On Casteel Venderland
"Kami menemukan lokasinya, tuan!"
"Kerja bagus panglima Askaria, kalau begitu susul dia sekarang dan bawa dia pulang dengan selamat tanpa luka sedikit pun, kalau dia tidak mau baru paksa dia."
"Baik tuan Vedern Mighton."
Panglima Askaria bersama dengan prajurit Venderland pun bergerak menuju lokasi keberadaan putri Vendrinna.
sementara itu Agra masih menggenggam kain bekas lumuran darah tadi yang bersimbol star circle dan chip milik Rival, ia pun menunjukkan kain itu tepat dihadapan Vendrinna.
"Kau ingin tahu siapa aku kan?"
Tatapan Agra begitu tajam saat menatap Vendrinna, dengan hawa amarahnya yang belum padam Agra terus memandang wajah Vendrinna dengan sangat kesal.
Vendrinna saat itu terdiam dan gemetar melihat wajah Agra ketika marah.
*wajahnya begitu menyeramkan, tiba-tiba tanganku bergemetaran tanpa sebab aku mulai merasakan aura aneh didalam dirinya.
"Aku adalah pemilik dari kain ini! Aku adalah bagian dari anggota blue clan! Puas kau menuduhku yang tidak-tidak!"
Tiba-tiba Agra pergi dari tempat itu meninggalkan Vendrinna, Jessy dan Nekko.
"Agra! Kemana kau? Jessy tetaplah disini bersama Nekko biar aku yang menyusulnya."
"Baiklah!"
Vendrinna pun berlari mengejar Agra. Ia terus mencarinya hingga disekitar pinggiran danau Vendrinna melihat sesuatu.
"Ternyata kau disini? Aku mencarimu kemana-mana."
"Kenapa kau mencariku?"
"Seharusnya kau menceritakan ini sejak awal."
"Sekarang kau baru percaya padaku? Kemana saja kau selama ini?"
"tunggu dulu kau jangan mengambil kesimpulan secepat itu, kalau boleh aku jujur, sebenarnya aku merencanakan semua ini. Aku sengaja menyimpan chip itu agar bisa memancingmu untuk mengatakan identitasmu yang sebenarnya."
"Baiklah kalau itu alasanmu, kau menang hari ini. Sekarang kau sudah tahu kan siapa aku sebenarnya? Puaskah kau sekarang hah!"
"Bu ... bukan seperti itu niatku melakukan hal ini."
Vendrinna terlihat gugup setelah melihat kemarahan Agra tadi.
"Lalu apa?"
"Emm ... anu ..."
"Jangan berbelit-belit, cepat katakan langsung!" Agra membentak Vendrinna.
"Iya ... akan kukatakan tapi bisakah kau tenang sedikit, begitukah caramu memperlakukan wanita?"
Agra mencoba meredam emosinya dan mulai mendengarkan penjelasan dari Vendrinna. Melihat Agra yang sedikit tenang Vendrinna pun melanjutkan pembicaraannya.
"Selain dirimu apakah ada anggota klan Blue lain yang masih selamat dari pertempuran itu?"
"Tidak ada!"
Agra menjawab tegas pertanyaan dari Vendrinna.
"Satu pun?"
"Hanya aku saja yang selamat, kenapa?"
Vendrinna seketika menundukkan kepalanya, pancaran aura dari pelupuk matanya perlahan-lahan melemah. Semangatnya pun berkurang setelah mendengar jawaban dari Agra.
Agra yang masih marah menatap chip itu dan menggenggamnya erat seakan ia ingin menghancurkan chipnya dengan satu kepalan tangan.
"Entah apa yang kau pikirkan saat ini, tapi kau telah membuatku kesal dengan terus menyimpan chip ini. Asal kau tahu setiap kali aku melihat chip ini, kebencianku terus bertambah terhadap Redfire Clan. Seharusnya chip ini dibuang sejak dulu!"
Agra pun membuang chip itu ke danau namun tiba-tiba tombol chipnya tertekan oleh jarinya sendiri, chip itu pun seketika melekat pada telapak tangannya dan mengeluarkan sinar aneh.
"Apa-apaan ini ... chip nya tidak bisa dilepas!"
Vendrinna yang tahu kejadian itu terkejut dan menahan tawa melihat ketololan yang dilakukan oleh Agra. Auranya pun kembali setelah dia melepas tawanya hingga terbahak-bahak.
"Hahaha ... Kenapa kau tetap tolol seperti biasanya, marah boleh tapi jangan sampai gegabah dalam melakukan tindakan, hadehh ...."
"Jangan menertawakanku! ini berkat ulahmu juga!"
"Sini kubantu."
Vendrinna turut membantu melepaskan chip itu dari telapak tangan Agra, namun usaha mereka tidak membuahkan hasil.
"Tunggu dulu! aku merasakan sesuatu!"
"Apa maksutmu?"
"Aku merasakan bahwa kita telah dikepung oleh pasukan dari ayahmu."
"Kenapa mendadak otakmu jadi berfungsi?"
Tiba-tiba puluhan anak panah datang dari arah yang berbeda menuju ketempat Agra dan Vendrinna, untung saja mereka berhasil menepiskan serangan itu. Seketika dari kejauhan disusul suara lantang dari salah satu pemimpin pasukan Venderland.
"Menyerahlah tuan putri Vendrinna, dan biarkan kami membawamu pulang."
"Hadehh ... masalah chip belum kelar sekarang datang lagi masalah baru, maaf ya panglima Askaria kalau aku tidak mau bagaimana?"
"Kami akan memaksamu!"
"Baiklah seperti biasanya kan?"
Panglima Askaria dan putri Vendrinna pun bertarung, mereka mengadu kekuatan dengan senjata mereka masing-masing.
"Haahh ... panglima kau kemana-mana selalu membawa pedang Slither X mu, terpaksa deh aku mengeluarkan senjataku juga untuk mengimbangimu."
"Tuan putri ... kali ini aku tidak akan gagal untuk membawamu pulang."
"Paman panglima, aku sudah besar! aku ingin hidup mandiri dan aku tidak mau bertemu dengan raja plin-plan seperti dia lagi."
Vendrinna kali ini mengeluarkan pedang andalannya yang bernama Archers Sword. Mereka pun bertarung kembali dengan tebasan pedang dari kedua senjata yang sama hebatnya.
Agra yang melihat pertarungan Vendrinna dengan begitu lincahnya merasa kagum dan heran dengannya.
~Cara berpedangnya lincah sekali, pasti dia sudah terlatih sejak kecil.
Tak lama setelahnya Agra mulai merasakan hal aneh didalam dirinya, ia mulai merasakan sakit dikepalanya dan selalu melihat bayangan masa lalunya sendiri.
~Aneh ... kenapa tiba-tiba melihat mereka bertarung rasanya kepalaku sakit, bayangan dari suasana peperangan dulu pun seketika terlintas dibenakku, biasanya tidak begini. Apa jangan-jangan ini pengaruh dari chip yang melekat ditelapak tanganku?
Sementara itu ditengah pertarungan antara Vendrinna dan panglima Askaria datanglah Jessy dengan kondisi tubuh terikat oleh tali dan dibelakangnya ada dua prajurit yang sedang menyekapnya.
"Hentikan pertarungannya tuan putri atau kami terpaksa menjeburkan salah satu teman anda kedanau ini!" Seru dari salah satu prajurit yang menyekap Jessy.
"Lepaskan dia, dia tidak ada hubungannya dengan masalah ini." Vendrinna seketika menghentikan pertempurannya dan menyimpan pedangnya kembali.
"Vendrinna! awas!"
Teriakan Agra dari kejauhan terdengar oleh Vendrinna, namun kali ini Vendrinna tidak bisa menghindari serangan mendadak dari panglima Askaria.
~Apa aku bisa mengelak? huh ... mungkin tidak, kecepatannya saat menyerangku naik menjadi dua kali lipat.
Brugh ...
Vendrinna pun terjatuh saat panglima Askaria menancapkan jarum bius ditubuhnya.
"Maaf tuan putri ini hanya obat bius agar anda sedikit tenang saat kami bawa pulang." - Panglima Askaria.
"Tidak ... Vendrinna sadarlah ... Lepaskan aku dasar prajurit sialan!" -Jessy.
"Panglima kami juga menangkap kucing ini karena dia terus menerus mengganggu kita." -Prajurit 1.
"Huh? Nekko! Hey kalian ... Lepaskan mereka!" -Agra
"Agra jangan diam saja! Cepat bebaskan Putri Vendrinna! semuanya adalah keinginannya, dia ingin bebas dan menjalani hidup tanpa sebuah kekangan, Ini adalah impiannya." Teriak Jessy ke Agra.
Mendengar permohonan dari Jessy, Agra seketika menyerang panglima Askaria yang saat itu sedang membopong Vendrinna.
*Sial aku disini hanya menjadi beban mereka, huffh ... baiklah kali ini aku tidak boleh gagal lagi, sudah cukup mereka membantuku. Sekarang giliran aku yang menyelamatkan mereka.
Agra pun berlari sangat kencang dengan mengepalkan tangannya, ia mencoba menempatkan sasaran untuk satu pukulannya.
Hiaaattt ....
Deg ...
"Huh sinar ini muncul lagi!? Arghh! Kepalaku."
Bayangan itu muncul lagi dibenaknya dan terus menerus menyerang batinnya, mata Agra pun seketika berkunang-kunang dan telinganya berdengung dengan kencang, kepalanya benar-benar terasa sakit.
"Argh ... sakit sekali ...."
"Agra! Kau kenapa? Panglima Askaria apa yang kau lakukan padanya?" Jessy terlihat panik dan bingung dengan kondisi Agra.
"Aku tidak melakukan apa-apa, dia sendiri yang tiba-tiba kesakitan, dasar aneh ...."
Agra kini pingsan setelah merasakan kesakitan,
"Aku tidak punya waktu banyak sekarang. Prajurit bawa tuan putri Vendrinna pulang, kita tidak punya waktu untuk menghadapi orang aneh ini." -Panglima Askaria
"Lalu bagaimana dengan mereka?" -Prajurit 1.
"Kita bawa saja mereka, tapi jangan pria lemah itu. Dia adalah orang yang baru dikenal oleh tuan putri, percuma saja kita mencari informasi darinya, dia hanya memperhambat tugas kita saja." - Panglima Askaria.
"Baik tuan! Ayo gadis cerewet, kau yang harus bertanggung jawab atas kaburnya putri Vendrinna." -prajurit 1.
"Tunggu ... tunggu ... aku tidak salah apa-apa!" -Jessy.
"Jelaskan nanti kepada Raja Vedern Mighton." - Prajurit 2.
~Gawat Nekko juga dibawa oleh mereka, lalu siapa yang akan membantu Agra nantinya?
BERSAMBUNG
NB :
(~) SELF TALK
#BERSAMBUNG
Thanks for Reading ❤
JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN KALIAN DENGAN PENCET TOMBOL VOTE DAN KOMEN DIBAWAH INI.
👇👇👇
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
anggita
casteel venderland.,
2021-03-26
1
👑Meylani Putri Putti
aku mampir thor begitu dapat notifikasi nya like
2021-03-16
0
Laa~❤
tolol🤣
2021-03-09
1