10. Different World

...Aku tidak akan menyalahkan keadaan. Justru keadaan telah mengajarkanku tentang arti kehilangan dan cara mengikhlaskannya....

...~ Agra Le Bluezer (the last Blue Clan)~...

..._________________________________________________...

"Tolonglah kami nona! Kumohon." gadis itu memohon.

"Mm ... maaf tuan, nona saya tidak mengetahuinya." - Jawab Vendrinna.

"Benarkah? Kalau begitu jika anda bertemu dengan orang ini harap hubungi kami melalui chip ini." Pria berjubah itu memberikan sebuah chip card berbentuk kotak kecil dengan tombol bulat diatasnya.

"Hmm ... baiklah ...!"

"Kalau begitu kami pergi dulu."

Pria berjubah merah bersama gadis bergaun sederhana itu kemudian pergi dari rumah Vendrinna. Entah apa yang dipikirkannya wajah Vendrinna pun terlihat resah dan bingung dengan situasi ini.

"Hey Vendrinna, kenapa kau terlihat resah? Dan siapa mereka tadi?" Tanya Jessy.

"Oh ... itu? Itu hanya kurir yang mengantar pesanan ku." - Vendrinna.

"Lalu kenapa kau terlihat cemas?" - Jessy.

"Aku cemas karena pesanan itu keliru, aku memesan benang woll satu ranjang beserta alat rajutnya, namun yang diantar kemari tidak sesuai dengan pesananku, mungkin dia salah kirim, hehe ..."

Vendrinna terpaksa memberi alasan palsu agar Jessy tidak bertanya hal-hal aneh lagi yang membuatnya kebingungan untuk menjawabnya.

"Ohh ... kirain apa." - Jessy.

"Haha ... iya ..." - Vendrinna.

"Tapi kau tidak pernah memesan kepada kurir, biasanya kan kau sendiri pergi ke tokonya untuk membeli barang rajut." - Jessy.

"Aku sedang malas untuk pergi ke sana, jadi aku pesan kurir saja untuk mengantarkan barang itu kerumah, sudahlah ... aku pergi ke ladang dulu." - Vendrinna.

"Tunggu dulu! Kau pergi sendiri lagi? Jika ada apa-apa disana siapa yang akan menyelamatkanmu? Jadi beban saja kau ini." - Jessy.

"Heyy ... kebalik, seharusnya kau yang jadi beban tolol!" - Vendrinna.

"Beban? Aku bebanmu? Lalu siapa yang bersihkan rumah sebesar ini, merapikan rumah, memasak di dapur, mencuci baju semua tugas rumah aku yang melakukannya, belum lagi ketika kau di sungai Hollow Vender, ingin menyelamatkan seseorang tapi tidak mau berenang, akuu ... lagi yang jadi sasaran empuknya." Jessy dengan nada kesalnya.

"Tapi kan kau tidur dirumahku, aku yang beli rumah ini, kau kan hanya numpang disini." - Vendrinna.

"Kau ... dasar pelupaa ..." Sambil memukul kepala Vendrinna menggunakan teflon dapur, Jessy ternyata baru sadar kalau dia tadi membawa teflon di tangannya, akhirnya alat yang seharusnya digunakan untuk menggoreng pun seketika dijadikan ajang pemukul bola tengkorak.

"Aduhh ..." Vendrinna pun kesakitan.

"Apa kau lupa? Kau sendiri yang menyuruhku numpang di rumahmu, dan mengajakku tinggal bersama saat dipinggir pasar. Tau seperti ini lebih baik aku memilih menjadi tukang rajut jalanan kembali." Jessy merasa kesal.

"Ehh ... kenapa kau menganggap ini serius? Aku hanya bercanda Jessy, kenapa malah jadi begini sih? Maaf lah ..." - Vendrinna.

"Hmm ...." - Jessy.

(Beberapa detik kemudian)

"Sepertinya ada bau-bau gosong." - Vendrinna.

"Astaga! Demi bokong panci yang gosong aku lupa sedang menggoreng ikan!"

Jessy pun lari menuju dapur untuk mengecek tingkat kegosongannya.

"Hayolo ... gosong ... hahahaha ..."

Vendrinna seketika tertawa  lepas melihat tingkah temannya yang aneh itu.

"Ya sudah, aku pergi dulu. Jangan lupa jaga pangeranku yaa ... tapi jangan di embat ..." Teriak Vendrinna ke arah dapur.

Vendrinna pun menuju ke ladang bunga Lavender, seperti biasa dia berjalan kaki dengan riangnya dan memakai pita kupu-kupu di atas kepalnya.

****

(On Lavender field)

Sesampainya di ladang bunga Lavender, seperti biasa Vendrinna duduk dibawah pohon favoritnya dengan rileks dan mengatur napas agar semakin menyatu dengan alam sekitar. Suara burung berkicau masih terngiang di telinganya, kupu-kupu berterbangan di atas bunga lavender, aroma sensasi menyegarkan dari bunga Lavender membuat kupu-kupu enggan pergi dari ladang itu.

Seketika ia teringat dengan pria berjubah merah dan gadis disampingnya itu. Vendrinna masih memegang chip dari pria itu dan memandang chipnya secara detail.

"Buang chip itu sekarang!"

Tiba-tiba muncul suara orang lain dibalik pohon yang ia sandari, Vendrinna pun menengok ke belakang.

"Kau lagi ... kenapa kau membuntutiku terus? Kembali ke ragamu sana!" - Vendrinna.

"Hmm ... sudah kubilang aku belum bisa kembali ke ragaku, ragaku terus menolak."

Sosok itu ternyata tak lain adalah roh dari Agra. Jiwa yang terlepas dari tubuhnya saat dirinya hanyut di sungai Hollow Vender.

Vendrinna memiliki kemampuan visual yang tajam dan memiliki unsur spiritualnya yang peka terhadap hal-hal yang berbau halus, contohnya seperti makhluk halus. Namun selama ini Vendrinna merahasiakan kemampuannya karena sikapnya yang tidak suka menonjol, apalagi terlihat hebat oleh orang lain.

Saat itu awal bertemu dengan roh Agra tepat ketika ia mencoba membuang tubuh Agra kesungai. Roh Agra saat itu berdiri di depan Vendrinna dengan posisi kaki mengambang di air, dengan wajah pucat dan bersedih Agra mengatakan kepada Vendrinna untuk tidak membuang tubuhnya. Karena roh Agra merasakan ada nya sedikit respon antara tubuh dan roh nya, bisa dikatakan ia mati suri, hingga sampai saat ini kondisinya masih berstatus kritis.

"Bersabarlah, mungkin ini belum waktunya kau kembali ke ragamu." - Vendrinna.

"Ya, aku selalu menunggu saat itu tiba." - Roh Agra.

"Kenapa kau ada disini? Biasanya kau berkelana tak jelas arahnya." - Vendrinna.

"Aku datang kesini untuk menyuruh kau membuang chip itu!" - Roh Agra.

"Ada apa denganmu? Tadi kau menyuruhku mengatakan kepada mereka bahwa aku tidak mengetahui keberadaan mu! Dan sekarang kau menyuruhku membuang chip ini? Mereka itu keluargamu!" - Vendrinna.

"Dia bukan keluargaku!!" Roh Agra.

"Jika dia bukan keluargamu, kenapa dia sampai menunjukkan sketsa wajahmu kepadaku dan mereka terlihat sedih ketika mencarimu?" - Vendrinna

"Ternyata kemampuanmu dalam membaca karakter masih lemah, itu hanya rekayasa tolol! jangan percaya kepada mereka."

"Justru sebaliknya aku yang seharusnya tidak percaya dengan mu! Kau pasti lari dari rumah dan melakukan percobaan bunuh diri kesungai kan?!"

"Hufhh ... jika kau belum tau masalahku, jangan pernah kau mengambil kesimpulan secepat itu."

"Lalu siapa kau sebenarnya?"

"Manusia."

"Haaahh ... ketika aku bertanya siapa kau selalu saja menjawab seperti itu! Aku tau jika kau manusia tapi darimana kau berasal huuhh!?"

"Di bumi."

"Huwaa ... kau selalu membuatku gila setiap saat." Vendrinna melempar selopnya ke arah roh Agra.

"Tembus tuh ... kau lupa ya? Aku saat ini sedang menggunakan mode transparan, jadi anti tuh benda kasar melayang di mukaku hahaha ...."

Vendrinna seketika duduk dengan kaki dan tangannya dilipat, dirinya masih merasa kesal dengan ejekan Agra.

Mereka kemudian terdiam beberapa detik.

"Bagaimana rasanya lepas dari raga sendiri?" -  Vendrinna.

Agra yang saat itu berdiri disampingnya langsung menoleh kebawah sembari melihat rambut Vendrinna yang tertiup oleh hembusan angin.

"Hmm ... rasanya sangat sakit saat tertarik dari ubun-ubun kemudian semuanya seketika terasa ringan seperti kapas, kenapa kau bertanya seperti itu?" - Agra.

"Tidak, aku hanya teringat ibuku saja. Ibuku meninggal 14 tahun yang lalu, dia mati terbunuh oleh orang misterius yang tidak dikenal. Aku pun tak begitu ingat kejadian itu karena saat itu aku berumur 4 tahun, tapi yang jelas aku melihat sendiri ibuku saat meregang nyawa, aku melihat ibuku kesakitan saat menghadapi ajalnya hingga terlepas dari raganya. Waktu itu aku masih melihat roh ibuku lepas dari tubuhnya, dia berdiri disamping tubuhnya dan mengucapkan selamat tinggal padaku."

Mendengar ucapan Vendrinna barusan Agra merasa kesedihan itu bukan hanya dialami oleh dirinya sendiri, namun orang lain pun juga merasakan hal yang sama.

Saat itu Vendrinna terdiam dengan kepala menunduk dan ia tak kuasa menampung beban air mata di pelupuknya, hingga meneteslah air mata itu saat setiap kali teringat masa lalunya yang buruk.

Agra mencoba mendekat dan menghapus air matanya, namun semua itu sia-sia saja, tangannya yang penuh kehangatan tak mampu menyentuh pipi gadis malang itu.

Ia lupa bahwa dirinya masih terpisah dari tubuh aslinya, tangannya menembus pipi gadis itu. Agra pun kemudian menarik uluran tangan yang tadinya ingin menghapus air mata Vendrinna dan melihat kedua tangannya yang saat ini tidak bisa berguna bagi orang lain.

"Mm ... maaf ... aku tidak bisa melakukan sesuatu untuk menghiburmu ..." - Agra.

"Mendengarkan curhatanku saja aku sudah senang." Vendrinna tersenyum kepada Agra.

Agra pun membalas senyumnya.

"Kau tahu? Apapun yang terjadi aku tidak akan menyalahkan keadaan. Justru keadaan telah mengajarkanku tentang arti kehilangan dan cara mengikhlaskannya."

Mendengar ucapan Agra ia pun mengangkat kepalanya dan menoleh ke Agra, lalu Vendrinna menghapus air matanya dan tersenyum kembali ke Agra.

"Hm ... Terima kasih."

"Sama-sama, oh iya ... namamu siapa?"

"Namaku Vendrinna, kamu?"

"Aku Agra, salam kenal gadis perenung, haha ..."

"Aku bukan perenung! huh!"

"Hehe ..."

Mereka kemudian melanjutkan senda guraunya, dan menghiraukan segalanya meski saat ini mereka terpisah oleh alam yang berbeda.

#BERSAMBUNG

JANGAN LUPA LIKE👍

JANGAN LUPA VOTE 🌟

JANGAN LUPA COMENT 💬

JANGAN LUPA FOLLOW😁👌

Terpopuler

Comments

👑Meylani Putri Putti

👑Meylani Putri Putti

like

2021-03-10

1

lihat semua
Episodes
1 1. Bertahan Hidup
2 2. Goresan Luka
3 3. Sebuah Perpisahan
4 4. Melarikan Diri
5 5. Blood Moon
6 6. Nekko
7 7. Negeri Lavender
8 8. Takdir
9 9. First Love
10 10. Different World
11 11. Two Sister
12 12. Sebuah Rahasia
13 13. Dunia Roh
14 14. Dunia Roh II
15 15. Fight Up
16 16. Tipuan
17 17. Perdebatan
18 18. Pengepungan
19 19. Tanggung Jawab Besar
20 20. Seuntai Janji
21 21. Menyelundup
22 22. Misi Pembebasan
23 23. Misi Pembebasan II
24 24. Masa Lalu Axcel
25 25. Kemunculan Sosok Misterius
26 26. Ledakan Kedua
27 PENGUMUMAN
28 27. Dalam Incaran
29 28. Organisasi Perancang Sistem Clonning
30 29. Ketulusan Hati Sang Putri
31 30. Rencana Baru Leviathan
32 31. Pergerakan Awal
33 32. Jatuh Cinta Kedua Kalinya
34 33. Pohon Suci Vedernight
35 34. Pedang Siner Storm
36 35. Ingatan Yang Hilang
37 36. Bersaing
38 37. Hari Ulang Tahun
39 38. Memories
40 39. Jalur Ganda
41 40. Siasat Baru
42 41. Diri Yang Hilang
43 42. Pembebasan Raja Cavalerie
44 43. Gerbang Awan Putih
45 44. Bayangan Kegelapan
46 45. Kedamaian
47 46. Sejarah Dunia Clonning
48 47. Menjelang Transformasi Chakra
49 48. Ritual Transform Chakra
50 49. Kegagalan yang Fatal
51 50. Musuh Terselubung
52 51. Insiden di Bukit Sealer Blue
53 52. Putri Sadis
54 53. Overprotektif
55 54. Keluarga Resmi
56 55. Transformasi Nekko
57 56. Kebersamaan Terasa Hangat
58 57. POV Samuel I
59 58. POV Samuel II
60 59. POV Samuel III
61 60. POV Samuel IV
62 61. POV Samuel V
63 62. POV Samuel VI
64 63. POV Samuel VII
65 64. Organisasi Encenty
66 Author Comeback!!!
67 65. Festival di Balai Kota
68 66. Misi Baru
69 67. Negeri Shinzou I
70 68. Negeri Shinzou II
71 69. Negeri Shinzou III
72 70. Misi Langkah Bayangan
73 71. Misi Langkah Bayangan II
74 72. Misi Langkah Bayangan III
75 PENGUMUMAN UPDATE BAB BARU
76 Siner Storm Sword : Lightning Storm
Episodes

Updated 76 Episodes

1
1. Bertahan Hidup
2
2. Goresan Luka
3
3. Sebuah Perpisahan
4
4. Melarikan Diri
5
5. Blood Moon
6
6. Nekko
7
7. Negeri Lavender
8
8. Takdir
9
9. First Love
10
10. Different World
11
11. Two Sister
12
12. Sebuah Rahasia
13
13. Dunia Roh
14
14. Dunia Roh II
15
15. Fight Up
16
16. Tipuan
17
17. Perdebatan
18
18. Pengepungan
19
19. Tanggung Jawab Besar
20
20. Seuntai Janji
21
21. Menyelundup
22
22. Misi Pembebasan
23
23. Misi Pembebasan II
24
24. Masa Lalu Axcel
25
25. Kemunculan Sosok Misterius
26
26. Ledakan Kedua
27
PENGUMUMAN
28
27. Dalam Incaran
29
28. Organisasi Perancang Sistem Clonning
30
29. Ketulusan Hati Sang Putri
31
30. Rencana Baru Leviathan
32
31. Pergerakan Awal
33
32. Jatuh Cinta Kedua Kalinya
34
33. Pohon Suci Vedernight
35
34. Pedang Siner Storm
36
35. Ingatan Yang Hilang
37
36. Bersaing
38
37. Hari Ulang Tahun
39
38. Memories
40
39. Jalur Ganda
41
40. Siasat Baru
42
41. Diri Yang Hilang
43
42. Pembebasan Raja Cavalerie
44
43. Gerbang Awan Putih
45
44. Bayangan Kegelapan
46
45. Kedamaian
47
46. Sejarah Dunia Clonning
48
47. Menjelang Transformasi Chakra
49
48. Ritual Transform Chakra
50
49. Kegagalan yang Fatal
51
50. Musuh Terselubung
52
51. Insiden di Bukit Sealer Blue
53
52. Putri Sadis
54
53. Overprotektif
55
54. Keluarga Resmi
56
55. Transformasi Nekko
57
56. Kebersamaan Terasa Hangat
58
57. POV Samuel I
59
58. POV Samuel II
60
59. POV Samuel III
61
60. POV Samuel IV
62
61. POV Samuel V
63
62. POV Samuel VI
64
63. POV Samuel VII
65
64. Organisasi Encenty
66
Author Comeback!!!
67
65. Festival di Balai Kota
68
66. Misi Baru
69
67. Negeri Shinzou I
70
68. Negeri Shinzou II
71
69. Negeri Shinzou III
72
70. Misi Langkah Bayangan
73
71. Misi Langkah Bayangan II
74
72. Misi Langkah Bayangan III
75
PENGUMUMAN UPDATE BAB BARU
76
Siner Storm Sword : Lightning Storm

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!