Para pihak militer, wartawan dan peneliti yang disana kaget saat melihat kedatangan Rigel dan Dullart. Ketiga robot tersebut menghentikan kekacauan yang mereka perbuat dan melihat kearah mereka. Melihat ada kesempatan, para korban berlari menghindari tempat tersebut untuk menyelamatkan diri. Melee-Function yang melihat korban tersebut, menjadi jengkel, dan mengarahkan meriamnya kearah Rigel dan Dullart.
“ Cih ! Kau ! Mengganggu saja ! “ Kata Melee-Function dengan kesal dan mengarahkan meriam kearah mereka berdua
“ Hei ! Lama tidak bertemu. . . Mag . . . Eva. . .Melee “ Sambut Dullart
“ Apa maumu, Prisman ?! Dan kenapa Tuan Muda bersamamu ?! “ Tanya Mag-Ni5
“ Apakah kau bersekutu dengan pihak Prism ?! “ Eva-Q8 juga bertanya kepada mereka berdua
“ Hei ! Harusnya akulah yang bertanya kepada kalian bertiga. Karena kalian sudah memasuki wilayah penjagaanku ! Apa tujuan kalian datang kemari ?! Aku yakin. . . mencari Dullart bukanlah tujuan utama kalian ! “ Kata Rigel
“ Ahahahahaha~ Apa-apaan kata-katamu itu, hah ?! Sejak kapan Prism sudah menguasai planet ini. Jangan berlagak keren didepan kami ! “ Kata Melee-Function dengan nada remeh
“ Oi ! Kau tidak dengar penjelasan Kapten tadi ! Jangan berkata yang macam-macam dengan dia ! Kau ingat misi pertama kita ‘kan ?! “ Peringat Mag-Ni5
“ Tentu ! Aku tahu kok ! Tapi kelihatan sangat menarik jika kita mencicipi kekuatan dari Prisman Beta
tipe-es. . . karena kita belum pernah menghadapi Prisman Beta yang satu ini “ Kata Melee-Function
“ Hoooooo. . . jadi kalian sudah pernah menghadapi Prisman Beta sebelumnya ?! Tapi kalian belum pernah
menghadapi Prisman Beta yang juga tipe-es dan El-Fighter ?! Oke ! Jika kalian ingin bertarung, akan kulakukan dengan senang hati ! “ Rigel menjawab pernyataan Melee-Function dengan senyum bangga diwajahnya
Mag-Ni5 terdiam sesaat. Ia kemudian membukakan matanya, dan menyetujui tantangan dari Rigel.
“ Baiklah. Aku terima tantangmu, Prisman ! “
“ Hehehe ! Ini bakal seru ! “ Kata Melee-Function
“ Akan kubuat kalian menjawab semua pertanyaanku, walau itu aku harus membuat yang tersisa dari kalian hanya kepala saja ! “
“ Bagaimana jika kami tetap berkata tidak ?! “ Tanya Mag-Ni5 dengan nada tegas
Mendengar pertanyaan dari Mag-Ni5, Rigel langsung belari kearahnya dan berusaha menyerangnya dengan Anthemusa. Namun berhasil dicegat dengan cepat oleh Melee-Function, dan mengaktifkan meriam tangannya kearah Rigel. Dullart yang melihatnya mendorong Rigel dan menangkap tubuhnya untuk menghindari serangan
meriam tersebut. Serangan laser tersebut sangat kuat bahkan bisa menghancurkan pohon besar dalam sekejap dan tanpa sisa.
( BLAAAAR)
“ Oh ! Tidak ! “ Kata Rigel yang kaget sambil melihat serangan tersebut
“ Hyaaaaah ! “
Dullart langsung menyerang mereka berdua secara bertubi-tubi dengan menggunakan tombak listriknya. Mag-Ni5 memerintahkan Eva-Q8 untuk mendekati pesawat tersebut. Rigel melemparkan Anthemusanya keraha Eva-Q8 yang berusaha mendekati pesawat. Eva-Q8 yang melihat itu menggunakan buds-drone nya untuk menyerang Rigel.
“ Jangan coba-coba ! “
“ Fourth Step ! Mirror shield ! “ Rigel kembali menangkap Anthemusanya dan langsung menciptakan perisai es
untuk melindunginya dan Dullart dari buds-drone
“ Hanya melindungi dirimu tanpa bertindak ?! Hmph. . . terima ini ! “ Eva-Q8 menggabungkan 5 buds-drone-nya seperti senapan gatling dan menciptakan tembakan laser bertubi-tubi kearahnya
“ Cih ! “
“ Alternate ! Mirror shield : Reversal ! “ Rigel kemudian membuat perisai es tersebut memantulkan seranga tersebut kearah mereka ketiga
“ CELA-“
(BUUUM)
Serangan tersebut menciptakan ledakan dan asap hitam yang cukup pekat. Dengan memanfaatkan penglihatan ketiga robot tersebut mengalami gangguan karena efek dari serangan buds-drone, Rigel dan Dullart mengambil kesempatan untuk memisahkan mereka agar jauh dari pesawat tersebut. Dullart menendang Eva-Q8 menjauh dari pesawat, sedangkan Rigel mengarahkan Icicle Blast :Gigante kearah Mag-Ni5 dan Melee-Function
“ Celaka ! Dimana mere- “
“ Hyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh “
(DUAGH)
“ AGH ! “
“ Suara itu ?! Eva-Q8 ! Tuan Muda“ Kata Mag-Ni5 saat ia mendengar suara teriakan Eva-Q8 dan Dullart
“ Sialan ! Kalau begini aku harus- “
“ Alternate ! Icicle Blast : Gigante ! “ Rigel menciptakan peluru es yang cukup besar kearah mereka berdua
“ UAGH !!! “
Mag-Ni5 dan Melee-Function terpental cukup jauh dari pesawat. Rigel bersembunyi di salah satu pohon disekitar mereka dan menciptakan kabut dingin disekitarnya dengan menghentakkan Anthemusanya ketanah.
“ Mana dia ?! “ Kata Melee-Function dengan geram melihat kearah sekitarnya
“ Bagaimana ? Kalian masih tidak mau menjawab ?! Kuakui robot pihak Theta memang punya program keren yang membuat kalian punya loyalitas tinggi kepada sang pencipta. Terlebih. . . apa kalian- “
“ DIAM ! JIKA KAU TIDAK MAU KELUAR, AKAN KUBAKAR TEMPAT INI ! “ Teriak Melee-Function yang sudah habis kesabarannya
“ Kabutnya mulai menipis. . . “ Kata Mag-Ni5 dalam hati saat ia melihat kabutnya mulai menipis dengan cepat yang kemungkinan besar disengaja oleh Rigel
“ Baiklaaaaah. . . jika kalian memaksaku untuk keluar. . .kurasa. . . aku memang tidak punya pilihan ! “
Saat kabutnya mulai menghilang, penglihatan mereka berdua kembali berfungsi. Tiba-tiba, mereka diserang dari belakang oleh Rigel dengan peluru es miliknya, namun berhasil ditebas dan dihindari dengan mudah oleh mereka. Rigel kemudian mengeluarkan Icicle Blast-nya secara bertubi-tubi, dan kemudian memanfaatkan kesempatan dimana mereka sibuk menebas peluru es tersebut dengan melemparkan Anthemusa kearah Melee-Function. Serangan tersebut mengenai lehernya dan membuat kepala terputus dari tubuhnya.
(ZAAAAAAASS)
“ Oh oh ! “ Mag-Ni5 melihat ini langsung kaget
“ Huah ! “
(TRANG)
Rigel berusaha menyerang Mag-Ni5 dengan pisau miliknya, namun Mag-Ni5 berhasil menahannya dengan pedang dilengannya dengan cepat. Melihat pedang tersebut mampu memanaskan besi pisaunya dengan cepat, Rigel langsung melemparkan pisau itu kearah pohon disampingnya.
“ Khhh “ Keluh Rigel sambil merintih sakit ditelapak tangannya
“ Jadi seperti inikah kekuatan dari Prisman Beta tipe es ?! “ Mag-Ni5 bertanya dengan nada arogannya
“ Kalian pikir ini sudah selesai ! HA ! “ Rigel memanggil Anthemusa yang tertancap di lehernya Melee-Function dan kembali melanjutkan pertarungannya
Di sisi lain, Eva-Q8 sedang mencari Dullart yang juga bersembunyi diantara pohon yang ada disekitar mereka. Ia menggunakan semua Buds-Drone dan berpencar kesegala arah. Karena Eva-Q8 masih mengaktifkan sistem AISDIS, Eva-Q8 tidak hanya bisa mengontrol Buds-Dronennya dari jarak jauh, tapi bisa melihat situasi di salah satu Buds-Drone tersebut.
“ Dimana kau, Tuan Muda ?! Keluarlah
! Tidak ada gunanya untuk bersembunyi dari kami ! “
Dullart melihat kearahnya, dan melemparkan batu untuk mengalihkan perhatiannya. Eva-Q8 yang mendengar suara batu tersebut langsung mengerahkan salah satu Dronenya dan menembakan laser kearah sumber suara tersebut. Kemudian Dullart melihat salah satu Drone yang melayang diatasnya, dan ia langsung mengeluarkan tombak listriknya untuk menghancurkan Drone tersebut.
" HAH "
(BLAARR)
“ Itu dia ! “
Saat merasakan adanya Drone yang dihancurkan, ia langsung mengarahkan sisa Dronenya dan menembakan laser kearah tempat itu. Lagi-lagi, Dullart tidak ada disana. Tanpa ia sadari, Dullart ternyata sudah menghindari tempat tersebut, dan belari kearahnya dari belakang untuk menyerangnya. Eva-Q8 kaget, dan langsung berusaha
menangkis tombak listrik tersebut. Namun, Dullart perlahan berusaha membuat ia terpojok ditanah dan berusaha mematikan AISDIS dengan menusukan matanya.
“ Uuugghhh “
“Kkkkkkkhhhhh “
(ZAASSS)
Dullart mencabut Tombak listrik tersebut dan kemudian ia menusuknya kearah lehernya Eva-Q8, yang membuat kepala terputus dan terpental keatas. Karena itu, ke-9 Drone yang tersisa akhirnya terjatuh. Dullart menancapkan tombak tersebut kedada-nya Eva-Q8, dan menangkap kepalanya. Saat ia berniat untuk menghancurkan kepala tersebut ketanah, Eva-Q8 membukakan matanya, ternyata masih berfungsi walau dalam kepalanya tidak tersambung ke tubuh aslinya
“ Apa ?! “ Kata Dullart dengan kaget
“Tuan Muda lupa bahwa aku tidak bisa mati begitu saja dalam keadaan seperti ini ! “
Mata Eva-Q8 mulai bersinar dan cahaya tersebut semakin terang. Dullart yang kaget melihat hal ini langsung melemparkan kepala tersebut karena ia berpikir Eva-Q8 ingin meledakan dirinya sendiri. Cahaya tersebut mengalihkan perhatian Rigel yang sedang bertarung dengan Mag-Ni5. Saat ia mulai khawatir akan nasib Dullart, ia tidak sadar bahwa kepala Melee-Function masih bisa aktif, dan menembakan laser dari matanya. Laser tersebut hampir mengenai kepalanya.
( TSIIING )
“ Apa ?! Kau. . . masih. . “
“ Hyaaaaaaah ! “
(TRANG)
Mag-Ni5 mengambil kesempatan kelengahannya Rigel untuk menebasnya. Rigel yang menyadari hal itu, langsung menggunakan Anthemusa untuk melindungi dirinya. Sayangnya, pedang milik Mag-Ni5 berhasil membuat Anthemusanya terbelah menjadi dua. Rigel kaget, dan ia langsung mengambil bagian kepala Anthemusa untuk menusuknya. Lagi-lagi, Mag-Ni5 berhasil mengatasinya dengan mengambil lengannya Rigel dan memegangnya dengan kuat.
“ Haaaaaa~ Segini saja kah kekuatan dari Prisman Beta tipe es ?! “ Ejek Melee-Function
“ Masih. . .hidup juga. . .kau “ Gerutu Rigel yang menahan rintihan karena gengamannya Mag-Ni5
“ Sekarang. . . bagaimana, Prisman Beta ?! “ Tanya Mag-Ni5 yang kemudian melemparkan Rigel kearah pohon dibelakang mereka
(BUAGH )
“ Katanya kau juga adalah El-Fighter. . . pelindung dan Fighter terkuat diplanet ini ! Tapi kenapa kekuatanmu tidak sebanding dengan statusmu ?! Menyedihkan ! “ Ejek Mag-Ni5 yang bersiap akan menebas Rigel
*****
Di parkir basement sebuah klub yang tidak jauh dari hotel yang ditinggal Swift Polly dan Oxtoroo, terlihat ada
seorang pemuda mabuk dengan kekasihnya berjalan sempoyongan menuju mobilnya. Tanpa mereka sadari, mereka berdua telah diperhatikan oleh Swift Polly dan Oxtoroo, yang sedang mengincar sebuah mobil. Saat melihat situasi dari chip rekaman ketiga robot tersebut melalui tablet Oxtoroo, Swift Polly memutuskan untuk pergi kepesawat tersebut, membantu mereka dan melarikan pesawat tersebut dari Rigel Orionis.
“ Hei! Apa tidak kejauhan untuk mencari mobil yang bisa kita curi, Oxto ?! “ Bisik Swift Polly
“ Kita tidak tahu dimana letak CCTV-nya, Polly-chan. Jika kita sengaja memilih mobil yang ada diparkiran hotel tersebut dan menghancurkan CCTV-nya. . . kita bisa celaka ! “ Jelas Oxtoroo
“ Tapi bukan berarti kau memilih tempat hina ini untuk memilih mo-“
“ Sstttt ! Lihat itu ! “ Oxtoroo meletakan jadinya ke mulut Swift Polly saat mereka sambil melihat kearah pasangan mabuk tersebut
“ Hmm. . . kelihatannya ini adalah target yang bagus ! Juga. . .tidak ada orang lain disekitar sini. Baik. . . ayo kita mulai, Oxto ! “
Saat mereka berdua melihat tidak ada orang disekitar mereka selain kedua pasangan mabuk tersebut, mereka langsung menyerang pasangan tersebut. Swift Polly menarik si kekasihnya dengan paksa, dan menutup mulutnya. Si kekasih berusaha untuk berterika, namun Swift Polly berhasil memberi bius kepada si kekasih dan membuat ia perlahan tertidur.
“ Hmppph . .. Hmppph. . .Say-Hmppph. . .Hmmmm “
“ Ehh. . .kaaaauuuu. . . wanita sialaaaaaannnn “
Si pria tersebut berusaha menolong kekasihnya dan menyerang Swift Polly. Beruntungnya, Oxtoroo dengan cepat mengambil tindakan dengan menyerang si pria tersebut dari belakang dengan memukul kepalanya dengan batu bata
( BUAGH )
“ Fyuh ! Kau tidak pukul dia sampai mati ?! “
“ Polly-chan . . . orang ini sedang mabuk. Aku yakin dia tidak akan mengenali kita dan sudah pasti akan lupa tentang siapa yang menyerangnya “ Jelas Oxtoroo
“ Baiklah ! Ambil kuncinya, dan letakan mereka didekat tempat sampah itu ! Kita harus cepat ke pesawat tersebut ! “
“ Yak ! Dapat ! “
Saat Oxtoroo mendapatkan kunci mobilnya, ia dan Swift Polly menyeret pasangan tersebut kearah tempat sampah kecil yang tak jauh dari mobil tersebut. Setelah itu, mereka bergegas masuk kedalam mobil dan pergi dari tempat itu. Karena mereka terburu-buru untuk pergi kesana, mereka hampir menabrak beberapa kendaraan yang ada dijalan tersebut.
“ Semoga masih sempat ! Tambah kecepatannya, Oxto ! “
“ Okeee ! “
Sementara itu, di SMA Internasional Shinjitsu, kelihatannya baik Tazuya maupun Inuya belum merasakan bahwa Rigel dan Dullart sedang dalam bahaya. Inuya masih bersama Ataru, dan kini mereka berada diruang klub kerajinan tangan untuk mencari Tazuya.
“ Ups ! Tazuya-kun ternyata tidak ada disini. Ayo, kita keruang klub anggar “ Kata Ataru
“ Aaaaah~ Oke oke “ Kata Inuya dengan nada berpura-pura mengeluh karena ia sudah tahu bahwa Tazuya berada diruang tersebut
Di klub anggar, Tazuya masih menikmati pertandingannya dengan si junior tersebut. Terlihat, keringat mulai bercucuran diwajahnya dan mulai kelelahan. Walau demikian, ia masih tersenyum karena ia sangat senang karena ia bisa menghadapi lawan yang tangguh.
“ Hah. . . hah. . .hah. . . keren ! Kuakui kau memang hebat ! “ Puji Tazuya kepada si junior tersebut
“ Hah. . .hah. . .hah. . . yaaa. . . terima kasih atas pujianmu “ Jawab si junior tersebut
“ Jadi. . . apa kalian masih ingin lanjut ? “ Tanya si senior tersebut
“ Ya. . . .ini adalah penentuannya ! “ Jawab si junior yang kembali bangkit
“ Itu baru namanya semangat ! “ Tazuya membalas perkataanya
“ Yeaaaaaaaaaaaahhh ! Lanjuuuuuuuuuut “ Sorak semua junior dan senior anggota klub anggar yang melihat mereka
“En garde. . . Prêt . . . allez!”
Tazuya dan sang junior melepaskan tali pengikat dipinggang mereka, untuk membuat gerakan mereka lebih leluasa. Mereka bertarung dengan sengit, bahkan lebih seru dari pertarungan mereka yang sebelumnya. Si
junior ternyata sama lincahnya dengan Tazuya, yang membuat ia berkali-kali hampir dibuat jatuh oleh pergerakannya. Si junior membuat Tazuya terpojok didinding ruang tersebut, namun Tazuya berhasil mendorongnya. Saat Tazuya memojoknya didekat bangku yang ada diruangan tersebut dan hampir dibuat
terjatuh, si junior tersebut langsung menendang dada Tazuya untuk menyingkirkannya
“ Tangguh juga kau ! Hyah ! “
(BUGH )
“ Ugh ! “ Rintih Tazuya sambil memegang dada bagian kanannya
“ Haaaaaah “
“ Uwaaa “
Tazuya berusaha untuk menghindari serangannya yang begitu cepat. Saat Tazuya berhasil menghindarinya, tiba-tiba, kontak spiritualnya akhirnya merasakan keberadaan Rigel dan Dullart yang sedang bertarung dengan ketiga robot tersebut. Lagi-lagi, tanpa ia sadari, kontak telepatinya kembali terbuka, yang membuat Inuya, Ataru serta Jubei dan Ryuga yang sedang tidak berada disekolah juga ikut merasakannya secara sekilas. Jubei terlihat bersama Hikari, Vlada dan Rattana yang sedang berada ditoko elektronik, sedangkan Ryuga sedang mendengarkan pembicaraan ayahnya dikantornya yang terletak di lantai paling atas gedung Tsuki Entertaiment.
“Ah. . .aaaah ! “ Kata Tazuya yang kaget
“ La. . .lagi ?! “ Kata Inuya dalam hati dan kemudian ia terdiam sejenak saat menuju ruang klub anggar
“ Ha ? “Ataru yang merasakan kemudian berhenti sejenak dan menghadap kebelakang. Ia pikir suara Rigel berada didekat mereka
( Di gedung Tsuki Entertaiment )
“ Jadi, Ryuga. Aku ragu kalau kita bisa memulai konser perdanamu jika kamu tidak memiliki waktu luang untuk latihan disini. Jadi. . .sudah kuputuskan bahwa kamu akan kuletakan dibagian background musician bersama dengan musisi lain di malam performanya Mister Sparkle “ Jelas Hugo sambil menghadap komputernya saat ia bicara kepada putrnya tersebut.
“ Ryuga ! Apa kamu dengar perkataanku ?! “ Hugo bertanya dengan nada tegas saat ia melihat Ryuga sedang memikirkan sesuatu dan seolahn tidak mendengar semua perkataannya
“ Ah. . . .ya. . . aku dengar, ayah ! Aku akan menerima tawaranmu dengan senang hati ! “ Jawab Ryuga saat ia mulai dipanggil oleh ayahnya tersebut
“ Kelihatannya kamu mendengar sebagian dari perkataanmu karena aku lihat kamu memikirkan sesuatu ! “
“ Maaf ayah. . . aku hanya kurang istirahat kemarin malam “
“ Hmph ! Aku tidak yakin kamu tidak mendengarkan dengan alasan kamu kurang tidur. Baik. . . terserah kamu saja. Ikut aku. . . semua arahan bisa kamu dengar dilantai bawa “
“ Baik, ayah “
( Di suatu mall di kota Shinjitsu)
“ Hei~ Kira-kira berapa harga polaroid ini yaaa~ Aku pengin banget siiih. . . bentuknya lucuuuu. . . tapi kira-kira berapa harga berapa juta yen~ “ Hikari bertanya dengan mereka bertiga
“ Hikari-chan. . .kamu berkata seperti itu seolah-olah kamu sudah punya uangnya dan berniat untuk membelinya “ Kata Rattana dengan nada sarkastis
“ Heeiiii~ apa salahnya aku bertanya harganya ? ‘Kan kalau aku sudah tahu harganya aku bisa menabung. Tapi. . . apa kamera ini bisa dibeli kredit ya ? “
“ Emang ada ?! “ Rattana kembali bertanya dengan nada sarkastis
“ Jubei-chan. . . kamu lihat apa ? “ Vlada melihat Jubei yang terlihat sedang memperhatikan sesuatu
“ Errr. . . uuumm. . . tadi. . . . anu. . . aku mendengar ada suara teriakan. . . dan mungkin kayaknya ada didalam
bioskop itu ?! Mungkin itu . . . eeehh. . .suara para penonton yang sedang menonton film Zero Survival “ Kata Jubei dengan nada yang agak berbelit-belit
“ Eeeeerr. . . Suara teriakan penonton ga bakal terdengar sampai kesini, loh~ Jubei-chan ? Sebenarnya kamu itu sedang dengar apa ya ? “ Vlada kembali bertanya dengan Jubei
“ Err. . . anu. . . kedengarannya ituuu. . . “
“ Atau jangan-jangan Jubei sebenarnya tertarik untuk menonton film zombie itu ? Alright ! Aku juga suka genre horror survival loooh~ kalau begitu kita nonton saja yuk ! “ Rattana menyangka bahwa Jubei sebenarnya ingin pergi ke bioskop
“ Oke okeee~ sudah lama aku tidak nonton. Ayo kita nonton~ “ Hikari dengan semangat menyetujui idenya Rattana
“ Ah . .. heeeeiii. . . bukan itu yang aku maksuuuuuud~ “ Gerutu Jubei
Kembali di ruang anggar, si junior yang melihat Tazuya kehilangan fokusnya mengambil kesempatan besar untuk mengalahkannya. Tazuya yang kembali mendapatkan fokusnya kemudian kaget saat si junior tersebut menyerangnya. Yang membuat Tazuya akhirnya terjatuh.
“ Terminé ! “ Kata si senior sambil menghentikan pertarungan mereka dan memutuskan si junior tersebut sebagai pemenang
" Aaaaaaahhhh. . . .akhirnyaaaa " Kata Tazuya yang langsung tepar dilantai saat pertarungan mereka akhirnya berakhir
Semua anggota klub anggar bersorak-sorai saat melihat pertarungan mereka berakhir. Namun, saat melihat Tazuya perlahan mulai kehilangan kesadarannya karena kelelahan, si senior membawakannya kebangku yang didekat mereka dan membaringkannya. Nafasnya menjadi agak pendek, dan si junior yang ia hadapi tadi langsung memberinya sebotol air putih kepadanya.
“ Hei ! Temani dia sebentar. Kasihan dia sampai kelelahan seperti itu ! “ Pesan si senior tersebut sebelum meninggalkan ruangan klub
“ Ini. . . untukmu “ Kata si junior kepada Tazuya
“ Ah . . . umm. . .terima kasih. Wow. . . tadi itu benar-benar seru ya. Aku senang bisa bertarung anggar denganmu. Apa kamu sering berlatih sejak kecil ?” Tazuya bertanya kepadanya
“ Ya. Keluarga dari ibuku menganggap anggar adalah suatu tradisi. Kedua kakakku juga pernah mengikuti turnamen anggar tingkat Neo-Asia. Dan almarhum ibuku adalah mantan atlet anggar terkenal di Eropa. Karena itulah, aku selalu mengganggap Anggar adalah olahraga yang sangat aku banggakan “ Jelas si junior tersebut
“Sama sepertiku. Kendo adalah bagian dari keluargaku. Karena itu, aku sudah terlatih kendo sejak kecil. Aku juga, menemukan kebanggaanku disana. Um. . . Anu. . .sebenarnya . .aku juga senang karena bisa bertemu denganmu. Kapan-kapan. . . aku ingin kembali belajar anggar denganmu. Boleh aku tahu siapa namamu ? “ Kata Tazuya sambil bertanya nama dari si junior tersebut
Mendengar perkataan Tazuya, si junior tersebut langsung kaget. Saat ia berkata bahwa ia sebenarnya adalah salah satu dari teman sekelasnya dan berniat untuk menyebutkan namanya, Inuya dan Ataru akhirnya menemukan Tazuya diruangan tersebut.
“ Apa ? Tunggu ? Kamu tidak tahu siapa aku ? “ Tanya si Junior tersebut dengan terbata-bata
“ Ha ? “
“ Ya. Sebenarnya aku ini adalah teman sekelasmu. . .dan namaku . . . “
“ Ah ! Disini kamu rupanya, Tazuya ! “Panggil Inuya saat si Junior tersebut ingin menyebutkan namanya
“ Kelihatannya kamu sangat menikmati pertarungan anggar dengan Akashinya-san, ya. Aku sudah menduga kamu memang bisa melawannya dengan sempurna dan mempelajari teknik anggar dengan mudah “ Puji Ataru sambil menyebutkan nama dari si junior tersebut
“ Akashinya. . .HAKU AKASHINYA ?! “ Kata Tazuya dengan kaget saat Ataru menyebut nama marga dari si junior tersebut
Si junior membukakan helm pelindungnya, dan dia benar-benar Haku Akashinya. Yang tidak lain ialah teman sekamar dan sebangku dari Jubei Fujieda. Haku dan Jubei sendiri duduk disebelah Tazuya dan Inuya. Mengetahui bahwa Haku selama ini adalah teman sekelasnya, wajah Tazuya langsung memerah karena malu saat tahu lawan yang ia hadapai adalah teman sekelas yang duduk disebelahnya.
“ Err. . .anu. . . aku. . . tadi itu. . . pertarungan yang menyenangkan. Dan . . . terima kasih karena mau. . . menerima tantanganku “ Kata Tazuya dengan wajahnya yang memerah
“ Mungkin tidak ada salahnya jika kamu menerima Tazuya untuk beradu pedang setiap hari, jika kamu tidak keberatan “ Kata Inuya kepada Haku
“ I- Inuya. . .Kau ! “
“ Ayolah Tazuya-kun. . . yang dikatakan Inuya-kun itu ada benarnya. Tidak ada salahnya jika kalian saling beradu satu sama lain “ Ataru menambahkan dengan nada cerianya
“ Aaaahh sudah-sudah. . . jangan berkata hal yang aneh-aneh deh. Aku haus ! “ Gerutu Tazuya sambil menghabiskan air putihnya
“ Psst. Inuya-kun. .. kau masih ingat ‘kan” Ataru berbisik kepada Inuya sambil mengingatkan taruhan mereka
“ Diiih. . .masih ingat juga rupanya ! “ Gerutu Inuya
“ Ingat apa ? “ Tazuya bertanya kepadanya
“ Aaaahh. . .ini semua gara-gara Ataru yang menantang untuk mencari tahu dimana kamu berada dan taruhannya aku disuruh untuk beli unicorn-shake. Kalian mau juga ? “ Jelas Inuya sambil menawarkan Tazuya dan Haku untuk ikut bersamanya
“Jika kamu yang trakitir, tentu saja aku ikut ! “ Kata Tazuya dengan semangat
“ Ummm. . .maaf. . .aku tidak bisa. Terima kasih atas tawarannya “ Kata Haku kepada mereka bertiga
“ Nah ayo ! Kita pergi di kedai minum My Fluffy Shake “ Ajak Ataru
Saat mereka bertiga meninggalkan ruangan tersebut, Haku memperhatikan mereka mereka yang menuju ke kedai minuman. Saat dia memperhatikan Tazuya, Haku tersenyum sambil kembali keruang klub anggar untuk menggantikan baju anggarnya dengan seragam sekolahnya.
*****
Di hutan, terlihat Dullart berhasil menghindar dari Eva-Q8. Ternyata, sinar yang diciptakan kepalanya Eva-Q8 bukanlah sistem penghancuran diri. Melainkan untuk membutakan orang yang ada disekitarnya. Saat melihat situasi, ia melihat Eva-Q8 menyambungkan kembali kepalanya, dan kembali mengaktifkan kesembilan buds-dronenya.
“ Dimana kau, Tuan Muda ?! “ Tanya Eva-Q8
Dullart menembak laser dari tombak petir miliknya, Eva-Q8 yang melihatnya langsung membalasnya dengan Dronenya. Dullart menghindarinya dengan cepat, dan kembali menembaknya. Eva-Q8 berusaha mencari gerakannya Dullart yang dengan cepat terus menembak dan menghindari serangan dari Eva-Q8.
“ Percuma saja, Tuan Muda ! “ Kata Eva-Q8 dengan nada tegas
“ Hyah ! “
(TRANG)
Dullart melempakan tombak listrik tersebut kearah Eva-Q8, namun berhasil dihindarinya karena ia tidak sadar akan adanya Drone yang dibelakangnya yang bersembunyi dibalik dedaunan pohon dari atas
“ Kau lengah ! “ Kata Eva-Q8 sambil mengaktifkan laser dari Drone tersebut dan menembak kearah Dullart
( BUUUM )
Sementara itu, Rigel dalam keadaan terluka dibagian pundak kanannya sedang bersembunyi diantara sebuah pohon untuk menghindari dari Mag-Ni5 dan Melee-Function. Terlihat bahwa Rigel memiliki darah berwarna biru, sangat berbeda dengan manusia dan alien tipe humanoid lainnya. Walau demikian, darah para Prisman tidaklah berbahaya. Rigel sebenarnya berhasil menangkis tebasan pertama dari Mag-Ni5. Tetapi karena tangkisan tersebut membuat ia terjatuh, ia tidak sempat melindungi dirinya dari tebasan keduanya
“ Anthemusa terbelah menjadi dua. Tidak masalah. . . tapi permasalahannya mereka berdua memiliki kecepatan yang tak bisa kuprediksi. Dan si kodok brengsek itu. . . walau kepalanya sudah kupenggal, dia masih saja bisa aktif. Jadi. . .seperti inikah kemajuan teknologi orang-orang Theta ?! “ Kata Rigel dalam hati sambil memperhatikan mereka
(ZAAASSS)
“ Tidak ada ! “ Kata Mag-Ni5 pasca menebas sebuah pohon didepannya
“ Oi ! Oi ! Oi ! Bisakah kau dengan baik hati untuk menyatuhkanku kembali ?! “ Tanya Melee-Function dengan nada jengkel
“ Berisik kau ! Sini, kalau mau bantu biar kubawa kau ! “ Gerutu Mag-Ni5 sambil memegang salah satu “telinga” Melee-Function dan membawanya seperti membawa wortel
“ Hei ! Aduuuh. . . kau mau apakan dengan aku ?! Kenapa harus ditenteng seperti ini ?! Hei ! “
“ Tidak ada waktu untuk menyatuhkan tubuhmu ! Kalau aku suruh kau tembak sesuatu. . . tembak dengan laser dari matamu ! “
“ Begitu ya “ Kata Rigel yang mendengar semua perkataan mereka
Rigel kemudian menciptakan es dari tangannya, dan membentuknya seperti sebuah mata tombak. Ia pun berlari kearah Mag-Ni5, berusaha untuk menyerangnya. Namun, saat hampir berhasil mendekatinya, Mag-Ni5 dengan cepat mengarahkan kepala Melee-Function kearah Rigel, yang membuat kepala tersebut menembakkan serangan laser dari matanya.
(ZYUUS)
“ Woah ! “
(ZYUUS)
“ HYAH ! “
“ Masih sempat menghindar, Prisman Beta ! “
Mag-Ni5 memberikan tebasannya yang cepat kearah Rigel. Beruntungnya, Rigel membawa bagian atas dari Anthemusa, yang membuat ia bisa terhindar dari serangan Mag-Ni5 dengan memutarkan Anthemusa tersebut.
“ Riposte Blast ! “
“Fourth Step ! Mirror shield !”
(BUUUUM)
Rigel dan Mag-Ni5 mengeluarkan teknik mereka secara bersamaan. Teknik tersebut menciptakan sebuah dentuman yang cukup kuat, bahkan sampai terdengar oleh pihak militer, peneliti, wartawan juga Dullart dan Eva-Q8 yang masih bertarung.
“ Apa-apaan itu ?! Kata Dullart saat merasakan dentuman itu
Saat Mag-Ni5 membuka matanya, Rigel tiba-tiba muncul dihadapannya, menancapkan Anthemusa kelehernya sambil menendang kepalanya Melee-Function yang masih digenggam Mag-Ni5 dengan kuat yang membuat ia terpisah dari tubuhnya.
“ HYAAAAAAAAAAAAH “
( ZRASSSS)
“ CELA-)
(DUAGH)
“ KEPARAT AKU PRISMAAAAAAAAAAAAAAAAN “ Teriak Melee-Function
Mag-Ni5 terpojok, dan kesulitan untuk menyingkirkan Anthemusa tersebut. Rigel memperhatikan dengan tatapan dinginnya mengerikannya, dan secara perlahan ia menyayat leher Mag-Ni5 dengan Anthemusa tersebut sambil mengingatkannya tentang pertanyaan yang ia tanyakan kepada mereka bertiga sebelum pertarungan mereka.
Untuk mencegah Mag-Ni5 kembali mengeluarkan pedangnnya dan menebasnya, Rigel menahan tangan kirinya Mag-Ni5
“ Bagaimana ?! Mau kuapakan lagi agar aku bisa memaksa untuk membuka mulutmu ?! “ Kata Rigel dengan nada ancaman
“ K-k-kaauuuuuu “
“ Katakan. . . apa benar Zozo mau menguasai planet ini ?! Lalu. . . seberapa besar armada yang akan dikirim oleh dia ?! “ Tanya Rigel yang perlahan menyayat lehernya Mag-Ni5
Mendengar hal itu, Mag-Ni5 berusaha keras untuk melakukan perlawanan. Rigel yang melihat ini langsung membuat Anthemusa yang masih tertancap dilehernya mendalami tancapan tersebut. Kepala Mag-Ni5 tiba-tiba tertunduk, yang membuat Rigel agak kaget melihatnya.
“ Apa ?! Kenapa tiba-tiba- “
“ Ya, Prisman Beta. Bukan. . . Tuan El-Fighter. Kau memang hebat. . .luar biasa. . . tapi sayangnya. . . kau tidak sepintar yang kuduga ! “ Kata Mag-Ni5 sambil membukakan Hoodnya yang kemudian menujukan sebuah head laser yang terletak didahinya
“ AH- “
(BUUUUUUMMMMM)
Sementara itu, Tazuya terlihat sedang bersantai didekat kedai minum My Fluffy Shake bersama dengan Inuya dan Ataru. Disaat mereka bertiga sedang asyik bercerita tentang klub disekolah, Tangan Tazuya tiba-tiba tidak sengaja menjatuhkan minumannya saat ia ingin mengambil unicorn-shake milinya. Disaat yang bersamaan, Tazuya mendengar sebuah ledakan dan juga sebuah kontak telepatinya Rigel.
(TLUK)
“ AH ! “ Kata Tazuya yang kaget bukan main sambil memegang kepalanya
“ Tazuya-kun ? “
“ Tazuya ?! Kenapa ka- Ah “
Tidak lama, Inuya dan Ataru juga merasakan hal yang sama dengan Tazuya. Berbeda dengan Inuya, Ataru tidak langsung mengetahuinya dan malah berpikir bahwa itu suara berasal dari tempat disekitarnya
“ Akhir-akhir ini kok serasa ribut sekali ya, ada apa ? “ Ataru bertanya sambil melihat sekitar mereka
Inuya yang mendengar perkataan Ataru semakin yakin bahwa ia juga merasakan kontak telepati tersebut, karena ia juga tahu bahwa tidak ada suara ledakan yang berada disekitar mereka. Disaat Inuya ingin bertanya dengan Ataru, Tazuya tiba-tiba menarik tangannya, dan mengajaknya untuk keluar dari sekolah.
“ Ataru. . . mungkin saja itu- “
“ AYO, INUYA ! “ Kata Tazuya sambil menarik tangan Inuya dengan kuat
“ Uwa ! Hei ! Tazuya ! Tunggu ! “
“ KALIAN. . . HEI ! “ Teriak Ataru sambil memanggil mereka
Tazuya membawa Inuya kesuatu gang mini-market yang berseberangan di sekolah mereka. Tazuya bertanya kepada Inuya apakah ia melihat dan mendengar apa yang sama dengan dirinya. Saat Inuya teringat bahwa Ataru kelihatannya juga mengalami hal yang sama dengan mereka, Ia ingin bertanya kepada Tazuya tentang hal itu
“ Hei ! Jangan narik seperti itu ! Gila ! Kecil-kecil kaya gini kuat juga ternyata kamu menarikku seperti ini ! “ Gerutu Inuya
“ Inuya. Apa juga merasakan kontak spiritual dan telepati ini ?! “ Tanya Tazuya
“ Ya ! Tuan Rigel. . . dan Dullart-san. . . “
“Mereka dalam bahaya ! Kita harus membantunya ! Jika kita terus berdiam diri dan menurut perintah dari Tuan
Rigel, mereka bisa celaka dan kemungkinan mereka akan dibunuh !“ Kata Tazuya dengan ekspresi kecemasannya
“ Tunggu ! Jika kau ingin menolong Tuan Rigel dan Dullart-san. . . apa kita harus mengajak Ataru ?! “ Inuya memberi saran kepada Tazuya
“ Hah ?! Kenapa dia ?! “ Tanya Tazuya
“ Kurasa Ataru juga menerima kontak spiritual yang sama dengan kita. Karena barusan. . . dia juga pikir bahwa disekolah kita akhir-akhir ini juga suasana sekolah sangat ribut. Mungkin ia mendengar suara Tuan Rigel dan juga ledakan itu ? “ Jelas Inuya
Sebelum Tazuya ingin menjawab pernyataanya Inuya, mereka kembali melihat kontak spirtual dari Rigel Orionis. Terlihat, ia mulai kewalahan untuk melawan Mag-Ni5 serta mereka juga merasakan bahwa Swift Polly dan Oxtoroo sedang menuju perjalan untuk membantu ketiga robot tersebut
“ Tuan Rigel ? Dullart ? Makhluk apa itu ? “
“ Ayo, Inuya ! “ Kata Tazuya sambil menarik tangan Inuya
“ Tazuya ! Bagaimana dengan Ataru ?!
“ Kita tidak punya waktu lagi. Ayo, Dullart dan Tuan Rigel sekarang dalam bahaya ! “
" Baiklah ! Karena lokasinya berada disebuah Kuil dimana letaknya 2 Km dari kota ini, kita akan naik bus yang bertujuan pergi ke terminal Kijishi yang lokasi tempat pemberhentiannya berada di dekat asrama putri " Jelas Inuya
" Ide yang bagus ! Ayo gendong aku ! Karena kamu bisa berlari dengan cepat tanpa harus mengeluarkan keringat, aku yakin kita bisa menyusulnya ! "
Tazuya naik keatas punggung Inuya, dan berlari keluar dari gang tersrbut. Saat mereka keluar dari gang untuk mengejar bus tersebut agar bisa pergi ketempat Rigel dan Dullart berada, tanpa mereka sadari, Ataru sebenarnya mengikuti mereka dari belakang pasca Tazuya membawanya ke gang tersebut. Saat mereka pergi, Ataru tidak menyusul mereka, dan ia masih kepikiran dengan maksud perkataan mereka.
“ Hmmm. . . apa tadi suara yang kudengar itu ada hubungannya dengan perkataan mereka ?! “ Kata Ataru dalam hati dengan tatapan curiganya sambil memegang kepalanya
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
𝕹𝖚𝖗𝖚𝖘𝖞𝖘𝖞𝖎𝖋𝖆
aku ngiri thor..
aku nggak bisa nulis sebanyak ini dalam satu bab
🤧🤧🤧🤧
#PA
2021-12-20
0
mikakayy_
visual lucu aku suka
#penaautoon
2021-12-15
0
Santai Dyah
chapter visual nya lucu
#pena Auton
2021-12-14
0