Tazuya dan Inuya sampai dihalte bus dimana mereka mengerjar bus yang akan pergi ke sebuah terminal
yang berada daerah bernama Kijishi. Dikarenakan letak kuil tersebut satu arah dengan jalan yang dilewati bus tersebut, Tazuya dan Inuya memutuskan untuk mencari Rigel dan Dullart dengan menggunakan bus tersebut.
“ Permisi, pak. Tolong bawakan kami ke kuil ini “ Kata Inuya sambil menunjukan smartphonenya dengan sopir bus tersebut
“ Hmmm. . . 110 Yen ! “
“ Ini ! “ Kata Tazuya dan Inuya secara bersamaan sambil mengeluarkan uang mereka
“ Baik ! Silahkan duduk ! “
“ Semoga saja masih sempat ! “ Bisik Tazuya kepada Inuya
Swift Polly dan Oxtoroo telah sampai tempat titik koordinasi yang ditunjukan. Sama seperti Rigel, mereka memakirkan mobil mereka didekat kuil tersebut. Disana, mereka melihat banyak orang yang sedang mengevakuasi diri mereka dari serangan para robot tersebut.
“ Ramai sekali disini. Bagaimana kita bisa kesana tanpa sepengetahuan mereka, Polly-chan ? “ Tanya Oxtoroo sambil melihat situasi di kuil tersebut
“ Hmmm. . . lewat sini ! “ Kata Swift Polly sambil menarik tangannya Oxtoroo dan pergi ke sebuah jalan setapak yang merupakan akses alternatif untuk pergi ke tempat pesawat tersebut
Disaat mereka bergegas pergi menuju pesawat tersebut, terlihat diantara orang-orang tersebut terdapat Chuckles dan si wanita misterius komplotan Atraco yang sedang mencari info tentang keberadaan pesawat tersebut atas suruhan dari Ramone Grace.
“ Chuckles ! Lihat ! “ Kata Wanita tersebut
“ Orang itu kelihatannya sangat mencurigakan. . . kalau dilihat dari penampilan mereka, bisa kukatakan kalau untuk manusia dibumi. . . mereka itu sangat aneh “Jelas Chuckles
“Jangan-jangan. . . jika itu benar-benar benda tersebut adalah sebuah pesawat. . . apakah mereka itu pemilik dari pesawat tersebut ? “ Pikir si wanita tersebut
“ Err. . .uumm. . .bisa jadi sih. . .iya. . . habisnya kenapa mereka kelihatan terburu-buru begitu, hehehe “ Kata Chuckles sambil terkekeh kepadanya
“ Kalau memang begitu, kita ikut saja mereka ! “
“ Apa ?! Tunggu. . .Zi ! “ Kata Chuckles sambil menyusulnya dan menyebutkan nama wanita tersebut
Zi dan Chuckles berusaha mengikuti Swift Polly dan Oxtoroo secara diam-diam. Terlihat Swift Polly dan Oxtoroo berhenti sejenak dan melihat kearah tablet untuk mengetahui perkembangan dari situasi di pesawat tersebut dan mencari tahu keberadaan ketiga robot tersebut
“ Oke ! Oxto. . . analisa ! “ Perintah Swift Polly
“ Para robot masih bertarung dengan si Prisman itu dan Tuan Muda. Untuk pesawatnya. . . tidak ada yang mendekatinya selain mereka berdua “ Jelas Oxtoroo sambil melihat kearah tabletnya
“ Bagaimana dengan kondisi para robot tersebut ? “
“ Hmm. . . Melee-Function memiliki kerusakan 45% dan kepalanya terpisah dari tubuhnya ! Untuk sisanya. . . mereka hanya memiliki kerusakan kecil. Jadi bagaimana Polly-chan ? Apa yang harus kita laku- “
“ ADA PENGUNTIT ! “ Swift Polly tiba-tiba merasakan kedatangan Zi dan Chuckles yang membuat ia panik dan menembak kearah mereka dengan senjata lasernya
“ Uh oh ! Hati-hati ! “ Zi mendorong Chuckles untuk menghindari serangan laser tersebut
(ZIIINNNG! BLAAAR)
Suara ledakan yang dihasilkan senjata laser tersebut cukup kuat yang membuat suara ledakan dan getarannya bisa terdengar oleh kerumunan yang ada disekitar kuil tersebut dan tempat pertarungannya Rigel, Dullart beserta ketiga robot tersebut
“ Suara apa itu “ Kata salah satu turis yang ada dikuil tersebut
“ Ledakan ?! Apa Rigel kembali diser- UWAH ! “ Dullart bertanya-tanya yang kemudian ia diserang oleh Eva-Q8 oleh drone-budsnya
(BLAAR)
“ Sempat juga kau bisa menghindar ! Aku sudah muak dengan permainanmu, Tuan Muda ! “ Gerutu Eva-Q8
“ Kh ! Sudah kuduga ! Mereka pasti datang ! “ Kata Rigel yang dalam keadaan terpojok oleh Mag-Ni5
“ Jadi kau tahu bahwa Kapten Teknisi Swift Polly dan juga Penasehat Kaisar Oxtoroo sedang menuju kemari. Huh. . . hebat juga kau bisa menebaknya, Prisman Beta ! “ Puji Mag-Ni5 dengan nada datarnya
“ Begitu ya ! Kupikir kalian yang sudah diupgrade seperti ini tidak perlu bantuan siapa-siapa ! “ Ejek Rigel
“ Ooh “ Jawab Mag-Ni5 dengan singkat sambil menatapnya dengan dingin
Mag-Ni5 mencabut pedangnya yang ia tancap disamping kepalanya Rigel. Ia mengatakan kepadanya bahwa ia tidak ingin cepat-cepat membunuhnya karena dia adalah seorang Prisman beta dan ia masih ingin memuaskan kesenangannya di pertarungan mereka berdua.
“ Rasanya sayang sekali jika aku cepat-cepat ingin menghabisimu. Tapi mari kita perpanjang waktu bertarung kita
sebelum mereka berdua datang kemari. Tapi yang pertama. . . aku penasaran apakah kau bisa bertarung walau salah satu tangan atau kakimu harus dikorbankan ! “ Kata Mag-Ni5 dengan nada ancamannya
“ Jadi kau penasaran, ya ? Heh ! Kalian para robot bisa kepo juga ternyata ya ! Fifth Step ! Ice tree ! “
“ CELA- “
(KRAK! BUUUUUM)
Rigel menancapkan bagian kepala Anthemusa ketanah. Tanah disekitar mereka mulai terbelah dan muncul pilar es bercabang dari tanah tersebut. Pilar es bercabang tersebut muncul tidak hanya satu, tapi belasan. Mag-Ni5 yang kaget langsung menghindarinya, Rigel yang melihatnya langsung membesarkan salah satu cabang pilar es tersebut untuk menusuk Mag-Ni5.
“ Alternate ! Ice Tree : Branch ! “
“ APA ! “
( ZRAASS )
“ AKH ! “
Tubuh Mag-Ni5 terkena cabang es tersebut, yang membuat tubuhnya tercabik-cabik dan melepaskan tangan kanannya
“ Fyuh ! Selesai sudah ! “ Kata Rigel sambil menghembuskan nafas kecilnya
“ Mereka berdua kelihatannya belum sampai. Ya! Masih ada waktu untuk pergi kepesawat itu “ Kata Rigel dalam hati sambil pergi ketempat pesawat TSP-03 berada
“ Selesai. . . katamu ! “
Mag-Ni5 yang masih tertusuk diatas cabang pilar es tersebut kemudian menggerakan tangan kirinya. Tiba-tiba, tangan kanan yang terletak ditanah kembali bergerak, kembali mengaktifkan pedang panasnya dan dengan cepatnya melesat kearah Rigel tanpa sepengetahuannya. Yang membuat ia tertusuk dibagian dada bawah kirinya dan akhirnya terjatuh
(JRAS )
“ Celaka ! “
Sementara itu, Zi dan Chuckles masih dalam posisi tiarap diantara sebuah semak-semak. Swift Polly tahu bahwa mereka masih ada disana, dan kemudian mendekati kearah semak tersebut.
“ Siapa kau ?! “ Tanya Swift Polly dengan nada tegas
“ Keluar ! Tunjukan dirimu ! “ Ancamnya
“ Zi. . . sepertinya dia mulai mendekati kita ! Bagaimana ini ?! “ Bisik Chuckles dengan nada ketakutan
“ Orang ini. . . kalau dihadapi dengan biofuse-link. . . aku masih tetap tidak yakin kita bisa menghadapi mereka “ Jelasnya
“ Jadi bagaimanaaaa~ Kalau begini terus kita bisa mati ! “
“ Polly-chan. . . siapa mereka ? Pihak militer ? Prisman lain ? El-Fighter ? “ Tanya Oxtoroo
“ Kedua manusia pengecut ! “ Jawabnya
“ Hei kalian ! Masih mau bersembunyi disana ! Jika kalian disini tidak ingin mencari mati, tunjukan diri kalian ! Ceritakan apa tujuan kalian ! Dan akan kubiarkan kalian lari dalam waktu 1 menit !
Mendengar hal itu, Zi dan Chuckles menunjukan diri mereka sambil angkat tangan, dengan ekspresi pasrah. Swift Polly masih dalam posisi menodongkan pistol laser kearah mereka, dan meminta mereka untuk menjelaskan tujuan mereka.
“ Katakan apa mau kalian kemari ?! “ Swift Polly kembali bertanya dengan nada yang tegas dan agak tinggi
“ Ehehehee. . . jangan marah-marah seperti itu dong, nyonya maniiis~ Kami hanya turis yang tersesat “ Kata Chuckles dengan nada ketakutannya
“ Hmmm “
“ Err. . .ya. . .itu benar. . .kami sebenarnya bukanlah orang asli daerah ini. . . karena itu. . . kami pikir kalian adalah pemandu khusus dikuil ini “ Jelas Zi
Oxtoroo akhirnya mendekati mereka bertiga saat Swift Polly kembali melontarkan pertanyaan kepada mereka berdua. Saat mendekati Zi dan Chuckles, Oxtoroo tidak sengaja melihat sesuatu yang mencurigakan dibalik kantong dan celananya Zi dan Chuckles. Oxtoroo mengaktifkan penglihatan khususnya. Saat ia kembali melihat kearah Zi dan Chuckles, ia bisa melihat bahwa mereka telah membawa pistol dan biofuse-link. Oxtoroo kemudian meletakan tangannya dipundak Swift Polly, memberikan tentang apa yang dilihatnya. Melihat hal tersebut, mata Swift Polly melebar dan menyadari bahwa Zi dan Chuckles adalah ancamannya
“ Polly-chan ! “ Panggil Oxtoroo sambil meletakan tangannya kepundak Swift Polly
“ Begitu ! Ternyata dugaanku salah ! “ Kata Swift Polly dengan nada datar
Mendengar hal itu, Zi dan Chuckles panik. Mereka berdua sama-sama mengeluarkan pistol mereka untuk menghadapi mereka. Swift Polly yang melihat hal itu, langsung meninju mereka dengan mudah, dan membuat mereka tersungkur. Zi melihat kucing liar dan laba-laba didekat mereka, dan memberi aba-aba kepada Chuckles untuk menggunakan biofuse-link.
“ CHUCKLES ! “
“ Okeeee ! “
( DUAGH )
“ Ooooh . . .Tidak “ Kata Chuckles dengan kepanikan saat melihat Oxtoroo dan Swift Polly menendang biofuse-link mereka
(KRAK)
“ Bagaimana ?! Masih berani ? “ Ancam Oxtoroo sambil menginjak Biofuse-link mereka
“ Cih ! “
Zi melemparkan sebuah gantungan kunci berbentuk dadu kecil dari saku celananya dan melemparkannya kearah Swift Polly dan Oxtoroo. Saat dilempar, dadu tersebut mengeluarkan sinar yang menyilaukan penglihatan mereka. Dalam kesempatan ini, Zi menarik tangan Chuckles untuk lari dari mereka.
( ZIIIIIIIIIIIINNNGGGGG )
“ Ekh ! “
“ Apa ?! “
“ Chuckles ! Ayo ! “
“ Bagaimana dengan misi kita ?! “ Tanya Chuckles
“ Nanti saja ! Kedua orang ini bukanlah tandingan kita ! Nanti biar aku jelaskan kepada Hassan dan juga Bos ! “ Jelas Zi sambil menarik tangan Chukles dan berlari menghindari mereka secepat mungkin
*****
Dadu kecil yang ditinggalkan Zi akhirnya meredup. Swift Polly dan Oxtoroo kembali membukakan mata mereka dan
menemukan bahwa Zi dan Chuckles telah melarikan diri dari mereka. Mengetahui bahwa tidak mungkin untuk mengejar mereka ditengah menjalankan misi, Swift Polly memutuskan untuk tidak mengejar mereka dan melanjutkan misi mereka serta mencari keberadaan ketiga robot tersebut.
“ Mereka pergi ?! “ Oxtoroo bertanya kepada Swift Polly sambil melihat situasi disekitar mereka
“ Ya. Tapi biarkan saja ! Ambil senjata mereka, dan kita lanjut misinya ! “
Sebelum pergi, Oxtoroo melihat dadu kecil tersebut yang terletak dibawah kakinya, dan mengambilnya bersama dengan pistol tersebut. Swift Polly kembali membukakan tabletnya dan mengecek keberadaan ketiga robot tersebut.
“ Eva-Q8 masih dalam keadaan baik. Mag-Ni5 mengalami 60% kerusakan sedangkan Melee-Function . . . yaaa seperti itulah “ Jelas Swift Polly
“ Kelihatannya Melee-Function masih berpisah dengan kepalanya ya. Tak kusangka sang Prisman Beta tersebut bisa mengalahkan Mag-Ni5 dengan mudah “ Kata Oxtoroo
“ Oh ya. . . bagaimana dengan pesawatnya, Polly-chan ?” Oxtoroo langsung bertanya kepada Swift Polly
“ Sebentar. . . kalau dilihat. . . sepertinya tidak ada orang disekitar sana ! “ Jawab Swift Polly sambil memperhatikan situasi disekitar pesawat tersebut
“ Jadi apa yang harus kita lakukan ?
Cari mereka atau pesawatnya ? “
“ Sudah pasti pesawatnya ! Untuk para robot, kita bisa membawa mereka sekaligus jika pesawatnya masih bisa berfungsi dan lari dari sini ! Ayo, Oxto! Kita harus cepat ! “
“ Err. . .oke ! Ayo ! “
Sementara itu, Tazuya dan Inuya sudah sampai dihalte yang terletak tidak begitu jauh dari kuil tersebut. Tidak lama, mereka melihat Zi dan Chuckles turun dari jalan setapak dan masuk ke mobil mereka. Tazuya dan Inuya langsung mengenali mereka, dan Tazuya berniat mengejar mengerjar mereka. Namun, Inuya menghentikannya, dan mengatakan kepada Tazuya untuk berfokus mencari Rigel dan Dullart.
“ Tunggu ! Mau kemana ?! “ Inuya langsung menghentikan Tazuya
“ Orang itu ! Kenapa mereka ada disini ?! “ Tazuya bertanya kepada Inuya sambil melihat mobil yang dikendarai Chuckles dan Zi meninggalkan tempat
“ Sudah lupakan saja ! Mending kita cari Tuan Rigel dan Dullart-san ! Mereka berdua bukanlah musuh yang dihadapi beliau ! “
“ Umm. . . Oke, Inuya ! “
“ Kalau dilihat, mereka kelihatannya melewati jalan setapak ini. Hmm. . .karena kamu bisa menggunakan kontak
spiritualmu, cobalah pakai sekali lagi untuk mencari keberadaan Tuan Rigel “ Inuya memberi saran kepada Tazuya
“ Baik. Akan kucoba ! “
Tazuya menutup matanya, dan mencoba untuk menggunakan kontak spiritualnya untuk melacak keberadaan Rigel. Ia kemudian berhasil melihat Rigel yang sedang mencabut pedang lengan kirinya Mag-Ni5 dan berlari menhindarinya. Rigel dalam keadaan kelelahan dan mengalami luka sedang berusaha untuk pergi ketempat pesawat tesebut.
“ Ketemu ! Mungkin ada benarnya juga perkataanmu, Inuya. Sepertinya kedua orang itu kelihatannya pergi lewat jalan setapak ini “ Kata Tazuya
“ Begitu kah, bagus ! “
“ Kita harus cepat, Inuya ! Kelihatannya Tuan Rigel sedang dalam kondisi yang tidak bagus ! Kita harus cepat menemuinya ! “ Lanjut Tazuya yang langsung menarik tangan Inuya dan bergegas untuk menemui Rigel
Tazuya dan Inuya bergegas pergi ketempatnya Rigel. Dalam perjalanan, Inuya bisa melihat situasi didekat kuil dimana masih banyak orang disana mengevakuasi diri bahkan ada beberapa diantara mereka kembali kerumah mereka masing-masing. Saat dalam setengah perjalanan, Tazuya tiba-tiba tersandung sesuatu yang cukup besar dihadapannya, yang membuat ia terjatuh.
( DUGH )
“ KYA OUGH ! “
“ Oi Tazuya ! Kamu ga apa-apa ‘kan ? “
“ Adududududuuuuhh hidungku !
“ Hei ! Sini sini. . . duduk dulu. Dasar ! Kamu memangnya kena apaan sih sampai jatuh seheboh gitu ?! “ Inuya bertanya sambil membantu Tazuya untuk bangkit
“ OI OI KALAU JALAN PAKAI MATA DONG ! DASAR ANAK NAKAL ! “
Tazuya dan Inuya tiba-tiba mendengar suara didekat mereka. Tazuya bertanya-yanya darimana asal suara tersebut. Dan ia pikir bahwa itu suara berasal dari hantu penunggu hutan tersebut.
“ Errr. . .Inuyaaaa. . . Tadi itu siapa yang teriak ke kita ?! “ Tanya Tazuya dengan nada kebingungan
“ Entahlah ! Suaranya begitu kuat ! Tapi darimana~ ?! “
“ Atau jangan-jangaaaan. . . hutan ini ada hantunya ‘kah “
“ Hus ! Mana ada hantu disini ! Please deh. . . jangan bilang hal yang aneh-aneh ! “
“ Apa kamu takut hantu, Inuya ?! “ Tanya Tazuya dengan nada sarkastis
“ Enak saja ! Aku tidak percaya ada hantu karena aku tidak pernah bertemu dengan mereka ! “
“ KALAU KALIAN BELUM BERTEMU YANG NAMANYA HANTU, SINI LIHAT AKU ! AKU ADA DIBELAKANG KALIAN “
Suara itu kembali terdengar. Tazuya dan Inuya mengikuti asal suara tersebut. Saat mereka mencari asal suara tersebut disekitar arah jalan setapak, kaki Tazuya tiba-tiba terhenti oleh sesuatu yang cukup besar. Yang ternyata itu adalah kepalanya Melee-Function.
“ Aku yakin tadi asalnya dari sini ! “ Kata Tazuya sambil mengusap kepalanya
“ Kalau suara itu bisa merespon perkataan kita. . . kenapa kau tidak panggil saja dia ?! “
“ Hmmm. . . Ouh ! A. . .Apa ini ? “ Tazuya bertanya saat ia merasakan sesuatu dikakinya
“ Apa ? “
“ Eeeeehh. . . Ini. . . “
“ Hei ! “ Sapa Melee-Function dengan senyuman lebarnya
“ Ha ! Kepala ! Ha ! Dia bisa bicara ! Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. . . bunuh dia ! Bunuh dia ! Bunuh dia ! Bunuh dia ! “ Tazuya yang panik langsung mengambil batu dan memukul kepala Melee-Function berkali-kali
“ Hei ! Hei ! Apa-apaan ka- Ough ! Ough ! Ough ! Ough ! “
“ Hyaaaaaaaaaaaaaaahhh “ Inuya membantu Tazuya dengan menendang kepala Melee-Function dengan kuat dan cukup jauh dari tubuh aslinya
(DUAGH)
“ CELAKA KALIAN ANAK-ANAK KAMPREEEEEEET ! “ Teriak Melee-Function
Suara keributan mereka bertiga tidak sengaja terdengar oleh Dullart yang sedang bersembunyi menghindari Eva-Q8. Dullart langsung mengetahui bahwa itu adalah suara dari Tazuya dan Inuya. Karena merasa tidak ada celah untuk mendekati Rigel, ia berpikir apakah ia harus mendekati mereka berdua untuk memberitahu keberadaan Rigel dan menghadapi Eva-Q8.
“ Melee-Function ! Kenapa lagi dia ?! “ Eva-Q8 bertanya-tanya saat mendengar teriakan Tazuya, Inuya dan Melee-Function
“ Melee. . .sisanya. . . Ya. . . ini Tazuya dan temannya yang bernama Inuya ! Mereka disini ! “ Kata Dullart dalam hati
“ Rasanya tidak mungkin aku bisa mencari Rigel-san. . . apa aku harus menemui mereka berdua saja ya ?! Lagipula. . . mereka juga berstatus calon penerus resminya Rigel-san. Dan mereka . . . jauh lebih jago daripada aku ! “ Pikir Dullart
“ Kelihatannya. . . Melee-Function tidak sendirian ! Siapa mereka ?! “ Eva-Q8 yang penasaran kemudian pergi ketempat asal suara tersebut dan menghiraukan Dullart
Dullart yang melihat hal ini kaget, dan kemudian mulai gelisah saat tahu bahwa Eva-Q8 mulai mencari keberadaan Tazuya dan Inuya. Ia berpikir untuk mencari cara agar robot berwarna pink tersebut tidak mencari keberadaan mereka. Dullart memutuskan untuk kembali menghadapi Eva-Q8 seorang diri.
“ Oke ! Eva. . . ayo hadapai aku ! “ Kata Dullart sambil menyiapkan batu yang ada disampingnya untuk dilemparkan kearah Eva-Q8
( DUAGH )
“ TUAN MUDA ! “
( BLAAARR)
Eva-Q8 menyadari kedatangan Dullart dan langsung menembak kearahnya dengan Buds-drone miliknya. Dullart menghindarinya dengan cepat, dan kemudian ia mengeluarkan sebuah tombak listrik dari jaketnya, langsung menyerang Eva-Q8 dengan tombak tersebut
“ Hyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “
“ UGH ! “
Eva-Q8 berusaha melindungi dirinya dengan kedua lengannya. Ia mengeluarkan tangan ketiganya dari punggungnya untuk menghentikan Dullart. Melihat hal itu, Dullart dengan sekuat tenaga untuk menancapkan tombak listrik tersebut. Eva-Q8 mulai kehilangan konsentrasi, yang membuat sistem AISDIS-nya terganggu dan mengalami kesulitan untuk mengontrol Buds-Drone
“ Enyahlah ! “ Bentak Eva-Q8 sambil menendang Dullart
( DUAGH )
“ Ugh ! Hyaaaaaaaaaaaaaaahhhhh ! “
“ CELA- “
Dullart mendorong tubuh Eva-Q8, yang membuat mereka berdua terguling dan mendarat tepat berada didepan Tazuya dan Inuya yang bergegas menuju ketempat Rigel pasca menendang jauh kepala Melee-Function
( BRUGH )
“ Uwo ! Itu ! “
“ Dullart-san! “
“ Tazuya. . . Inuya ! Cepat ! Susul Rigel-san ! Dia kemungkinan dalam masalah serius ! “ Pesan Dullart yang masih menahan tubuh Eva-Q8 ketanah
“ Bagaimana dengan anda ?! “ Inuya bertanya
“ Aku bisa menanganinya ! Sekerang cepat cari Ri- “
( DUAGH )
“ Uogh ! “ Wajah Dullart ditinju oleh Eva-Q8
“ Anak-anak ini. . . apakah dia salah satu teman dari Prisman Beta itu ?! “ Eva-Q8 bertanya dengan nada tegas sambil bersiap untuk menembak mereka dengan Buds-Drone
“ HYAH ! “ Dullart kembali bangkit dan langsung menahan Eva-Q8 dari belakang
“ CEPAT ! CARI RIGEL ! DAN BAWA INI“ Perintah Dullart dengan nada tegas sambil meleparkan tombak listrik cadanganya kearah Tazuya
“ Ba . . . Baiklah ! “ Kata Tazuya dan Inuya secara serentak sambil mengambil tombak tersebut
Mendengar perkataan Dullart, Tazuya dan Inuya langsung bergegas untuk pergi ketempat Rigel. Sementara itu, Rigel akhirnya sampai ketempat pesawat TSP-03 tersebut. Ia melihat tidak ada lagi orang yang menjaga disana. Rigel menutup matanya, dan akhirnya mengumpulkan tenaganya untuk berlari kearah pesawat tersebut
“ Bagus ! Tidak ada siapa-siapa . . . oke. . .saatnya ! “
Rigel berlari kearah pesawat tersebut. Tiba-tiba, ia merasakan serangan laser yang menembak kearahnya, yang membuat dengan cepat ia menghindari serang tersebut yang membuat serangan laser tersebut mengenai pohon besar yang ada didepannya
“ CELAKA ! “
( ZIIIIINNNG ! BLAAAARR ! )
“ Woah ! Aku tidak menyangka kau masih bisa menghindarinya, wahai Prisman Beta ! Aku benar-benar takjub akan indera keenammu ! “ Puji Swift Polly
“ Kalian . . . akhirnya sampai juga kemari ! “ Kata Rigel sambil menatap mereka dengan dingin kearah mereka Swift Polly dan Oxtoroo
*****
Swift Polly dan Oxtoroo maju dihadapan Rigel. Swift Polly bisa melihat bahwa Rigel sudah mengalami cidera yang diakibatkan oleh pertarungannya dengan Mag-Ni5. Mengetahui bahwa priotitas mereka ialah mengambil ahli pesawat tersebut dan tahu bahwa Rigel bukanlah tandingannya, ia menyuruh Oxtoroo untuk menghadapinya, sedangkan dia akan mengaktifkan sistem yang ada dipeeawat tersebut.
“ Aku juga sedikit takjub dengan kalian yang bisa ketempat ini tanpa sepengetahuan orang lain ! “ Rigel membalas pujian Swift Polly
“ Yaaa. . .setidaknya ada dua orang manusia yang kepo dengan kami “ Gerutu Oxtoroo
“ Dua manusia ? “
“ Baiklah. Sudah cukup basa-basinya ! Yang jelas. . . kami disini disuruh untuk mengambil pesawat itu ! “ Jelas Swift Polly
“ Hoooh. . .jadi. . . Dullart sudah tidak lagi penting bagi kalian ?! “ Rigel kembali bertanya kepada mereka berdua
“ Bukan urusanmu untuk mengetahui misi kami ! Oxtoroo ! “
Oxtoroo mengeluarkan tombak listriknya dari saku bajunya. Tombak listrik milik Oxtoroo berbeda dengan yang dimiliki oleh Dullart, memiliki mata pisau yang lancip dan bisa menghasilnya uap panas dari mata pisau tersebut
“ Heeeeeeeeeyaaaaaaaaaaah “
“ ANTHEMUSA “
( TRAAAANG )
“ Khhhhhh ! “
“ Egggghhh. . . Hyah ! “ Rigel berhasil menghindari serangan dari tombak listrik tersebut
“ Woah ! Keren ! Jadi seperti ini sensasi bertarung melawan Prisman Beta tipe es ? Kau memang sangat tangguh, Prisman-san ! “ Puji Oxtroo
Rigel melihat kearah Swift Polly yang melesat cepat pergi kearah pesawat tersebut sambil mematikan sistem kamuflasenya. Rigel berusaha untuk mencegatnya, namun Oxtoroo dengan cepat berhasil menghentikannya dan menembakan laser dari mata pisau tombak miliknya
“ Oopsie ! Tidak semudah itu, Prisman-san ! “
“ Khhhh “
“ Terima ini ! “ Oxtoroo mengarahkan mata pisau tombaknya kearah Rigel
( BLAAAR !) ( BLAAAR !) (BLAAAR!)
“ Fifth Step ! Ice- !
( DUAGH )
“ Ugh ! “
“ Hyaaaaaaaaahhhh “
( TRANG )
Rigel menahan tombak listrik tersebut dengan Anthemusa. Ia kemudian melihat Swift Polly telah memasuki pesawat tersebut. Oxtoroo sadar bahwa Rigel tidak mampu menahannya dengan lama. Oxtoroo berusaha untuk menendang Rigel, tetapi Rigel berhasil menyadari langkahnya, langsung melompat dan kemudian mendarat tepat dibelakang Oxtoroo
“ Oh Oh “
Rigel dengan cepat menendang tombak listrik tersebut, dan langsung menahan leher Oxtoroo dari belakang dengan Anthemusanya. Oxtoroo mengeluarkan pistol curian milik Zi dan Chuckles dari sakunya, dan menodongkannya tepat diwajahnya Rigel
“ Tidak ! “
(DOORR)
Rigel berhasil menghindari tembakan dari Oxtoroo. Disaat Oxtoroo ingin kembali menembaknya, Tazuya dan Inuya akhirnya sampai ketempat mereka. Melihat Oxtoroo berniat untuk menembaknya, Tazuya langsung mengaktifkan tombak listrik tersebut dan melemparkannya kearah Oxtoroo
“ Tuan Rigel “
“ Dia. . . .HYAH ! “
(ZASSSHH)
“ Uwaaaaa “
Oxtoroo langsung tidak sadarkan diri saat terkena sengatan listrik dari tombak tersebut. Swift Polly yang memperhatikan dari layar monitor hanya bisa mengeluh dan melanjutkan tugasnya untuk mengecek sistem pesawat tersebut
“ Dasar lemah ! “ Gerutu Swift Polly
Swift Polly mengecek status pesawat tersebut, kemudian mengaktifkan sistem kemudi untuk melarikannya. Saat sistem kemudi pesawat mulai aktif dan membutuhkan waktu 2 menit untuk memulihkan sementara sistem pesawat yang mengalami kerusakan, ia memberikan sinyal kepada ketiga robot tersebut untuk bersiap-siap karena pesawatnya akan segera aktif dan meninggalkan tempat. Di luar pesawat, Tazuya dan Inuya menghampiri Rigel. Saat bertanya tentang kondisinya, Rigel menyuruh Tazuya dan Inuya untuk pergi kedalam pesawat untuk menghentikan Swift Polly yang ada didalam pesawat tersebut
“ Tuan Rigel! Anda baik-naik saja ?! “ Tazuya bertanya
“ Ya. Tidak masalah ! Sebenarnya ada dua orang yang berusaha mengejarku, dan satunya lagi ada didalam pesawat itu. Cepat ! Hentikan mereka sebelum pesawatnya mulai- “
Tiba-tiba, pesawat tersebut mulai bergetar, pertanda pesawatnya akan segera pergi. Oxtoroo tiba-tiba bangun dan berusaha untuk berlari ke pesawat tersebut. Saat Inuya berusaha mengejarnya, Oxtoroo melemparkan tombak listrik tersebut dan mengenai Inuya. Yang membuat ia terjatuh dan langsung berlari pergi kearah pesawat itu
“ Jangan lari ! “
“ HAH “
(ZASSSH)
“ Akh ! “
Swift Polly mengaktifkan sistem teleportasi untuk memindahkan ketiga robot tersebut. Eva-Q8 merasakan sinyal tersebut, dan berusaha untuk membuat Dullart ikut perindah bersamanya.
(Biiip) (Biiip) (Biip)
“ Sudah saatnya ! Ikut aku, Tuan Muda ! “ Eva-Q8 mengeluarkan tangan ketiga untuk melilit tubuh Dullart, dan menariknya dengan paksa
“ Ayo ! Kita pulang ! “ Ancam Eva-Q8
“ Kau yakin ! “
Dullart mengaktifkan tombak listrik tersebut, dan meningkatkan suhu panas dari pisau laser tersebut untuk menghancurkan lengan ketiga milik Eva-Q8. Ia terkejut saat ia melakukan ini, dan berniat untuk mengeluarkan lengan keempatnya untuk menghentikan Dullart. Namun, Dullart berhasil membebaskan dirinya, dan menebas
lengan keempat tersebut serta melemparkan tombak tersebut tepat kearah matanya Eva-Q8. Yang membuat sistem AISDIS-nya mati dan men- nonaktifkan buds-drone tersebut
(JRASS)
“ AGGH ! “
“ Sampai jumpa ! “ Ejek Dullart sambil lari meninggalkannya
“ Kkkkhhh ! Awas kau ! “ Ancam Eva-Q8 sebelum dipindahkan ke pesawat TSP-03
Mag-Ni5 yang masih tertancap oleh cabang pilar es tersebut juga merasakan sinyal teleportasinya dan langsung berpindah ke dalam pesawat. Begitu juga dengan Melee-Function. Saat menyadari sinyal teleportasinya menyalah, ia hanya bisa menggerutu karena Swift Polly dianggap terlalu lama untuk membantu mereka
“ Hah ! Dasar ! Kenapa disaat seperti ini harus ada bala bantuan ?! Kenapa tidak dari tadi siiiih ! “ Gerutu kepala Melee-Function
Melihat pesawat tersebut mulai pergi meninggalkan mereka, Inuya yang teringat akan Psikokinesis milik Tazuya memintanya untuk menggunakan kekuatannya untuk menghentikan pesawat tersebut. Namun, Tazuya tidak yakin ia bisa melakukannya karena ia tidak pernah menggunakan Psikokinesis ke benda yang jauh lebih besar dari ukurannya.
“ Pesawatnya ?! Bagaimana ini, Tuan Rigel ?! “ Tanya Tazuya
“ Oh ya ! Tazuya ! Gunakan Psikokinesismu untuk menghentikan pesawat itu !” Kata Inuya
“ Apa ?! Yang benar saja ! Aku tidak pernah menggunakan kekuatanku untuk menghentikan benda itu karena itu terlalu besar untukku ! “
“ Coba saja ! Dullart-san pasti ada disana ! Jika kita tidak menghentikannya, kita bisa kehilangan beliau ! “ Perintah Inuya
“ Aku tidak pernah menggunakannya untuk menghentikan benda sebesar itu !”
“ Tazuya. . . tolong dicoba ! “ Kata Rigel yang membuat argumen kedua remaja itu akhirnya berhenti
Tazuya menatap pesawat tersebut dengan raut wajah kecemasannya. Ia menutup matanya, dan berusaha mengaktifkan Psikokinesisnya kearah pesawat tersebut. Dari dalam pesawat, Swift Polly merasakan ada yang aneh dari pesawat mereka. Seperti serasa ditarik paksa oleh medan magnet yang sangat kuat.
“ A. . .apa-apaan ini ?! “ Tanya Oxtoroo dengan nada kepanikan
“ Ugghh. . . Ini bukan kesalahan dari pesawat ! Sepertinya. . .ada sesuatu yang menarik pesawat ini ! Oxto ! Bantu aku ! “
“ OKE ! “
Oxtoroo mengambil kemudi dibagian co-pilot dan berusaha untuk menghentikan tarikan tersebut. Tazuya mulai mengalami kesulitan untuk menggunakan Psikokinesisnya dan pandangannya mulai kabur karena ia mulai kelelahan. Inuya yang melihat hal itu langsung menahan tubuhnya Tazuya, dan memintanya untuk bertahan karena usahanya hampir berhasil
“ Mmmmgghh “
“ Tazuya ! Sial ! Bertahan . . . kamu hampir berhasil ! “
“ Inuya. . . Aku. . . sudah tidak bisa. . . menahannya ! “
“ Sedikit lagi ! Bertahanlah ! “ Inuya memberi semangat sambil menahan tubuh kecilnya Tazuya
Swift Polly masih berusaha keras untuk melajukan pesawat tersebut. Kemudian, ia melihat bahwa efek dari Psikokinesisnya Tazuya akan berakibat fatal dan kemungkinan akan meledakan pesawat tersebut.
“ OXTOROO ! GUNAKAN LIGHT-SPEED ! “ Teriak Swift Polly dalam kepanikan
“ Kita tidak bisa menggunakannya dengan kekuatan penuh diplanet seperti ini !”
“ GUNAKAN 40% SAJA ! CEPAT ! “
“ Baik ! “
Oxtoroo mengaktifkan program light-speed pesawat tersebut dan berusaha membuat kapasitas dari light-speed tersebut menjadi 40%. Sinyal tanda bahaya mulai berbunyi dan dari layar, dan bisa melihat perintah untuk meninggalkan pesawat tersebut. Saat kapasitas light-speed telah mencapai 40%, Oxtoroo mengaktifkan kendali light-speed pesawat, lalu berikan titik koordinasi tempat pesawat tersebut akan mendarat. Dan akhirnya usaha mereka untuk terbebas dari Psikokinesisnya Tazuya pun berhasil.
“ HAH ! “
(ZZYUUUUUUUUUUNG)
“ AH ! “ Teriak Tazuya saat Psikokinesisnya dipaksa terputus dari pesawat tersebut
Pesawat tersebut tiba-tiba menghilang dari pandangan mereka dan Tazuya tiba-tiba kehilangan kesadarannya yang disebabkan oleh kelelahan karena terlalu memaksakan diri untuk menggunakan Psikokinesis. Rigel menghampiri kedua remaja tersebut untuk melihat kondisi dari Tazuya. Tidak lama, Dullart yang disangka mereka bertiga telah berada dipesawat tersebut, datang memanggil mereka. Melihat hal itu, Rigel akhirnya lega saat tahu ternyata Dullart tidak ikut bersama mereka
“ Tazuya. . . Tazuya. . . “
“ Anak-anak ! Kalian tidak apa-apa ?! “
“ Ya. . . aku tidak apa-apa. Tapi tidak bagi Tazuya. . . “ Jawab Inuya
“ Rigel-san ! “ Dullart memanggilnya dari jauh
“ Eh ?! Dullart-san ? “ Kata Inuya dengan nada terkejut saat mengetahui Dullart ternyata tidak ikut bersama pihak Swift Polly
“ D-Dullart ? Kau ? Hoo. . . syukurlah . . . tapi. . . bagaimana bisa kau bisa bebas dari mereka ? “ Rigel bertanya sambil menggendong Tazuya yang tidak sadarkan diri
“ Ya . . . aku berhasil membebaskan diriku dari Eva-Q8 yang berusaha menangkapku sebelum sinyal teleportasi mereka memindahkan mereka ke pesawat. Eva benar-benar robot yang tangguh dan penuh tekad yang bulat untuk bisa menangkapku “ Jelas Dullart
“ Ayo ! Kita kembali ke mobilku sebelum ada seseorang yang datang melihat ini” Ajak Rigel
Rigel, Dullart dan Inuya kembali kejalan setapak yang menuju kuil tersebut. Didalam mobil, Rigel memutuskan untuk membawa Tazuya dan Inuya kerumahnya untuk beristirahat dan memeriksa keadaan mereka berdua
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
𝕹𝖚𝖗𝖚𝖘𝖞𝖘𝖞𝖎𝖋𝖆
#Semangat
#bersambung
#nyicil
#PenaAutoon
🏃♀️🏃♀️🏃♀️🏃♀️🏃♀️🏃♀️🏃♀️
2021-12-20
0
mikakayy_
makin seru aja
#penaautoon
2021-12-15
0
Santai Dyah
aku geleng kepala bab nya panjang 2 kamu hebat thor visual nya juga keren..
#Pena Auton
2021-12-14
1