"Siapa kau? Apa kau bidadari?"
Tanya Vendrinna dengan herannya.
Sosok perempuan berbaju putih layaknya bidadari itu datang dihadapan Vendrinna dengan senyumannya yang tak asing bagi Vendrinna, rambutnya yang panjang dan lembut dengan warna kontras ungu gelap menjadi kejutan bagi Vendrinna.
Faktanya warna rambut dan senyumannya itu membuat Vendrinna menduga bahwa sosok perempuan itu adalah orang yang disayanginya dan yang paling ia rindukan setiap saat.
"Vendrinna ... senang bisa bertemu denganmu lagi."
Silauan itu mulai memudar dan terlihat jelas wajah sosok perempuan tersebut, Vendrinna pun seketika menangis dan merasa bahwa pertemuan Vendrinna dengan wanita itu hanyalah mimpi, mimpi yang harus ia jauhi karena mungkin saja hal itu bisa membuka lukanya dimasa lalu.
"Agra ... aku bermimpikan? Ini pasti ulahmu! Ayo bangunkan aku!"
"Kau tidak bermimpi Vendrinna, kau sudah bangun, dimensi ini nyata dan dia adalah ibumu, dia ingin sekali bertemu denganmu mungkin ini juga akan menjadi terakhir kalinya ... jadi kumohon percaya kepadaku!"
"Tidak kau pasti bohong! Cepat kembalikan aku ke tempat asalku! Jangan mencoba mempermainkanku!"
Vendrinna menangis tak bisa menampung tetesan air matanya lagi, bertahun-tahun masa lalu itu sudah tertinggalkan namun kini ia harus dihadapkan kembali dengan masa lalu itu.
Tiba-tiba wanita itu menyentuh tangan Vendrinna dan disusul dengan pelukan erat yang mengharukan. Pelukan itu seolah-olah menjadi pertanda bahwa wanita itu memang benar-benar ibunya.
"Ini ibu Vendrinna, Agra tidak berbohong, ini adalah rencana ibu agar ibu bisa berjumpa dengamu lagi."
"I ... ibu ..."
Air mata pun mulai mengalir dari pelupuk mata Vendrinna, ia pun percaya bahwa sosok wanita didepan matanya itu benar-benar ibunya, seseorang yang selama ini ia rindukan dan juga yang selalu ada di dalam hatinya.
Insiden 14 tahun yang lalu membuat Vendrinna terkekang dengan kenangan kelamnya dulu. Sejak kecil dia dihadapkan oleh suatu masalah yang begitu rumit dengan kedua orang tuanya.
Banyaknya kontra didalam keluarganya membuat ibu Vendrinna berada diujung kematian yang mengenaskan. Begitu banyak misteri dan kasus-kasus yang harus diungkap mengenai pelaku pembunuhan terhadap ratu kastil Venderland yang bernama ratu Victoria Venderyn.
Pertemuan itu benar-benar mengejutkan Vendrinna dan mereka sama-sama tak ingin melepaskan pelukannya, melalui energi dari Agra akhirnya sepasang ibu dan anak itu bisa saling bertemu meski hanya sebentar.
"Ibu ... bertahun-tahun aku hidup tanpamu! Betapa beratnya aku menahan rindu padamu ibu."
"Ibu juga merindukanmu ... ibu selalu menunggu hari ini tiba, hari dimana kita bisa bertemu kembali dengan bantuan pemilik energi terkuat."
Vendrinna pun melepaskan pelukan dari ibunya kemudian ia menaikkan pandangannya ke wajah ibunya tepat memandang binaran mata ungunya.
"Apa maksut ibu? energi terkuat? Dia pemilik energi terkuat? Haha ... yang benar saja?" Sambil menunjuk ke arah Agra.
Agra pun yang sadar dengan sindiran Vendrinna langsung menjawab dengan lantang.
"Kau pikir aku lemah!?"
"Busyet! Kenapa ngegass? Memang kenyataannya begitu."
"Kau belum tau yang sesungguhnya jadi jangan meremehkanku!" Agra pun memasang wajah sok keren.
"Apa kau bisa berpedang? Berkuda? Balap kuda? Atau melakukan semacam rangkaian pertarungan? Seperti yang dilakukan para 'the emperor fighter' hah ...?"
"Yaa ... bukan begitu juga sih, cuman ...."
"Tuh kan ... kau lemah ..."
"Terserah kaulahh ...."
Ratu Victoria yang sedang mendengarkan percekcokan antara Vendrinna dengan Agra pun turut angkat bicara.
"Haha ... kalian baru berapa hari bertemu sudah mau berkelahi saja ..." - Ratu Victoria.
"Maaf ratu Victoria putri anda yang mulai duluan." - Agra.
"Lho!? Kok aku!?" - Vendrinna.
"Sudahlah jangan bertengkar, Agra waktu kita tidak banyak aku harus bicara kepada Vendrinna secara empat mata. Bisakah kau membawaku ke dimensi lain agar aku bisa lebih tenang untuk bicara?" - Ratu Victoria.
"Baiklah." - Agra.
Cklekk ...
Dengan satu jentikan jari Agra mampu membawa mereka kedalam dimensi berbeda dari dunia roh. Meski membutuhkan chakra yang banyak untuk mengirim satu orang dari dunia manusia ke dunia roh, Agra tetap senantiasa membantu Ratu Victoria agar bisa bertemu dengan putri semata wayangnya untuk terakhir kalinya.

Mereka sekarang berada di dimensi lain, Ratu Victoria pun memulai pembicaraannya yang begitu penting kepada Vendrinna.
"Vendrinna kau harus tau sesuatu mengenai insiden 14 tahun lalu."
"Kenapa ibu selalu membahas itu? Tidak ada pembahasan yang lainkah?"
"Tapi ini begitu penting, saat kau berusia 4 tahun kau belum tahu apa-apa kan tentang kasus pembunuhan ibu."
"Yang kutahu sang Raja dan Ratu dari kastil Venderland sedang berselisih dihadapan gadis kecil yang polos."
"Maaf kan ibu nak ... ibu dan ayah dulu bertengkar dihadapanmu, pasti berat bagimu."
"Bukan itu yang membuatku menghindari masa lalu, namun kasus pembunuhan ibu yang banyak keganjalan yang membuatku dirundung kecemasan, para prajurit dan duta besar keamanan menutup kasus pembunuhan ibu dengan alasan perampokan dan kekerasan, bahkan pelakunya sampai sekarang belum tertangkap, aku tidak akan tenang sebelum melihat pembunuh itu mati ditanganku sendiri."
"Jangan mencoba mencari mereka, karena mereka bukan tandinganmu, ikhlaskan saja kepergian ibu dan jangan mencoba masuk kedalam mara bahaya."
"Sebenarnya siapa mereka bu!"
Ratu Victoria terdiam sejenak dan ia mencoba menjelaskan satu per satu fakta dibalik insiden pembunuhannya.
"Apakah kau percaya ibu sepenuhnya?"
"Kenapa ibu bertanya seperti itu?"
"Ada sesuatu yang ingin ibu katakan kepadamu."
Vendrinna terdiam sejenak dan mencoba menjawab pertanyaan dari ibunya, Ratu Victoria.
"Aku percaya ibu."
"kau yakin percaya dengan ibu?"
"Iya, memangnya ada apa bu?"
"Dimalam itu ibu membawamu pergi setelah bertengkar hebat dengan ayahmu, ibu sudah tidak tahan lagi dengan sikap ayahmu yang semakin hari semakin berubah dan semena-mena kepada ibu."
"Ya ... aku juga mengingat itu."
"Saat itu ibu melihat ayahmu berbicara dengan seseorang, awalnya aku tidak begitu mempedulikan mereka namun kelihatannya mereka begitu serius berbicara, ayahmu duduk bersama sosok laki-laki berjubah hitam dengan memiliki simbol aneh di belakangnya."
"Simbol aneh?"
"Ya benar ... simbol itu bukan suatu simbol klan namun sepertinya simbol itu adalah simbol suatu aliansi tertentu yang mungkin jarang diketahui oleh seseorang. Ibu sempat menguping pembicaraan mereka, dan ibu mendengar bahwa ayahmu akan melakukan sesuatu yang berhubungan dengan aliansi itu. Ibu juga mendengar bahwa ayahmu ternyata telah bergabung didalam aliansi misterius itu dan sepertinya mereka akan melakukan hal yang buruk dimasa depan."
"Hal buruk? Apa yang akan mereka lakukan? Tapi sampai saat ini tidak terjadi apa-apa bu?"
"Ibu tidak tahu ... yang jelas bukan saat ini, mereka benar-benar sulit untuk dideteksi, setelah kejadian itu mereka semua menghilang dan pergi tanpa meninggalkan jejak."
"Kejadian pembunuhan terhadap ibu? Jadi yang membunuh ibu adalah mereka?"
"Ya ... jadi saat itu ayah dan ibu bertengkar hebat karena pria berjubah itu, ayahmu yang dulu lemah lembut dan bijaksana sekarang berubah menjadi orang yang keras dan kejam, ibu memergoki ayahmu dan pria itu sedang merencanakan sesuatu kepadamu, kudengar mereka akan membawamu ke suatu tempat untuk dijadikan sebagai sumber kekuatan alam, oleh karena itu ibu membawamu pergi jauh dari kastil Venderland agar kau aman dari incaran mereka ... namun itu semua gagal dan mereka menyadari keberadaanku hingga mengejarku. Ayahmu membiarkan ibu diserang oleh sekelompok orang yang memiliki kesamaan tanda simbol dengan pria berjubah itu, kekuatan mereka sangat besar dan ibu berhasil dikalahkan dan hingga akhirnya ibu terbunuh oleh mereka."
Vendrinna pun terkejut mendengar fakta dari ibunya, selama bertahun-tahun Vendrinna hidup dengan kebohongan dan kerahasiaan oleh ayahnya mengenai insiden tersebut. Semenjak ibunya dibunuh oleh aliansi misterius Vendrinna hidup dengan ayahnya yang penuh kekangan.
Setelah mendengar penjelasan dari ibunya, Vendrinna merasa marah dan kedua tangannya pun mengepal. Dalam hatinya ia mencoba menghapus sosok ayah dari hidupnya.
"Vendrinna."
"Huh !?" Sambil mendongakkan wajahnya dan menatap wajah seri ibunya.
"Jangan pernah sesekali kau membenci ayahmu, meskipun ayahmu melakukan kesalahan terbesar sekalipun tapi ia tetap mencintaimu. Ia tidak akan membiarkan dirimu terluka sedikit pun, sekarang kau hanya mempunyai satu orang tua dan itu adalah ayahmu. Ibu sekarang sudah tidak bisa menemanimu, ibu ingin kau menyadarkannya dan menggali kenangan hangat yang sudah ia lupakan dahulu ... itulah tugasmu sekarang."
Ratu Victoria pun tersenyum dan mata ungunya berbinar terang menatap wajah Vendrinna.
"Hm ... baiklah bu jika itu keinginan ibu, aku akan mencoba menyadarkan ayah."
"Terima kasih putriku!"
"Ohya ... Sebenarnya ada berapa jumlah anggota dalam satu aliansi itu bu?"
"Pada saat itu masih sedikit dan kemungkinan aliansi tersebut baru dibentuk. Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda kemunculan mereka, dan kita belum tahu apakah aliansi itu mengalami perkembangan atau tidak, jadi kau harus waspada!"
"Lalu ... apakah aku harus kembali ke kastil?"
"Ikuti saja kemana hatimu pergi, supaya kau dan jiwamu terasa damai."
Sring ...
Cahaya kecil muncul didalam dimensi itu dan lama-kelamaan terbuka lebar, cahaya itu adalah pintu keluar dari dimensi buatan Agra.
"Vendrinna ... kini sudah saatnya kita berpisah ... maaf kalau ibu mengganggu kehidupanmu yang sekarang, dan maaf kalau ibu muncul dihadapanmu dengan membawa luka yang dulu ..."
"Tidak masalah bu ... aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu, setidaknya pertemuan ini bisa mengobati rasa rinduku. Sekarang aku tidak akan menghalangi kepergianmu."
"Selamat tinggal putri Vendrinna."
😢😢😢
Mereka pun keluar dari dimensi tersebut dan Vendrinna langsung dikembalikan ke dunia asalnya oleh Agra agar ia tidak terjebak dalam dunia roh. Sementara itu Agra masih bersama Ratu Victoria di dunia roh.
"Agra seperti janjiku tadi, aku tidak mengatakan apapun mengenai identitas aslimu didepan Vendrinna. Kini giliran kau yang harus menepati janjimu untuk menjaga putriku sebelum kau menjaga dunia clonning."
"Terimakasih ratu Victoria, aku akan menjaga putrimu dengan baik."
"Baiklah aku akan pergi! Sampai jumpa, terima kasih atas bantuanmu."
"Tunggu sebentar Ratu Victoria bisakah aku menitipkan salam untuk ayah dan ibuku disana."
"Hm ... tentu ... Kai dulu adalah temanku juga."
"Katakan kepada mereka bahwa aku sudah berubah menjadi laki-laki yang lebih baik lagi, dan aku sudah mulai bisa mengontrol kekuatanku. Awalnya aku berfikir bahwa aku akan menyusul mereka secepatnya, tapi ternyata dunia clonning masih mengikat tanggung jawab sepenuhnya kepadaku. Aku harus tetap disini untuk menjalankan kewajibanku menjaga perdamaian dunia. Katakan pada ibuku bahwa aku makan dengan teratur, meskipun kondisiku masih kritis ternyata ada orang yang masih peduli denganku dan memberikanku tempat aman dan nyaman dari tangan redfire clan. Katakan kepada ibuku untuk tidak mengkhawatirkanku aku akan baik-baik saja disini."
"Baiklah akan kusampaikan."
Sriiiinngg ....
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
anggita
like👌
2021-03-24
1
Laa~❤
jodoh wasiat ratu😂
next kak, aku suka banget penulisannya rapi alurnya murni imajinasi top banget dehh.
2021-03-01
0