Malam harinya, Tazuya dan Inuya kembali ke asrama siswa SMA Internastional Shinjitsu. Saat mereka memasuki kamar mereka, DECA-I keluar dari lemari mereka dan menyambutnya. Ia merasa sangat bosan saat berada didalam lemari seharian tanpa melakukan apa-apa. Saat mengeluh tentang kebosananya tinggal didalam lemari, Tazuya dan Inuya mulai bertanya sesuatu tentang DECA-I. Terlebih karena ia adalah ciptaan dari Dennias, sang mantan Gamma El-Fighter, mereka tahu bahwa DECA-I tidak hanya berfungsi sebagai robot buddy mereka atau sebuah maskot untuk El-Fighter terdahulu.
“ Ohh. . . Hei~ akhirnya kalian sudah pulang juga~ Hidup dalam lemari ini seharian memang membuatku jenuh
setengah mati “ Sambut DECA-I sambil mengeluh
“ Kalau bosan dari tadi kenapa kamu tidak keluar sebentar diasrama. Lagipula tadi tidak ada siapa-siapa loh, dan pintunya juga kami kunci dari luar “ Kata Tazuya
“ Nanti kalau ada tiba-tiba yang masuk keasrama kalian, aku harus bagaimana ? “ Tanya DECA-I
“ Errr. . . kau ini kan robotnya sang El-Fighter, kan? Apakah penciptamu memberikan fitur khusus anti maling atau
anti para penjahat untuk jaga-jaga jika kau tersesat seorang diri ?! “ Tanya Tazuya
“ Ya. Karena kamu ciptaannya El-Fighter, aku yakin kau sebenarnya tidak hanya diciptakan sebagai robot buddy atau sejenis maskot untuk mereka “ Inuya menambahkan
“ Tentu saja. Walau bentukku sangat imut bahkan selalu terlihat seperti mainan anak-anak, aku dirancang untuk
membantu Tuan Dennias dan Tuan Rigel dalam meretas teknologi serta mencari informasi yang dibutuhkan untuk mereka. Bahkan sebelum kematian penciptaku, Tuan Dennias, beliau sering mengupgrade-ku dengan beberapa teknologi canggih agar aku bisa membantu kalian dan Tuan Rigel “ Jelas DECA-I
“ Begitu ya. Aku baru ternyata kamu bisa secanggih itu “ Kata Inuya
“ Umm. . . itu karena kalian tidak pernah bertanya apa-apa denganku “ Gerutu DECA-I
Tidak lama kemudian, Rigel menghubungi mereka melalui DECA-I. Mereka berdua kaget karena Rigel menghubungi mereka secara mendadak.
“ Selamat malam, anak-anak “
“ Kya ! Tu. . .Tuan Rigel ! “ Tazuya dan Inuya kaget secara bersamaan
“ Maaf sudah membuat kaget kalian semua. Disini sebenarnya ada suatu hal yang ingin kubicarakan dengan kalian“ Kata Rigel dari monitornya DECA-I
“ Tuan Rigel. Lain kali jika anda ingin mengontak mereka, beri mereka sedikit kode untuk mereka. Jangan mengontak mereka secara dadakan seperti ini!” Keluh DECA-I
Disaat DECA-I kembali melanjutkan keluhannya kepada Rigel, Inuya mendengar suara ketukan pintu dari pintu kamar mereka. Tazuya yang juga mendengarkannya memberi isyarat untuk membukakan pintu tersebut. Ternyata itu adalah si Ataru Kurenai. Ataru ingin meminta Inuya untuk membantunya untuk menjadi tester dalam membuat makan malam bersamanya.
“ Ya. Hoo. . . kau ternyata, Ataru “ Kata Inuya
“ Ada waktu untuk menjadi tester untuk masakanku ? “ Tanya Ataru
“ Maaf, Ataru. Baik aku dan Tazuya tidak bisa membantumu hari ini. Silahkan cari yang lain seperti Alessander atau mungkin Vladimir kalau tidak keberatan “ Kata Inuya yang langsung menolak ajakan Ataru
“ Aku akan meminta bantuan kepada Vladimir jika aku sudah pasrah akan kehidupanku. Ngomong-ngomong, , ,Kalian sedang apa ? “
“ Tidak ada. Kami hanya sedang menonton channel MyVideo yang baru saja live-streaming video game terbaru. Ehm. . . biasaaaa. . . mabar sambil streaming untuk menyelesaikan misi di game hehehe~ “ Jawab Inuya
“ Hoooo begitu ya. Kalian baru aja pulang dari sekolah langsung main Video Game, bukannya mandi dulu. Well, kalau begitu. . . selamat menonton~ akan kucarikan orang yang pas untuk membantuku “
“ Bagaimana dengan Vladimir ? “ Kata Tazuya sambil melihat Ataru dibelakang Inuya
“ Akan kupanggil dia jika aku sudah pasrah dengan hidupku ! Baiklah, akan ku panggil Ryuga-san saja. “ Kata Ataru dengan ekspresi jengkelnya sambil pergi meninggalkan kamar mereka
“ Oke . . . . maaf ya, bro ! “
Inuya dan Tazuya menutup pintu kamar dan mereka kembali ke hadapan DECA-I dan Rigel masih mendengarkan keluhannya DECA-I akan apa yang baru saja ia alami semasa tinggal didalam lemari pakaian. Saat Tazuya dan Inuya kembali, ia kemudian kembali ke tujuan awal kenapa ia memanggil mereka secara mendadak.
“ Siapa tadi ? “ Tanya Rigel
“ Itu hanya teman sekamar kami “ Jawab Tazuya
“ Oke. Mari kita lanjutkan pembicaraan kita “ Kata Rigel
Rigel berpikir sebentar, dan teringat akan sensasi spiritual sang calon El-Fighter yang baru yang ia rasakan saat Tazuya dan Inuya kembali bersama siswa siswi kelas 1-LA-A dan Pak Victor.
“ Apa kalian tadi merasakan adanya tiga sensasi lain diantara mereka. . . ummm. . . maksudku. . . sensasi dari calon El-Fighter lain diantara kalian ? “ Rigel bertanya kepada mereka berdua
“ Huh ? “
“Oke. . . begini intinya. Saat aku membiarkan kalian kembali bersama teman sekelasmu dan gurumu, aku merasakan ada sensasi dari calon El-Fighter lain diantara mereka. Dan sensasi itu sangat dekat dengan kalian. . . kalau menurut perasaanku “ Rigel kembali menjelaskan maksud perkataanya
“ Didekat kami. . . siapa ? “ Tazuya bertanya dengan Inuya
“ Ryuga ? Ataru ? Jubei ? oh ya. . . Vladimir juga ada disana. . . Pak Victor. . . Haku“
“ Berarti mereka semua adalah calon El-Fighter sama seperti kita ? “
“ Tidak tidak ! Mereka hanya tiga orang kata Tuan Rigel “
“ Umm. . . Tuan Rigel “
“ Ya. . .Tazuya ? “
Tazuya terdiam sesaat dan kepikiran akan usahanya yang ingin mendeteksi calon El-Fighter lainnya sebelum ia dan siswa kelas 1-LA-A lainnya pergi ke stadion olahraga.
“ Jika anda dan . . . kami bisa mendeteksi dan merasakan adanya El-Fighter lain, baik itu mereka masih calon atau sudah berstatus El-Fighter sempurna. . . apakah kita bisa tahu seperti apa orangnya ? “ Tazuya kembali melanjutkan pertanyaannya
“ Errr. . . soal itu. . . kalau untuk sang calon itu sendiri kita hanya bisa mendeteksinya. Sama saat aku pertama kali merasakan sensasi kalian sebelum aku pertama kali bertemu dengan kalian berdua. Aku merasakan sensasinya. . . tapi aku tidak tahu seperti apa kalian “ Jelas Rigel
“ Aku pernah mencoba mendeteksinya“ Kata Tazuya yang tentu saja bikin Rigel
“ Be. . . benarkah ?! “
“ Ya. Tadi Tazuya mencobanya. Dan itu gagal karena konsentrasinya terganggu oleh teman kami “ Jelas Inuya
“ Dari yang aku rasakan sepertinya sang calon El-Fighter itu memang berada disekolah kami “ Tazuya menambahkannya
Rigel kembali berpikir sebentar. Dan kemudian ia mulai kembali berbicara dengan mereka berdua.
“ Hmm. . . Itu artinya kita belum bisa memulai pelatihan kalian untuk menjadi El-Fighter. Kita tidak punya pilihan lain selain menunggu mereka. Tidak kusangka mencari calon penerusku akan menjadi serumit ini, yaaaa “ Kata Rigel sambil meminum minumannya
“ Menunggu ? Apakah anda yakin ? “ Inuya bertanya kepada Rigel
“ Ya. Aku juga tidak ingin kalian banyak dapat masalah karena posisi baru kalian dan kehidupan kalian sebagai siswa SMA. Kalau begitu. . . silahkan bersenang-senang dulu dengan teman-teman kalian. Lagipula. . . pertama misi kalian yang sesungguhnya akan terungkap jika kalian menemukan tiga calon El-Fighter lainnya dan menjalani pelatihan selama sebulan. “ jelas Rigel
Disaat baik Tazuya dan Inuya sedang mendengar penjelasan Rigel didalam kamar, terlihat Ataru ternyata kembali
berada didepan kamar mereka, menguping semua pembicaraan. Ataru berpikir sejenak, dan memegang kepalanya. Ia sama sekali tidak percaya akan apa yang ia dengar. Ia berpikir tentang perkataan tersebut sambil kembali mengingat akan dimana ia dan kemungkinan Jubei beserta Ryuga juga mengalami apa yang ia alami akhir-akhir ini. Ataru berpikir apakah kejadian tersebut berkaitan dengan apa yang mereka alami.
“ Calon El-Fighter ? “ Katanya didalam hati
“ Orang itu berkata bahwa El-Fighter bisa merasakan satu sama lain. Dan ini sudah kedua kalinya aku. . . dan kemungkinan Jubei serta Ryuga melihat mereka bertarung walau kami berada ditempat yang cukup jauh dari mereka. . . hmmm. . . “
Saat Ataru kembali mendengar perbincangan mereka, Shan Lee memanggil Ataru, mengingatkannya akan tugasnya untuk memasak makan malam mereka.
“ Psst ! Kurenai ! “ Panggil Shan Lee
“ Ups. . . ma. . .maafkan aku ! “ Kata Ataru sambil bergegas meninggalkan kamar mereka
“ Tidak baik menguping pembicaraan pribadi orang lain ! Walau itu sesama teman terdekat sendiri !“ Tegur Shan Lee
“ Yaaa yaaa. . . aku disini tidak ada maksud begitu karena aku sebenarnya mau mengajak Inuya-kun untuk menjadi tester makanannya ! “
“ Hooo. . . Jadi kamu yang dapat tugas memasak ya ! Ayo lanjutkan tugasmu ! Jangan ngepoin orang !“ Lanjut Shan
Lee
“ Oke oke. . . . kalau begitu kamu yang jadi tester-nya, Lee-san “
Di sebuah restoran, terlihat Oxtoroo dan Swift Polly sedang menikmati santapan malam bersama-sama. Mereka terlihat msangat menikmati masakan yang ada di restoran tersebut. Restoran tersebut terletak dilantai 2 hotel dimana mereka menginap. Mereka mendengar pembicaraan orang disekitar restoran tersebut tentang pertarungan tadi siang. Mereka berpikir siapa yang dilawan oleh sang El-Fighter tersebut.
“ Hmmm. . . pertarungan tadi mayan
seru ya. Sampai-sampai orang disekitar sini sibuk membicarakannya “ Kata
Oxtoroo sambil memakan steaknya
“ Bahkan aku mendengar salah satu dari mereka bilang mereka melawan sosok Alien. Apa kau pikir akan ada Alien
lain yang dimaksud itu tahu kita ada disini ?! “ Tanya Swift Polly
“ Heee. . . Alien lain ? Mungkinkah yang dimaksud ialah si El-Fighter yang tiba-tiba datang kekamar kita tadi ?! “
“ Mungkin saja. Lalu apa lagi alasan dia tiba-tiba meninggalkan kita ?! “ Kata Oxtoroo
“ Atau mungkin. . . ada Prisman lain yang mendeteksi keberadaanya. Dan menciptakan monster untuk memancingnya ?! “
“ Tidaaaak. . . tidaaakk. . . Polly-chan. Para Prisman tidak mungkin menciptakan monster seperti itu. Mereka biasanya mengirim Prisman Beta untuk misi penyusupan dan penghancuran suatu planet “ Jelas Oxtoroo
Tidak lama kemudian, mereka dihubungi Gretue dan Argus dari alat komunikasi mereka berdua. Mereka
ingin tahu situasi dan kondisi di sekitar mereka.
“ Jenderal Argus ? Pangeran Gretue. . . eeehh. . .selamat datang kembali, Pangeran ! Aku senang melihat anda
kembali dengan sehat sentosa “ Kata Oxtoroo saat ia melihat Gretue disamping mereka
“ Psssst Oi ! Jangan kuat kuat, bodoh ! “ Bisik Swift Polly sambil mencubit lengan Oxtoroo untuk menegurnya
“ Ups. . . maaf “
“ Bagaimana dengan situasi disana ?! Apa Dullart sudah ditemukan ?! “ Tanya Gretue yang langsung bertanya inti dari maksud ia menghubungi mereka
“ Belum komandan. Kami belum bisa menemukannya. Tapi kalau kita melihat dari deteksinya, ia berada disekitar kota ini. “ Jelas Swift Polly kepada mereka
“ Polly-chan . . . soal El-Fighter ?”
“ Oh ya. Kami tadi barusan didatangi oleh salah satu Prisman Beta yang mengatakan bahwa ia adalah seorang El-Fighter “ Swift Polly melanjutkan
“ El-Fighter ? Hmmm. . . aku belum pernah mendengarnya. Apa itu ?! “ Argus bertanya kepada mereka berdua
“ Menurut kabar yang kami dengar, mereka adalah Fighter terkuat didunia yang ditakdirkan untuk menjaga kedamaian planet ini. Mereka biasanya terdiri atas lima atau enam orang El-Fighter “ Jelas Swift Polly
“ Kalau dilihat dari kekuatan mereka. . . mereka sangat berbahaya ! “ Oxtoroo menambahkan
“ Tapi. . . kelihatannya sang El-Fighter ini hanya satu orang saja.Yaaa. . . walau begitu satu saja itu sudah
sangat mengancam. Ia punya kekuatan es . . . kekuatan yang langkah namun mengerikan untuk para Prisman di galaksi Prism. Terlebih untuk Prisman beta seperti dia ! “ Swift Polly kembali menjelaskan
“ Begitu ?! “ Tanya Gretue dengan singkat
“ Ya . . . itulah yang kami dapatkan “
Swift Polly menyelesaikan penjelasannya. Gretue terdiam sesaat dan kemudian ia bertanya kepada Argus tentang robot ciptaan ia dan Swift Polly yang sedang dalam pengerjaan.
“ Jenderal Argus ! Apakah ada Robot yang bisa digunakan dalam misi mereka saat ini ?! “ Tanya Gretue
“ Tentu, Pangeran. Saat ini ada banyak Android yang siap untuk digunakan dalam misi tertentu. Tipe apa saja. .
. baik itu pemburu atau tipe pembunuh. . . mereka siap diikut sertakan dalam misi “
“ HEI ! “ Kaisar Zozo tiba-tiba memanggil mereka melalui layar komunikasi
“ YA. . . YANG MULIA “
Kaisar Zozo yang tiba-tiba memanggil mereka berempat sontak membuat kaget bukan main. Ia ingin tahu keberadaan Dullart dan misi mereka.
“ Apa-apaan kalian ini ?! Bagaimana dengan Dullart ?! Apa sudah tahu dimana keberadaanya ?! “ Zozo langsung
bertanya keberadaan Dullart kepada mereka semua
“ Belum Yang Mulia. Tapi kalau menurut pelacak yang kami deteksi, ia ada di kota ini. Err. . . nama kotanya Shinjitsu, kami ada di tempat yang bernama Jepang “ Jelas Swift Polly
“ Lalu. . . ada masalah ?! “
“ El-Fighter. Fighter sang pelindung planet tersebut. Masih diketahui satu orang sih. . . tapi dilihat dari kekuatannya ia sangat berbahaya “ Lanjut Swift Polly
“ Kami akan mengirimkan robot untuk membantu Swift Polly dan Oxtoroo untuk membantu mereka dalam misi pencarian Tuan Dullart. Itu untuk mereka bisa fokus dalam misi pencarian sedangkan para robot akan ditugaskan untuk membasmi ancaman dari yang namanya El-Fighter “ Jelas Argus
“ Yaaa. . . kalau itu idenya, laksanakan ! “ Kata Zozo yang langsung memberikan izin kepada mereka untuk mengirimkan Android untuk membantu Swift Polly dan Oxtoroo
“ Errr. . . Okeeee jika begitu “ Kata Oxtoroo
Zozo langsung mengakhiri pembicaraan mereka dengan mematikan layar komunikasinya. Saat mendengar hal itu, Gretue akhirnya memutuskan untuk mengaktifkan android dan mengirimkannya kebumi untuk mendampingi Swift Polly dan Oxtoroo dalam misi mereka.
“ Oke. Jika ayahku sudah memberikan izin kepada kita, kurasa ini sudah saatnya aku akan mengirimkan para robot untuk membantu misi kalian berdua. Baiklah, sekian dulu ! “ Kata Gretue kepada mereka Swift Polly dan Oxtoroo
“ Baik, Pangeran Gretue ! “
Pangeran Gretue bersama Jenderal Argus pergi kelaboratorium para robot untuk melihat perkembangan robot-robot yang ada disana yang ada disana.
“ Bagaimana dengan perkembangan tobot-robot kita ? Apa sudah bisa digunakan dalam misi ? “ Tanya Gretue kepada sang kepala laboratorium tersebut
“ Eva-Q8 . . . Melee-Function. . . Mag-Ni5 sudah siap untuk diaktifkan kembali pasca diupgrade. Tapi B.R.O Zero dan seri B.R.O lainnya masih dalam tahap proses.“ Jelasnya
“ Eva, Meele, dan Mag kelihatannya sudah cukup. Lagipula ini adalah misi pencarian, bukan pertempuran. Aktifkan
mereka dan kirim mereka kekode tempat dimana Swift Polly dan Oxtoroo berada. Soal apa yang mereka butuhkan dan tujuan mereka akan dijelaskan oleh Swift Polly dan Oxtoroo “ Perintah Gretue sambil memberikan kode koordinasi tempat dimana Swift Polly dan Oxtoroo berada
Sang kepala laboratorium mengaktifkan Eva-Q8, Melee-Function dan Mag-Ni5. Setelah itu, ia langsung mengaktifkan portal dimensi. Disaat yang bersamaan Gretue memberikan arahan kepada mereka bertiga.
“ Eva-Q8. . . Melee-Function. . .Mag-Ni5. . . kalian mendapatkan misi untuk membantu Kapten teknisi Swift Polly
dan Penasehat kaisar Oxtoroo dalam mencari Tuan Muda Dullart dibumi. Semua detail misinya akan dijelaskan oleh Swift Polly. Akan kukirim titik koordinat dimana mereka berada kepada kalian “ Jelas Gretue
“ SIAP. . . PANGERAN GRETUE ! “
“ Bagus ! Bagaimana portal dimensinya ?! “
“ Ya, Pangeran Gretue! Portal dimensinya akhirnya bisa kembali berfungsi!” Jelas Sang Kepala laboratorium
“ Bagus ! Baiklah para robot. . . bersiaplah ! Misi kalian, akan dimulai dari sekarang ! “
*****
Keesokan paginya
Diasrama siswi SMA Shinjitsu, terlihat Jubei yang baru saja bangun membukakan jendelanya dan segera pergi
menuju kamar mandi. Saat ia masuk kedalam bathtub, Jubei kemudian teringat akan kejadian dimana ia, Ataru dan Ryuga bisa melihat dan merasakan pertarungan Tazuya dan Inuya dari jarak jauh. Sama seperti Ataru, kelihatannya
ia juga penasaran akan apa yang mereka alami akhir-akhir ini. Saat sedang termenung, tiba-tiba Hikari Ichinose memanggilnya dari luar, memintanya untuk segera cepat mandi dan tidak berlama-lama dikamar mandi.
“ Hmm. . . . aku yakin waktu itu. . . sepertinya bukan hanya aku saja yang bisa melihat Tazuya dan Inuya sedang bertarung dengan penjahat itu dari jarak jauh. Tapi. . . kenapa bisa itu terjadi ya. . . “ Pikir Jubei dalam hati
“ Oooooiiiiiii~ Siapa disanaaaaaaa~ ? “ Panggil Hikari
“ Eh. . .Uh. . . Hikari ?! “ Jubei yang sontak kaget saat mendengar memanggilnya dari luar kamar mandi
“ Itu Jubei-chan ?! Jubei-chaaaaan~ bisakah kamu tidak berlama-lama disana ?! Kamu tahu ‘kan diasrama ini tidak hanya berisi satu atau dua orang ?! Jadi tolong deh jangan- “
“ Iya Iyaaaaaaaa~ Aku akan bergegas ! Tunggulah 5 menit lagi ! Aku baru saja masuk kedalam bathtub ! “ Kata Jubei yang langsung memotong ocehannya Hikari
“ 5 meniiiit ?! Kelamaan ! “
“ Uggghhhhh~ Baiklah, 3 menit ! “
“ Okeeeee~ “
Karena desakan dari Hikari, akhrinya Jubei memutuskan untuk bergegas mandi sebelum ia kembali mendengarkan ocehannya. Yang membuat Jubei lupa akan apa yang dipikirkannya barusan. Tidak lama kemudian, Jubei keluar dari kamar mandi dan melemparkan handuk baru kepada Hikari sebagai balasan dari ocehannya yang membuat ia kaget.
“ Nih! Sana mandi !“ Kata Jubei ke Hikari sambil melemparkan handuk bersih kearahnya
“ Nah ! karena Jubei sudah selesai, kamu juga jangan berlama-lama disana~ “ Kata Vlada kepada Hikari yang baru saja turun dari lantai atas
“ Iya iyaaaaaaaaaaa~ “
“ Tidak kusangka. . . hari ini sudah hari sabtu“ Kata Elma sambil menyiapkan sarapan mereka bersama Rattana dan Machiko
“ Iya juga. . . . hari benar-benar berjalan dengan cepat “ Jawab Machiko
“ Ngomong-ngomong. . . karena kita belum begitu kenal dengan siswa dikelas kita, kenapa kita tidak menantang mereka tanding dalam olahraga ? Yaaaa. . .sekaligus untuk bisa mengenal dengan rombongan para siswa“ usul Rattana
“ Boleh juga. Tapi main apa ? Sepak bola ? “ Tanya Vlada
“ Ayolah ! Aku tidak bisa main sepak bola ! Ada yang lain ? “ Gerutu Machiko
“ Renang ? “ Usul Vlada
“ Tidak bisa. Karena ini bukan jadwal kita menggunakan area kolam renang “ Kata Elma
“ Voli ? Bulu tangkis ? “ Haku yang baru saja datang kedapur memberikan usulan kepada mereka bertiga
“ Boleh juga. Tapi kurasa kita minta saran dulu dengan siswa lain “ Kata Jubei yang juga baru saja turun dari kamar
“ Oke ! Akan kupanggil Vladimir dan yang lainnya melalui video-call “ Kata Vlada yang berbergegas mengambil smartphone untuk menghubungi Vladimir.
Sementara itu, di asrama siswa SMA Shinjitsu, terlihat Tazuya dan siswa lain dari kelas 1-LA-A sedang olahraga
pagi ditaman yang ada di asrama mereka. Tazuya dan Inuya sedang berlari pagi disekitar taman asrama tersebut. Tazuya melihat Ryuga dan Ataru yang baru saja datang ketaman tersebut dan melambaikan tangan kepada mereka. Ataru melihatnya, dan ia bersama dengan Ryuga menghampiri mereka.
“ Hei ! Ternyata kalian berdua disini “ Sambut Ryuga
“ Sudah berapa putaran kalian ? “ Tanya Ataru
“ Lima putaran “ Jawab Inuya dengan singkat
“ Oi oi oi ! Bisakah kamu perlambat larimu sedikit ! Aku benar-benar tidak sudah tahan ! “ Kata Tazuya yang kelelahan dan akhirnya terkapar didepan mereka bertiga
“ Tazuya. . . aku sudah melambatkan lariku loh. Dan kalau menurut timer ini kecepatan semula yang 55 km/jam
sudah menjadi 45 km/jam “ Jelas Inuya sambil memperlihatkan timernya ke Tazuya
“ 45 km/jam matamu ! “ Kata Tazuya dengan jengkel
“ Well. . . Well. . . kenapa kamu tidak cari saja orang yang larinya sama lambatnya dengan kamu, Tazuya-kun “
“ Atau Kurenai-san akan mencarikanmu keong sawah agar bisa menjadi lawanmu “ Ryuga menambahkan sambil mengejek Tazuya
“ Berisik kalian berdua ! “ Jawab Tazuya yang masih jengkel dengan mereka
Vladimir kemudian memanggil mereka dari jauh untuk berkumpul dengan siswa kelas 1-LA-A
lainnya. Vladimir mendapatkan panggilan video call dari Vlada. Vlada mengajak siswa kelas 1 – LA- A untuk bertanding olahraga bersama para siswi dalam rangka untuk bisa mengenal lebih dekat satu sama lain.
“ Ada apa ? “ Tanya Ryuga
“ Vlada. Ia menelpon Vladimir dan memintanya untuk kita semua ikut tahu apa yang mau ia bicarakan “ Kata teman sekelas mereka yang bernama Dan
“ Heeeeyyy~ Sobat ! Apa kalian semua masih ditaman asrama kalian ? “ Tanya Vlada
“ Tentu. Ada masalah apa ? “ Tanya Vladimir
“ Bisakah kami. . . rombongan siswi kelas 1-LA-A untuk pergi keasrama kalian ? Karena tidak semua dari kita belum saling mengenal satu sama lain . . . jadiii. . . apa kalian mau bertanding bersama kami ? “ Vlada menjelaskan maksud ia menelpon mereka
“ Emang mau tanding apa ?! Sepak bola ? Basket ? “ Vladimir menawarkan kepada mereka
“ Mentang-mentang badanmu tinggi jadi nyaran olahraga yang rumit ! " Gerutu Vlada
“ Bagaimana dengan Voli atau Bulu tangkis ? “ Machiko ikutan memberi saran kepada mereka
“ Dodgeball ? “ Shan Lee akhirnya ikutan memberikan saran
“ Boleh juga. Aku yakin kalian semua bisa memainkannya !“ Kata Inuya
Mendengar sarannya Shan Lee beserta perkataanya Inuya, semua siswa-siswi kelas 1-LA-A mengangguk, menyetujui atas saran mereka berdua. Tiba-tiba, Tazuya mendapatkan panggilan dari Rigel serta ia melihat DECA-I yang bersembunyi di salah satu pohon yang ada ditaman tersebut. Melihat panggilan dari Rigel, Tazuya, sambil
menunjukan smarphone-nya, mengajak Inuya untuk pergi kearah tempat mesin minuman yang tak jauh dari taman tersebut. DECA-I yang melihat mereka pun juga ikut mengikutinya. Ia tahu bahwa Rigel sedang menghubungi mereka.
“ DECA-I ?! Kenapa kau ada disini ?! Nanti orang-orang bisa melihatmu dan kita akan dapat masalah ! “ Kata Tazuya sambil berbisik kearahnya
“ Ayo cepat angkat telponnya, itu dari Tuan Rigel ‘kan ?! “ Perintah DECA-I kepada Tazuya
“ Iya iya . . . Halo . . . Ya Tuan Rigel “
“Hooo. . .selamat pagi, anak-anak. Tunggu ! Kenapa DECA-I ada disini ? Apa kalian . . . sedang tidak sekolah hari ini ?!“ Tanya Rigel saat ia melihat DECA-I bersama Tazuya dan Inuya
“ Kalau hari sabtu sih. . . memang sedang tidak sekolah. Hari sabtu adalah hari klub sekolah. Itu biasanya kami akan menjalankan aktivitas klub disekolah kami. Juga. . .aktivitas klub dimulai jam 9 pagi sampai jam 3 sore “ Jelas Tazuya
“ Dan DECA-I ?!”
“ Itu karena aku bosan seharian didalam lemari. Saat kalian semua pergi dan melihat kalian lupa mengunci
jendela kamar kalian. . .aku memutuskan untuk keluar dari tempat itu untuk mengawasi kalian !“ DECA-I menjelaskan bagaimana ia bisa keluar dari kamar asrama mereka
“ Oi ! Kalau orang lain bisa tahu bagaimana ?! “ Tanya Inuya
“ Bukankah aku sudah menjelaskan bahwa penciptaku sudah mengupgrade-ku dengan fitur yang berguna untuk melawan penjahat. Jadi jangan khawatir, aku bisa menjaga diriku sendiri “
“ Haaaaahh. . . jika kamu bilang begitu. . . kurasa aku tidak punya pilihan lain “ Kata Rigel kepada DECA-I
“Ngomong-ngomong, Tuan Rigel ada perlu apa ? “ Inuya bertanya kepada Rigel
“ Kurasa kalian sudah tahu berita tentang ada benda asing yang terjatuh disuatu tempat yang cukup jauh dari kota
ini. Saat aku cek. . . ternyata itu adalah pesawat luar angkasa milik alien dari suatu galaksi yang jauh dari galaksi bima sakti “ Jelas Rigel sambil memberikan hasil pencariannya kepada mereka bertiga
“ Sudah kuduga. Itu memang pesawat “ Kata Inuya
“ Lalu. . . saat aku lacak, ternyata alien yang datang kekota ini ada 2 orang. Yaaa. . .walau hanya 2, tapi aku
masih akan tetap melacak keberadaan mereka dan bertanya apa tujuan mereka. Maka untuk itu. . . aku dan Dullart akan mencari keberadaan mereka. Sedangkan kalian. . . tetaplah diposisi “ Lanjut Rigel
“ Anda yakin bisa mengangani mereka berdua ? “ Tanya Tazuya
“ Dengar. Kalian masih calon El-Fighter dan belum mendapatkan pelatihan dariku. Aku bisa memulai pelatihannya jika kalian belum menemukan tiga orang calon lainnya. Karena kemungkinan besar ketiga calon tersebut adalah siswa sekolah tersebut, maka itu tidak akan sulit bagi kalian untuk mencari keberadaan mereka. Naaah. . . jika kalian sudah paham akan penjelasanku. . . jangan coba-coba untuk mencari tahu apa yang sedang kami lakukan. Ini untuk keselamatan kalian. Paham ! “
“ Ya. Kami paham ! Dan. . . maafkan kami karena sudah melanggar peringatanmu, Tuan Rigel. Kami hanya. . .
mencemaskan anda, Tuan Rigel “ Kata Tazuya sambil sedikit menundukan wajahnya dan memasang ekspresi sedihnya
“ Ya. Tidak masalah. Untuk yang kemarin, terima kasih karena telah menolong kami” Balas Rigel
“ Baiklah. Itu saja yang ingin kusampaikan dengan kalian. Selamat bersenang-senang dan menikmati hari sabtu kalian “ Rigel kembali melanjutkan sambil mengakhiri pembicaraan mereka
“ Okeeee~ Jika untuk sementara tidak ada misi yang begitu besar. . . kurasa aku mengobservasi kota ini “ kata DECA-I
“ Baiklah. Jangan lama-lama yaaa. . . kalau kamu hilang atau rusak nanti kami bisa kena semprot oleh Tuan Rigel! “ Peringat Inuya sebelum DECA-I meninggalkan mereka
Saat melihat DECA-I meninggalkan mereka, Tazuya dan Inuya kembali ketempat Vladimir dan yang lain. Mereka melihat, rombongan para siswi sudah ada disana. Kelihatannya, mereka mendapatkan izin dari Haruka Kujo untuk memasuki daerah asrama siswa SMA Internasional Shinjitsu.
“ ,Kemana kalian barusan ? “ Tanya Ryuga
“ Kami. . . dari. . . toilet “ Kata Tazuya
“ Kalian kan cowok. Masa ke toilet mau
pakai berduaan segala “ Kata Jubei kepada mereka berdua
“ Emang tidak boleh, ya. Yang namanya cowok pergi kekamar mandi ditemenin sama temen cowoknya ! “ Gerutu Inuya
Tidak lama, setelah siswa-siswi lain selesai menentukan pilihan olahraga yang akan dimainkan hari ini, Vladimir menepuk tangannya untuk meminta perhatian kepada yang lain.
“ Oke. Sudah diputuskan, kita hari ini akan main Dodgeball. Karena jumlah rombongan siswa ada 10, jadi kurasa kita akan memilih siapa yang duluan akan main di ronde pertama. Shan Lee . . . pilih ! “ Jelas Vladimir sambil
memerintahkan Shan Lee untuk memilih pemain laki-laki di ronde pertama
“ Kamu. . .aku. . .Inuyari. . .Kenneth. . .Danmari. . .Tazuya. . .dan Ataru “
“ Oi ! Kok aku tidak dipilih ! “ Kiko Bertanya
“ Jadi Kamu tidak tahu apa itu pemain cadangan ya ?! " Jawab Vladimir dengan nada sarkastis
“ Kita pilih 7 orang untuk menyesuaikan dengan jumlah para siswi. Jadi tunggulah giliranmu jika kamu disuruh ! Yang akan menjadi wasitnya adalah Alessander “ Shan Lee menambahkan
“ Iya deeeeeeh “ Gerutu Kiko yang akhirnya duduk dipinggir lapangan bersama dengan Ryuga
Semua siswa mengambil posisi mereka masing-masing. Didepan mereka terdapat 6 bola karet yang siap untuk dilemparkan satu sama lain. Vlada dan Inuyari berdiri didepan satu sama lain didepan Alessander sang wasit. Ia mengeluarkan uang logam.Bagian kepala adalah pihak siswa, dan bagian ekor adalah pihak siswi. Alessander melemparkan uang logam tersebut, dan mendarat diposisi bagian ekor diatas. Menandakan bahwa tim siswi yang akan memulai permainan tersebut.
“ Siap ! MULAI ! “
Permainan dimulai dari Vlada, Machiko dan Elma melemparkan bola kepihak siswa. Vlada melemparkan bolanya kearah Inuya, dan Inuya berhasil menghindarinya. Ataru kemudian melemparkan bola tersebut ke Jubei dengan kuat, dan Jubei berhasil menangkisnya dengan bola yang ia pegang. Namun, ia tidak melihat bahwa ada bola yang
dilempar oleh Inuya. Yang membuat bola tersebut mengenai Jubei, dan ia dieliminasi oleh Alessander saat ia terjatuh.
“ Uwaaaa ! “
(BUGH !)
“ Fujieda-san! Tersingkir ! “
“ Akh ! Siaaaaaal ! “
“ Baiklah ! Mulai ! “
Tazuya dengan cepat mengambil bola tersebut, dan melemparkannya kearah Haku Akashinya. Haku
dengan sigap berhasil menghindarinya. Tazuya bisa menghindari bola tersebut dengan mudah. Namun saat ditengah permainan, ia kemudian melihat sesuatu diatas langit.Tazuya melihat Eva-Q8, Melee-Function dan Mag-Ni5 yang keluar dari portal dimensi, dan dengan melesat cepat pergi menuju dimana koordinasinya Swift Polly dan Oxtoroo berada. Karena rasa penasarannya, Tazuya kehilangan konsentrasi dalam permainan Dodgeball, yang membuat ia terkena lemparan yang cukup keras dari Rattana.
(BUGH !)
“ Ow ! “
“ Hideyuki ! Tersingkir ! “
“ Hei ! Baru aja main ! Kok malah tersingkir sih ! “ Tazuya yang tiba-tiba kembali tersadar mulai menggerutu dengan yang lain saat tahu ia terkena bola tersebut
“ Salah sendiri kenapa kamu plonga-plongo keatas disaat permainan berlangsung ?! “ Celetuk Vladimir
“Ayo deh, Tazuya. Tidak ada salahnya menjadi sedikit profesional walau ini cuma permainan “ Bujuk Inuya
Mendengar hal itu, Tazuya mau tidak mau keluar dari lapangan dan duduk disamping Ryuga dengan wajah cemberutnya
“ Hideyuki. Harusnya kamu tidak perlu- “
“ Diam kau ! “ Kata Tazuya yang langsung memotong pembicaraan Ryuga
Permainan kembali dimulai dengan skor imbang 1-1.Hikari mengambil bola tersebut dan melemparkannya kearah Ataru. Ataru mengoper bolanya ke Shan Lee, dan ia melemparkannya kearah Vlada.
“ Woah! Keren ! Hyah ! “
Vlada melihat kearah Vladimir dan melemparkan bola tersebut kearahnya. Vladimir yang melihat tersebut langsung menghindar, dan hampir keluar dari garis lapangan. Ia mengambil bola yang ada disampingnya, melirik kearah Dan.
“ Kosugi ! Ikut aku ! “ Panggil Vladimir
Vladimir bersama Dan menargetkan Machiko. Dan memperhatikan gerakannya Vladimir, dan mengikutinya.
“ Siap ! Lempar ! “
Dan beserta Vladimir melemparkan bola kearah Machiko. Machiko, yang merupakan ahli Karate dan Kendo, dengan santai menghindari serangan kedua bola tersebut. Yang tentu saja membuat mereka berdua kaget. Kelihatannya mereka tidak sadar bahwa Machiko adalah seorang atlet dari 2 cabang olahraga yang berbeda.
“ Ambil ini ! “ Machiko membalasnya dengan melemparkan bola tersebut kearah si Dan
“ Cela- Owh ! “
“ Kosugi ! Tersingkir ! Skor 2-1 “
“ Aduuuh. . . kakikuuuuuu “
“ Ternyata, para cewek lihai juga ya dalam soal ini “ Kata Tazuya kepada Dan
“ Kau benar, Hideyuki-kun ! “
“ Lain kali jangan menargetkan Atlet yang memegang dua cabang olahraga kalau ingin mencari aman, Kosugi-san “ Kata Ryuga
Saat permainan kembali dimulai, Tazuya kembali teringat akan apa yang dilihatnya barusan. Tidak seperti apa yang ia lihat sebelumnya, ia tidak merasakan melewatinya kontak spiritualnya. Dan saat ia ingat-ingat kembali, Tazuya tahu bahwa apa yang ia lihat itu ialah sebuah robot.
“ Tadi itu. . . kelihatannya seperti sebuah robot. Tapi darimana ya ?! “ Kata Tazuya dalam hati, sambil menatap langit yang cerah
*****
Dirumah Rigel
Terlihat Dullart sedang berada diruang pantauan untuk melihat situasi tempat dimana pesawat TSP-03 mendarat. Dari balik layar, ia bisa melihat bahwa pihak militer masih berada ditempat tersebut untuk mencari keberadaan pesawatnya. Yang tanpa mereka sadari bahwa Swift Polly dan Oxtoroo telah memasang program kamuflase dan ilusi optik yang membuat orang yang melihatnya tidak bisa mencarinya. Hanya Alien dari galaksi Theta beserta
robot mereka saja yang bisa mengetahuinya. Tidak lama kemudian, Rigel datang keruangan tersebut dan menghampirinya. Ia juga terlihat membawa 2 wadah minuman untuk dirinya dan juga Dullart.
“ Disini rupanya “ Kata Rigel
“ Oh hei, pagi ! “
“ Ambil ini. Minuman untukmu “ Rigel menyodorkan wadah minum tersebut kepadanya
Dullart meminum minuman tersebut. Saat menyadari rasanya sangat aneh, ia memuntahkannya dan bertanya minuman apakah itu. Rigel berkata bahwa itu adalah kopi pahit.
“ Buh ! A-apaan ini ?! “ Tanya Dullart yang kaget
“ Hooo. . . itu kopi pahit. Tenang, itu bukan minuman yang berbahaya. Para manusia sangat menyukainya. Apalagi jika diminum dipagi hari “ Jelasnya
“ Manusia ternyata punya rasa yang aneh soal makanana dan minuman yaaa~ “ Jawab Dullart sambil mengelap mulutnya dengan tisu
“ Nanti akan kuambilkan “
“ Tidak usah, Rigel-san. Biar aku saja yang ambil soda dikulkasmu “
“ Tidak baikloh minum soda terus. Biar aku ambilkan gula batu kepadamu. Takarannya biar kamu yang menyesuaikannya “
“ Oke oke “
Saat Rigel kembali dari dapur untuk mengambil gula batu, ia kembali bertanya dengan Dullart tentang situasi yang ia lihat dari layar monitor.
“ Nah. Ini gula batunya. Ngomong-ngomong. . . bagaimana situasi yang kamu lihat dari layar itu ? “ Tanya Rigel
“ Oh ya. Menurut hasil pantauanku. . .pihak militer masih berada disana. Dan kelihatannya. . . Swift Polly beserta Oxtoroo juga belum kesana “ Jelas Dullart
“ Hmmm. . . kelihatannya masih banyak pihak militer yang ada disana “ Kata Rigel
“ Jadi bagaimana. . .Rigel-san “
“ Hmm. . . Aku sudah meletakan sebuah kamera mini yang kudesign seperti serangga kepik dikamar hotel mereka. Kalau dilihat dari pantauan terakhir, belum ada tanda-tanda ancaman serius. Walau demikian, kita tidak bisa lengah begitu saja. Aku ada rencana untuk membawamu pergi ketempat pesawat itu untuk melakukan inverstigasi “ Jelas Rigel sambil melihat kearah tabletnya
“ Tazuya dan Inuya ? “
“ Mereka sedang bersama teman-temannya disekolah mereka. Pelatihannya belum dimulai. . . karena aku menyuruh mereka untuk mencari si calon El-Fighter lain yang diduga juga satu sekolah dengan mereka “
Kembali dilapangan asrama pria, pertandingan dogdeball berlangsung cukup sengit. Baik dari pihak siswa dan siswi, mereka sama-sama saling menghindari bola dan menyerang satu sama lain. Satu per satu, tim dari kedua belah pihak tereliminasi. Yang akhirnya menyisakan Vlada dan Machiko dipihak siswi, dan Ataru dipihak siswa.
“ Wow ! Tak kusangka ini semakin sengit saja ya ! “ Kata Ataru
“ Dua lawan satu ? Hmph. . . mudah “ Kata Vlada dengan nada remeh
“ Baiklah . Mu- “
“ Tunggu Hartoless-kun ! Aku ingin adanya tambahan pemain untuk menemaniku ! Terlebih tangan dan kakiku juga sudah agak gemetaran “ Kata Ataru kepada Alessander sambil mengangkat tangannya
“ Hmmm. . . baiklah. Komarih . . . masuk ! “ Alessander menyetujui permintaan sambil memanggil Kiko
“ Yooossssh ! Aku masuuuuuuuk~ “
Kiko dengan semangat masuk kelapangan. Namun, karena ia terlalu bersemangat untuk bertanding, ia tidak menyadari bahwa tali sepatunya lepas, yang membuat ia tak sengaja menginjak tali sepatu tersebut, yang membuat ia terjatuh dengan konyolnya.
“ OUGH ! “
“ Yaelaaaah. . . ada-ada saja kamu ini ! “ Kata Kenneth sambil membantu Kiko untuk bangkit
“ Bagaimana hidungmu ? “ Tanya Inuyari kepada Kiko
“ Adudududuudududuuuuh. . . tenang. . . hidungku masih dalam bentuk semula “
“ Okeeee. . . kelihatannya Komarih tidak bisa menjadi pemain tambahan bersamamu, Kurenai. Kalau begitu- “
“ Alessander. . . aku saja yang maju ! “ Tazuya mengangkat tangan
“ Oi oi oi ! Kau ini sudah dieliminasi diawal pertandingan ! Jangan seenaknya mau masuk begitu saja ! “ Kata Kiko
“ Umm Komarih-san. Hideyuki tidak di diskualifikasi. Jadi otomatis dia masih bisa diizinkan untuk kembali kelapangan “ Jelas Ryuga
“ Cih ! Serah deh ! “ Gerutu Kiko yang dibantu Kenneth untuk berjalan kebangku pinggir lapangan
Tazuya memasuki lapangan dan berdiri disamping Ataru. Skor mereka saat ini yaitu 5-6. Sebelum dimulai, Ataru berkata kepada Tazuya bahwa ia Machiko sangat serius dalam menjalani pertandingan ini. Dan juga berpesan kepada Tazuya untuk tidak kembali kehilangan konsentrasi dalam tengah pertandingan.
“ Siap ! Mulai ! “
Tazuya dengan cepat berlari kearah bolanya Machiko, dan berhasil merebutnya. Vlada yang berhasil mengambil bola tersebut, melemparkannya kearah Tazuya, namun berhasil ditangkis olehnya dengan bola yang ia pegang. Tazuya kemudian mengoper bola tersebut kerah Ataru, dan kemudian Ataru melemparkannya kearah Machiko dengan kuat. Namun berhasil dihindarinya.
“ Segitu saja ? “ Tanya Machiko dengan nada sombongnya
“ Ambil ini ! “ Vlada membalasnya dengan melemparkan bola tersebut kearah Tazuya
“ Tazuya ! “ Ataru mendorong Tazuya untuk menghindari bola tersebut
“ Hyah ! “ Tazuya dengan cepat mengambil bola tersebut, dan melemparkannya kearah Vlada
“ Owh ! Uuuugggh. . . lemparanmu kuat banget ! “ Gerutu Vlada sambil berjalan keluar dari lapangan
“ Kalian pikir aku takut melawan kalian seorang diri ! “ Kata Machiko sambil melemparkan bola tersebut kepada mereka
“ Kamu tidak berubah ya, Machi-chan ! Sama seperti waktu itu ! “ Jawab Tazuya yang membalas serangan Machiko
“ Hyah ! “ Machiko balas melempar kearah Ataru. Ia awalnya berhasil menghindarinya, namun tidak sadar bahwa
Machiko melemparkan bola kedua kearahnya, yang membuat Tazuya menarik tangan Ataru untuk menghindari bola tersebut
“ Baiklah ! Ambil ini. . .Hyaaaaaaaaaaaaahhhhh ! “
Tazuya mengambil bola tersebut dan dengan sekuat tenaga, ia melemparkannya kearah Machiko.
“ Celaka ! Ugh ! “
Tazuya nmenggunakan cara yang sama dengan Machiko. Karena kegesitan dari Tazuya, Machiko tidak bisa menghindar dari serangan bola kedua. Yang membuat bola tersebut terkena mengenai lututnya, dan akhirnya terjatuh.
“ TIM SISWA MENAAAAAAAAANG ! “ Alessander meniupkan peluit dan menyatakan tim siswa sebagai pemenang
Nafas Tazuya menjadi cepat karena kelelahan, dan semua siswa kelas 1-LA-A datang menghampirinya untuk merayakan kemenangan mereka dengan mengangkat tubuh kecilnya tersebut. Walau kelelahan, Tazuya akhirnya menunjukan ekspresi kegembiraanya sambi mengangkat kedua tangannya. Tidak lama, Tazuya menghampiri Machiko yang masih duduk ditengah lapangan karena kelelahan bersama siswi lainnya yang berusaha menghiburnya. Ia menawarkan tangannya kepada Machiko untuk membantunya berdiri.
“ Walau kita kalah. . . aku akui itu memang menyenangkan “ Puji Jubei
“ Machiko-chan memang keren yaaaa~ Aku yakin kalau kita main di olahraga yang lain, Machiko-chan bisa melakukannya dengan mudah“ Puji Hikari
“ Errr. .. yah. . .begitulah “ Balas Machiko dengan wajah memerah
“ Machi-chan. Tadi itu memang keren. Itu mengingatkan aku sama pertandingan Kendo kita dulu saat kita masih SD“ Kata Tazuya sambil menawarkan tangannya untuk membantunya berdiri
“ Hehe. . . ya. . . terima kasih, Tazuya. Aku senang kamu dulu yang dikenal pemalu dan cengeng kini berubah jadi
penuh semangat dan pemberani “ Puji Machiko
“ Ayo semuanya. Kita istirahat didekat mesin minuman tersebut sebelum kembali ke asrama dan pergi kesekolah untuk sesi klub sekolah ! “ Ajak Vladimir
“ OKE ! “
Saat siswa dan siswi kelas 1-LA-A pergi menuju mesin minuman di taman tersebut, terlihat DECA-I ternyata belum pergi meninggalkan asrama tersebut. Ternyata, ia diam-diam merekam semua pertandingan mereka dibalik pohon. Saat mereka selesai bertanding, DECA-I mengirimkan video tersebut ke tabletnya Rigel. Sementara itu, Rigel yang sedang bersiap pergi menuju ketempat pesawat TSP-03 mendarat bersama Dullart dengan mobilnya. Ia melihat pesan masuk ditablet tersebut. Ia melihat video tersebut, dan lega saat mengetahui bahwa Tazuya dan Inuya baik-baik saja disana.
“ Apa itu ? “ Tanya Dullart
“ Hooo. . . ini video dari DECA-I. Kelihatannya Tazuya dan Inuya sedang bersenang-senang dengan teman baru mereka “ Kata Rigel sambil menujukan video tersebut kepada Dullart
“ Hmm. . . syukurlah jika Tazuya dan Inuya baik-baik saja. Bagaimana dengan persiapan kita, Rigel-san ? “
“ Ya. Sudah siap. Sekarang naiklah kemobil “ Perintah Rigel
“ FAIS. Bukakan pintu ! Saat aku keluar, tolong tambahkan sistem keamanannya kelevel maksimal “ Rigel memerintahkan FAIS sembari mengaktifkan mobilnya
“ Baik, Tuan Rigel Orionis “
Rigel dan Dullart akhirnya berangkat menuju ketempat pesawat tersebut berada dengan mobilnya. Dalam perjalanan, mereka tidak menyadari bahwa ada tiga robot utusan Pangeran Gretue berada disekitar kota tersebut. Terlihat, kertiga robot-robot tersebut sedang mencari titik koordinasinya Swift Polly dan Oxtoroo. Sementara itu, Swift Polly dan Oxtoroo terlihat sedang menunggu mereka dari atas atap hotel. Mereka menunggunya didekat sebuah tiga tangki air besar.
“ Jadi pangeran mengirim Eva-Q8, Melee-Function dan Mag-Ni5 kepada kita ? “
“ Ya, Oxto “
“ Hooo. . . baguslah. Kupikir beliau akan mengirimkan B.R.O untuk menemani kita. Kalau itu terjadi, ini bisa merepotkan ! “
“ Apanya yang merepotkan, Oxto! Kamu mulai peduli dengan orang-orang di planet ini. Mereka saja tidak tahu siapa
kita. Jangan jadi sok baik dan peduli dengan mereka. Ingat itu “ Peringat Swift Polly
“ Ya, Polly-chan “
“ Itu mereka “
Swift Polly kemudian melihat ketiga robot tersrbut dari atas langit. Mereka bertiga mendarat tepat didepan mereka berdua, dan langsung memberi hormat.
“ Lapor ketua teknisi Swift Polly dan penasehat kaisar Oxtoroo. Kami disini diutus oleh Pangeran Gretue untuk membantu kalian dalam misi pencarian Tuan Muda Dullart “ Kata Mag-Ni5
“ Pangeran Gretue memerintahkan kami untuk mendatangi anda dalam menjelaskan semua arahan misinya untuk kami “ Kata Eva-Q8
“ Begitu ya. Baiklah. . . kami akui memiliki masalah dalam menjalankan misi ini. Terlebih. . . kelihatannya Tuan Muda sedang dilindungi oleh orang-orang kuat dan berbahaya yang ada diplanet ini “ Jelas Oxtoroo
“ Oke. Semua arahannya. . . biarku jelaskan. Tolong dengarkan baik-baik ! “ Kata Swift Polly kepada ketiga robot tersebut
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
mikakayy_
aku puas bacanya
#penaautoon
2021-12-15
0
Santai Dyah
robot pun bisa bicara
#pena Auton
2021-12-14
0
Fiah msi probolinggo
lanjut kakak
2021-12-14
0