Dimensi itu menjadi suatu tempat pertemuan terakhir Agra bersama ayah dan ibunya, sisa-sisa waktu yang begitu berharga pun terkikis dalam detik. Dan kini sisa 5 menit itu mereka simpan untuk kata perpisahan.
"Proses penyegelan selesai, kini kau tidak usah khawatir jika tanda clonningmu muncul lagi ..." ujar Agruero sang ayah.
"Huh ...? tanda clonning?"
"Iya putraku, tanda itu dinamakan simbol clonning, itulah sebabnya kami menyuruhmu untuk tetap hidup, karena kau istimewa"
"Apa istimewa-nya aku ayah? aku adalah lelaki yang tidak bisa menggunakan pedang dengan mahir, aku payah dalam berkuda, dan lagi aku lemah dalam bertarung, apakah itu yang dinamakan ...." (pembicaraan Agra seketika terhenti)
Agruero seketika memegang kepala Agra dan tersenyum kepadanya,
"Kau bukan lelaki yang payah ... hanya saja kau butuh waktu untuk berkembang, ya ... seperti ulat yang membutuhkan waktu untuk berubah dan memunculkan suatu keistimewaan tersendiri, ulat pada awalnya tidak disukai dan mungkin orang lain mengatakan kalau ulat adalah hewan menjijikan, namun itu tidak akan mematahkan semangatnya untuk tetap hidup dan berkembang hingga fase akhirnya ... ia pun menemukan waktu untuk bermetamorfosis hingga menjadi kupu-kupu yang indah, menurutku ulat adalah hewan yang terkenal sabar dan perencana yang baik, sampai sini kau faham kan?"
Agra yang terdiam pun mulai memahami maksut ayahnya itu.
"Iya, aku mengerti ... terimakasih ayah."
"Kurasa ini adalah pesan terakhir ku untukmu Agra, Kai ... apa kau punya pesan terakhir untuk putramu?"
"Kenapa kau melontarkan pertanyaan seperti itu padaku Agruero!? tentu saja aku kesulitan mengatakannya." Sambil memukul kepala Agruero.
"Aduhh ... aku hanya bertanya saja, sebentar lagi kita akan mulai menghilang dan Agra akan keluar dalam dimensi ini kembali ke dunia nyata ...."
"Hahahaha ... kalian tetap saja bertengkar dalam kondisi seperti ini?" Ejek Agra.
Tiba-tiba Kai memeluk Agra sangat erat seakan ia tidak mau melepaskan pelukan itu, dan air mata pun mulai keluar membasahi pipinya hingga jantung pun terasa sesak untuk mengakhiri perpisahan ini.
"Hiks...hiks... sebenarnya ibu masih ingin bersamamu, melihatmu tumbuh dari remaja menuju dewasa nanti, sampai menemukan jodoh mu kelak dan melihat mu bahagia serta bisa memelukmu suatu saat semau ibu ... ibu masih ingin memasakkan makanan untuk mu, membangunkan tidurmu serta melihat wajah mu ketika tidur malam,namun kini ibu sadar kita telah berbeda dunia ... pesan terakhir ibumu ini hanya satu ... tetaplah bertahan hidup meski cobaan mu di masa depan begitu berat dan memikul beban yang banyak ... tapi ibu berharap kau bisa menemukan teman sejati yang bisa menemanimu sampai akhir. Jangan pernah menyerah untuk menjaga perdamaian dunia karena kau sudah digariskan untuk menjaga dunia Clonning ... dan satu lagi jangan lupa makan, tidur mu pun harus cukup, jika kamu lapar dan tidak ada makanan apapun janganlah kamu mencuri meski sesulit apapun kondisimu janganlah kamu berpaling dari kebenaran ... dan satu lagi carilah teman yang banyak mungkin di usia remaja kau lebih suka dengan kebebasan, namun ibu berpesan agar kau menjauhi kebebasan itu ... jangan pernah ikut dalam pergaulan yang bebas ... karena itu adalah suatu hal yang merugikan, banyak ... banyak ... begitu banyak yang ingin ibu katakan padamu ... tapi salah satu yang wajib kau tau ... Ibu sangat menyayangimu ... hiks...hiks...hiks..."
Agra pun menetes kan air mata dan mencengkram erat pelukan ibunya, hingga tak terasa waktu pun kini hampir habis dan semuanya mulai memudar.
"Kai ... tubuh kita mulai menghilang ... ini saat nya."
"Maaf nak, ibu kelepasan."
Sambil melepaskan pelukan dan menghentikan tangisannya.
"Tenanglah ayah ... ibu ... aku akan tetap mengingat selalu pesan kalian, selamat jalan ... kalian akan selalu hidup dihatiku ... terima kasih telah membesarkanku hingga aku telah menginjak remaja, dan kini aku akan terus tumbuh menjadi dewasa seperti yang kalian inginkan ... mungkin kini aku tumbuh dewasa sendirian tanpa kalian berdua ... tapi jangan bersedih!! aku sangat bangga memiliki orang tua seperti kalian karena telah menyayangi ku hingga memberikan perhatian lebih kepadaku ... maaf kalau aku tidak bisa membalas jasa-jasa kalian ... tapi aku berjanji akan menjunjung tinggi serta mengharumkan nama kalian beserta klan kita meski kini klan kita telah hancur, dan aku berjanji untuk mengehentikan kejahatan redfire clan, aku juga menyayangi kalian melebihi nyawaku sendiri ...." tangis Agra semakin menjadi.
Dalam hitungan detik tubuh mereka semakin lama semakin menghilang dan Agra pun mulai terasa tertarik keluar dari dimensi itu.
"Oh ya ... pergilah ke Negeri Shirei untuk menemui seorang petapa yang begitu legendaris, kau mungkin bisa belajar banyak darinya, jaga dirimu baik-baik." Tambah Agruero sang ayah.
"SELAMAT TINGGAL ... KAMI MENYAYANGIMU ...." (bersama)
Sriiiiiiinngggg....
Cahaya terang mengiringi pudarnya dimensi itu dan kini Agra pun keluar dari dimensi lain menuju kembali ke dunia nyata. Perlahan-lahan ia membuka matanya, tiba-tiba ia dikejutkan oleh suatu hal yang membuatnya harus berfikir mencari jalan keluarnya.
"Aduh ... kepalaku terasa pusing, apa aku sudah kembali ke dunia nyata? hmm ... jika dipikir-pikir yang dikatakan ayah dan ibu ada benar nya juga, aku tidak bisa terus seperti, aku harus mencari seseorang untuk melatihku berpedang."
(Beberapa detik kemudian)
"Tunggu dulu ... bukankah seharus nya aku terbangun di hutan Vedernight, kenapa aku tiba-tiba disini?"
Terlihat di sekelilingnya terdapat jeruji-jeruji besi, dan dilihatnya cahaya kecil dari sinar matahari menyorot kebawah lorong gelap menandakan kalau pagi sudah datang. Dia kini berada di dalam nya tanpa tau siapa yang memasukkan nya ke dalam jeruji besi itu.
"Tempat apa ini? siapa yang membawaku kesini?"
"Aku yang memasukkan mu kedalam sel tahanan ini, dan sekarang kau berada di dalam kastil ku!!"
Datanglah Rival dengan pedangnya yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi.
"Kau lagi?" Dengan tatapan tajam penuh kebencian.
"Jauhkan pandanganmu itu dariku, apa kau tidak punya sopan santun terhadap pangeran penguasa dunia Clonning ini?"
" Jangan begitu percaya diri kau!! seseorang yang telah membunuh keluargaku dan menghancurkan seluruh klanku tidak pantas dikatakan sebagai penguasa dunia Clonning ini, selama aku masih hidup aku akan menghalangi mu untuk menjadi penguasa dunia Clonning ini."
"Apa kau barusan meremehkanku? berani sekali kau berkata seperti itu kepada ku? asal kau tahu sekarang klan kami lah yang terkuat."
"Tentu saja aku berani, dulu aku memang pendiam, tapi setelah melihat apa yang kalian lakukan pada klan ku ... aku tidak akan tinggal diam lagi."
"Huh ... jangan sok pintar kau ... kau dan klanmu itu lemah dan payah!!"
"Lebih pengecut lagi seseorang yang bangga dengan kedudukanya tapi menindas orang-orang bawah dan menjadi penghancur seluruh dunia, apakah itu bisa dikatakan penguasa?"
Jawab Agra dengan rasa kesal bahwa harga dirinya terus di injak-injak oleh Rival.
"Berhenti meremehkan klan ku ... atau kau akan menerima akibatnya nanti!!"
"Kau tersinggung dengan ucapanku tanpa memikirkan apa yang kurasakan setelah kau menghina klan ku juga kan? kini ku balikkan ucapanmu tadi ...."
Dengan tegas Agra mencoba melontarkan balik ucapan Rival.
"Diam kau bedebah!"
Rival pun mulai marah sambil mencabut pedang nya dan menebaskan nya ke arah Agra.
"Hentikan!" Ketua klan Redfire sekaligus raja di kastil Redfire ini pun datang bersama panglima Zein.
"Kenapa kau menghentikan ku ayah? Aku ingin memberinya pelajaran yang setimpal atas perkataannya tadi!"
"Diam kau! panglima Zein buka penjara ini, bebaskan dia dari tahanan dan bawa dia ke meja makan kastil, aku ingin berbicara sesuatu kepadanya!"
"Baiklah tuan Leviathan."
Agra pun curiga dan merasa aneh atas sikap Leviathan yang tiba-tiba baik padanya. Namun Agra pun tetap menuruti keinginannya untuk mengetahui apa motif sebenarnya dibalik kebaikan Leviathan secara tiba-tiba ini.
"Kenapa ayah tiba-tiba baik padanya?"
"Diamlah kau ... nanti kau juga akan tahu, aku akan menuju ke meja makan sekarang, jangan pernah mencoba mengganggu!!"
Leviathan pun berjalan menuju meja makan kastil dan meninggalkan Rival sendirian.
"Sebenarnya apa yang direncanakan oleh ayah?" Rival merasa bingung.
****
Sementara itu di meja makan kastil, terlihat begitu banyak makanan dan minuman enak di depan Agra.
"Apa kau akan terus melihat makanan itu tanpa memakannya? aku membuatkan makanan ini khusus untuk mu."
Dengan tawaran makanan dan minuman dari Leviathan yang begitu banyak membuat Agra merasa lapar. Namun dia tampak begitu ragu memakanya karena dia takut terdapat sesuatu di dalam makanan itu.
"Kenapa kau hanya melihat makanan itu, kau tidak mau memakannya? ayo makanlah sesukamu,jangan ragu-ragu untuk memakannya aku tahu kau pasti lapar."
"Tuan Leviathan ... sebenarnya apa lagi yang kau rencanakan terhadapku kali ini?" Tanya Agra dengan rasa penuh curiga.
"Kenapa kau mencurigaiku? aku hari ini sedang berbaik hati ... jadi makanlah makanan ini dari pada terbuang sia-sia ...."
Agra tetap terdiam dan tidak mau memakan makanan dari Leviathan.
"Lihatlah ... aku juga ikut makan, tapi tidak ada apa-apa didalam makanan ini, hahaha ... tenang saja aku tidak akan meracunimu."
"Apa kau yakin dengan ucapanmu itu?"
"Ya, apa perlu ku buktikan agar kau percaya kalau aku tidak meracunimu, berikan makanan itu biar aku cicipi."
Leviathan pun mengambil sejumput makanan itu dan mencicipinya.
"Hmm ... enak ... tidak ada racun disini, aku sudah memakannya, apa kau masih tidak percaya?"
Sambil terdiam dan berfìkir, akhirnya Agra memutuskan untuk memakannya karena perutnya mulai merasakan lapar dan haus karena sejak pertempuran itu dia belum makan apapun.
"Bagaimana? enak kan?"
"Hm ... ya ...."
Agra pun larut dalam suasana itu, ia terus memakan makanan milik Leviathan karena tidak kuat menahan lapar yang dirasakan nya. Dia pun seketika tidak menghiraukan apa pun yang ada dan seketika ia melupakan permasalahannya terhadap Leviathan.
Disitulah Leviathan mendapatkan kesempatan untuk memulai rencana nya ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Othor Santai Maksimal❤🖤
like
2021-04-15
1
nona_happy
ada cloningnya...
2021-03-30
1
anggita
Klan Redfire.🔥
2021-03-16
1