Pelatihan I : Guru vs Murid

Di Markas Atraco, ternyata Hassan beserta Rocco dan Chuckles selamat dari serangan yang disebabkan oleh EVA-Q8, Oxtoroo dan Mag-Ni5 kemarin malam. Mendengar bahwa area didekat gudang penyimpanan pesenjataan mereka dalam bahaya membuat Ramone Grace menghubungi mereka semua untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi

“ Aku dengar daerah tempat persenjataan kita baru saja dapat serangan dari seseorang yang tidak diketahui identitasnya. Apa kemarin malam kalian masih ada disana ?” Tanya Ramone

“ Ya, Boss ! Sebenarnya kamilah yang diserang ! “ Jawab Hassan  “ Apa ?! Siapa yang menyerang kalian ? Para bocah laknat itu ?! “

“ Uh. . . bukan ! Dia kelihatannya lebih berbahaya dari bocah-bocah itu “ Kata Chuckles

“ Kami diserang wanita berambut magenta yang seorang diri pergi kedermaga dna memperhatikan Rocco dan Chuckles dari balik peti kayu. Saat aku memeriksannya, ia menyadari kedatanganku dan langsung menyerang kami. Wanira itu tidak sendirian, ia dibantu oleh dua orang pria yang salah satunya adalah boss dia “ Jelas Rocco

“ Kalau dipikir, pria berambut aneh berwarna oranye itu adalah boss mereka. Juga. . . kelihatannya wanita itu bersama pria aneh yang mendampingi boss itu juga bukanlah manusia atau alien biasa “ Hassan menambahkan

“ Lalu, bagaimana dengan tempat penyimpanan senjata kita ?! “

“ Tidak ada masalah. Karena saat kami ingin menyelamakan Hassan, kami sempat menutup kembali gudang tersebut ! “ Jawab Rocco

“ Hoh ! Baiklah kalau begitu. Jika senjatanya sudah aman untuk sementara tidak ada yang harus kita khawatirkan.

Yang terpenting. . .ceritakan kepadaku tentang siapa yang menyerang kalian kemarin malam “ Kata Ramone

Kembali di umah milik Rigel, Tazuya dan yang lainnya memulai pelatihan mereka dengan senjata mereka masing-masing. Ryuga, walau masih ragu untuk menerima kenyataan dirinya sebagai calon El-Fighter terlihat cukup menikmati bertarung dengan menggunakan buckler dengan “Holonemy” yang diciptakan FAIS untuk menjadi lawan latihan mereka. Tazuya bertarung dengan Holonemy ahli pedang. Sambil latihan, Tazuya kembali mengingat beberapa teknik pedang yang hampir terlupakan karena sudah lama tidak ia latih

“ Woah ! “

( TRANG ! )

“ Walau cuma hologram tapi ternyata kuat juga kamu ya “ Puji Tazuya sambil mengambil pedangnya

“ Ya ! Aku benar-benar takjub dengan teknologinya ! “ Kata Ryuga

Disaat yang lain sedang latihan  bertarung, Inuya meminta FAIS untuk menghentikan Holonemy dan menggantikan senjatanya. Ia masih ragu akan pilihan senjatanya dan memutuskan untuk mencari senjata lain yang nyaman untuk dirinya

“ Uah. . .uuuggh. . .FAIS ! Hentikan hologramnya  ! “ Perintah Inuya

“ Baiklah, Tuan Inuyari Namidashi ! “ Jawab FAIS

“ Hei, Inuya-kun. Ada apa ? “ Tanya Ataru yang memperhatikannya

“ Tidak ada. Aku hanya ingin mencari senjata lain yang agak sedikit nyaman. Karena aku bukan ahli dalam bertarung menggunakan senjata tajam “ Jelas Inuya

“ Jika kamu kesulitan menggunakan senjata tajam. . . hah. . . aku bersedia untuk mengajarimu ! “ Tawar Tazuya

sambil bertarung melawan Holonemy

“ Tidak usah. Latihan denganmu malah akan membuatku terasa ciut dengan kemampuan pedangmu “ Tolak Inuya dengan nada sarkastis

Mendengar penolakan Inuya, Tazuya hanya membalasnya dengan ekspresi cemberut. Inuya kemudian berpikir tentang senjata yang ingin ia pilih. Ia mengambil Nunchaku, mencoba untuk menggunakannya, tetapi malah terkena wajahnya. Ia kemudian mengambil sebuah tinju besi yang agak berat untuk diangkatnya. Disaat Inuya berusaha memaksakan dirinya untuk memakai tinju besi tersebut, tinju tersebut malah terjatuh dan mengenai telapak kaki kanannya Inuya. Yang membuat suasana latihan menjadi berhenti sementara karena jeritan kesakitannya

( BRUGH !)

“ HIYAAOUUUUUUUUUUGGHHH “

“ Ah. . .Inuya. . . kamu yakin tidak mau latihan bersama ? “ Tanya Tazuya

“ Agh ! Oh ! Tidak Tidak ! Aku tidak apa-apa kok ! Aaaah. . .tolong lanjutkan latihan kalian “

Mendengar hal itu, mereka berempat tidak punya pilihan selain melanjutkan latihan mereka. Inuya kembali meletakan tinju tersebut secara perlahan dan mencari senjata yang cocok untuknya. Tanpa ia sadari, Rigel, Dullart beserta DECA-I memantau pelatihan mereka dari ruang pemantauan

“ Si Inuya ini. . .padahal ia cukup hebat dengan menggunakan golok itu. Tapi kenapa ia tiba-tiba berhenti dan mencari senjata lain ? “ Tanya Dullart sambil menggaruk kepalanya

“ Namanya juga anak remaja. Selalu ragu dan tidak konsisten tentang pilihan mereka sendiri “ Kata Rigel

“ Ini meingatkan aku saat Tuan Dennias masih muda. Hehehehee “ Tawa DECA-I

Rigel kemudian melihat kearah Tazuya. Ia terlihat serius memperhatikan pedang yang Tazuya gunakan. Dan terlihat ini bukan pertama kalinya ia melihat pedang tersebut

“ Pedang itu. . . Itu bukan pedang biasa ! “

Jubei dan Ataru terlihat sedang bertarung bersama di area ruang latihan menembak dan penyusupan. Ataru terlihat menggunakan jam sakunya untuk mencobanya dalam menghadapi musuh. Saat Jubei tertembak oleh salah satu Holonemy dengan crossbow, Ataru menggunakan jam saku untuk mengembalikan keadaan seperti semula. Ia juga menghentikan banyak peluru yang ditembak oleh para Holonemy.

( Zyuuung ! Zyuung ! )

“ HAH ! “

( ZYAT ! Zyuung ! )

“ Oh tidak ! “ Kata Jubei dengan kepanikan

( Zyuuung! )

“ AH ! “

“ Jubei ! TERUG ! “

( SRIIIIIIIIIIING )

“ Oh tidak ! “

“ Jubei! Dibelakangmu ! “ Panggil Ataru

“ HYAH ! “

( ZYAT ! )

“ HAH ! Kena juga akhirnya ! “ Kata Jubei dengan bangga

“ Anda yakin ?! “ Tanya salah satu Holonemy sebelum menyerang mereka dengan peluru ganda

( Zyuuuuuuuuuuuuuuuung )

“  Eeeeekkkhhh ! “ Teriak Jubei dengan kepanikan

“ Oh Tuhan. . . oh tidak tidak tidak ! HOU OP ! “

( SRIIIIIIIIIINNG )

“ Woah, Ataru-kun ! Itu sangat epik ! “ Puji Jubei dengan penuh semangat

“ Ah. . . ya . . . Keer Om ! “ Ataru kemudian memutar balik semua serangan yang membuat serangan tersebut

mengenai semua Holonemy

( Buuuuuuuuuuumm )

“ Fyuh ! Selesai “ Kata Ataru yang akhirnya terduduk dilantai karena kelelahan

“ Walau hanya hologram tapi serangan mereka menyakitkan juga, yaa~ “ Kata Jubei sambil memegang bahu kanannya

“ Jadi kamu masih merasakan sakit yang hampir kamu alami tadi ? “ Tanya Ataru

“ Aku 100% yakin kalau aku benar-benar diserang oleh mereka dengan menggunakan crossbow. Dan saat panahnya mengenaiku, semua jadi terasa aneh dan sulit untuk dijelaskan “ Kata Jubei yang bingung karena efek dari kekuatan jam saku Ataru

Sebelum Ataru ingin menjelaskan kekuatan dari jam sakunya, mereka dikejutkan oleh Inuya yang hampir saja menembak mereka dengan peluru roket

“ Mungkin jika aku- “

( Syuuuuunng ! Blaaaaar ! )

“ OI, INUYA-KUN ! Pakai matamu kalau kamu ingin belajar menembak ! “ Teriak Ataru dengan kepanikan

“ Yaaa yaaa. . .aku tahu kalian berdua ahli dalam menembak dan memanah ! Jadi tolong maafkan aku sang pemula yang terburuk ini ! “ Balas Inuya

Tazuya terlihat masih tidak memperhatikan Inuya karena fokus dengan latihannya sambil bercucuran keringat dan nafasnya kembali berat. Ia berusaha untuk tidak memaksakan diri agar epilepsinya tidak kambuh

“ Haaah. . .haaah. . . padahal yang kuhadapi ini adalah hologram. Tapi tangguh juga rupanya. Mungkin Tuan Rigel

merancangnya sesuai dengan kebutuhan kami ? “ Tazuya bertanya kepada dirinya sendiri

“ Ayo ! Maju ! “ Tantang Holonemy

“ Haaaaaaaaaaaah “

Tazuya melanjutkan pelatihannya sambil mengingat semua gerakannya Yukiharu, sang senior yang merupakan idolanya waktu dia masih SD. Maka saat ia melanjutkan latihan, ia membayangkan Holonemy adalah Yukiharu

( TRANG ! )

“ Hebat sekali, Kak Yukiharu ! “

“ Siapa itu, Yukiharu ?  “Tanya si Holonemy tersebut

“ Maaf. Tapi kamu mengingatkan aku pada dia ! “ Kata Tazuya sambil tersenyum dengan bangga

Ryuga masih bertarung melawan sang Holonemy dan terlihat ia Holonemy yang ia hadapi cukup kuat dibandingkan dengan kemampuannya. Ryuga menduga bahwa Holonemy sengaja dirancang lebih kuat darinya agar ia bisa mengetahui cara mengalahkan hologram tersebut

( DUAGH )

“ Ugh ! “ Rintih Ryuga yang terpental karena serangan Holonemy

“ Ayo bangun ! “ Tantang Holonemy tersebut

“ Begitu. . . aku akui teknologi ini adalah salah satu ciptaan yang luar biasa yang diciptakan oleh Fighter “ Kata Ryuga dengan kagum

“ Pujian diterima ! Aku harap kau belajar untuk tahu posisimu, anak muda ! “

Mendengar perkataan Holonemy, Ryuga langsung teringat akan perkataan Hugo jika ia selalu bertanya kenapa ia diperlakukan “berbeda” dari anak-anak lain. Hugo mengatakan kepada Ryuga kecil yaitu “Kamu tahu sendiri apa kelemahanmu’kan ! Kamu tidak tahu seperti apa dunia diluarmu ! Jadi ingatlah posisimu, Ryuga! “. Perkataan Hugo ini membuat Ryuga merasa bahwa Hugo meremehkannya dan itu terus teringiang-ngiang dikepalanya

“ HYAH ! “

( ZYAT ! )

“ Kali ini. . .aku tidak akan memperlakukanmu dengan halus ! “ Kata Ryuga dengan tegas dan ekspresi seriusnya

Sambil bertarung, Ryuga kembali teringat akan apa yang dikatakan ayahnya. Dalam hati, Ryuga bersumpah akan menunjukan bahwa apa yang dikatakan Hugo adalah salah karena ia bisa menjadi setara dengan orang lain dalam caranya sendiri

“ Ayah. . . jika anda berpikir aku tidak tahu apa posisiku, anda salah ! Akan kubuktikan bahwa apa yang anda katakan adalah sebuah kesalahan ! “

*****

Di kota Shinjitsu, terlihat Zi sedang mencari keberadaan EVA-Q8 atas perintah dari Ramone Grace. Sambil mencarinya, Zi selalu memperhatikan layar smartphone-nya untuk mengingat seperti apa wajah dari wujud manusia

EVA-Q8

“ Jadi. . . kenapa harus aku yang mencari wanita mengerikan ini ?! “ Gerutu Zi yang mengendarai mobil sambil dihubungi oleh Hassan

“ Boss dari wanita tersebut memiliki tujuan yang sama dengan kita. Walau sebenarnya itu bukanlah tujuan utama mereka, yang jelas mereka juga sama-sama ingin mengincar anak-anak nakal itu “ Jelas Hassan

“ Tapi dimana- ah. . . itu dia ! “

Saat Zi ingin bertanya keberadaan EVA-Q8, ia kemudian melihatnya sedang duduk ditaman kota sendirian sambil menganalisa situasi ditempat tersebut. Saat membandingkanya dengan gambar yang ditangkap oleh Chuckles, Zi akhirnya senang bisa melihatnya

“ Ah ! Ketemu juga akhirnya ! “ Kata Zi yang langsung bergegas memakirkan mobilnya

EVA-Q8 belum menyadari kedatangan Zi karena sibuk menganalisa taman tersebut. Ia baru sadar saat Zi memanggilnya. EVA-Q8 melihat kearah Zi, dan akhirnya ia kembali menganalisa. Saat Zi memperkenalkan dirinya, EVA-Q8 menganalisa Zi dan hasilnya bahwa ia sama berbahayanya dengan Hassan dan lainnya

“ Heeeeiii~ Apa kabar ? “ Sambut Zi dengan ceria dan ekspresi cemasnya

“ Oh ! “ Jawab EVA-Q8  dengan singkat

“ Heiiiii nona ! Eeeeh. . .perkenalkan, panggil aku Zi “ Sapa Zi sambil memberikan jabatan tangan kepada EVA-Q8

“ Zi ? Hmmmm. . . Tingkat berbahaya 65% ! “ Kata EVA-Q8sambil melihat analisanya

“ Hei ssssttt. . . jangan bilang begitu kepada orang asing yang baru kamu kenal. Aku disini tidak ingin macam-macam denganmu kok ! “ Jawab Zi dengan nada cemasnya

“ Apa maumu ?! “ Tanya EVA-Q8 dengan nada tegasnya

Tanpa Zi sadari, semua percakapan mereka dipantau oleh Swift Polly yang melihatnya dari chip pemantau milik EVA-Q8. Melihat EVA-Q8 diajak oleh orang yang tidak dikenal membuat Swift Polly sedikit jengkel

“ Sialan kamu, EVA ! Aku tidak percaya kamu mau diajak bicara oleh wanita aneh ini ! “ Gerutu Swift Polly

Tanpa sepengetahuan Swift Polly, ternyata Rough Polly juga meretas sistem yang ada ditubuh EVA-Q8, yang membuat ia juga bisa melihat apa yang dilihat oleh ketiga robot yang dikirim Argus, termasuk EVA-Q8

“ Jadi begitu ya ! Wanita itu sama berbahayanya dengan pria bumi yang diserang kemarin ? Huh. . . dia tidak menarik ! Tapi aku penasaran apa tujuan dia dan kenapa ia berbahaya !  “ Kata Rough Polly dengan nada remeh

Rigel masih memperhatikan mereka dari balik layar monitor. Kemudian, timer yang ia pasang di layar monitor mulai berbunyi, waktu sudah berjalan 30 menit. Rigel pergi keruang latihan dan menghentikan pelatihan tersebut. Untuk melihat seperti apa perkembangan mereka, Rigel meminta mereka berlima untuk bertarung satu lawan satu menghadapinya.

“ Baiklah ! FAIS. . . hentikan Holonemy-nya ! “ Perintah Rigel

“ Dimengerti, Tuan Rigel Orionis ! “

“ Ah ! “ Tazuya kaget saat Holonemy yang ia hadapi mulai menghilang

“ Eh ? Kemana musuhnya ? “ Tanya Ryuga

“ Waktu sudah menunjukan 30 menit. Sekarang, aku akan mengetes kalian bertarung satu lawan satu denganku di arena ini “  Kata Rigel kepada mereka berlima

Mendengar perkataan Rigel, Tazuya dan yang lainnya ragu untuk menerimanya. Terlebih, Rigel jauh lebih pengalaman dari mereka. Saat Tazuya dan Inuya bertanya kenapa mereka tidak bertarung satu sama lain, Rigel menjawabnya ia tidak bisa mengukur tingkat kemampuan mereka jika ia tidak mereka tidak menghadapinya secara langsung

“ Errrr . . . bertarung melawan anda ? “ Tanya Tazuya dengan kebingungan dan keraguan

“ Kenapa tidak kami melawan satu sama lain ? “ Inuya bertanya kepada Rigel

“ Jika kalian lawan satu sama lain bagaimana bisa aku melihat tingkat kemampuan kalian ? “ Balas Rigel dengan balik bertanya kepada mereka berlima

“ Umm. . . sebenarnya. . . kami bertanya seperti itu karena kami agak ciut jika disuruh untuk bertarung melawan anda walau hanya sekedar latihan “ Kata Tazuya

“ Begitu ya ? Aku mengerti jika kalian kurang pede untuk menghadapiku. Yang perlu kalian ingat ialah kalian dilatih bukan hanya karena latihan biasa. . . tetapi latihan untuk menjadi El-Fighter. Aku mungkin agak keras untuk melatih kalian. Tapi jangan khawatir. . .aku tidak akan melakukan semena-mena dengan kalian. Ini demi membangkitkan

Fighter Possession kalian. Sekali kalian memiliki Possession, kalian bisa menggunakannya untuk mengalahkan musuh-musuh kalian “ Jelas Rigel

Tazuya dan yang lainnya hanya bisa terdiam, memahami semua perkataan Rigel. Melihat mereka semua paham akan perkataanya, Rigel mengaktifkan program di arena tersebut. Arena tersebut akan berubah sesuai dengan siapa yang dilawan Rigel. Saat ia meminta Tazuya untuk menghadapinya, arena tersebut berubah menjadi sebuah padang rumput luas dengan pepohonan yang besar

“ Tazuya ! Kamu yang pertama ! “ Ajak Rigel sambil mempersiapkan pedangnya

“ Ah. . . baiklah “ Kata Tazuya yang maju dengan keraguan diwajahnya

“ Ayo, maju ! “

“ Haaaaaaaaaaa ! “

( Trang ! )

“ Bagus ! Permulaan yang bagus ! Kamu mengingatkan dengan temanku ! “ Puji Rigel

Tazuya terus menyerang Rigel, tetapi Rigel bisa menghindarinya dengan mudah. Disaat Tazuya menggunakan teknik pedang yang serupa dengan teknik milik temannya, Rigel yang kaget langsung menghindarinya dan mengambil pedang Tazuya dengan tangannya

“ Ah ! HYAH ! “

“ Apa ? “ Kata Rigel yang kaget saat Tazuya menggunakan teknik pedang yang serupa dengan temannya

(Grep ! )

“ Ah ! Apa yang- “

“ Nak Tazuya. . . berapa banyak teknik yang kamu tiru ? “ Tanya Rigel sambil memegang pundak kanan dan pergelangan tanga Tazuya

“ Berapa banyak ? Aku meniru teknik milik ayahku. . . pamanku. . . dan seniorku” Jawab Tazuya

“ Jika ayahmu masih hidup, aku yakin dia adalah seorang ksatria yang tangguh “ Puji

“ Darimana anda tahu – “

Mendengar perkataan Rigel tentang kematian ayahnya, Tazuya seketika terkejut mendengarkannya. Sebelum Tazuya ingin bertanya, Rigel berusaha untuk menendangnya. Tetapi berhasil dihentikan oleh Tazuya dengan menghentikan kakinya dengan kakinya. Tazuya tidak dapat menahan kakinya Rigel akhirnya terjatuh

( SYAT !)

( DUAGH !)

“ Ugh. . .Uh ! “

“ Kamu memang cepat, nak Tazuya. Tapi kelihatannya, kamu tidak memiliki konsentrasi yang pas. Kenapa kamu tidak menggunakan psikokinesismu untuk menghindari aku ? Baiklah. . . sekarang giliran Inuya ! Hadapi aku saat kamu sudah siap “

Dengan kecewa, Tazuya tidak punya pilihan selain mengikuti perkataan Rigel. Inuya maju kearena dengan golok yang pertama kali ia pakai. Rigel pun mengubah arena menjadi arena gersang dan berbatu

“ Baiklah, nak Inuya. Jangan pasang wajah keraguanmu itu. Percayalah dengan kemampuanmu “ Kata Rigel sambil menggantikan pedang dengan pisau petarungnya

“ Uuuh. . .oke “

“ Maju ! “

Inuya maju menghadapi Rigel. Awalnya, Inuya hanya menggunakan kedua tangan kosongnya. Rigel takjub akan kemampuan Inuya yang begitu cepat jika dibandingkan dengan Tazuya. Lagi, Rigel bisa membaca gerakan Inuya yang membuat ia kembali bisa menghadapi serangannya dengan mudah. Inuya kemudian berusaha menyerang Rigel dengan golok tersebut. Lagi-lagi, Rigel berhasil menghindarinya dan langsung membuat Inuya terjatuh dan menahan tubuhnya dilantai, mengambil goloknya dan mengarahkan golok tersebut tepat disamping wajahnya Inuya

( BRAK ! )

“ Akh ! “ Rintih Inuya

“ Apa itu tidak terlalu kasar ?  “Tanya Jubei

“ Ugggh “

“ Segini saja ? Aku yakin kamu masih

memiliki potensi yang belum kamu sadari. Dan mungkin saja. . .potensi itu akan

membuatmu kaget bukan main “ Kata Rigel sambil membisikannya ke Inuya

“ Potensi ? “ Tanya Inuya dengan

ragu

“ Suatu saat, kamu akan tahu apa maksudku “ Kata Rigel sebelum ia bersiap menyerangnya

Inuya langsung berbalik dan melakukan perlawan. Sayangnya, serangan itu berhasil ditangkis oleh Rigel dan akhirnya Rigel menendangnya.

“ Ryuga Mangetsu ! Ayo maju ! “

Ryuga tanpa ragu mengikuti permintaan Rigel. Ia mengubah Arena tersebut menjadi sebuah ruangan berkaca. Rigel menggunakan anthemusanya dan menciptakan kaca es yang serupa dengan kaca yang ada diarena tersebut untuk mengelabui Ryuga dan masuk kedalam kaca tersebut

“ Aku kagum akan kemampuan Dowsingmu, Nak Ryuga. Maka dari itu, gunakanlah untuk mencari keberadaanku ! “

Ryuga melirik kearah kaca-kaca tersebut, dan memfokuskan Dowsing-nya untuk mencari dimana Rigel bersembunyi. Rigel kemudian menciptakan hawa es untuk mengganggu fokusnya Ryuga. Disaat Rigel keluar dari kaca disamping Ryuga, ia langsung panik dan langsung menggunakan buckler untuk melindungi diri dari serangan Rigel

“ Disamping ! “

( TRANG !)

“ Keputusan yang bagus ! Aku pikir saat aku keluar kamu akan menyerangku. Tapi aku salah ! “

Rigel terus menyerang Ryuga untuk memancing agar ia mau menggunakan teknik penyerangannya. Disaat Ryuga berusaha menyerang Rigel dengan melemparkan salah satu buckler ditangannya, Rigel berhasil menahannya, dan menyerang Ryuga dengan buckler tersebut

“ HAH ! “

( Grep ! )

“ Hyaaaah ! “

( Duagh ! )

“ Uagh ! “

“ Kalau dilihat untuk Fighter tipe pertahanan seperti dirimu, kamu dikategori sebagai Fighter tipe pertahanan yang agak lemah “ Komentar Rigel dengan nada remeh

“ Jadi. . . apa ada kategori lain untuk para Fighter ? “ Tanya Tazuya yang mendengarkan pembicaraan Rigel

“ Ya. Fighter memiliki tiga tipe. Yaitu tipe petarung sejati, pertahanan dan intelijen. Aku sudah melihat bahwa Tazuya dan Inuya sudah pasti terkategori sebagai sebagai tipe petarung sejati, dan Ryuga adalah tipe pertahanan karena kemampuan terbesarnya ada di pertahanannya. Tapi ironisnya. . .untuk Fighter tipe pertahanan, Nak Ryuga bisa dikatakan masih lemah untuk rata-rata Fighter tersebut “ Jelas Rigel

“ Baiklah. Nak Ataru dan Jubei. Kalian sepertinya ahli dalam pertarungan jarak jauh. Siapa yang mau mulai duluan ? “ Tanya Rigel kepada mereka berdua

“ Umm. . .aku dulu ! Jadi Jubei bisa terakhiran agar ia bisa melihat bagaimana cara aku menghadapimu “ Tawar Ataru

“ Baiklah. Ayo kita mulai ! “

*****

Ataru membangunkan Ryuga yang sulit untuk berdiri karena serangannya Rigel. Sambil pergi ketempat Tazuya dan yang lain, Tazuya dengan sarkastisnya bertanya tentang keadaan hidungnya, yang membuat Ryuga jengkel.

“ Tidak apa-apa. Kamu pasti tahu cara menghadapinya “ Kata Ataru

“ Yaaaa “ Jawab Ryuga dengan singkat

“ Bagaimana dengan hidungmu ? “ Tanya Tazuya

“ Diamlah, Hideyuki “

Rigel mengubah arenanya menjadi hutan dengan penuh pepohonan yang besar. Rigel kemudian langsung lari menghindari Ataru dan memintanya untuk mencari keberadaannya. Ataru tanpa keraguan langsung mencari Rigel diantara pepohonan tersebut

“ Cari aku ! “ Tantang Rigel

Ataru menutupu matanya sejenak dan kemudian mengaktifkan kontak spiritualnya untuk melacak Rigel. Rigel yang merasakan hal ini merasa kagum akan keputusan yang diambil Ataru untuk menggunakan kontak spiritualnya untuk mencari keberadaanya

“ Ia mencariku dengan ini ? Hebat sekali keputusanmu “

“ Ketemu ! “ Kata Ataru yang langsung mengejar Rigel

( Zyuuung ! )

“ Uwaaa ! “

“ Sialan ! Meleset ! “ gerutu Ataru

Tiba-tiba, Rigel balas menyerang Ataru dengan peluru es milik Anthemusa disegala arah. Ataru yang kaget langsung menghindari serangan tersebut dengan kewalahan dengan menembak semua peluru es tersebut. Tanpa ia sadari, Rigel mengambil kesempatan ini, dengan cepat datang menghampirinya

( Syat! Syat! Syat! Syat! )

“ Ah ! “

(Blaar! Blaar! Blaar! )

“ Kau lengah, nak Ataru ! “

“ Celaka “

( DUAGH !)

“ Woah. . . ternyata Ataru tidak sehebat yang aku duga “ Komentar Tazuya

“ Aduh ! Uuuhhh “

“ Aku kagum akan keputusanmu menggunakan kontak spiritual untuk melacak. Tapi sayangnya, kelihatannya kamu belum siap untuk menghadapi serangan musuh yang bertubi-tubi. Padahal sebagai sniper, kamu harus memiliki insting yang kuat akan serangan musuh “ Jelas Rigel

Disaat Rigel ingin menyuruh Jubei untuk masuk kearena, Jubei tiba-tiba sudah menunggu gilirannya didalam arena dengan bersembunyi diantara pepohonan tersebut. Jubei langsung menembak Rigel dengan anak panah. Rigel yang melihat serangannya menjadi kaget. Rigel kemudian pergi mencarinya

“ Nak Jubei. Sekara- “

( Syat ! Tak ! )

“ Ah ! “

“ Eh. . .Jubei sudah ada disana ?! “ Tanya Inuya dengan kebingungan saat mereka sadar kalau Jubei sudah berada di arena

“ Dari tadi, kok “ Jawab Ryuga

“ Jadi kamu sudah tahu dia ada disana ? “ Tanya Tazuya

“ Kalian saja yang bodoh untuk menyadarinya “ Kata Ryuga

( Syat ! Syat ! Syat !)

“ Kelihatannya kamu cukup bersemangat untuk memulai pelatihannya, nak Jubei ? Aku suka semangatmu ! “ Puji Rigel yang langsung mencari keberadaan Jubei

“ Well. . .Jubei-chan. Kurasa aku tidak punya pilihan selain membiarkanmu untuk melawan orang ini “ Kata Ataru yang masih terduduk diarena tersebut

Dari balik pepohonan, Jubei melihat situasi dibalik pohon tersebut. Ia belum melihat tanda-tanda kedatangan Rigel. Ternyata ini adalah taktik Jubei saat ia berburu di masa kecilnya. Tanpa sepengetahuan Jubei, Rigel ternyata melacaknya menggunakan kontak spiritualnya. Saat ia menemukan Jubei, Rigel sengaja berdiri tanpa sepengetahuan Jubei. Yang tentu saja saat Jubei menyadari bahwa Rigel berada didekatnya, ia kaget bukan main

“ Aaaah~ ternyata dia disana. Dilihat dari gerak-geriknya, sepertinya nak Jubei belum berpindah dari tempatnya “ Kata Rigel dalam hati sambil pergi ke suatu jalan tercepat untuk bisa ketempat Jubei tanpa sepengetahuannya

“ Ah. . .kemana dia ? “ Tanya Tazuya saat melihat Rigel tiba-tiba menghilang dari balik layar monitor

“ Kemana siiiiih~ ? Kok Pak Rigel dari tadi belum keluar ya ? “ Gerutu Jubei

“ Yaaaa~ bagaimana kamu bisa tahu jika kamu tidak beranjak dari tempatmu~ “ Goda Rigel yang secara tiba-tiba berada didepannya

“ Hiyaaaaaaaaaa~ “ Teriak Jubei dengan kepanikan

“ Oohohohooo~ Ada apa nak Jubei ? Masih minder akan tingkat kemampuanmu ? Padahal kita ini sedang latihan loh “ Kata Rigel

“ Ah. . .ha. . .haa. . haaa. . aa. . .aku. . .aku. . . aku tidak tahu harus menghadapimu seperti apaaaaa~ “ Kata Jubei dengan nada kepanikan

Tiba-tiba, Tazuya, Inuya dan Ryuga kemudian datang dari belakang, berusaha untuk melakukan serangan kejutan kepadanya. Rigel dengan cepat menyadari kedatangan mereka bertiga dan langsung menghindarinya. Tazuya memberikan sebuah pisau kepada Jubei untuk menyerang Rigel, memintanya untuk menyerang Rigel dengan itu jika ia kesulitan untuk menyerang Rigel dengan busur dan anak panah

“ Hiyaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh “

“ Apa ? “

( Duagh ! )

( Syat ! )

“ Serangan kejutan ? Hei ! Padahal aku sudah bilang kita latihan dengan satu lawan satu ! “ Kata Rigel dengan kaget

“ Jubei ! Pakai ini ! “ Kata Tazuya sambil melemparkan pisau kearah Jubei

“ Oke ! “

Rigel mengambil lengan Inuya dan melemparkannya kearah Ryuga, yang membuat tubuh mereka terkena sebuah pohon. Tazuya dan Jubei mengambil kesempatan untuk menyerang Rigel. Disaat Tazuya berhasil meninju wajahnya, Rigel langsung menyapu kaki Tazuya dan membuatnya terjatuh. Jubei yang berusaha melakukan perlawanan langsung dihentikan dengan mudah karena ia merasa bahwa Jubei tidak begitu ahli dalam bertarung dengan jarak dekat

“ Uwa ! “ Kata Inuya dengan kaget

“ Hyaaaaaaaaaah HAH ! “

( BRAK )

“ JUBEI SAATNYA ! “

“ OKEEEE “

( DUAGH )

“ Kkhh. . . kalian ! “

( Syat )

“ Uwaaaagh ! Adududuh ! “ Rintih Tazuya

“ Terima iniiiii “ Teriak Jubei yang bersiap untuk melakukan penyerangan

( Grep )

“ Ini bukanlah keahlianmu, nak Jubei. Jadi jangan paksakan dirimu untuk menggunakannya ! “ Rigel memperingatkan Jubei sambil memegang pergelangan tangannya dengan kuat

Rigel kemudian melihat Ataru yang baru saja datang. Saat melihat Tazuya dan yang lain sudah mulai kelelahan, ia langsung menghentikan pelatihannya. Rigel agak sedikit jengkel karena mereka berlima melanggar peraturannya untuk tidak menghadapinya secara bersamaan. Walau demikian, ia cukup bangga akan kerjasama tim mereka yang berusaha untuk mengalahkannya

“ FAIS ! Pelatihannya sudah selesai ! “

“ Dimengerti, Tuan Rigel Orionis ! “ Jawab FAIS sambil mengubah arena tersebut kembali normal seperti sedia kala

“ Haaaahh. . . kalian berlima melanggar peraturan untuk tidak saling membantu. Bukan’kah kalian sudah dengar bahwa kita bertarung satu lawan satu ? “ Tanya Rigel kepada mereka berlima

“ Maafkan kami, tuan Rigel “ Kata Ryuga

“ Yaaa. . .itu karena kami mendengar jeritannya Jubei. Kami pikir dia sedang dalam masalah “ Lanjut Inuya

“ Aaaaahh. . .begitu ya ? Kalian tidak perlu cemas !  Itu karena pada dasarnya Nak Jubei kelihatannya benar-benar sedang panik! Kelihatannya dia memang orang yang mudah panik ya ” Jelas Rigel

“ Yaaa. . .seperti itulah. Sekali dia panik, semuanya jadi heboh “ Gerutu Inuya

“ Perkataanmu serasa bahwa kamu adalah orang yang tidak panik mendengar ia berteriak ya “ Celoteh Tazuya sambil mencubit lengan atas Inuya

“ Hei. . .aku Cuma ikut-ikutan kok! Bukan karena panik dengar teriakan Jubei !”

“ Apaan ?! Sudah jelas kamu yang pertama lari kearena itu “ Kata Ryuga

“ Bagaimana dengan hasil pelatihannya, Tuan Rigel ?” Tanya Ataru

“ Masih jauh dari ekspetasiku. Jubei sendiri tidak ada kesempatan untuk menyerangku karena ulah kalian bertiga. Tapi itu tidak masalah. . .kalian tidak perlu memaksakan diri untuk mengaktifkan Possession kalian. Yang terpenting kalian harus rajin berlatih bukan hanya karena untuk membangkitkan Fighter Possession, tetapi juga untuk menghadapi musuh yang harus kalian hadapi “ Jelas Rigel

Mendengar penjelasan Rigel, Tazuya dan yang lain tidak berkata apa-apa . Sebelum mengajak mereka berlima untuk makan bersama dengannya, Rigel memberikan mereka target selama 2 minggu untuk latihan membangkitkan Fighter Possession mereka

“  Oke. Untuk membuat kalian menjadi semangat, aku akan memberi kalian waktu 2 minggu latihan rutin selama pulang sekolah. Kecuali dihari sabtu dan minggu. Aku harap kalian semua bisa menjalankan latihan ini dengan lancar tanpa ada kendala “

“ YA, TUAN RIGEL !” Kata mereka berlima secara serentak

“ Nah. Ayo kita keruang makan. Mari kita makan malam bersama-sama sebelum kalian pulang “ Ajak Rigel

Disaat yang bersama, EVA-Q8 kemudian datang menghampiri Swift Polly di pesawat mereka untuk memberitahunya akan ajakannya Zi untuk bertemu disuatu tempat yang mereka tujuh untuk ditemui oleh boss mereka.

“ Haaaah ? Kerjasama dengan manusia ? Delusi macam apa itu ?” Tanya Swift Polly

“ Kata mereka sih. . . . mereka punya tujuan yang sama dengan mereka “ Jelas EVA-Q8

“ Ada masalah apa ?! “ Tanya Argus yang baru saja datang bersama Melee-Function

“ Ini. . . . EVA baru saja dihampiri oleh manusia perempuan yang ingin melakukan kerjasama dengan kita. Katanya

siiih . . .itu karena mereka punya tujuan yang sama dengan kita “ Jelas Swift Polly

“ EVA-Q8.  . . . jelaskan kepadaku apa yang mereka mau dari kita “ Perintah Argus untuk menceritakan semua permbicaraannya dengan Zi

“ Eh ? Anda-“

“ Aku hanya ingin tahu apa yang mereka katakan kepadamu. Jika kelihatannya menarik, bisa saja kita akan

menerima kerjasama ini dengan tujuan lain yang tidak mereka ketahui. Sekarang.. . .ceritakan kepadaku, EVA-Q8 !”

“ Baiklah. . . beginilah ceritanya “

*****

Episodes
1 Prologue : Memasuki 2100
2 Hari Pertama
3 Pertarungan
4 Sebuah Kabar Besar
5 Pendekatan
6 Pembalasan Atraco
7 Adaptasi I : Permainan Dimulai
8 Adaptasi II : Selidik
9 Masalah Besar
10 Hentikan Mereka
11 Seperti Waktu Itu
12 Menemukan Sesuatu Yang Sulit Dipercaya
13 Sabotase
14 Serang Mereka I : EPSILON
15 Serang Mereka II : DELTA
16 Serang Mereka III : GAMMA
17 Peran Kita
18 Apa Yang Terjadi Di Dermaga Shinjitsu ?
19 Pelatihan I : Guru vs Murid
20 Pelatihan II : Semangat
21 Bersekongkol Dengan Para Manusia
22 V-FIGHTER
23 Fighter Possession I : Bangkit
24 Fighter Possession II : Tantangan
25 Hasil
26 Sisi Lain
27 Atraco vs Theta
28 Suatu Saat Mereka Akan Tahu
29 Manusia Sialan Yang Kutemui
30 Operasi Pencarian Dilanjutkan
31 Invasi Thetoid I : Superbia-07
32 Invasi Thetoid II : Gagalkan Rencana Mereka !
33 Invasi Thetoid III : Tumbukan
34 Invasi Thetoid IV : Astraser
35 Harapan Baru
36 Malam Setelah Penyerangan
37 Petaka
38 Tak Terduga
39 Jangan Bercanda !
40 Hukuman
41 Keingintahuan
42 Latihan Dilanjutkan
43 Mencari Batasan dan Potensi
44 Our Real Enemy
45 When People Can’t Accept Something
46 Mereka Datang !
47 Keluarga
48 Descendant Of The Untouchable Huntress
49 Kita Tidak Sama !
50 A Light from Inner Spirit
51 (VISUAL Part 1) Main Character
52 (Kepo Session) Part.1
53 51. Kelemahan
54 52. Operasi Pencarian di Festival
55 53. Masalah Ganda I
56 54. Masalah Ganda II
57 55. Masalah Ganda III
58 56. Not Worth To Kill
59 57. Bond Between Sister I
60 58. Bond Between Sister II
61 59. Ajakan dari Karin
62 60. True Feeling
63 61. Can’t Have Same Feeling With You
64 62. Salah Perhitungan I
65 63. Salah Perhitungan II
66 64. Salah Perhitungan III
67 65. Salah Perhitungan IV
68 66. Kecerobohan
69 66. Kecerobohan
70 67. Aksi Bodohmu
71 68. Overthinking
72 69. Cara Lain I
73 70. Cara Lain II
74 71. Gedung markas MIRA
75 72. Cara Damai Akhirnya Gagal
76 73. V-FIGHTER vs Elite Soldier I
77 74. V-FIGHTER vs Elite Soldier II
78 75. V-FIGHTER vs Elite Soldier III
79 76. Ku Hargai Keputusanmu
80 77. Wondering
81 78. Something You Hide
82 79. No Right To Know
83 80.Si Penakut Di Posisi Orang Hebat I
84 81.Si Penakut Di Posisi Orang Hebat II
85 82. Friendly Fight
86 83. Something Impossible Can Be Possible
87 84. Unbelievable
88 85.Mencoba Menikmati Yang Kita Benci
89 86. Hide and Seek
90 87. Playtime is OVER !
91 88. Tepat Waktu
92 89. From This, Im Decide to... I
93 90. From This, Im Decide to... II
94 91. Senja itu
95 92. Pandangmu
96 93. Menciptakan Suatu Sejarah I
97 94. Menciptakan Suatu Sejarah II
98 95. Hadapi atau Hindari I
99 96. Hadapi atau Hindari II
100 97. Hadapi atau Hindari III
101 98. Daddy Long Legs
102 99. Nekad I
103 100. Nekad II
104 (VISUAL Part 2) Karakter Thetoid
105 101. Visitors of Dormitory I
106 102. Visitors of Dormitory II
107 103. Hasil Perundingan
108 104. Golden Week (Sehari Sebelum Misi) I
109 105. Golden Week (Sehari Sebelum Misi) II
110 106. MISSION START
111 107. Be Careful
112 108. FOILED
113 109. AKIBAT TERLALU NEKAT I
114 110. AKIBAT TERLALU NEKAT II
115 111. AKIBAT TERLALU NEKAT III
116 112. AKIBAT TERLALU NEKAT IV
117 113. MEREKA SUDAH SADAR !
118 114. Belum Terlambat
119 115. Kembalilah Dalam Keadaan Selamat
120 116.(RE) ENTER
121 117. WELCOME BACK !
122 118. Pertimbangkan dan Putuskanlah
123 119. How Silly !
124 120. TREMBLE I
125 121. TREMBLE II
126 122. Hesitate Can Kill You
127 123. A Man With Bold Action I
128 124. A Man With Bold Action II
129 125. Jangan Lari ! Hadapi Aku !
130 126. Countdown To Second Invasion I
131 127. Countdown To Second Invasion II
132 128. Countdown To Second Invasion III
133 129. The Promise I
134 130. The Promise II
135 131. Ayo ! Kita Harus Menuntaskannya !
136 132. No Time To Waste (Just Do it !)
137 133. No Time To Waste (Or Let me kill you first)
138 134. No Time To Waste (Think About Quick Action now ! )
139 135. Sting And Swarm I
140 136. Sting And Swarm II
141 137. Sting And Swarm III
142 138. Sting And Swarm IV (Queen Bee)
143 139. Sting And Swarm V
144 140. I' am strong
145 141. (No) Honor Among Soldier I
146 142. (No) Honor Among Soldier II
147 143. Worthiness
148 144. Yes ! We Are Still Worthy
149 145. Fallen
150 146. Kesempatan Terakhir
151 147. Retake The Sword And Mantel
152 148. What A Tough Day
153 149. A Peaceful and Silent Night
154 150. [THE END] Keep Moving Toward The Bright Side
155 [EPILOGUE] And The World Know Us
156 [BIG NEWS]
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Prologue : Memasuki 2100
2
Hari Pertama
3
Pertarungan
4
Sebuah Kabar Besar
5
Pendekatan
6
Pembalasan Atraco
7
Adaptasi I : Permainan Dimulai
8
Adaptasi II : Selidik
9
Masalah Besar
10
Hentikan Mereka
11
Seperti Waktu Itu
12
Menemukan Sesuatu Yang Sulit Dipercaya
13
Sabotase
14
Serang Mereka I : EPSILON
15
Serang Mereka II : DELTA
16
Serang Mereka III : GAMMA
17
Peran Kita
18
Apa Yang Terjadi Di Dermaga Shinjitsu ?
19
Pelatihan I : Guru vs Murid
20
Pelatihan II : Semangat
21
Bersekongkol Dengan Para Manusia
22
V-FIGHTER
23
Fighter Possession I : Bangkit
24
Fighter Possession II : Tantangan
25
Hasil
26
Sisi Lain
27
Atraco vs Theta
28
Suatu Saat Mereka Akan Tahu
29
Manusia Sialan Yang Kutemui
30
Operasi Pencarian Dilanjutkan
31
Invasi Thetoid I : Superbia-07
32
Invasi Thetoid II : Gagalkan Rencana Mereka !
33
Invasi Thetoid III : Tumbukan
34
Invasi Thetoid IV : Astraser
35
Harapan Baru
36
Malam Setelah Penyerangan
37
Petaka
38
Tak Terduga
39
Jangan Bercanda !
40
Hukuman
41
Keingintahuan
42
Latihan Dilanjutkan
43
Mencari Batasan dan Potensi
44
Our Real Enemy
45
When People Can’t Accept Something
46
Mereka Datang !
47
Keluarga
48
Descendant Of The Untouchable Huntress
49
Kita Tidak Sama !
50
A Light from Inner Spirit
51
(VISUAL Part 1) Main Character
52
(Kepo Session) Part.1
53
51. Kelemahan
54
52. Operasi Pencarian di Festival
55
53. Masalah Ganda I
56
54. Masalah Ganda II
57
55. Masalah Ganda III
58
56. Not Worth To Kill
59
57. Bond Between Sister I
60
58. Bond Between Sister II
61
59. Ajakan dari Karin
62
60. True Feeling
63
61. Can’t Have Same Feeling With You
64
62. Salah Perhitungan I
65
63. Salah Perhitungan II
66
64. Salah Perhitungan III
67
65. Salah Perhitungan IV
68
66. Kecerobohan
69
66. Kecerobohan
70
67. Aksi Bodohmu
71
68. Overthinking
72
69. Cara Lain I
73
70. Cara Lain II
74
71. Gedung markas MIRA
75
72. Cara Damai Akhirnya Gagal
76
73. V-FIGHTER vs Elite Soldier I
77
74. V-FIGHTER vs Elite Soldier II
78
75. V-FIGHTER vs Elite Soldier III
79
76. Ku Hargai Keputusanmu
80
77. Wondering
81
78. Something You Hide
82
79. No Right To Know
83
80.Si Penakut Di Posisi Orang Hebat I
84
81.Si Penakut Di Posisi Orang Hebat II
85
82. Friendly Fight
86
83. Something Impossible Can Be Possible
87
84. Unbelievable
88
85.Mencoba Menikmati Yang Kita Benci
89
86. Hide and Seek
90
87. Playtime is OVER !
91
88. Tepat Waktu
92
89. From This, Im Decide to... I
93
90. From This, Im Decide to... II
94
91. Senja itu
95
92. Pandangmu
96
93. Menciptakan Suatu Sejarah I
97
94. Menciptakan Suatu Sejarah II
98
95. Hadapi atau Hindari I
99
96. Hadapi atau Hindari II
100
97. Hadapi atau Hindari III
101
98. Daddy Long Legs
102
99. Nekad I
103
100. Nekad II
104
(VISUAL Part 2) Karakter Thetoid
105
101. Visitors of Dormitory I
106
102. Visitors of Dormitory II
107
103. Hasil Perundingan
108
104. Golden Week (Sehari Sebelum Misi) I
109
105. Golden Week (Sehari Sebelum Misi) II
110
106. MISSION START
111
107. Be Careful
112
108. FOILED
113
109. AKIBAT TERLALU NEKAT I
114
110. AKIBAT TERLALU NEKAT II
115
111. AKIBAT TERLALU NEKAT III
116
112. AKIBAT TERLALU NEKAT IV
117
113. MEREKA SUDAH SADAR !
118
114. Belum Terlambat
119
115. Kembalilah Dalam Keadaan Selamat
120
116.(RE) ENTER
121
117. WELCOME BACK !
122
118. Pertimbangkan dan Putuskanlah
123
119. How Silly !
124
120. TREMBLE I
125
121. TREMBLE II
126
122. Hesitate Can Kill You
127
123. A Man With Bold Action I
128
124. A Man With Bold Action II
129
125. Jangan Lari ! Hadapi Aku !
130
126. Countdown To Second Invasion I
131
127. Countdown To Second Invasion II
132
128. Countdown To Second Invasion III
133
129. The Promise I
134
130. The Promise II
135
131. Ayo ! Kita Harus Menuntaskannya !
136
132. No Time To Waste (Just Do it !)
137
133. No Time To Waste (Or Let me kill you first)
138
134. No Time To Waste (Think About Quick Action now ! )
139
135. Sting And Swarm I
140
136. Sting And Swarm II
141
137. Sting And Swarm III
142
138. Sting And Swarm IV (Queen Bee)
143
139. Sting And Swarm V
144
140. I' am strong
145
141. (No) Honor Among Soldier I
146
142. (No) Honor Among Soldier II
147
143. Worthiness
148
144. Yes ! We Are Still Worthy
149
145. Fallen
150
146. Kesempatan Terakhir
151
147. Retake The Sword And Mantel
152
148. What A Tough Day
153
149. A Peaceful and Silent Night
154
150. [THE END] Keep Moving Toward The Bright Side
155
[EPILOGUE] And The World Know Us
156
[BIG NEWS]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!