...Aku memang bisa mengobati, dan sampai kapanpun tugasku hanyalah mengobati bukan memberi kehidupan. Pemberi kehidupan yang sebenarnya adalah sang pencipta, kita tidak bisa melawan takdir yang telah diciptakannya....
...~Vendrinna Mighton~...
_________________________________________________
Tiba-tiba insting Nekko pun mulai bereaksi dan seketika ia berlari ke arah barat dimana matahari itu tenggelam, perilaku aneh nekko pun mulai terlihat saat ia berlari dengan kencangnya seakan-akan ada hal yang sangat penting yang ingin dia tunjukkan kepada Vendrinna dan Jessy.
Matahari mulai tenggelam namun pancaran sinar jingganya masih menjulur ke arah awan gumulus sehingga awan tersebut terlihat indah dipandang mata.
Namun disisi lain kebingungan masih melanda dua gadis belia itu, ditambah lagi perilaku kucing oranye yang membuat mereka geleng-geleng kepala.
"Apa yang sebenarnya ingin dia tunjukkan kepada kita?" - Jessy.
"Entahlahh ..." - Vendrinna.
Nekko pun mencoba memberi kode lagi bahwa ada sesuatu yang akan lewat menyusuri arus sungai Hollow Vender.
Beberapa menit kemudian terdapat sobekan kain berwarna biru dengan simbol stār circle dan disertai bercak merah seperti darah yang hanyut terbawa arus sungai dari arah barat menuju ke timur.
Vendrinna pun meraih sobekan kain itu dengan ranting pohon yang tergeletak di tanah. Dengan rasa penasarannya ia pun mengamati secarik kain itu dengan tajam dan seksama.
"Hmm ... simbol ini ... sepertinya aku pernah melihatnya ... jangan-jangan ..." - Vendrinna.
"Hey! Lihat ada mayat!" - sontak Jessy setelah melihat mayat yang hanyut di sungai.
Miauw... miauw... miauw....
"Oh ... aku mulai paham jadi ini yang ingin kau tunjukkan kepada kami, kau kucing yang pintar." Vendrinna pun mengelus kepala nekko.
Vendrinna pun mencoba mengeluarkan kekuatan alamnya untuk memanggil akar-akar pohon dari tepi sungai dan mengendalikan akar tersebut agar bisa menjalar dan mengambil mayat itu tanpa harus turun ke sungai.
Akar itu pun berhasil membawa tubuh mayat yang hanyut tersebut ke tepian sungai tempat Jessy dan Vendrinna berdiri sekarang.
Setelah melihat dengan jelas mayat itu ternyata adalah seorang remaja laki-laki berambut putih dengan enam luka tusukan di bagian tubuhnya dan satu tusukan besar diperutnya. Mayat itu tergeletak di tepi sungai dengan kondisi mengenaskan.
"Siapa pria ini? Apa dia masih hidup?" Tanya Jessy.
"Biar aku yang mengecek nya."
Vendrinna pun mengecek tangan pria itu yang dingin dan kaku seperti es. Hasilnya pun nihil, tak ada denyut nadi dan jantung pun sudah berhenti berdetak, hawa tubuhnya pun tidak terasa lagi kini tubuhnya sudah terbujur kaku.
Nekko pun menghampiri mayat tersebut dan duduk di sampingnya dengan kepala di julurkan ke dada pria itu seakan ia sedang menuaikan perasaan sedihnya saat ditinggal mati oleh pria itu.
"Kucing itu sepertinya mengenal pria ini, apa dulunya dia adalah tuannya ya? Sungguh setia sekali kucing ini dengan tuannya!"
"Dia sepertinya sangat sedih dengan kematian tuannya." Vendrinna pun seketika merasa iba.
Mereka tidak mengetahui hubungan nekko dengan mayat seorang pria tanpa identitas itu bukan hanya sekedar majikan dan hewan peliharaan saja, namun lebih dari itu.
Dialah kucing pintar dengan sejuta rahasia śkìll dan chakranya, bersama dengan mayat yang terbujur kaku itu adalah anggota klan terakhir dari Blue Clan serta pemilik chakra five symbol clonning (5 Syclon) yang tak lain adalah Agra Le Bluezer.
Semenjak pertemuan pertamanya dengan Agra, nekko merasa seperti punya keluarga baru ia merasa adanya kecocokan antara dirinya dengan Agra. Hingga tiba saatnya perpisahan pun datang menjemput mereka.
Nekko sempat berfikir jika ia benar-benar tak kan bisa bertemu dengan Agra lagi. Tapi ternyata dugaan itu salah, dia selamat berkat dua gadis dari negeri Lavender dan berkat mereka juga nekko bisa bertemu dengan Agra lagi.
Namun sepertinya takdir memang tak bisa dihindari bahkan tak ada seorang pun yang mampu menembus garis takdir itu.
Disaat nekko berhasil menemukan Agra, namun Agra sudah tak bernyawa lagi, rasa senang bercampur duka pun menyelimuti angan-angan kucing pintar ini. Dia bahagia bisa bertemu Agra namun disusul duka mendalam setelah tau orang yang begitu berarti bagi dirinya mati mengenaskan.
Tidak hanya nekko, mungkin hewan lain pasti merasakan hal yang sama setelah manusia yang di anggap seperti keluarganya sendiri meninggalkan dirinya. Mereka memiliki insting dan perasaan yang peka ketika mereka sedang kehilangan seseorang yang menurutnya sangat berarti bagi mereka.
"Ehh ... dia sepertinya bersedih, lihatlah pergerakan tubuh dan ekornya seakan-akan memberi tanda bahwa ia sedang sangat berduka." Ucap Vendrinna.
"Kok kamu bisa tau." Tanya Jessy.
"Kucing bisa ditebak kepribadiannya melalui tingkah lakunya, lihatlah kucing itu duduk dengan posisi ekor terjuntai di tanah itu menandakan bahwa dia sedang bersedih atas kematian tuannya." Jawab Vendrinna.
"Ohh begitu." - Jessy.
"Vendrinna ... lakukan sesuatu kepada pria itu!" - Jessy
"Apa? Lakukan apa? Dia sudah mati, aku tidak mungkin melawan takdir seseorang."
"Tapi kasian kucing itu dia sudah kehilangan segalanya, kau pun jago dalam mengobati banyak hal kan?" - Jessy.
"Tapi tidak untuk menghidupkan orang mati jessy!" Bentak Vendrinna ke Jessy.
Vendrinna kemudian menegaskan ulang ucapanya.
"Aku memang bisa mengobati, dan sampai kapanpun tugasku hanyalah mengobati bukan memberi kehidupan. Pemberi kehidupan yang sebenarnya adalah sang pencipta, kita tidak bisa melawan takdir yang telah diciptakannya."
Vendrinna menghembuskan nafas beratnya dan kemudian melanjutkan pembicaraanya tadi.
"Maaf jessy, untuk hal ini aku benar-benar tidak bisa berbuat banyak hal, kecuali dia mendapatkan kesempatan kedua dari sang pencipta."
Vendrinna pun memalingkan wajahnya dari jessy pertanda dia menyerah dan pasrah dengan kehendak sang pencipta.
"Lalu apa yang akan kau lakukan dengan mayat pria ini!?" Tanya Jessy.
"Kita hanyutkan lagi disungai biar orang lain yang mengurus mayat itu, kita tidak mungkin bisa mengurusnya sendiri." - Vendrinna.
"Apa maksud mu, kau ingin membuang nya kesungai lagi? Bagaimana dengan nasib kucing ini?" - Jessy.
Seketika Vendrinna mengeluarkan kekuatan alamnya dan memanggil akar pepohonan itu lagi, ia mencoba mengangkat tubuh Agra dengan jalaran akar-akar pohon itu dan mencoba mengembalikan lagi ke sungai.
Kucing itu kemudian melawan Vendrinna dan mencoba melepaskan akar-akar itu dari tubuh Agra. Sementara itu Vendrinna mendatangkan 100 kupu-kupu dengan warna dan spesies yang sama, kupu-kupu itu menyelimuti tubuh Agra.
Nekko yang ingin melepaskan Agra dari lilitan akar dihadang oleh kupu-kupu itu, hingga akhirnya Nekko terpaksa menghentikan aksinya.
"Nekko sudahlah hentikan itu semua, percuma kau melawan kupu-kupu ini! biarkan aku menyelesaikan tugasku."
Vendrinna melanjutkan aksinya hingga dimenit-menit terakhir ia mulai melepaskan lilitannya dan menurunkan Agra kesungai sampai menyentuh permukaan air.
"Vendrinna! Hentikan! Jangan lakukan itu!" - Teriak Jessy.
"Bangunlah tukang tidur!"
#BERSAMBUNG
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa ...
Like ☞ Coment ☞ Vote.
terima kasih buat kalian yang sudah membaca cerita ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
🎇🎇Someone¥₩¥🌌🌌
semangat aku mampir lagi kak👍
2021-05-17
0
anggita
ok like lgi., salam dari Pendekar Tanpa Kawan.👏
2021-03-16
1
👑Meylani Putri Putti
hadir thor salam dari # ketika takdir menyatukan aku dan mereka.
#Mencintai mu dalam gelap
2021-03-10
0