Malam bulan merah kini bukan lagi bersinarkan cahaya merah namun bulan itu seketika berubah menjadi blood moon, Dimana kemunculannya menampung darah pemilik chakra simbol Clonning itu.
Sriiing ....
Dash ....
Wusshh ... jleb ....
Deg!!!
"Urghh ... hah? darah?"
Mata biru yang begitu semangat memancarkan aura kini berubah redup setelah pedang Celectron milik pemimpin klan Redfire menancap di perutnya. Efek ilusi itu membuatnya hilang konsentrasi dan serasa seperti di neraka, ia merasakan adanya hawa panas yang membakar dirinya saat masuk ke ilusi itu. Dia merasakan adanya api disekelilingnya dan melihat Leviathan ada dimana-mana seakan Leviathan memecah dirinya menjadi seratus.
Hingga di menit-menit terakhir sebelum tetesan darah mengalir dari dalam tubuhnya ia tidak bisa mengelak dan berkutik.
"Sudah kubilang jangan macam-macam denganku atau kau akan bernasib seperti ini!"
bisik Leviathan di samping kiri telinganya sembari mencabut pedangnya yang masih tertancap di perutnya.
"Arghhh ... uhuk, uhuk." Tiba-tiba Agra memuntahkan darah dimulutnya.
"Ka-kau ... be-nar ... be-nar ... ke-jam...."
Bicara Agra pun mulai terpenggal-penggal, nafasnya tak teratur dan darahnya terus mengalir dari dalam perutnya.
"Selama ini aku begitu tidak sabar menunggu hari ini tiba, selama bertahun-tahun lamanya aku mencarimu kau tahu aku sudah menyiapkan rencana ini sebelum pertempuran dimulai. Sebenarnya waktu itu aku sudah mengetahui ada keistimewaan dari dalam dirimu namun aku membutuhkan waktu yang tepat untuk merebutmu dari klanmu terutama ayahmu yang lemah itu, hingga kesempatan ini pun datang untukku sekarang kau akan menjadi bonekaku!! Menjeritlah dalam penderitaanmu tidak ada seorang pun yang menolongmu!"
Leviathan pun memulai transform chakra dari dalam tubuh Agra.
"Baiklah, Sebelum bulan merah berakhir kini saatnya untuk menstransform chakramu ke dalam chakraku."
Sambil menjulurkan tangannya dan mengeluarkan sihir nya kini ia bergegas memulai transform chakra dengan rasa ambisiusnya.
"Aaaargghh...."
Agra pun berteriak kesakitan, ia merasakan sakit yang teramat dalam seakan jiwanya ikut keluar tertarik oleh gelombang elektrik dari chakra yang dikeluarkan oleh Leviathan.
"Hah! ternyata mereka menyegel chakra itu dengan sihir "Hight Seal Tingkat IX" terlalu lama jika aku harus membuka segelnya terlebih dahulu, salah satu cara agar cepat proses transformnya adalah dengan merusak segel ini" -Leviathan
"Tunggu dulu tuan Leviathan! merusak segel Hight Seal sangatlah beresiko." -Seigiro Hakku
"Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan tuan!" -Panglima Zein
"Jangan khawatir aku akan melakukan semuanya sesuai perhitunganku, ini saatnya untuk menstransform chakra itu aku sudah ditengah perjalanan dan sebentar lagi segel itu akan rusak."
Namun ditengah proses transform, Leviathan digagal kan oleh seekor kucing, ya ... hanya seekor kucing.
"Apa ini!?" -Leviathan
"Hah ... hah ... hah ... Nnnekko?!" nafas yang terengah-engah mencoba mempertahankan kesadarannya.
"Miauww!" (Larilahh!)
"Apa? kau bagaimana?"
"Miauww miauuww meow!" (jangan pikirkan aku larilah!)
Tiba-tiba ....
Teringat bayang-bayang ayah dan ibunya saat melindungi Agra dari para Redfire clan hingga rela mati deminya. Agra pun kini tidak ingin lagi menyia-nyiakan pengorbanan orang-orang yang telah melindunginya.
Termasuk juga nekko kucing pintar yang ditemukannya dalam keadaan lapar sekarang rela mengorbankan dirinya hanya untuk menyelamatkannya, Agra kini bergegas lari dan pergi meninggalkan tempat itu.
(Setelah berlari selama 25 menit)
"Hah ... hah ... tubuhku lemas sekali tusukan ini membuat darahku mengalir tak terhenti, bagaimana aku bisa lari jauh dari kejaran mereka? aku harus bisa pertahankan kesadaranku."
Agra melanjutkan larinya dan kini Rival yang mulai pulih dari lukanya mencoba mengejar dibelakangnya, kejar-kejaran part III pun terjadi kembali.
"Mau lari kemana kau? Sampai ujung dunia pun akan kucari kau hingga ketemu."
"Miaaaww!" Nekko datang dengan menggerang dan mencakar Rival.
"Aduhh ... Hah? Apa? Bagaimana mungkin kucing itu bisa ada disini bukankah ayah tadi melawannya?"
Mendengar suara Nekko Agra pun Menoleh ke belakang.
"Nekko? ternyata kau merencanakan sesuatu? kau kucing yang pintar."
"Miauw miow!" (Ayo lari!)
"Baiklah, ayo."
Mereka pun melanjutkan pelariannya.
*****
(Hutan Vedernight)
Tengah malam.
"Laporr, tuan Rival pergi mengejarnya namun dihadang oleh kucing oranye itu lagi." Prajurit Kastil.
"Tunggu dulu apa-apaan ini? disana ada kucing yang mirip dengan kucing yang menghadang kita disini, lalu disini kucing siapa?" -panglima Zein
Terlihat begitu banyak dan semakin bertambah kucing yang menghadang para klan redfire di hutan vedernight, bahkan ciri-cirinya mirip dengan nekko.
"Astaga kalian para kucing mengganggu saja, enak-enak nonton drama Aksi malah kalian mengganggu!"
Laurent yang saat itu sedang menyimak pertarungan itu merasa kesal dengan hadirnya kucing-kucing tersebut.
"Lelucon macam apa ini!?" Leviathan dengan tatapan kebingungannya itu.
(Back to Agra's position)
****
"Sepertinya kita sudah terlalu jauh berlari, aku sudah tidak kuat lagi."
Brukk ....
Badan Agra pun terjatuh di tanah dan tubuhnya pun mulai melemah, kulitnya memucat putih bak Albino.
"Miaw miauuww!!" (Ayo lari!!)
"Kaliann!!!" -Rival
"Meooungg ... ggrrrhhh ..."
Kucing itu menggerang pada Rival, seakan mecoba melindungi Agra yang tengah hampir sekarat. Seketika Nekko melompat ke arah Rival dan mencakar wajahnya namun Rival berhasil menyingkirkannya dengan menebaskan pedangnya ke tubuh Nekko hingga terdapat luka goresan ditubuhnya.
"Nekko!?"
Wajah khawatir Agra pun mulai muncul setelah nekko terhempas dan terluka.
Agra bangkit kembali dan membawa nekko lari meski tubuh agra kini sedang memburuk dan tidak bisa berdiri, Agra pun tetap memaksakan dirinya untuk terus berlari dari kejaran para Redfire clan.
"Aku akan memastikan kau akan baik-baik saja, aku akan membawamu pergi dari tempat ini sejauh mungkin kita berlari tetaplah bertahan nekko."
_________________________________________________
meski darah ini tetap mengalir dan tubuh ini semakin memburuk, setidaknya aku masih memiliki satu keinginan yang harus ku wujudkan dalam kondisi apapun. Aku tidak ingin memutar ulang lagi kejadian itu, banyak orang yang rela mengorbankan nyawanya hanya untuk menyelamatkanku dan melindungiku namun aku tidak bisa membalasnya. Dan kini meski ia hanya seekor kucing, tapi setelah bertemu dengannya aku tidak kesepian lagi dia selalu membantuku, bahkan disaat semua meninggalkanku dia datang sebagai malaikat pelindungku, dia pintar dan periang oleh karena itu kuberi nama Nekko kau harus selamat. Harus.
(Self reminder by Agra)
________________________________________________
Suara langkahan kaki dengan tangan kanan membawa kucing dan tangan kirinya menutupi darah bekas luka tusukan, tak sampai pada tempat bebasnya kini Agra kembali terjatuh dan tergeletak dengan nafas yang terengah-engah.
"Hah ... hah ... Argghh ... mata ku mulai gelap."
Rival pun datang lagi dan mengambil Nekko dari Agra. Kucing yang tak sadarkan diri kini dibawa pada kematiannya.
"Kucing seperti ini membuat kami kebingungan saja bikin spam klan kami saja, dasar kucing sialan! kubuang kau disungai kebetulan ada sungai disana."
"Jangan!"
BYUURRR....
"Hmm ... sayangnya sudah terlanjur tidak apa-apa kan?" Rival dengan wajah santainya.
"Kau ... (kedua tangan menggenggam tanah) kau benar-benar biadab!"
Kemarahannya pun kini tak terbendung lagi, mata biru yang redup seketika bersinar biru. Agra pun menyerang Rival dengan potensi dash tinggi dan mencoba mengarahkan pukulanya ke wajah Rival. Rival pun menahan pukulan Agra dengan satu telapak tangannya.
"Kenapa? marah? ayo serang aku! dia tidak akan selamat karena kucing takut air kan? Seharusnya jika sebelumnya kau mau memberikan chakramu kau tidak akan seperti ini"
Deg!!
Seranganya kini terhenti, dan mengalihkan pandangan ke sungai tempat nekko dibuang, Agra pun lari menuju sungai itu.
"Dari pada chakra ini dimiliki oleh orang jahat sepertimu lebih baik chakra ini akan ku bawa sampai mati, agar kalian tidak bisa memilikinya dan tidak akan pernah memilikinya sampai kapanpun."
"Mau apa kau? Apa kau mau menyusul kucing itu hah?"
(Suasana seketika hening)
Byuuurrr....
"Ya ampun dia benar-benar nekat, lalu bagaimana aku melaporkannya nanti kepada ayah."
Rival seketika panik setelah melihat Agra melakukan hal nekat yang mungkin bisa menghilangkan nyawanya, Agra menjeburkan diri di sungai dengan rasa patah semangatnya. Dengan pilihan yang sulit ia harus rela kehilangan apapun yang dimilikinya. Dan kini darah yang terus menetes akan menjadi tetesan darah terakhir dari pertempuran antar klan ini.
#BERSAMBUNG
jangan lupa LIKE, KOMEN, dan VOTE.
..."salam hangat dariku untuk pembaca setia, tetaplah bersamaku maka kau akan terus merasa aman 😊"...
...(~Agra Le Bluezer)...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
🎇🎇Someone¥₩¥🌌🌌
Suka banget sama karyamu thor.
Semangat ya.
2021-05-13
1
nona_happy
sampai sini duluu.. nanti dilanjut lagi..
2021-03-30
1
anggita
Agra👌👊
2021-03-16
1