Jam 9.45
Terlihat Inuya bersama dengan Ryuga dan Ataru terlihat sedang berada disekolah mereka. Tepatnya mereka berada digedung pusat, dimana semua ruang klub sekolah berada. Mereka bertiga bersama dengan siswa lain sedang berkumpul disuatu ruang pertemuan, dan sedang mendengarkan pembicaraan oleh salah satu guru disekolah tersebut tentang serba-serbi klub yang ada disekolah tersebut dan juga OSIS. Di SMA Internasional Shinjitsu terdapat 15 klub sekolah. Klub tersebut yaitu karate, kerajinan tangan, memasak, drama, berkebun, fotografi dan jurnalistik, memasak, sainstek, komputer, basket, musik, kendo, drumben, American football dan anggar. Sambil mendengarkan penjelasan dari sang guru, mereka bertiga sedang berdiskusi tentang klub sekolah tersebut.
“ 15 klub ? Lumayan banyak ya “ Kata Ataru
“ Hu,uh. Aku jadi bingung harus memilih yang mana ?“ Kata Ryuga kepada mereka berdua
“ Bebas sih. Sesuai dengan minat kamu. Berhubung kamu jago dalam biola, masuk saja ke klub musik “ Inuya memberikan saran kepada Ryuga
“ Kalian sendiri apa ? “ Ryuga bertanya kepada mereka berdua
“ Entahlah. Aku masih menunggu jadwal dari pihak Howling Star tentang kapan latihannya dimulai. Kalau jadwalnya sudah tetap, aku mungkin tertarik ikut klub basket “ Jelas Inuya
“ Hooooo. . . jadi kamu sudah diterima di Howling Star ? Keren ! Aku tidak menyangka orang seperti dirimu bisa masuk agensi tim penari tingkat internasional “ Kata Ryuga
“ Tunggu. Kata Tazuya-kun kamu masih menunggu pengumumannya. Kenapa tidak bilang ke kami kalau kamu sudah diterima disana ?! “ Tanya Ataru
“ Yaaa. . . tadi pagi barusan diumumkan melalui situs resminya. Untuk alur seleksinya. . .sebenarnya sangat
ketat. Bahkan saat pengurutan para calon penari terbaik diseleksi bagian terakhir, aku berada diposisi terakhir. . . yaitu rangking 50 “ Jelas Inuya sambil sedikit malu-malu saat ia menyebut peringkat dan jumlah sisa peserta yang diseleksi bagian terakhir
“ Kamu kelewatan beruntung ya, Inuya-kun “ Puji Ataru
“ Ngomong-ngomong. . . mana Hideyuki ?” Ryuga bertanya kepada Inuya saat ia menyadari bahwa Tazuya tidak bersama mereka
Tidak lama saat Ryuga bertanya soal Tazuya, ia pun kemudian kembali keruang pertemuan. Tazuya menjelaskan kepada mereka bahwa Pamannya, Hideo, barusan menelponnya untuk bertanya soal kabarnya.
“ Hei. Aku disini~ “
“ Darimana saja kamu ? “ Tanya Ataru
“ Err. . . tadi Paman Hideo menelponku. Bertanya tentang keberadaanku gara-gara kejadian yang kemarin. Aku
menjelaskan kepada beliau bahwa aku hanya mengalami cidera ringan. Saat aku bertanya keberadaan semua adikku . . ia berkata bahwa mereka semua sehat dan selamat. Oh ya. . . apa aku ketinggalan sesuatu disini ? “
“ Ini masih membahas tentang semua ke-15 klub sekolah. Soal infonya kamu bisa lihat dibuku panduan klub sekolah ini “ Kata Inuya sambil memberikan buku panduan kecil seputar klub sekolah
“ Woah “
Sementara itu dimobilnya Rigel, terlihat Rigel dan Dullart masih dalam perjalanan ketempat pesawatnya Swift Polly dan Oxtoroo. Mereka baru saja keluar dari kota Shinjitsu dalam kecepatan mobil yang tidak begitu cepat karena Rigel tidak suka mengebut saat berkendaraan.
“ Kamu tahu Rigel-san, pesawat tersebut memiliki teknologi yang bisa mengelabui siapapun yang akan mendekatinya. Itu bisa diaktifkan bersamaan dengan program kamuflase. Maka, jika ada yang mendekatinya. . . .program manipulasi optik itu akan bekerja dengan sendirinya. Yang tentunya bisa mengelabui orang tersebut “ Jelas Dullart
“ Hebat juga ya perkembangan teknologi kalian “
“ Tapi untungnya. . . kamu membawaku untuk penyelidikian ini. Karena hanya kami yang bisa melacaknya dan tidak akan terpengaruh dengan itu. Lagipula. . . seluruh keturunan kaisar memiliki kemampuan penglihatan khusus untuk melacak sesuatu yang ganjal disekitar kami. Kemampuan itu jauh lebih kuat dibandingkan dengan yang lain “ Lanjut Dullart
“ Oke. Kuharap kita bisa mendapatkan info yang berharga saat kita menyelediki pesawat itu. Sebelum mereka berdua. . . dan juga Atraco mendekatinya “
Setelah menjelaskan tentang pesawat tersebut, mereka berdua terdiam. Rigel sepertinya terlalu fokus dengan
mengemudi mobil tersebut. Bosan karena Rigel tidak bertanya apapun kepadanya, Dullart akhirnya bertanya kepada Rigel tentang kehidupannya di kota Shinjitsu.
“ Jadi. . . sudah berapa lama kamu tinggal disini ? “ Tanya Dullart
“ 20 tahun “
“ Lumayan lama yaaa~ Oh ya. . . gadis-gadis dikota ini cantik-cantik ya~ “
“ Tidak semua yang cantik wajahnya belum tentu cantik di dalamnya “ Rigel membalasanya dengan nada yang sedikit jengkel
“ Jadi kamu belum pernah berkencan dengan mereka ? “ Dullart tiba-tiba melontarkan pertanyaan ini kepada Rigel
“ Mau secantik apapun mereka, aku tidak tertarik dengan ce- HEI ! Kenapa kau bertanya itu kepadaku ! “ Kata Rigel dengan jengkel sambil wajahnya memerah
“ Apa salahnya aku bertanya kepadamu tentang hubungan romantismu ? Kalau tidak ada’kan cukup bilang “aku belum pernah berkencan”. Tidak sulit kok ! “ Jelas Dullart dengan nada ngeyel
“ Eeggghh. . . pertanyaanmu bikin aku gelisah, Dullart. Jangan sesekali memberikan pertanyaan yang aneh-aneh ! “
Gerutu Rigel dengan wajah memerah
“ Rigel-san, awas ! “
Rigel kehilangan konsentrasinya saat mengendarai mobil karena pertanyaannya Dullart. Hal ini membuat mereka hampir ditabrak oleh mobil yang melintas didepan mereka. Untungnya, Rigel berhasil menghindarinya dan berhenti sementara ditepi jalan. Sebelum melanjutkan perjalanan, Rigel memperingatkannya untuk tidak bertanya hal yang dianggapnya aneh kepadanya dan mengizinkan Dullart untuk menyetel sebuah lagu yang ada dimobil miliknya.
“ Hah. . . hah. . .hah. . . Oi Dullart! Kamu boleh bertanya sesuatu denganku, tapi jangan sesekali bertanya
tentang masalah hubungan romantisme denganku! Aku benar-benar tidak nyaman karena pertanyaan itu ! “ Rigel memperingati Dullart sambil kelelahan pasca panik saat melihat mobil lain didepan mereka
“ Iya yaaa ! Maafkan aku karena aku tidak tahu kamu tidak suka ditanyain soal itu”
“ Huff. . . Kalau kamu bosan diatas mobil, akan kuputarkan lagu untukmu. Kamu bisa menyetel lagu kesukaanmu “
“ Eeeh Baiklah. Inikan tombolnya, Rigel-san “
“ Ya. Ayo kita lanjut ! “
Kembali ke SMA Internasional Shinjitsu, terlihat Tazuya, Inuya, Ryuga, dan Ataru baru saja keluar dari ruang pertemuan. Setelah mendengarkan penjelasan dari sang Pak Guru, Tazuya memutuskan untuk bergabung dengan klub kerajinan tangan. Tentunya mendengar perkataannya Tazuya membuat mereka bertiga sedikit kaget. Terlebih,
Tazuya juga jebolan dari Akademi Olahraga Shinjitsu dari jurusan Kendo. Serta disekolah mereka juga terdapat dua klub pedang yang berbeda
“ Okeeeee~ Sudah kuputuskan aku akan mengikuti klub kerajinan tangan “ Kata Tazuya
“ Heeeh, kamu yakin ?! Padahal kamu ini sangat ahli dalam kendo. Dan kamu juga tahu disini ada klub kendo dan juga anggar. Daripada bakat kendomu disia-siakan untuk hal lain, mending kamu salurkan lagi bakatmu disana “ Jelas Inuya
“ Ya, Tazuya-kun. Sangat disayangkan jika kamu tidak ikut kendo atau anggar “ Tambah Ataru
“ Aku hanya ingin mencoba sesuatu yang baru. Lagipula. . .aku juga tidak hanya ahli dalam melukis, loh. Aku juga
sempat diajari ayah cara memahat dan menjahit baju. Bahkan, semua baju seragamku saja aku kecilkan karena masih agak kebesaran walau aku memakai ukuran S “ Jelas Tazuya
Tidak lama, Ryuga mendapatkan pesan suara dari ayahnya. Ia memintanya untuk kegedung Tsuki
Entertainment karena sebuah urusan bisnis. Saat Ryuga izin untuk pergi, mereka bertiga berpapasan dengan
Alessander Hartoless, yang sedang terburu-buru untuk mengikuti seseorang.
“ Ho. Maafkan aku. . . ayahku baru saja mengirimkan pesan suara untukku. Ia memintaku untuk ke gedung Tsuki Entertainment karena urusan bisnis “ Kata Ryuga sambil mematikan earpod smartphonenya saat ia selesai mendengarkan pesan suara tersebut
“ Oooo oke. Hati-hati dijalan ya ! “ Kata Ataru
“ Kalau kalian bertemu Jubei-san dan bertanya aku kemana, katakan saja kalau aku ada urusan mendadak dari ayah ! “
“ Oke, sip ! “
“ Oh. . . hei, Hartoless. Lagi ngapain ? “ Tazuya menyapa Alessander yang terlihat sedang terburu-buru untuk mengikuti seseorang
“ Er. . . aku disini sedang mencari seseorang. . .yang pirang. . . tinggi. . .tampan. . . dan memiliki wajah yang sangat manis. . . dan dia ada di- AAAAH~ “
Saat Alessander mendefinisikan orang yang ia maksud, ia tiba-tiba melihat orang tersebut dibelakang mereka bertiga, sedang keluar dari ruang pertemuan dan kelihatannya ia akan pergi menuju area rumah kaca. Ia bernama Edward Rozenberg, seorang siswa 1-SCI-A. Siswa dari kelas Saintek yang berasal dari UES-Jerman. Dirumorkan Alessander dan Elma Shizuka saling tidak menyukai satu sama lain karena Edward.
“ Edo ~ Darling~ “ Sapa Alessander sambil melambaikan tangannya dan Edward membalasnya dengan balik melambaikan tangan dan pergi meninggalkan mereka
“ Jadi kamu sudah jadian dengan dia ? “ Tanya Ataru
“ Belum sih. Tapi dia masih temanku, kok !Aku yakin suatu saat. . . dia pasti akan menikahiku~ “ Kata Alessander
dengan penuh semangat dan meninggalkan mereka demi bisa memantau aktifitas klubnya
“ Kupikir Rozenberg dan Shizuka-san sudah jadian satu sama lain “ Kata Inuya sambil memerhatikan Alessander
“ Mereka bertiga punya konflik hubungan yang sangat rumit. Terlebih Edward Rozenberg terkenal sangat baik dan kelewatan pasif. Jadi dia masih menerima Alessander-kun dan memberikannya kesempatan kedua “ Jelas Ataru
“ Tak kusangka didunia ini masih ada pria yang seperti Rozenberg “ Kata Tazuya kepada mereka berdua
“ Haha. . . ya. . . kau benar ! “
*****
Disisi lain kota Shinjitsu, terlihat ketiga robot milik pasukan Theta sedang mencari titik koordinasi dari pesawat
tersebut. Swift Polly meminta mereka untuk berpencar ke pelosok kota Shinjitsu dan daerah sekitarnya agar bisa mempermudah misi mereka. Sambil mencari keberadaan pesawat tersebut, Mag-Ni5 kembali teringat akan perintah yang dikatakan oleh Swift Polly sebelum menjalani misi mereka.
“ Tuan muda ada disini. Mungkin kalian pikir ini adalah misi yang mudah. Tapi ketahuilah, diplanet ini ada sang Prisman Beta yang melindunginya. Tidak hanya dia, tapi juga ada kelompok yang bernama El-Fighter. Sang Fighter terkuat diplanet ini “ Jelas Swift Polly
“ Prisman Beta ? El-Fighter ? “
“Ya. Meele-function. Misi kalian akan menjadi agak berat karena mereka. Dan Prisman Beta yang menemui kita. . . ialah Prisman tipe-es “ Lanjut Swift Polly
“ Kalian mau tahu apa yang lebih buruk ? Kelihatannya Tuan Muda melepaskan alat pelacaknya ! “ Kata Oxtoroo dengan panik
“ Apa ?! Astagaaaaaaa “ keluh Swift Polly sambi mengelus kepalanya sendiri
“ Jadi bagaimana ini, kapten ?” Tanya Eva-Q8
“ Haaah. . . ada-ada saja. Baik, begini saja ! Kalian selidiki TSP-03 ketitik koordinasi ini. Semua persenjataan dan teknologi pelacak lain juga ada disana. Tapi didaerah sekitar sana, banyak manusia yang sedang melihat ketempat tersebut. Jadi saat kalian disana, carilah cara untuk mengusir mereka “ Jelas Swift Polly
“ Baiklah, Kapten Swift Polly “
Sambil memikirkan tersebut, sebuah sinyal dari Eva-Q8 berbunyi. Mag-Ni5 membukakan panggilan tersebut. Eva-Q8 mengatakan bahwa ia melacak keberadaan pesawat tersebut dan meminta ia dan Melee-Function untuk pergi menemuinya.
“ Mag-Ni5. . . Melee-Function. Aku menemukan titik koordinasi pesawatnya. Ikut aku, sekarang ! “ Pesan Eva-Q8
“ Baiklah ! “
Sambil menunggu mereka, ia tidak sengaja melihat mobil milik Rigel melintas dibawahnya. Karena ia pikir tidak ada ancaman dari mobil tersebut, ia memutuskan untuk tidak mengejarnya. Karena Dullart sengaja mengnon-aktifkan pelacaknya, ia tidak sadar bahwa Dullart sebenarnya ada di dalam mobil tersebut.
Rigel dan Dullart sampai ketempat tujuan. Pesawat tersebut terletak disebuah lapangan yang berada ditengah sebuah hutan yang tidak begitu jauh dari kuil shinto. Mereka memakirkan mobil tersebut ke pinggir jalan, dan Rigel memerintahkan sistem AI pada mobilnya bernama Go4 untuk memaksimalkan sistem keamanan yang ada didalam mobil.
“ Go4, aktifkan sistem keamanan maksimal ! “ Perintah Rigel
“ Dimengerti, Tuan Rigel Orionis “
“ Ayo. . .kita pergi !“ Kata Rigel kepada Dullart sambil turun dari mobil
“ Baik, Rigel-san “
Mereka berdua berjalan melewati kuil tersebut. Sambil berjalan, kelihatannya Dullart benar-benar takjub dengan arsitektur kuil dan juga pemandangan disekitarnya. Sesampainya ditempat tujuan, mereka memperhatikan banyaknya kendaraan roda dua milik para militer dan wartawan disana. Mereka masih mencari pesawat tersebut,
yang tidak mereka sadari bahwa pesawat itu masih ada disana. Namun, karena efek dari teknologi manipulasi optikal milik alien galaksi Theta, mereka berpikir bahwa benda yang jatuh tersebut benda asing lain seperti meteorit.
“ Ramai, ya~ “
“ Kau benar, Dullart. Kelihatannya pesawat itu ada ditempat itu “ Kata Rigel sambil bergegas menuju ke pesawat tersebut dan menarik tangan Dullart
Di daerah tersebut, mereka bisa melihat ada 3 tenda kecil putih dimana para peneliti dan penjaga militer sedang berjaga disana. Juga, mereka melihat beberapa wartawan yang sedang melakukan wawancara kepada salah satu pihak militer dan peneliti. Demi mengetahui perkembangan penemuan mereka.
“ Dullart, apakah pesawa tersebut masih ada disana ?” Tanya Rigel
“ Ya. Masih ada disana. Lalu pintu bagian belakangnya tidak tertutup dengan rapat. Kelihatannya saking paniknya, mereka berdua lupa untuk menutup pintu tersebut dan juga mereka tidak kembali memeriksa keadaan pesawat ini “ Jelas Dullart
“ Oh ya. Ngomong-ngomong. . . bagaimana kita bisa masuk kesana tanpa dilihat orang-orang ini ? “ Dullart bertanya kepada Rigel
“ Aku sudah memasang chip peledak untuk mengalihkan perhatian orang-orang ini. Aku memasang 3 chip tersebut
disepanjang jalan yang kita lewati. Dan akan meledakannya untuk mengalihkan perhatian mereka “ Jelas Rigel tentang idenya
“ Tunggu ! Apa kamu yakin idemu ini tidak melukai orang disekitar sana ? “ Tanya Dullart
“ Mungkin kamu sudah tahu kenapa dalam perjalanan kemari aku memilih untuk menghindari orang lain ‘kan. Saat kamu sedang sibuk melihat-lihat kuil tersebut, aku melemparkan chip itu didekat area yang agak jauh dari pengunjung yang ada disini. Juga. . .sebenarnya ini bukanlah peledak asli. Tapi chip ini bisa menghasilkan suara yang keras yang serupa dengan ledakan “ Jelas Rigel sambil mengingat chip yang ia lemparkan sebelum mereka sampai kepesawat tersebut
“ Hmmm sepertinya tidak ada yang perlu aku khawatirkan disini. Baiklah. Ayo . . . kita mulai saja, Rigel-san “
Rigel
mengaktikan chip tersebut dari jarak jauh yang diprogramkan dari jam tangannya.
Secara serentak, chip itu mengeluarkan suara yang cukup kuat yang membuat orang
yang ada disekita kuil dan pesawat tersebut terkejut.
(BUM !)
“ A-APA ?! “
“ Heeeeee ?! “
“ Komandan. . . suara apa itu ?! “ Tanya sang tentara militer kepada Komandannya
“ Aku juga tidak tahu. Mungkin saja bunyi tersebut ada keterkaitannya dengan benda asing yang menghilang ini “ Kata sang Komandan
“ Ayo. Kita kesana untuk menginvestigasi suara tersebut ! “ Lanjut sang Komandan yang memerintahkan anak buahnya untuk mencari sumber suara
“ Heee ! Si Komandan mau kemana ? “ Tanya si wartawan STV
“ Kau peka ! Kau tidak dengar tadi ada suara dentuman kuat disekitar sini ! Mungkin saja ada keterkaitan dengan
benda asing ini ! Ayo kita periksa “ Kata si teman wartawan tersebut mengajak teman-temannya untuk mengikutinya
Rigel dan Dullart melihat banyak para pihak militer, peneliti dan wartawan satu per-satu meninggalkan pesawat tersebut. Melihat idenya Rigel berhasil, Dullart langsung mendekati pesawat tersebut. Ia meraba untuk mencari tombol rahasianya. Saat ia berhasil mencari tombolnya, Dullart membukakan pintu pesawat tersebut. Ia memberi aba-aba ke Rigel untuk memasuki pesawat sebelum ada orang lain yang melihat mereka. Saat Rigel telah memasukinya, Dullart kembali menutup pintu pesawat dan kembali mengaktifkan program kamuflase dan manipulasi optikal tersebut. Secara otomatis, saat mereka berdua memasuki pesawatnya, penerangan dari dalam pesawat tersebut menyalah dengan sendirinya.
“ Wow. Keren ! “ Puji Rigel sambil memperhatikan pesawat tersebut
“ Rigel-san. . . kalau anda ingin melakukan penyelidikan dipesawat ini, ayo kita keruang kontrol pesawat “ Ajak Dullart
“ Ya ! “
Mereka berdua menuju ruang kontrol pesawat. Disana, Dullart mengaktifkan semua sistem yang ada dipesawat tersebut dan membukakan sandi pengaman sistem tersrbut. Dikarenakan Rigel sangat ahli dalam memeriksa segela sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, Dullart mempercayai Rigel untuk melakukan penyelidikan lebih dalam didalam pesawat tersebut sebelum pihak Swift Polly datang.
“ Kerusakan pada pesawat ini sebesar 35%. Kerusakan yang mencolok terdapat pada program portal dimensi, program Magnum Laser, Rain Bullet, dan program komunikasi. Sisanya masih bisa
berfungsi dengan normal, termasuk dengan sistem keamanan didalam. . .
kamuflase. . . manipulasi optikal dan lain-lain “ Kata Rigel
“ Penyebabnya ? “
“ Kelihatannya ini bukanlah karena disebabkan oleh pendaratan yang keras. Kondisi pesawatnya juga baik-baik saja.Dan yang rusak hanyalah sistem program dipesawat tersebut “ Jelas Rigel
“ Mungkin. . . itu karena. . . disebabkan oleh Nano-Bomb “ Kata Dullart sambil teringat akan pelariannya ke portal dimensi sambil menyebarkan Nano-Bomb disekitar portal tersebut
Disaat yang bersamaan, saat Eva-Q8 dan kedua robot lainnya sedang menuju ke titik koordinasi dari pesawat tersebut, tiba-tiba pelacak mereka semua berbunyi. Mag-Ni5 memeriksa pelacak tersebut. Saat ia lihat, ia sangat terkejut saat tahu bahwa ada yang telah memasuki pesawat TSP-03. Ia meminta Eva-Q8 dan Melee-Function untuk bergegas kepesawat tersebut .
(BIIIP BIIIP BIIIP)
“ Apa ini ?! “ Tanya Melee-Function saat merasakan pelacaknya berbunyi
“ Ini. . . berasal dari pesawat TSP-03 ! Oh. . . uh. . . tidak. . . jangan bilang kalau ada seseorang yang menyelinap masuk kesana ! “ Kata Mag-Ni5 yang terkejut saat mengetahui ada yang masuk kedalam pesawat tersebut
“ Apa ?! Siapa ?! “
“ Entahlah, Eva-Q8! Tapi kita harus cepat sebelum terlambat ! Ayo ! “
Sementara itu, di SMA Internasional Shinitsu, Inuya sedang menonton para senior bertanding bola basket bersama dengan Ataru. Inuya juga terlihat sedang memandangi smartphonenya, masih menunggu jadwal latihan dari pihak Howling Star.
“ Oh ya Inuya-kun, di Howling Star kamu ngambil di divisi yang mana, ya ? “ Tanya Ataru
“ Bagian acrodance. Sebelumnya, aku sering latihan gimnastik sejak SD kelas 1.Aku pernah mendapat juara pertamasaat bertanding dengan siswa-siswi di kota Shinjitsu saat kelas 6 SD. Dan juga aku juga juara kedua saat bertanding dengan seluruh siswa di Neo-Jepang saat kelas 3 SMP. . . saat itu lawanku ialah si Hikari Ichinose. Dan tidak lama setelah tes masuk SMA, aku mendapat tawaran dari tetangga untuk mengikuti agensi Howling Star “ Jelas Inuya
“ Ternyata sejak dulu kamu memang sudah ada bakat di gimnastik ya “
“ Sebenarnya siih. . . aku maunya ikut klub bela diri. Yaaa. . .apa saja sih. . . mau itu krav maga, jujitsu, kung fu, karate, muay tai, pencak silat. . . aku tertarik semuanya. Tapi ibu melarangku hanya karena itu sangat berbahaya. . . katanya siiiih~ “ Lanjut Inuya
“ Hooo. . . kelihatannya. . . kamu tahu cara bertarung itu dari si Tazuya-kun, ya “
“ Ya, Ataru. Dia benar-benar mengajariku banyak hal soal ilmu bela diri “
“ Mana Tazuya-kun ? “
“ Tadi kamu tidak dengar ia izin ke toilet?! “ Jawab Inuya
“ Dia sudah disana selama kurang lebih 6 menit, loh. Kemana dia ? “
Tazuya terlihat baru saja keluar dari toilet pria dilantai dasar. Disaat ia ingin pergi ketempat Inuya, Tazuya tiba-tiba tidak sengaja melihat aktivitas klub anggar yang sedang melatih juniornya yang ingin menjadi bagian dari klub
mereka. Junior memiliki tubuh kecil dan jika dibandingkan dengan Tazuya, ia lebih tinggi darinya sepanjang 5cm. Walau demikian, si junior tersebut terbukti sangat jago dalam anggar, dan kelihatannya sama seperti Tazuya, telah dilatih sejak kecil. Tazuya yang melihatnya sangat terpukau dengan keahliannya. Jubei yang sedang keluar dari klub memasak melihat Tazuya yang berdiri didepan pintu klub anggar menghampirinya sambil menepuk pundaknya. Yang membuat Tazuya yang terlalu fokus memperhatikan aktifitas klub tersebut menjadi kaget.
“ Hei ! “
“ Uwa ! Ekh ! Jubei ! Oi . . . jangan ngagetin kaya gitu ! “ Gerutu Tazuya
“ Iya iyaaaa~ Kamu ngapain berdiri disini. . . kalau tertarik untuk bergabung dengan klub anggar yaaaa silahkan masuk saja. Lagipula. . . disana juga ada- “
“ Eeeeeeh Jubei. . .aku sudah resmi menjadi anggota klub kerajinan tangan. Kalau mau mencoba menjadi anggota klub anggar. . . ‘kan bisa menunggu akhir bulan. Dimana ada hari pertukaran klub dengan anggota lain selama 2 hari “ Jelas Tazuya
“ Tumben sekali kamu ngambil klub lain “
“ Itu karena aku ingin mencari pengalaman baru. Ngomong-ngomong. . . kamu habis selesai kegiatan klubmu ? “
“ Oh ya. Baru saja selesai. Sekarang aku mau jalan dulu dengan Hikari, Vlada dan juga Rattana pergi ke mall dulu ya. Byeeee~ “
“ Ya ! Hati-hati disana ! “
Saat Jubei meninggalkannya, Tazuya kembali memantau kegiatan di klub anggar tersebut. Tidak lama Tazuya kembali melihat mereka, salah satu senior dari kelas 3-SOCIO-A melihat Tazuya. Ia tahu Tazuya adalah mantan pemain Kendo jebolan dari Akademi Olahraga Shinjitu, dan menawarnya untuk bergabung dengan mereka jika ia tertarik.
“ Hei kamu ! “ Kata si senior yang tiba-tiba menghentikan latihannya saat melihat Tazuya
“ Eh. . .iya “
“ Aku dengar kamu adalah salah satu alumni terbaik dari kelas Kendo yang setara dari Yukiharu Yagyu. Jika kamu
tertarik untuk belajar anggar. . . bergabunglah dengan kami. Aku yakin kamu adalah salah satu orang yang cepat tanggap dalam mempelajari sesuatu yang baru “ Tawar si senior
“ Eeeer. . . Tidak masalah jika satu hari saja aku mencoba untuk berlatih anggar ? Itu karena. . . yaaa. . .aku
sudah diterima di klub lain. Tapi sebenarnya aku juga agak tertarik untuk belajar tentang anggar“ Tazuya bertanya kepada mereka
Sang senior berpikir sebentar untuk mempertimbangkan permintaan Tazuya. Tiba-tiba, sang junior yang berbakat tersebut menyetujui permintaannya, dan dengan senang hati ia menantang Tazuya untuk beradu pedang sekaligus mempelajari anggar.
“ Boleh ! Akan kuajari dirimu tentang anggar sambil bertarung satu lawan satu “
“ Baiklah ! “ Tazuya menyetujuinya sambil memasuki ruangan tersebut
Salah satu senior memberikan Tazuya perlengkapan anggar termasuk helm, baju pelindung, pads dan sebuah sabre kepadanya. Junior lain yang memerhatikannya terlihat antusias untuk melihat pertarungan mereka.
“ Ini bakal kereeeeeeeeeeeen “ Kata si Junior dari kelas 1-SCI-B
“ Ingat ! Anggar berbeda dengan Kendo “ Kata si senior kepada Tazuya
“ Ya, kak ! “
“ Bisakah kita mulai ? “ Si senior bertanya kepada si junior berbakat tersebut
“ Ya ! “
“ Baiklah. . . kita mulai saja, ya. En garde. . . Prêt . . . allez! “
Tazuya sedikit kewalahan karena ini pertama kalinya ia mencoba anggar. Namun, ia cukup bersemangat untuk mempelajarinya. Di ronde pertama, si junior tersebut menang dengan mudah.
“ Keren ! “ Puji Tazuya
“ Untuk pertama kali mencoba, kuakui kamu memang cepat tangkap ya ! Si junior tersebut balik memujinya
“ Ayo ! Bagaimana dengan ronde ke-2 ? “ Tantang Tazuya
“ Boleh ! “
“ Naaah ! Itu baru semangatnya, Juniorku. En garde. . . Prêt . . . allez !”
Tazuya dan si junior melanjutkan pertarungan mereka di ronde ke-2. Para junior dan senior yang ada diruang tersebut menyemangati mereka dan antusias melihat pertarungan mereka. Senyuman diwajah Tazuya membuktikan bahwa ia sangat menikmati pertarungan tesebut, walau itu hanya bersifat sementara.
*****
Inuya dan Ataru terlihat masih memperhatikan klub basket yang sedang bertanding. Disaat yang bersamaan saat Tazuya dan si junior sedang memasuki ronde ke-2 di pertarungan mereka, Tazuya secara tidak sengaja mengaktifkan kontak telepatinya, yang membuat Inuya dan juga Ataru bisa merasakan dan melihat dimana ia berada. Inuya menyadari bahwa ini adalah sensasi kontak telepatinya Tazuya familiar dengan Rigel. Namun, disaat ia berpikir apakah Tazuya sengaja melakukan ini, Ataru tiba-tiba menggagetkannya, dan berkata kepadanya untuk menebak dimana keberadaan Tazuya.
“ Sensasi ini. . . ini serupa dengan Tuan Rigel. . . Tapi Tazuya sedang tidak dalam bahaya. . .apa dia tahu-“
“ Okeeeeeeee ! Ayo kita main tebak-tebakkan dimana Tazuya-kun beradaaa~ “ Ataru tiba-tiba bicara dengan nada
yang cukup kuat disamping Inuya
“ Hei ! Apa-apaan sih tiba-tiba kamu semangat kamu kaya gitu ! “
“ Inuya-kun. Daripada kita bengong disini, mending kita tebak-tebakkan untuk mencari tahu dimana si Tazuya-kun ! “Kata Ataru
“ Heee. . . hmmm. . .baiklah. . .tapi jangan pakai kemampuan mata ajaibmu ya “
“ Oke oke. . . menurutmu. . . Tazuyak-kun sekarang ada dimana ? “
“ Kalau menurutku sih. . . dia masih di ada ditoilet. . . kalau tidak ia kembali keruang klub kerajinan tangan. Kalau kau ? “ Inuya menebak dimana Tazuya walau sebenarnya ia sudah tahu dimana Tazuya sesungguhnya berada
“ Kalau aku. . . dia ada diruang klub anggar ! “
“ Heeeeh ! Kok kamu. . . tidak. . . kau yakin Tazuya ada disana ?! “
“ ‘Kan hanya tebak-tebakan. Jadi manaku tahu dimana dia sekarang. Kalau kamu mau tahu, ayo kita cari diruang klub kerajinan tangan. . . toilet pria dan klub anggar. Bagaimana ? Kita taruhan Unicorn-shake di kedai minum My Fluffy Shake ! “ Ajak Ataru
“ Setujuh ! Ayo kita cari Tazuya ketiga tempat itu ! “
Mereka berdua pergi menuju keruang klub kerajinan tangan. Disaat itu, Inuya kembali berpikir tentang kontak telepati yang diaktifkan Tazuya. Saat ia merasakan sensasi tersebut, ia juga merasakan sensasi yang sama di Ataru. Kemungkinan besar, ia juga dapat merasakan kontak telepatinya Tazuya. Membuat Inuya berpikir apakah ia juga calon El-Fighter sama seperti dirinya
“ Benar juga. Jika Ataru menggunakan kemampuan khususnya untuk mencari tahu dimana Tazuya, harusnya dia sudah tahu sejak awal bahkan saat ia menemuiku disini. Saat kontak telepati itu aktif. . .aku juga merasakan sensasi yang sama di Ataru. Kelihatannya. . .dia juga merasakan kontak itu. Jangan-jangan . . . apa Ataru juga calon El-Fighter seperti kami ? “ Kata Inuya dalam hati
Sementara itu, terlihat Eva-Q8, Melee-Function dan Mag-Ni5 telah sampai ketempat titik koordinasi pesawat. Dari atas, mereka melihat banyak dari anggota militer, peneliti dan wartawan tadi yang mencari sumber dentuman yang dibuat oleh Rigel kembali ke lokasi pesawat tersebut.
“ Itu dia. Pesawatnya ada disana ! “ Kata Melee-Function sambil melihat pelacak X-Ray miliknya
“ Tunggu ! Lihat ! Kelihatannya itu pihak militer di planet ini ! “ Mag-Ni5 menghentikan Melee-Function sambil menunjukan beberapa pihak militer dibawah mereka
“ Mereka hanya manusia yang lemah, jadi tidak ada yang perlu kita khawatirkan untuk tahu seberapa hebatnya mereka. Karena itu, ini sangat mudah untuk menyingkirkan mereka ketempat itu ! Lihat ini ! “ Melee-Function menyingkirkan tangannya Mag-Ni5
Sementara itu, Rigel dan Dullart masih melakukan penyelidikan didalam pesawat tersebut. Mereka berdua kelihatannya belum menyadari kedatangan ketiga robot tersebut dan rombongan pihak militer. Dullart berada diruang persenjataan untuk memeriksa beberapa senjata yang masih bisa digunakan untuknya. Dan Rigel terlihat masih berada diruang kontrol sedang mencari informasi tentang para alien dari galaksi Theta lebih mendalam.
“ Hmmm. . . Kekaisaran Thetos. Zozo Thetos XXI juga dikenal sebagai Kaisar yang paling berhasil diibandingkan Kaisar lain pendahulunya. Itu karena sang Kaisar ke 31 dari galaksi Theta yang terdiri dari 5 planet besar dan beberapa planetoid kecil yang tidak berpenghuni, Dan kelihatannya, ia sangat tertarik untuk menguasai planet yang ada disistem tata surya untuk memperluas planet kolonisasinya. Hmph. . . . dasar kaisar rakus ! “ Rigel membaca info tentang si Zozo sambil mengejeknya.
Melee-Function mengubah tangannya menjadi mode meriam laser, dan bersiap untuk menembaki orang orang
yang ada dibawah mereka. Dari bawah, salah satu tentara militer menyadari kedatangan mereka dengan melihat bayangan mereka dari bawah. Tentara tersebut melihat mereka. Disaat mereka bertiga melihat si tentara tersebut, Melee-Function menjawabnya dengan langsung menembak kearahnya.
“ Ka-kalian ! “
“ DOR ! “
( BLAAAARRR ! )
“ Lagi ?! Suara apa lagi itu ! “ Kata Si Komandan yang panik
(BLAAARRR !)
“ Uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa “
Didalam pesawat, sinyal bahaya di ruang kendali mulai berbunyi karena ulah dari tembakannya Melee-Function. Rigel yang melihatnya langsung mengecek dari layar. Betapa terkejutnya ia melihat banyak orang disana terluka parah dari serangan tersebut. Para pihak militer yang memiliki persenjataan bersiap untuk melakukan serangan balasan, sedangkan para peneliti dan wartawan yang disana mengevakuasi diri mereka dibantu oleh tentara militer.
“ Haloooooooooooooooooo para manusia~ Senang bisa bertemu kalian ! Jika kalian ingin selamat, menghindarlah dari pesawat itu ! “ Sapa Melee-Function sambil kembali menembakkan mereka secara bertubi-tubi
“ Rigel-san ! Rigel-san ! “ Dullart berlari kearah ruang kontrol saat ia merasakan getaran dan mendengar suara keributan diluar pesawat
“ Sepertinya kita kembali dapat masalah serius ! “ Rigel memperbesar salah satu layar pemantau untuk ditunjukan kepada Dullart
“ Mereka ?! Oh Tidak ! “ Kata Dullart yang kaget saat ia melihat ketiga robot tersebut
“ Dullart ! Apakah persenjataan disana masih bisa berfungsi dengan baik ?! “
“ Ya. Beberapa senjata laser. . . pisau panas. . . tombak listrik. . . semuanya masih bisa digunakan “ Jawab Dullart
Mereka berdua lari keruang persenjataan, dan mengambil sebuah tombak listrik dan senjata laser untuk menghadapi ketiga robot tersebut.
“ Rigel-san ! Izinkan aku untuk membantumu ! “
“ Ya. Ayo cepat sebelum banyak korban yang berjatuhan “
Pihak militer yang dipimpin oleh komandan mereka menyerang ketiga robot tersebut. Melihat mereka juga meminta
bala bantuan melalui helikopter, Eva-Q8 dan Mag-Ni5 tidak punya pilihan lain selain menyerang mereka.
“ Tembaaaaaaaaaaak ! “
“ Cih ! Jika kau tidak bertindak seenaknya. . . ini tidak akan terjadi ! “ Gerutu Mag-Ni5
“ Ayolah! Mereka ini mau mendekati pesawatnya ! Jadi kita akan melakukan pembersihan daerah sekitar jika tidak mau diganggu oleh mereka ! “ Kata Melee-Function sambil pergi kebawah untuk mengangani mereka
“ Dasar ! Bikin repot saja ! Ayo. . .Eva-Q8 ! “
“ Ya ! “
Saat mereka berdua melihat 2 helikopter pihak militer telah sampai, mereka berdua menembakan senjata laser kearah baling-baling helikopter, yang membuat kedua helikopter tersebut terjatuh. Petugas militer yang ada didalam helikopter tersebut berhasil menyelamatkan diri dengan melompat dari helikopter tersebut
“ Buds Drone ! Aktifkan AISDIS ! “ Eva-Q8 mengeluarkan 10 drone yang berbentuk kuncup bunga berwarna pink dan menembak kearah pihak militer
“ Apa-apaan ini, Komandan ?! “ Kata salah satu tentara yang panik kepada komandannya
“ Ini tidak bisa- “
“ Kalian lengah ! “ Mag-Ni5 berada didepannya, dan menebasnya dengan pedang dari lengan kirinya
“ UAGH ! “
“ KOMANDAN ! “
“ TEMBAK DIAAAA ! “ Perintah komandan
“ Jangan coba-coba ! “ Mag-Ni5 menebas senjata mereka
Melee-Function melihat kearah si komandan yang dievakuasi oleh salah satu tentaranya. Saat ia ingin menembaknya, Mag-Ni5 memperingatkannya untuk pergi ke pesawat tersebut.
“ Heeeiiiiiii Pak Komandan. . . jangan lari kau “
“ Melee-Function ! Pesawatnya ! “
“ Oh. Oke oke ! “
Disaat Melee-Function ingin mendekati pesawat tersebut, tiba-tiba, gerakannya dihentikan oleh Rigel dan Dullart. Sambil mematikan program kamuflase pesawat tersebut, mereka berdua siap untuk melawan mereka.
“ Tuan Muda Dullart ! “ Kata Mag-Ni5 saat ia melihatnya
“ Eh ? Dia ada disini ?! “ Tanya Eva-Q8
“ Dan dia. . . bersama sang El-Fighter dan juga Prisman Beta ! “ Kata Melee-Function sambil memperhatikan Rigel
“ Hei ! Maaf telah mengganggu pesawat kalian ! Tapi karena kalian telah menyakiti orang-orang disekitar sini. . . aku tidak bisa tinggal diam begitu saja ! “ Kata Rigel dengan nada tegas kepada mereka bertiga sambil mengarahkan Anthemusanya
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
𝕹𝖚𝖗𝖚𝖘𝖞𝖘𝖞𝖎𝖋𝖆
Semangat bacanya ...
🏃♀️🏃♀️🏃♀️
2021-12-20
0
mikakayy_
semangat Kakak
#penaautoon
2021-12-15
0
Santai Dyah
bagus Reigel tindak mereka
2021-12-14
0