Ataru kemudian melihat kearah jam sakunya, menujukan waktu sudah jam 12.30. Ia langsung berpamitan dengan Brock dan yang lain untuk kembali kesekolah. Tidak lama saat Ataru pergi meninggalkan rumah penginapan, Saki, sang turis kesukaan mereka turun dari lantai 2 sambil bertanya siapa yang baru saja datang. Saki adalah turis lokal berasal Tokyo, dan sangat suka traveling. Karena rumah penginapan “Friedkin Inn” memiliki biaya yang cukup murah, membuat Saki selalu memilih tempat itu untuk menginap
“ Baiklah. Mungkin rasanya aku harus bertanya kepada Tazuya-kun dan Inuya-kun tentang mantan El-Fighter yang baru saja mereka temui sehabis pulang sekolah. Oke, aku kembali kesekolah dulu “ Kata Ataru sambil memperhatikan jam sakunya dan langsung keluar dari penginapan tersebut
“ Oke. Hati-hati dijalan, Joyce ! “ Kata Brock
“ Oh, kalian ! Tadi itu siapa ?! “ Tanya Saki yang baru saja turun dari lantai 2
“ Umm. . . itu teman kami, namanya Joyce Lee Ray. Ia siswa dari UES-Belanda yang bersekolah di SMA Internasional Shinjitsu “ Jelas Brock
“ Hoo. . . begitu. Apa kalian sudah menyiapkan makan siang ? Karena aku ingin bergegas menemui teman lamaku dibandara “
“ Ya, Saki-chan. Mitch-kun baru saja selesai memasak barusan. Silahkan langsung saja pergi keruang makan “
Dalam perjalanan menuju sekolah, Ataru terlihat tidak menyadari bahwa ia sedang dipantau oleh B.R.O No.3. Saat No.3 mendapat laporan dari No.1 bahwa ia sudah menyerang targetnya di SMA Internasional Shinjitsu, No.3 memutuskan untuk melakukan hal yang sama No.1 lakukan dengan melakukan serangan kejutan dari kejauhan. No.3 mengubah tangan kanannya menjadi meriam, kemudian mengarahkan serangannya kearah Zebra-cross yang akan dilewati Ataru
“ Target terkunci ! “
( ZYUUUNG )
( BUUUUMM )
“ Uwa ! Ah ! “
Serangan tersebut membuat Ataru terpental serta kepanikan warga sekitar.Ataru kemudian merasakan serangan kedua, dan ia dengan cepat langsung menghindari serangan tersebut. Saat ia berusaha lari dari tempat tersebut, No.3 langsung mencegatnya dan muncul dihadapan Ataru
“ Jangan lari ! “
“ Sialan ! “
( DUAGH )
Setelah menendang kepalanya No.3 dari samping, Ataru lari darinya. No.3 berusaha mencari keberadaan, dan menyadari bahwa gerakan Ataru sangat cepat sampai ia tidak sadar akan pelariannya. Ini membuat No.3 mau tidak mau mengejar dan mencari keberadaan Ataru
“ Jadi kau ingin mempermainkanku ! “
Disaat Ataru berusaha berlari menghindari dari No.3, ia tidak sadar bahwa Jubei berusaha untuk menghubunginya sebanyak 4 kali untuk menolong Tazuya dan Inuya yang sedang menghadapi si No.1.
“ Tick-Tock ! Jika kalian mendengarkan ini, silahkan tinggalkan pesan suara. Karena aku pasti-“
“ Sialan ! Sialan ! Aduuuh. . . bagiamana ini. . . bagaimana ini. . . apa yang harus aku lakukan ! “ Kata Jubei dengan gelisah
Jubei kembali melihat pertarungan Tazuya, Inuya dan B.R.O No.1, kemudian ia melihat kearah ruang gimnasium. Walau ia percaya Tazuya dan Inuya mampu mengalahkan robot itu, tapi Jubei benar-benar mencemaskan keberadaan mereka, terlebih Ataru sampai sekarang belum menjawab teleponnya.
“ Apa yang aku harus lakukan ?! “ Pikir Jubei sambil menutup matanya
Tanpa ia sadari, DECA-I memperhatikan Jubei dari balik bangku yang ada di lapangan trek tersebut. Ia menghubungi Rigel sambil berkata bahwa Tazuya dan Inuya sedang bertarung melawan No.1, dan ia juga memberitahu soal Jubei yang sedang cemas untuk mencari bantuan.
“ Tuan Rigel. Tazuya dan Inuya kelihatannya mengalami kesulitan untuk melawan robot gede itu. Lebih baik anda cepat datang kesini karena tidak hanya mereka, gadis berambut biru yang merupakan temannya itu terlihat benar-benar mencemaskan mereka “ Jelas DECA-I
“ Hmm. . .apa mereka berada di daerah sekolah mereka ?! “ Tanya Rigel
“ Ya. Ini kelihatannya mereka berada dilapangan trek belakang sekolah mereka. Eh ? “
Disaat sedang menjelaskan dimana posisi mereka, Jubei kemudian berlari meninggalkan lapangan tersebut dan pergi ke Gimnasium. Rigel yang melihat dari layar DECA-I memintanya untuk mengejar Jubei, karena ia merasa bila ada B.R.O yang lain berada disekitar sekolah tersebut dan memintanya untuk melindunginya sampai ia datang kesekolah untuk membantu Tazuya dan Inuya
“ Tu. . .Tuan Rigel ! Gadis itu ! Ia berlari kearah Gimnasium ! “
“ DECA-I, kejar dia ! Aku melihat dari pantauan di layar monitor bahwa disekolah itu, ternyata terdapat dua robot
petarung yang berada disana ! Dan juga, robot satunya menggunakan sistem kamuflase sehingga ia tidak terlihat oleh gadis itu. Aku ingin kamu mengikutinya ! Lindungi dia selagi aku akan dalam perjalan menuju sini ! “ Perintah Rigel
“ Ba. . . Baik ! “
DECA-I akhirnya mengikuti Jubei yang pergi kearah gedung Gimnasium. Jubei ternyata membuat keputusan untuk membantu Tazuya dan Inuya melawan B.R.O No.1. Disana, ia melewati pintu belakang Gimnasium yang tidak terkunci, dan pergi ruang olahraga menembak untuk mengambil senapan angin karena ia berpikir bahwa ini lebih efektif untuk melawan No.1 ketimbang busur dan anak panah. Sambil mengambil beberapa peluru senapan angin dan mengisinya ke senapan tersebut, Jubei menghela nafas, berkata dalam hati bahwa ia siap untuk membantu mereka dan bergegas keluar dari Gimnasium sambil berpikir tentang perkataan Kato saat ia masih kecil dan berburu dihutan bersama dengan pemburu lain
“ Fuuuh. . . oke ! Saatnya bertarung ! “
“ Uah. . . Waduh ! Gadis ini benar-benar cepat larinya ! “ Gerutu DECA-I yang akhirnya kembali mengejar Jubei yang pergi ke laparang trek
(Flashback On)
(BUUUUM)
“ Ayah ! Bolehkah sesekali aku memakai itu ? “ Tanya Jubei yang saat itu berusia 6 tahun
“ Oh ! Ini ? Untuk sementara kamu belum boleh memakainya, Jubei. Ini adalah senjata untuk orang dewasa. Anak kecil belum boleh memakainya karena ini bisa melukai siapa saja termasuk dirimu “ Jelas Kato sambil memperhatikan senapan berburunya
“ Tapi kelihatannya bakal lebih cepat mendapat mangsa kalau memakai itu~ “
“ Ada aturannya saat kita berburu menggunakan ini. Lebih baik kamu berfokus untuk memanah kelinci itu yang ada disana “ Kata Kato sambil mengusap kepala Jubei
Jubei melihat kearah kelinci liar yang terlihat berada diatas batu yang agak tinggi. Saat melihatnya, Jubei berusaha untuk memanahnya dan bersembunyi dibalik pohon. Namun tiba-tiba, saat ia memaha kelinci itu, Haruki, anak tetangga rumahnya mendapatkan kelinci itu lebih dulu menangkapnya. Yang tentu saja membuat Jubei jengkel dan berusaha merebutnya, namun dihentikan oleh Kato tepat waktu
( SYAT )
( JEB )
“ Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah~ “
“ Jubei-chan, kalau kamu lambat seperti itu nanti mangsamu bisa berlarian loh. Atau malah kamu yang akan dimangsanya ! weeeek ! “ Ejek Haruki
“ Harukiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii ! Sini kau ! “
“ Hei ! Tidak baik untuk mengambil mangsa yang telah diburu oleh orang lain ! Jubei, ayo ikut ayah “ Tegur Kato
Kato mengajak Jubei pergi kesungai, dimana terlihat Kato ternyata sengaja meninggalkan perangkap ikan untuk menangkap beberapa ikan yang akan dibawa kerumah. Sambil mengambil ikan tersebut, Kato bercerita kepada Jubei kenapa ia mengajarkan Jubei untuk berburu dan mahir menggunakan senjata
“ Jubei ! Bantu ayah untuk membawa ikan ini ketepi “
“ Oh. . . oke “
“ Jubei ! Kamu mau tahu alasan kenapa ayah mengajarimu menggunakan anak panah dan berburu ? “ Tanya Kato
“ Eh. . . ya ? “
“ Itu karena kita tidak tahu seperti apa dunia luar jika kita keluar dari hutan. Baik itu Kota Shinjitsu dan juga Desa Kijishi. Kita sudah tahu seperti apa Desa Kijishi ‘kan ? Orang disana tidak tahu tata kerama, yang baik selalu ditindas, lemah dan tidak berdaya. Sedangkan yang buruk selalu merasa paling hebat dan berkuasa. Karena itu, kita yang tidak tahan untuk tinggal ditempat itu memutuskan untuk tinggal di hutan perbatasan dan hidup dengan cara berburu serta bercocok tanam. Serta anak-anak disini, harus bisa menggunakan senjata seperti pisau, tombak, busur dan anak panah untuk melindungi diri dari ancaman yang akan datang menghampiri kita “ Jelas Kato
“ Jadi. . . “
“ Ingatlah Jubei. Jika kamu sudah mahir menggunakan senjata, jangan kamu gunakan itu untuk menyakiti anak lain yang tidak bersalah. Gunakanlah itu. . .untuk melindungi orang yang dalam bahaya. Entah itu melindungi orang yang tidak kamu kenal atau sahabatmu sendiri “
( Flashback Off)
Jubei berpikir saat ia bertemu dengan Vlada Himekaze saat mereka masih SMP. Dimana ia hampir menyelamatkan Vlada yang ingin menjatuhkan dirinya dari atas gedung sekolah karena tidak tahan dibully oleh kakak kelas yang menganggap perannya di drama TV sebagai antagonis adalah sifatnya yang sesungguhnya. Dari sana, Vlada langsung memeluk Jubei dan berterima kasih karena ia telah memberinya semangat untuk menjadi lebih baik, serta berjanji bahwa ia akan selalu menjadi sahabatnya. Yang tentu saja ini membuat Jubei sangat bangga akan dirinya karena ia berhasil menyelamatkan seseorang tanpa harus menggunakan senjata
“ Ayah. Sebenarnya, ada banyak yang ingin kubicarakan denganmu tentang pengalaman terbaikku dikota. Aku tidak hanya bisa mendapatkan teman yang baik, tapi aku bisa menyelamatkan mereka dari keterpurukan. Karena itu, aku akan terus menjadi yang terbaik dan bisa menyetarakan diriku kepada yang lain. Pasti ! “ Kata Jubei dalam hati
Sementara itu, Inuya terlihat terpental kearah bangku ditepi trek tersebut oleh serangannya B.R.O No.1. Tazuya yang melihat itu langsung menyerang No.1 dengan psikokinesisnya, berusaha mengarahkan meriam tangannya untuk ditembakkan ke kepalanya. Namun, B.R.O No.1 ternyata sangat kuat untuk dikendalikan olehnya, yang membuat ia berhasil mematahkan psikokinesis Tazuya dan menendang tubuh kecilnya
( BRUGH )
“ Ugh ! “
“ Inuya ! Ciiih ! Awas kau ! “ Bentak Tazuya sambil berusaha menggunakan psikokinesis kearah No.1
( DEG )
“ Apa. . . apa. . . apaan ini ?! Kau. . .berusaha . . . untuk mengendalikan. . .aku ! Jangan bertingkah sok kuat ! HYAH “
( ZAAAT )
“ Ah ! “ Tazuya kaget bukan main saat No.1 berhasil melepas kendali psikokinesis tersebut
“ HEAH ! “
( DUAGH )
“ Uagh ! Ugh ! Uhuk ! “ Tazuya terbatuk pasca ditendang oleh No.1
Disaat No.1 ingin menghabisi Tazuya dengan meriamnya, Jubei akhirnya datang tepat waktu dan menembak kearah si No.1 dengan senapan anginnya. Tazuya dan Inuya yang melihat ini langsung kaget, dan Jubei berkata kepada mereka bahwa ia akan membantu mereka karena ia tidak tega untuk melihat mereka bertarung seorang diri tanpa bantuan siapapun
(BUUM)
“ Aaah ! “ Rintih No.1 oleh tembakannya Jubei
“ Ju-Jubei ?! “ Teriak Tazuya dan Inuya secara bersamaan
“ Maaf, Tazuya. . . Inuya ! Aku tidak bisa menghubungi Ataru ! Dan aku tidak tega melihat kalian bertarung seorang diri ! Maka dari itu, akulah yang akan membantu kalian untuk menghadapi robot ini ! “ Kata Jubei dengan nada tegas kepada mereka berdua
*****
Dalam perjalanan menuju sekolah, tiba-tiba mobil milik keluarga Mangetsu dihentikan oleh si B.R.O No.2 yang
menghadang jalan mereka. Kokoda yang melihat kedatangannya langsung mengerem secara mendadak, yang sontak membuat Ryuga terkejut. No.2 melihat kearah Ryuga, dan menganalisanya jika ia adalah target yang ia cari. Saat No.2 mengetahui bahwa Ryuga adalah orang yang ia cari, ia langsung mengubah tangan kirinya sebagai
pedang, dan dengan cepat menebas kaca mobil tersebut untuk membuat ia keluar dari mobil
“ Ah ! “
“ Uah ! Uuuh ! Ada apa, Kokoda-san ? “ Tanya Ryuga yang kaget
“ Kau ! Hei ! Jangan seenaknya menghalangi jalan orang ! “ Tegur Kokoda dengan nada tegas kearah No.2
“ Ketemu “ Kata B.R.O No.2 saat ia selesai menganalisa Ryuga
( SRIIING ! SYAT ! SYAT! SYAT !)
(TRAAAAAANNNGGG)
“ Celaka ! “
“ TUAN MUDA ! HATI-HATI ! “ Peringat Kokoda sambil mengambil pistol dari bagasi depan mobilnya
Kokoda berusaha melawan dengan menembak No.2 dengan pistol miliknya. Namun tembakannya tidak mempan dan justru ia malah dikeluarkan secara paksa oleh si No.2. Ryuga yang menyadari bahwa robot itu sebenarnya mengincar dirinya langsung meninggalkan mereka dan berlari dari sana. No.2 yang melihatnya berusaha untuk mengejarnya, Kokoda berusaha menghentikannya, tetapi No.2 terlalu kuat untuk dihentikan
dengan tangan kosong. Yang membuat robot itu berhasil dengan mudahnya membebaskan diri dari Kokoda.
( DOR ! DOR ! DOR !)
“ Eh ! Uwagh ! Ugh ! “ Rintih Kokoda saat ia dikeluarkan secara paksa oleh No.2
“ Kokoda-san ! Uh. . .Ma. . .maafkan aku ! “ Kata Ryuga yang memutuskan untuk lari dari mereka berdua
“ Bocah sialan ! “
“ Hei kau, Robot jelek ! Uugggh. . . Urusan kita belum selesai ! “ Teriak Kokoda sambil memeluk No.2 dari belakang
dengan erat
“Ugh. . . Jangan coba-coba ! “
“ Uaaaaah ! Tidak ! “
Sambil berlari kembali ke sekolah untuk menghindari B.R.O No.2, Ryuga memberikan pesan suara kepada ayahnya bahwa Kokoda sedang diserang dan ia berlari menuju sekolah untuk menghindar dari serangan robot tersebut. Tiba-tiba, No.2 berhasil dengan cepat berhasil menemukannya yang membuat Ryuga benar-benar kaget.
“ Ayah ! Kami diserang ! Aku terpaksa berlari kearah sekolah karena Kokoda-san sedang diserang oleh robot tinggi yang- “
“ Disini kau rupanya ! “
“ CELAKA ! “
( SYAT )
“ Uwaaaaaaaaaah “
“ Ayo ! Bangun ! Tunjukan seberapa besarnya kekuatanmu ! Aku tidak peduli kamu manusia. . . Prisman . . . atau
Fighter, tapi aku bisa lihat untuk teman si cebol berambut hitam itu, kuakui kamu cukup hebat juga ! “ Puji No.2
“ Si cebol berambut hitam ? Jangan-jangan ?! “
Ryuga langsung tahu yang dimaksud oleh No.2 ialah Tazuya. No.2 langsung kembali menebasnya, dan berhasil ditangkis oleh Ryuga dengan perisai sihirnya tepat waktu
“ Hyaaaaaaah “
( TRAAAAANG )
“ Aku suka kegesitanmu ! “ Kata No.2
“ Heh ! Masih juga kamu suka memujiku ! “ Kata Ryuga yang masih menahan pedang si No.2
“ Sayang sekali. . . kamu tidak sekuat yang aku kira ! “ Ledek No.2 yang bersiap menggunakan Sword Beam dari mata pedangnya dan menyerangnya kearah Ryuga
( ZYUUUUUUUUUUUUUUUNG )
Dalam perjalanan, Rigel yang berada didalam mobilnya merasakan adanya kontak spiritual calon El-Fighter lain yang bukan berasal dari Tazuya dan Inuya, melainkan dari Ryuga, Ataru dan Jubei. Saat mendengar suara mereka dan mengetahui bahwa mereka seumuran dengan Tazuya dan Inuya, Rigel berhenti sejenak dan berpikir untuk
mencari siapa yang harus diutamakan untuk diselamatkan terlebih dahulu. Namun karena ia teringat bahwa adanya ancaman lain yang sedang memantau dimana tempat Tazuya, Inuya dan Jubei bertarung, Rigel akhirnya memutuskan untuk pergi kesekolah terlebih dahulu
“ Kontak spiritual ? Ini. . . bukan dari Tazuya dan Inuya ! “ Pikir Rigel
“ Ini. . . oh ! Mereka bertiga ! Didengar dari suaranya, kelihatannya mereka seumuran dengan Tazuya dan Inuya. Mereka bertiga juga diserang oleh robot yang sama. . . .Siapa yang harus kutemui terlebih dahulu ?! . . . Sekolah. . . aku harus tetap kesana ! “ Lanjutnya sambil membuat keputusan untuk pergi ke SMA Internasional Shinjitsu
Sementara itu dilapangan trek, B.R.O No.1 kemudian melihat kearah Jubei yang baru saja datang untuk menolong Tazuya dan Inuya. No.1 mengirimkan sinyal kepada No.4 yang memantau mereka berempat dari jauh. Ia berniat untuk memisahkan Jubei dari mereka berdua, serta mengirimkan No.4 untuk menyerang Jubei
“ Jubei ! Jangan kamu remehkan robot ini ! Kamu sendiri juga sudah lihat bahwa kami kesulitan untuk mengalahkannya ‘kan, jadi jangan tergesa-gesa ! “ Peringat Tazuya
“ Jadi. . . bagimana kita mengalahkannya ? “ Tanya Jubei
“ Tiga lawan satu ? Sebenarnya tidak adil. Tapi jika kalian punya strategi jitu untuk mengalahkanku. . .tidak masalah. Aku juga akan mengeluarkan strategiku yang sulit kalian tebak ! “
Mereka bertiga mengambil posisi. Tazuya melihat kearah besi batangan yang dibuang di tempat sampah, dan menggunakan psikokinesisnya untuk mengambil besi tersebut. Jubei yang melihat Tazuya menggunakan itu menjadi kagum. Ia berniat menggunakan besi tersebut seperti layaknya pedang untuk melawan No.1
“ Woah ! Keren ! “
“ Jubei ! Jangan lengah dan melemahkan pertahananmu ! “ Kata Tazuya dengan nada tegas
Tazuya langsung menyerang kearah No.1, tapi ia berhasil menghindarinya dengan cepat. Kemudian, ia melompati ke arah No.1. Sang robot tersebut melihatnya keatas dan berusaha untuk menangkapnya. Beruntungnya, Tazuya berhasil menggunakan psikokinesis untuk mendorong si No.1. Inuya melihat kearah inti merah yang ada di dada robot tersebut, ia percaya bahwa jika itu ditembak, maka No.1 akan mati dalam sekejap.
“ Jubei ! Kamu lihat inti yang ada didada robot itukan ! Aku yakin jika kamu berhasil menembak itu, kita bisa mematikan robot gila itu “ Bisik Inuya
“ Jadi. . . aku harus menembak itu ? “
“ Ya ! Usahakan kamu tidak membuat kami tertembak ! “
Setelah mengatakan apa yang harus Jubei lakukan dipertarungan, Inuya dengan cepat pergi kearah No.1 dan Tazuya beserta dengan palu yang ia ambil digudang dengan lapangan trek. Saat mereka berdua menyerang, No.1 hanya selalu menghindari serangan mereka. Ternyata, itu semua disengaja karena Swift Polly menghubungkan kamera dari matanya agar ia bisa memantau perkembangan situasi pertarungan tersebut. No.4 secara diam-diam mendekati mereka berempat dengan bersembunyi dibalik gedung lapangan trek tersebut
“ Ah ! Gadis itu ?! Bagus, dia ada disini ! “ Kata Swift Polly dengan bangga melalui penglihatan si No.4
Si No.4 memerhatikan Jubei dari kejauhan. Ia bisa melihat bahwa Jubei berniat menembak kearah “saudaranya”. Jubei sedikit kesulitan untuk menembak No.1 karena gerakan bertarungnnya yang terlalu cepat, yang membuat ia sedikit jengkel. Disaat Jubei berhasil menangkap targetnya yang sudah menyingkirkan Tazuya dan Inuya, ia kemudian menembak kearah No.1
( BUUUM )
“ Ah ! “
Tembakan Jubei mengenai lengan kanannya, yang membuat lengan kanannya terputus. No.1 yang melihat ini langsung memberikan sinyal kepada No.4 untuk menyerang Jubei dari belakang. Inuya yang melihat hal ini merasa mereka punya kesempatan untuk menang. Namun, saat Tazuya melihat kearah Jubei, ia terkejut saat melihat No.4 berada dibelakangnya, bersiap untuk menembak Jubei
“ Bagus Jubei ! “ Puji Inuya
“ Oh oh ! Jubei ! “ Tazuya yang melihat No.4 dibelakang Jubei langsung menggunakan psikokinesisnya untuk melindungi Jubei dengan menerbangkannya
“ Eh ! Uwaaaaaaaaaaaaaa ! “
( ZYUUNG ! BUUUUMMMMM)
Karena Tazuya berhasil menerbangkan Jubei dengan psikokinesisnya, tembakan tersebut terkena bangku yang ada dibelakang No.1. Tazuya menurunkan Jubei, dan kedua robot tersebut mengepungi mereka
“ Hei ! Aduuh ! Turunkan aku ! “
“ Oh. . . Maaf ! “
“ Sekarang bagaiamana ?! Masih berani ?! “ Tanya No.1 yang mengubah tangan kirinya menjadi mini-gun
No.1 menembak kerah Tazuya. Beruntungnya, Tazuya berhasil menggunakan “perisai” misteriusnya untuk menangkis tembakan tersebut. Ia kemudian berlari kearah No.1 dan kepikiran untuk mencoba menggunakan psikokinesis dan “perisai” tersebut secara bersamaan untuk penyerangan dan pertahanan terhadap dirinya. Inuya melirik kearah Jubei, memberi aba-aba untuk mengikutinya dari belakang untuk menghadapi No.4.
( BUUUM )
( ZAAASSH )
“ Apa-apaan itu ?! “
“ Hyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhh “ Teriak Tazuya yang berlari kearah No.1
“ Jangan coba-coba ! “ No.1 berusaha melawan dengan menembaki Tazuya berkali-kali dengan mini-gun di tangan kirinya
“ Jubei ! Ayo ! “ Ajak Inuya
“ Eh. . . tapi. . . “
“ Selagi kamu berada dibelakangku, kamu akan selamat ! Jangan boroskan pelurumu ! “Peringat Inuya yang langsung berlari kearah No.4
“ Hmph ! “
Tazuya berhasil mendekati No.1 dan mendorongnya dengan psikokinesis. Kemudian, ia berusaha untuk mengkombinasi “perisai” dengan psikokinesis tersebut untuk.Tiba-tiba. . .
“ Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah ! “
( DUAGH )
“ Agh “
“ Terima In. . . AKH ! “
Tazuya tiba-tiba kepalanya merasa sakit, seperti serasa ada yang memukul kepalanya dengan keras. Ternyata, Tazuya tidak bisa mengkombinasikan “perisai” dan psikokinesisnya secara bersamaan. Dengan kata lain, Tazuya harus menggunakan salah satunya agar bisa lebih efektif. Jubei yang melihat itu panik, kemudian ia langsung berlari kearah Tazuya untuk menyelamatkannya.
“ Ta. . .Tazuya ! “
“ Ah. . . Jubei ?! Jubeeeeeeiii “ Teriak Inuya
“ Lengah ! “
“ Ah ! Uagh ! “ No.4 yang melihat Inuya mulai lengah langsung memukulnya
No.1 melihat Jubei dan mengetahui bahwa ia berusaha untuk mendekati Tazuya. Ia kemudian mengubah tangan kirinya yang semula berupa mini-gun menjadi tangan biasa. Ternyata, No.1 menembakinya dengan mata pisau kearah Jubei. Melihat serangannya datang kepadanya, Jubei menjadi kaget dan bersusah payah untuk menghindari serangan tersebut. Sayangnya. . .
( Syat ! Syat ! Syat ! )
“ Uah ! Ta. . .Tazuya ! “ Panggil Jubei
“ Ah ! “
( SYAT ! )
Saat hampir mendekati Tazuya, mata pisau panjang milik No.1 berhasil melukai Jubei dibagian pinggang atas sebalah kirinya. Saat mendengar rintihannya Jubei, Tazuya langsung terbangun dan kemudian ia melihat No.1 kembali menembakan pisaunya kearah Jubei yang membuat kedua lengannya terluka. Tazuya juga melihat Inuya
terkapar karena tinjuan dari No.4, yang membuat ia semakin kebingungan akan apa yang harus ia lakukan. Ia berpikir, dan seketika besi panjang yang ia gunakan terbang sendiri karena psikokinesisnya
“ Inuya. . .hah. . . Jubei ? Celaka. . .celaka. . .apa yang harus kulakukan ?! “ Kata Tazuya dengan kepanikan
“ Sudah cukup ! Aku muak main-main dengan kalian ! Sekarang, enyahlah ! “
Tazuya akhirnya menerbangkan besi panjang tersebut kearah No.1, menancapkannya ke mata kanannya. Kemudian, ia melepaskan tersebut dan menancapkannya ke mata kiri si No.4
“ Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “
“ Ap- “
( JLEB !)
“ NO.1 ! “
(JLEB !)
“ Haaah. . . haaah. . . haaah . . haaah. . . selesai ? Sudah selesai ! Syukurlah “ Kata Tazuya sambil kelelahan
Inuya kemudian terbangun dan melihat Tazuya sudah berhasil mengalahkan robot tersebut. Mereka berdua mendekati Jubei yang masih kesakitan karena lukanya, dan berusaha mencari cara untuk mengobati lukanya. Tidak lama kemudian, Rigel sampai ke sekolah mereka. Dengan melewati gerbang belakang sekolah, Rigel akhirnya bisa melihat keberadaan Tazuya dan yang lainya di lapangan trek
*****
Rigel kemudian melihat DECA-I, dan langsung berlari kearah lapangan trek. Sesampainya disana, ia bisa melihat kedua robot tersebut berhasil dikalahkan oleh mereka bertiga dan Jubei masih dalam keadaan terluka oleh pisaunya si No.1.
“ Tuan Rigel ! Mereka disini ! “ Panggil DECA-I
“ Anak-anak ! Anak-anak ! Jadi. . . kalian semua berhasil mengalahkan robot itu ?” Tanya Rigel sambil memperhatikan mereka bertiga dan kedua robot B.R.O tersebut
“ Sepertinya, iya. Oh ya. . . Tuan Rigel, bisakah anda mengobati teman kami ? Jika tidak diobati, dia bisa mati karena kehabisan darah “ Kata Inuya
“ Heeeeeei~ Beraninya kamu mengutukku cepat mat- Owuuuuhh “
“ Sudah, Jubei. Teriakanmu hanya akan mempercepat pendarahannya keluar, loh” Gerutu Inuya
Rigel mendekati Jubei, dan memperhatikan bahwa ada mata pisau yang masih tertancap di pinggang atasnya. Ia kemudian dengan perlahan mencabut mata pisau itu, dan setelah itu ia langsung menutupinya dengan plester kesehatan khusus yang berwarna putih ke bekas luka tersebut. Rigel berkata bahwa ia akan membawa Jubei agar bisa ditindak lanjuti. Sambil membawanya kemobil, Rigel bertanya tentang Jubei dan keberadaan teman-teman mereka yang lain
“ Baiklah ! Kalian tidak perlu khawatir. Aku akan menutupinya dengan ini untuk menghentikan pendarahan. Setelah itu akan kutindak lanjuti dirumahku. Ayo cepat ! Kita harus menyelamatkan temanmu yang lain ! “ Ajak Rigel sambil menggendong Jubei
“ Temanmu yang lain ? “ Tanya Tazuya dengan heran
“ Umm. . . yah ! Saat aku menuju kemari, aku tiba-tiba mendengar suara lain dari kontak spiritualku. Kalau didengar baik-baik suara itu, kedengarannya mereka seusia mereka. Dan saat aku kemari dan mendengar si Jubei ini berbicara, suaranya sangat mirip dengan apa yang kudengar di kontak spiritualku “ Jelas Rigel
“ Jika salah satu suara yang kamu dengar adalah suara Jubei. . . jangan-jangan, suara lain yanga ada maksud adalah. . . “ Mendengar penjelasan Rigel,Tazuya kemudian langsung berpikir tentang yang ia maksud
“ Ataru. . . Ryuga. . . “
“ Inuya ! Aku bisa menduga bahwa Ataru kemungkinan besar adalah calon El-Fighter. Tapi. . . Ryuga ?! “
“ Bisa jadi ia juga salah satu bagian dari calon tersebut ‘kan. Karena pemilihan El-Fighter sendiri kelihatannya tidak memandang kamu berasal dari golongan apa “ Jelas Inuya
“ Iya. Aku tahu. . . tapi katamu sendiri dia berasal dari ras yang ditakdirkan menjadi musuh Fighter dan El-Fighter ! “ Kata Tazuya dengan tegas
“ Kalian berdua bicara apa, ya ? “ Tanya DECA-I
“ Ya. Maksudnya. . .Apa maksud kalian ras yang ditakdirkan menjadi musuh Fighter dan El-Fighter ? “ Tanya Rigel sambil memasukan Jubei kedalam mobilnya
Sebelum Inuya menjelaskan maksud perkataan mereka, tiba-tiba, No.1 kembali bangkit bersama dengan si No.4. Tazuya, Inuya dan Rigel melihat hal itu menjadi panik, terlebih kedua robot itu mulai mencari mereka kearah gedung Bahasa.
( BUUUUUMMMM )
“ Kemana mereka ?! Kemana mereka ?! “ Tanya si No.4
“ Kita cari kegedung itu ! “ Perintah No.1
“ Mereka ? Jangan-jangan. . . mereka ingin menyerang gedung bahasa ! “ Kata Tazuya dengan panik saat melihat kedua robot itu melesat cepat kegedung bahasa
“ Nak Jubei ! Tunggulah disini bersama DECA-I. Jangan pergi kemana-mana karena lukamu belum sembuh “ Peringat Rigel kepada Jubei
Rigel, Tazuya dan Inuya bergegas pergi area sekitar kegedung bahasa. Disana, No.1 dan No.4 menembaki siapapun yang ada disana disegala arah untuk memancing Tazuya dan Inuya keluar karena kedua robot itu berpikir mereka bersembunyi disana. Yang membuat semua siswa-siswi beserta guru digedung bahasa menjadi panik
( Zyuuungg Buuumm! Buuuummm! )
“ Kyaaaaaaa “
“ Lariiiiiiii “
“ Cepat semua sembunyi ketempat yang aman ! “ Perintah Pak Gracia
“ Tidak ada ! Tidak ada ! “ Kata si No.4
“ Ayo ! Masuk ke gedung itu ! “ Perintah No.1
“Second Step : Icicle Blast !“ Rigel yang baru saja datang langsung memanggil Anthemusa dan menembaki kedua robot tersebut dengan peluru es
( Buuum ! Buuum ! )
Rigel berusaha untuk memancing mereka untuk tidak memasuki gedung bahasa. Tazuya dan Inuya diperintahkan untuk bersembunyi disuatu tempat yang cukup jauh dari pantauan siswa-siswi dan guru lain untuk melindungi identitas mereka sebagai calon El-Fighter. Mereka akan menyerang jika Rigel berhasil memancing salah satu dari
robot tersebut kearah mereka. Melihat serangannya Rigel, robot tersebut langsung melesat maju kearahnya untuk menyerang kearah Rigel
“ First Step ! Ice Column ! “ Rigel menembakkan peluru es kearah mereka. Namun saat salah satu peluru mengenai kaki No.4 dan perlahan merambat atas tubuhnya, No.1 langsung memotong kaki No.4 untuk mencegah es tersebut menjadi pilar
“ Heh ! Pintar juga kalian ! “ Puji Rigel
“ Hmmm. . . jadi kamu adalah Prisman yang dimaksud oleh Jenderal dan Kapten ? “ Tanya si No.4
“ Hoooh! Apakah gadis berambut putih itu mengutus kalian kemari ? Baiklah, kirimkan salam kepada dia ! " Second Step ! Icicle Blast !“ Kata Rigel yang mengakhir pembicaraannya dengan langsung menyerang kearah mereka
Siswa siswi yang ada memperhatikan pertarungan mereka langsung bersorak-sorai menyemangatinya. Saat para guru juga ikut melihat pertarungan mereka, Pak Gracia yang melihat itu langsung matanya melebar saat melihat kearah Rigel. Rigel yang tidak sengaja melihat kejendela lantai atas melihat kearah Pak Gracia yang langsung pergi dari kerumunan para guru tersebut.
“ Hyah ! Siapa yang kau lihat disana, Prisman ?! “ No.1 mengambil kesempatan saat Rigel menjadi sedikit lengah
( TRANG )
“ Uuuggghh. . . NO.4 ! “ Panggil No.1
No.4 berusaha menyerang Rigel dengan menebas Anthemusanya. Beruntungnya, Rigel cepat bertindak dengan menendang jauh No.1 yang menahan Anthemusanya, kemudian ia menancapkan Anthemusanya ketanah, menciptakan pilar es lancip disaat yang bersamaan No.1 mendekatinya, yang membuat ia terlempar jauh dari gedung tersebut
“ Sixth Step ! Ice Spike ! “
( KRAK! DUAGH! )
“ Uwaaaaaaaaaaaaaaaaaa “
Pilar es tersebut membuat No.4 terpental cukup jauh dari gedung bahasa, dan mendarat tepat dimana Tazuya dan Inuya bersembunyi. No.4 berusaha untuk bangun, tetapi ia merasa tubuhnya tidak bisa digerakan oleh medan magnet yang cukup kuat. Ternyata, Tazuya menahannya dengan psikokinesisnya. Disaat yang bersamaan, No.1
akhirnya mulai habis kesabarannya dan mengubah tangannya menjadi sebuah pedang panas. Ia melesat menuju kearah Rigel. Rigel yang melihat hal itu mulai berkonsentrasi, dan mencabut mata pisau Anthemusa bagian tengah. Disaat No.1 datang kehadapanya, Rigel menghindari dari bawah, kemudian menusukan mata pisau tersebut tepat dibagian dada si No.1
“ Sialah kau. . .kau. . . AKAN KUHAPUS KAU SECARA PERMANEN ! “ Teriak No.1
“ Haaaaaaaaaaaa ! “
( ZRAAAASSS )
“ Ugghh. . . K-k-k-kaa-uuuu. . . ter-ku-tuk—gghh “ Kata No.1 sebelum akhirnya ia dimatikan
Di tempat Tazuya dan Inuya, No.4 berusaha keras untuk bangun serta mematahkan piskokinesisnya. Disaat Inuya bersiap untuk menusuk No.4, tiba-tiba, No.4 mengeluarkan sinar laser dari matanya, yang membuat Inuya kaget. Kemudian, No.4 mengeluarkan tangan ketiganya dari pinggang sebelah kanannya, dan mengambil leher Inuya. Melihat kejadian itu, Tazuya menjadi panik yang membuat psikoknesisnya terpecah dan tidak sengaja membebaskan No.4
“ Selesai sudah ! “
(ZIIIIIIIIINNNGGG )
“ U. . .Uwaaaa ! “
“ Selesai katamu ?! “ Ejek No.4 kepada Inuya
( ZYUUUUUUUT)
“ Akh ! Ggghh. . . Eggghhh ! “ Rintih Inuya yang tercekik No.4
“Inuya ! Sialan kau ! “ Kata Tazuya dengan sangat kaget
“ HAAAH ! “ No.4 melempar Inuya kearah Tazuya
( BRUUUGH )
Mendengar teriakan Tazuya, No.4 langsung melemparkan Inuya kearahnya. Disaat No.4 mendekatinya dan berniat untuk menghabisi mereka dengan meriam lasernya, tiba-tiba, Jubei dan DECA-I datang ketempat mereka sambil membawa Blasterate yang sengaja ditinggalkan Rigel didalam mobilnya, langsung menembak kearah robot tersebut dan menyelamatkan Tazuya dan Inuya
“ Heh ! Pertarungan tadi cukup seru ya ! Baiklah, aku sudah bosan dengan kalian ! Sampai Jumpa ! “
( BLAAAARR)
“ AH ! “ Rintih No.4 saat ada yang menembak kearah lengannya
“ Itu ! Jubei ! “ Teriak Tazuya
“ Apa yang kamu lakukan disini, Jubei ?! “ Tanya Inuya dengan nada panik
“ Mengganggu saja, dasar beban ! Hyaaaaaaaaaaaaaahhhh “
No.4 dengan cepat mengubah lengannya menjadi sebuah pedang, dan melesat pergi kearah Jubei. Ia berhasil menusuknya dengan pedang tersebut tepat dibahunya. Namun ternyata, Jubei sengaja membuat No.4 mendekat, yang membuat ia bisa menembak kepala robot tersebut dari jarak dekat dan menghentikannya
( JLEB ! )
“ Dor ! Tertangkap kau ! “
( BLAAARR )
“ Ini dia ! “ Kata Jubei sambil memperhatikan kearah dada No.4
( BLAAARR )
Namun, saat Jubei berhasil menembak No.4 banyak 2 kali, ternyata, No.4 sudah mempersiapkan peledak yang berada dikakinya. Saat Tazuya dan Inuya sadar bahwa timer peledak tersebut mendekati angka 0, mereka berdua dengan cepat berlari kearah Jubei, dan menghindarinya dari ledakan tersebut
“ Apa ini ?! “ Tanya Jubei yang heran dengan timer peledak dikaki No.4
“ JUBEI ! HATI HATI ! “
( BUUUUUUUUUUUUUUMMMMM )
Tazuya dan Inuya berhasil menyingkirkan tubuh Jubei dari ledakan tersebut. Disaat mereka berempat melihat kearah ledakan tersebut, Jubei membaringkan tubuhnya ketanah karena kelelahan, namun ia bangga karena ia berhasil menyelamatkan temannya
“ Fyuuuhh. . . ahahahahaaaaa. . . owuuuu. . . adudududuh "
" Aduuuh. . .Jubei ! Tuan Rigel sudah memperingatimu untuk tidak kemari loh ! Tuh lihat lukamu malah menjadi-jadi"Gerutu Inuya
" Yaaa. . .aku tahu. . . Tapi. . .aku berhasiiiiil~ aku berhasiiiiil~ Haaah. . .Haaah. . . haaah. . .akhirnya. . . kalian selamat “ Teriak Jubei sambil kegirangan, berbaring di tanah dan perlahan menutup matanya
“ Kerja yang bagus, Jubei ! “ Puji Tazuya
“ Anak-anak ! Loh, kenapa Nak Jubei berada disini ?! “ Tanya Rigel yang baru saja datang ketempat mereka
“ Eeeeh. . .dia berisik sekali didalam mobil ! Saat ia tidak sengaja melihat blasterate yang berada dibangku depan, ia akhirnya memutuskan untuk kesini dan menolong Tazuya dan Inuya. Aku tidak punya pilihan selain membiarkannya ! “ Gerutu DECA-I
Mendengar penjelasannya, Rigel hanya bisa terdiam. Dalam hati, ia berpikir bahwa Jubei memang cocok menjadi calon El-Fighter karena tekatnya untuk membantu teman-temannya. Sambil kembali membawa Jubei kedalam mobil, Rigel bertanya tentang calon El-Fighter yang lain kepada Tazuya
“ Hebat ! Dia memiliki tekat yang kuat untuk menyelamatkan teman-temannya ! Untuk perempuan seperti dirinya, tekat dan keberaniannya benar-benar patut di apresiasi. Dia memang cocok menjadi Calon El-Fighter “ Kata Rigel dalam hati kearah Jubei
“ Umm. . . Tazuya ! Bagaimana. . .apa kamu bisa merasakan calon El-Fighter lain selain Jubei ? “ Tanya Rigel
“Ya ! Dan dugaanku memang benar. . .salah satu dari suara itu ialah suara Ataru dan Ryuga “ Jawab Tazuya
“ Baiklah. Kurasa tidak ada pilihan lain selain kita menjelaskan ini kepada Ryuga walau ia bakal sangat tidak suka dengan penjelasannya “ Kata Inuya
“ Yaaa. . .mau bagaimana lagi ?! “
“ Anak-anak ! Aku ingin kalian mencari teman kalian yang diserang oleh robot tersebut. Jika aku merasakannya dengan kontak spiritualku, aku pikir mereka tidak jauh dari sini. Aku akan membawa Jubei kerumahku ! Berhati-hatilah disana !“ Perintah Rigel
“ Ya ! “ Kata Inuya dan Tazuya secara bersamaan
“ Jadi. . .kemana kita akan pergi ? “ Tanya Inuya
“ Kita berpencar ! Aku akan mencari Ryuga dan kau cari Ataru ! Jika Ryuga adalah orang yang tidak mau mendengar penjelasan dengan cara yang lembut, aku akan menjelaskannya dengan caraku sendiri ! “ Jelas Tazuya
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
@Princes halu"
masih hadir kakak.. semangat..
2021-12-13
1
Desshio08
like ...
2021-04-28
3