Hari masih pagi, bahkan belum ada jam 08.00 pagi ketika Bara di panggil Opa untuk menghadap beliau.
Bara masih berada di kamar ketika itu.
Tok..! tok..!
Yolanda yang sudah berganti dengan bajunya nampak cantik membuka pintu.
"Ada apa ya..?." tanya Yolanda kepada pelayan rumah tangga yang di utus memanggil Bara.
"Tuan Muda di panggil Tuan Santosa..nona."
"Bersama Nona... sekalian," kembali pelayan itu berkata.
"Baik aku dan suamiku akan menemui Opa," kata Yolanda.
Beberapa saat kemudian kedua orang tersebut sudah berada di ruangan khusus dimana di sana hanya tuan Santosa yang menempati bila di rumah tersebut.
"Ada apa Opa..?," tanya Yolanda kepada Opa.
"Opa mau berbincang dengan suamimu," jawab Opa.
Bara yang hanya di ajak Yolanda menemui Opa tadi, tanpa di beritahu tujuannya sedikit bingung.
"S..saya Opa..?," tanya Bara terbata bata.
"Iya ..kamu," jawab Opa singkat.
"Bicara tentang apa Opa..?, Bara.
"Opa ingin bertanya sekali lagi dengan kamu, apa yang membuat kamu selalu ingin meninggalkan rumah ini, padahal ada istrimu di sini..?," tanya Opa langsung ke inti masalah.
"Maaf Opa .. sebelumnya, bukan karena apa tapi memang saya merasa di sini kurang tepat untuk saya Opa," jawab Bara.
"Maksudmu bagaimana..?,Opa bertanya.
"Opa tahu kedudukan saya sebenarnya di rumah ini, dan juga tentang bagaimana hubungan saya dengan nona Yolanda yang sebenarnya, saya merasa tidak bisa beraktivitas seperti biasa bila masih terus di sini," terang Bara sedikit panjang.
Yolanda hanya memandang ke arah Bara entah apa yang di pikirkan nya.
"Baiklah kalau hanya masalah aktivitasmu yang terganggu dan kau tidak merasa nyaman di sini." kata Opa
"Opa sudah memutuskan kalian akan menempati salah satu apartemen Opa di daerah X, di sana kau bisa beraktivitas lebih nyaman," kata Opa lagi.
"Maksud Opa ..? Saya kurang mengerti Opa," sahut Bara masih bingung.
"Kamu tidak usah balik ke kosanmu, tapi tinggallah di apartemen Opa yang ada di daerah X, di situ kamu bisa ke kampus dan ke kantor lebih cepat," kata Opa lagi menerangkan.
"Sendiri kan Opa..?."
"Ish... bersama istrimu lah, kalian kan suami istri, masak pisah pisahan sih," terdengar suara Opa mulai meninggi.
"Haah..!!, berdua ..??!," teriak keduanya bersamaan.
"Tapi Opa..," suara Bara terhenti dengan bentakan Opa.
"Tak ada tapi tapi an, kalian sudah menikah dan Opa tak akan mengikuti permainan kalian ini, bagi Opa pernikahan adalah sakral, dan ini sudah takdir dari yang kuasa hingga terjadi seperti ini," kata Opa tegas.
Bara masih termangu, terdiam di tempatnya.
Yolanda yang melihat Bara hanya melongo diam, mendengus kecil
"Huuh.., sebal," gumamnya.
Bara makin tak enak hati melihat Yolanda yang tampak tak menyetujui rencana Opa tersebut.
**
POV Yolanda
Akhirnya selesai sudah.. acara resepsi.
Badanku rasanya remuk, sakit semua.
Mungkin aku kurang olahraga kali ya, jadi mudah lelah.
Aku akui memang aku tak terlalu suka olahraga, tapi kalau lihat badan yang atletis karena olahraga sih suka, kayak suami "bohongan" ku.
Kayaknya sih dia orangnya suka olah raga, badannya aja tegap gagah dengan otot otot yang kekar, belum perutnya kayak roti sobeek...iih gemees...dah.
Jujur aku kini sama sekali tidak pernah lagi memikirkan Leon, bahkan dalam mimpi pun tak pernah, eeh..tapi kok malah sering kepikiran ..si Bara ya...enggak lucu kan masak baru ketemu beberapa hari jatuh cinta,...ah paling karena aku lagi kecewa saja, hati ini jadi mudah goyah.
Tapi yang paling aku sebel sama diriku sendiri, kenapa ya bila kakiku sakit selalu ingin di pijiti oleh-nya.
Andai saja masih ada mbok Mar, jika dia tak pulang kampung aku pasti di pijit terus olehnya, dia kan yang ngerawat aku sejak kecil dan tahu kebiasaan ku selalu di pijit sebelum tidur.
Malam ini aku gelisah, ya Allah kakiku rasanya pegel banget...pingin deh rasanya nangis.
Tapi malu... kan ada ..babang Bara..ish..ada apa sih dasar pikiranku...kok jadi gesrek.
Tapi bener kok badanku terutama kakiku sakit sekali, pegel banget.
Sudah kucoba gerak gerakan, sampai seperti ayam di sembelih gelepar sana gelepar sini tapi masih sakit.. , hicks...mau nangis ..bener bener pegel deh.
"Non.. sini aku pijitin kakinya biar enggak sakit," Tiba tiba babang Bara menawarkan mau mijiti lagi kaki aku.
Yang kemarin aja waktu selesai gladi bersih acara resepsi aku masih malu, karena semalaman di pijit, masak sekarang mau di pijiti lagi.
Aku diam saja pura pura tidur kali ya ....amaaan.
Eeh ...si babang Bara kayaknya mulai naik ke kasur dan mijiti kakiku....ya Allah ...nikmat mana yang kamu dustakan, dengan kabikannya ..dia memijitku dengan telatennya hingga aku terlelap sampai pagi.
Aku sengaja memakai pakaian tidur agak seksi ....biar babang Bara tertarik, biar saja kan ini kamarku..lagian kan babang Bara suami aku..ya..meski kata papa bohongan, tapi tak apalah...cuek aja.
Aku bangun tidur dan sedikit kaget lihat babang Bara berdiri mematung di depan lmari pakaian....., eeh..ngapain tuh anak berdiri di depan lemari pakaian sambil memegang tasnya.
Jangan jangan mau pergi..aduuh gimana dong..?, kok aku jadi khawatir kalau dia benar benar pergi, tapi mau bagaimana lagi..., mungkin dia tak nyaman di sini...atau .....jangan jangan Bara sudah punya gandengan kali ya, sehingga dia tak tertarik padaku.
Iya ....mungkin dia sudah punya pacar, pantesan lima hari ini dia santai santai saja tidur di sofa, sama sekali tak tertarik memandangku.., jangankan memandang ...melirik ...aja kayaknya tak pernah tuh.
"Heii..!!," teriakku ...jujur aku jadi males... mikir dia sudah punya pacar.
Karena dia diam saja malah masih nampak melamun mungkin memikirkan pacarnya, aku kembali teriak sambil memanggil namanya.
"Heii..! Baraa..!!
Mendengar teriakan ku dia kaget dan menatapku.
Dia memalingkan wajahnya...sama sekali tidak tertarik padaku padahal aku memakai baju tidur seksi...uuh menyebalkan.
Aku makin sebal, apalagi saat ku tanya ada apa...?, kok berdiri mematung di depan lemari pakaian sambil membawa tas nya.
Rupanya dia mau balik ke kosan nya, memang ada apa sih ..di kosan ampe di kangenin pingin balik kesana.
Aku sampai kaget dia mau balik ke kosan dan tak sengaja aku berteriak.
"Apaaa..!!," tanya ku sangat keras.
Eeh...dianya malah bicara ngawur.
"Dasaar mesuum...!!," tapi aku jadi malu sendiri, karena yang mesum ternyata pikiranku sendiri.
Aku mandi, habis mandi dandan yang cantik.
Tiba -tiba Opa memangil kami berdua lewat pembantu rumah tangga kami.
Akhirnya aku ajak Bara menemui Opa, tanpa penjelasan apapun.
Kami kaget dengan pengakuannya, ternyata Bara merasa tak nyaman di sini.
Yaa terang aja..., aku juga kadang kasihan jika melihat dia selama lima atau enam hari ini, hanya diam di kamar tanpa aktivitas.
Keluar paling paling pas makan bersama, itupun dia nampak kaku sekali dan nampak tegang.
Akhirnya Opa menawarkan kami tinggal di apartemen di daerah X, tapi nampaknya dia tak ingin aku ikut, padahal aku berharap bisa berduaan dengan nya ..aku mulai suka padanya, Dia ..gagah tampan, sangat baik .....dan suka mijiti aku.
Karena dia tak ingin bersamaku, aku jadi kian sebal.
"Huuh...sebaal," gumamku sambil cemberut.
______________
**Gimana...?
biasa aja...? apa tambah seru...?
Pokonya apapun itu tinggalkan jejak....itu baru jempol**..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 158 Episodes
Comments
Kati Kati22
kebanyakan POV jd ribet baca musti berulang"
2021-09-24
1
Mae Allis
Pov Nya ga di baca. isi nya sama ama yg diatasnya.
2021-09-19
0
Eva Toan
opa blm tau kawin kontrak😀😀😀
2021-08-21
0