POV Bara
Aku sangat lelah sekali di rumah ini.
Semua harus serba aku jaga, maksudku semua serba pura pura.
Dari tingkah laku sampai tutur kata, belum lagi masalah perasaan.
Aku harus menjaga perasaanku agar tidak mudah sakit hati dan tersinggung, seperti sikap Nyonya Hendrawan yang selalu memandang sinis kepadaku setiap kami bertatap muka.
Ya wajarlah.., orang kaya mana coba yang mau punya menantu kere macam aku, ..it's ok, tak masalah buatku.
Kehidupan tetap harus berlanjut dan aku punya tanggung jawab terhadap keluarga ku dan isi perjanjian yang harus aku tepati selama satu tahun ini.
Aku berniat balik ke kosan saja, disana bisa istirahat nyaman tanpa tekanan.
Yap...sopir siap di lobi.
Berangkaaat.....eh..tapi di depan ada Opa, waduuh.
Sudah mengendap endap aku berjalan.... eh..ketahuan juga.
Ternyata ..Opa juga tahu namaku...?, dan akhirnya aku tidak jadi molor bobok cantik di kosan...karena tidak boleh sama Opa.
Aku bingung sekali tinggal di rumah ini, coba bayangin ..di kosan aku bisa menjadi Bara yang seenaknya, bisa ngurus si Neneng motorku, bisa melukis gadis gadis artis cantik sesuai hobby ku.
Tapi di sini, boro boro..semua harus bersandiwara.
Aku melangkah menuju kamar yang tadi aku tempati, kamar itu kamar untuk tamu keluarga tuan Hendrawan.
Baru saja akan meletakkan tas yang berisi pakaian ganti ku.
Eh..nona muda Yolanda sudah masuk, seperti biasa mulut cantiknya sudah ngomel ngomel.
Tapi.. jujur saat ..sedikit marah kok tambah gemesin ya..?
Aku makin bingung saja saat Nona cantik itu mengajak ke kamarnya.
Whaat..!! ke kamarnya..??
Badanku langsung panas dingin kayak demam bro...
Wajarkan....aku pria sehat yang normal..di ajak gadis cantik...eh sangat cantik ke kamarnya ya ..pasti..tahu sendiri kan.. haredang..!!
Ku ikuti saja langkah kaki Nona cantik itu menuju ke kamarnya.
Pikiran liarku..sudah..kemana mana, apalagi saat dia berjalan di depanku menaiki tangga menuju kamarnya yang di lantai dua.
ku tatap pinggang ramping indahnya, dengan model baju atasan dan bawahan yang hanya sebatas lututnya dan menampakkan betis indahnya.
Pikiranku masih mengembara liar, eh..dia tiba tiba berbalik dan menatap ku tajam, saat aku masih
terpesona...aku... terpesona..
"Hei..mesum..jangan berpikir yang macam macam ya..!!
Duaaar..!!!
Kok dia tahu ya.. yang ku pikir kan, aku jadi malu..mungkin wajahku sudah kayak di cat merah ya..hi..hi..
"Memangnya apa yang saya pikirkan sih non..? pura pura saja aku mengelak, malu kan kayak maling ketangkap rasanya bisa ketebak isi otakku.
"Halaah..paling paling ya hal hal mesum," katanya.
Braarr..!
Tepat..!!.anda benar nona.., tapi aku ya tak mungkin kan mengakui itu.
Wajah ku mungkin makin merah, benar benar kayak maling ketangkep deh.
kugaruk garuk aja rambutku yang tak gatal, sambil ku tundukkan kepala takut ketahuan... benarnya tembakkan nona Yolanda.
Ku ikuti langkah kaki nya kembali, menuju kamarnya.
Busyeeet dah...kamarnya seluas rumahku di kampung.
Alaaa...Makk...wanginya gak nahan...cewek banget..
Jujur seumur hidup ku baru kali ini aku masuk kamar perempuan selain keluarga ku.
Jantungku makin berdebar, sampai aku takut copot...enggak lucu yaa..tapi emang bener kok.. deg.. deg..coba kalau gak percaya sini raba dada ku...tuh kan bener.
"Taruh di sana tasmu, di sana juga sudah ada baju bajumu," kata non Yolanda.
Gak salah dengar kan aku..!! baju bajuku ..!! emang ada yang tahu ukuran baju baju ku.
Aku berjalan menuju ke arah yang di tunjuk nya.
Disana ada dua lemari pakaian yang sangat buesaar dan satu lemari berisi tas, sepatu juga aksesoris ...yang aku nggak tahu apa fungsi nya.
Ku buka lemari pakaian secara asal,
Oops...aku malu ternyata pakaian cewek, dan kututup lagi, wuiihh sekilas kulihat ada baju sexi coii.
Ku buka lemari yang satunya, ah ..benar ini baju baju cowok.
wuih..gila bro banyak banget baju bajunya kayaknya masih baru..tuh.
Masak sih ini baju bajuku..? sebanyak ini..?
**
Hari sudah malam, hari ini adalah hari yang paling aneh dalam hidup Bara.
Di mulai saat pagi tadi acara prosesi pernikahan, kemudian berkumpul dengan sanak famili yang sama sekali tak di kenal dan kini malam harinya yang harus satu kamar dengan nona muda Yolanda.
Meskipun berat namun Bara memantapkan diri bertindak profesional, menepati apa yang sudah di tanda tangani nya sesuai isi perjanjian, dan akan menjaga sikap seprofesional mungkin.
Bara sudah bertekad akan berperan sebagai seorang suami seperti selayaknya di mata sanak famili dan kolega tuan Hendrawan, sesuai perjanjian.
"Heii...kenapa lampunya belum di matikan..? terdengar teriakan Yolanda mengagetkan Bara yang masih menatap layar telepon seluler nya.
"Aku tidak bisa tidur bila lampu nya menyala," kata gadis itu lagi.
Padahal bara masih ingin mempelajari sesuatu dari situs on line yang menjadi langganannya.
Meskipun bara sudah jago dalam melukis, tapi dia juga masih banyak belajar dari situs situs tentang berbagai teknik menggambar.
Menghidupkan ponsel di ruang gelap akan menyakitkan mata dan berbahaya, meskipun bisa mode gelap sih, tapi tidak sesuai dengan apa yang akan di pelajari nya.
Bara langsung berdiri dan mematikan lampu kamar kemudian kembali lagi ke sofa tempat nya tidur di kamar itu.
"Uuh..malam yang panjang," batin Bara.
____________
Masih belum seru...ya....
Sabar ya...semoga di episode berikutnya lebih seru....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 158 Episodes
Comments
Nayaka
bingung kk...sebaiknya pov.nya dihilangkan
2022-12-21
0
AbhiAgam Al Kautsar
belom seru karena banyAk PoV
2022-09-22
0
AMi Oxa Zhity
banyak pov nya
2021-09-03
1