Ataru beranjakndari bangku tersebut, dan mengajak Tazuya ketaman asrama tersebut. Ia mengatakan ada sesuatu yang ingin ia bicarakan kepadanya, dan tidak ada niat untuk menyakitinya. Tazuya yang penasaran akan kemauannya langsung menyetujui ajakan Ataru untuk pergi ketaman asrama
“ Umm. . . sebenarnya sih, aku tidak hanya kebetulan baru saja kembali keasrama karena ada suatu urusan. Itu karena. . .ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu, Tazuya-kun. Saat aku menggunakan penglihatan masa depanmu untuk menebak dimana keberadaanmu saat ini dan langsung tahu bahwa kamu baru saja “ Jelas Ataru sambil menggaruk pipi kirinya dengan jari telunjuknya
“ Eh ? “
“ Oh. . .jangan khawatir. Aku tidak akan menyakitimu, aku hanya ingin bicara sesuatu denganmu. Ayo, kita ketaman saja ! Agar tidak ada yang tahu soal ini “
Ataru langsung pergi kearah taman asrama, yang akhirnya diikuti oleh Tazuya tanpa sepepatah perkataan dan pernyataan dilontar kepadanya
“ Apa kamu haus sehabis perjalanan dari suatu tempat ? Ambilah ! “ Kata Ataru sambil membelikan minuman dari mesin minuman di taman tersebut
“ Terima kasih ! “
“ Mana Inuya-kun ? “
“ Hooo. . . dia sedang ada urusan mendadak distudio tempat ia menari “ Jelas Tazuya
“ Begitu. Oke deh. Kurasa sama kamu saja sudah cukup. Ayo. . .duduk disini ! “ Ajak Ataru sambil menunjukan bangku kecil yang ada ditaman tersebut
Tazuya duduk didepan Ataru. Sambil meminum minuman yang ia belikan, akhirnya Ataru bertanya maksud tujuan ia mengajak Tazuya kemari
“ Haaaa. . .hari yang cerah ya~ Bunga sakuranya juga masih bermekaran. Dan dimalam hari pemandangan taman ini benar-benar cantik ya “ Puji Ataru
“ Kau benar, Ataru. Ini mengingatkan aku saat kita tidak sengaja pulang malam karena lupa waktu saat ada festival di taman kota 3 tahun yang lalu “ Tambah Tazuya
“ Ehehehe. . . kamu ternyata masih ingat soal itu ya. Ngomong-ngomong aku masih menyimpan kalung Magatama yang kita beli sebagai tanda persahabatan kita. Kamu masih menyimpannya ? “
“ Tentu. Aku menggantungnya di tasku “
“ Dan aku menggantung magatama itu di Smartphoneku “ Kata Ataru sambil menunjukan kalung magatama berwarna merah yang digantung di smartphone-nya
(Hening sesaat)
“ Oh ya. . . ngomong-ngomong saat kita ke karaoke itu sebenarnya adalah ideku, loh. Karena ada sesuatu yang ingin kutanyakan kepada kalian. Namun karena kita terlalu bersemangat untuk bersenang-senang, aku memutuskan untuk mengurung niatku untuk bertanya tentang sesuatu kepadamu “Jelas Ataru
“ Eh. . . jadi sebenarnya itu adalah idemu ? “
“ Ya ! Kamu tahu, sejak kejadian dimana si El-Fighter berambut perak tersebut, aku. . . dan kemungkinan Ryuga-san serta Jubei-chan bisa melihat kalian sedang bertarung dengan orang asing yang sudah pasti pencipta monster tersebut. Lalu, aku juga bisa tahu kamu ada diruang klub anggar karena aku tidak sengaja melihat dirimu dan Haku-chan bertanding anggar. . .serta aku bisa mendengar percakapan kalian dengan orang berambut perak itu, terlebih tentang calon El-Fighter “
Saat mendengarkan perkataan Ataru tentang calon El-Fighter, Tazuya menjadi kaget, terlebih karena ia harus menjaga identitasnya sebagai calon El-Fighter kepada siapapun. Saat Tazuya berusaha menyangkal semua perkataan, Ataru kembali berbicara bahwa ia tidak bisa menyembunyikannya kepada mereka bertiga, serta bertanya kenapa harus mereka yang bisa merasakan dan mendengarnya.
“ Ataru. . .yang kau dengar itu pasti-“
“ Halusinasi ? Kalau itu hanya halusinasi, kenapa hanya kita berlima yang bisa merasakannya! Ini bukanlah halusinasi, Tazuya-kun. . . ini ada hubungannya dengan yang namanya calon El-Fighter tersebut. Hei. . .Tazuya-kun. . .tolong jawab aku ! Apa kamu tahu soal ini, Tazuya ?! Aku yakin kamu pasti tahu maksud dari kegilaan ini ! Apa itu benar, Tazuya Hideyuki Iga ?! “
Ataru mendekati Tazuya, dan memegang kedua pundaknya untuk meminta jawaban semua pertanyaannya. Tiba-tiba, mereka kembali tidak sengaja mengaktifkan kontak spiritual mereka, yang juga berbenturan dengan kemampuan penglihatan masa depannya Ataru, membuat Ataru tidak sengaja melihat seperti apa masa depan mereka selanjutnya
( Sriiiiiiiiiiiiiiing )
“ AH !
“ UWAAA !”
“ La. . .Lagi ?! “ Kata Inuya yang kebingungan
“ Huh ? “
“ A. . .Apa apaan ini ? “ Kata Jubei yang kebingungan saat ia sedang memasak didapur asrama siswi dan langsung jatuh terduduk didepan kompor
Ternyata bukan hanya kontak spiritual Tazuya dan Ataru saja yang terbuka, tetapi juga milik Inuya, Ryuga dan juga Jubei. Ataru bisa melihat seperti apa masa depan mereka saat menjadi El-Fighter. Salah satunya mereka akan mengetahui rahasia El-Fighter tahap ke-3, mengetahui identitas Ramone Grace yang akan membuat mereka terkejut, Wendigo, perang besar Fighter dan umat Spezialist, yang diakhiri sebuah ledakan misterius yang berpotensi mengakhiri umat manusia
“ Uwaaaaaaaaa ugh ! “
Ataru yang melihat hal itu melepaskan tangannya dari pundak Tazuya, dan kaget bukan main yang membuat mereka berdua terjatuh. Tidak hanya Ataru, Tazuya yang melihat ini juga sangat kaget dan napasnya memburu karena kecemasan
“ Haaah. . .Haaah . . . Apa. . .Apa-apaa tadi ?! “
“ Itu. . . apa itu akan terjadi kalau kita akan menjadi El-Fighter ?! “ Tanya Ataru sambil kebingungan dan memegang kepalanya
“ Mungkin. . . aku juga tidak tahu. Tapi ini adalah pertama kalinya aku melihat hal mengerikan itu dimataku. . . walau hanya sekali lewat dan terlihat samar “ Jelas Tazuya
“ Apa Inuya-kun dan yang lain juga bisa melihat ini ?! ”
Tazuya tidak menjawab pertanyaannya Ataru, masih terdiam akan apa yang ia lihat barusan. Tanpa ia sadari, Spidaro ketiga yang tidak dikirim Swift Polly memperhatikan mereka dari jauh, merekam semua pembicaraan dan menganalisa status spesies dari Ataru.
“ Tidak ketahui ?! Hmm. . .aneh sekali. Kita sudah 2 mendapati komplotan si Prisman itu dengan spesies yang tidak diketahui. Kira-kira mereka ini apa ?” Pikir Swift Polly
Ataru membantu Tazuya untuk berdiri. Sambil berjalan menuju asrama mereka, Ataru memutuskan untuk menggantikan topik pembicaraan mereka dengan memberitahu identitas aslinya
“ Baiklah. . . jika kamu tidak tahu, kita lupakan saja. Yaaa. . .semoga saja kita akan tahu apa itu “ Kata Ataru sambil membantu Tazuya untuk berdiri
“ Yeah “
“ Oh ya, Tazuya-kun. Kita sebenarnya tidak luput dari yang namanya bohong dan juga kebohongan. Kadang-kadang, kita berbohong untuk menutupi sisi kita yang lain. Yaaaa contohnya saja kalian merahasiakan status kalian sebagai calon El-Fighter “ Kata Ataru
“ Yaaa. . .karena itu sudah peraturannya “
“ Kau tahu. . . aku terkadang sama sekali tidak terganggu yang namanya kematian. Karena kematian dan hukuman
adalah sesuatu yang wajar yang akan dialami umat manusia. Karena tugas kami hanya menghukum manusia yang berdosa serta memasuki mereka ke neraka dan membimbing manusia yang benar untuk pergi ke surga. Dan aku. . .tidak menyukai pekerjaan itu ! “
Ataru kemudian menunjukan auranya kepada Tazuya, ia memilik aura berwarna putih. Ia mengatakan bahwa auranya menandakan bahwa ia sebenarnya makhluk spiritual yang bernama dewa kematian dengan nama asli Joyce Lee Ray
“ Aura putih ?! “
“ Aku Joyce Lee Ray ! Dewa kematian dari divisi “perlindungan” ! "Ataru memperkenalkan identitas aslinya kepada Tazuya
" Joyce... Dewa Kematian.... jadi nama "Joyce" diakunmu adalah... nama aslimu ? "
" Yaaa~ Tugasku ialah memastikan bahwa dunia manusia dan dunia spiritual tetap seimbang. Karena itu, aku tidak mempermasalahkan aspek kematian manusia selama itu tidak merusak keseimbangan dua dunia “ Cerita Ataru sambil kembali memadamkan auranya
“ Itu artinya, kamu lahir lebih dulu dari kami ? Apa kamu ingat tahun berapa kamu dilahirkan ? “ Tazuya bertanya
“ Oh. . .umm. . .sebentar. . . aku tidak begitu ingat. Tapi aku ingat saat itu aku meninggal tahun 1893. Sayangnya, aku tidak tahu kehidupanku sebelum aku mati pada waktu itu “
“ Begitu. . .lalu apa yang membuatmu memutuskan untuk membaur dengan manusia ? Apa kamu senang menakut-nakuti orang lain seperti hantu-hantu pada umumnya ? “
“ Itu karena. . .aku ingin kembali menikmati masa-masa yang tidak pernah kurasakan sebelum aku mati sebagai
manusia “ Jawab Ataru sambil menundukan kepalanya saat ia ingin membuka pintu asrama mereka
Tanpa mereka sadari, Spidaro masih berada dibelakang mereka. Swift Polly yang mendengarkan percakapan mereka menjadi semakin penasaran tentang keberadaan Tazuya dan teman-temannya.
“ Dewa kematian ? Kazenoid ? Spezialist ? “ Kata Swift Polly sambil memperhatikan layar kedua dari Spidaro yang berada didekat Inuya dan Ryuga
“ Hmm. . . tapi kurang satu yang belum diketahui statusnya. Kemana si perempuan berambut biru itu ? Tanya Swift Polly sambil memperhatikan foto Jubei Fujieda
Di asrama siswi, Rattana yang baru saja kembali dari mini market bersama dengan Elma. Tiba-tiba, semua siswi kelas 1-LA-A yang ada didalam gedung asrama mereka mendengar teriakan Jubei yang ternyata ia berteriak karena roti bawang yang ia masak untuk pesta makan pastanya hangus
“ Kami pulang~ “
“ Oh Busaba-chan. . . Shizuka-chan. . . akhirnya kalian kembali “ Sambut Vlada
“ Heyyyyyyyy~ Ngomong-ngomong kalian beli ap-“
“ Hyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “
“ Ekh ?! Jubei kenapa tuh ?! “ Kata Rattana dengan panik
“ Mungkin ada kecoak yang terbang kearahnya ? “ Pikir Elma
“ Errr. . .kalau itu beneran kecoak kalian saja deh yang lihat dia ! Aku ga berani ! “ Rengek Hikari
“ Hei, tadi itu Kak Jubei yang teriak ‘kan ? Ayo kita lihat ! “ Ajak Haku yang segera pergi kedapur
(Sementara itu didapur )
“ Jubei-chan ! “
“ Uwaa. . .ekh. . err. . .maaf. . . tadi aku tidak sengaja melihat ledakan dan kemudian. . .roti bawangnya hangus~“ Kata Jubei yang berusaha menjelaskan semuanya kepada siswi lain
“ Ledakan ? “
Elma mengecek kompor, oven dan toaster, dan ia tidak menemukan apapun yang mencurigakan atau kerusakan didapur tersebut. Para siswi menyimpulkan bahwa Jubei dengan cerobohnya melamun saat memasak, dan memutuskan untuk merayakan pesta makan pasta tanpa roti bawang tersebut
“ Hmm. . . tidak ada yang janggal ? Tidak ada kerusakan apapun ?” Kata Elma
“ Jubei, bilang saja kamu dengan cerobohnya melamun soal cowok saat kamu sedang memasak. Kami tidak akan marah kok “ Kata Machiko
“ Uhuuuuuuuuy. . . aku penasaran siapa sih cowok yang dipikirkan Jubei-chan . . . pasti itu Kak Gummy kalau tidak Kak Yukiharu “ Goda Hikari
“ Ekh. . . .err. . .enak saja. . .tadi aku benar-benar mendengar ada ledakan loh~ “
“ Oke oke. Ayo kita lanjutkan masak-masaknya, terlebih kita tidak bisa membiarkan Jubei-chan untuk masak seorang diri “ Kata Vlada kepada siswi lainnya
“ Baiklaaah~ Kurasa kita akan merayakan pesta pastanya tanpa pakai roti bawang “ Gerutu Hikari
Siswi lain akhirnya memutuskan untuk membantu Jubei. Saat kembali melanjutkan tugas memasaknya, Jubei masih kepikiran akan kontak spiritual yang ia terima. Karena ia berpikir itu berasal dari Tazuya dan Inuya, ia memutuskan untuk bertanya kepada mereka soal apa yang ia alami besok pagi. Karena jika ia bicara dengan
siswi lainnya, sudah pasti mereka tidak langsung percaya, dan berpikir itu hanya haluannya saja
*****
Keesokan siangnya, terlihat Tazuya dan yang lain sedang belajar Bahasa Inggris. Kali ini, Pak guru Raymundo Gracia akhirnya muncul dihadapan seluruh siswa-siswi kelas 1-LA-A. Pak Gracia memiliki tubuh yang tegap serta dagu yang lonjong, berkulit gelap karena dia seorang Hispanik, memiliki rambut keabuan yang kemungkinan dulunya hitam karena faktor usia, serta ia selalu memakai jaket dan sarung tangan karena ia merasa ini membuatnya terlihat keren. Saat sedang menjelaskan dirinya dan juga kurikulumnya, ia melihat Tazuya dan juga Inuya sedang tidak konsentrasi karena masih memikirkan perkatannya Ryuga dan Ataru semalam, yang membuat ia menegurnya sambil menganggap mereka sedang memikirkan cewek yang mereka taksir
“ Aaahh. . .permisi, Iga-san dan Namidashi-san. Aku tahu kalian sedang mengalami masa pubertas sambil memikirkan cewek yang kalian taksir. Tapi bisakah kalian memperhatikan penjelasanku untuk sehari saja ? “
Mendengar perkataannya, semua siswa-siswi tertawa. Tazuya yang tersadar akan lamunannya hanya bisa tersenyum malu dan menepuk pundak Inuya yang juga tidak konsen sama seperti dirinya
“ Eh . . . apa ? Umm. . . Maafkan saya, Pak “ Kata Inuya kepada Pak Gracia
“ Baiklah. Semuanya, diam. Tidak baik menertawakan mereka terus. Aku yakin mereka juga adalah pelajar yang
tergolong rajin belajar setiap malam. Now, attention please! Return to hear the simple conversation from projector“ Kata Pak Gracia sambil menepuk tangan untuk meminta kelas menjadi kondusif
Beberapa menit kemudian, jam tanda istirahat siang berbunyi. Pak Gracia meminta Tazuya dan Inuya untuk membawa tas dan buku pegangannya ke kantor guru.
“ Letakan disini saja ! Baiklah, terima kasih Iga-san. . . Namidashi-san “ Kata Pak Gracia dengan senyuman hangatnya
“ Oh, Selamat siang, Pak Gracia. Aku senang melihat anda kembali dalam keadaan sehat selalu “ Sapa Ibu Mei Xia Ping, sang guru Bahasa Mandarin
“ Selamat siang juga, Ibu Ping “ Sapa Pak Gracia
“ Baik, Pak Gracia. Kami permisi dulu. Kami berjanji tidak akan melamun lagi dikelas “ Kata Inuya
“ Baiklah. Selamat menikmati istirahat kalian~ “
Saat Tazuya dan Inuya ingin meninggalkan kantor guru, Pak Gracia masih memerhatikan mereka, dan kemudian ia mengecek pesan yang masuk dari smartphonenya saat mereka sudah pergi. Spidaro terlihat sedang memperhatikan Tazuya dan Inuya yang sedang beristirahat dibawah pohon sambil memakan Yakisoba. Robot tersebut mendekati mereka dan bersembunyi balik pohon tempat Inuya bersandar
“ Eh, Inuya ! Sebenarnya apa yang kamu pikirkan dikelas tadi ? “ Tanya Tazuya
“ Oh. . . um. . . Tazuya, kamu tahu soal Spezialist ? “
“ Huuh ? Apa itu ? “
“ Ummm. . . aku tahu kamu pasti tahu soal kedatangan monster laba-laba kemarin malam. Saat itu, aku tidak sengaja lewat ditempat itu, dan hampir diserang olehnya. Dan yang menyelamatkan aku
adalah Ryuga Mangetsu. Ia mengatakan bahwa ia tahu kita adalah Fighter, sambil mengatakan bahwa ia adalah Spezialist, ras yang ditakdirkan menjadi musuh Fighter “
Mendengar penjelasan Inuya, Tazuya menjadi kaget. Terlebih, Ryuga adalah salah satu teman mereka yang sudah cukup lama. Inuya akhirnya menceritakan semua apa yang dikatakan Ryuga kemarin malam tentang ras Spezialist
“ Jangan bercanda, Inuya ! Itu tidak mungkin ! Kita sudah mengenal Ryuga sejak SMP. Jadi itu tidak mungkin kalau dia adalah musuh kita ‘kan ! Apa kita perlu menghubungi Tuan Rigel untuk bertanya soal Spezialist ?! “
“ Tidak. Kupikir ini bisa diselesaikan dengan damai, terlebih ia tidak terlihat sangat membenci kita. Ryuga mengatakan bahwa Spezialist dan Fighter sudah salin bermusuhan sejak lama. Bahkan sejak El-Fighter pertama muncul dibumi. Ia juga menambahkan, bahwa keluarga Mangetsu, yang dulunya bernama keluarga Taysikuu, masih memendam kemarahan dengan El-Fighter atas apa yang dialami leluhur mereka, Marie Taysikuu “ Jelas Inuya
“ Apa yang dilakukan El-Fighter kepada dia ? “
“ Ia bilang, El-Fighter lalai untuk melindunginya dan tidak datang untuk menghentikan eksekusinya oleh para rakyat yang mempercayainya sebagai penyihir jahat “
Tazuya masih tidak mempercayai akan apa yang dikatakan Inuya. Dari Spidaro, Swift Polly beserta Argus dan Oxtoroo mendengar semua pembicaraan mereka, yang membuat mereka bertiga semakin penasaran akan apa yang mereka katakan.
“ Begitu. Jadi manusia juga memiliki sub-spesies ? “ Tanya Oxtoroo
“ Spezialist. . .hmm. . .aku pernah mendengar tentang mereka. Konon mereka adalah spesies yang memiliki kemampuan khusus seperti mengendalikan energi dan juga sihir. Tapi aku baru tahu bahwa ada diantara mereka tinggal di bumi, kupikir mereka hanya ada di dimensi lain “ Jelas Argus
“ Jenderal, lihat ! Itu sigadis berambut biru ! “ Tunjuk Swift Polly sambil menunjukan Jubei yang berjalan ketaman utama SMA Internasional Shinjitsu
Di taman sekolah, Jubei terlihat sedang mencari keberadaan Tazuya dan Inuya. Saat berniat untuk menelpon mereka, ia melihat mereka berdua sedang duduk didekat pohon yang tidak jauh dari air mancur sekolah. Jubei yang melihat mereka langsung pergi menghampiri mereka
“ Hei, kalian ! “
“ Eh ? Jubei ? Tumben kamu kemari, ada apa ? “ Tanya Tazuya
“ Eeeeeeh~ Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan sama kalian berdua siih~ Jika kalian tidak keberatan bolehkan aku bertanya sesuatu dengan kalian ? “
“ Tentu ! Silahkan “
“ Fuaaaah. . . kalian tahu, aku akhir-akhir ini merasa selalu mendapatkan hal yang aneh-aneh yang selalu menyerang kepalaku. Itulooh. . . sejujurnya. . . waktu penyerangan monster tikus itu, aku bisa melihat kalian bertarung dengan orang tinggi berkulit gelap serta aku bisa tahu bahwa dua kostum badut yang menyelamatkan Tuan Fighter itu adalah kalian. Apa itu benar ? “
Tazuya dan Inuya menjadi kaget, dan saling melirik satu sama lain. Tazuya berusaha mengatakan kepada Jubei bahwa apa yang ia katakan pasti bercanda akan apa yang ia katakan. Tetapi Jubei mengatakan bahwa apa yang ia katakan adalah nyata, dan ia juga berpikir bahwa ia merasakan tidak hanya Tazuya dan Inuya saja yang mengalami, tetapi juga Ryuga dan Ataru
“ Ehehe. . . kamu bicara apa sih, Jubei ? Mungkin kamu tahu itu semua karena Ataru cerita sama kamu ‘kan ? “ Kata Tazuya
“ Tidak ! Ataru pada waktu itu tidak menggunakan kemampuan mata masa depannya untuk mengetahui kemana kalian. Bahkan saat itu, ia juga ikut menghubungi kalian. Lalu saat pertarungan kalian dengan orang berkulit gelap itu, aku tidak sengaja mendengar perkataan sang Tuan Fighter dan temannya itu bahwa kalian adalah calon El-Fighter. Jadi. . .apa itu El-Fighter ? “
Mendengar perkataan Jubei, Tazuya dan Inuya memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya. Terlebih, mereka merasa bahwa Jubei hanya ingin tahu tentang apa yang ia alami, dan tidak ada niat bermaksud untuk berbuat yang aneh-aneh
“ Baiklah, kurasa kita tidak punya pilihan selain mengakuinya. Ya Jubei, bukan hanya kamu saja yang mengalami hal itu. Ketahuilah Jubei, yang baru saja sering kita alami itu adalah “ kontak spiritual”. Kemampuan yang hanya
dimiliki oleh El-Fighter beserta dengan penerusnya. Dan aku yakin kamu juga melihat penglihatan masa depan Ataru yang tidak sengaja berbentur dengan kontak spiritual kita berlima “ Jelas Tazuya
“ Tunggu. Jadi apa yang kami lihat kemarin malam itu karena kamu bersentuhan dengan Ataru ? “ Tanya Inuya yang agak kaget
“ Errr. . . iyah. Kemarin saat aku kembali ke Asrama, Ataru menghampiriku dan ia penasaran tentang kontak spiritual itu. Dan saat ia mendekatiku, kemampuan penglihatan masa depannya tidak sengaja berbenturan dengan kontak spiritual kita “ Jelas Tazuya
“ Hooooooooooooo. . .jadi ledakan aneh lalu sesuatu yang mengerikan yang kulihat kemarin malam itu karena dari kekuatannya Ataru. Sudah kuduga !” Kata Jubei
“ Dan kemungkinan besar Ryuga, walau ia tidak bisa melihat kita, aku yakin ia bisa merasakannya “ Tambah Inuya
Spidaro langsung menganalisa Jubei. Saat hasil analisanya keluar, ternyata status spesies Jubei adalah manusia, tidak seperti Tazuya dan yang lain. Walau demikian, Argus merasa bahwa Jubei bukan sembarang manusia biasa dan percaya ia memiliki kemampuan bertarung yang baik.
“ Manusia ? Hmmm. . .si cewek ini kayaknya bukan ancaman “ Kata Oxtoroo
“ Aku tidak begitu yakin. Kalau gadis itu berteman dengan si pendek itu, aku yakin dia bukan sembarang manusia biasa dan bisa kukatakan ia sama baiknya dengan mereka berdua “ Jelas Argus
“ Dan sudah pasti bahwa ia juga berbahaya sama seperti mereka berempat. Apa yang harus kita lakukan, Jenderal? “
“ Swift Polly, aktifkan portal dimensinya. Aku akan menghubungi Kepala Laboratorium untuk mengaktikan empat
B.R.O, kita akan mengetes seberapa hebatnya anak-anak ini ! “ Jelas Argus dengan nada tegas
“ Dan ketiga robot itu ? “
“ Untuk sementara mereka libur dalam misi mereka. Aku ingin menikmati pertarungan kelima anak-anak ini dengan para B.R.O. Aku ingin melihat apa mereka pantas disebut ancaman “ Jawab Argus
Swift Polly dan Oxtoroo yang mendengar hal itu tidak bisa berkata apa-apa. Mereka semua langsung pergi ke portal dimensi untuk membawa Argus kembali kekapal induk untuk menemui sang Kepala Laboratorium
“ Kalian berdua tetaplah disini ! Beritahu aku jika ada ancaman lain dari Prisman itu, Tuan Muda, dan juga anak-anak itu ! Aku akan segera kembali ! “ Pesan Argus kepada mereka berdua
“ BAIK JENDERAL ! “
Jenderal Argus kembali ke kapal induk dengan menggunakan portal dimensi. Tidak lama kemudian, ia sampai ke kapal induk yang tentu saja membuat para pekerja yang ada disana kaget akan kedatangannya yang mendadak
“ Eh ? Jenderal ?! Selamat datang kembali, Jenderal ! “
“ Mana Kepala Laboratorium ? “ Tanya Argus
“ Beliau ada diruang kerjanya, eh. . .kenapa anda terburu-buru begi- “
“ Aku butuh tambahan bala bantuan untuk misi kami ! “
*****
Sementara itu, Ataru Kurenai terlihat berhasil secara diam-diam meninggalkan sekolah disaat jam istirahat
tanpa sepengetahuan orang lain bahkan Tazuya dan yang lain. Disana, ia terlihat memasuki sebuah rumah penginapan tua yang tidak begitu jauh dari SMA Internasional Shinjitsu untuk menemui rekan sesama Dewa Kematian yang bernama Brock sebagai resepsionis, dan Hilo yang berkerja dibagian room service. Penginapan itu cukup kecil dibandingkan dengan hotel lain yang ada di kota Shinjitsu. Agar para pelancong tidak ketakutan akan suasana kuno dari rumah penginapan tersebut, mereka selalu memperbaikinya dan menjaga agar hotel tersebut tetap mengikuti zaman. Disamping itu, rumah penginapan tersebut terkadang digunakan sebagai ruang pertemuan para Dewa Kematian yang bertugas dikota tersebut
“ Jadi begitu, Joyce-san ? Eeeeeh. . .aku tidak tahu banyak soal El-Fighter dan itupun aku baru mengetahuinya sejak aku berada didunia manusia “ Kata Brock saat ia mendengar semua penjelasan Ataru tentang kejadian kemarin malam
“ Apakah posisi itu bisa ditolak ? Maksudku, sebagai Dewa Kematian, kamu tidak boleh terikat apapun yang berhubungan dengan manusia. Walau kita diperbolehkan untuk membaur dengan mereka, tapi itu hanya untuk menutupi identitas kita “ Jelas Hilo
“ Yaaa. . . apalagi tidak semua manusia peduli dengan dunia spiritual ataupun kita. Jadi untuk apa kamu menawar posisi yang seharusnya tidak dimiliki oleh makhluk spirirtual ? “ Tanya Brock
“ Entahlah. Aku juga tidak begitu tahu. Lagipula, aku juga tidak bisa melihat masa depanku sendiri bahwa suatu saat aku akan menjadi salah satu bagian dari mereka “
Mendengar penjelasan Ataru, Brock dan Hilo terdiam sesaat. Tidak lama kemudian, Dewa Kematian yang bernama Mitch datang dari dapur sambil membawakan minuman plasma kepada Ataru. Hilo teringat bahwa pendahulunya Ataru masih ada dikota ini, dan ia menyarankannya untuk pergi menemuinya tentang posisi El-Fighter
“ Eheiii. . . ini dia plasma-mu, Joyce ! “
“ Oh. Terima kasih, Mitchy~ “
“ Hmmm. . . bukan ‘kah masih ada mantan El-Fighter yang tinggal disini ? Kenapa kamu tidak tanya saja sama dia tentang posisi El-Fighter ini kepada dia ?! “ Usul Hilo
“ Iya ya. Tapi apa kamu tahu dimana keberadaan si El-Fighter itu ? “ Tanya Brock
“ Aku mungkin tidak tahu keberadaannya. Tapi aku yakin, Tazuya-kun dan Inuya-kun tahu tentang dia “
Sementara itu, Argus kemudian kembali ke pesawat TSP-03 bersama dengan keempat robot B.R.O yang berdiri dibelakangnya. Argus kembali mendatangi Swift Polly dan Oxtoroo, dan meminta mereka untuk mencari titik koordinasi keberadaan Tazuya dan yang lain agar ia bisa mengirimkan keempat B.R.O untuk menghadapi mereka
“ Oh, selamat datang kembali. Jenderal “ Sambut Oxtoroo
“ Swift Polly. Berikan titik koordinasi dimana anak-anak itu berada ! “
“ Baik, Jenderal ! “
Swift Polly mengaktifkan sistem pencarian di komputer tersebut. 3 menit kemudian, ia berhasil melacak keberadaan Tazuya dan yang lain. Tazuya, Inuya dan Jubei terlihat masih berada disekolah, Ryuga sedang menuju kembali kesekolah saat ia dipanggil oleh ayahnya untuk pergi kegedung Tsuki Entertaintment, sedangkan Ataru masih berada di rumah penginapan tersebut.
“ Ketemu ! “
“ Bagus ! Kalian bertiga pergilah ketempat itu. Semenetara kau B.R.O Nomor 4 aku ingin kau untuk menjaga situasi dikota ini “
“ Baik, Jenderal ! “ Kata para B.R.O
Robot B.R.O dengan sigap langsung berpencar dan mencari keberadaan mereka. Sementara itu, Rigel yang sedang duduk dibawah pohon sakura dibelakang rumahnya sambil melihat kearah batu nisannya Nigulas dan Rikka, ia kemudian mendapat panggilan dari Dullart melalui smartphonenya, memintanya untuk keruang pantauan
“ Rigel-san ! Rigel-san ! “
“ Ada masalah ? “
“ Aku melihat ada 4 pendatang baru dikota ini. Saat aku periksa, ternyata mereka adalah robot B.R.O milik para Thetoid ! Kelihatannya. . . mereka sedang mencari Tazuya dan teman-temannya ! “
Mendengar hal itu, Rigel langsung kaget. Ia kemudian bergegas menuju ruang pemantau dan memberi pesan kepada Tazuya dan Inuya melalui smartphonenya untuk berhati-hati akan kedatangan keempat robot petaurng tersebut
“ Celaka ! Dullart, tetap disana ! Aku segera kesana dan memberi peringatan kepada anak-anak ! “
Di SMA Internasional Shinjitsu, Tazuya terlihat masih bersama dengan Inuya dan Jubei ditaman utama sekolah tersebut. Setelah menjelaskan tentang status mereka sebagai calon El-Fighter, Tazuya dan Inuya memutuskan untuk membawa Jubei beserta Ataru untuk menemui Rigel sehabis pulang sekolah, agar mereka tahu tentang El-Fighter lebih dalam. Saat bercerita, Tazuya dan Inuya tidak tahu akan pesan yang dikirimkan Rigel karena Smartphone mereka dalam keadaan suaranya mati
“ Jadi bagaimana, Jubei ? Apa kamu mau ikut kami sehabis pulang sekolah untuk menemui Tuan Rigel ? “ Ajak Tazuya
“ Eeeeh. . . siapa dia ? “
“ Itu, dia adalah orang yang bertarung melawan monster tikus beberapa hari yang lalu. Tuan Rigel juga adalah
El-Fighter pendahulu kita 15 tahun yang lalu. Jika kamu mau tahu tentang El-Fighter, kurasa kamu dan Ataru bisa ikut kami untuk pergi menemuinya sehabis pulang sekolah “ Jelas Tazuya
“ Umm. . . bagaimana dengan Ryuga ? “ Tanya Inuya
“ Eh ? Jadi Ryuga-kun juga calon El-Fighter sama seperti kita ?! “ Mendengar pertanyaan Inuya, Jubei dengan semangat bertanya tentang itu
“ Err. . . sebenarnya. . . agar ragu untuk mengatakan dia memang sama seperti kita atau apa. . . tapi yang jelas, tidak ada salahnya ‘kan jika kita bawa dia untuk menemui Tuan Rigel ? “
“ Inuya, apa kau yakin Ryuga akan setujuh untuk ikut dengan kita ? Maksudku. . .dia itu. . . “ Tanya Tazuya
“ Ryuga-kun memang agak susah kalau diajak pergi sama kita karena yaaa. . .papa-nya memang orang yang keras kepala “ Kata Jubei sambil meningat Hugo Mangetsu
“ Emmm. . . yaaa. . .kita tahu itu. Tapi ada masalah lain yang kemungkinan Ryuga bakal menolak ajakan kita “ Kata Tazuya sambil menggaruk kepala bagian belakangnya
Mendengar perkataan Tazuya, Jubei menjadi bingung. Tanpa mereka bertiga sadari, B.R.O No.1 berada diatas mereka dan sedang memantau gerak-gerik mereka, sambil menganalisa data mereka untuk memastikan apakah mereka adalah target yang dimaksud oleh Argus. Saat ia melihat dari analisanya bahwa mereka adalah target
yang dimaksud, B.R.O No.1 langsung mengubah tangan kanannya menjadi sebuah meriam, dan bersiap untuk menembak kearah mereka bertiga.
“ Target ditemukan ! “
( ZYUNG )
( BUUUUM )
“ UAH ! “
Tembakan tersebut cukup kuat yang membuat para guru beserta siswa-siswi lainnya bisa mendengar suara tembakan tersebut. B.R.O No.1 ternyata sengaja menembak mereka tidak langsung kearah mereka, karena ia ingin Tazuya dan yang lain menyadari kedatangannya dari atas. Karena itu, untungnya Tazuya, Inuya dan Jubei tidak
mengalami cidera serius. Saat mereka bertanya darimana asal serangan itu, B.R.O No.1 datang tepat didepan mereka, yang membuat mereka sangat kaget akan kedatangan robot setinggi 2 Meter tersebut
“ Uhhh. . . . tadi itu apa ?! “ Tanya Jubei yang berusaha bangun
“ Jubei ! Kamu tidak apa-apa ?! “ Inuya langsung menghampirinya
“ Uh. . .ya. . .mungkin sedikit lecet “
“ Apakah ini ulah dari ketiga robot sialan itu ?! “ Tazuya bertanya-tanya darimana asal serangan itu
( Zyuuuuuuuuuuuuuung )
“ Eh ? “
“ Jadi benar apa yang dikatakan Jenderal Argus. Pantas saja anak-anak seperti kalian menjadi sasaran utamanya untuk dimusnahkan ! “
“ A-Apa ? “ Tanya Jubei yang ketakutan saat mendengarkan perkataannya
(ZYUUUNG !)
“ Oh tidak ! “
(BUUUUM )
B.R.O No.1 kembali mengarahkan meriamnya kearah mereka bertiga, dan dengan cepat mereka berhasil
menghindar dari serangan tersebut. B.R.O yang melihat mereka langsung mengejarnya. Mereka bertiga langsung pergi kelapangan trek untuk menghadapi robot tersebut agar tidak ada siswa atau guru lain yang terluka Saat berlari, Tazuya dan Inuya meminta Jubei untuk menghindar dari mereka berdua dan bersembunyi ketempat yang aman.
“ Jubei ! Lari dari sini ! Biar kami yang akan menghadapinya ! “ Kata Tazuya
“ Kalian gila ! Apa kalian yakin bisa mengalahkan robot besar itu ! “ Kata Jubei kepada mereka berdua dengan
nada kecemasan
“ Percayalah dengan kami ! Menyingirlah dari sini ! Kalau bisa, tolong panggil Ataru untuk membantu kami ! Cepat !“ Perintah Tazuya dengan tegas
Jubei akhirnya mau tidak mau mengikuti peringatan dari Tazuya dan Inuya, dan langsung berlari pergi dari lapangan tersebut. Sementara itu, disisi lain, Ryuga terlihat hampir sampai ke SMA Internasional Shinjitsu. Tanpa sepengetahuan ia dan Kokoda, B.R.O No.2 mengikuti mobil mereka sambil menganalisa keberadaan Ryuga. Disaat Ataru ingin kembali ke sekolah, B.R.O No.3 terlihat sedang mengawasinya dari jarak jauh, dan bersiap mengerahkan serangan kejutan dari jarak jauh.
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Santai Dyah
siapa perempuan berambut biru itu ya
# pena Autoon
2021-12-14
1
Mr.blue Erotis
lah kok langsung kesini? kayaknya aku ngelompatin satu chapter deh
2021-04-21
1