Ryuga yang kelelahan terlihat sedang bersembunyi disuatu tempat yang tidak cukup jauh dari sekolahnya untuk terhindar dari serangannya B.R.O No.2. Ternyata, B.R.O.No.2 memiliki program sensor pelacak yang membuat ia bisa mengikuti jejak Ryuga dengan mudah. Disaat Ryuga berpikir tentang situasi didekatnya, ia tidak menyadari bahwa Tazuya tiba-tiba datang disampingnya secara mendadak dan menandangnya dengan jengkel. Hal ini membuat Ryuga sudah pasti sangat kesal karena Tazuya seenaknya datang langsung menendangnya tanpa alasan yang jelas
“ Cih ! Robot sialan ! Tak kusangka dia membuatku sulit untuk menangkap nafasku ! Kalau begini terus, tidak mungkin aku bisa kembali kesekolah. Jika tidak- “
“ HEI ! “
( DUAGH !)
“ Uwagh ! Ough ! OI ! SIALAN KAU, HIDEYUKI ! Jangan seenaknya kau menendangku saat kau tiba-tiba datang mendadak seperti itu ! “ Gerutu Ryuga
“ Heh ! Ketemu juga kau, Ryuga! Kau tahu. . .sebenarnya aku disini ingin bertanya sesuatu kepada seseorang yang keras kepala seperti dirimu ! “ Jelas Tazuya
“ Kau gila ! Bertanya sesuatu disaat seperti ini ?! Apa kau tidak tahu bahwa aku sedang diserang ole- “
“ Robot! Ya ! Itu karena aku, Inuya, Jubei dan kemungkinan Ataru diserang oleh robot yang sama dengan robot yang mengincarmu ! “ Kata Tazuya
“ Kurenai-san ? Jubei ?! Karena robot itu bilang ia mengincarku karena aku adalah temanmu dan mengira bahwa aku seorang Fighter. Kurasa aku tahu siapa yang harus disalah semua ini ! “ Kata Ryuga dengan jengkel
“ Hooooooo ! Jadi kau kira ini semua adalah salahku ?! Mentang-mentang dirimu adalah Spezialist jadi kau seenaknya mau menuduhku ?! “ Balas Tazuya
“ Tunggu. . .sejak kapan kau tahu bahwa aku adalah Spezialist ?! “ Tanya Ryuga
“ Kata seseorang yang kau tolong kemarin malam dari monster laba-laba yang berusaha menyerangnya “ Jelas Tazuya sambil melipat kedua tangannya dan melirik kearah Ryuga
Mendengar penjelasannya Tazuya, Ryuga langsung tahu bahwa yang memberitahunya soal identitas Ryuga sebagai Spezialist ialah Inuya. Disisi lain, saat sedang mencari keberadaan Ryuga, No.2 tidak sengaja mendengar suara mereka berdua dari kejauhan. Yang membuat robot tersebut mengikuti asal suara tersebut. Dengan
cepat, No.2 berhasil menemukan mereka disuatu gang yang letaknya diantara gedung yang tidak terpakai. Alih-alih langsung menyerang mereka, No.2 menunggu dan mendengar semua argumen mereka dari atas tanpa sepengetahuan kedua remaja tersebut
“ Hoh ! Disini ! Kelihatannya mereka membicarakan sesuatu yang menarik “ Kata No.2
“ Jadi. . .setelah kau tahu bahwa kami berempat adalah calon El-Fighter, apa kau benar-benar ingin memutuskan pertemanan kita hanya karena itu ?! Aku sudah menemui banyak orang yang picik dan aku tidak menyangka kau adalah salah satu dari orang picik tersebut ! “ Kata Tazuya dengan nada tegas
“ Aku hanya bicara hal yang sebenarnya kepada Namidashi soal Spezialist. Ya. . .aku menyebutkan bahwa
Spezialist adalah ras yang ditakdirkan untuk menjadi musuh Fighter. Serta menjelaskan apa yang membuat hubungan Spezialist dan Fighter begitu rumit. Tapi aku tidak pernah berkata dengannya bahwa aku
membenci kalian hanya karena kalian adalah calon El-Fighter ! “ Jelas Ryuga sambil perlahan menaikan nada suaranya
“ Apa kau yakin soal itu ?! “ Tanya Tazuya
Tazuya kemudian berpikir sejenak dan menutup matanya, memikirkan cara untuk mencari tahu tentang perasaan Ryuga yang sebenarnya karena ia berpikir bahwa Ryuga masih menyimpan sesuatu yang tidak ingin ia ungkapkan kepadanya
“ Hmmm. . .baiklah. Kurasa aku tidak ada pilihan lain selain mempercayai itu, Ryuga Mangetsu “ Kata Tazuya dengan nada yang ketus
“ Apa ?! “
“ Oooh yaaaa. . . kau mau tahu sesuatu. Terutama bagaimana aku bisa mengetahui kalau kamu ada disini ?! Itu karena setiap calon El-Fighter memiliki ikatan spiritual yang bernama kontak spiritual. Disaat diantara kita tidak sengaja mengaktifkannya, ini akan berpengaruh dengan calon lainnya. Aku yakin, akhir-akhir ini kamu bisa merasakan keberadaanku dan Inuya saat kami tidak bersama kalian. Iya ‘kan, Ryuga ?! “
Mendengar perkataannya Tazuya, Ryuga menjadi kaget. Sebelum Ryuga ingin menjawab pertanyaanya Tazuya, No.2 yang sudah tidak puas melihat argumen mereka dianggap membosankan langsung memberi mereka tembakan dari belakang Ryuga
( BUUUUUUMMM)
“ Ah ! “
“ Apa itu ?! “
“ Wah waaah. . . ternyata memang benar kau memang teman si cebol rambut hitam ini. Aku sudah menduga kenapa kau terus menghindariku dan tidak mengatakan bahwa kau tahu siapa dia atau tidak “ Jelas No.2
“ Oi Hideyuki ! Apa kau tahu dia ? “
“ Hei ! Kenapa malah nanya itu dengan aku ?! “
“ Aku takjub karena planet ini memiliki tidak hanya satu ras saja. . . karena menurut dari temuan yang dipantau, disini memiliki berbagai macam ras yang tidak pernah kutemui. Manusia. . . Spezialist. . . Dewa Kematian. . . dan juga Hibrida. Dan ini pertama kalinya aku melihat ada manusia yang merupakan Hibrida dari Kazenoid,
ras yang dikenal sangat tertutup dengan ras lain “ Jelas No.2 sambil melirik kearah Tazuya
B.R.O No.2 kemudian berjalan mendekati mereka. Tazuya tidak punya pilihan lain selain mengajak Ryuga untuk bertarung bersamanya demi melawan robot tersebut. Awalnya Ryuga ragu untuk menerimanya. Namun dikarenakan ia tahu bahwa ia tidak bisa mengalahkannya seorang diri, Ryuga mau tidak mau harus menerima bantuan Tazuya mengingat ia sudah memiliki pengalaman dalam bertarung
“ Ryuga ! Sebagai Spezialist. . . apa kau tidak keberatan untuk menerima bantuanku untuk mengalahkan makhluk ini ?! “ Tanya Tazuya
“ Aku. . . sejujurnya ragu harus berkata tidak atau iya. Tapi. . . kalau dilihat dari lawannya, akan kuakui
bahwa aku tidak bisa untuk- “
( SAT! SIIIINNGGG !)
“ Ah ! “
( BRAK !)
“ Cih “
Ryuga berhasil melindungi mereka berdua dari Sword Beam milik No.2. Mengetahui serangannya ditangkis, robot tersebut terus-terusan menebas pelindung tersebut dengan kuat.
( BRAK ! BRAK! BRAK! )
“ Uggh ! Nggghh ! Aku tidak bisa menahannya ! “ Rintih Ryuga
“ Hei ! Kau ada trik khusus untuk memindahkan suatu barang dari jarak jauh untuk dibawa kesini ?!” Tanya Tazuya
“ Err. . . yah. Memang barang apa yang. . . ughh. . . kau ambil ! “
“ Pedangku ! Itu ada didalam tas gitarku ! “
“ Uggh. . .akan. . .aku. . .coba. . . KENISI ! “
Ryuga menggunakan salah satu mantranya untuk memindahkan pedang milik Tazuya yang tersimpan didalam tas gitarnya. Mantra itu berhasil, Tazuya yang takjub melihat mantranya langsung mengambil pedang tersebut. Perisai sihir tersebut mulai retak, disaat No.2 bersiap untuk memecahkan perisai tersebut, Ryuga menggunakan mantra peledak yang ia aktifkan dari perisai. Disaat mata pedang No.2 mendekati perisai itu, perisai tersebut langsung mengeluarkan cahaya merah muda dan meledak
“ Haaaaaaaaaaaah ! “
“ EKRIXI ! “
( TRAK! SRIIIIINNNG! )
“ APA ?! “
( BUUUUUUUUUMMM)
No.2 berhasil menghindar dari ledakan tersebut, walau sebenarnya ledakan itu sama sekali tidak membahayakan dirinya. Tazuya dan Ryuga keluar dari kepulan asap ledakan. No.2 yang melihatnya menjadi senang karena akhirnya kedua remaja tersebut mau menghadapinya
“ Naaaah. . .gitu dong. Akhirnya keluar juga kalian ! “
“ Ayo, Hideyuki ! Jika memang benar kerjasama antar Spezialist dan Fighter adalah kunci untuk mengalahkan makhluk ini, mari kita lakukan ! “ Kata Ryuga
“ Ya ! Ayo ! Kita lakukan ! “
*****
Tazuya dan Ryuga berlari kearah robot tersebut. No.2 mengeluarkan berbagai macam meriam dari punggungnya dan menembakannya kearah mereka. Tazuya yang melihat ini langsung kaget. Disaat ia bersiap menggunakan “perisai” miliknya, Ryuga dengan cepat langsung menggunakan mantra perisainya yang lain untuk melindungi mereka berdua
“ Oh ! Aku suka keberanian kalian ! “ Puji No.2
“ Astaga “
( Ziiiiiiiiiiinngg ! Zyuuuuuunng ! )
“ Pedio Dinamis ! “
( BUUM! BUUM! BUUM!)
“ Ini berbeda dari yang tadi ! “ Kata Tazuya dengan takjub melihat banyak serangan dihancurkan oleh perisai tersebut
“ Ya ! Sekarang fokus ! “
“ Oke ! “
Tazuya melompat kearah No.2. Disaat No.2 menembakan banyak pisau dari tangan kirinya, Tazuya menggunakan psikokesisnya untuk memutar balik semua pisau tersebut. Walau tahu mustahil untuk menyerang No.2 dari jarak dekat, Tazuya berusaha menyerangnya dengan pedang miliknya sedangkan Ryuga melapisi kedua tanganya dengan energi merah mudanya untuk menghajar robot tersebut
“ Haaaaaaaaaah “
( Syat! Syat! Syat! Syat!)
No.2 dengan cepat menghindari semua serangannya Tazuya. Walau cepat, Tazuya mampu mengikuti kecepatannya dengan tepat. No.2 berusaha untuk menendang kedua remaja tersebut. Beruntungnya, mereka berdua berhasil menghindari dengan melompati kakinya dan Tazuya menggunakan psikokinesis untuk mendorong robot tersebut dengan kuat keluar dari gang tersebut
“ Hyah ! “
( Syaaat )
“ Heh ! Terima ini ! “
( Duagh !)
“ Anak-anak sialan ! “
Tazuya berusaha menancapkan pedangnya ke dada robot tersebut. No.2 yang melihat kedatangannya langsung menendang tepat diperut Tazuya, dan membuat ia terdorong ke Ryuga
“ Haaaaaaaaaaah ! “
( Duagh !)
“ Uagh ! “
“ HIDEYU-“
( BRUK !)
“ Akh ! Uhuk !Uhuk ! “
“ Hei, Hideyuki ! Jangan sembarangan menyerang kalau kau tahu tingkat kekuatannya seperti apa ! “ Tegur Ryuga
“ Kelemahannya. . .ada. . .didada itu ! “ Kata Tazuya yang menahan sakit diperutnya sambil kejang-kejang
“ Hideyuki ?! Celaka ! Kenapa disaat seperti ini kamu harus-“
“ Hyaaaaaah “
“ HAH ! “
( BRAK )
“ Akh ! “
“ Ayo ! Hideyuki ! “
Ryuga melemparkan tombak yang ia bentuk dari energi merah mudanya tersebut dan berhasil menancap dikepala No.2. Ryuga yang melihat Tazuya masih kejang-kejang langsung menggendongnya dan melarikan diri dari robot tersebut. Ryuga berhenti disebuah halte yang tidak jauh dari asrama putri. Ia membaringkan Tazuya yang masih kejang. Melihat hal itu, Ryuga meraba disaku baju dan celana Tazuya untuk mencari apakah Tazuya membawa obat epilepsinya
“ Hideyuki ?! Huuuf. . . Syukurlah. . . kita sudah jauh darinya. Baiklah. . . apa kamu membawa obatmu ? Hmm. . . ah. . . ketemu “
“ Baiklah ! Ini obatmu. . . kamu bisa meminumnya kan. Biar aku bantu !”
Ryuga membantu Tazuya untuk meminum obat epilepsinya dihalte. Sementara itu, No.2 berusaha keras untuk mencabut tombak tersebut yang masih menancap di kepalanya. Saat berhasil membebaskan diri, Swift Polly menghubunginya dan meminta untuk cepat mencari keberadaan Tazuya dan Ryuga. Terlebih, kini kondisi Tazuya tiba-tiba mendadak turun karena kejang-kejang yang ia alami.
“ Ah ! Fyuh ! Barang sialan ! “ Gerutu No.2 sambil melemparkan tombak tersebut
( Biip ! Biip ! Biip ! Biip ! )
“ No.2 ! Dimana kau ?! “ Tanya Swift Polly
“ Maaf ! Kurasa aku kembali kehilangan jejak mereka ! “
“ Hmph ! Cepat kau cari anak-anak itu ! Terlebih saat aku lihat dari si bocah berambut hitam itu, itu adalah kesempatanmu untuk mengalahkannya ! Cepat ! Bertindak segera ! “ Perintah Swift Polly dengan nada tegas
“ Baik, Kapten ! “
Di halte, Ryuga memutuskan untuk menghubungi Inuya untuk menolong Tazuya. Tetapi, sebelum ia berniat untuk melakukannya, Ryuga merasakan kehadiran No.2 yang begitu cepat. Benar saja, saat No.2 melihat mereka dihalte, ia langsung menghunuskan pedangnya, dan menebas halte tersebut. Ryuga yang panik langsung membawa Tazuya dan menghindar dari serangan tersebut
“ Perasaan ini. . .Jangan-jangan ! “
“ Ketemu kalian ! “
“ Sialan ! “
( SYAT! BLAAAR! )
Ryuga berusaha bangun, dan merasakan bahwa kondisi Tazuya belum stabil. Disaat No.2 ingin menyerang mereka, serangannya berhasil dihentikan oleh Inuya dengan meninju tepat diwajahnya. Terlihat, ia tidak datang seorang diri, melainkan bersama dengan Ataru dan juga Rigel
“ Hide. . . yuki . . . “
“ Bangun ! Aku sudah muak main kejar-kejaran dengan kalian ! “
“ Kkhh. . . “
“ HYAAAAAAAAAAH “
“ Ah-“
( BUAGH ! )
“ UAGH !”
“ Yeoouuugggghhh. . . tangankuuuuuu “ Rintih Inuya pasca meninju robot tersebut
“ Ini. . . Namidashi ! Apa itu kau ?! “ Tanya Ryuga saat ia merasakan sensasinya Inuya berada didepannya
“ Apa kau tidak bisa li- oh. . . maaf. . .ya. . .Ini aku ! Tenang, aku juga tidak sendirian disini “ Kata Inuya sambil teringat akan kebutaannya Ryuga
“ Apa kamu anak dari Hugo Mangetsu ?! “ Tanya Rigel sambil mendekati Ryuga
“ Umm. . . yeah “ Jawab Ryuga dengan ekspresi murungnya
Saat Rigel mengecek kondisi Tazuya, ia memutuskan untuk membawanya kerumah dan mempercayakan Inuya dan Ataru untuk mengalahkan No.2 serta menyuruh Ryuga untuk lari dari tempat itu. Ryuga, yang pada awalnya ragu untuk membantu Fighter dalam mengalahkan penjahat, kini merubah pikirannya. Ia memutuskan untuk membantu Inuya dan Ataru untuk mengalahkan B.R.O No.2
“ Tuan Rigel. Sepertinya epilepsinya Tazuya kembali kambuh saat ditengah pertarungan “ Kata Inuya
“ Begitu. Ini bisa gawat kalau tidak ditangani dengan cepat ! Aku akan membawa Tazuya kerumahku ! Kalian berdua
tolong hadapi robot itu ! Lalu. . .nak Mangetsu. . .larilah dari sini ! Karena aku tidak ingin mendapat masalah dari ayahmu saat ia tahu jika aku- “
“ Tidak ! Aku akan bertarung ! Ini bukan masalah besar ! “ Kata Ryuga
“ Kau yakin, Ryuga ? “ Tanya Ataru
“ Kalau hanya membantu seorang teman, beliau tidak akan memarahiku. Lagipula, ini bukan pertama kalinya aku
“melanggar” perkataannya demi bersama mereka. Jadi ini bukan masalah yang serius ! “ Kata Ryuga
No.2 kemudian langsung bangkit pasca ditinju Inuya dengan kuat. Ia terlihat sangat kesal denga apa yang dilakukan Inuya kepadanya dan menantang mereka semua untuk bertarung menghadapinya
“ Begitu ya ?! Hahahaha. . . baiklaaaah. . .aku senang akan semangatmu, bocah Fighter. Walau demikian. . .aku sudah muak karena kalian tidak memberikanku pertarungan yang menyenangkan ! “ Kata No.2 dengan nada amarahnya
“ Cih ! Inuya . . . aku percayakan kamu dan teman-temanmu untuk menanganinya ! Jaga diri kalian ! “ Kata Rigel sambil melarikan Tazuya dan memasukannya kedalam mobil miliknya
“ Ya, Tuan Rigel ! “
No.2 melihat Rigel meninggalkan mereka dan berusaha untuk mengejarnya. Namun usahanya berhasil dicegat oleh Ataru yang berusaha untuk menembaki dadanya. Melihat hal ini, No.2 langsung melemparkan spirit pistolnya Ataru menjauh darinya, dan kemudian ia diserang oleh Ryuga dengan mantra penebasnya
“ Prisman itu ! “ Geram si robot tersebut
“ Mau kemana kau ?! “ Tanya Ataru sambil mencegatnya
“ Awas kau ! “
( DUAGH !)
“ Apokovo ! “
( ZYAT! ZYAT! ZYAT!)
“ Ugh! Sini kau ! Bocah Spezialist ! “Kata No.2 sambil mengeluarkan pedangnya
“Ayo maju ! “ Tantang Ryuga
Ryuga dan No.2 menghadapi satu sama lain. Walau memiliki kebutaan, Ryuga bisa melihat gerak-gerik sekitarnya dengan menggunakan kemampuan khusus yang bernama “Dowsing”.Kemampuan ini sebenarnya adalah kemampuan pelacak. Namun, seseorang dengan kebutaan tetapi memiliki kemampuan spiritual yang tinggi, “Dowsing” mereka akan selalu aktif untuk membantu mereka “melihat”. Apapun objek dan seseorang yang ia lihat, semuanya berbentuk “garis” sesuai dengan warna aura mereka. Dengan kata lain, walau Ryuga bisa melihat orang disekitarnya, ia tidak bisa melihat wajah seseorang. Ryuga sendiri juga tidak bisa membaca dan menulis, dan masih mengandalkan braille atau teknologi pendukung lainnya.
“ Terima ini. . .hyah. . .hyah .. . haaaah ! “
( ZYAT! ZYAT! ZYAT!)
“ Boleh juga kau! Hyaaaaaaaaaaaah! “
(ZYAT!)
“ Uagh ! “ Rintih Ryuga yang terlempar karena tebasan pedang No.2
(BLAR!)
“ Sialan kau ! “ Geram No.2 saat Ataru berhasil menembakan lengannya yang menjadi pedang sampai lepas dari tubuhnya
“ Inuya-kun ! “
“ Hyaaaaaaaaahhhh ! “
( DUAGH !)
“ Uagh ! “
( BRAK !)
“ Ouuugggghhh Tangankuuuu. . . Oi, Ataru ! Ini benar-benar tidak adil jika hanya aku terus-terusan meninju barang rongsokan ini ! Kenapa tidak kau tembak saja dia di dadanya ! Jangan main-main sama musuh terus. . .nanti bisa celaka!“ Gerutu Inuya sambil merintih kesakitan di tangannya
“ Kelihatannya rintihanmu juga hanya bersifat sementara. Karena notabenenya kamu memang suka gelut sama seperti Tazuya-kun, jadi yaaa. . .nikmati saja~”
“ Nih orang ! “
“ Hei ! Berhentilah beragrumen yang tidak penting !Tolong bantu aku untuk berdiri ! “ Perintah Ryuga kepada mereka berdua
“ Iya iyaaa. . . bisa juga ya kamu jadi manja seperti itu “ Gerutu Inuya sambil membangunkan Ryuga yang berbaring dijalan
No.2 kemudian kembali bangkit, dan mengeluarkan 30 “Eyenion” dari tangan serta kakinya untuk menyerang mereka. Eyenion ialah sebuah robot kecil berbentuk bola mata, yang berguna sama seperti EVA-Q8 Buds-Drone yaitu mengeluarkan serangan laser yang cukup mematikan
“ Maju, Eyenion ! “
“ Uwooogh ! Makhluk apa ini ?! Uwaaa ! “ Tanya Inuya sambil panik saat diserang Eyenion dan Inuya berusaha untuk menembaknya dengan blasterate
“ Hah ! Hyah ! Ini. . . terlalu banyak ! Mereka tidak bisa mati kalau ditembak ! “ Kata Ryuga sambil berusaha menembak Eyenion dengan sihirnya
“ RYUGA ! HATI-HATI ! “
“ Tenang saja ! Prasidium ! “
Ryuga menciptakan kubah pelindung untuk melindungi mereka bertiga dari Eyenion. Tidak disangka, ternyata salah satu Eyenion mengubah bentuk mereka menjadi sebuah bor yang kemudian bisa memecahkan pelindung tersebut
“ Kalian pikir itu akan melindungi kalian ?! Eyenion ! “
( Wiiiiiiirrrrrrr Drrrrrrrrrrrttttt )
“ Uggh ! Aku. . . harus. . . “
( KRAK ! )
“ Astaga ! “
Saat pelindung tersebut berhasil dipecahkan, kesepuluh Eyenion mulai menyerang mereka bertiga. Sementara salah satu Eyenion yang masih dalam wujud bor-nya kemudian menyerang Ryuga yang kewalahan dari belakang. Yang membuat ia mengalami luka dibagian punggung atas kanannya dan membuat ia terjatuh
( ZYAT ! )
“ Ah ! “
“ Celaka . . .Ryu- Akh ! Inuya yang menyadari Ryuga terluka diserang oleh Eyenion
“ Inu- Uwagh ! “
Serangan yang dilakukan Eyenion menyebabkan Inuya dan Ataru panik, serta membuat mereka berdua ikut diserang oleh para Eyenion. No.2 yang melihat ini langsung menghentikan serangnya, dan mendekati mereka bertiga yang sudah mulai kelelahan
*****
Dirumah Rigel, terlihat Tazuya perlahan kembali mendapatkan kesadarannya walau nafasnya masih terasa berat. Disampingnya, ternyata ada Jubei yang mencemaskan kondisi Tazuya, bersama dengan Dullart yang sedang memerhatikan kondisi mereka berdua. Baik Tazuya dan Jubei bertanya apa yang terjadi dengan Inuya, Ryuga dan Ataru. Saat mereka berdua merasakan bahwa mereka betiga dalam masalah besar, Jubei berniat ingin membantu mereka seorang diri
“ Aku. . .dimana. . . aku. . . “
“ Tazuya ?! Anda sudah bangun ?! “ Tanya Dullart yang berada disampingnya
“ Tazuya ?! Astaga . . . ada apa denganmu ?! “ Tanya Jubei dengan penuh
kecemasan saat melihat Tazuya kembali sadar
“ Nak Jubei. . . jangan terlalu tergesa-gesa seperti itu. Nanti epilepsinya Tazuya menjadi parah “ Peringat Rigel yang kembali datang keruang pengobatan
“ Tuan. . .Rigel. . .Ryuga. . . Mana. . .Ryuga. . . “
“ Yaaa. . . Inuya dan Ataru. . . dimana mereka ?! “
“ Mereka membantu Nak Ryuga. . . bertarung melawan robot itu “ Jelas Rigel
( Tazuya dan Jubei merasakan kontak spiritual Inuya, Ryuga dan Ataru)
“ Mereka ? “ Kata Tazuya yang panik
“ Aku. . . .harus menolong mereka ! “
Namun, disaat Jubei berniat keluar dari ruang perawatan, ia kemudian tersungkur. Karena Jubei belum sepenuhnya pulih dari cidera yang ia alami. Yang membuat Rigel mencegat Jubei dan memintanya untuk mempercayai mereka bertiga
“ Nak Jubei ?! “
“Ju. . bei ! “
“ Ah ! “
“ Nak Jubei. . . anda masih belum pulih dari cidera sebelumnya. Lebih baik anda tunggu disini karena menghadapi robot itu dalam keadaan seperti ini sangatlah berbahaya” Peringat Rigel sambil berusaha membangunkan Jubei
“ Tapi mereka. . . “
“ Percayalah dengan mereka. . . Jubei “
Mendengar hal itu, Jubei tidak punya pilihan lain selain mendengarkan perkataan Rigel demi keselamatannya. Sementara itu, Dullart terlihat sedang menangani Tazuya yang nafasnya semakin berat setelah merasakan ketiga teman-temannya dalam bahaya
“ Tenang. . . Tazuya . . . jangan terlalu dipikirkan. Jika anda mempercayai kekuatan mereka, aku yakin mereka bisa menangani B.R.O dengan mudah “ Kata Dullart sambil mengelus kepalanya Tazuya
Sementara itu, No.2 melihat Inuya, Ryuga dan Ataru yang sudah terkapar karena serangan dari Eyenion. Robot tersebut memerintahkan semua Eyenion untuk menyerang ketiga remaja itu. Ia pergi mendekati mereka sambil menyambungkan kembali lengan yang ditembak oleh Ataru, dan bersiap untuk menebas salah satu dari mereka
“ Berhenti ! Eyenion ! “
“ Uhh. . . “
“ Kalian memang hebat ! Aku akui itu ! Tapi sayangnya. . .aku sudah bosan untuk main-main dengan kalian. Yaaaa. . .walau kalian sudah memberikan yang terbaik, tapi aku tidak menyukainya “ Jelas No.2
“ Hoo. . .begitu ya ?! “ Ejek Inuya
“ Baiklah ! Sekarang. . . siapa dulu yang akan kutebas ? “
No.2 melirik kearah mereka bertiga. Karena merasa bahwa urusannya dengan Ryuga belum selesai, ia memutuskan untuk menebasnya terlebih dahulu. Namun, disaat pedang tersebut hampir mengenainya, Ryuga kemudian terbangun dan langsung menghentikan pedang tersebut dengan tangan kosong.
( SYAT! GREB!)
“ Apa ?! “
“ Uuuukkhh ! “ Ryuga kembali bangkit sambil menahan rintihan dan luka ditangannya yang menahan pedang No.2
“ Dasar keras kepala ! “
“ Siapa yang keras kepala ?! HAH ! “
Ryuga kemudian mendorong No.2 dengan kekuatan sihirnya menjauh dari mereka bertiga.Sebelum menghadapinya, Ia kemudian teringat akan perkataan pelayan rumahnya yang bercerita tentang kakak laki-lakinya yang bernama Yamato Mangetsu. Sang anak sulung yang dikenal sebagai anak yang sempurna dan sangat disayangi oleh semua orang. Sambil membandingkan dirinya yang punya kebutaan, Ryuga berpikir bahwa
ia tidak sesempurna kakaknya dan bertekat untuk menjadi seperti dirinya agar bisa mendapat kebebasan, pengalaman dan teman baru
(Flashback On)
“ Oh, Tuan Muda. Bagaimana dengan kelasmu hari ini ? “ Sapa Nona Miyuki Takahashi, sang kepala pelayan
rumah dan juga pelayan senior mereka
“ Umm. . . baik. Tak kusangka guruku memberikanku banyak tugas yang menyebalkan “ Gerutu Ryuga yang saat itu berusia 10 tahun
“ Mendengar keluhan anda mengingatkan aku kepada Tuan Muda Yamato “
“ Kakak ? “
“ Ya. Sama seperti dirimu, Tuan Hugo tidak mengizinkan ia bersekolah di sekolah biasa selama SD karena ia takut Tuan Muda akan dibully oleh anak-anak lain. Dan selama Home Schooling, ia terkadang mengeluh banyaknya tugas dari guru dan bertanya apakah anak-anak di sekolah lain mendapatkan tugas yang sama dengannya “ Jelas Miyuki
“ Aaaah, Ayah ! Ternyata beliau tidak pernah berubah ya “ Gerutu Ryuga
Mendengar hal itu, Miyuki hanya bisa tersenyum saat mendengar keluhannya Ryuga. Nyonya Miyuki kemudian bercerita seperti apa Yamato saat ia seusianya. Mendengar hal itu, Ryuga menjadi agak bersemangat untuk mendengarkannya
“ Kamu mau tahu seperti apa Tuan Muda Yamato saat ia seusiamu ?” Tanya Nyonya Miyuki
“ Ya ! Aku selalu penasaran seperti apa Kak Yamato. Ceritakan kepadaku, Nyonya Miyuki ! “
“ Hmm. . . kalau dilihat bagaimana cara Tuan Hugo menjadi ayah untuk kalian sebenarnya sama saja. Beliau memang orang yang overprotektif. Yaaa. . . walau ia terkadang mengeluh sambil membandingkan dirinya dengan anak-anak lain, kakakmu selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk semua orang “ Jelas Miyuki
“ Oh ya. . . apa kakak dulu punya yang namanya teman bermain ? “
“ Ia baru memiliki teman saat ia masuk SMP. Walau tidak seberapa, tapi teman-temannya memang sangat menyukainya. Itu karena Tuan Muda Yamato sangat baik dengan yang lain, dan juga suka membantu serta berusaha menjadi berguna untuk orang disekitarnya “ Jelas Miyuki
Mendengar hal itu, Ryuga hanya bisa tertunduk lesu. Karena ia pikir bahwa ia tidak akan bisa menjadi sempurna seperti Yamato. Miyuki kemudian mengambil sesuatu dilaci meja belajar. Ternyata sebuah kacamata milik Yamato. Ia kemudian memberikan ini kepada Ryuga, dan memakainya jika ia siap untuk menjadi lebih percaya diri seperti kakaknya
“ Apa itu, Nyonya Miyuki ?! “
“ Ini kacamata Tuan Muda Yamato. Kurasa aku akan memberikannya ini kepadamu, Tuan Muda “
“ Ah ? Untuk apa ?! “ Tanya Ryuga dengan kebingungan
“ Aku memberikan ini dengan harap Tuan Muda bisa menjadi percaya diri seperti kakakmu. Jika anda siap menjadi
seperti dirinya, pakailah ini “ Kata Miyuki sambil memberikan kacamata milik Yamato kepada Ryuga
Ryuga kemudian meraba kearah kacamata tersebut dengan ekspresi datarnya. Saat Ryuga berusia 8 tahun, ia kemudian memakai kacamata tersebut. Hugo yang menyadari bahwa itu adalah kacamata milik putra pertamanya, ia kemudian bertanya kenapa ia memakainya
“ Ryuga, bagaimana dengan hari- Ah ?! “
“ Umm. . .ya. . . Ayah ? “
“ Apa itu. . . kacamatanya Yamato ? Darimana kamu mendapatkannya ? Dan kenapa kamu memakainya ? “ Tanya Hugo
“ Tidak ada salahnya ‘kan jika aku jadi seperti dia, ayah ?”
Mendengar hal itu, Hugo langsung terdiam. Kemudian, ia berpesan kepada Ryuga untuk tidak terlalu memaksakan dirinya menjadi seperti Yamato karena itu membuatnya sangat tidak nyaman
“ Ya. Tidak ada.Tapi jangan menjadi terlalu mirip dengannya. .. itu membuatku sangat tidak nyaman “ Kata Hugo dengan nada seperti menahan kesedihannya
(Flashback Off)
“ Ayah, anda salah ! Aku sebenarnya tidak bisa sepenuhnya menjadi seperti Kak Yamato! Walau demikian, aku sangat menikmatinya. Karena itu, disaat teman-temanku menjadi Fighter. . . aku tidak ingin melepaskan ikatan persahabatan itu walau aku adalah Spezialist. Karena aku yakin . . . Jika ada salah satu teman Kak Yamato adalah seorang Fighter, ia pasti tidak akan pernah memusuhinya ! ” Kata Ryuga dalam hati sambil berjalan dan memperhatikan No.2
No.2 memperhatikan Ryuga, dan geram saat Ryuga ternyata masih belum menyerah juga. Ia kemudian memerintahkan semua Eyenion untuk menembak kearahnya. Ataru yang melihat hal itu langsung menyerang Eyenion dengan kekuatan listriknya dan membuat Eyenion tersebut
“ Eyenion ! Tembak dia ! “
“ Hyaaaaahh ! “
( Zzzzzzzzttttt! Zzzzzzzttttt! )
“ Sialan kali-“
(BLAR! BLAR! BLAR!)
Inuya juga ikut membantu dengan menembakan Blasterate kearah No.2 secara bertubi-tubi. Yang membuat pandagan robot tersebut menjadi terganggu. Inuya kemudian meminta Ryuga untuk segera menyerangnya sekarang juga
“ RYUGA ! SEKARANG ! “
“ Haaaaaaaaaaaaaaaaahh. . .HYAH ! “
( JRAS)
“ AGH ! “ Rintih No.2 saat Ryuga menusuknya tepat didadanya dengan pisau sihirnya yang diciptakan dari energi merah muda
“ Ryuga ! Hati-hati ! Dia segera meledakkan dirinya sendiri ! “ Peringat Inuya
“ Tidak masalah ! “
Ryuga menciptakan pelindung disekitar No.2, dan menerbangnya diatas. Disaat Ryuga menerbangkan robot tersebut dengan sihirnya, No.2 kemudian mengaktifkan mode peledak diri dan akhirnya hancur berkeping-keping diudara. Ledakannya cukup kuat, yang membuat Ryuga terpental karena tidak bisa menahan diri
( BLAAAAAARRRRRR)
“ Ugh ! Ah ! “
“ Dapat ! “ Ataru berhasil menangkap Ryuga sebelum ia terpental jauh karena ledakan tersebut
Inuya mendekati mereka berdua dan melihat kearah ledakan tersebut. Ia merasa bahwa ini adalah ledakan yang sangat kuat dibandingkan dengan ketiga B.R.O lainnya. Sambil memperhatikan Ryuga yang tersenyum bangga karena ia berhasil mengalahkan No.2, Inuya merasa lega karena ia tahu bahwa Ryuga tidak akan pernah memutuskan persahabatan mereka walau ia adalah seorang Spezialist
“ Syukurlah, Ryuga. Aku yakin. . .kamu memang bisa menghindari takdirmu untuk menjadi musuh kami dengan caramu ! “ Kata Inuya dalam hati sambil tersenyum hangat
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
@Princes halu"
next,,, dan tetap semangat kakak
2021-12-13
1
Duwi Hariani
#PenaAutoon 😉💪
2021-12-13
2
Desshio08
next kak
2021-05-10
2