20. Seuntai Janji

"Woi ... berhenti!"

Langkahan kaki yang cepat dari dua orang yang saling beradu kecepatan lari pun terjadi. Mereka saling mengadu kecepatan dan juga argumen.

Axcel terus mengejar Agra yang masih belum begitu jauh dari sekitar danau Van. Alat penangkap seperti jala yang biasanya dipakai untuk berburu pun terpaksa banting fungsi untuk menangkap Agra.

Axcel melempar jala itu tepat dibelakang Agra dan pada akhirnya jala itu mengenainya hingga terjatuh.

"Akhh ... Dasar teman tidak punya akhlak kau!"

"Lah ... Seharusnya kau yang tidak punya akhlak, teman belum selesai ngomong malah ditinggal. Akhirnya kupakai jala saja untuk menangkap sosok teman yang keras kepala seperti kau."

"Ehh ... Apalagi ini?"

"Tali, sini tanganmu!"

"Apa yang kau lakukan denganku."

"Mengikatmu agar kau tidak lari lagi."

Saat itu posisi Agra sedang tengkurap dengan jala yang menjiratnya, hal ini mempermudah Axcel untuk mengikatkan tali di tangan Agra.

"Apasih maumu? Lepas nggak? Aku ingin menolong mereka!"

"Lalu yang sekarang didepanmu itu siapa? Setan?"

"Bukan, tapi biawak komodo yang suka mengganggu perempuan di seluruh bazar kastil."

"Ehh ... Aduh ... Jangan ungkit-ungkit masa laluku."

"Bodo amat! Lepasin nggak?"

Axcel mendekat kearah Agra dan menepuk punggungnya, ia mencoba meyakinkan Agra dengan kata-kata mutiara yang akan ia gunakan.

"Urusan mereka biar aku yang membantumu, tapi kau harus kembali ke jalan takdirmu hanya kaulah satu-satunya orang yang bisa menghadapi Anggota Redfire Clan yang sedang merajalela untuk menguasa dunia ini. Jangan biarkan dunia ini hancur tanpa keadilan. Aku jauh-jauh dari Cavalie clan hanya untuk mencarimu Agra!"

Axcel meninggikan nada bicaranya dan melanjutkan bicaranya.

"Apa kau tahu aku rela meninggalkan klanku dan berjanji kepada ayahku untuk mencari jalan keluar dari masalah ini, aku rela melepaskan aset klanku yang telah dirampas oleh Leviathan agar tidak ada pertumpahan darah yang terjadi diantara kami. Aku dan ayahku juga memiliki tanggung jawab besar Agra, kenapa kau tidak bisa sepertiku?"

Agra hanya terdiam setelah mendengar Axcel bicara, ia termenung dan matanya berbinar. Agra kini berfikir sangat keras untuk mengambil keputusan itu. Axcel pun melanjutkan bicaranya,

"Agra kau sahabatku, aku akan selalu membantumu. Aku berdiri disini karena aku telah menanamkan sebuah keyakinan besar tentangmu dan satu hal lagi kau masih hidup pun aku bisa merasakannya."

masih dalam posisi terikat dan tubuh tengkurap Agra menatap mata Axcel dengan sangat jeli.

Dilihatnya Axcel benar-benar serius mengatakan itu semua, ia meluapkan emosinya dengan mengucapkan kata-kata yang mungkin membuat Agra sedikit menurut dan terdiam.

"Agra ... kau mungkin tidak percaya dengan apa yang kukatakan, tapi semua yang kukatakan benar adanya. Aku tahu aku bisa merasakan bahwa kau masih hidup, bahkan aku pun tahu kalau kau pernah mengalami koma, jadi jangan meragukanku, Agra!"

Deg!

Agra terkejut mendengar ucapan sahabatnya barusan, Agra hanya bisa menjawab dengan diam seribu bahasa. Agra kembali menundukkan kepalanya dan mungkin yang diucapkan Axcel berhasil melelehkan hatinya yang telah lama membeku akibat masa lalunya sendiri.

"Apa kau benar-benar melupakanku?"

Axcel merendahkan nada bicaranya seakan ia merasa lelah atas sikap sahabatnya itu. Agra yang mendengar nada pasrah sahabatnya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Katakan sesuatu Agra! jangan hanya diam saja!"

Dengan amarahnya Axcel menancapkan pedangnya ketanah tepat disamping kanan kepala Agra. Mata Agra terbelalak saat melihat Axcel semarah dan sekecewa itu.

"Maaf ..."

Mendengar ucapan Agra tadi, Axcel sedikit bingung dan dia mulai menarik pedangnya dan menyimpannya kembali.

"Apa maksudmu?"

"Maaf selama ini aku egois, aku tidak bermaksud untuk melupakan siapapun yang ada dimasa laluku. Tapi aku takut kalau aku kembali apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku tidak tahan melihat mereka membunuh satu per satu orang disekelilingku."

"Itu memang resiko terbesar yang harus kita hadapi kedepannya, namun jika kita bersatu kita tidak akan bisa dikalahkan."

Axcel mengulur tangannya kearah Agra dengan aura penuh harapan dan keakraban.

"Ayo kita berjuang bersama!"

Agra masih terdiam dan tidak mau menjawab apalagi merespon sahabatnya.

"Sombong sekali kau sekarang!"

"Hey sob, bukannya aku sombong tapi ... Apa kau tidak lihat kalau tanganku masih terikat oleh talimu ini? Dasar tolol!"

"Ehh ... iya lupa."

"Buka dulu ikatannya! baru aku mau menerima tawaranmu."

Axcel membuka tali yang menjerat tangan dan kaki Agra lalu mereka saling menyepakati tawaran yang telah diberikan oleh Axcel.

Mereka mengakhiri pertikaian ini tanpa permusuhan apalagi pertempuran yang merugikan keduanya. Semuanya berakhir dengan perdamaian tanpa adanya perselisihan pandangan dan pola pikir diantara mereka.

****

"Kamu siapa?"

Aku melihat sosok bocah laki-laki berambut putih pendek menatap kearahku, dia berada diseberang utara sungai Hollow Vender.

Mata birunya menyala dalam rembulan malam, ia terlihat diam dan tidak menjawab pertanyaanku.

"Apakah kamu kesepian?"

Aku mengajukan pertanyaan lagi berharap dia mau menjawabku. Alhasil dia hanya meresponku dengan anggukan kepala saja.

"Bisakah kita berteman? aku juga kesepian."

"Teman?"

"Iya, kita berteman tapi kau harus janji dulu untuk tidak meninggalkanku sampai kapanpun, Oke."

"Oke, janji."

"Aku mau menyusulmu. Tetap disana ya ...."

Aku meneriaki bocah itu agar dia mau menungguku, kulihat perahu kecil dengan dua dayung dipinggiran sungai Hollow Vender. Kunaiki saja perahu itu dan kudayung terus sampai menuju ke tepi utara sungai Hollow Vender.

"Akhirnya aku sampai juga."

"Lihat!"

Bocah itu menunjukkan kepadaku wadah kaca yang berisi lima cahaya kecil berterbangan didalamnya.

"Apa itu?"

"Bukalah!"

"Aku buka tutupnya ya."

"Iya."

"Wahh ... kunang-kunang, indah sekali kunang-kunangnya terbang keluar dari wadah kaca ini."

Dialah teman pertamaku dan aku bahagia bertemu dengannya.

"Ohya namamu siapa? dari mana kau berasal?"

Dia hanya diam.

"Kenapa diam? Apa kamu tidak punya nama? Baiklah aku panggil kamu Blue bagaimana? karena kamu punya mata biru yang terang."

Dia menganggukkan kepala sebagai tanda setuju dengan nama panggilan yang kuberi.

"Blue! berjanjilah untuk tidak meninggalkanku?"

"Janji."

"Janji jari kelingking?"

"Iya ... janji jari kelingking."

Dia akhirnya mengikat janji denganku, aku senang mendapatkan teman pertamaku.

Tapi ....

Ada sesuatu yang terlintas dibenakku, yaitu kekosongan.

"Hah, tunggu! Jangan pergi!"

Dia menghilang, Bayangan itu menghilang, bahkan satu per satu dihadapanku telah menghilang dan memudar. Disekelilingku berubah menjadi gelap dan sepi.

Aku pun kembali kesepian ....

Lagi ....

****

"Kumohon jangan pergi! kau sudah berjanji untuk tidak meninggalkanku kan?"

Terlihat tangan raja Vedern Mighton menyentuh dahi Vendrinna yang saat itu sedang mengalami demam.

"Apa yang kau lakukan dengan putri Vendrinna?"

"Maaf saya hanya memberinya jarum bius yang sudah diracik oleh tim medis dari kastil Venderland. Tentu saja saya menggunakannya sesuai dengan anjuran mereka."

"Tapi kenapa badannya panas sekali."

"Maaf tuan, saya benar-benar tidak tahu mengenai hal ini. Mungkin saja putri Vendrinna sedang memikirkan sesuatu hingga memberatkan hati dan pikirannya."

Raja Vedern Mighton hanya terdiam mendengar penjelasan dari panglima Askaria.

"Maafkan ayah, jika saja ayah dulu tidak melakukan kesalahan besar, mungkin kau tidak menderita sekarang."

****

Sementara itu Agra dan Axcel masih berada didanau Van, waktu berlalu begitu cepat. Pergantian malam pun tiba menyelimuti suasana danau suci Van, bulan purnama turut muncul menghiasi langit malam.

Axcel menyalakan api sebagai penghangat tubuh dan tentunya juga untuk membakar ikan hasil tangkapannya. Sementara Agra hanya bisa duduk termenung menatap bulan purnama yang jauh dari pandangannya.

"Hey Agra! kau tidak lapar? di danau Van ini banyak sekali ikan yang kutangkap lumayan buat makan malam kita."

Agra hanya terdiam dan melamun.

"Hey! jangan melamun, kau sedang memikirkan apa?"

"Kenapa aku tiba-tiba memikirkannya, apa yang terjadi dengannya sekarang."

"Sepertinya kau harus tahu satu hal, danau Van adalah danau suci milik kastil Venderland. Biasanya disini akan ada banyak petarung yang kumpul untuk berendam didanau ini, konon katanya mereka yang berendam disini akan mendapatkan energi yang luar biasa dari leluhurnya."

"lalu apa urusannya denganku?"

"Bodoh! mereka yang berendam disungai ini kebanyakan dari kastil Venderland. Esok hari setelah mereka berendam, kita ikuti saja rombongan petarung itu kembali ke kastilnya, itu akan mempermudah kita untuk menemukan teman-temanmu."

"Hmm ... Kau benar juga, kenapa kau baru mengatakannya sekarang?"

"Jika aku memberitahumu sejak tadi kemungkinan kau akan melakukan hal yang gegabah."

Agra hanya diam dan menyetujui rencana Axcel.

"Ini sudah malam, lebih baik kita kembalikan tenaga kita dan mengumpulkan energi untuk perjalanan esok hari."

"Iya kau benar juga!"

Agra akhirnya memutuskan untuk tetap bertahan didanau Van menunggu esok hari tiba.

~Vendrinna aku akan menyusulmu, aku janji.

BERSAMBUNG

Terpopuler

Comments

anggita

anggita

👌👌👍

2021-03-26

1

👑Meylani Putri Putti

👑Meylani Putri Putti

3like langsung mendarat

2021-03-16

0

Laa~❤

Laa~❤

next yu kak.

kok lama up nya.

ayo semangat

2021-03-09

0

lihat semua
Episodes
1 1. Bertahan Hidup
2 2. Goresan Luka
3 3. Sebuah Perpisahan
4 4. Melarikan Diri
5 5. Blood Moon
6 6. Nekko
7 7. Negeri Lavender
8 8. Takdir
9 9. First Love
10 10. Different World
11 11. Two Sister
12 12. Sebuah Rahasia
13 13. Dunia Roh
14 14. Dunia Roh II
15 15. Fight Up
16 16. Tipuan
17 17. Perdebatan
18 18. Pengepungan
19 19. Tanggung Jawab Besar
20 20. Seuntai Janji
21 21. Menyelundup
22 22. Misi Pembebasan
23 23. Misi Pembebasan II
24 24. Masa Lalu Axcel
25 25. Kemunculan Sosok Misterius
26 26. Ledakan Kedua
27 PENGUMUMAN
28 27. Dalam Incaran
29 28. Organisasi Perancang Sistem Clonning
30 29. Ketulusan Hati Sang Putri
31 30. Rencana Baru Leviathan
32 31. Pergerakan Awal
33 32. Jatuh Cinta Kedua Kalinya
34 33. Pohon Suci Vedernight
35 34. Pedang Siner Storm
36 35. Ingatan Yang Hilang
37 36. Bersaing
38 37. Hari Ulang Tahun
39 38. Memories
40 39. Jalur Ganda
41 40. Siasat Baru
42 41. Diri Yang Hilang
43 42. Pembebasan Raja Cavalerie
44 43. Gerbang Awan Putih
45 44. Bayangan Kegelapan
46 45. Kedamaian
47 46. Sejarah Dunia Clonning
48 47. Menjelang Transformasi Chakra
49 48. Ritual Transform Chakra
50 49. Kegagalan yang Fatal
51 50. Musuh Terselubung
52 51. Insiden di Bukit Sealer Blue
53 52. Putri Sadis
54 53. Overprotektif
55 54. Keluarga Resmi
56 55. Transformasi Nekko
57 56. Kebersamaan Terasa Hangat
58 57. POV Samuel I
59 58. POV Samuel II
60 59. POV Samuel III
61 60. POV Samuel IV
62 61. POV Samuel V
63 62. POV Samuel VI
64 63. POV Samuel VII
65 64. Organisasi Encenty
66 Author Comeback!!!
67 65. Festival di Balai Kota
68 66. Misi Baru
69 67. Negeri Shinzou I
70 68. Negeri Shinzou II
71 69. Negeri Shinzou III
72 70. Misi Langkah Bayangan
73 71. Misi Langkah Bayangan II
74 72. Misi Langkah Bayangan III
75 PENGUMUMAN UPDATE BAB BARU
76 Siner Storm Sword : Lightning Storm
Episodes

Updated 76 Episodes

1
1. Bertahan Hidup
2
2. Goresan Luka
3
3. Sebuah Perpisahan
4
4. Melarikan Diri
5
5. Blood Moon
6
6. Nekko
7
7. Negeri Lavender
8
8. Takdir
9
9. First Love
10
10. Different World
11
11. Two Sister
12
12. Sebuah Rahasia
13
13. Dunia Roh
14
14. Dunia Roh II
15
15. Fight Up
16
16. Tipuan
17
17. Perdebatan
18
18. Pengepungan
19
19. Tanggung Jawab Besar
20
20. Seuntai Janji
21
21. Menyelundup
22
22. Misi Pembebasan
23
23. Misi Pembebasan II
24
24. Masa Lalu Axcel
25
25. Kemunculan Sosok Misterius
26
26. Ledakan Kedua
27
PENGUMUMAN
28
27. Dalam Incaran
29
28. Organisasi Perancang Sistem Clonning
30
29. Ketulusan Hati Sang Putri
31
30. Rencana Baru Leviathan
32
31. Pergerakan Awal
33
32. Jatuh Cinta Kedua Kalinya
34
33. Pohon Suci Vedernight
35
34. Pedang Siner Storm
36
35. Ingatan Yang Hilang
37
36. Bersaing
38
37. Hari Ulang Tahun
39
38. Memories
40
39. Jalur Ganda
41
40. Siasat Baru
42
41. Diri Yang Hilang
43
42. Pembebasan Raja Cavalerie
44
43. Gerbang Awan Putih
45
44. Bayangan Kegelapan
46
45. Kedamaian
47
46. Sejarah Dunia Clonning
48
47. Menjelang Transformasi Chakra
49
48. Ritual Transform Chakra
50
49. Kegagalan yang Fatal
51
50. Musuh Terselubung
52
51. Insiden di Bukit Sealer Blue
53
52. Putri Sadis
54
53. Overprotektif
55
54. Keluarga Resmi
56
55. Transformasi Nekko
57
56. Kebersamaan Terasa Hangat
58
57. POV Samuel I
59
58. POV Samuel II
60
59. POV Samuel III
61
60. POV Samuel IV
62
61. POV Samuel V
63
62. POV Samuel VI
64
63. POV Samuel VII
65
64. Organisasi Encenty
66
Author Comeback!!!
67
65. Festival di Balai Kota
68
66. Misi Baru
69
67. Negeri Shinzou I
70
68. Negeri Shinzou II
71
69. Negeri Shinzou III
72
70. Misi Langkah Bayangan
73
71. Misi Langkah Bayangan II
74
72. Misi Langkah Bayangan III
75
PENGUMUMAN UPDATE BAB BARU
76
Siner Storm Sword : Lightning Storm

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!