Serang Mereka III : GAMMA

Ryuga yang kelelahan terlihat sedang bersembunyi disuatu tempat yang tidak cukup jauh dari sekolahnya untuk terhindar dari serangannya B.R.O No.2. Ternyata, B.R.O.No.2 memiliki program sensor pelacak yang membuat ia bisa mengikuti jejak Ryuga dengan mudah. Disaat Ryuga berpikir tentang situasi didekatnya, ia tidak menyadari bahwa Tazuya tiba-tiba datang disampingnya secara mendadak dan menandangnya dengan jengkel. Hal ini membuat Ryuga sudah pasti sangat kesal karena Tazuya seenaknya datang langsung menendangnya tanpa alasan yang jelas

“ Cih ! Robot sialan ! Tak kusangka dia membuatku sulit untuk menangkap nafasku ! Kalau begini terus, tidak mungkin aku bisa kembali kesekolah. Jika tidak- “

“ HEI ! “

( DUAGH !)

“ Uwagh ! Ough ! OI ! SIALAN KAU, HIDEYUKI ! Jangan seenaknya kau menendangku saat kau tiba-tiba datang mendadak seperti itu ! “ Gerutu Ryuga

“ Heh ! Ketemu juga kau, Ryuga! Kau tahu. . .sebenarnya aku disini ingin bertanya sesuatu kepada seseorang yang keras kepala seperti dirimu ! “ Jelas Tazuya

“ Kau gila ! Bertanya sesuatu disaat seperti ini ?! Apa kau tidak tahu bahwa aku sedang diserang ole- “

“ Robot! Ya ! Itu karena aku, Inuya, Jubei dan kemungkinan Ataru diserang oleh robot yang sama dengan robot yang mengincarmu ! “ Kata Tazuya

“ Kurenai-san ? Jubei ?! Karena robot itu bilang ia mengincarku karena aku adalah temanmu dan mengira bahwa aku seorang Fighter. Kurasa aku tahu siapa yang harus disalah semua ini ! “ Kata Ryuga dengan jengkel

“ Hooooooo ! Jadi kau kira ini semua adalah salahku ?! Mentang-mentang dirimu adalah Spezialist jadi kau seenaknya mau menuduhku ?! “ Balas Tazuya

“ Tunggu. . .sejak kapan kau tahu bahwa aku adalah Spezialist ?! “ Tanya Ryuga

“ Kata seseorang yang kau tolong kemarin malam dari monster laba-laba yang berusaha menyerangnya “ Jelas Tazuya sambil melipat kedua tangannya dan melirik kearah Ryuga

Mendengar penjelasannya Tazuya, Ryuga langsung tahu bahwa yang memberitahunya soal identitas Ryuga sebagai Spezialist ialah Inuya. Disisi lain, saat sedang mencari keberadaan Ryuga, No.2 tidak sengaja mendengar suara mereka berdua dari kejauhan. Yang membuat robot tersebut mengikuti asal suara tersebut. Dengan

cepat, No.2 berhasil menemukan mereka disuatu gang yang letaknya diantara gedung yang tidak terpakai. Alih-alih langsung menyerang mereka, No.2 menunggu dan mendengar semua argumen mereka dari atas tanpa sepengetahuan kedua remaja tersebut

“ Hoh ! Disini ! Kelihatannya mereka membicarakan sesuatu yang menarik “ Kata No.2

“ Jadi. . .setelah kau tahu bahwa kami berempat adalah calon El-Fighter, apa kau benar-benar ingin memutuskan pertemanan kita hanya karena itu ?! Aku sudah menemui banyak orang yang picik dan aku tidak menyangka kau adalah salah satu dari orang picik tersebut ! “ Kata Tazuya dengan nada tegas

“ Aku hanya bicara hal yang sebenarnya kepada Namidashi soal Spezialist. Ya. . .aku menyebutkan bahwa

Spezialist adalah ras yang ditakdirkan  untuk menjadi musuh Fighter. Serta menjelaskan apa yang membuat hubungan Spezialist dan Fighter begitu rumit. Tapi aku tidak pernah berkata dengannya bahwa aku

membenci kalian hanya karena kalian adalah calon El-Fighter ! “ Jelas Ryuga sambil perlahan menaikan nada suaranya

“ Apa kau yakin soal itu ?! “ Tanya Tazuya

Tazuya kemudian berpikir sejenak dan menutup matanya, memikirkan cara untuk mencari tahu tentang perasaan Ryuga yang sebenarnya karena ia berpikir bahwa Ryuga masih menyimpan sesuatu yang tidak ingin ia ungkapkan kepadanya

“ Hmmm. . .baiklah. Kurasa aku tidak ada pilihan lain selain mempercayai itu, Ryuga Mangetsu “ Kata Tazuya dengan nada yang ketus

“ Apa ?! “

“ Oooh yaaaa. . . kau mau tahu sesuatu. Terutama bagaimana aku bisa mengetahui kalau kamu ada disini ?! Itu karena setiap calon El-Fighter memiliki ikatan spiritual yang bernama kontak spiritual. Disaat diantara kita tidak sengaja mengaktifkannya, ini akan berpengaruh dengan calon lainnya. Aku yakin, akhir-akhir ini kamu bisa merasakan keberadaanku dan Inuya saat kami tidak bersama kalian. Iya ‘kan, Ryuga ?! “

Mendengar perkataannya Tazuya, Ryuga menjadi kaget. Sebelum Ryuga ingin menjawab pertanyaanya Tazuya, No.2 yang sudah tidak puas melihat argumen mereka dianggap membosankan langsung memberi mereka tembakan dari belakang Ryuga

( BUUUUUUMMM)

“ Ah ! “

“ Apa itu ?! “

“ Wah waaah. . . ternyata memang benar kau memang teman si cebol rambut hitam ini. Aku sudah menduga kenapa kau terus menghindariku dan tidak mengatakan bahwa kau tahu siapa dia atau tidak “ Jelas No.2

“ Oi Hideyuki ! Apa kau tahu dia ? “

“ Hei ! Kenapa malah nanya itu dengan aku ?! “

“ Aku takjub karena planet ini memiliki tidak hanya satu ras saja. . . karena menurut dari temuan yang dipantau, disini memiliki berbagai macam ras yang tidak pernah kutemui. Manusia. . . Spezialist. . . Dewa Kematian. . . dan juga Hibrida. Dan ini pertama kalinya aku melihat ada manusia yang merupakan Hibrida dari Kazenoid,

ras yang dikenal sangat tertutup dengan ras lain “ Jelas No.2 sambil melirik kearah Tazuya

B.R.O No.2 kemudian berjalan mendekati mereka. Tazuya tidak punya pilihan lain selain mengajak Ryuga untuk bertarung bersamanya demi melawan robot tersebut. Awalnya Ryuga ragu untuk menerimanya. Namun dikarenakan ia tahu bahwa ia tidak bisa mengalahkannya seorang diri, Ryuga mau tidak mau harus menerima bantuan Tazuya mengingat ia sudah memiliki pengalaman dalam bertarung

“ Ryuga ! Sebagai Spezialist. . . apa kau tidak keberatan untuk menerima bantuanku untuk mengalahkan makhluk ini ?! “ Tanya Tazuya

“ Aku. . . sejujurnya ragu harus berkata tidak atau iya. Tapi. . . kalau dilihat dari lawannya, akan kuakui

bahwa aku tidak bisa untuk- “

( SAT! SIIIINNGGG !)

“ Ah ! “

( BRAK !)

“ Cih “

Ryuga berhasil melindungi mereka berdua dari Sword Beam milik No.2. Mengetahui serangannya ditangkis, robot tersebut terus-terusan menebas pelindung tersebut dengan kuat.

( BRAK ! BRAK! BRAK! )

“ Uggh ! Nggghh ! Aku tidak bisa menahannya ! “ Rintih Ryuga

“ Hei ! Kau ada trik khusus untuk memindahkan suatu barang dari jarak jauh untuk dibawa kesini ?!” Tanya Tazuya

“ Err. . . yah. Memang barang apa yang. . . ughh. . . kau ambil ! “

“ Pedangku ! Itu ada didalam tas gitarku ! “

“ Uggh. . .akan. . .aku. . .coba. . . KENISI ! “

Ryuga menggunakan salah satu mantranya untuk memindahkan pedang milik Tazuya yang tersimpan didalam tas gitarnya. Mantra itu berhasil, Tazuya yang takjub melihat mantranya langsung mengambil pedang tersebut. Perisai sihir tersebut mulai retak, disaat No.2 bersiap untuk memecahkan perisai tersebut, Ryuga menggunakan mantra peledak yang ia aktifkan dari perisai. Disaat mata pedang No.2 mendekati perisai itu, perisai tersebut langsung mengeluarkan cahaya merah muda dan meledak

“ Haaaaaaaaaaaah ! “

“ EKRIXI ! “

( TRAK! SRIIIIINNNG! )

“ APA ?! “

( BUUUUUUUUUMMM)

No.2 berhasil menghindar dari ledakan tersebut, walau sebenarnya ledakan itu sama sekali tidak membahayakan dirinya. Tazuya dan Ryuga keluar dari kepulan asap ledakan. No.2 yang melihatnya menjadi senang karena akhirnya kedua remaja tersebut mau menghadapinya

“ Naaaah. . .gitu dong. Akhirnya keluar juga kalian ! “

“ Ayo, Hideyuki ! Jika memang benar kerjasama antar Spezialist dan Fighter adalah kunci untuk mengalahkan makhluk ini, mari kita lakukan ! “ Kata Ryuga

“ Ya ! Ayo ! Kita lakukan ! “

*****

Tazuya dan Ryuga berlari kearah robot tersebut. No.2 mengeluarkan berbagai macam meriam dari punggungnya dan menembakannya kearah mereka. Tazuya yang melihat ini langsung kaget. Disaat ia bersiap menggunakan “perisai” miliknya, Ryuga dengan cepat langsung menggunakan mantra perisainya yang lain untuk melindungi mereka berdua

“ Oh ! Aku suka keberanian kalian ! “ Puji No.2

“ Astaga “

( Ziiiiiiiiiiinngg ! Zyuuuuuunng ! )

“ Pedio Dinamis ! “

( BUUM! BUUM! BUUM!)

“ Ini berbeda dari yang tadi ! “ Kata Tazuya dengan takjub melihat banyak serangan dihancurkan oleh perisai tersebut

“ Ya ! Sekarang fokus ! “

“ Oke ! “

Tazuya melompat kearah No.2. Disaat No.2 menembakan banyak pisau dari tangan kirinya, Tazuya menggunakan psikokesisnya untuk memutar balik semua pisau tersebut. Walau tahu mustahil untuk menyerang No.2 dari jarak dekat, Tazuya berusaha menyerangnya dengan pedang miliknya sedangkan Ryuga melapisi kedua tanganya dengan energi merah mudanya untuk menghajar robot tersebut

“ Haaaaaaaaaah “

( Syat! Syat! Syat! Syat!)

No.2 dengan cepat menghindari semua serangannya Tazuya. Walau cepat, Tazuya mampu mengikuti kecepatannya dengan tepat. No.2 berusaha untuk menendang kedua remaja tersebut. Beruntungnya, mereka berdua berhasil menghindari dengan melompati kakinya dan Tazuya menggunakan psikokinesis untuk mendorong robot tersebut dengan kuat keluar dari gang tersebut

“ Hyah ! “

( Syaaat )

“ Heh ! Terima ini ! “

( Duagh !)

“ Anak-anak sialan ! “

Tazuya berusaha menancapkan pedangnya ke dada robot tersebut. No.2 yang melihat kedatangannya langsung menendang tepat diperut Tazuya, dan membuat ia terdorong ke Ryuga

“ Haaaaaaaaaaah ! “

( Duagh !)

“ Uagh ! “

“ HIDEYU-“

( BRUK !)

“ Akh ! Uhuk !Uhuk ! “

“ Hei, Hideyuki ! Jangan sembarangan menyerang kalau kau tahu tingkat kekuatannya seperti apa ! “ Tegur Ryuga

“ Kelemahannya. . .ada. . .didada itu ! “ Kata Tazuya yang menahan sakit diperutnya sambil kejang-kejang

“ Hideyuki ?! Celaka ! Kenapa disaat seperti ini kamu harus-“

“ Hyaaaaaah “

“ HAH ! “

( BRAK )

“ Akh ! “

“ Ayo ! Hideyuki ! “

Ryuga melemparkan tombak yang ia bentuk dari energi merah mudanya tersebut dan berhasil menancap dikepala No.2. Ryuga yang melihat Tazuya masih kejang-kejang langsung menggendongnya dan melarikan diri dari robot tersebut. Ryuga berhenti disebuah halte yang tidak jauh dari asrama putri. Ia membaringkan Tazuya yang masih kejang. Melihat hal itu, Ryuga meraba disaku baju dan celana Tazuya untuk mencari apakah Tazuya membawa obat epilepsinya

“ Hideyuki ?! Huuuf. . . Syukurlah. . . kita sudah jauh darinya. Baiklah. . . apa kamu membawa obatmu ? Hmm. . . ah. . . ketemu “

“ Baiklah ! Ini obatmu. . . kamu bisa meminumnya kan. Biar aku bantu !”

Ryuga membantu Tazuya untuk meminum obat epilepsinya dihalte. Sementara itu, No.2 berusaha keras untuk mencabut tombak tersebut yang masih menancap di kepalanya. Saat berhasil membebaskan diri, Swift Polly menghubunginya dan meminta untuk cepat mencari keberadaan Tazuya dan Ryuga. Terlebih, kini kondisi Tazuya tiba-tiba mendadak turun karena kejang-kejang yang ia alami.

“ Ah ! Fyuh ! Barang sialan ! “ Gerutu No.2 sambil melemparkan tombak tersebut

( Biip ! Biip ! Biip ! Biip ! )

“ No.2 ! Dimana kau ?! “ Tanya Swift Polly

“ Maaf ! Kurasa aku kembali kehilangan jejak mereka ! “

“ Hmph ! Cepat kau cari anak-anak itu ! Terlebih saat aku lihat dari si bocah berambut hitam itu, itu adalah kesempatanmu untuk mengalahkannya ! Cepat ! Bertindak segera ! “ Perintah Swift Polly dengan nada tegas

“ Baik, Kapten ! “

Di halte, Ryuga memutuskan untuk menghubungi Inuya untuk menolong Tazuya. Tetapi, sebelum ia berniat untuk melakukannya, Ryuga merasakan kehadiran No.2 yang begitu cepat. Benar saja, saat No.2 melihat mereka dihalte, ia langsung menghunuskan pedangnya, dan menebas halte tersebut. Ryuga yang panik langsung membawa Tazuya dan menghindar dari serangan tersebut

“ Perasaan ini. . .Jangan-jangan ! “

“ Ketemu kalian ! “

“ Sialan ! “

( SYAT! BLAAAR! )

Ryuga berusaha bangun, dan merasakan bahwa kondisi Tazuya belum stabil. Disaat No.2 ingin menyerang mereka, serangannya berhasil dihentikan oleh Inuya dengan meninju tepat diwajahnya. Terlihat, ia tidak datang seorang diri, melainkan bersama dengan Ataru dan juga Rigel

“ Hide. . . yuki . . .  “

“ Bangun ! Aku sudah muak main kejar-kejaran dengan kalian ! “

“ Kkhh. . . “

“ HYAAAAAAAAAAH “

“ Ah-“

(  BUAGH ! )

“ UAGH !”

“ Yeoouuugggghhh. . . tangankuuuuuu “ Rintih Inuya pasca meninju robot tersebut

“ Ini. . . Namidashi ! Apa itu kau ?! “ Tanya Ryuga saat ia merasakan sensasinya Inuya berada didepannya

“ Apa kau tidak bisa li- oh. . . maaf. . .ya. . .Ini aku ! Tenang, aku juga tidak sendirian disini “ Kata Inuya sambil teringat akan kebutaannya Ryuga

“ Apa kamu anak dari Hugo Mangetsu ?! “ Tanya Rigel sambil mendekati Ryuga

“ Umm. . . yeah “ Jawab Ryuga dengan ekspresi murungnya

Saat Rigel mengecek kondisi Tazuya, ia memutuskan untuk membawanya kerumah dan mempercayakan Inuya dan Ataru untuk mengalahkan No.2 serta menyuruh Ryuga untuk lari dari tempat itu. Ryuga, yang pada awalnya ragu untuk membantu Fighter dalam mengalahkan penjahat, kini merubah pikirannya. Ia memutuskan untuk membantu Inuya dan Ataru untuk mengalahkan B.R.O No.2

“ Tuan Rigel. Sepertinya epilepsinya Tazuya kembali kambuh saat ditengah pertarungan “ Kata Inuya

“ Begitu. Ini bisa gawat kalau tidak ditangani dengan cepat ! Aku akan membawa Tazuya kerumahku ! Kalian berdua

tolong hadapi robot itu ! Lalu. . .nak Mangetsu. . .larilah dari sini ! Karena aku tidak ingin mendapat masalah dari ayahmu saat ia tahu jika aku- “

“ Tidak ! Aku akan bertarung ! Ini bukan masalah besar ! “ Kata Ryuga

“ Kau yakin, Ryuga ? “ Tanya Ataru

“ Kalau hanya membantu seorang teman, beliau tidak akan memarahiku. Lagipula, ini bukan pertama kalinya aku

“melanggar” perkataannya demi bersama mereka. Jadi ini bukan masalah yang serius ! “ Kata Ryuga

No.2 kemudian langsung bangkit pasca ditinju Inuya dengan kuat. Ia terlihat sangat kesal denga apa yang dilakukan Inuya kepadanya dan menantang mereka semua untuk bertarung menghadapinya

“ Begitu ya ?! Hahahaha. . . baiklaaaah. . .aku senang akan semangatmu, bocah Fighter. Walau demikian. . .aku sudah muak karena kalian tidak memberikanku pertarungan yang menyenangkan ! “ Kata No.2 dengan nada amarahnya

“ Cih ! Inuya . . . aku percayakan kamu dan teman-temanmu untuk menanganinya ! Jaga diri kalian ! “ Kata Rigel sambil melarikan Tazuya dan memasukannya kedalam mobil miliknya

“ Ya, Tuan Rigel ! “

No.2 melihat Rigel meninggalkan mereka dan berusaha untuk mengejarnya. Namun usahanya berhasil dicegat oleh Ataru yang berusaha untuk menembaki dadanya. Melihat hal ini, No.2 langsung melemparkan spirit pistolnya Ataru menjauh darinya, dan kemudian ia diserang oleh Ryuga dengan mantra penebasnya

“ Prisman itu ! “ Geram si robot tersebut

“ Mau kemana kau ?! “ Tanya Ataru sambil mencegatnya

“ Awas kau ! “

( DUAGH !)

“ Apokovo ! “

( ZYAT! ZYAT! ZYAT!)

“ Ugh! Sini kau ! Bocah Spezialist ! “Kata No.2 sambil mengeluarkan pedangnya

“Ayo maju ! “ Tantang Ryuga

Ryuga dan No.2 menghadapi satu sama lain. Walau memiliki kebutaan, Ryuga bisa melihat gerak-gerik sekitarnya dengan menggunakan kemampuan khusus yang bernama “Dowsing”.Kemampuan ini sebenarnya adalah kemampuan pelacak. Namun, seseorang dengan kebutaan tetapi memiliki kemampuan spiritual yang tinggi, “Dowsing” mereka akan selalu aktif untuk membantu mereka “melihat”. Apapun objek dan seseorang yang ia lihat, semuanya berbentuk “garis” sesuai dengan warna aura mereka. Dengan kata lain, walau Ryuga bisa melihat orang disekitarnya, ia tidak bisa melihat wajah seseorang. Ryuga sendiri juga tidak bisa membaca dan menulis, dan masih mengandalkan braille atau teknologi pendukung lainnya.

“ Terima ini. . .hyah. . .hyah .. . haaaah ! “

( ZYAT! ZYAT! ZYAT!)

“ Boleh juga kau! Hyaaaaaaaaaaaah! “

(ZYAT!)

“ Uagh ! “ Rintih Ryuga yang terlempar karena tebasan pedang No.2

(BLAR!)

“ Sialan kau ! “ Geram No.2 saat Ataru berhasil menembakan lengannya yang menjadi pedang sampai lepas dari tubuhnya

“ Inuya-kun ! “

“ Hyaaaaaaaaahhhh ! “

( DUAGH !)

“ Uagh ! “

( BRAK !)

“ Ouuugggghhh Tangankuuuu. . . Oi, Ataru ! Ini benar-benar tidak adil jika hanya aku terus-terusan meninju barang rongsokan ini ! Kenapa tidak kau tembak saja dia di dadanya ! Jangan main-main sama musuh terus. . .nanti bisa celaka!“ Gerutu Inuya sambil merintih kesakitan di tangannya

“ Kelihatannya rintihanmu juga hanya bersifat sementara. Karena notabenenya kamu memang suka gelut sama seperti Tazuya-kun, jadi yaaa. . .nikmati saja~”

“ Nih orang ! “

“ Hei ! Berhentilah beragrumen yang tidak penting !Tolong bantu aku untuk berdiri ! “ Perintah Ryuga kepada mereka berdua

“ Iya iyaaa. . . bisa juga ya kamu jadi manja seperti itu “ Gerutu Inuya sambil membangunkan Ryuga yang berbaring dijalan

No.2 kemudian kembali bangkit, dan mengeluarkan 30 “Eyenion” dari tangan serta kakinya untuk menyerang mereka. Eyenion ialah sebuah robot kecil berbentuk bola mata, yang berguna sama seperti EVA-Q8 Buds-Drone yaitu mengeluarkan serangan laser yang cukup mematikan

“ Maju, Eyenion ! “

“ Uwooogh ! Makhluk apa ini ?! Uwaaa ! “ Tanya Inuya sambil panik saat diserang Eyenion dan Inuya berusaha untuk menembaknya dengan blasterate

“ Hah ! Hyah ! Ini. . . terlalu banyak ! Mereka tidak bisa mati kalau ditembak ! “ Kata Ryuga sambil berusaha menembak Eyenion dengan sihirnya

“ RYUGA ! HATI-HATI ! “

“ Tenang saja ! Prasidium ! “

Ryuga menciptakan kubah pelindung untuk melindungi mereka bertiga dari Eyenion. Tidak disangka, ternyata salah satu Eyenion mengubah bentuk mereka menjadi sebuah bor yang kemudian bisa memecahkan pelindung tersebut

“ Kalian pikir itu akan melindungi kalian ?! Eyenion ! “

( Wiiiiiiirrrrrrr Drrrrrrrrrrrttttt )

“ Uggh ! Aku. . . harus. . . “

( KRAK ! )

“ Astaga ! “

Saat pelindung tersebut berhasil dipecahkan, kesepuluh Eyenion mulai menyerang mereka bertiga. Sementara salah satu Eyenion yang masih dalam wujud bor-nya kemudian menyerang Ryuga yang kewalahan dari belakang. Yang membuat ia mengalami luka dibagian punggung atas kanannya dan membuat ia terjatuh

( ZYAT ! )

“ Ah ! “

“ Celaka . . .Ryu- Akh ! Inuya yang menyadari Ryuga terluka diserang oleh Eyenion

“ Inu- Uwagh ! “

Serangan yang dilakukan Eyenion menyebabkan Inuya dan Ataru panik, serta membuat mereka berdua ikut diserang oleh para Eyenion. No.2 yang melihat ini langsung menghentikan serangnya, dan mendekati mereka bertiga yang sudah mulai kelelahan

*****

Dirumah Rigel, terlihat Tazuya perlahan kembali mendapatkan kesadarannya walau nafasnya masih terasa berat. Disampingnya, ternyata ada Jubei yang mencemaskan kondisi Tazuya, bersama dengan Dullart yang sedang memerhatikan kondisi mereka berdua. Baik Tazuya dan Jubei bertanya apa yang terjadi dengan Inuya, Ryuga dan Ataru. Saat mereka berdua merasakan bahwa mereka betiga dalam masalah besar, Jubei berniat ingin membantu mereka seorang diri

“ Aku. . .dimana. . . aku. . . “

“ Tazuya ?! Anda sudah bangun ?! “ Tanya Dullart yang berada disampingnya

“ Tazuya ?! Astaga . . .  ada apa denganmu ?! “ Tanya Jubei dengan penuh

kecemasan saat melihat Tazuya kembali sadar

“ Nak Jubei. . . jangan terlalu tergesa-gesa seperti itu. Nanti epilepsinya Tazuya menjadi parah “ Peringat Rigel yang kembali datang keruang pengobatan

“ Tuan. . .Rigel. . .Ryuga. . . Mana. . .Ryuga. . . “

“ Yaaa. . . Inuya dan Ataru. . . dimana mereka ?! “

“ Mereka membantu Nak Ryuga. . . bertarung melawan robot itu “ Jelas Rigel

( Tazuya dan Jubei merasakan kontak spiritual Inuya, Ryuga dan Ataru)

“ Mereka ? “ Kata Tazuya yang panik

“ Aku. . . .harus menolong mereka ! “

Namun, disaat Jubei berniat keluar dari ruang perawatan, ia kemudian tersungkur. Karena Jubei belum sepenuhnya pulih dari cidera yang ia alami. Yang membuat Rigel mencegat Jubei dan memintanya untuk mempercayai mereka bertiga

“ Nak Jubei ?! “

“Ju. . bei ! “

“ Ah ! “

“ Nak Jubei. . . anda masih belum pulih dari cidera sebelumnya. Lebih baik anda tunggu disini karena menghadapi robot itu dalam keadaan seperti ini sangatlah berbahaya” Peringat Rigel sambil berusaha membangunkan Jubei

“ Tapi mereka. . . “

“ Percayalah dengan mereka. . . Jubei “

Mendengar hal itu, Jubei tidak punya pilihan lain selain mendengarkan perkataan Rigel demi keselamatannya. Sementara itu, Dullart terlihat sedang menangani Tazuya yang nafasnya semakin berat setelah merasakan ketiga teman-temannya dalam bahaya

“ Tenang. . . Tazuya . . . jangan terlalu dipikirkan. Jika anda mempercayai kekuatan mereka, aku yakin mereka bisa menangani B.R.O dengan mudah “ Kata Dullart sambil mengelus kepalanya Tazuya

Sementara itu, No.2 melihat Inuya, Ryuga dan Ataru yang sudah terkapar karena serangan dari Eyenion. Robot tersebut memerintahkan semua Eyenion untuk menyerang ketiga remaja itu. Ia pergi mendekati mereka sambil menyambungkan kembali lengan yang ditembak oleh Ataru, dan bersiap untuk menebas salah satu dari mereka

“ Berhenti ! Eyenion ! “

“ Uhh. . . “

“ Kalian memang hebat ! Aku akui itu ! Tapi sayangnya. . .aku sudah bosan untuk main-main dengan kalian. Yaaaa. . .walau kalian sudah memberikan yang terbaik, tapi aku tidak menyukainya “ Jelas No.2

“ Hoo. . .begitu ya ?! “ Ejek Inuya

“ Baiklah ! Sekarang. . . siapa dulu yang akan kutebas ? “

No.2 melirik kearah mereka bertiga. Karena merasa bahwa urusannya dengan Ryuga belum selesai, ia memutuskan untuk menebasnya terlebih dahulu. Namun, disaat pedang tersebut hampir mengenainya, Ryuga kemudian terbangun dan langsung menghentikan pedang tersebut dengan tangan kosong.

( SYAT! GREB!)

“ Apa ?! “

“ Uuuukkhh ! “ Ryuga kembali bangkit sambil menahan rintihan dan luka ditangannya yang menahan pedang No.2

“ Dasar keras kepala ! “

“ Siapa yang keras kepala ?! HAH ! “

Ryuga kemudian mendorong No.2 dengan kekuatan sihirnya menjauh dari mereka bertiga.Sebelum menghadapinya, Ia kemudian teringat akan perkataan pelayan rumahnya yang bercerita tentang kakak laki-lakinya yang bernama Yamato Mangetsu. Sang anak sulung yang dikenal sebagai anak yang sempurna dan sangat disayangi oleh semua orang. Sambil membandingkan dirinya yang punya kebutaan, Ryuga berpikir bahwa

ia tidak sesempurna kakaknya dan bertekat untuk menjadi seperti dirinya agar bisa mendapat kebebasan, pengalaman dan teman baru

(Flashback On)

“ Oh, Tuan Muda. Bagaimana dengan kelasmu hari ini ? “ Sapa Nona Miyuki Takahashi, sang kepala pelayan

rumah dan juga pelayan senior mereka

“ Umm. . . baik. Tak kusangka guruku memberikanku banyak tugas yang menyebalkan “ Gerutu Ryuga yang saat itu berusia 10 tahun

“ Mendengar keluhan anda mengingatkan aku kepada Tuan Muda Yamato “

“ Kakak ? “

“ Ya. Sama seperti dirimu, Tuan Hugo tidak mengizinkan ia bersekolah di sekolah biasa selama SD karena ia takut Tuan Muda akan dibully oleh anak-anak lain. Dan selama Home Schooling, ia terkadang mengeluh banyaknya tugas dari guru dan bertanya apakah anak-anak di sekolah lain mendapatkan tugas yang sama dengannya “ Jelas Miyuki

“ Aaaah, Ayah ! Ternyata beliau tidak pernah berubah ya “ Gerutu Ryuga

Mendengar hal itu, Miyuki hanya bisa tersenyum saat mendengar keluhannya Ryuga. Nyonya Miyuki kemudian bercerita seperti apa Yamato saat ia seusianya. Mendengar hal itu, Ryuga menjadi agak bersemangat untuk mendengarkannya

“  Kamu mau tahu seperti apa Tuan Muda Yamato saat ia seusiamu ?” Tanya Nyonya Miyuki

“ Ya ! Aku selalu penasaran seperti apa Kak Yamato. Ceritakan kepadaku, Nyonya Miyuki ! “

“ Hmm. . . kalau dilihat bagaimana cara Tuan Hugo menjadi ayah untuk kalian sebenarnya sama saja. Beliau memang orang yang overprotektif. Yaaa. . . walau ia terkadang mengeluh sambil membandingkan dirinya dengan anak-anak lain, kakakmu selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk semua orang “ Jelas Miyuki

“ Oh ya. . . apa kakak dulu punya yang namanya teman bermain ? “

“ Ia baru memiliki teman saat ia masuk SMP. Walau tidak seberapa, tapi teman-temannya memang sangat menyukainya. Itu karena Tuan Muda Yamato sangat baik dengan yang lain, dan juga suka membantu serta berusaha menjadi berguna untuk orang disekitarnya “ Jelas Miyuki

Mendengar hal itu, Ryuga hanya bisa tertunduk lesu. Karena ia pikir bahwa ia tidak akan bisa menjadi sempurna seperti Yamato. Miyuki kemudian mengambil sesuatu dilaci meja belajar. Ternyata sebuah kacamata milik Yamato. Ia kemudian memberikan ini kepada Ryuga, dan memakainya jika ia siap untuk menjadi lebih percaya diri seperti kakaknya

“ Apa itu, Nyonya Miyuki ?! “

“ Ini kacamata Tuan Muda Yamato. Kurasa aku akan memberikannya ini kepadamu, Tuan Muda “

“ Ah ? Untuk apa ?! “ Tanya Ryuga dengan kebingungan

“ Aku memberikan ini dengan harap Tuan Muda bisa menjadi percaya diri seperti kakakmu. Jika anda siap menjadi

seperti dirinya, pakailah ini “ Kata Miyuki sambil memberikan kacamata milik Yamato kepada Ryuga

Ryuga kemudian meraba kearah kacamata tersebut dengan ekspresi datarnya. Saat Ryuga berusia 8 tahun, ia kemudian memakai kacamata tersebut. Hugo yang menyadari bahwa itu adalah kacamata milik putra pertamanya, ia kemudian bertanya kenapa ia memakainya

“ Ryuga, bagaimana dengan hari- Ah ?! “

“ Umm. . .ya. . . Ayah ? “

“ Apa itu. . . kacamatanya Yamato ? Darimana kamu mendapatkannya ? Dan kenapa kamu memakainya ? “ Tanya Hugo

“ Tidak ada salahnya ‘kan jika aku jadi seperti dia, ayah ?”

Mendengar hal itu, Hugo langsung terdiam. Kemudian, ia berpesan kepada Ryuga untuk tidak terlalu memaksakan dirinya menjadi seperti Yamato karena itu membuatnya sangat tidak nyaman

“ Ya. Tidak ada.Tapi jangan menjadi terlalu mirip dengannya. .. itu membuatku sangat tidak nyaman “ Kata Hugo dengan nada seperti menahan kesedihannya

(Flashback Off)

“ Ayah, anda salah ! Aku sebenarnya tidak bisa sepenuhnya menjadi seperti Kak Yamato! Walau demikian, aku sangat menikmatinya. Karena itu, disaat teman-temanku menjadi Fighter. . . aku tidak ingin melepaskan ikatan persahabatan itu walau aku adalah Spezialist. Karena aku yakin . . . Jika ada salah satu teman Kak Yamato adalah seorang Fighter, ia pasti tidak akan pernah memusuhinya ! ” Kata Ryuga dalam hati sambil berjalan dan memperhatikan No.2

No.2 memperhatikan Ryuga, dan geram saat Ryuga ternyata masih belum menyerah juga. Ia kemudian memerintahkan semua Eyenion untuk menembak kearahnya. Ataru yang melihat hal itu langsung menyerang Eyenion dengan kekuatan listriknya dan membuat Eyenion tersebut

“ Eyenion ! Tembak dia ! “

“ Hyaaaaahh ! “

( Zzzzzzzzttttt! Zzzzzzzttttt! )

“ Sialan kali-“

(BLAR! BLAR! BLAR!)

Inuya juga ikut membantu dengan menembakan Blasterate kearah No.2 secara bertubi-tubi. Yang membuat pandagan robot tersebut menjadi terganggu. Inuya kemudian meminta Ryuga untuk segera menyerangnya sekarang juga

“ RYUGA ! SEKARANG ! “

“ Haaaaaaaaaaaaaaaaahh. . .HYAH ! “

( JRAS)

“ AGH ! “ Rintih No.2 saat Ryuga menusuknya tepat didadanya dengan pisau sihirnya yang diciptakan dari energi merah muda

“ Ryuga ! Hati-hati ! Dia segera meledakkan dirinya sendiri ! “ Peringat Inuya

“ Tidak masalah ! “

Ryuga menciptakan pelindung disekitar No.2, dan menerbangnya diatas. Disaat Ryuga menerbangkan robot tersebut dengan sihirnya, No.2 kemudian mengaktifkan mode peledak diri dan akhirnya hancur berkeping-keping diudara. Ledakannya cukup kuat, yang membuat Ryuga terpental karena tidak bisa menahan diri

( BLAAAAAARRRRRR)

“ Ugh ! Ah ! “

“ Dapat ! “ Ataru berhasil menangkap Ryuga sebelum ia terpental jauh karena ledakan tersebut

Inuya mendekati mereka berdua dan melihat kearah ledakan tersebut. Ia merasa bahwa ini adalah ledakan yang sangat kuat dibandingkan dengan ketiga B.R.O lainnya. Sambil memperhatikan Ryuga yang tersenyum bangga karena ia berhasil mengalahkan No.2, Inuya merasa lega karena ia tahu bahwa Ryuga tidak akan pernah memutuskan persahabatan mereka walau ia adalah seorang Spezialist

“ Syukurlah, Ryuga. Aku yakin. . .kamu memang bisa menghindari takdirmu untuk menjadi musuh kami dengan caramu ! “ Kata Inuya dalam hati sambil tersenyum hangat

*****

Terpopuler

Comments

@Princes halu"

@Princes halu"

next,,, dan tetap semangat kakak

2021-12-13

1

Duwi Hariani

Duwi Hariani

#PenaAutoon 😉💪

2021-12-13

2

Desshio08

Desshio08

next kak

2021-05-10

2

lihat semua
Episodes
1 Prologue : Memasuki 2100
2 Hari Pertama
3 Pertarungan
4 Sebuah Kabar Besar
5 Pendekatan
6 Pembalasan Atraco
7 Adaptasi I : Permainan Dimulai
8 Adaptasi II : Selidik
9 Masalah Besar
10 Hentikan Mereka
11 Seperti Waktu Itu
12 Menemukan Sesuatu Yang Sulit Dipercaya
13 Sabotase
14 Serang Mereka I : EPSILON
15 Serang Mereka II : DELTA
16 Serang Mereka III : GAMMA
17 Peran Kita
18 Apa Yang Terjadi Di Dermaga Shinjitsu ?
19 Pelatihan I : Guru vs Murid
20 Pelatihan II : Semangat
21 Bersekongkol Dengan Para Manusia
22 V-FIGHTER
23 Fighter Possession I : Bangkit
24 Fighter Possession II : Tantangan
25 Hasil
26 Sisi Lain
27 Atraco vs Theta
28 Suatu Saat Mereka Akan Tahu
29 Manusia Sialan Yang Kutemui
30 Operasi Pencarian Dilanjutkan
31 Invasi Thetoid I : Superbia-07
32 Invasi Thetoid II : Gagalkan Rencana Mereka !
33 Invasi Thetoid III : Tumbukan
34 Invasi Thetoid IV : Astraser
35 Harapan Baru
36 Malam Setelah Penyerangan
37 Petaka
38 Tak Terduga
39 Jangan Bercanda !
40 Hukuman
41 Keingintahuan
42 Latihan Dilanjutkan
43 Mencari Batasan dan Potensi
44 Our Real Enemy
45 When People Can’t Accept Something
46 Mereka Datang !
47 Keluarga
48 Descendant Of The Untouchable Huntress
49 Kita Tidak Sama !
50 A Light from Inner Spirit
51 (VISUAL Part 1) Main Character
52 (Kepo Session) Part.1
53 51. Kelemahan
54 52. Operasi Pencarian di Festival
55 53. Masalah Ganda I
56 54. Masalah Ganda II
57 55. Masalah Ganda III
58 56. Not Worth To Kill
59 57. Bond Between Sister I
60 58. Bond Between Sister II
61 59. Ajakan dari Karin
62 60. True Feeling
63 61. Can’t Have Same Feeling With You
64 62. Salah Perhitungan I
65 63. Salah Perhitungan II
66 64. Salah Perhitungan III
67 65. Salah Perhitungan IV
68 66. Kecerobohan
69 66. Kecerobohan
70 67. Aksi Bodohmu
71 68. Overthinking
72 69. Cara Lain I
73 70. Cara Lain II
74 71. Gedung markas MIRA
75 72. Cara Damai Akhirnya Gagal
76 73. V-FIGHTER vs Elite Soldier I
77 74. V-FIGHTER vs Elite Soldier II
78 75. V-FIGHTER vs Elite Soldier III
79 76. Ku Hargai Keputusanmu
80 77. Wondering
81 78. Something You Hide
82 79. No Right To Know
83 80.Si Penakut Di Posisi Orang Hebat I
84 81.Si Penakut Di Posisi Orang Hebat II
85 82. Friendly Fight
86 83. Something Impossible Can Be Possible
87 84. Unbelievable
88 85.Mencoba Menikmati Yang Kita Benci
89 86. Hide and Seek
90 87. Playtime is OVER !
91 88. Tepat Waktu
92 89. From This, Im Decide to... I
93 90. From This, Im Decide to... II
94 91. Senja itu
95 92. Pandangmu
96 93. Menciptakan Suatu Sejarah I
97 94. Menciptakan Suatu Sejarah II
98 95. Hadapi atau Hindari I
99 96. Hadapi atau Hindari II
100 97. Hadapi atau Hindari III
101 98. Daddy Long Legs
102 99. Nekad I
103 100. Nekad II
104 (VISUAL Part 2) Karakter Thetoid
105 101. Visitors of Dormitory I
106 102. Visitors of Dormitory II
107 103. Hasil Perundingan
108 104. Golden Week (Sehari Sebelum Misi) I
109 105. Golden Week (Sehari Sebelum Misi) II
110 106. MISSION START
111 107. Be Careful
112 108. FOILED
113 109. AKIBAT TERLALU NEKAT I
114 110. AKIBAT TERLALU NEKAT II
115 111. AKIBAT TERLALU NEKAT III
116 112. AKIBAT TERLALU NEKAT IV
117 113. MEREKA SUDAH SADAR !
118 114. Belum Terlambat
119 115. Kembalilah Dalam Keadaan Selamat
120 116.(RE) ENTER
121 117. WELCOME BACK !
122 118. Pertimbangkan dan Putuskanlah
123 119. How Silly !
124 120. TREMBLE I
125 121. TREMBLE II
126 122. Hesitate Can Kill You
127 123. A Man With Bold Action I
128 124. A Man With Bold Action II
129 125. Jangan Lari ! Hadapi Aku !
130 126. Countdown To Second Invasion I
131 127. Countdown To Second Invasion II
132 128. Countdown To Second Invasion III
133 129. The Promise I
134 130. The Promise II
135 131. Ayo ! Kita Harus Menuntaskannya !
136 132. No Time To Waste (Just Do it !)
137 133. No Time To Waste (Or Let me kill you first)
138 134. No Time To Waste (Think About Quick Action now ! )
139 135. Sting And Swarm I
140 136. Sting And Swarm II
141 137. Sting And Swarm III
142 138. Sting And Swarm IV (Queen Bee)
143 139. Sting And Swarm V
144 140. I' am strong
145 141. (No) Honor Among Soldier I
146 142. (No) Honor Among Soldier II
147 143. Worthiness
148 144. Yes ! We Are Still Worthy
149 145. Fallen
150 146. Kesempatan Terakhir
151 147. Retake The Sword And Mantel
152 148. What A Tough Day
153 149. A Peaceful and Silent Night
154 150. [THE END] Keep Moving Toward The Bright Side
155 [EPILOGUE] And The World Know Us
156 [BIG NEWS]
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Prologue : Memasuki 2100
2
Hari Pertama
3
Pertarungan
4
Sebuah Kabar Besar
5
Pendekatan
6
Pembalasan Atraco
7
Adaptasi I : Permainan Dimulai
8
Adaptasi II : Selidik
9
Masalah Besar
10
Hentikan Mereka
11
Seperti Waktu Itu
12
Menemukan Sesuatu Yang Sulit Dipercaya
13
Sabotase
14
Serang Mereka I : EPSILON
15
Serang Mereka II : DELTA
16
Serang Mereka III : GAMMA
17
Peran Kita
18
Apa Yang Terjadi Di Dermaga Shinjitsu ?
19
Pelatihan I : Guru vs Murid
20
Pelatihan II : Semangat
21
Bersekongkol Dengan Para Manusia
22
V-FIGHTER
23
Fighter Possession I : Bangkit
24
Fighter Possession II : Tantangan
25
Hasil
26
Sisi Lain
27
Atraco vs Theta
28
Suatu Saat Mereka Akan Tahu
29
Manusia Sialan Yang Kutemui
30
Operasi Pencarian Dilanjutkan
31
Invasi Thetoid I : Superbia-07
32
Invasi Thetoid II : Gagalkan Rencana Mereka !
33
Invasi Thetoid III : Tumbukan
34
Invasi Thetoid IV : Astraser
35
Harapan Baru
36
Malam Setelah Penyerangan
37
Petaka
38
Tak Terduga
39
Jangan Bercanda !
40
Hukuman
41
Keingintahuan
42
Latihan Dilanjutkan
43
Mencari Batasan dan Potensi
44
Our Real Enemy
45
When People Can’t Accept Something
46
Mereka Datang !
47
Keluarga
48
Descendant Of The Untouchable Huntress
49
Kita Tidak Sama !
50
A Light from Inner Spirit
51
(VISUAL Part 1) Main Character
52
(Kepo Session) Part.1
53
51. Kelemahan
54
52. Operasi Pencarian di Festival
55
53. Masalah Ganda I
56
54. Masalah Ganda II
57
55. Masalah Ganda III
58
56. Not Worth To Kill
59
57. Bond Between Sister I
60
58. Bond Between Sister II
61
59. Ajakan dari Karin
62
60. True Feeling
63
61. Can’t Have Same Feeling With You
64
62. Salah Perhitungan I
65
63. Salah Perhitungan II
66
64. Salah Perhitungan III
67
65. Salah Perhitungan IV
68
66. Kecerobohan
69
66. Kecerobohan
70
67. Aksi Bodohmu
71
68. Overthinking
72
69. Cara Lain I
73
70. Cara Lain II
74
71. Gedung markas MIRA
75
72. Cara Damai Akhirnya Gagal
76
73. V-FIGHTER vs Elite Soldier I
77
74. V-FIGHTER vs Elite Soldier II
78
75. V-FIGHTER vs Elite Soldier III
79
76. Ku Hargai Keputusanmu
80
77. Wondering
81
78. Something You Hide
82
79. No Right To Know
83
80.Si Penakut Di Posisi Orang Hebat I
84
81.Si Penakut Di Posisi Orang Hebat II
85
82. Friendly Fight
86
83. Something Impossible Can Be Possible
87
84. Unbelievable
88
85.Mencoba Menikmati Yang Kita Benci
89
86. Hide and Seek
90
87. Playtime is OVER !
91
88. Tepat Waktu
92
89. From This, Im Decide to... I
93
90. From This, Im Decide to... II
94
91. Senja itu
95
92. Pandangmu
96
93. Menciptakan Suatu Sejarah I
97
94. Menciptakan Suatu Sejarah II
98
95. Hadapi atau Hindari I
99
96. Hadapi atau Hindari II
100
97. Hadapi atau Hindari III
101
98. Daddy Long Legs
102
99. Nekad I
103
100. Nekad II
104
(VISUAL Part 2) Karakter Thetoid
105
101. Visitors of Dormitory I
106
102. Visitors of Dormitory II
107
103. Hasil Perundingan
108
104. Golden Week (Sehari Sebelum Misi) I
109
105. Golden Week (Sehari Sebelum Misi) II
110
106. MISSION START
111
107. Be Careful
112
108. FOILED
113
109. AKIBAT TERLALU NEKAT I
114
110. AKIBAT TERLALU NEKAT II
115
111. AKIBAT TERLALU NEKAT III
116
112. AKIBAT TERLALU NEKAT IV
117
113. MEREKA SUDAH SADAR !
118
114. Belum Terlambat
119
115. Kembalilah Dalam Keadaan Selamat
120
116.(RE) ENTER
121
117. WELCOME BACK !
122
118. Pertimbangkan dan Putuskanlah
123
119. How Silly !
124
120. TREMBLE I
125
121. TREMBLE II
126
122. Hesitate Can Kill You
127
123. A Man With Bold Action I
128
124. A Man With Bold Action II
129
125. Jangan Lari ! Hadapi Aku !
130
126. Countdown To Second Invasion I
131
127. Countdown To Second Invasion II
132
128. Countdown To Second Invasion III
133
129. The Promise I
134
130. The Promise II
135
131. Ayo ! Kita Harus Menuntaskannya !
136
132. No Time To Waste (Just Do it !)
137
133. No Time To Waste (Or Let me kill you first)
138
134. No Time To Waste (Think About Quick Action now ! )
139
135. Sting And Swarm I
140
136. Sting And Swarm II
141
137. Sting And Swarm III
142
138. Sting And Swarm IV (Queen Bee)
143
139. Sting And Swarm V
144
140. I' am strong
145
141. (No) Honor Among Soldier I
146
142. (No) Honor Among Soldier II
147
143. Worthiness
148
144. Yes ! We Are Still Worthy
149
145. Fallen
150
146. Kesempatan Terakhir
151
147. Retake The Sword And Mantel
152
148. What A Tough Day
153
149. A Peaceful and Silent Night
154
150. [THE END] Keep Moving Toward The Bright Side
155
[EPILOGUE] And The World Know Us
156
[BIG NEWS]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!