POV Yolanda
Aku sungguh kecewa dengan apa yang terjadi dengan hidupku.
Banyak orang bilang aku sangat beruntung sudah cantik, kaya, sukses apapun yang ku inginkan pasti terwujud.
Ya selain aku "tuan putri nona muda" dari keluarga Santosa yang terkenal kaya raya, aku juga memiliki penghasilan sendiri dari bagian sahamku di Santosa Group juga di butik yang ku miliki.
Namun butik itu tidak ku kelola sendiri tapi ku pasrahkan kepada salah satu kepercayaan ku Madam Mince.
Aku kecewa dengan hidupku karena semua yang ku impikan buyar...yaarr..!!
Aku akan sedikit bercerita tentang salah satu cita cita hidupku, selain sukses di karir juga sukses di percintaan.
Hanya saja sampai saat ini tidak ada satupun lelaki yang menarik hatiku, eh..hanya ada satu pria yang menarik bagiku yaitu kak Leon.
Aku sudah mengaguminya sejak kecil bahkan mungkin dia cinta pertamaku, tapi aku juga tak tahu apa ini cinta atau hanya obsesi saja.
Kak Leon adalah anak salah satu kolega papa ku, usia lebih tua lima tahunan dari ku.
Alangkah gembira hatiku saat aku masih SMA di beri tahukan bahwa akan di tunangkan dengan nya.
Meskipun kami sudah di tunangkan namun kami jarang bertemu, meskipun begitu aku tetap menjaga hati dari yang lain.
Aku hanya fokus kepada bisnis, kuliah dan karir ku.
Sebenarnya makin ke sini dan makin dewasa aku makin tahu siapa sebenarnya kak Leon itu.
Lelaki yang ku jadikan idola itu bukanlah sosok yang sempurna, ternyata dia adalah seorang casanova.
Sudah banyak ku dengar cerita dan kabar burung yang mengatakan perihal perbuatan kebusukannya.
Namun saat kami bertemu dia seakan dewa suci yang tak bersalah .
Hingga suatu saat papa Hendrawan sendiri yang memergoki semua kelakuan bejatnya dengan jalang di luaran.
Hatiku juga hancur mengetahui kebenaran itu, meskipun sudah banyak teman teman ku yang memberitahuku namun tetap saja bukti yang di dapatkan papa lebih akurat dari apapun.
Padahal rencana pernikahan kami sudah matang, bahkan sudah tinggal hitungan hari.
Undangan sudah di sebar baik dalam negeri maupun luar negeri.
Akhirnya keluarga besar kami melakukan rapat keluarga, membahas apa yang harus di lakukan.
Perdebatan panjang terjadi antara papa, mama dan sanak famili lainnya.
Opa Santosa hanya terdiam saja,dan aku hanya menangis.
Jujur aku bila di tanya juga bingung mau jawab apa, kecewa dengan Leon.. pasti, kecewa dengan rencana pernikahan ku yang gagal..? mungkin.
Tapi yang pasti aku kecewa dengan hatiku kenapa bisa mengagumi pria brengsek macam Leon.
Atau mungkin itu karena dahulu hanya lelaki itu yang ada di sekitarku yang terlihat tampan.
Entahlah....
Akhirnya dari hasil rapat keluarga yang mendadak itu di buat suatu keputusan agar tak terlalu mencoreng nama baik keluarga kami.
Aku tetap menikah bohongan dengan orang yang akan di pilih papa dan katanya sih ..di bayar dengan berbagai perjanjian yang akan di syaratkan.
Ya..akupun setuju daripada menikah sungguhan dengan lelaki brengsek macam Leon.
Jujur saat ini aku sudah muak dengan Leon, bahkan mendengar namanya saja aku pusing.
Persiapan pernikahan sudah hampir seratus persen, semua sudah ada yang mengatur bahkan baju pengantinku pun sudah tertangani dengan baik oleh Madam Mince.
Hingga tiba saatnya akad nikah di laksanakan.
"huh...jujur aku males banget, apa yang akan terjadi setelah ini..?, aku hanya pasrah saja.
Aku sudah di panggil petugas yang akan menikahkan kami.
Dengan di dampingi mama yang masih saja cemberut dengan pilihan papa, aku berjalan menuju podium di aula rumah kami.
Disana kulihat sudah ada sosok lelaki yang duduk bersila di depan petugas KUA.
Lelaki itu hanya menundukkan kepalanya tanpa berani menoleh ke arahku.
Kembali petugas itu menanyakan kepada kami berdua tentang kesiapan pernikahan ini bagi kami berdua.
"Apakah saudara Arjuna Satya Sambara sudah siap melangsungkan pernikahan ini..?," tanya petugas itu.
Yang di jawabnya "siap pak.."
"Huuh siap..! siap apany...?.coba..emang kamu siapa..sih..?, hanya pemuda miskin bayaran...lagaknya aja ..bilang siap ..siap..dengan mantap pula..."
"Eeh...siapa tadi namanya..?..Aah.. sudah lah...gak penting kali."
Kemudian petugas itu bertanya kepada ku.
"Apakah saudari Noni Yolanda Santosa sudah siap melangsungkan pernikahan ini..?"
Pertanyaan itu hanya ku jawab dengan anggukan kepala ku.
Setelah bertanya kesiapan kami,dan kami jawab, petugas itu kemudian memberikan ceramah kepada kami berdua, apa saja tugas suami ..apa saja tugas .. istri..bosaan aku..
Habis ceramah selesai Akad nikahpun di mulai.
Akhirnya... lelaki itu mengucapkan bacaan akad nikah tersebut dengan lancar.
"Waah nampak nya dia sudah berlatih keras, dia bisa mengatakan namaku dan lafal bacaan itu dengan lancar ."
Saah..!! Saaah..!!!
Teriak teriakan para saksi dan tamu menggema di ruang aula rumah kami.
Aku yang akan segera pergi dari tempat itu, malah di tahan oleh petugas KUA tersebut.
Katanya istri harus mencium tangan suami agar mendapatkan berkah.
"Haah..sudah gila kalee..., mencium tangan orang asing..? yang bener pak ..!!," batinku sih.
Dengan terpaksa aku mengikuti prosesi selanjutnya yaitu, penutup wajahku harus kubuka.
Kami sudah saling berhadapan meskipun pandangan kami masih saling menunduk.
kami saling mengangkat wajah dan ku buka kain penutup wajahku untuk di sibakkan ke belakang.
Tatapan kami bertemu.
"Ooh..my God...ternyata pria ini sangat tampan..bahkan lebih ..lebih..tampan dari Leon yang selama ini ku kagumi.."
"Dengan kulit putih dan alis yang tebal, tatapan matanya tajam namun menyejukkan, kumis tipis dan bulu halus di pipinya menambah kejantanan pria di depanku ini."
Aku benar benar terpana dengan sosok di depanku ini.
Dan kayaknya dia pria baik baik di lihat dari pancaran matanya yang teduh tersebut.
Tanpa sadar aku mencium tangan pria tampan ini, dan kulihat dia juga maju untuk mencium keningku.
Saat tubuh kami berdekatan bisa ku dengar detak jantung nya yang berdebar keras karena dadanya tepat di samping telinga aku.
"He..he...tampaknya dia juga nerves juga ya..."
Sedikit lama kami saling menempel dalam posisi dia mencium keningku.
Sampai akhirnya suara tepuk tangan para tamu undangan menyadarkan kami dan kamipun saling menjauh.
Setelah itu kami menerima ucapan dan selamat dari para tamu undangan yang hadir di ijab Kabul pernikahan kami.
Aku sangat lelah kakiku terasa pegal karena harus berdiri menyalami para tamu undangan yang lumayan banyak, padahal ini belum resepsi lho, hanya pesta kecil sedangkan resepsi nya lima hari lagi di gedung yang sudah papa sewa.
Tampaknya pria di samping ku cukup tanggap dengan rasa lelahku, di pegangnya tubuhku hingga aku bisa bersandar di tubuh kekarnya.
"Pengertian juga ya kamu.., meskipun awalnya aku enggan...ya daripada jatuh pingsan, ku sandarkan aja tubuhku mengurangi lelahku.
___________
**Gimana reader... seru enggak sih..
pokoknya seru ..enggak... seru tetep wajib tinggalkan jejaknya...ok
makasih.. happy reading**...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 158 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
SEMOGA TUMBUH BENIH2 CINTA DI YOLANDA UNTUK BARA...
2023-01-10
0
Heny Ekawati
visualx dong thor biar gk penasaran dg bang bara
2021-09-29
2
Eva Toan
lanjut
2021-08-21
3