Eps 11 Hari Pernikahan

Bara menghampiri wanita paruh baya itu, berniat mencium tangannya.

Namun nampaknya perempuan itu tak terlalu terkesan dengan Bara.

Bara tetap menyalaminya meskipun mendapat perlakuan yang tak mengenakkan.

"Selamat pagi nyonya Hendrawan..," sapa Bara sambil meraih tangan wanita itu untuk di cium layaknya ibunya.

Saat di salami pun nyonya Hendrawan hanya berlaku sekedarnya saja.

Kemudian Bara di ajak kembali menemui pria sepuh yang masih nampak gagah dan sehat, yang ada di ruang lain lagi.

Pria sepuh itu sedang berbicara dan bercanda dengan pak Budiman dan pak Beni yang nampak sangat menghormati pria sepuh tersebut.

"Papi.., perkenalkan ini Bara..," kata tuan Hendrawan dengan pelan dan nampak sangat hormat.

Pria sepuh tersebut berbalik dan menatap Bara sedikit lama.

Bara terpaku di tempatnya, sedikit sedih bila mengingat sikap nyonya Hendrawan, dia juga tak menghendaki pernikahan ini dan tak menginginkannya, dia merasa hanya sebutir debu di hadapan orang orang ini.

"Waah..cucu menantuku..!!," teriak pria sepuh tersebut kemudian memeluk Bara yang masih kaku di tempatnya.

Bara tak menyangka akan mendapat perlakuan yang berbeda seratus delapan puluh derajat.

Bara buru buru tersadar dan mencium tangan pria sepuh yang masih bugar tersebut.

"Selamat pagi tuan," sapa Bara dengan sopan sembari mencium tangan pria sepuh itu.

"Eh..no..no...no...! panggil saja opa Santosa..," kata pria sepuh tersebut sambil menepuk nepuk pundak Bara.

Setelah di perkenalkan dengan orang orang penting di sana, Bara kembali di ajak ke ruang dimana pertama kali masuk setelah habis tanda tangan perjanjian tadi.

Ruangan dengan dekorasi serba putih yang sangat mewah dan indah itu sudah di sediakan podium mini, tingginya hanya setengah meter dari lantai utama.

Bara di arahkan menuju ke podium yang sudah di pasangi permadani yang sangat indah itu.

Di tengah permadani itu sudah ada meja kecil dan tampak seseorang sudah duduk di seberang meja, nampaknya petugas dari KUA.

Bara kemudian duduk bersila di seberang petugas KUA yang ada di balik meja.

Mereka masih menunggu calon mempelai wanita yang masih di dandani oleh MUA.

Hanya beberapa saat saja, seorang gadis sudah nampak muncul dengan di dampingi nyonya Hendrawan.

Gadis yang memakai pakaian pengantin serba putih itu berjalan pelan dan duduk di samping Bara yang hanya diam tak berani menoleh sedikitpun.

Dengan di pandu dan di pimpin oleh petugas KUA itu akhirnya akad nikah di laksanakan.

Dengan lancar Bara mengucapkan apa yang sudah di perintahkan untuk dihafalnya.

"Saaah..! Saaah.!!

Teriakan para saksi yang ada di sana, menyatakan bahwa pernikahan itu sudah sah di mata hukum dan agama.

Petugas KUA meminta pengantin wanita untuk membuka kain penutup kepala yang menyatu dengan mahkota indah ala ala princess, dan memerintahkan sang wanita untuk mencium tangan suaminya.

Jrreeerngg..!!

kain penutup wajah pengantin wanita di sibakkan ke belakang, sesaat mata bara bertemu dengan gadis tersebut, mereka saling menatap diam termangu.

Bara hanya terpana melihat kecantikan gadis yang kini sudah menjadi "istri" kontraknya.

Dengan rambut panjang hitam terurai sedikit bergelombang di bagian ujungnya, sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih.

Mata bulat besar hitam dengan bulu mata yang panjang dan alis tebal alami.

Hidung yang cantik sesuai dengan bentuk wajahnya, dan bibir yang sangat menggoda dengan warna yang sesuai

Semua itu membuat Bara sesaat terpana sebelum kesadarannya kembali.

"Silahkan pengantin wanita mencium tangan sang suami," perintah petugas KUA.

Dengan kaku gadis itu meminta tangan Bara untuk di ciumnya.

Kemudian di lanjutkan oleh Bara yang mencium kening gadis yang baru saja menjadi "istrinya".

Semua yang ada di sana bertepuk tangan dan di lanjutkan dengan pesta di tempat itu.

**

POV Bara

Pagi pagi aku sudah bersiap menunggu jemputan.

Setelah jemputan ku datang, aku segera memasuki mobil mewah tersebut menuju butik yang kemaren itu.

Disana sudah ada petugas Santosa Group yang kemarin menemaniku.

Selesai dari butik kami langsung meluncur menuju ke suatu tempat, yang hanya sopir dan pegawai Santosa Group itu yang tahu.

Aku malas berbasa basi pikiranku masih puyeng memikirkan jalan hidupku.

Mobil memasuki sebuah bangunan yang mewahnya mirip istana Raja di film film yang aku lihat.

Disana sudah menunggu pak Budiman dan pak Beni.

Aku di ajak ke sebuah ruang untuk menandatangani kontrak perjanjian.

Kubaca isi kontrak tersebut setelah sebelumnya meminta ijin tuan Hendrawan.

Secara garis besar aku sudah bisa menangkap isi kontrak tersebut, lalu ku tanda tangani surat kontrak itu.

Setelah selesai menandatangani kontrak perjanjian itu, aku di ajak tuan Hendrawan menemui seseorang.

Mula mula seorang wanita paruh baya cantik dan elegan, ternyata itu istri tuan Hendrawan.

Aku ingin menyalaminya, namun pandangan nyonya Hendrawan nampak tak suka terhadap ku.

"Tak apalah nyonya Hendrawan tak menyukai ku, kalau boleh memilih pun aku enggan melakukan pernikahan sandiwara ini, aku hanya sebutir debu di hadapan orang orang kaya itu."

Namun aku tetap menyalami nya, aku tak perduli bagaiman sikapnya terhadap ku.

Selesai menemui nyonya Hendrawan aku di ajak lagi menemui seorang pria sepuh tapi masih nampak bugar.

Ternyata beliau adalah ayah dari tuan Hendrawan bernama tuan Santosa.

Aku semula takut bila kejadian seperti saat bertemu nyonya Hendrawan terulang, namun di luar dugaan ternyata tuan Santosa sangat humbel alias ramah.

Bahkan memintaku memanggilnya Opa Santosa.

Setelah selesai dari sana aku di giring kembali ke ruang yang sudah di hias mewah tadi, di sana sudah ada podium mini yang juga tak kalah mewah.

Ditengah nya ada meja kecil dan sudah duduk seorang petugas KUA.

Aku duduk di depan petugas KUA tersebut, sesaat kemudian mempelai wanita datang dengan di dampingi nyonya Hendrawan.

Dengan pakaian yang senada denganku yaitu putih, wanita itu nampak anggun duduk di sampingku, meskipun aku tak berani menoleh sedikitpun.

Acara akadpun selesai dengan lancar kuucapkan, cuma menghafal beberapa baris kata saja mudah bagi otakku yang cerdas ini...he..he...sombong dikit ya...

Setelah terdengar teriakan Saah...! Saaah..!!

Resmi lah kami menjadi suami istri di mata hukum dan agama, namun tidak di hati dan kehidupan kami.

Tibalah saat pengantin wanita di perintahkan membuka kain penutup wajahnya.

Jrreeerngg...!!!

Aku terpana melihat kecantikan wanita di depanku ini.

"Subhanallah...!!, aku sampai tak bisa mengucapkan apa apa."

"Sempurna..,'' hanya kata itu yang mewakili pikiran ku.

Kami saling menatap lama, aku tak tahu apa yang di pikirkan gadis tersebut hingga dia juga menatapku sangat lama.

Hingga akhirnya aku kembali berdebar hebat saat gadis itu di perintahkan mencium tanganku dan aku mencium keningnya.

"Ya Allah..kuatkan hamba mu."

________

**Gimana reader semua ...

seru..gak...ya....

tinggalkan jejak ya dan dukung karya penulis remahan ini**...

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

PERNIKAHAN SAKRAL, DI JADIKAN PERMAINAN OLEH HENDRAWAN, PASTI OPA SANTOSA TDK TAU TTG STTUS PERNIKAHAN BARA & YOLANDA.

2023-01-10

0

AbhiAgam Al Kautsar

AbhiAgam Al Kautsar

klo ada POV di skip aj ya para pembaca yg Budiman

2022-09-22

0

Herro Madmuar

Herro Madmuar

trll byk POV bosan

2021-10-07

2

lihat semua
Episodes
1 Eps 1 Panggil Aku Bara
2 Eps 2 No Woman No Cry
3 Eps 3 Tawaran Gila
4 Eps 4 Tawaran Gila ll
5 Eps 5 "Deal" Karena Bapak Kecelakaan
6 Eps 6 Menengok Bapak
7 Eps 7 Membiayai Bapak
8 Eps 8 Fitting Baju
9 Eps 9 Tuan Muda..?
10 Eps 10 Perjanjian
11 Eps 11 Hari Pernikahan
12 Eps 12 Noni Yolanda Santosa
13 Eps 13 Rencana Balik Kosan
14 Eps 14 Rencana Balik Kosan ll
15 Eps 15 Rencana Gagal
16 Eps 16 Satu Kamar
17 Eps 17 Penyebab utama
18 Eps 18 Tawaran Opa
19 Eps 19 Pekerjaan Baru apartemen Baru
20 Eps 20 Terluka
21 Eps 21 Taman Kota
22 Eps 22 Monster Cantik
23 Eps 23 Pulang ke Rumah
24 Eps 24 Keresahan
25 Eps 25 Aku sudah sehat
26 Eps 26 makan bersama
27 Eps 27 Istri
28 Eps 28 Belanja untuk Suami
29 Eps 29 Opaa..
30 Eps 30 Hadiah untuk Bara
31 Eps 31 Makin Dekat
32 Eps 32 Di minta Pulang lagi
33 Eps 33 Di Kantor
34 Eps 34 Kinerja Bara
35 Eps 35 Makanan Kesukaan Suami
36 Eps 36 Ketemuan dengan pak Musri
37 Eps 37 Panggilan Sayang
38 Eps 38 menginap di apartemen kembali
39 Eps 39 Tragedi si Mr
40 Eps 40 Bertemu Leon
41 Eps 41 Dukungan Opa
42 Eps 42 Kepercayaan Opa
43 Eps 43 Terpergok Tuan Hendrawan
44 Eps 44 Bisnis Tambahan
45 Eps 45 Rencana Keluarga di Kampung
46 Eps 46 Sahabat Baru
47 Eps 47 Galau
48 Eps 48 Keluarga Tony Wijaya
49 Eps 49 di Tempat Kerja
50 Eps 50 Kunjungan Mendadak
51 Eps 51 Bersama Lagi
52 Eps 52 Jujur
53 Eps 53 Mulai Melawan
54 Eps 54 Kehebohan di Kantor
55 Eps 55 Rezeki...lagi
56 Eps 56 Rencana Pulang Kampung
57 Eps 57 Tiba di Rumah
58 Eps 58 Kedatangan Yolanda
59 Eps 59 Pengakuan
60 Eps 60 Bahagia itu kadang sederhana
61 Eps 61 Keseruan
62 Eps 62 Jasmine ..lagi..
63 Eps 63 Belanja
64 Eps 64 Bertepuk Sebelah Tangan
65 Eps 65 Tak jadi menjemput Yola
66 Eps 66 Kecoa bohongan
67 Eps 67 Aku milikmu seutuhnya
68 Eps 68 Rencana Usaha
69 Eps 69 Gadis masa lalu
70 Eps 70 Balik ke Kota
71 Eps 71 Kembali Kerja
72 Eps 72 Keteguhan Yolanda
73 Eps 73 Galeri
74 Eps 74 Jebakan Betmen
75 Eps 75 Jebakan Yang Gagal
76 Eps 76 Rencana yang gagal
77 Eps 77 Duuh..Mesranya bila Berdua .
78 Eps 78 di Kampus
79 Eps 79 Kegundahan hati Tuan Hendrawan
80 Eps 80 Kesiapan Galeri
81 Eps 81 Rencana Reuni
82 Eps 82 Kemarahan Tuan Hendrawan
83 Eps 83 Ketegangan di Rumah Utama
84 Eps 84 Masuk Nominasi
85 Eps 85 Kembali ke Desa
86 Eps 86 Menepis Gosip
87 Eps 87 Kamu Makin Ganteng
88 Eps 88 Kehebohan Reuni
89 Eps 89 Kemarahan
90 Eps 90 Mulai Bangkit Lagi
91 Eps 91 Usaha
92 Eps 92 Rencana Yolanda
93 Eps 93 Bertemu Kembali
94 Eps 94 Oleh oleh Opa
95 Eps 95 Kedatangan Opa
96 Eps 96 Ancaman
97 Eps 97 Opa
98 Eps 98 Bertemu
99 Eps 99 Mansion Utama
100 Eps 100 Tinggal sama Opa
101 Eps 101 Baby twins
102 Eps 102 Rencana Kerja Lagi
103 EPs 103 Berkunjung ke Galeri
104 Eps 104 Bertemu Leon Lagi
105 Eps 105 Rencana Bantuan Tuan Hendrawan
106 Eps 106 Bank
107 Eps 107 Sepuluh Milyar
108 Eps 108 Aku selalu ingin bersamamu
109 109. PT Sant Otomotif
110 Eps 110 Kegiatan yang Kontras
111 Eps 111 Tertangkap
112 Eps 112 Berita Gembira
113 Eps 113 Kebahagiaan di Mansion
114 Eps 114 Perkembangan Galeri
115 Eps 115 Pertemuan Bisnis
116 Eps 116 Undangan Makan Malam I
117 Eps 117 Undangan Makan Malam II
118 Eps 118 Menginap di Rumah Utama
119 Eps 119 Program Baru di Galeri
120 Eps 120 Kegundahan Opa
121 Eps 121 Jengkel
122 Eps 122 Berkunjung ke galeri bersama Opa
123 Eps 123 Arti Sahabat
124 Eps 124 Kantor Pusat
125 Eps 125 Menantu Sang Owner
126 Eps 126 Mengambil Undangan Wisuda
127 Eps 127 Rencana kedatangan keluarga menghadiri wisuda
128 Eps 128 Rencana refreshing
129 Eps 129 Kunjungan Tarjo
130 Eps 130 Arts Museum makin lengkap
131 Eps 131 istri Duta besar
132 Eps 132 Bertemu Duta Besar
133 Eps 133 Di jemput kapan..?
134 Eps 134 Ngidam makanan dari desa
135 Eps 135 Kedatangan Besan
136 Eps 136 Oleh oleh dari kampung
137 Eps 137 Ngidam mangga muda
138 Eps 138 Keseruan di Butik
139 Eps 139 Persiapan Berlibur di Desa
140 Eps 140. Wisuda
141 Eps 141 Insiden setelah Wisuda
142 Eps 142 Di Rumah Sakit
143 Eps 143 Terungkap nya kebenaran
144 Eps 144 Keputusan
145 Eps 145 Ke Desa Bersama Keluarga Besar
146 Eps 146 Tiba di Desa
147 Eps 147 Persiapan Pesta pernikahan dan Peresmian
148 Eps 148 Kemeriahan sebelum Pesta
149 Eps 149 Resepsi dan Peresmian
150 Eps 150 Kemeriahan
151 Eps 151 Aku Lebih Mencintaimu
152 Eps 152 Liburan sudah Usai
153 Eps 153 Berkunjung Kembali.
154 Eps 154 Kebaikan Seorang Sultan
155 Eps 155 Kelahiran Baby twins
156 Eps 156 Suasana gembira
157 Eps 157 Rencana Aqiqah
158 158. Final Episode "Aqiqah" (End)
Episodes

Updated 158 Episodes

1
Eps 1 Panggil Aku Bara
2
Eps 2 No Woman No Cry
3
Eps 3 Tawaran Gila
4
Eps 4 Tawaran Gila ll
5
Eps 5 "Deal" Karena Bapak Kecelakaan
6
Eps 6 Menengok Bapak
7
Eps 7 Membiayai Bapak
8
Eps 8 Fitting Baju
9
Eps 9 Tuan Muda..?
10
Eps 10 Perjanjian
11
Eps 11 Hari Pernikahan
12
Eps 12 Noni Yolanda Santosa
13
Eps 13 Rencana Balik Kosan
14
Eps 14 Rencana Balik Kosan ll
15
Eps 15 Rencana Gagal
16
Eps 16 Satu Kamar
17
Eps 17 Penyebab utama
18
Eps 18 Tawaran Opa
19
Eps 19 Pekerjaan Baru apartemen Baru
20
Eps 20 Terluka
21
Eps 21 Taman Kota
22
Eps 22 Monster Cantik
23
Eps 23 Pulang ke Rumah
24
Eps 24 Keresahan
25
Eps 25 Aku sudah sehat
26
Eps 26 makan bersama
27
Eps 27 Istri
28
Eps 28 Belanja untuk Suami
29
Eps 29 Opaa..
30
Eps 30 Hadiah untuk Bara
31
Eps 31 Makin Dekat
32
Eps 32 Di minta Pulang lagi
33
Eps 33 Di Kantor
34
Eps 34 Kinerja Bara
35
Eps 35 Makanan Kesukaan Suami
36
Eps 36 Ketemuan dengan pak Musri
37
Eps 37 Panggilan Sayang
38
Eps 38 menginap di apartemen kembali
39
Eps 39 Tragedi si Mr
40
Eps 40 Bertemu Leon
41
Eps 41 Dukungan Opa
42
Eps 42 Kepercayaan Opa
43
Eps 43 Terpergok Tuan Hendrawan
44
Eps 44 Bisnis Tambahan
45
Eps 45 Rencana Keluarga di Kampung
46
Eps 46 Sahabat Baru
47
Eps 47 Galau
48
Eps 48 Keluarga Tony Wijaya
49
Eps 49 di Tempat Kerja
50
Eps 50 Kunjungan Mendadak
51
Eps 51 Bersama Lagi
52
Eps 52 Jujur
53
Eps 53 Mulai Melawan
54
Eps 54 Kehebohan di Kantor
55
Eps 55 Rezeki...lagi
56
Eps 56 Rencana Pulang Kampung
57
Eps 57 Tiba di Rumah
58
Eps 58 Kedatangan Yolanda
59
Eps 59 Pengakuan
60
Eps 60 Bahagia itu kadang sederhana
61
Eps 61 Keseruan
62
Eps 62 Jasmine ..lagi..
63
Eps 63 Belanja
64
Eps 64 Bertepuk Sebelah Tangan
65
Eps 65 Tak jadi menjemput Yola
66
Eps 66 Kecoa bohongan
67
Eps 67 Aku milikmu seutuhnya
68
Eps 68 Rencana Usaha
69
Eps 69 Gadis masa lalu
70
Eps 70 Balik ke Kota
71
Eps 71 Kembali Kerja
72
Eps 72 Keteguhan Yolanda
73
Eps 73 Galeri
74
Eps 74 Jebakan Betmen
75
Eps 75 Jebakan Yang Gagal
76
Eps 76 Rencana yang gagal
77
Eps 77 Duuh..Mesranya bila Berdua .
78
Eps 78 di Kampus
79
Eps 79 Kegundahan hati Tuan Hendrawan
80
Eps 80 Kesiapan Galeri
81
Eps 81 Rencana Reuni
82
Eps 82 Kemarahan Tuan Hendrawan
83
Eps 83 Ketegangan di Rumah Utama
84
Eps 84 Masuk Nominasi
85
Eps 85 Kembali ke Desa
86
Eps 86 Menepis Gosip
87
Eps 87 Kamu Makin Ganteng
88
Eps 88 Kehebohan Reuni
89
Eps 89 Kemarahan
90
Eps 90 Mulai Bangkit Lagi
91
Eps 91 Usaha
92
Eps 92 Rencana Yolanda
93
Eps 93 Bertemu Kembali
94
Eps 94 Oleh oleh Opa
95
Eps 95 Kedatangan Opa
96
Eps 96 Ancaman
97
Eps 97 Opa
98
Eps 98 Bertemu
99
Eps 99 Mansion Utama
100
Eps 100 Tinggal sama Opa
101
Eps 101 Baby twins
102
Eps 102 Rencana Kerja Lagi
103
EPs 103 Berkunjung ke Galeri
104
Eps 104 Bertemu Leon Lagi
105
Eps 105 Rencana Bantuan Tuan Hendrawan
106
Eps 106 Bank
107
Eps 107 Sepuluh Milyar
108
Eps 108 Aku selalu ingin bersamamu
109
109. PT Sant Otomotif
110
Eps 110 Kegiatan yang Kontras
111
Eps 111 Tertangkap
112
Eps 112 Berita Gembira
113
Eps 113 Kebahagiaan di Mansion
114
Eps 114 Perkembangan Galeri
115
Eps 115 Pertemuan Bisnis
116
Eps 116 Undangan Makan Malam I
117
Eps 117 Undangan Makan Malam II
118
Eps 118 Menginap di Rumah Utama
119
Eps 119 Program Baru di Galeri
120
Eps 120 Kegundahan Opa
121
Eps 121 Jengkel
122
Eps 122 Berkunjung ke galeri bersama Opa
123
Eps 123 Arti Sahabat
124
Eps 124 Kantor Pusat
125
Eps 125 Menantu Sang Owner
126
Eps 126 Mengambil Undangan Wisuda
127
Eps 127 Rencana kedatangan keluarga menghadiri wisuda
128
Eps 128 Rencana refreshing
129
Eps 129 Kunjungan Tarjo
130
Eps 130 Arts Museum makin lengkap
131
Eps 131 istri Duta besar
132
Eps 132 Bertemu Duta Besar
133
Eps 133 Di jemput kapan..?
134
Eps 134 Ngidam makanan dari desa
135
Eps 135 Kedatangan Besan
136
Eps 136 Oleh oleh dari kampung
137
Eps 137 Ngidam mangga muda
138
Eps 138 Keseruan di Butik
139
Eps 139 Persiapan Berlibur di Desa
140
Eps 140. Wisuda
141
Eps 141 Insiden setelah Wisuda
142
Eps 142 Di Rumah Sakit
143
Eps 143 Terungkap nya kebenaran
144
Eps 144 Keputusan
145
Eps 145 Ke Desa Bersama Keluarga Besar
146
Eps 146 Tiba di Desa
147
Eps 147 Persiapan Pesta pernikahan dan Peresmian
148
Eps 148 Kemeriahan sebelum Pesta
149
Eps 149 Resepsi dan Peresmian
150
Eps 150 Kemeriahan
151
Eps 151 Aku Lebih Mencintaimu
152
Eps 152 Liburan sudah Usai
153
Eps 153 Berkunjung Kembali.
154
Eps 154 Kebaikan Seorang Sultan
155
Eps 155 Kelahiran Baby twins
156
Eps 156 Suasana gembira
157
Eps 157 Rencana Aqiqah
158
158. Final Episode "Aqiqah" (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!