Waktu senja telah habis, kini matahari pun tidak menampakkan sinar jingganya lagi di sungai Hollow Vender pun kini sudah terasa sunyi dari kicauan burung-burung dan suara bising hewan-hewan lainnya, semua pun terlelap dalam pergantian malam.
Ditempat yang sama terlihat kupu-kupu satu spesies kompak mengeluarkan cahaya ungu dari sayap indahnya, mereka masih mengelilingi tubuh Agra yang terangkat oleh akar pohon tepat 1 cm diatas permukaan air sungai.
"Vendrinna! Hentikan! Jangan lakukan itu!" - Teriak Jessy.
"Bangunlah tukang tidur!" - Vendrinna.
Tiba-tiba saat menyentuh permukaan air, tubuh Agra mendapat respon gerakan kecil seperti jari tangan dan jari kaki bergerak, jantung pun mulai berdetak dan darah pun mulai mengalir kembali.
Jessy dan Nekko pun sempat kebingungan melihat insiden ini, Vendrinna pun menurunkan Agra ke tanah dan membiarkan kupu-kupu itu menyelimuti tubuhnya.
"Akhirnya kau merespon ku." -Vendrinna.
"Aa ... apa dia tadi barusan bergerak?" -Jessy.
"Iya, tapi dia belum bisa sadar sepenuhnya, butuh waktu lama untuk menyadarkannya, kupu-kupu ini sengaja kupanggil untuk mempertahankan detak jantungnya serta pembulu darahnya agar terus mengalir." - Vendrinna.
"Syukurlah tuanmu masih hidup kucing oyen." - Jessy.
"miaw ..."
Nekko berjalan kearah Agra dan duduk di sampingnya serta menjilat rambut putihnya yang terkena tanah dan dedaunan, nekko lega melihat Agra masih hidup dan mengeluarkan nafas lirih nya itu.
"Kita harus bawa dia kerumah untuk perawatan intensifnya, jangan sampai dia terlambat dirawat. Ayo!" - Vendrinna.
"Baiklah, lagi pula ini juga sudah petang." - Jessy.
****
(On Vendrinna's house)
At Morning.
Di pagi hari awan yang sempat berselimut kabut kini di sinari oleh matahari yang sedang terbit, sinarnya yang menghangatkan membuat tanaman bunga lavender tumbuh mekar dengan cepatnya.
Ciiiiiiiittt ...
"Hey, Jessy air nya sudah matang tu angkat tekonya dan bawa kesini!" - Vendrinna.
"Iya iya." Sambil membawa teko ke tempat Vendrinna yang saat itu sedang menghangatkan tubuh Agra dengan kompresan air hangat.
"Kau sudah membalut lukanya?" Tanya Jessy.
"Iya semalam sudah ku balut pakai kain kasa, sekarang waktunya untuk diganti." Jawab Vendrinna.
"Baiklah ... sementara kau mengurusnya, aku akan membuatkan makanan untuk kucing itu, ayo kucing oyen ikutlah denganku!" Ajak Jessy.
Nekko yang sempat duduk disamping Agra pun pergi mengikuti Jessy.
Vendrinna pun mengganti perbannya dan membersihkan tubuh Agra dengan air kompresan tadi.
Saat Vendrinna mulai membersihkan bagian wajah Agra, tiba-tiba ....
Deg ....
"Dia ... kenapa ... tiba-tiba begitu tampan?"
Mata Vendrinna terus memandang wajah Agra yang sedang terlelap dalam masa kritisnya.
"Rambut putih, beralis tebal, bulu mata yang indah, kulit putih, tinggi, sickpack hah ... kenapa kau begitu sempurna?" Vendrinna pun mulai berhalusinasi.
Tanpa sadar Vendrinna pun menyentuh rambut putihnya yang halus itu, Semakin lama ia semakin larut dalam situasi itu.
"Apa kau pangeran yang selama ini kucari? Apakah ini cinta?"
Vendrinna mendekatkan wajah nya ke wajah Agra dengan sangat dekat, hingga ia bisa merasakan hembusan nafas Agra yang begitu lembut.
Semakin mendekat semakin terasa nafas yang dikeluarkannya, jantung Vendrinna pun berdegup kencang hingga tiba suara ....
Glllunntaaannnggg ....
Bruk ... bruk ... bruk ... bruaaakkk ...
"Woy ... ngapain woyy ... !?"
Jessy datang dengan suara langkahan kaki yang sangat keras serta diimbangi suara pintu yang bertabrakan dengan dinding membuat suara seisi rumah seperti lomba paduan suara antar kastil. Ditambah lagi nekko yang sedang menjatuhkan tong sampah teras hingga terpelosok masuk ke tong itu.
Vendrinna pun terkejut mendengar tingkah mereka berdua dan mencoba mencari alasan yang logis tentang apa yang barusan terjadi.
"Ti ... tidak ... aku tidak melakukan apa-apa." Vendrinna mencoba mengelak.
"Heleh tadi barusan wajahmu berdekatan dengan wajah si pria itu?" Tuduh Jessy.
"Apaan ... aku hanya mengecek nafas nya saja apakah nafas nya sudah kembali normal apa belum, itu saja kok!" Vendrinna pun mencari alasan yang sedikit logis.
"Heleh ... yang bener?" Jessy yang sempat tak percaya.
"Iya ... ohya, bagaimana dengan kucing itu? Apa dia sudah makan? Jangan sampai dia terlambat makan lagi, dia baru pulih dari lukanya." Vendrinna pun mengalihkan pembicaraannya.
"Kucing itu sudah makan, tenang saja aku sudah memberinya banyak makanan." Ujar Jessy.
"Lalu bagaimana kondisi pria itu? Apakah ada perkembangan?" Tanya Jessy dengan rasa penasarannya.
"Belum ... masih belum sadar, kita harus menunggunya sampai benar-benar kembali ke ...." Vendrinna seketika menghentikan pembicaraannya.
"Hah ... apa !?" Jessy merasa bingung dengan ucapan Vendrinna barusan.
Tok ... Tok ... Tok ...
"Eh ... sepertinya pesanan ku sudah datang, biar aku saja yang membuka pintunya! Hehe ..."
Vendrinna langsung pergi ke pintu utama rumahnya sambil menghindari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan dilontarkan oleh Jessy nantinya.
"Fiuuhh ... untung saja ada tamu, kalau tidak dia pasti menanyakan hal-hal lain lagi."
Tok ... tok ... tok ...
suara ketukan pintu itu terdengar lagi, Vendrinna merasa kebingungan pasalnya dia tidak pernah menyuruh seseorang untuk mengantarkan pesanan ke rumahnya, yang dibilang Vendrinna kepada Jessy pun hanya kebohongan semata agar Jessy tidak bertanya hal-hal yang aneh lagi.
Vendrinna pun membuka pintunya dan tiba-tiba ....
****
(On Casteel Redfire)
Disisi lain Raja Leviathan sedang melakukan pengiriman beberapa prajurit tentara milik kerajaan Redfire dan sebagian adalah tentara dari kerajaan sekutu yaitu kerajaan Maximus dari negeri Ximousfire yang masih berasal dari satu klan yang sama, pengiriman prajurit ini akan disebarluaskan keseluruh 5 klan untuk melumpuhkan dan mengambil alih kekuasaan di seluruh dunia clonning yang dulu sudah ditetapkan oleh leluhur dari 5 klan.
Sejak jaman dahulu, leluhur dari 5 klan sudah sepakat melakukan pemerataan wilayah yang sekarang biasa disebut negeri, setiap klan dibagi menjadi 5 wilayah/negeri yang masing-masing wilayah/negeri dipimpin oleh satu raja namun kedudukannya dibawah "The kings of Clans".
Sedangkan "The kings of clans" sendiri merupakan Raja sekaligus ketua dari suatu klan tersebut, sistem pemerintahannya pun terpusat dan terbesar.
Serta ketetapan Blue Clan sebagai pemimpin 5 Clan pun juga sudah di sah kan oleh para leluhur pada masa itu.
Namun setelah ketetapan itu disahkan terjadilah beberapa konflik antara klan Redfire dengan Klan Blue, klan Redfire tidak mau ditandingi oleh klan lainnya, karena bagi mereka klan Redfire lah yang cocok untuk menjadi pemimpin dari 5 klan (five clans).
Sehingga terjadilah permusuhan antara dua klan itu selama 7 generasi, peperangan selama bertahun-tahun pun sudah biasa terjadi, hingga tiba saatnya klan blue mulai lengser dari kepemimpinan five clans dan berakhir dengan kehancuran Blue Clan. Hal itu terjadi di masa kepemimpinan Raja Blue Clan yang sekarang bernama Agruero Le Bluezer.
"Apa kalian sudah menyiapkan semuanya, jika sudah mari kita bergerak! Kita sudah berhasil merebut wilayah milik Blue Clan, dan sekarang kini tinggal 3 klan lagi yang akan kita rebut wilayahnya!" - Raja Leviathan.
Setelah memberi aba-aba dia mulai menggerakkan seluruh pasukannya untuk menjajah 3 klan yaitu Cavalie Clan, Loneblast Clan, dan Vander Clan. Mereka pun mulai bergerak dan meyebar ke berbagai sudut dunia.
****
(Back to Vendrinna's House)
Tok ... tok ... tok ...
Vendrinna pun membuka pintunya dan tiba-tiba ....
"Permisi boleh kami bertanya?"
Sosok pria berjubah merah dengan seorang gadis bertata rias natural dan gaun merah maroon yang sederhana ala penduduk biasa, mencoba menanyakan sesuatu kepada Vendrinna.
"Hmm ... ya boleh." - Vendrinna.
"Maaf kami sedang mencari seseorang, barangkali anda berjumpa atau menemukan pria ini (sambil menunjukkan gambar sketsa wajah orang yang dimaksud), harap beritahu saya karena dia adalah salah satu dari anggota keluarga kami yang hilang." penjelasan dari Pria berjubah.
"Anggota keluarga?" - Vendrinna
"Benar, kami mencarinya kemana-mana namun tidak ketemu juga jadi tolonglah kami untuk menemukan orang ini, hiks ... hiks ..." jawab gadis disamping pria berjubah itu.
"Hmm ... gambar sketsa wajah ini mirip dengan pria itu apakah mereka benar-benar keluarganya?" (Self monolog by Vendrinna)
"Tolonglah kami nona! Kumohon ...."
"Aku harus bagaimana? Apakah harus kuberitahu keberadaan pria itu kepada mereka?" (Self monolog by Vendrinna)
Hmm ... pilihan yang begitu sulit ...
#BERSAMBUNG
Apa yang akan dilakukan Vendrinna sekarang?
BACA DAN IKUTI KISAH INI. 😊
JANGAN LUPA LIKE👉KOMEN👉VOTE SEBAGAI DUKUNGAN KALIAN KEPADA CERITA INI😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
anggita
like👍
2021-03-16
1
👑Meylani Putri Putti
hadir lagi ninggalin jejak
2021-03-10
1
Desshio08
makasih sudah dukung aku terus kak😢
2021-02-24
0