Perasaan apa ini? Aku tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya? Semenjak bertemu dengannya hatiku merasa tenang dan aman.
Biasanya aku canggung dengan seseorang untuk mencurahkan isi hatiku, termasuk sahabat ku Jessy yang sudah tau segalanya tentang diriku saja belum tentu mengetahui apa yang sedang kurasakan, karena aku selalu menyendiri dan pergi ke ladang jika aku sedang bersedih. Aku tidak ingin kesedihanku diketahui banyak orang.
Namun kini dengan gampangnya aku mencurahkan isi hatiku dengan pria yang baru kukenal. Mata biru nya itu memandangku dengan hangat saat aku sedang bersedih.
Tangannya pun terasa hangat saat menembus pipi ku yang berkelinang air mata, ia seakan ingin menghapus air mataku namun dunia antara aku dan dia saat ini tidak bisa di samakan. Dia terpaksa harus beradabtasi oleh dunia roh selama beberapa bulan kedepan sambil menunggu waktu bersatunya roh dengan tubuhnya.
Dia ternyata bernama Agra, sungguh nama yang bagus. Sepertinya dia laki-laki yang baik.
Darimana asalmu sebenarnya?
Dan siapa kau sebenarnya?
Apakah kau orang yang selama ini kunanti?
(On Vendrinna's House)
"Kau sudah pulang?" - Jessy.
"Hmm ... iya ... ohya kau sudah mengganti luka calon pangeranku?" - Vendrinna.
"Hah!?" - Jessy.
Saat itu roh Agra yang masih disampingnya memasang mata melotot.
"Hey! Apa maksutmu?" - Agra.
"Maaf bercanda, hehe ..." - Vendrinna.
"Kau itu aneh sekali." - Jessy.
"Jangan bilang kau gadis yang agresif." - Agra.
"Memang benar yang kau ucapkan." - Vendrinna.
"Apa!? Sepertinya kau demam deh! Jadi otakmu agak miring." - Jessy.
"Hahaha ... dia kira kau sedang bicara dengannya." - Agra.
"Diam kau bodoh! Jangan meledekku!" - Vendrinna.
"Apa katamu!? Aku bodoh!? Beraninya kau bicara seperti itu padaku." - Jessy dengan tangan menghantam pipi Vendrinna.
Brugh ...
Vendrinna pun terjatuh ke lantai.
"Aduh ... Bukan kau yang kumaksud Jessy, tapi dengan biawak komodo itu." Sambil menunjuk kearah roh Agra yang sedang berdiri di belakang Jessy.
"Biawak komodo katamu! Kau menunjuk ke arah ku dengan sebutan biawak komodo!"
Jessy pun mengamuk dan menghancurkan lantai rumah Vendrinna yang terpasang dengan rapi.
"Lantaiku!?"
"Dalam kondisi seperti ini kau masih memikirkan lantaimu tanpa berfikir perasaanku!? Masih beruntung aku hanya menghancurkan lantai mu bukan rumahmu."
"Bukan kau yang ku maksud!?"
"Lalu siapa hah?"
"Yaa intinya bukan kau!"
Nekko pun datang untuk menenangkan Jessy yang sedang mengamuk bak gunung berapi terlempar granat 12 ton.
"Untung ada kucing ini, jika tidak kau akan ku jadikan bahan material pembuatan lantai untuk mengganti lantaimu yang rusak."
"Ampun neng jago!"
Tiba-tiba nekko mengusap tubuhnya ke kaki Jessy dan memasang wajah imutnya.
"kyaa imut sekali kau ching enak nya ku panggil apa ya?"
Agra pun membisikkan nama "nekko" ke Vendrinna.
"Nekko." Jawab Vendrinna.
"Hm ... nama yang bagus, oke kupanggil kau nekko."
~ Sepertinya dia kembali normal, untunglah aku tidak dijadikan koral ... hehe ...
"Ayo nekko! Kita ke dapur, untuk memasakkan mu makanan."
"Lohh ... aku bagaimana!? Aku lapar?"
"Masak sendiri!"
Jessy pun beranjak ke dapur bersama nekko. Agra yang masih berdiri disitu menahan tawa melihat Vendrinna yang sedang mengalami penurunan nyali.
"Puas kau ketawa!?"
"Jika aku tidak menyuruh nekko menghentikan temanmu itu, entah apa yang akan terjadi nanti padamu, haha ..."
"Tunggu dulu! Kau menyuruh nekko? Jadi selain aku ada lagi yang bisa melihat roh-mu?"
"Ya, Ada."
"Nekko si kucing itu."
"Ya."
"Bagaimana bisa? Dia kan hewan?"
"Ikut aku."
"Kemana?"
"Ikuti saja. Jangan banyak tanya."
Agra pun pergi mengarah ke dapur dan disusul oleh Vendrinna di belakangnya. Didapur terlihat Jessy dan nekko sedang memasak.
"Lihat."
"Huh!?"
"Kau paham maksudku?"
"Belum"
"Hadehh ...." Agra sambil menepuk jidat sebagai tanda dia lelah menjelaskan.
"Amati saja apa yang dilakukan nekko!"
"Hmm ... huh! Bagaimana mungkin?"
Vendrinna terkejut setelah melihat apa yang terjadi di dapur, ia baru sadar kalau nekko sedang menggunakan kekuatan sihir nya untuk membantu jessy mengambilkan sayuran dari atas meja tanpa disentuhnya. Tidak hanya sayuran bahkan ia bisa menggunakan sihirnya untuk menyapu, mengepel dan merapikan rumah.
"Apa ini sungguhan?"
"Sekarang kau baru tahu? Nekko memiliki kemampuan diatas rata-rata hewan lainnya. Kekuatannya mampu membantu manusia dan ia juga memiliki insting tajam lebih tajam dari ular oleh sebab itu dia bisa merasakan keberadaanku."
"Oh ... jadi dia bisa melihatmu?"
"Bukan, lebih tepatnya dia bisa merasakan dan mendengarkan. Makanya jangan banyak menghabiskan waktu diladang, ohya ... aku juga ingin memberitahu suatu hal padamu ... lihatlah teman mu itu, ia melakukan pekerjaan dirumah sendirian, kau pun tidak mau membantunya. Memang benar kalau dia menginap dirumahmu, tapi kau juga harus turut bertanggung jawab atas kenyamanan rumah ini?"
Vendrinna pun terdiam.
"Kasihan temanmu! Sebenarnya dia selalu ada untukmu! Saat kau pergi dia memikirkan apa yang akan dimasak untuk makananmu ketika pulang, apakah kau suka masakannya, dia pun juga mekhawatirkanmu saat kau pulang malam."
"Bagaimana kau tahu?"
"Aku terkadang menyusuri sudut-sudut rumahmu dan aku melihat temanmu sedang membersihkan seisi rumah, dia kelihatan kelelahan, aku sebenarnya ingin membantunya tapi kondisi ku tidak memungkinkan hingga akhirnya aku kusuruh saja nekko untuk membantunya."
Mendengar penjelasan Agra, ia pun merasa dirinya telah dikuasai oleh keegoisan hingga ia tidak bisa merasakan suara lirihan sahabatnya yang setiap saat memikirkannya. Matanya pun berbinar penuh air mata, Vendrinna kemudian bergegas menghampiri Jessy, memegang tangannya dan memeluknya.
"Huh ... kenapa kau ...."
"Maafkan aku, selama ini aku egois."
"Hah ... Baru sadar kau!?"
Kedua tangan Jessy pun terangkat dan mulai memeluk bagian punggung Vendrinna.
"Mungkin kau menganggapku hanya sebatas teman, namun bagiku kau adalah saudaraku."
Jessy seketika tersenyum kemudian ia teringat saat pertemuan pertamanya dengan Vendrinna.
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Flashback On.
Dimalam hari ketika hujan turun begitu derasnya, aku yang saat itu sendirian sebatang kara tanpa orang tua dan rumah merasa benar-benar kehilangan kelayakan untuk hidup.
Setiap hari aku tidur di jalanan dan mencari makan dengan menjual bahan rajutan buatanku sendiri. Benang nya pun kudapatkan dari sisa hasil potongan pengrajin rajut rumahan yang terbuang. Biasanya ku pungut dan ku sambung lagi menjadi satu.
Hanya inilah mata pencaharianku sekarang, karena sejak kecil aku sudah diajari merajut oleh ibuku sebelum ia meninggal.
Hah ... mungkin aku adalah gadis yang kurang beruntung, ibuku meninggal setelah ayahku gugur dalam perangnya.
Semua berawal dari peperangan yang tak kunjung selesai antara Loneblast Clan melawan Redfire Clan atas konflik klaim wilayah. Sejak kecil aku dibesarkan di negeri shiokai dari klan Loneblast. Dengan nama asliku adalah Shoju Fukushi orang tuaku memberi nama itu dengan harapan agar aku bisa menjadi gadis yang selalu membawa kemakmuran.
Ayahku seorang prajurit dari kerajaan shiokai, saat itu negeri shiokai menjadi tempat perebutan wilayah antara Redfire Clan dan Loneblast Clan karena tempatnya yang strategis untuk kegiatan produksi tekstil dan penghasil tekstil terbesar dari wilayah-wilayah lainnya, serta laut yang kaya dengan kerang putihnya menjadi incaran para penjajah dari klan Redfire.
Perang pun terjadi dan ayahku gugur dalam medan tempurnya meninggalkan aku dan ibuku yang saat itu masih berumur 10 tahun. Negeri shiokai pun sukses menjadi tempat jajahan pertama oleh klan Redfire. Bala bantuan pun datang dari klan Blue namun mereka terlalu kejam dan licik sehingga banyak prajurit dari klan Blue mati dan jumlah anggota seluruh klan Blue pun mulai menipis sepanjang harinya. Hingga akhirnya Blue Clan bekerja sama dengan pasukan klan lain.
Aku dan ibuku pergi dari tempat itu karena ibuku berfikir kalau di negeri shiokai sekarang sudah tidak ada harapan lagi. Setengah perjalanan menuju perbatasan kami pun diserang oleh prajurit Redfire Clan dan mereka membunuh ibuku dengan senjata terkutuk mereka.
Sedangkan aku selamat berkat seseorang yang menarikku dengan kekuatan anehnya yang bisa menggerakkan akar-akar pohon, dan melindungiku dengan jutaan kupu-kupu beracun. Kupu-kupu itu menghadang prajurit Redfire Clan dan meletakkan racun ke tubuhnya sehingga mereka dalam hitungan detik mati tanpa sentuhan tangan.
Orang itu ternyata hanyalah seorang gadis sebaya yang dikirim dari Vander Clan atas permintaan Blue Clan untuk mengamankan penduduk Shiokai dari jajahan Redfire Clan. Namanya Vendrinna Mighton, ia putri dari raja Vedern Mighton dari kastil Venderland, raja Vedern Mighton masuk dalam daftar raja besar klan "the king of clans".
Pertemuanku dengan tuan putri Vendrinna membuatku bangkit dari kesedihanku, ia selalu menguatkanku dan berkat dia aku bisa menjadi seperti yang diharapkan orangtuaku dan tidak merasa takut menghadapi sesuatu.
Aku dibawa pergi jauh dari tempat tinggalku menuju penampungan, dan terpisah oleh tuan putri Vendrinna. Seluruh penduduk negeri shiokai akhirnya berhasil diselamatkan berkat kerjasama dari Blue Clan dan Vander Clan.
Setelah 3 tahun hidup di tempat penampungan aku pun memutuskan pergi dan mencari hidupku sebenarnya. Aku menyusuri setiap jalan dan menjadi gadis pengelana selama kurang lebih 4 tahun. Dan saat itu aku sudah berumur 17 tahun, dengan modal bakat perajut aku menghasilkan uang untuk makananku setiap harinya.
Setelah bertahun-tahun berkelana ke berbagai tempat yang begitu asing, aku akhirnya benar-benar berada di wilayah kerajaan Venderland tempat putri Vendrinna tinggal.
Hingga disuatu malam dengan curah hujan yang tinggi aku terpaksa mencari tempat peneduh untuk ku singgahi sambil menunggu hujan reda.
Aku ingat suasana malam itu, rasanya benar-benar kesepian dan kedinginan. Aku mendekap tubuhku sendiri agar terasa hangat, saat itu jalanan mulai begitu sepi dan sunyi semua terlihat begitu menghindar dari rintikan hujan yang perlahan jatuh dengan derasnya.
Namun aku melihat sosok gadis berambut ungu dengan pita kupu-kupu yang sedang berjalan di tengah derasnya hujan dan menuju kearahku, ditangan kirinya ia memegang payung dan tangan kanannya seakan mengulurkan bantuan kepadaku.
Awalnya aku sempat menduga bahwa gadis itu adalah Vendrinna, dan ternyata benar Ia pun juga masih mengingatku, pertemuan yang sejak dari dulu terjadi pun kini terulang kembali. Ia mengajakku tinggal bersama di rumah yang baru dibelinya di negeri Lavender, ia menceritakan segalanya kepada ku atas masalah yang ditimpanya sekarang. Ia saat itu sedang melarikan diri dari kastil Venderland karena ia memiliki masalah dengan ayahnya. Oleh sebab itu ia merubah penampilannya saat keluar rumah agar prajurit suruhan ayahnya tidak mengenalinya.
Namaku pun telah diganti menjadi Jessy agar Vendrinna mudah memanggilku dan lama kelamaan aku pun mulai terbiasa memanggilnya dengan sebutan nama saja.
Semua berjalan dengan baik bahkan sampai sekarang saat kami telah beranjak usia 18 tahun. Sudah satu tahun kami tinggal bersama di negeri Lavender, aku merasa memiliki keluarga baru lagi. Dia sudah ku anggap sebagai saudari ku sendiri, oleh sebab itu aku selalu mengkhawatirkannya setiap ia keluar rumah.
Flashback Off.
•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•
Jessy pun masih memeluk Vendrinna dengan eratnya.
"Aku menyayangimu seperti saudariku sendiri Vendrinna, jangan pernah kau beranggapan kalau aku akan terbebani ketika kau bercerita tentang kesedihanmu."
"Hiks ... hiks ... baiklah ..."
I Love U my sister.
#BERSAMBUNG
~THANKS FOR READING❤~
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
anggita
two sister🤗
2021-03-24
1
👑Meylani Putri Putti
semangat thor
2021-03-10
1
NinLugas
2like m drt kk
salam dari :
~ kisah cinta pangeran jayanaga : reinkarnasi
~ Sore tanpa selamat
~Aku belum 18 tahun ❤️
2021-02-26
0