak hanya kalian saja yang bisa kulihat dan kudengar, tetapi juga suara dari si El-Fighter itu ! “ Jelas Ataru
Inuya tidak bisa berkata apapun karena Ataru sudah mengetahui semuanya. Sebelum ia kembali melanjutkan perkataannya soal apa yang ia lihat saat ia menyentuh Tazuya, tiba-tiba, No.3 menembak kearah gedung yang ada disekitarnya untuk memancing mereka keluar.
“ Lalu. . . soal kemarin. . . apa kamu melihat- “
( BUUUUMM )
“ Apa ?! “
( BUUUMM)
“ Robot sialan itu ! “
“ Tunggu Ataru ! Kita harus mengalahkannya bersama-sama ! “ Inuya menghentikan Ataru
“ Apa kamu tahu kelemahan dari robot itu ?! “ Tanya Ataru
“ Ya ! Inti yang ada didada robot itu adalah kelemahannya. Tapi untuk mengalahkannya, salah satu dari kita harus ada jadi umpannya untuk mengganggu konsentrasinya “ Jelas Inuya
“ Umpan. . . hmm. . .tunggu ! Aku ada ide !“
*****
B.R.O No.3 masih tetap menembak kesekitarnya untuk mencari keberadaan Inuya dan Ataru. Ia terlihat mulai kehabisan kesabarannya untuk mencari keberadaan mereka. Tiba-tiba, Inuya berlari kearahnya dengan Blasterate dan menembak kearahnya. Disaat No.3 berhasil menebas Inuya dengan pedangnya, Ataru kemudian menggunakan jam sakunya untuk mengatur ulang waktu dan kembali ke 5 menit sebelum ia menebas Inuya. Saat itu kembali terjadi, Inuya berhasil menghindari tebasan tersebut.
“ Kemana perginya mereka ?! “
“ Hyaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh ! “ Teriak Inuya sambil menembakan blasterate kearah No.3
“ Ada-ada saja ! “
( ZYAAAAT )
“ UAGH ! “
“ Cih, Terug ! “ Kata Ataru sambil mengaktifkan jam sakunya
( SRIIIIINNG )
“ Kemana perginya mereka ?! “
“ Hyaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh ! “
“ Ada-ada saja ! “
( ZYAAAAT )
“ Uwaaaaa “
“ Apa ?! Tunggu. . . bukankah kau- “
“ Terima ini ! “
( BUUUM ! )
No.3 berhasil menghindar dari tembakannya Inuya. Ia kemudian merasa bahwa ada yang salah dari pertarungan mereka dan tahu bahwa Inuya seharusnya terkena tebasan tersebut. Ternyata rencana Ataru dan Inuya yaitu dengan mengulang waktu dimana saat Inuya terkena serangan No.3 melalui jam saku Ataru. Ternyata, jam saku
tersebut bukanlah jam biasa, karena jam itu bisa memutar ulang waktu, memajukannya kembali atau malah menghentikannya selama beberapa menit sesuai keinginan
“ Tunggu ! Apa-apaan ini ?! Perasaan tadi aku sudah menebas anak ini. Kemudian secara sekejap aku mengulang itu dan dia bisa menghindarinya ? Apa ini ?! “ Tanya No.3 yang kebingungan
“ Tapi. . .kelihatannya itu tidak akan bertahan lama ! Hyaaaaah ! “
( ZRAS )
“ Terug ! “
( SRIIIIIINNG )
“ Tapi. . .kelihatannya itu tidak akan bertahan lama ! Hyaaaaah ! “
“ Hehehe ! “
“ Cela- “
( BUUUM )
Inuya menembak tepat diwajahnya, yang merusak mata sebelah kirinya. Ataru kemudian keluar dari tempat persembunyiannya dan berusaha untuk menembaknya. Namun, disaat ia berusaha menembak robot tersebut, No.3 tiba-tiba merubah modenya menjadi mode laba-laba dengan menumbuhkan ketiga tangannya yang lain untuk menyerang mereka
“ Astaga ! “
“ Terima ini ! “
( BRAAAAK )
Inuya masih sempat menghindari dirinya dari serangan tersebut. Tiba-tiba, pasukan kepolisian mulai berdatangan untuk membantu mereka. Karena melihat mereka memakai pakaian sekolah, Sang kapten kepolisian meminta kepada Inuya dan Ataru untuk menghindar dari area tersebut dan mempercayai mereka akan menangani No.3
“ Anak-anak ! Menjauhlah dari robot itu ! Kami akan menanganinya ! “ Perintah sang kapten
“ Apa ? Jadi kami-“
“ Cepat pergi ! “
Disaat kapten memerintahkan Inuya untuk pergi dari tempat itu, Ataru langsung menarik lengannya untuk menghindar dari No.3. Melihat aksinya Ataru, Inuya langsung menanyakan kenapa ia mengikuti perkataan kapten tersebut ketimbang membantunya
“ Hei ! Apa yang kau lakukan ?! Lepaskan aku ! Kenapa kau lebih memilih untuk mendengarkannya ketimbang kita membantunya ! Kau sendiri juga tahu bahwa kau adalah calon El-Fighter ! “
“ Aku adalah Dewa Kematian ! Kami seharusnya tidak ikut campur dalam urusan dunia kehidupan ! Selama ada manusia lain yang mau membantu sesama mereka, kami seharusnya membiarkan mereka untuk melakukan hal itu tanpa campur tangan dari kami ! “ Jelas Ataru
“ Apa ?! Uuuuh ! Aku tahu kau memang sedikit egois, tapi kau selalu menerima bantuan dari kami dan juga kau adalah orang yang tipikal tidak suka peraturan yang ketat ! Jadi tidak ada salahnya jika kau-“
“ Ini berbeda, Inuya-kun ! Jika aku menjelaskan kepadamu secara terperinci, kamu tidak akan mengerti ! “ Kata Ataru dengan nada tegas
“ Tidak mengerti apanya, Ataru ! Katakan saja semuanya ! “ Kata Inuya dengan frutrasi sambil menaikan nada suaranya
Tiba-tiba, saat mereka berdua berseteru karena Ataru menolak untuk membantu pihak kepolisian, mereka dikejutkan dengan serangan No.3 yang membabi buta dan dengan mudahnya mengalahkan semua polisi yang berusaha melawannya. Polisi yang sedang mengevakuasi masyarakat didalam gedung menjadi panik dan meminta kepada masyarakat untuk secepatnya lari dari tempat itu.
( BUUUUM )
“ Uwaaaaaaa “
“ Hyaaaaaaaa “
“ Ayo cepat ! cepat ! lari dari sini ! “ Kata salah satu petugas kepada para masyarakat untuk lari dari gedung tersebut
“ Tembak ! Tembak ! Tembak !“
( DOR ! DOR ! DOR !)
( ZYAAAT! ZYAAAT ! )
“ Uwaaaaaaaaaaaaaaaaa “
“ Astaga ! Kkh ! Baiklah ! Jika menurutmu peraturanmu lebih penting dari orang-orang itu, kurasa aku tidak bisa memaksamu secara berlebihan ! Pikirkan sendiri ! “ Kata Inuya dengan nada kekesalannya memutuskan untuk bertarung seorang diri
“ Tunggu. . .Inuya-kun ! “
Inuya berlari kearah No.3 sambil menembakan robot itu dengan Blasterate. Ataru masih terdiam dan melihat Inuya dengan ekspresi setengah cemas karena ragu ia harus mengikuti peraturan atau membantu Inuya untuk melawan No.3. Itu karena Ataru merasa ia sudah banyak mengabaikan peraturan yang harus dipatuhi para Dewa Kematian demi kepuasan dan kebebasan dirinya sendiri dengan menikmati hidup sebagai manusia ketimbang menjalankan tugasnya.
“ Hei ! Anak muda ! Jangan mendekat ! “ Tegur sang Kapten
“ Haaaaaaaaaaaaaahhh ! Terima Ini ! “
( BUUM! BUUM! BUUM! )
“ Mengganggu saja ! “
( ZYAAT ! )
( TRAANG ! )
Inuya menggunakan Blasterate untuk melindungi dirinya dari tangan ketiga si No.3 yang diubahnya menjadi sebuah pisau yang panjang. Melihat Inuya tidak bisa menahannya dengan lama, No.3 menggunakan tangan keempatnya untuk mengambil kakinya Inuya, membuatnya ia terlepas dari Blasterate dan melemparnya kearah mobil polisi tersebut.
“ Eh Uwaaaaaaa ! “
( BRAAAK )
“ Ugh ! “ Rintih Inuya saat ia dilempar kearah mobil polisi
“ Anak muda ! Kamu tidak apa-apa ?! “ Kata salah satu petugas kepolisian yang berada didekatnya
“ Hei ! Kenapa kalian diam saja ! Tembak robot it-“
(ZYAT !)
No.3 menebas sang kapten tersebut yang menyebabkan ia terluka parah didadanya. Para petugas yang melihat hal itu menjadi panik dan ketakutan. No.3 langsung menyerang sisa para petugas yang masih ada disana, dan kemudian ia mendekati Inuya sambil bertanya dimana Ataru.
“ KAPTEN ! “
( ZYAT ! ZYAT ! ZYAT ! )
“ Uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa “
“ Kelihatannya, Kau adalah teman dari sirambut pirang itu. Kalau begitu, beritahu aku dimana dia jika kau ingin dirimu dan orang-orang ini selamat ! “ Kata B.R.O No.3
Inuya tidak bisa berkutik saat No.3 mendekatinya. Ia berusaha untuk mengambil sebuah pistol yang ada di dekatnya, tetapi No.3 yang melihatnya langsung menendang jauh pistol tersebut. Karena Inuya tidak mau menjawab pertanyaannya No.3, robot itu akhirnya memutuskan untuk menghabisi Inuya dengan tangan ketiganya
( TRAK ! )
“ Cih ! “
“ Baiklah ! Jika kau tidak ingin menjawabnya, mau bagaimana lagi ?! Daaaah “
( ZYAT ! JRAAAAS ! )
Darah segar kemudian keluar dari tebasan tersebut. Ternyata, pisau tangan tersebut mengenai lengannya Ataru, yang dengan sigap langsung melindungi Inuya dengan lengan kirinya. Ataru yang menahan sakit langsung mengambil lengannya, Ataru langsung mengambil tangan si No.3 dan melemparkannya kegedung yang ada disamping mereka
“ AH ! “
“ A. . .Ataru ! “
“ Sejak kapan ia- “
“ Uwooooooooooooooooo HA ! “
( BRAK ! )
“ Ataru ! Hoo. . Syukurlah ! Kupikir kau akan- “
“ Meninggalkan teman-temanku dalam bahaya ? Tentu tidak ! Aku mungkin sangat egois. Tapi, saat aku melihat temanku dan juga orang disekitarku mendapat masalah dan aku hanya bisa melihat mereka tanpa berbuat apa-apa. . . aku tidak bisa menahannya, Inuya-kun ! “ Jelas Ataru
Mendengar hal itu, Inuya tersenyum lega mendengarkannya. Saat No.3 kembali bangkit, akhirnya Ataru menantangnya untuk bertarung satu lawan satu.
“ Maaf telah membuatmu repot-repot mencariku, Tuan Robot ! Ayo ! Kita selesaikan sekarang ! “ Tantang Ataru dengan wajah bangganya
*****
Tanpa Ataru duga, ternyata Hilo sedang mencarinya ditempat itu. Hilo mengatakan bahwa Brock mengutusnya untuk mencari keberadaannya. Ataru agak jengkel saat tahu bahwa Brock menyuruhnya untuk mencarinya hanya karena ingin memastikan bahwa Ataru tidak melanggar peraturannya terbesarnya. Ataru mengatakan kepada Hilo bahwa ia bertarung bukan untuk menyelamatkan manusia, tetapi untuk menyelamatkan teman-temannya
“ Joyce ! “ Panggil Hilo
“ Ha ? Joyce ?! “ Kata Inuya yang heran saat Hilo memanggil nama aslinya Ataru
“ Oi ! Hilo ! Kenapa kau ada disini ?! “
“ Anuu. . .Brock-san mengirimku untuk memastikan jika kamu tidak melanggar peraturan utama kita untuk- “
“ Oh ayolah ! Pergilah, Hilo ! Kau tahu aku bukan anak kecil lagi ‘kan ! “ Kata Ataru dengan ketus
“ Perkataanmu membuktikan bahwa kamu masih anak-anak ! “
“ Terserah! Ketahuilah, aku melakukan ini bukan untuk menyelamatkan manusia. . . melainkan untuk menyelamatkan temanku ! Sekarang tunggu disini karena pertaruganku akan segera dimulai ! “
Ataru berlari kearah No.3, dan No.3 berusaha menyerangnya dengan keempat tangannya yang ia ubah menjadi pisau. No.3 memanjangkan tangannya serta memutarkannya seperti baling-baling, beruntungnya Ataru berhasil menghindarinya dengan mudah.
( ZIIIIINNNNG! ZYAT ! ZYAT ! ZYAT !)
“ Heh ! “
“ Jadi kau remehkan aku ! “
( ZYAT ! JRASS ! )
Salah satu tangan No.3 berhasil menusuk tepat didada Ataru. Dengan cepat, Ataru mengeluarkan jam sakunya, dan menggunakannya untuk memundurkan waktu 5 menit. Saat kejadian itu terjadi, Ataru berhasil menghindarinya, menarik tangan robot tersebut dan menembak kemata kirinya
“ Oh tidak ! “ Kata Inuya dengan nada pelan dan panik
“ Khhh. . . Terug ! “
( Sriiiiiiiiiiiiiing)
“ Jadi kau remehkan aku ! “
( ZYAT ! )
“ HAH ! “
“ Lagi-lagi ! “
“ Hyaaaaaaaah ! “
( BUUUM)
Inuya yang menyadari cideranya kembali pulih segera bangkit untuk membantu Ataru. Hilo yang melihat ini berusaha untuk menghentikannya karena merasa Inuya belum sepenuhnya pulih.
“ Hei ! Kamu belum sepenuhnya pulih ! Jangan memaksakan dirimu untuk berdiri anak muda “ Tegur Hilo
“ Tidak apa-apa. . . aku sudah agak mendingan. Aku harus. . .mengambil senjata itu dan menolong Ataru ! “ Kata Inuya sambil menunjukan jarinya kearah Blasterate
“ Ataru ? Jadi itu nama samarannya Joyce. Oh. . . itu kelihatannya agak jauh, biar aku ambilkan ! “ Kata Hilo sambil menggunakan kekuatan elemen anginnya untuk mengambil Blasterate
“ Terima kasih, Tuan. . .Hilo “ Kata Inuya sambil mencoba mengingat nama Hilo yang disebutkan oleh Ataru
Disaat No.3 berusaha keras untuk menangkap Ataru, ia kemudian diserang oleh Inuya yang menembakkannya dengan Blasterate. No.3 yang melihat aksinya berusaha menghentikanya dengan menebas Inuya dengan salah salah satu tangannya. Namun, Inuya berhasil menghindar dengan menembak tangannya, yang membuat tangan robot tersebut itu hancur
“ Kau ternyata tidak menyesal ! “
( ZYAT ! )
“ HAH ! “
( BUUM !)
“ Hah ! Celaka ! “
( DUAGH !)
“ Akh ! “ Rintih Inuya
No.3 langsung menendang Inuya, dan Hilo menangkapnya. No.3 melesat pergi kearah Inuya dan Hilo. Disaat ia berusaha menebas mereka berdua, Ataru berhasil menembak kedua tangan robot tersebut, dan kini hanya menyisakan satu tangan saja yang bisa ia gunakan.
( BUUM !)
“ Kerja yang bagus, Inuya-kun ! “
No.3 kemudian melihat kearah Ataru. Terlihat Ataru yang berada cukup jauh darinya memberikan isyarat kepadanya untuk maju kehadapannya. No.3 langsung menyerangnya dengan lengannya yang masih dalam mode pisau, yang menyebabkan pundak kanan Ataru terluka. Ataru tidak menghindar. Ternyata, ia sengaja membuat dirinya terluka agar ia bisa menarik tangan robot tersebut kemudian menariknya tepat dihadapannya.
( ZYAT ! )
“ A. . .Ataru ?! “ Kata Inuya dengan ekspresi kepanikannya
“ Bagus ! Haaaaaaaaaaaaaaaaa ! “
“ A-apaaaa ! “
( BRAK ! )
“ Bagus ! Ketangkap juga. . kau ! “
Saat robot tersebut berhasil ia tarik, Ataru menodongkan spirit-pistolnya tepat di dada robot tersebut. No.3 yang menyadari hal ini tidak bisa berkutik karena Ataru sudah memegang tangannya dengan erat. Saat ditembak, akhirnya tubuh No.3 hancur dan terpecah menjadi beberapa bagian, kecuali pada bagian kepalanya dan kakinya
( BUUUM ! )
“ Woah ! Keren ! “ Puji Hilo
“ Ataru ! Kau tidak apa-apa ?! “ Panggil Inuya yang langsung pergi menghampiri Ataru
“ Ya ! Aku tidak apa-apa ! Jangan khawatir “ Jawab Ataru sambil memegang pundaknya
Tiba-tiba, Inuya melihat potongan kaki si No.3 memasang timer yang sama seperti si No.4 di pertarungan mereka yang sebelumnya. Inuya yang menyadari hal itu bergegas pergi kearah Ataru dan mendorongnya sebelum terkena ledakan tersebut.
“ Oh oh ! ATARU ! “
“ Ah ! Kena- “
( BLAAAAAAAAAAAARRRRR )
Hilo yang melihat hal ini langsun panik, ia pikir jika Ataru dan Inuya terkena ledakan tersebut. Inuya ternyata berhasil mendorong Ataru, dan nyaris terkena ledakan tersebut. Ataru yang melihat ini benar-benar kaget, tetapi ia sangat berterima kasih kepada Inuya karena telah menyelamatkannya
“ J-Joyce ?! JOYCE ! “ Panggil Hilo yang panik
“ Uwaaa ! Ah ! Inuya-kun ! Kamu tidak apa-apa ?! “ Ataru bertanya kepada Inuya sambil menghampirinya yang masih dalam posisi tertelungkup
“ Yeaah. . . uhuk ! Aku. . . baik-baik . . .saja ! “
“ Joyce ! Fyuh . .. syukulah ! Kalian berdua baik-baik saja ! “ Kata Hilo saat mengetahui bahwa Ataru dan Inuya tidak mengalami luka yang serius
“ Ya ! Sepertinya kita sudah benar-benar terlambat kesekolah, Inuya-kun ! Dan mustahil jika kita kembali dalam keadaan seperti ini. Jadi bagaimana nih ? “ Tanya Ataru kepada Inuya yang masih berbaring dijalan
Tidak lama kemudian, mobil Rigel akhirnya datang ketempat mereka. Hilo yang melihat mobil tersebut bertanya kepada Inuya apakah ia mengenalnya. Inuya berkata bahwa Rigel adalah pendahulunya, dan ia sudah cukup dekat dengan pria separuh baya bersebut.
“ Siapa itu ?! “ Tanya Hilo
“ Tuan Rigel ! Dia pendahulu kami ! Aku dan Tazuya akhir-akhir ini sudah agak dekat denganya karena beliau akan menjadi pembimbing kami sebagai calon El-Fighter “ Jelas Inuya
“ Begitu “ Kata Ataru dengan singkat
“ Nak Inuya ? Hoo. . .maaf’kan aku karena sudah terlambat. Kamu tidak perlu khawatir karena temanmu yang bernama Jubei sudah ditangani oleh Dullart “ Jelas Rigel
“ Jubei ? Tunggu ? Jubei Kenapa ? “ Tanya Ataru
“ Uh. . . ikut saja aku ! Biar beliau saja yang menjelaskan semuanya dirumahnya” Ajak Inuya yang berjalan tertatih masuk ke mobilnya Rigel
“ Umm. . .Hilo ! Sekarang pergilah ! Tidak ada yang perlu kamu curigakan dari orang ini ! Percayalah kepadaku “ Perintah Ataru dengan nada datar
Mendengar hal itu, Hilo tidak punya pilihan selain mengikuti perintah Ataru dan langsung pergi meninggalkan mereka bertiga
“ Baiklah ! Jaga dirimu ! “
Ataru akhirnya ikut pergi bersama Inuya dan Rigel. Sambil masuk kemobil tersebut, Ataru secara sekilas menatapnya dengan tatapan curiganya karena ia merasa ini bukan pertama kalinya ia pernah melihat Rigel secara langsung
“ Tunggu. . .sepertinya. . . aku pernah bertemu dengan orang ini ! Tapi. . . kapan ?! Dia benar-benar mirip dengan pemuda yang pernah kutemui 17 tahun yang lalu. Apa benar dia itu adalah orang waktu itu ? “ Pikir Ataru
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Taurus Garangan
aku kasih bunga ya ka
2021-12-30
0
@Princes halu"
tetap semangat yah kakak
2021-12-13
1
Desshio08
semangat ya🤗
2021-04-28
1