"Lihatlah disekelilingmu, sudah kukatakan bahwa seluruh klanmu sudah mati dan kini saatnya kau menyusul mereka."
Suasana yang berbalutkan kesedihan datang di hati Agra setelah sampai ke arena pertempuran, dilihatnya tubuh para klannya sudah terbujur kaku termasuk keluarganya yang sangat dicintainya.
"Ti ... ti ... tidak mungkin ... tidak mungkin mereka mati?" air mata pun menetes membawa duka mendalam bagi Agra.
"Pangeran Rival! Perlihatkan dengan jelas kenyataan ini kepadanya, biar dia sadar bahwa klannya itu lemah, yang pantas menjadi pemimpin lima klan hanyalah klan kita." Ujar Leviathan pemimpin Redfire clan yang baru saja datang menghampiri mereka.
"Ayah mau kita apakan dia? Dia begitu mudah untuk kita habisi, kita harus cari cara yang lebih seru untuk menghabisinya."
Agra duduk termenung tanpa mendengarkan ocehan raja Leviathan dan pangeran Rival, suasana tersebut membuat dirinya kehilangan rasa semangat hidup. Air matanya terus mengalir membawa kedukaan bagi klan Blue.
"Seperti nya dia tidak mendengar ucapan kita, hey ... apa kau tidak takut untuk mati? jangan diam saja dan jawab aku!!"
Sembari menebaskan pedang supranaturalnya ke Agra yang tengah terdiam. Agra pun terpental jauh 5 meter dan terjatuh dari tempat berdirinya akibat serangan pedang berenergi elektromagnetik yang sangat kuat milik ketua klan Redfire.
"Ayah, ternyata diam-diam mereka menyimpan rahasia besar ya? Bagaimana bisa pedang Celectron tidak bisa meninggalkan bekas luka di tubuh targetnya, padahal kita tahu bahwa pedang Celectron milik ayah mampu melumpuhkan lawan dan meninggalkan luka bakar dalam sekali tebasan. Satu lagi, bagaimana luka tadi bisa sembuh secepat itu, aku ingat saat menyerangmu terdapat luka goresan di lengan kananmu."
"Benar juga yang kau katakan, siapa kau sebenarnya? bagaimana bisa kau mampu menahan tebasan pedangku?"
Agra yang sempat terdiam beberapa saat mulai menunjukkan tanda-tanda amarahnya.
"Diam kalian! kalian telah membunuh keluargaku aku tidak akan mengampunimu!!"
Terlihat bebatuan tanah bergerak dengan sendirinya, getarannya pun mulai terasa di tanah hingga menyebab kan gempa kecil di sekitar area pertempuran, banyak klan Redfire merasakan getaran ini hingga mereka terjatuh dan tidak bisa berdiri.
Agra tiba-tiba mengeluarkan sinar biru, tubuhnya mulai memunculkan simbol-simbol di kedua telapak tangannya dan kedua matanya serta satu simbol lain di dadanya yang masih terlihat samar, kemunculan 5 simbol itu beriringan dengan sinar biru yang muncul dari tubuhnya, hingga membuat para klan Redfire semakin yakin bahwa didalam tubuhnya memiliki kekuatan supranatural yang begitu kuat yang biasa dinamakan chakra.
****
Sriiinng ....
Di dalam jiwa jauh dari dunia dan raga, hanya ada suara-suara dari dalam diri, putus asa dan penyesalan datang menyelimuti hati dan jiwanya. Sekarang dia telah berada di dimensi yang berbeda.
"Aku ... aku sekarang benar-benar sendirian, apakah aku pun juga akan mati? ayah menyuruhku untuk tetap lari dan pergi menyelamatkan diri namun aku tidak bisa seegois ini, aku tidak bisa melihat mereka hancur di tangan Redfire clan. Setelah mendengar berita bahwa Blue Clan telah hancur aku benar-benar tidak percaya, hingga aku ingin memastikannya sendiri dengan menyerahkan diriku kepada Redfire Clan, kupikir setelah mengikuti perintah Redfire klan aku bisa menyelamatkan klan ku dan merencanakan sesuatu untuk membalikkan serangan namun ternyata itu semua benar, berita itu benar dan kulihat di akhir pertempuran ayah dan ibuku telah meninggal bersama saudara-saudaraku, dan seluruh anggota klanku. Aku pun tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan, aku memang bodoh, lemah dan payah."
(Self talk by Agra)
"Jangan bersedih ... tenanglah kau tidak lemah tapi kau kuat."
Suara itu mengejutkan Agra, padahal di dalam dimensi itu hanya terdapat dirinya saja. Suara yang terdengar samar perlahan-lahan mulai jelas, didepan pandangan Agra terlihat bayangan dari jarak jauh. Bayangan tersebut tertutup oleh kabut putih, pergerakannya pun semakin dekat kearah Agra.
"Sepertinya ada dua orang disana, siapa kalian?"
"Jangan takut putraku!" sosok suara laki-laki mencoba menenangkan dirinya.
"Kami ingin mengatakan sesuatu kepadamu dan mungkin ini juga akan menjadi terakhir kalinya kita bicara." Susul suara perempuan di samping lelaki tersebut.
"Siapapun kalian jangan mendekat!!" teriak Agra sambil menutup matanya.
"Sudah kubilang jangan takut." Lelaki itu tersenyum sambil mengelus rambut putranya itu.
"huh? Suara itu ... Sepertinya aku pernah mendengarnya." (self talk by Agra)
Agra pun mulai membuka mata.
"Sekarang kau tahu kan siapa kami?" Jawab laki-laki itu.
"Ayah ... Ibu ... Kalian masih hidup?" Agra terlihat tidak percaya.
"Iya, kami masih hidup didalam hatimu dan selamanya pun akan terus berada didalam hatimu. Ibu sangat menyayangimu putraku."
"Kai kita tidak punya waktu banyak disini, putraku ayah ingin memberitahukan sesuatu kepadamu."
(Tiba-tiba)
"Arghh ... Ayah ... tubuhku semakin lama semakin memperlihatkan tanda, sebenarnya tanda apa ini? tubuhku terasa lemas? aku merasakan begitu banyak chakraku yang keluar."
"Itulah yang ingin kukatakan kau sebenarnya adalah pusat dari lima chakra, bisa dikatakan pusat seluruh lima klan ada pada dirimu."
"Apa maksud ayah?"
Kai Katryne ibu dari Agra pun angkat bicara,
"Kelak bila tiba waktunya kau akan tau dengan sendirinya, saat ini kami tidak bisa memberitahumu banyak hal tentang chakra itu. Agruero segeralah kau menghentikan pancaran biru itu!! sebelum tandanya mulai muncul secara jelas, bahaya jika tanda itu muncul seluruh dunia clonning akan hancur."
"Ya ... Bersiaplah Agra aku tidak bisa menghilangkan simbol dan sinar biru itu karena simbol dan sinar itu telah ada sejak kau lahir, namun ayah hanya bisa menyegel chakra mu agar tidak terjadi lagi kemunculan simbol itu, seharusnya simbol itu akan aktif jika pemilik nya sudah siap secara fisik dan mental."
"Benar Agruero, sudah kuduga ini akan terjadi. Sejak Agra masih kecil dia juga menunjukkan tanda-tanda ini, ternyata benar yang kutakutkan akan terjadi."
"Hmm ... aku memang pernah merasakan gejala itu, tapi kemunculan sinar itu tidak sebegitu kuatnya dengan saat ini, aku sudah tidak bisa menahannya lagi." Dengan melawan rasa gemetar lemas ditubuhnya.
"Baiklah waktu kami tinggal 5 menit, aku akan memasang penyegel chakra padamu untuk menanggulangi resiko terbesarnya, bersiaplah Agra!"
"Baiklah." Agra mulai mengatur keluar masuk nya chakra agar chakranya bisa kembali normal.
Agruero ayah dari Agra pun menyegel chakra Agra, tepat berada di dadanya yang merupakan titik faktor pertukaran chakra positif dan negatif. Mereka memasang chakra penyegel dengan tujuan menunda kemunculan simbol aneh tersebut.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Othor Santai Maksimal❤🖤
next
2021-04-15
1
anggita
slam kenal🙏
2021-03-16
1
👑Meylani Putri Putti
like. lagi thor. fantasi nya oke bgt
2021-03-01
1