Bara berjalan menuju lobi rumah mewah tersebut, karena di sanalah mobil yang akan mengantarnya kembali ke kosan menunggu.
Sebelum sampai di lobi itu, Bara berpapasan dengan nyonya Hendrawan di ruang tengah yang menghubungkan dengan ruang tamu sebelum sampai lobi depan.
Bara menganggukkan kepalanya ke arah nyonya Hendrawan, namun nyonya Hendrawan malah melengos memalingkan mukanya.
Bara tak mengambil hati, karena dia sadar...siapa dirinya dan bagaimana kedudukan nya di rumah ini.
Ya ..dirinya hanya pekerja di rumah itu, pekerja yang berstatus pengantin bayaran.
Sampai di lobi depan tampak Opa Santosa sedang berbincang dengan para pegawai yang ada di rumah itu, itu bisa di lihat dari seragam yang di pakai para pekerja itu.
Bara sudah mengendap endap agar tak kelihatan sewaktu mau pergi, tapi tenyata Opa Santosa melihatnya dan memamggilnya.
"Bara..!!."
"Ehh..Opa juga tahu namaku..?!."batin Bara kemudian berjalan pelan menghampiri .
"Ada apa ya Opa..?," tanya Bara begitu dekat.
"Mau kemana kau ..? ini sudah mau sore..?," Opa malah balik bertanya.
"Mau balik ke kosan Opa..," Jawab Bara.
"Lho lha kenapa..? memangnya ada barang penting yang ketinggalan di sana..?sehingga perlu segera kau ambil..?," cecar Opa Santosa kepada Bara.
"Eem...terus istrimu bagaimana..? sudah tahu..?."
Bara hanya mengangguk kan Kepala nya.
"Baiklah segera balik kemari sebelum malam, kasihan istrimu bila terus menuggumu..," kata Opa Santosa
"Whaaaatt...!!??, balik kemari..? sebelum malam..?, lha ini namanya aku tinggal di rumah ini..? gak salah niih..? batin Bara berkecamuk kebingungan.
"Maaf Opa ..saya akan tinggal di kosan sementara ini, sampai menunggu saatnya nanti resepsi, lima hari nanti saya balik ke sini lagi," jawab Bara sambil membungkukkan badan.
"Apa...!!??, tidak bisa..!! kamu harus tetap tinggal di sini, kau sudah menikah dengan cucuku dan tadi pagi kau sudah mengucapkan kalimat suci yang harus kamu pertanggungjawaban di mata Tuhan dan sesama manusia," kata Opa Santosa.
Bara keget dengan jawaban dan perkataan dari Opa Santosa.
"Aku akan bicara dengan Hendrawan ...setelah selama kemarin aku hanya diam mengikuti permainannya," kata Opa Santosa kembali sambil beranjak pergi.
Pak Bandi yang rencananya mau mengantar Bara hanya terdiam di dekat mobil mewah dengan menundukkan kepalanya.
"Tuan muda ikuti saja perkataan Tuan Santosa, karena beliaulah yang memiliki semua yang ada di sini," kata pak Bandi pelan setelah Opa Santosa berlalu masuk ke dalam rumah mewah itu.
Bara masih termangu dengan segala peristiwa yang menimpanya.
"Ada apa..ini?, apa yang musti aku lakukan..?, tinggal di sini...? gak salah..? terus bagaimana dengan kehidupanku..? kuliahku ..? pekerjaanku...?," Bara.
Bara belum beranjak dari tempatnya berdiri ketika tuan Hendrawan menghampiri nya.
"Bara..., mulai hari ini kau tinggal di sini," kata tuan Hendrawan yang kemudian berlalu dari sana.
"Haah..?, ya Allah...apa lagi yang mesti aku lakukan ..? trus di mana aku tidur..? Bara.
Bara kembali masuk ke dalam rumah yang sangat mewah itu kembali, dengan kebingungan mau kemana.
Akhirnya Bara kembali ke ruangan di mana tadi berada, yaitu kamar yang biasa di gunakan oleh tamu yang berkunjung di rumah itu.
Bara masuk kamar itu kembali dan saat mau meletakkan barang bawaannya, pintu kamar di buka dari luar.
Cekleek...
"Lho..kok di sini...sih.?," Yolanda berkata dengan nada ketus.
"Iya Non ..tadi tuan Hendrawan memerintahkan saya untuk tinggal di rumah ini," jawab Bara.
"Lha terus kenapa di kamar ini..?."
"Maksudnya.... Non..?."Bara kebingungan.
"Memangnya kamar ku di sini..?," jawab Yolanda sambil berjalan keluar kamar.
Bara melongo..bingung tidak tahu maksud dari perkataan gadis yang sangat cantik itu..apalagi jika pas sedikit galak.. seperti ini...uuh..gemesiiin.
Plaaak..!!
Bara menepuk jidatnya sendiri yang mulai error.
"Heii..kenapa masih di sana..!," teriak Yolanda sambil membalikkan badannya.
"Emangnya kamu tahu letak kamarku..?." teriaknya lagi.
Bara segera mengambil tas yang berisi pakaian gantinya.
Berjalan mengikuti gadis cantik ..eh..sangat cantik itu, menuju kamarnya.
"Kamarnya" .. uuh...otak Bara seketika memanas, jantungnya makin berdebar saat gadis itu mulai menaiki tangga di depannya.
Pandangan matanya tak lepas dari pinggul gadis itu yang nampak bergoyang indah saat melangkah, dengan baju model atasan dan bawahan yang hanya sebatas lutut memperlihatkan betis yang mulus saat menaiki tangga.
Tiba -tiba Yolanda berbalik begitu sampai di ujung tangga terakhir dan memandang Bara yang masih.. terpesona..aku.... terpesona..
"Hei..mesum..jangan berpikir yang macam macam ya..!!," bentaknya.
BYaaar..!!
Lamunannya seketika buyar..kesadarannya pulih seketika mendengar suara bentakan gadis manis yang kini nampak tingginya hampir sama dengannya karena berdiri di tempat yang berbeda.
"Memangnya apa yang saya pikirkan sih..non," kata Bara berkilah.
"Halaah...paling paling ya hal hal mesum..," jawab Yolanda.
Bara mukanya langsung memerah, seakan maling ketangkap basah.
Menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Kemudian kembali menundukkan kepalanya mengikuti gadis itu yang sudah kembali berjalan ke kamarnya.
Sampailah keduanya di sebuah kamar di lantai dua tersebut.
Kamar yang sangat sangat luas, mungkin seluas rumah di kampung nya.
Bara mengikuti gadis itu memasuki kamar yang mewah tersebut.
Aroma kamar perempuan menyeruak menusuk hidung Bara, membuat Bara sedikit panas dingin.
Bara masih mematung di sana bingung mau melangkah kemana.
"Taruh di sana tasmu, disana juga sudah ada baju bajumu," kata Yolanda.
Bara melangkah ke arah lemari super besar yang ada di lorong menuju kamar mandi dan kamar ganti, di sana ada dua lemari pakaian dan satu lemari berisi bermacam sepatu, tas dan aksesoris yang Bara juga tidak tahu apa itu fungsi nya.
Bara membuka asal saja salah satu lemari tersebut tapi nampaknya itu milik Yolanda, segera di tutupnya dengan segera dan sedikit malu, kemudian di bukanya lemari yang satunya.
Matanya sedikit terbelalak ternyata di sana memang sudah tersedia puluhan pakaian yang sudah tertata rapi untuk nya.
Bara menaruh tas pakaiannya dengan perasaan yang gundah gulana.
coba aja reader bayangkan hidup di tempat yang tak biasa dan penuh dengan tekanan batin, tak bisa menjadi diri sendiri yang bebas semaunya.. pokoknya..ribettt..
__________
**Happy reading...
Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejak ya...
Makasih..sudah membaca..cerita ini**...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 158 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
LGI2 BARA GOBLOK, YAA OPA TAULH NAMA LOO,, HADEHHHHHH🤦🏻♂🤦🏻♂🤦🏻♂🤦🏻♂🤦🏻♂
RUPANYA OPA SANTOSA TAU RENCANA SI HENDRAWAN TERHADAP PRNIKAHAN CUCUNYA...
TPI KYKNYA OPA SANTOSA PNY RENCANA BUAT CUCUNYA AGAR SLAMANYA MNJADI ISTRI BARA.. BARA PSTI SDH DPT NILAI PLUS DI MATA OPA SANTOSA, TPI TDK DGN NY.HENDRAWAN, KYKNYA TU MMA MERTUA PNGN DPT MNANTU LAKI2 KAYA & SEDERAJAT..
2023-01-10
0
Cssd Indriati
suka bgt
2021-08-01
0
Bilqis aja
pokonya mantap ajaah
2021-07-26
2