Hari ini Bara cukup kelelahan hanya karena mencoba baju baju yang sudah di siapkan dan di atur.
Bahkan cara jalan Bara pun diatur bagaimana nanti saat ada di pelaminan.
Hari mulai siang dan Bara pun di antar kembali ke kosan oleh sopir yang langsung datang begitu selesai urusan di butik itu.
"Ini sudah selesai kak..?," tanya Bara kepada perempuan dari Santosa Group yang mendampingi nya.
"Sudah tuan muda..,Silahkan kembali ...sopir sudah menunggu anda..," kata perempuan muda itu sopan.
"Tuan muda..? tak salah pendengaranku..kan?, siapa lagi yang menjadi tuan muda..jadi merinding aku mendengarnya," batin Bara dengan sedikit bergidik.
"Eh..benar juga pak sopir sudah ada di depan butik menungguku yang baru saja keluar dari ruang ganti pakaian."
"Silahkan tuan muda, mari saya antar kembali ke tempat anda," kata pak sopir yang tadi.
"Lho tak salah dengar ..lagi..kan aku, bahkan pak sopir yang tadi pagi menyebut namaku mas ..kok tiba -tiba berubah jadi tuan muda siih.. wes..angel...angeell," batin Bara kembali.
"Maaf pak.. bapak kan tadi pagi manggil saya mas..lha kok sekarang jadi tuan muda ..? bukan kah aneh pak..?," tanya Bara kepada sopir itu.
"Itu instruksi dari atasan, kan sebentar lagi tuan muda menjadi suami nona muda kami..," kata bapak itu lagi.
Bara hanya diam termangu tak mampu berkata kata lagi.
Mobil akhirnya meninggalkan butik tersebut.
Sepanjang jalan Bara hanya terdiam, kemudian ingatannya kembali teringat sesuatu.
"Maaf pak apakah bapak mengenal dekat nona Yoo.."
"Nona Yolanda..," akhirnya bapak itu yang meneruskan.
"Iya pak..nona Yolanda. ?."
"Maaf tuan muda saya kurang mengenalnya, karena saya bukan sopir pribadi non Yolanda," kata bapak itu.
"Terus siapa sopir pribadi nya pak..?."
"Namanya pak Ujang, cuma terkadang bila berhalangan di gantikan pak Bandi," kata bapak itu kembali.
"Ooh.."
"Bapak tahu kenapa saya bisa menikah dengan nona Yolanda..?." kembali Bara bertanya.
"Kalau itu bapak tahu..tuan muda, kan di jodohkan oleh tuan besar Hendrawan karena tuan muda orang yang ulet dan pekerja keras.''
"Haah..!!," Bara tercengang sendiri dengan jawaban pak sopir tersebut.
"Waduh..apa apaan ini, alasan macam apa ini, aku makin jadi penasaran dengan semau ini. kalau saja ada yang bisa menerangkan seterang terangnya...ooh betapa bahagianya aku," pikiran Bara makin terkuras habis hanya memikirkan masalah ini.
Mobil akhirnya sampai di kosan Bara, dan Bara turun dari mobil tersebut dengan beban pikiran dan beban fisik ..yaa...lelaah.
Setelah mengucapkan terima kasih Bara memasuki kamar kosannya.
Bruukk..
Langsung Bara menjatuhkan diri di kasur yang lumayan empuk tersebut.
Kisah hidup macam apa ini..pikiran Bara melayang tak karuan mencoba mengurai apa yang di hadapi.., namun tak menghasilkan apapun selain tanda tanya yang lebih besar lagi.
Dan Bara pun terlelap.. pulas.
**
Kkriing...kriing...
Suara dering telepon genggam memaksa Bara untuk membuka matanya yang masih berat.
"Siapa sih ..? ganggu tidur nyamanku saja," batin Bara sedikit kesal.
Di lihatnya nomor pak Bandi.
"Ya halo..pak.?, ada apa ya pak..?." tanya Bara kepada pak Beni.
"Maaf tuan muda..mengingatkan dua hari lagi pernikahan akan di laksanakan," kata pak Beni.
Deeerr!!
" *Ini lagi..pak Beni, bos ku langsung di tempat kerjaku memanggilku dengan sebutan tuan muda ...waah..senewen sendiri dah aku.'
"Aaapaaaaa...!! dua hari lagi pernikahanku, ya Allah semoga ada hikmah yang baik dari peristiwa ini*."
"Baik pak..," kata Bara kepada pak Beni.
"Oh.ya pak kira kira apa yang perlu saya siapkan..?," tanya Bara.
"Tidak ada tuan muda ..semua data sudah di ambil dari berkas lamaran yang tuan muda buat dahulu," jawab pak Beni.
"Bersiap saja pagi pagi, menunggu jemputan," kata pak Beni lagi.
"Baik pak ." kata Bara sambil mengakhiri panggilan telepon tersebut.
Kantuknya hilang seketika dan rasa lelah yang tadi menggelayuti badannya seakan sirna dengan tidur berkualitas meski hanya sebentar, ternyata benar juga ya kata tidur siang membuat otak istirahat sejenak.
Bara mengambil telepon genggam nya lagi dan menghubungi ibunya yang masih menunggui bapaknya di rumah sakit.
"Assalamualaikum bu, bagaimana operasi bapak..?," tanya Bara.
"Alhamdulillah nak ..semua lancar berkat doamu, bahkan besok sudah boleh pulang, tinggal seminggu lagi kontrol luka ke dokter terdekat," jawab ibu dari seberang.
"Syukurlah.. Alhamdulillah..semua di berikan kelancaran," kata Bara.
"Ya..sudah Bu, jaga diri ibu jangan sampai kelelahan nanti malah tambah repot sendiri."
"Iya Bara.., ibu bersyukur punya anak yang baik seperti mu, hati hati di sana ya nak..ibu selalu berdoa semoga semua yang terbaik untuk mu," kata ibu mengakhiri sambungan telponnya.
_____________
**Masih seru..kah...?
Masih ingin di lanjut...?
Tinggalkan jejak dulu dong...?
biar author semangat....ok**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 158 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
MAKIN PENASARAN, APA NNTI YOLANDA TERIMA BARA SBAGAI SUAMINYA..
2023-01-10
0
LIEN SINGA
tambah seruuu
2021-11-10
2
Jaya Aira
ok
2021-09-26
2