13. Dunia Roh

Dengan berada disini aku bisa merasa aman dan segera sembuh dari luka-lukaku serta kembali ke tubuhku seperti semula. Dengan dibantu oleh kedua gadis ini dan merawatku dengan cara yang tulus kupikir aku bisa tinggal sedikit lama disini.

Namun ternyata mereka memiliki masalah masing-masing sehingga mereka harus menghadapinya dengan cara tersenyum.

Aku sangat kagum kepada mereka, mereka begitu saling menghargai satu sama lain dan memiliki asumsi untuk melewati segalanya dengan bersama.

Yang aku pikirkan sekarang hanyalah ketakutanku, aku takut menjadi beban bagi mereka jika aku terus disini. Apalagi Vendrinna yang saat ini dicari-cari oleh ayahnya.

Entah masalah apa yang membuat Vendrinna melarikan diri dari kastilnya, aku belum begitu paham. Tapi yang kutahu Vendrinna adalah putri dari raja kastil Venderland sekaligus pimpinan dari Vander Clan bernama raja Vedern Mighton.

Apa yang harus kulakukan? Sejujurnya aku tidak ingin melibatkan seseorang lagi mengenai masalahku. Sudah cukup sampai disini pengorbanan orang-orang kepadaku, aku harus bangkit dan mencari jalanku sendiri.

(On Vendrinna's House)

At night.

Dimalam hari terlihat Vendrinna sedang duduk diteras rumah memandangi bintang-bintang bertebaran di langit. Wajahnya yang dulu penuh keceriaan kini tenggelam dalam bayangan angan-angan, disusulnya air mata yang meluap ke pelupuk mata dengan kepala masih menengadah ke langit-langit malam.

Agra yang dari tadi berdiri dibelakangnya mencoba mendekatinya, Agra tahu bahwa Vendrinna saat ini sedang terbebani oleh beberapa masalahnya.

Seperti biasa Agra selalu duduk disampingnya setiap Vendrinna bersedih meskipun ia saat ini masih dalam perwujudan roh. Agra mulai memandang wajah Vendrinna dengan senyumannya dan ia tidak akan melepaskan pandangannya ke arah lain, bahkan nyamuk yang sedang menembus dirinya sekalipun.

"Kenapa kau memandangku dengan wajah seperti itu? Bikin risih tau!"

"Agar kau melupakan kesedihanmu!"

Vendrinna memalingkan wajahnya ke Agra karena ia tidak tahan dengan deguban jantungnya yang semakin menguat. Perasaan sedih, senang, dan gugup pun bercampur menjadi satu.

~Sial! Dalam situasi seperti ini dia masih bisa mengguncang jantungku kembali! aku harus bagaimana ini?

"Kenapa diam, senyum donk!"

Vendrinna pun mulai menghapus air matanya dan tersenyum lebar kehadapan Agra.

"Puass kauu!?"

"Kurang ikhlas!"

"Apasih maumu!? Jangan menggangguku! Aku sedang ingin sendiri, kenapa kau selalu muncul dihadapanku! Pergi sana!"

"Aku kesini untuk menghiburmu kenapa kau malah marah?"

"Kau tidak menghiburku tapi malah membuat beban dipikiranku! Tahu tidak? Pergi saja sana!"

Deg ...

Ucapan Vendrinna barusan masih terngiang-ngiang dikepala Agra, dia pun berhenti bicara dan terdiam sejenak. Agra seketika merasa hilang semangat dan ia mulai berdiri dan menghilang di hadapan Vendrinna.

"Baiklah jika itu maumu, tapi aku menyarankanmu untuk tidak terlarut dalam kesedihanmu, karena itu tidak baik bagi kesehatanmu."

Agra pun menghilang meninggalkan Vendrinna dan seketika lenyap dari pandangannya.

"Astaga! Apa aku barusan menyakiti perasaannya!?"

Vendrinna pun bergegas pergi mencari Agra ke sudut-sudut rumah namun ia tidak merasakan keberadaan Agra disitu dan ia pun terus mencarinya hingga pada akhirnya ia berhasil menemukannya.

Terlihat roh Agra sedang mencoba masuk kedalam tubuhnya yang saat itu dibaringkan di kamar darurat khusus pengobatan medis milik Vendrinna dan alhasil tubuhnya masih menolak untuk dimasuki rohnya.

"Agra!"

Merasa dirinya terpanggil secara refleks Agra menoleh ke belakang dan mengarah ke sumber suara itu berasal, disana terlihat Vendrinna sedang berdiri didepan pintu kamar daruratnya.

"Jangan begitu memaksakan dirimu untuk kembali ke ragamu, itu tidak akan berhasil tapi malah membuat energimu semakin habis."

"Lalu apakah aku harus seperti ini terus-menerus? Menunggu sesuatu yang belum pasti kedatangannya? Aku takut aku akan menjadi beban dirumah ini nantinya."

"Apa kau marah kepadaku? Maaf atas perkataanku tadi."

"Tidak, aku tidak marah, hanya saja aku sedang berfikir tentang kebenaran ucapanmu tadi, sepertinya kau benar, aku hanyalah beban disini."

"Tidak! Kau bukan beban! aku mengatakan hal itu karena tadi aku benar-benar gugup, aku tidak bermaksut untuk membuatmu merasa down, aku sedang ingin sendiri dan kau datang membuat ku menjadi salah tingkah. Sebab itu aku mengatakan kata-kata itu agar kau bisa pergi, namun aku sadar kalau aku seharusnya tidak mengatakan seperti itu kepadamu, maaf kan aku kumohon."

Agra pun terdiam sejenak kemudian ia tersenyum lagi dihadapan Vendrinna.

"Aku memaklumimu, lagipula kau benar-benar terlihat lelah menghadapi hari ini kan? Lebih baik kau tidur saja, ini sudah larut malam Jessy dan nekko sudah tidur dari tadi tinggal kau yang belum tidur."

"Lalu? Kau?"

"Mana bisa aku tidur?"

"Ohiya hehe ... baiklah kalau begitu aku akan pergi keatas untuk tidur, selamat malam."

"Selamat malam."

Mereka pun tersenyum dan hari sudah semakin malam, kini Vendrinna harus beranjak tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang begitu lelah dengan beban masalahnya. Agra yang melihat Vendrinna tidur dengan lelap merasa tenang dan lega.

"Setidaknya kubuat kau terlelap dalam tidurmu agar kau tidak syok esoknya saat kau harus melihat hal yang mungkin tidak ingin kau lihat."

Ia pun menyalurkan energi nya ke tubuh Vendrinna agar ia semakin terlelap dalam tidurnya.

Malam yang begitu sepi dan hening menerka setiap jajaran pohon di depan teras rumah, suasana malam itu begitu sunyi dan dedaunan pun terus diterpa oleh angin malam.

****

Keesokan harinya seperti biasa matahari tetap menyapa setiap bunga-bunga baru di ladang lavender, Vendrinna yang tertidur lelap pun terbangun dalam tidurnya karena ia melihat sosok pria yang datang membangunkannya, tangannya yang hangat menyentuh tangan Vendrinna dengan penuh kelembutan.

"Vendrinna ... bangunlah ...."

Terdengarlah sayup-sayup suara dari samping tempat tidurnya, suara itu berasal dari sosok pria yang sedang duduk di samping tempat tidurnya.

Saat itu sinar mentari pagi mulai menembus jendela kamar Vendrinna sehingga membuat wajah pria itu tidak begitu jelas karena silauan matahari dibelakangnya.

"Ayo bangun, kok malah tidur lagi?"

"Siapa sih!? Ganggu orang tidur aja."

"Apa kau lupa? Aku Agra."

~astaga mimpi apa aku kemarin, pagi-pagi sudah ada pria tampan yang datang membangunkanku tidur. Andai saja dia membangunkanku setiap hari, rasanya terasa nge-fly. Sentuhan tangannya pun terasa lembut dan hangat dengan nada suara yang lirih, fiks dia pangeran idaman.

"Oh ... kamu ternyata ... aku masih ngantuk."

"Kumohon bangunlah, ada hal penting yang harus aku bicarakan kepadamu."

"Iya bicara apa? Cepat katakan?"

"Bangun dulu!" Tangan Agra memegang hidung Vendrinna sebagai tanda kesal karena Vendrinna susah untuk dibangunkan.

~astaga dia mencubit hidungku, its so sweet.

"Lho! Kok senyum sih? Vendrinna ... Apa kau mengigau? Hey ... banguunn ...."

Agra kini menepuk pipi Vendrinna dengan tangannya.

~aduh keras sekali tepukannya, padahal kan aku sudah bangun, cuman nanggung aja kalau cepet-cepet bangun jarang banget aku dibangunin sama laki-laki setulus dan setampan dia. Ehh ... tunggu dulu! Agra kan bukannya masih koma dan mustahil roh nya bisa memegang tanganku apalagi pipi dan hidung pasti nembus lah ... lalu yang disini siapa? (Mata Vendrinna pun mulai terbelalak lebar).

"Hai! Akhirnya kau bangun juga!"

"Huwaaa ...."

Vendrinna yang nyawanya belum seutuhnya kembali merasa terkejut melihat Agra yang bisa menyentuh tubuhnya.

"Kenapa kau berteriak?"

"Ka ... kau ... sudah sadar?"

"Belum."

"Lalu bagaimana kau bisa menyentuhku?"

"Tenangkan dirimu dulu!"

"Bagaimana aku bisa tenang? Melihatmu menyentuh tanganku saja membuatku panik hingga aku sempat berfikir kalau aku juga mati."

"Hahaha ... tenang saja kau tidak mati ... hanya saja kau masuk kedalam dunia roh."

"Kau bercanda? Aku melihat disekelilingku bahwa aku tidur dikamarku dan tempatnya pun tidak ada yang berubah."

"Aku memang sengaja membuat objek disekitar menjadi mirip seperti suasana dikamarmu agar kau tidak syok melihat dunia roh yang aslinya."

"Lalu kenapa kau membawaku kesini? Cepat kembalikan aku ke tempat asalku."

"Tenang saja aku akan mengembalikanmu seperti semula, tapi berikan aku waktu sebentar untuk memberitahumu hal penting yang harus kau ketahui."

"Hal penting apa sih?"

"Ada seseorang yang ingin menemuimu dari dunia roh."

"Hah? Siapa?"

"Vendrinna ...."

Terdengar suara sosok perempuan yang sedang memanggil Vendrinna dengan iringan suara langkahan kaki dari depan pintu kamarnya, kedatangannya disambut oleh cahaya putih dari belakang hingga menyilaukan mata Vendrinna, tak lama setelah cahaya itu menerka disusul pula dengan hembusan angin di sekitar kamar Vendrinna.

Sosok perempuan tersebut memakai baju serba putih dengan warna rambut ungu kegelapan. Perempuan itu berjalan mendekati Vendrinna yang saat itu sedang duduk di tempat tidurnya.

Dengan rambutnya yang lurus dan lembut membuat angin mudah menerpa rambutnya, wajahnya pun tertutupi oleh bayangan dari pusat cahaya putih dibelakangnya hingga Vendrinna sempat menduga bahwa sosok perempuan itu adalah bidadari.

"Siapa kau? Apa kau bidadari?"

Tanya Vendrinna dengan herannya.

Terpopuler

Comments

👑Meylani Putri Putti

👑Meylani Putri Putti

like lagi

2021-03-14

1

Desshio08

Desshio08

siapp... masih pemrosessan.. ditunggu jam 3 ya...

2021-02-28

0

Laa~❤

Laa~❤

next kak... ceritanya seru...

2021-02-28

1

lihat semua
Episodes
1 1. Bertahan Hidup
2 2. Goresan Luka
3 3. Sebuah Perpisahan
4 4. Melarikan Diri
5 5. Blood Moon
6 6. Nekko
7 7. Negeri Lavender
8 8. Takdir
9 9. First Love
10 10. Different World
11 11. Two Sister
12 12. Sebuah Rahasia
13 13. Dunia Roh
14 14. Dunia Roh II
15 15. Fight Up
16 16. Tipuan
17 17. Perdebatan
18 18. Pengepungan
19 19. Tanggung Jawab Besar
20 20. Seuntai Janji
21 21. Menyelundup
22 22. Misi Pembebasan
23 23. Misi Pembebasan II
24 24. Masa Lalu Axcel
25 25. Kemunculan Sosok Misterius
26 26. Ledakan Kedua
27 PENGUMUMAN
28 27. Dalam Incaran
29 28. Organisasi Perancang Sistem Clonning
30 29. Ketulusan Hati Sang Putri
31 30. Rencana Baru Leviathan
32 31. Pergerakan Awal
33 32. Jatuh Cinta Kedua Kalinya
34 33. Pohon Suci Vedernight
35 34. Pedang Siner Storm
36 35. Ingatan Yang Hilang
37 36. Bersaing
38 37. Hari Ulang Tahun
39 38. Memories
40 39. Jalur Ganda
41 40. Siasat Baru
42 41. Diri Yang Hilang
43 42. Pembebasan Raja Cavalerie
44 43. Gerbang Awan Putih
45 44. Bayangan Kegelapan
46 45. Kedamaian
47 46. Sejarah Dunia Clonning
48 47. Menjelang Transformasi Chakra
49 48. Ritual Transform Chakra
50 49. Kegagalan yang Fatal
51 50. Musuh Terselubung
52 51. Insiden di Bukit Sealer Blue
53 52. Putri Sadis
54 53. Overprotektif
55 54. Keluarga Resmi
56 55. Transformasi Nekko
57 56. Kebersamaan Terasa Hangat
58 57. POV Samuel I
59 58. POV Samuel II
60 59. POV Samuel III
61 60. POV Samuel IV
62 61. POV Samuel V
63 62. POV Samuel VI
64 63. POV Samuel VII
65 64. Organisasi Encenty
66 Author Comeback!!!
67 65. Festival di Balai Kota
68 66. Misi Baru
69 67. Negeri Shinzou I
70 68. Negeri Shinzou II
71 69. Negeri Shinzou III
72 70. Misi Langkah Bayangan
73 71. Misi Langkah Bayangan II
74 72. Misi Langkah Bayangan III
75 PENGUMUMAN UPDATE BAB BARU
76 Siner Storm Sword : Lightning Storm
Episodes

Updated 76 Episodes

1
1. Bertahan Hidup
2
2. Goresan Luka
3
3. Sebuah Perpisahan
4
4. Melarikan Diri
5
5. Blood Moon
6
6. Nekko
7
7. Negeri Lavender
8
8. Takdir
9
9. First Love
10
10. Different World
11
11. Two Sister
12
12. Sebuah Rahasia
13
13. Dunia Roh
14
14. Dunia Roh II
15
15. Fight Up
16
16. Tipuan
17
17. Perdebatan
18
18. Pengepungan
19
19. Tanggung Jawab Besar
20
20. Seuntai Janji
21
21. Menyelundup
22
22. Misi Pembebasan
23
23. Misi Pembebasan II
24
24. Masa Lalu Axcel
25
25. Kemunculan Sosok Misterius
26
26. Ledakan Kedua
27
PENGUMUMAN
28
27. Dalam Incaran
29
28. Organisasi Perancang Sistem Clonning
30
29. Ketulusan Hati Sang Putri
31
30. Rencana Baru Leviathan
32
31. Pergerakan Awal
33
32. Jatuh Cinta Kedua Kalinya
34
33. Pohon Suci Vedernight
35
34. Pedang Siner Storm
36
35. Ingatan Yang Hilang
37
36. Bersaing
38
37. Hari Ulang Tahun
39
38. Memories
40
39. Jalur Ganda
41
40. Siasat Baru
42
41. Diri Yang Hilang
43
42. Pembebasan Raja Cavalerie
44
43. Gerbang Awan Putih
45
44. Bayangan Kegelapan
46
45. Kedamaian
47
46. Sejarah Dunia Clonning
48
47. Menjelang Transformasi Chakra
49
48. Ritual Transform Chakra
50
49. Kegagalan yang Fatal
51
50. Musuh Terselubung
52
51. Insiden di Bukit Sealer Blue
53
52. Putri Sadis
54
53. Overprotektif
55
54. Keluarga Resmi
56
55. Transformasi Nekko
57
56. Kebersamaan Terasa Hangat
58
57. POV Samuel I
59
58. POV Samuel II
60
59. POV Samuel III
61
60. POV Samuel IV
62
61. POV Samuel V
63
62. POV Samuel VI
64
63. POV Samuel VII
65
64. Organisasi Encenty
66
Author Comeback!!!
67
65. Festival di Balai Kota
68
66. Misi Baru
69
67. Negeri Shinzou I
70
68. Negeri Shinzou II
71
69. Negeri Shinzou III
72
70. Misi Langkah Bayangan
73
71. Misi Langkah Bayangan II
74
72. Misi Langkah Bayangan III
75
PENGUMUMAN UPDATE BAB BARU
76
Siner Storm Sword : Lightning Storm

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!