"Tunggu!"
Di tengah perjalanan menuju gerbang pintu keluar, Vendrinna menghentikan larinya karena nafasnya mulai terengah-engah. sementara Agra yang sedang menggendong Jessy dipunggungnya mencoba berhenti dan membalikkan tubuhnya menghadap Vendrinna yang saat itu terlihat lelah dan lesu.
"Ada apa? Apa kau lelah?"
"Iya aku lelah, tapi bukan itu alasanku untuk berhenti berlari."
"Lalu apa?"
"Ada sesuatu yang harus ku ambil."
"Apa maksudmu?"
Agra seketika bingung dengan ucapan yang baru saja Vendrinna lontarkan tadi. Vendrinna mencoba mengatur nafasnya dan mencoba berbicara kepada Agra dengan jelas.
"Aku memutuskan untuk kembali lagi ke rumahku, ada sesuatu yang harus kuambil!"
"Maksutmu ini?"
Agra menunjukkan tas berbahan kain dengan warna ungu yang mencolok dibagian sisi depannya.
"Lho! Sejak kapan kau membawa tas itu?"
"Saat kau sedang sibuk mengobati temanmu ini."
"Darimana kau tahu kalau aku sedang mencari tas itu?"
"jadi gini ... aku sempat masuk kekamarmu karena pintu kamarmu terbuka, lalu aku melihat sebuah tas ungu dengan tulisan PENTING didepannya, akhirnya aku ambil saja tas itu barangkali kau membutuhkannya."
"Pantas saja kau datang dari arah kamarku ternyata kau mencuri tas ku ya?"
"Aku tidak mencuri, hanya saja kuamankan di dalam bajuku tepatnya sihh ... di pinggang ku ... hehe .... nih ambil!"
Agra melempar tas itu ke arah Vendrinna sampai ia merasakan bau yang tak sedap datang dari tas itu.
"Hueeekk ... "
"Kenapa?"
"Bau apa ini?"
"Yaa ... maaf aku lupa mandi."
Vendrinna memasang wajah datar dengan tatapan mata sinisnya. Ia merasa kesal setelah tasnya yang wangi tercampuri oleh parfum khas dari Agra. Mereka pun melanjutkan larinya dan keluar dari negeri lavender.
Sementara itu di rumah Vendrinna, Rival dan Laurent masih belum menyerah untuk mencari jejak mereka.
"Bagaimana? Apakah kalian menemukan mereka?" - Rival.
"Maaf tuan, Kami tidak berhasil." - Prajurit.
"Cari mereka sampai ketemu!" - Rival.
"Baik tuan." - Prajurit.
"Rival mereka masih membawa chip itu, ini adalah kesempatan besar bagi kita untuk mengetahui letak mereka lagi pula chipnya dekat dengan target kita kan?" -Laurent
"Tapi chip itu hanya bisa bekerja jika tombolnya dinyalakan!" - Rival.
"Hmm ... benar juga." - Laurent.
****
Selama perjalanan lebih dari 1 jam mereka akhirnya menyempatkan waktu untuk istirahat karena mereka merasa kalau pasukan Rival tidak mengejarnya lagi. Mereka pun memutuskan untuk berhenti di suatu tempat dengan ratusan pohon pinus yang tinggi dan besar beserta danau yang aliran airnya mengalir hingga terdengar jelas ditempat istirahat mereka, Jarak danaunya pun tidak begitu jauh dari hutan pinus.
"Bisakah kita istirahat disini sejenak?"
"Apa kau lelah?"
"Iya ... haus juga ...."
Agra seketika menurunkan Jessy dan menyandarkannya ke salah satu pohon di dekatnya.
"Dia pingsan lagi?"
"Iya, sepertinya dia masih dalam pengaruh efek ilusi."
"Berapa lama lagi dia sadar sepenuhnya?"
"Kurang lebih 15 menit, dia akan kembali normal."
"Oh gitu, kuharap dia segera lepas dari jurus aneh itu."
"Tenang saja sebentar lagi dia akan sadar, aku akan mencari air dulu untuk kita minum, kalian pasti haus."
Agra pun melangkahkan kakinya untuk pergi mencari air minum namun baru beberapa langkah dari tempat istirahatnya tiba-tiba Nekko menyusul Agra dan mengikutinya. Agra yang menyadari Nekko mengikutinya diam-diam dari belakang mencoba berbicara dengan kucing pintar itu.
"Kenapa kau mengikutiku?"
"Miauww ...."
"Tenanglah ... aku akan baik-baik saja, kau tetaplah disini dan jaga mereka baik-baik."
"Miauuww ... miauww ...."
"Sepertinya Nekko benar-benar mengkhawatirkanmu! Tenang saja aku dan Jessy aman disini, biar Nekko ikut denganmu dia selalu mengkhawatirkanmu saat kau koma kemarin." - Vendrinna.
"Haha ... kau benar-benar tidak bisa ditinggal sebentar, baiklah aku mengijinkanmu ikut denganku. Ayo! Disana ada danau mungkin jaraknya berkisar 800 meter dari sini."
"Miauuww ...."
Agra pergi bersama Nekko dengan membawa botol air minumnya, mereka akan mencari sumber air bersih disekitar danau.
Setelah 15 menit berlalu, akhirnya Jessy pun tersadar dan ia tiba-tiba merasa haus dan tenggorokannya terasa kering.
"Lho! Jessy kau sudah sadar ternyata."
"Air ... aku butuh air."
Jessy mengambil tas dari Vendrinna dan merogoh tasnya dengan harapan kalau didalamnya ada air. Namun dengan penglihatannya yang masih kurang jelas dia pun salah mengambil barang.
"Ehh ... jessy itu tasku kembalikan nggak? Disitu tidak ada air, Agra masih mencarikan air untuk kita jadi bersabarlah."
"Oh ... tidak ada ya?"
"Ya."
"Yaudah ini aja ... ini pasti permen yang kemarin kan? bentuknya sama kotak kecil dan tipis pasti ini permen favoritku ... kumakan ya?"
Hey! Jangan!"
Vendrinna pun bergegas memukul tangan Jessy dengan maksut untuk menjauhkan benda kecil itu dari tangannya.
"Hadehh ... itu bukan permen tapi chip. Jangan-jangan kau rabun?"
"Mataku agak buram."
"Hadehh ... pantas saja, kau mungkin masih dalam masa pemulihan. Bersabarlah penglihatanmu pasti kembali normal nanti, ohya dimana tadi chip itu?"
"Chip apa?"
"Chip yang kau bawa tadi jatuh kemana?"
"Ya mana ku tahu, kau kan yang menjatuhkannya tadi."
Vendrinna pun mencari chip itu di sekitar Jessy namun dia tidak menemukannya sampai akhirnya Agra dan nekko datang sambil membawa sebotol air.
"Aku sudah mendapatkan airnya!"
"Agra tunggu, Jangan mendekat!"
Mendengar perintah dari Vendrinna ia pun menghentikan langkahannya dan merasa bingung dengan apa yang dipikirkan Vendrinna.
"Huh? Kenapa kau menghentikanku?"
"Intinya tetaplah disitu jangan sampai chip itu terinjak olehmu."
Nekko pun merasakan keberadaan chip yang jatuh itu, ia pun mengendus chipnya dan mencoba melacak tempat terjatuhnya chip itu hingga pada akhirnya dia berhasil menemukannya. Chip itu ternyata tergeletak tepat berada didepan Agra dengan jarak kurang lebih 1 meter dari tempat berdirinya.
Untung saja nekko langsung menemukan chip itu, Vendrinna pun merasa lega karena chip itu sudah ditemukan dan tidak menimbulkan bahaya lagi bagi Agra.
Agra yang sempat terdiam beberapa saat mencoba mengambil chip itu dan ia tiba-tiba menatap Vendrinna dengan rasa marah dan kesal.
"Ke ... kenapa kau menatapku seperti itu?"
"Ternyata kau masih tidak percaya denganku."
"Harus berapa kali kujelaskan padamu, aku percaya padamu Agra."
"Lalu kenapa kau masih menyimpan chip ini!"
Agra membentak Vendrinna dengan keras hingga Jessy, nekko dan Vendrinna pun dibuat terkejut dengan perubahan sikap Agra yang drastis itu.
"Kenapa kau malah memarahiku?"
"Kau tahu? Saat melihat benda ini kebencianku semakin bertambah."
"Apa salahku?"
"Salahmu? Kau masih menanyakan apa salahmu? Aku sudah menyuruhmu membuang chip itu tapi kau tidak mau mendengarkanku, itu sama saja kau tidak percaya denganku!"
Vendrinna terdiam sejenak, kemudian ia mengambil tasnya dan mencari sobekan kain berwarna biru dengan simbol bordir berbentuk star circle yang masih dibubuhi oleh bercak darah.
Vendrinna kini kembali menghadap Agra dan menunjukkan kain itu.
"Sebelum kau membahas tentang kepercayaan, aku ingin kau menjelaskan terlebih dahulu mengenai simbol ini."
Agra pun terdiam, dan ia mulai membalikkan ucapan Vendrinna.
"Jangan mencoba mencari topik pembahasan lain!"
Bentakkan Agra kini mulai menjadi. Jessy pun angkat bicara untuk menengahi perdebatan ini.
"Agra tenanglah! Apa-apaan kau ini? Jangan kasar dengan perempuan."
"Jessy sebaiknya kau diam saja! Ini tidak ada urusannya denganmu!"
Agra kembali menatap Vendrinna yang saat itu sedang terdiam.
"Kenapa kau diam? Cepat katakan!"
"Iya! Aku memang masih meragukanmu, aku memang masih menyimpan chip itu dan aku juga tidak percaya sepenuhnya padamu tapi itu semua karena dirimu! Jika kau mengatakan sejujurnya tentang identitasmu mungkin aku tidak lagi meragukanmu, dan simbol ini? Darah ini? Apa maksudnya semua ini? Apa kau ikut bersengkokol dengan ...."
"Apa!? Kau ingin mengatakan kalau aku bersekongkol dengan klan redfire? Justru malah sebaliknya aku ingin mengambil kembali apa yang mereka rebut dariku!"
"Huh?"
"Kau sangat ingin tahu siapa aku sebenarnya kan? Baiklah ... akan kutunjukkan diriku yang sebenarnya sekarang juga!"
Agra menegaskan ucapannya dan mengambil kain itu dari genggaman Vendrinna.
~Agra apa kau benar-benar akan mengatakan identitasmu? Apakah rencana ini akan berhasil?
BERSAMBUNG
Thanks for Reading ❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
anggita
mpir lgi.
2021-03-26
1
👑Meylani Putri Putti
6 like thor aku favoritin juga
2021-03-14
1