Dullart mengirimkan Blasterate dan Anthemusa kepada Rigel melalui Teleportation pods, dan bergegas menuju ke museum sebelum terlambat. Di daerah sekitar museum, terlihat beberapa pihak militer dan kepolisian sudah sampai ketempat kejadian perkara, mengevakuasi Pak Fujimoto beserta beberapa penggunjung yang ada disana, serta mengamankan tempat tersebut supaya tidak ada yang terlibat didalamnya. Rocco dan Chuckles berpura-pura menjadi menjadi salah satu pengunjung yang dievakuasi, serta Hassan yang menjadi monster kecoak memasuki lantai 2 museum, dimana dokumen kuno yang dimaksudkan disimpan didalam sebuah berangkas. Rigel sampai ketempat tujuan, dan ia melihat Chuckles dan Rocco ada diantara kerumunan orang yang dievakuasi. Mengetahui sangat mustahil untuk menyerang mereka yang bersembunyi diantara kerumunan orang yang dievakuasi, Rigel memutuskan untuk menghentikan Hassan terlebih dahulu.
“ Maaf Tuan. Anda tidak bisa melewati area ini ! “ Kata salah satu pihak kepolisian yang menjaga area tersebut
“ Sial. Kurasa jika aku melepaskan ini, anda pasti akan mengizinkan aku untuk kesana “ Gerutu Rigel sambil melepaskan kacamata hitamnya
“ Anda- “
“ Orang ini. . . Dia Delta El-Fighter ! “ Seru salah satu petugas yang bersemangat saat melihat Rigel
“ Baiklah tuan-tuan. Jika anda sudah tahu siapa aku . . . izinkan aku membantu kalian untuk mengalahkan makhluk tersebut “
“ Anda ? Seorang diri ? “ Petugas tersebut kembali menanyakannya
“ Ya “
“ Ayo semuanya, tunggu apalagi ! Serang ! “ Kata salah satu kapten kepolisian yang mengajak anak buahnya beserta beberapa prajurit militer Neo-Asia untuk membantu Rigel
“ Yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”
Rigel memasuki museum dan pergi ke lantai 2, sedangkan pihak militer dan kepolisian bersiap siaga menunggunya di lantai 1 dan di luar museum. Disaat Hassan mulai bergegas turun, Rigel menunggunya di tangga turun museum.
“ Masih belum kapok juga rupanya ! “ Katanya
Hassan, sambil membawa dokumen tersebut menyerang Rigel. Rigel menembakinya dengan Blasterate, dan Hassan melempar 2 prasasti besar yang ada di museum tersebut. Rigel berhasil menghindarinya, dan Hassan berusaha kabur melalui tangga turun. Di bawah, Hassan melihat beberapa polisi dan pihak militer bersiap siaga dengan persenjataan mereka
“ TEMBAK! “
Semua pihak militer dan kepolisian menembak kearah Hassan. Rigel berhasil menangkapnya saat ia lengah, menaiki keatas kepalanya, dan ia memperhatikan Biofuse-link yang ia gunakan serta berusaha untuk melepaskannya
“ Aku yakin. . . kau pasti yang kemarin !“
Hassan mengetahui Rigel berusaha mengambil Biofuse-linknya, menangkap lengannya dan melemparnya tepat disalah satu polisi yang berjaga-jaga. Setelah itu, Hassan kemudian menyerang mereka dan menghancurkan semua persenjataan yang mereka bawa.
“ JANGAN BIARKAN DIA LEPAS ! “ Kata sang kepala kepolisian
“ KECOAK SIALAAAAAN “ Teriak Rigel dengan penuh amarah sambil menyerangnya dengan Blasterate
Dullart memperhatikan berita siaran langsung di rumah Rigel, ia mulai mencemaskan Rigel berserta yang lain, dan ia ingin sekali keluar untuk membantunya. Mengetahui bahwa Swift Polly dan Oxtoroo masih berada di kota tersebut, ia menjadi ragu jika ia harus menolongnya atau tetap berada di base demi keselamatannya
“ Rigel-san.! Sialan. . . Bagaimana ini ?! Apa aku. . . harus ikut membantunya ! “ Katanya sambil tangannya gemetar saat ingin mengambil Blasterate yang ada di ruangan tesebut.
Saat ia memegang Blasterate, ia ingin pergi meninggalkan ruang pemantau untuk membantu Rigel. Tiba-tiba, ia masih Oxtoroo dan Swift Polly masih berada dikota tersebut. Yang membuat memutuskan untuk mengurung niatnya membantu Rigel demi keselamatannya.
“ Tidak. Mereka berdua masih disini. Jika itu terjadi, Swift Polly dan Oxtoroo sudah pasti akan mencariku. Apa aku. . . harus memberitahu Tazuya dan temannya soal ini ?! “ Katanya sambil memperhatikan monitor
Sementara itu, Bus sekolah yang membawa siswa 1-LA-A milik SMA Internasional Shinjitsu sedang berjalan menuju Stadion Olahraga Shinjitsu. Tiba-tiba, bus mereka dihentikan oleh petugas kepolisian yang sedang menjaga area disekitar museum yang tidak jauh dari stadion. Pak Victor meminta siswa lain untuk tidak turun ke bus jika tidak ada arahan darinya, dan ia bertanya kepada salah satu petugas disana tentang apa yang baru saja terjadi.
“ Aku akan bertanya kepada petugas itu. Kalian semua jangan kemana-mana atau turun tanpa arahan dariku “
“ Baik, Pak ! “
“ Ada apa ? Kok tiba-tiba berhenti ? “ Tanya Tazuya saat ia menyadari Bus mereka berhenti karena selama dalam Bus, karena saat itu ia sedang mendengarkan musik dengan headset sambil tertidur pulas
“ Entahlah. Sepertinya ada masalah dijalan menuju Stadion Olahraga “ Kata Inuya sambil memperhatikan Pak Victor berbicara dengan petugas keamanan tersebut
“ Kelihatannya ini bukan karena ada mobil yang mogok. Karena jalan tidak begitu macet “ Tazuya menambahkan sambil melihat kedua arah didalam Bus
Tiba-tiba, Monster Kecoak Hassan terlihat didepan mereka yang sontak membuat mereka panik. Tidak lama, Rigel
juga datang, dan menyuruh petugas keamanan untuk mengevakuasi orang disekitar ditempat yang aman agar tidak ada korban yang terluka
“ Ekh. . . Apa itu ?! “ Tanya Jubei dengan panik
“ Semuanya cepat keluar dan cari tempat persembunyian yang aman ! “ Perintah Pak Victor untuk menyuruh siswa lain untuk meninggalkan Bus
Rigel melihat kearah mereka dan ia juga melihat Tazuya dan Inuya ada bersama para siswa-siswi kelas 1-LA-A. Saat bertarung dan berusaha mengalihkan perhatian Hassan Ia tiba-tiba merasakan ada tiga anggota calon El Fighter diantara siswa siswi tersebut, yang membuat Rigel kembali lengah. Melihat Rigel mulai hilang konsentrasi saat bertarung, Hassan akhirnya mengambil kesempatan untuk menyerangnya, yamg membuat Rigel tersungkur.
“ CELA- “
Setelah menyerangnya, Hassan kemudian melihat kearah para siswa siswi 1-LA-A yang bergegas keluar dari bus.
Ia juga tidak sengaja melihat Tazuya dan Inuya yang berada disana, dan langsung ingat kejadian dimana ia berusaha menyerang mereka tempo hari yang lalu. Hassan kemudian berlari kearah petugas yang ada disana, yang membuat para petugas lari tunggang langgang menghindarinya, dan mengambil sepeda motor milik salah satu petugas untuk dilemparkan kearah Tazuya dan Inuya. Rigel yang berusaha bangkit, menjadi panik dan berlari kearah mereka berdua saat ia melihat Hassan mengambil kesempatan untuk menyerang Tazuya dan Inuya didepan siswa kelas 1-LA-A lainnya
“ AWAAAAASSSS ! “
Tazuya dan Inuya mendengarkan teriakannya dan melihat sepeda motor melayang tepat didepan mereka. Motor tersebut tiba-tiba meledak, yang membuat siswa lain dan Pak Victor yang melihat kejadian tersebut menjadi panik, mereka pikir Tazuya dan Inuya terkena serangan tersebut. Ternyata, Inuya dengan cepat berhasil menyelamatkan Tazuya dengan berhasil menghindar dari hempasan sepeda motor tersebut, dan bersembunyi dibalik gedung lain yang berseberangan dengan gedung tepat dimana siswa 1-LA-A dan Pak Victor dievakuasi. Rigel, mengetahui Tazuya dan Inuya berhasil menyelamatkan diri dari serangan Hassan, ia mengirim pesan telepati kepada mereka berdua untuk menjauh dari pertempuran.
“ Tazuya ! Inuyari ! Apa mereka-“
“Anda guru dari anak murid ini kan’ ? Jangan cemas. . . mereka selamat dari serangan ! “ Kata Rigel kepada Pak Victor
“Bagaimana aku tidak bisa cemas jika kejadian itu tepat didepan mataku, Tuan Fighter ?! “ Tanya Pak Victor
“ Mereka. . .diselamatkan. . . oleh temanku !“ Kata Rigel sambil melirik kearah toko yang ada diseberang mereka
“ Aduuuuhhh. . . kakiku . . . “ Kata Inuya merintih kesakitan
“ Inuya. . . Inuya. . .kamu tidak apa-apa ?”
“ Ya. . . kakiku hanya sedikit terkilir. Jangan cemas ! “
“ Tazuya. . . Inuya. . . cepat lari dari sini ! “ Rigel menghubungi mereka dengan kontak telepatinya
“Ta-tapi ?! “
“Jangan pakai tapi-tapian, Tazuya ! Selamatkan diri kalian! Aku bisa mengatasinya seorang diri ! “
Rigel melihat kearah Pak Victor dan Siswa 1-LA-A lainnya yang berusaha menghindari dari tempat tersebut. Saat
melihat kearah mereka, ia merasakan suatu sensasi keberadaan tiga calon El-Fighter diantara mereka.
“ Mungkin’kah. . . semua penerusku, adalah anak-anak sekolahan ini ? Tapi yang mana ? “ Tanyanya dalam hati sebelum kembali melanjutkan pertempuran melawan Hassan.
Sementara itu, Tazuya dan Inuya pergi kesuatu tempat untuk menyelematkan diri mereka sesuai apa yang diarahkan oleh Rigel. Tiba-tiba, Tazuya menghentikan jalannya, dan memutuskan untuk menolong Rigel di pertarungan. Inuya menahannya, dan menolak ajakan Tazuya karena mereka harus mengikuti apa yang dikatakan oleh Rigel.
“ Tunggu. Kita tidak boleh membiarkannya dalam bahaya! “
“ Apa ?! Lagian dia yang menyuruh kita untuk menghindar dari tempat itu ! Jadi turuti saja apa yang ia katakan ! Kita hanya bisa mempercayakanya saja ! Ayo kembali ketempat Pak Victor !“ Inuya berusaha menolak ajakan Tazuya
“ Aku tahu. Tapi. . . aku masih mencemaskannya. “
“ Pokoknya tidak ! Dia memperingatkan itu sebagai bukti bahwa dia itu peduli dengan kita ! Sekarang ayo pergi !“ Inuya berusaha membujuk Tazuya untuk tidak terlibat dalam pertarungan
“ Aku. . . hanya. . . “
Tazuya tiba-tiba lari dari Inuya dan melepaskan genggaman tangannya. Yang membuat Inuya dengan panik terpaksa menyusulnya.
“ TAZUYA ! TUNGGU ! TAZUYAAAAA ! “
Tazuya pergi ketempat dimana Rigel masih bertarung dengan Hassan di dekat Stadion Olahraga Shinjitsu. Disaat Tazuya memikirkan cara untuk menyembunyikan identitasnya sebagai calon El-Fighter, ia kemudian melihat kearah sebuah toko kostum yang terletak tidak jauh dari tempat ia bersembunyi. Tazuya berlari kearah pintu belakang toko tersebut, dan melihat bahwa pintu belakangnya tidak terkunci. Ia masuk ke pintu belakang toko tersebut, dan mencari kostum yang pas untuknya.
Tidak lama kemudian, Inuya sedang mencari-cari Tazuya dan memanggil namanya. Kemudian, ia melihat ada sosok orang bertubuh kecil dengan kostum kelinci berwarna pink berlari menuju kearah Stadion Olahraga Shinjitsu. Inuya dengan cepat menyadari bahwa orang berkostum kelinci itu adalah Tazuya.
“ Heh. Aku yakin pasti si cebol sialan itu! “ Ucap Inuya sambil memperhatikan arah kemana Tazuya akan pergi ke stadion tersebut
Di stadion, Hassan dan Rigel
melanjutkan pertarungan mereka. Rigel sengaja untuk mengalihkan pertarungan mereka di stadion tersebut. Sebelumnya, ia juga memperingatkan orang yang ada didalam stadion untuk menghindar dari tempat itu.
“ Anthemusa ! “ Rigel memanggil Fighter Possession-nya, sebuah tombak yang berubah menjadi trisula saat ia memanggil nama Possession-nya tersebut
“ First Step ! Ice Column ! “ Rigel menembakkan peluru es kearah Hassan dan kemudian peluru tersebut menciptakan pilar es yang mengurung Hassan didalamnya.
Tiba-tiba, Chuckles dan Rocco datang untuk menyelematkannya dengan persenjataan dan peledak yang mereka bawa dari mobil mereka.
“ Jangan coba-coba ! “
Chuckles dan Rocco menembak kearahnya. Disaat Rigel ingin menyerang, Tazuya tiba-tiba datang dari belakang mereka, dan memukul kepala mereka dengan pemukul baseball yang ia ambil didalam stadion tersebut.
“ Kamu ?! Kenapa ? “
“ Maafkan aku, Tuan Rigel. Aku tidak punya pilihan. Karena aku tidak ingin. . . kejadian itu terjadi lagi ! “ Kata Tazuya sambil kelelahan
“Tidak ! Kumohon. . . . pergilah dari sini ! “
“Kalian lengah ! “ Rocco mencari kesempatan untuk menyerang Tazuya
Disaat Rocco menembak kearah Tazuya, tiba-tiba serangan dari senapan laser tersebut dihalangi oleh sesuatu yang tidak Tazuya sadari. Rocco kebingungan, dan kembali menembak kearah Tazuya berkali-kali, namun tetap dia mengenainya. Tazuya yang melihat ini langsung kebingungan.
“ Apa apaan bocah ini ! “
“ Sekarang kau yang lengah ! Ice Blast ! “ Rigel menyerangnya dengan 3 peluru es dan menciptakan ledakan es yang begitu kuat tepat kearahnya
(BLAAAAAAARRR)
“ Kalian terus-terusan menyerang anak kecil ! Dasar pengecut ! Ayo lanjutkan urusan kita yang belum selesai !“ Tantang Rigel kepada mereka
*****
Tazuya membuka matanya. Ia masih tidak percaya akan apa yang baru saja terjadi. Ia merasakan adanya perisai dihadapannya. Tetapi saat ia mencoba untuk menyentuhnya, ia tidak merasakan apa-apa. Tazuya tidak paham akan apa yang baru saja terjadi.
“ Tadi itu apa ?! “ Kata Tazuya dalam hati, sambil meraba-raba apa yang ada didepannya
Tiba-tiba, Inuya yang datang dengan kostum lebah dengan membawa pemukul bola baseball sambil menendang Tazuya yang tidak sadar akan kedatangannya, yang sontak membuat Tazuya kaget bukan main. Chuckles
yang melihat mereka berdebat, mengambil kesempatan untuk menyerang mereka dengan melemparkan granat kearah mereka.
“ HEI ! Katanya mau bantu ! Kok malah bengong ! “ Kata Inuya yang tiba-tiba menendangnya dari belakang
“ Kurang ajar kau, Inuya ! Beraninya kau menendangku ! “ Tazuya membalasnya dengan menendang bokongnya Inuya
“ Dan apa-apaan ini. . . kau menggunakan kostum untuk anak usia 5 tahun ! Memalukan sekali ! “ Inuya mengejek kostum Tazuya dengan menarik telinga topeng kelinci yang ia pakai
“ Heeee kamu ini pake kostum apaan ! Elu ga bisa gerak bebas kalo kamu pake kostum kaya ini ! “ Tazuya membalasnya dengan menendang bokongnya Inuya untuk kedua kalinya
“ He he he. . . kelihatannya bocah berkostum badut sedang asyik berdebat satu sama lain “ Kata Chuckles yang memperhatikan mereka sambil bersiap untuk melemparkan granat kearah mereka
Rigel masih bertarung dengan Rocco. Ia melihat bahwa Rocco berusaha mendekati Hassan yang terperangkap didalam pilar es, dengan meledakan es yang ada disekitar tubuh Hassan. Namun disaat Rigel melihat kearah Tazuya, ia melihat Chuckles sedang mengambil granat didalam sebuah kotak yang mereka bawa dan melemparkannya kearah Tazuya dan Inuya.
“ ANAK-ANAK ! HATI-HATI ! “
Tazuya dan Inuya mendengar melihat kearah Chuckles yang melempar granat kearah mereka. Mereka berhasil menghindari lemparan granat yang pertama. Disaat Rocco melemparkan granat kedua yang cukup besar kearah mereka, Tazuya tanpa sadar kembali mengaktifkan “perisai” dari tangannya kearah granat tersebut untuk melindungi diri mereka
“ Kau lihat itu ?! Kau lihat itu Inu- maksudku Lebah Jantan ?! “
“ Keren. Dan apa-apaan kamu manggil aku dengan sebutan lebah lantan, hah ! Jangan seenaknya mengubah nama orang lain ! “
“ Jangan sombong dulu, bocah ! “ Teriak Chuckles sambil melemparkan granat terakhirnya kearah mereka
“ Hyaaaaaaaah ! HOME RUN ! “ Inuya memukul granat itu kearah Chuckles, yang membuat Chuckels panik dan dengan cepat menghindar sebelum granat itu meledak
(BLAAAARRRR)
“ Kalian masih tangguh juga walau kalian memakai kostum yang menyedihkan untuk bertarung ! “ Kata Chuckles kepada mereka
“ Tentu ! Kami sangat berpengelaman kalau soal bertarung ! “ Kata Tazuya
“ Itu baru yang namanya semangat anak muda ! “
“ Hyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh “
Tazuya dan Inuya menantang Chuckles untuk bertarung melawan mereka. Saat mereka menyerangnya, Chuckles terlihat kewalahan untuk menangani mereka karena ia tidak terbiasa untuk bertarung dalam jarak dekat.
“ Hei. . . Hei. . .Hei. . . tunggu. . . kalian terlalu cepaaaaat~ ! “
Disaat Chuckles meminta mereka untuk tidak bertarung dengan cepat, Inuya menendang pistol laser miliknya, dan Tazuya pun membalas semua serangannya dengan meninjunya. Tinjuan mereka sangat keras yang membuat Chuckles kehilangan satu giginya dan pingsan ditempat.
(BUAGH !)
“ Badannya aja yg gede, tapi ditonjok saja udah pingsan ! “ Kata Tazuya
“ Ambil senjatanya, dan kita bantu Tuan Rigel “ Inuya menyuruh Tazuya untuk mengambil senjata milik Chuckles
“ Umm. . . aku pilih pemukul baseball ini, dan kamu ambil senjatanya !“
Kembali dipertarungan antara Rigel melawan Rocoo dan Hassan, Rigel terlihat mengalami kesulitan untuk menangani Rocco karena ia masih mencemaskan keselamatan Tazuya dan Inuya. Rigel sebenarnya menolak pertolongan dari mereka berdua karena ia tidak ingin identitas mereka sebagai calon El-Fighter diketahui oleh
publik, karena faktor usia mereka yang cukup muda untuk menjadi calon El-Fighter. Ia juga meminta Dullart untuk tidak membantunya karena Swift Polly dan Oxtoroo masih berada di kota dan ia ingin melindunginya.
“ Rigel-san ?! Rigel-san ?! “ Dullart berusaha menghubunginya melalui komunikator miliknya
“ Tidak ! “ Kata Rigel yang kaget saat melihat panggilan komunikator dari Dullart dan ia langsung mematikannya
“ Sial ! Sial ! Celaka ! Apa yang harus kulakukan ?! “ Kata Dullart yang kepanikan saat tahu Rigel tidak menjawab komunikator-nya
Rocco berhasil menyingkirkan Rigel yang berusaha keras untuk membuatnya tidak mendekati Hassan. Rocco mengaktifkan granatnya untuk membebaskan Hassan dari pillar es yang diciptakan Rigel untuk menghentikannya. Saat berhasil membebaskannya, Tazuya dan Inuya menghampiri Rigel dan melihat bahwa Rocco berhasil membebaskan temannya tersebut.
“ Celaka ! Kita terlambat ! “ Kata Inuya
“ Kalian masih disini ?! “ Tanya Rigel saat menyadari kedatangan mereka
“ Hah ! Berhentilah menjadi sok kuat dihadapan kami ! Menyerahlah ! Dasar Lemah ! “ Kata Rocco sambil mengejek Rigel
“ KAU ! “ Tazuya dengan kesal tanpa berfikir panjang langsung menyerang kearah Rocco
Tazuya menyerang Rocco secara membabi buta dengan pemukul baseball. Namun serangannya dihentikan oleh Hassan yang masih menjadi monster kecoak, dan melemparnya kearah dinding. Untungnya, Rigel dengan cepat berhasil menangkap Tazuya dan menggunakan tubuhnya agar tubuh Tazuya tidak mengenai dinding tersebut.
“ Makhluk itu berbeda dengan yang kemarin. Monster ini tercipta oleh orang yang lebih tangguh yang pernah kalian hadapi kemarin ! “ Jelas Rigel kepada Tazuya dan Inuya
“ Jadi apa yang harus kami lakukan ?! “ Inuya bertanya kepada Rigel sambil menghindari dan menembak kearah Hassan yang berusaha menangkapnya
Rigel berpikir sejenak dan memerhatikan senjata yang mereka pakai. Ia akhirnya menyadari bahwa ia tidak
bisa terus menghentikan mereka seorang diri dan kewalahan untuk mengalahkan Hassan dan yang lain karena pikirannya sering kacau dan terganggu karena terlalu mencemaskan penerusnya. Akhirnya, ia memutuskan
menerima bantuan dari Tazuya dan Inuya.
“ Baiklah. Kurasa aku tidak punya pilihan untuk menghentikan kalian berdua “ Kata Rigel kepada mereka
“ Kau yakin kedua anak ingusan ini akan berguna untukmu “ Tanya Rocco kepada Rigel
“ Ya. Maaf sudah membuatmu menunggu bersama teman besarmu. Kelihatannya kalian sudah tidak sabar untuk melanjutkan pertarungan kita ! “ Kata Rigel kepada mereka
Rigel melihat sesaat kearah Tazuya dan Inuya. Ia memberikan senyuman kepada mereka, dan memanggil Anthemusa-nya. Disaat yang bersamaan, ia mengaktifkan kekuatan spiritualnya dan kembali mengaktifkan kontak telepatinya.
“ Apa kalian bisa mendengarkan aku ? “ Kata Rigel dalam pikiran mereka
“ Sensasi ini. . .“ Kata Tazuya
“ Jadi ini yang namanya ikatan spiritual para El-Fighter itu !“ Kata Inuya dengan nada kagum akan kemampuannya
“ Baiklah. Tetap fokus. Jadi kalian bisa tahu semua arahanku !“ Kata Rigel kepada mereka berdua
Mereka bertiga melihat kearah Rocco dan Hassan. Rigel meminta Inuya untuk memegang Blasterate miliknya karena Blasterate lebih efektif ketimbang senjata milik komplotan Hassan. Rigel menyerang kearah Hassan dan Tazuya beserta Inuya berusaha mencegah Rocco untuk membantu Hassan yang bertarung melawan Rigel. Sebelum bertarung, Rigel menyerahkan Blasterate miliknya kepada Tazuya dan Inuya, menyuruh salah satu dari mereka berdua untuk menggunakan senjata tersebut,
“ Kau yakin tidak ingin memakai ini ?! “ Tanya Inuya ke Tazuya sambil menawarkan Blasterate yg ia pegang
“ Ya. Tidak masalah, Inu. . .maksudku. . .Lebah Jantan ! “
“ Hei ! Berhentilah memanggilku dengan nama itu ! “
Tazuya langsung membuka serangan dengan memukul senjata yang diggunakan Rocco untuk menembak mereka, dan merusaknya. Rocco kaget, dan saat Tazuya berniat untuk menyerang tepat di kepalanya, ia berhasil mencegahnya dengan melindungi wajahnya dengan kedua lengannya.
" HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHH "
(BUAGH ! )
" KURANG AJAR KAU DASAR PENDEK "
Pukulan Tazuya dengan tongkat baseball tersebut terbukti cukup kuat yang membuat lengannya memar. Saat Rocco ingin membalasnya, Inuya menembakan Blasterate kearahnya, berhasil menghancurkan kedua senjata milik Rocco.
“ TIDAAAK ! Cih ! Kalian semua akan menyesal atas apa yang kalian perbuat ! “
Rocco mengeluarkan pisaunya, dan melanjutkan pertarungan mereka. Ia berusaha keras untuk meraih topeng mereka dengan tanganya, namun ia kesulitan untuk meraihnya karena Tazuya dan Inuya dengan mudahnya menghindari tangannya. Tazuya membuatnya terjatuh dengan menyapu kakinya, dan bersiap akan menyerangnya. Rocco berusaha mencegahnya, tetapi ia tidak mampu menahan pemukulnya dalam waktu yang lama, dan mengambil pisau dari saku celananya, melukai telapak tangan dan lengan kirinya Tazuya.
(SYAT !)
“ Sial ! “
“ Mari sini, akan kurobek tenggorokanmu dengan ini !“ Kata Rocco kepada Tazuya
Inuya dengan sigap menghentikan Rocco, dan mereka bertarung dengan tangan kosong. Ia meminta Tazuya untuk menghentikan pendarahannya sebelum terlambat.
“ Tuan Pinky Rabbit ! Cepat cari cara untuk menghentikan pendarahanmu ! “ Perintah Inuya
Tazuya akhirnya menghindari tempat pertarungan untuk mencari sesuatu yang bisa menghentikan pendarahannya. Rigel melihat kearah Tazuya, dan ia kembali melanjutkan pertarungannya dengan Hassan.
“ Tangguh juga kamu, kecoak jelek! Kuakui kamu memang lebih jago dari Bossmu yang selalu bersembunyi dibelakang anak buahnya! “ Kata Rigel kepada Hassan
Hassan kembali menyerang Rigel, dan Rigel berhasil menghindarinya. Ia melompat dan menaiki keatas punggungnya Hassan. Melihat hal itu, Hassan berusaha menangkapnya, tetapi berhasil dihindari Rigel dengan mudah. Kemudian ia melompat tepat didepannya dan menyerangnya dengan Anthemusa-nya.
“ Second Step ! Icicle Blast !“ Rigel mengerahkan Anthemusa dan menembakan peluru es kearah Hassan
“ Third Step ! Heavenly Ice Wind ! “ Rigel menciptakan hembusan angin yang dingin
yang perlahan-lahan membekukan Hassan
Hassan berusaha melindungi diri dari
hembusan angin tersebut. Tanpa ia sadari, Rigel mengambil Biofuse-link yang ada
dikepalanya, yang membuat ia kembali kewujudnya semula.
“ Sialan kau, El-Fighter ! “
“ Ayo sini. Kelihatannya kamu masih fit untuk melanjutkan pertarungan. Mari. . . kita bertarung dengan tangan kosong ! “
“ Hyaaaaaaahh ! “
“ Haaaaaaaaaaaah “
Hassan dan Rigel melanjutkan pertarungan mereka dengan adu tangan kosong. Hassan membuktikan dirinya ia
adalah petarung yang jitu walau tanpa menggunakan senjata apapun, yang membuat Rigel sedikit kewalahan. Rigel merasa pikirannya masih terganggu dan berusaha keras untuk berfokus kepertarungan, yang membuat ia kewalahan menghadapi Hassan. Tidak hanya itu, walau Rigel tahu Tazuya dan Inuya bisa menangangi mereka, ia tetap mencemaskan mereka berdua.
“ Ada apa ?! Kenapa tiba-tiba kau menjadi lemah seperti ini ?! Masih kau dalam berduka karena kehilangan rekan-rekanmu ! “
“ Hoh ! Jadi APA ?! “ Rigel membalasnya dengan menggunakan menyapu kaki kirinya Hassan, yang membuat ia terjatuh
“ Jika kau masih seperti dulu, gunakanlah kekuatanmu itu ! “ Hassan berusaha untuk bangun sambil menantang Rigel untuk mengeluarkan kekuatan penuhnya
“ Kau berusaha untuk memprovokasiku ?! Aku tidak akan termakan oleh perkataanmu itu ! “ Rigel meninju Hassan
“ Heh. . . berusaha untuk menjadi kuat, hah ?! Kuakui kau memang memiliki mental yang kuat ! “
Tazuya bergegas mengobati lengannya yang terluka di ruang kesehatan distadion tersebut. Dengan cepat ia pergi melanjutkan ketempat Rigel dan Inuya. Tanpa ia sadari, perempuan misterius yang merupakan komplotan dari Hassan memantaunya dari belakang, dan langsung lari menghindari tempat tersebut. Tazuya tiba-tiba terhenti, ia mendengar sesuatu. Saat ia memeriksa bunyi misterius, Tazuya merasa ada suara misterius yang bersumber didalam kotak sampah.
“ Bunyi apa ini ?!“
“ Bagus. Dia mendengarnya ! “ Kata wanita tersebut sambil memperhatikan Tazuya melalui sebuah teropong digital
Saat wanita itu melihat Tazuya memeriksa bunyi yang ada didalam kotak sampah tersebut, ia mengaktifkan bom
melalu aplikasi pengontrol yang ada di smartphonenya.
“ Kena kau ! “
Suara ledakan itu terdengar di tempat pertarungannya Rigel dan Inuya. Menyadari bahwa ledakan itu bersumber dari tempat Tazuya mencari P3K untuk mengobati luka dilengannya, Inuya bergegas mencarinya.
“ CELAKA ! “ Kata Inuya yang panik dan langsung bergegas pergi mencari Tazuya
“ Tunggu ! Kamu mau- “
“ Jangan lengah, FIGHTER ! “
Rigel berusaha untuk memanggil Inuya, namun Hassan terus menyerangnya yang membuat ia tidak punya pilihan lain selain meneruskan pertarungannya dengan Hassan. Ditempat persembunyian wanita tersebut, Ramone Grace menghubunginya tersebut dan bertanya tentang situasi dan kondisi ditempat kejadian, serta perkembangan dari misi mereka.
“ Bagaimana ? “
“ Berjalan dengan sempurna. Hassan dan yang lain masih ada didalam bersama sang Delta El-Fighter. Aku memasukan bom kedalam kotak sampah yang ada didalam stadin tersebut. Aku rasa. . . itu benar-benar mengenai sang penerusnya ! “ Lapor si Wanita tersebut
“ Bagus ! Dengan ini selesai sudah nasib mereka, dan sebentar lagi. . .El-Fighter akan kembali lenyap dan tidak pernah kembali ! “
Disisi lain kota Shinjitsu, Ryuga, Ataru dan Jubei berusaha untuk menghubungi Tazuya dan Inuya dengan menelpon mereka. Terlihat mereka bersama Pak Victor dan siswa kelas 1-LA-A sedang berada di area skateboard kota Shinjitsu. Sambil menelpon, Pak Victor menjelaskan kepada mereka bahwa menunda kunjungan mereka dan menunggu akan kabar keberadaan Tazuya dan Inuya. Walau Rigel sudah mengatakan bahwa Tazuya dan Inuya baik-baik saja serta menjamin keselamatan, Pak Victor beserta siswa lain masih mencemaskan keberadaan mereka.
(Telpon yang anda tujuh sedang sibuk. Silahkan tinggalkan pesan melalui Voice-mail jika- )
“ Ini sudah yang keempat mereka tidak bisa dihubungi “ Keluh Jubei
“ Namidashi-san ? “ Tanya Ryuga
“ Umm. . . tidak juga “
“ Jangan cemas. Jika si Tuan Fighter mengatakan bahwa mereka baik-baik saja, aku sudah pasti mempercayainya“ Jelas Ataru
Kau percaya omongan dia karena itu sudah didukung oleh penglihatan mata masa depanmu ? “ Tanya Jubei sambil mengetik pesan singkat untuk Tazuya dan Inuya
Sebelum Ataru menjawabnya, tiba-tiba mereka bertiga mendengarkan sebuah ledakan yang ada didalam stadion karena mereka menerima kontak telepati milik Tazuya, Inuya dan Rigel. Disaat yang bersamaan, mereka juga melihat Inuya berlari untuk mencari Tazuya yang terkapar diarea dekat ledakan tersebut.
“ Siapa dua orang berkostum itu ? “ Tanya Jubei
“ Mereka . . Tazuya-san . . . Inuya-kun ?! “ Kata Ataru
******
Inuya sampai ketempat sumber ledakan tersebut dan menemukan Tazuya dalam keadaan terkapar di lantai. Karena kekuatan anehnya yang dapat melindungi dari serangan, Tazuya tidak mengalami luka yang parah. Namun ledakan itu membuat ia terpental dan membentur dinding yang ada disekitar dalam stadion tersebut.
“ Tazuya ! Tazuya ! “
“ Uuuuhhhhh. . . Inuya. . . Mana Tuan Rigel ? “
“ Tuan Rigel. . . dia masih bertarung “
“ Kalian dengar aku, anak-anak ! Inuya, bawa Tazuya segera pergi dari sini dan utamakan keselamatan dia ! “ Rigel menggunakan kontak telepati kepada mereka
“ Tapi. . . “
“ Laksanakan ! “ Ucap Rigel sekali lagi dengan nada tegas
“ Ayo, Tazuya ! “
“ E. . .Hei ! “
Disisi lain, saat Rigel berkomunikasi dengan Tazuya dan Inuya melalui kontak telepatinya. Ia tidak sadar bahwa kontak telepatinya juga didengar oleh Ryuga, Ataru dan Jubei.
“ Suara ini. . . sepertinya aku kenal ! “ Kata Jubei
“ Suaranya mirip dengan orang yang mengatakan bahwa Tazuya-san dan Inuya-kun baik-baik saja “ Kata Ataru kepada mereka berdua
“ Tapi kenapa Tazuya dan Inuya membantu orang itu ? Bukan’kah orang itu adalah Fighter ? “ Jubei bertanya kepada Ataru
Ryuga tidak menjawab pertanyaan mereka berdua. Dari raut wajahnya, Ryuga memasang ekspresi curiganya saat mendengar kontak telepatinya Rigel
“ Umm. . . Ryuga-san ! “ Ataru memanggil Ryuga sambil menepuk pundaknya
“ Oh. . .ya . . . kenapa ? “
“ Apakah kepalamu mendengarkan suara misterius yang berasal dari orang yang memberitahu soal Tazuya-san dan Inuya-kun ?! “
“ Ya. . . .dan aku sedikit cemas akan keberadaan mereka “
Sementara itu, Inuya sambil menggendong Tazuya keluar dari stadion tersebut sesuai arahan yang diberikan
kepada Rigel. Di stadion, Rigel masih bertarung dengan Hassan. Saat Hassan menyadari bahwa Tazuya dan Inuya tidak kembali, ia terpaksa mengejar mereka berdua dan mengabaikan pertarungan mereka.
“ Kelihatannya teman kecilmu tidak kembali, ya ?! “ Kata Hassan sambil melihat kearah pintu keluar stadion dan menghentikan pertarungan mereka untuk mengejar Tazuya dan Inuya
“ Hei ! “ Mengetahui ia berusaha mencari Tazuya dan Inuya, Rigel akhirnya mengejarnya
Tazuya dan Inuya melepaskan kostum mereka disebuah gang untuk memudahkan pergerakan mereka. Saat mereka keluar dari gang dan bergegas lari dari daerah sekitar stadion, mereka diserang oleh Rocco yang menyusul mereka dengan dengan menembak kearah mereka. Saat ia melepaskan tembakan tersebut, mereka kaget dan terjatuh. Untungnya, Rocco tidak menembak tepat kearah tubuh mereka.
“ Apa-apaan ini ! “ Kata Inuya dengan kaget
“ Heh ! Mau kemana kalian ?! “
“ Tidak kusangka ! Orang ini. . . mampu mengejar kita walau sudah babak belur “ Keluh Tazuya
“ Jangan lari ! Jika berani melakukannya, kalian tidak akan bisa berjalan untuk selamanya “ Rocco mengancam mereka sambil mengarahkan pistol kearah mereka
“ Sialan ! “
Tazuya dan Inuya belum bergerak dan memikirkan cara untuk menghentikan Rocco. Tazuya melirik kesekitar mereka, dan ia melihat kearah penutup selokan dibelakang Rocco. Ia berusaha menggunakan psikokinesisnya dan berkonsentrasi untuk menggerakan penutup selokan tersebut.
“ Bagaimana ? kalian mau lari atau apa ?! “ Kata Rocco kepada mereka
“ Apa maumu ! Katanya jika bergerak kami akan ditembak ! Kok malah nanya kenapa kami tidak melakukan apa-apa ! “ Gerutu Inuya
“ Berisik ! Tutup mulutmu ! “
“ Cih ! “ Desis Inuya dengan jengkel
“ Rocco! Ternyata mereka disini ! “ Kata Hassan yang sampai ketempat mereka
“ Sialaaaan. . . dia lagi ! “ Bisik Tazuya
“ Hentikan ! Jika kalian tidak mau berhenti, aku akan mengambil langkah serius untuk menghabisi kalian ! “ Rigel yang baru saja datang langsung mengarahkan Anthemusa kearah Rocco dan Hassan
“ Aku sudah menduga kau akan menyusul kami. Tapi. . . apa kau yakin kami akan menyerah begitu saja dengan ancamanmu ! “ Hassan mengeluarkan pistol laser dan ia mengarahkan senjata itu kehadapannya
Inuya dan Tazuya kaget saat melihat Hassan ternyata menyimpan senjata lain dibalik jaketnya. Tazuya tetap konsentrasi untuk membuka penutup selokan tersebut. Namun karena bingung akan apa yang harus ia lakukan sekarang, ia menjadi kesulitan menggunakan psikokinesis-nya.
“ Apa yang kau- “ Tazuya bertanya kepada mereka berdua, dan Hassan memotong pertanyaan Tazuya karena ia tahu maksud pertanyaan dari Tazuya tersebut
“ Tentu saja untuk menghabisi orang ini. Aku kasihan dengannya, karena ia sudah sangat menderita akan kepergian semua rekan-rekannya. Jika kau merasa waktumu sudah selesai dan mempercayakan anak-anak ini untuk melanjutkan tanggung jawab kalian. . . biar aku yang akan mengantarmu pergi ketempat dimana teman-temanmu berada ! “ Ejek Hassan kepada Rigel
“ Kau. . . kau pikir . . . aku akan semudah itu putus asa setelah mendengar kata-katamu ! “ Kata Rigel
“ Heh. . . bahkan dari perkataanmu saja. . .aku sudah bisa melihat bahwa kau sudah menyerah akan segala hal. Semuanya. . . baik itu kehidupanmu. . .tanggung jawabmu. . . dan dirimu “ Jawab Hassan
“ Nah. Selesai sudah, Fighter. Sampaikan salamku kepada yang lain disana “
Saat Hassan mulai mengaktifkan senapan tersebut, Inuya dengan cepat menghentikannya dengan mendorongnya dan merebut senjata itu dari tangannya sata Hassan terjatuh. Tazuya mulai panik dan berkeringat karena dia tidak bisa menahan diri untuk menolong Inuya dan Rigel. Inuya melihat pistol laser tersebut besiap-siap mengeluarkan sinar laser yang cukup kuat. Ia mengarahkan pistol itu keatas, dan melepaskan tembakan laser tersebut agar tidak melukai yang ada disekitarnya. Tembakan udara tersebut sontak membuat siswa 1-LA-A yang ada di area skateboard tersebut kaget akan melihat ledakan tersebut.
“ Ah ! Apa itu ?! “
“ Ledakan ini. . . . “ Kata Ataru dalam hati sambil melihat kearah ledakan tersebut
Hassan menyerang Inuya, dan mengambil kembali senjata laser tersebut. Ia menyandera Inuya dan mengancam akan membunuhnya jika Tazuya dan Rigel tidak mau menyerah dengan pistol tersebut.
“ Jangaaaaaan ! “ Jerit Tazuya
“ Berisik ! “ Rocco menahan Tazuya dengan membaringkannya di tepi jalan tersebut
“ Menyerahlah, Delta-san. Ini akan menjadi momen keempat kalinya kau akan kehilangan orang yang kamu peduli !" Ancam Rocco sambil mengarahkan pistol kearah kepala Tazuya
Rigel melihat kearah Tazuya, dia berpikir untuk mencari cara untuk bisa menghentikan mereka tanpa menyakiti Tazuya.
“ Awas kau ! “ Teriak Inuya
“ Diam ! “ Hassan menghentikan Inuya sambil memegang kedua tangannya dari belakang
“ Bagaimana. . . Delta-san ?! “ Tanya Rocco sambil perlahan menekan pelatuk pistol tersebut kearah kepalanya Tazuya
Tazuya mulai cemas. Matanya berusaha melirik kearah penutup selokan tersebut, dan menggerakan salah satu jari tangan kanannya untuk menerbangkannya. Ia mulai tertekan dan hampir kehilangan konsentrasi. Rigel yang melihat hal ini ekspresinya mulai menujukan amarahnya dan bersiap akan mengeluarkan kekuatan penuhnya untuk menghentikan berdua. Melihat Rigel bersiap menyerang mereka, Rocco mulai menghitung mundur.
“ Lima. . . empat. . .tiga. . .dua. . .SATU “
“ AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHH “
Tazuya mulai berteriak. Kekuatan psikokinesis-nya akhirnya berhasil bekerja dengan baik, dan berhasil membuat penutup selokan tersebut mengenai kepala Rocco dan Hassan. Yang akhirnya berhasil melepaskan mereka dari cengkraman kedua penjahat tersebut. Tazuya melihat sebuah enam pipa besi yang ada dikotak sampah, dan menerbangkan pipa tersebut, bersiap untuk menghabisi Rocco dan Hassan. Melihat apa yang telah terjadi kepada Tazuya, dan merasakan ada sensai aneh yang ada dalam dirinya, Rigel memutuskan untuk menghentikan Tazuya.
“ Cukup Tazuya ! Ayo lari dari sini. Ini sudah selesai ! “ Perintah Rigel
“ Belum . . . .ini belum selesai . . . aku . . . harus. . . menghabisi mereka !!! “
“ Tazuya. . .sekarang ! “
Tazuya melihat kearah Rigel, yang memasang wajah cemasnya kepada mereka berdua. Tazuya kemudian melihat kearah Inuya, yang membalasnya dengan mengangguk, menandakan bahwa ia setujuh dengan perintah Rigel. Tazuya akhirnya mendengarkan perintah Rigel, dan mereka meninggalkan Rocco dan Hassan terkapar dijalan tersebut. Sementara itu, di hotel tempat Oxtoroo dan Swift Polly berada, mereka menyaksikan pertarungan mereka dari salah satu channel yang ada di TV hotel. Saat si pembawa berita mengatakan bahwa pertarungannya telah usai saat Rigel memberikan sinyal kemenangannya diudara, mereka mematikan TV tersebut.
“ Sudah selesai ?! Padahal aku masih ingin melihat bagian seru dari kekuatannya ! “ Gerutu Oxtoroo
“ Kelihatannya ia lebih mementingkan menyembunyikan identitas dan penolong misteriusnya “ Kata Swift Polly sambil mengingat tentang perkataan si wanita pembawa berita tersebut
“ Jadi itu benar. . . di planet ini ada yang bernama El-Fighter ? Aku pikir itu hanyalah sebuah mitos “
“ Kau benar, Oxto “
Mereka terdiam sejenak, dan meminum jus yang Oxtoroo pesankan melalui room service beberapa menit yang lalu
“ Jadi bagaimana, Polly-chan ? “
“ Bagaimana apanya ? “
“ Itu. . . umm. . . misi awal kita. Mencari si tuan muda. . . dan melaporkan situasi planet ini ? Apakah El-Fighter ini akan menjadi ancaman untuk misi kita ? Apa perlu kita laporkan ini kepada- “
“ Nanti ! Kita perlu melihat kemampuan mereka secara detail. Untuk bantuan. . . kita cukup mengirimkan robot untuk mengetes kekuatan mereka. Soal tuan muda. . . itu hal yang mudah. Aku yakin, dia tidak akan lari adanya si Prisman Beta dikota ini yang akan melindunginya. Aku yakin. . . ia bersama dengan Prisman Beta itu “ Jelas Swift Polly
Di suatu gang yang tidak jauh dari area skateboard Shinjitsu, Rigel mengecek kondisi Tazuya dan Inuya, serta
mengobati beberapa cidera yang mereka alami, dengan menggunakan kotak P3K kecil yang dikirimkan Dullart atas permintaannya dengan menggunakan teleportation pod. Baik Tazuya dan Inuya mengalami cidera ringan, Rigel lega saat ia mengetahui hal ini.
“ Syukurlah. . . tidak ada yang bermasalah dari kalian “ Kata Rigel kepada mereka
“ Hoo. . . baguslah. Ngomong-ngomong Tuan Rigel. . . Inuya juga selalu baik-baik saja. Jika ia terluka, itu akan hilang sendiri secara cepat “ Kata Tazuya
“ Bagaimana dengan anda, Tuan Rigel ? “ Inuya bertanya kepada Rigel
“ Tidak ada masalah “
Tidak lama kemudian, Dullart tiba-tiba datang ketempat mereka untuk mengetahui keberadaan mereka bertiga. Melihat kedatangannya sontak membuat Rigel kaget. Terlebih, ia sudah diperingatkan untuk tidak datang menemui mereka.
“ Rigel-san. . .Rigel-san ! Oh . . . disini kalian rupanya “
“Dullart! Kenapa kau disini ! Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak datang kemari !“ Kata Rigel dengan jengkel
“ Eeeeeeeh. . . aku hanya mencemaskan keberadaanmu. Siapa yang menyerangmu. . . apakah itu dari Swift Polly dan yang lainnya ? “ Tanya Dullart
“ Bukan. Itu tidak ada hubungannya dengan kelompok Theta. Masih ada hubungannya dengan musuh yang kita hadapi kemarin “ Jawab Rigel dengan nada datar, sambil menudukan kepalanya sedikit
Tazuya dan Inuya saling melirik satu sama lain. Kemudian, Tazuya ingin bertanya kepada Rigel maksud dari
perkataannya. Sebelum ia bertanya soal itu, ia mendengar Pak Victor berbincang dengan siswa kelas 1-LA-A lain. Mereka berbicara soal keberadaan Tazuya dan Inuya. Inuya juga mendengarkan bahwa Pak Victor berencana untuk mencari mereka dirumah sakit. Rigel yang menyadari keberadaan mereka, dan memutuskan untuk mengembalikan Tazuya dan Inuya kepada Victor dan kelas 1-LA-A lainnya
“ Suara ini. . . “
“ Pak Victor ! Mereka disini !“ Kata Inuya
“ Itu guru kalian yang tadi ? “ Tanya Rigel kepada mereka berdua
“ Ya. Sepertinya mereka ingin pergi menuju rumah sakit untuk mencari keberadaan kita. Jadi. . . bagaimana ini ?! “ Tanya Tazuya
“ Dullart. Akan kuceritakan semuanya dirumah nanti. Aku mau mengantarkan anak-anak ini kepada guru mereka dulu !“ Jelas Rigel
“ Umm. . .Baiklah, Rigel-san “
“ Ayo. Ikut aku, anak-anak “
Rigel pergi menghadap Victor dan siswa siswi kelas 1-LA-A lainnya. Ia bersikap dengan seperti biasa dihadapannya
untuk membuat Victor dan yang lain tidak mencurigai pertarungan mereka.
“ Permisi, pak. Apa ini anak muridmu ? “ Sapa Rigel kepada Victor
“ Uh. . .Tentu. Kenapa Iga-san dan Namidashi-san terlihat habis berkelahi dengan orang lain “ Tanya Victor sambil memperhatikan cidera yang dialami Tazuya dan Inuya
“ Maaf, pak. Mereka hampir diculik oleh orang jahat lain yang juga merupakan komplotan si pencuri di museum itu. Jadi mereka berusaha keras untuk mengalahkan orang-orang itu sebelum aku datang untuk menyelamatkan mereka. Anak-anak ini. . . kuakui mereka sangat tangguh “
Mendengar penjelasannya Rigel, Victor menjadi lega dan membalasnya dengan senyuman bangga kepada mereka.
“Terima kasih banyak, El-Fighter-san. Karerna telah menyelamatkan anak muridku. Aku berhutang budi dengan anda “
“ Aaahh. . . tidak perlu. Ucapan terima kasih dari anda itu sudah cukup bagiku. Baiklah, aku pergi dulu. Jaga diri kalian baik-baik “ Rigel akhirnya meninggalkan mereka bersama Victor dan siswa kelas 1-LA-A
“ Baiklah. . . anak-anak. Kita kembali kesekolah. Kita tunda dulu tour kita untuk hari ini ! “
“ BAIK PAK ! “ Kata Semua siswa-siswi kelas 1-LA-A
Saat mereka semua menaiki Bus sekolah baru mereka yang baru saja datang dari sekolah, Rigel dari jauh melihat Tazuya dan Inuya sedangbercengkrama dengan Ryuga, Ataru dan Jubei. Disaat yang bersamaan, Rigel kembali merasakan ada kontak telepati lain diantara siswa siswi kelas 1-LA-A. Ia merasakan adanya kontak dari Gamma, Delta dan Epsilon El-Fighter disekitar siswa-siswi tersebut. Dan sensasi itu sangat kental didekat Tazuya dan Inuya. Ia kemudian berpikir apakah Ryuga, Ataru dan Jubei adalah calon El-Fighter sama seperti Tazuya dan Inuya.
“ Sensasi ini. Aku merasakan ada tiga kontak telepati yang serupa dengan Tazuya dan Inuya. Dan itu. . . sensasinya sangat kental disekitar mereka berdua. Jangan-jangan. . . apakah 3 orang siswa itu juga calon penerusku ? “ Kata Rigel dalam hati sambil memperhatikan Tazuya dan Inuya bersama dengan Ryuga, Ataru dan Jubei
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
El_Tien
BTW kamu ini up berapa kata sih, panjang banget
2022-05-23
0
El_Tien
seru bayangin di sekolah ada kejadian kayak gitu
2022-05-23
0
El_Tien
elipsis nya gak perlu di kasih spasi
2022-05-23
0