Bara Sudah memulai aktivitas sedikit normal.
Sesuai janji di awal kontrak pernikahan bahwa Bara akan di naikkan jabatannya.
Ya ..kali ini Bara mulai di pindahkan, bukan lagi menjadi asisten pak Beni asistennya pak Budiman tapi di tugaskan di bagian marketing.
Jika sebelumnya hanya pegawai part time dan hanya menjadi asisten dari asisten yang tak jelas statusnya, kini sudah sedikit lebih baik dan berpotensi menjadi pegawai tetap di sana.
Bara memang di pindahkan di bagian marketing tanpa ada yang tahu identitas siapa dirinya.
"Uuuh..... amaaan," baginya semakin tertutupi identitas nya semakin aman dan tak terbebani.
Di divisi marketing ada sekitar sepuluh orang anggotanya, lima orang pria dan sisanya wanita, lima orang pria itu termasuk Bara pegawai baru.
Sebagai pegawai baru, biasalah pasti mengalami tekanan dan biasa di jadikan kacung sama senior seniornya di sana.
Untung saja mbak Ratna kepala divisi pemasaran sangat baik pada Bara.
"Bara tolong kau fotocopy berkas ini..?," perintah Bondan yang memang agak brengsek orangnya.
Bara hanya menurut, padahal memfotokopi berkas kan bisa OB yang ngelakuin.
Yaa...namanya juga orang baru pasti di kerjai, batin Bara.
Bukan hanya memfotokopi,..bahkan tugas tugas yang lainnnya kadang malah Bara yang di suruh mengerjakan, padahal bukan tugasnya.
Tapi itu semua Bara kerjakan dengan senang hati, bahkan karena Bara anak yang cerdas dia malah merasa seperti belajar banyak hal secara gratis dan cepat.
Hanya dalam beberapa hari kerja saja dia sudah mampu bekerja layaknya orang lama.
Mbak Ratna bahkan sering memuji muji Bara saat menyerahkan tugas yang sudah di selesaikannya, sewaktu di serahkan di ruangannya.
"Waah...dik Bara, hebat kamu ya...bisa selesain tugas dengan cepat...," puji Ratna.
"Terima kasih Bu.., semua karena bimbingannya semua senior di sini," jawab Bara pelan.
"Eeh..kalau kita sedang berdua jangan panggil Bu.. dong, paling tidak panggil mbak ..gitu ya..," pinta Ratna.
"Haah..?," Bara hanya melongo.
"Enggak salah nih..masak di kantor sama atasan manggil Mbak..? aneh aja kali ya," batin Bara.
Bara buru buru mengangguk dan pamit keluar dari ruang pimpinannya.
**
Sudah hampir satu minggu Bara tinggal di apartemen Opa di daerah itu, dan Yolanda pun ikut di sana, meskipun kadang kadang juga sering balik ke rumahnya.
Meskipun tinggal bersama namun intensitas keduanya bertemu sangat jarang.
Bara sibuk kuliah dan kerja, begitupun dengan Yolanda yang juga kuliah sambil kerja, apalagi pekerjaan Yolanda dobel sambil mengurus bisnis butiknya, meskipun butik itu sudah ada yang mengelola yaitu madam Mince.
Jum'at sore Bara pulang lebih awal karena memang akhir week end, sebenarnya bukan awal sih tapi di banding hari hari biasa terhitung lebih awal.
Sebenarnya Bara mau di ajak makan malam sama Ratna pimpinannya sambil ketemu klien katanya, tapi Bara mengatakan ada keperluan mendadak sekali dan akhirnya di bolehkan pulang meskipun dengan beberapa pesan, "besok jangan menolak, kalau mau di ajak ketemu klien," kata Ratna.
Bara hanya mengangguk dalam diam.
Sampai di apartemen Bara kaget, tak biasanya Yolanda pulang awal seperti saat ini.
"Lho ..kok tumben pulang awal Non..?," sapa Bara yang tak ingin ada kebisuan dan kekakuan di antara mereka.
Yolanda hanya mendengus kecil.
"Huh..," dengan muka cemberut.
Bara memandang gadis cantik itu, waah...meskipun cemberut kok ya tetep cantik...ya...., duuh..makin gemes aja pingin mencubit pipinya yang nggemesin...
Plaak..!!
Bara memukul jidatnya sendiri untuk mengusir pikiran gesreknya.
"Aku lapaar...!," suara bentakan kecil dari Yolanda membuyarkan lamunan Bara.
"Non Yola..mau makan apa..? tanya Bara.
"mau pesen makanan ..., atau mau enggak kalau aku buatkan mie rebus ala anak kosan..? di kulkas ada sayuran dan telur," kata Bara.
Entah kenapa..wajah Yolanda jadi cerah seketika, sambil menganggukkan kepalanya.
**
POV Bara
Akhirnya apa yang di janjikan tuan Hendrawan terlaksana juga.
"Alhamdulillah," batinku, aku sudah mulai menjadi karyawan di Santosa Group di bagian marketing.
Sekarang aku tidak lagi menjadi asisten dari seorang asistennya asisten...ya..pokonya gitulah..aku tidak lagi menjadi asistennya pak Beni asisten dari pak Budiman seorang asisten direktur.
Yaa... meskipun sebagai karyawan baru pasti di plonco istilahnya di gojlok dulu, tak apalah aku malah bisa cepat belajar dari tugas yang dibebankan kepada ku.
Untungnya lagi kepala bagian pemasaran ini sangat baik kepadaku,..eh..tapi baiknya kok aneh ya....aah... bodo amat.
Aku juga lega akhirnya aku bisa pindah dari rumah utama tuan Hendrawan, jujur aku tertekan bila harus hidup di sana terus.
Yaa..meskipun di sini juga bersama nona Yolanda, tak seperti harapanku yang tinggal sendirian kayak di kosan.
Ini jujur dari hati kecilku yang terdalam....aku pria normal, bahkan sangat ...sangat ..sehat..perkasa, aku takut ....kalau lama lama bareng nona Yolanda...ada setan lewat dan aku hilang kendali..., kan berabe...bisa di pancung aku.
Tapi untungnya sih..kita sama sama sibuk, dan jarang ketemu. Paling kita ketemu berpapasan doang, habis itu dia masuk kamar dan tidur di sana, aku ..tidur di depan tivi, asyik acaranya ...mantap gila, channel nya banyak... pokoknya mantuull dah.. kata di iklan...
Eeeh tapi yang aku heran.. non Yolanda tiap tidur kok ya kamarnya tidak di tutup sih...kadang aku lihat sekilas, takutnya selimutnya lepas atau banyak nyamuk kan ..kasihan.
Suweer ...aku nggak ngapa ngapain..cuma kadang memandang wajah nya yang kayak bidadari itu, sambil membetulkan selimut lalu keluar dan menutup pintunya, takut nyamuknya masuk dan gigit kulitnya yang putih mulus..gak lucu kan kalau bangun tidur ada bentol bentol di kulitnya.
Jum'at sore adalah hari yang aku tunggu..Sabtu libur.. Minggu libur..YESS bisa istirahat dan santai santai di rumah...kayak sultan.
Eeh..tumben non Yolanda masih sore kok sudah ada di apartemen sih..,waah..gagal santai santai ku.
"Lho kok tumben pulang awal Non," tanya ku.
Gadis itu hanya mendengus,..alaaamaak...makin gemesin deh..kalau manyun gitu.
ingin rasanya ku towel pipinya, atau ku cubit...eh..tidak tidak..mungin ku cium kali ya pipinya.. pokoknya gemes deh ..lihat wajah manisnya.
Plaak..!!
Kupukul otak kotorku biar ilang.
"Aku lapaar..!!," teriak monster cantik itu.
Aku tawari aja mau pesan makanan online atau..ku beranikan diri....usul mau ...enggak..ku..buatkan makanan mie rebus ...ala anak kosan macam aku.
Eeh tak kusangka wajahnya yang tadinya sedikit manyun terlihat sumringah dan makin cantik.
Non Yolanda menganggukan kepalanya sambil mengikutiku menuju dapur apartemen.
Ku pakai apron biar enggak ngotori pakaianku, mulai dah aku membuka kulkas dan mengambil bahan bahan yang dibutuhkan.
sayuran, telur dan ada daging cincang sedikit, semua ku olah bersama mie instan menjadi menu yang enak dan hangat.
"Nona Yola..mau pedes apa enggak ..?," tanyaku mengagetkannya yang nampak diam sambil memandangku memasak untuk nya.
"Sedikit pedas...," katanya sambil tersipu karena ku tatap balik wajah cantiknya.
Treenteeeng.....mie kuah hangat dengan toping ayam cincang dan telur ceplok air sudah siap, sedikit ku beri taburan bawang goreng..uuh... yummy.. , ancamaaan...gueest.
Ku bawa dua mangkok mie rebus tersebut ke depan meja kecil yang ada di depan tivi sambil ku hidupkan tivi dengan acara musik yang menarik.
Lho...kok kayak nge date ya..kami makan berdua.
Non Yola..mengikuti langkah ku, tanpa ku minta dia duduk di depanku.
Wajah kami sangat dekat, sudah hampir setengah bulan lebih kami bersama baru kali ini kulihat wajahnya sedekat ini.
"Subhanaallah...... Masyaallah...cantiknya..istriku..eh istri bohongan ku," batinku.
___________
Makin seru enggak siiih....?
Seru ..enggak..seru...wajib tinggalkan jejak..jika berkunjung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 158 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
WADUHHHH, KBANYAKN POV NYA, GANGGU AMAT....
2023-01-10
0
Eni Da
ngk usah ada pov nya thor
2022-04-23
0
Herro Madmuar
bosan ulang ulang terus
2021-10-07
0