Dengan tubuh terhuyung akibat luka goresan cakar beracun Setan Hijau Rombeng di punggungnya, Arga Pangestu berusaha mendekati tubuh Ajeng Larasati yang tertelungkup pingsan di atas tanah. karena masih terkaget dengan kenekatan Pranacitra yang di luar perhitungan berani mengancam hendak merobek bendera hitam Gapura Iblis si nenek tidak sempat mencegah Arga.
Tapi sayangnya sebuah kaki kotor berkudis sudah menginjak tubuh gadis itu ''Pemuda keparat., kau hendak kemana, berhenti saja di situ atau kubuat gadis cantik ini lumpuh dan patah punggungnya..!'' gertak Setan Bungkuk Rombeng bengis.
''Ajeng bertahanlah.,'' desis Arga Pangestu sedih sekaligus geram. ''Baiklah., tapi tolong kau lepaskan dia biarkan diriku yang menggantikannya..!'' ujar pemuda itu sambil berlutut memohon. Setan Hijau Rombeng terkekeh seram, sekali tubuh dan tangannya berkelebat. Arga Pangestu sudah berada dalam cengkeramannya. lengan sipemuda di telikung ke belakang hingga terdengar suara tulang patah disertai jeritan kesakitan.
''Hek., he., he., rupanya kau ini pemuda yang romantis sampai rela menggantikan gadis itu. memangnya siapa dia., kekasihmukah.?''
''Bukan urusanmu nenek jahanam., semoga kau cepat mampus. chuih..!'' umpat Arga sambil meludahi wajah peot si nenek yang serba hijau itu. ludahnya merah bercampur darah.
Tidak ampun lagi wajah tampan Arga Pangestu digampar pulang balik hingga memar berdarah. ''Dengar pemuda bangsat., nyawamu dan gadis itu tinggal tiga hari lagi karena racun cakar hijauku sudah menyayat punggung kalian berdua. jika masih ingin kekasihmu hidup cepat kau minta temanmu untuk mengembalikan bendera hitam itu padaku. ingat hanya aku yang punya obat penawarnya. Hik., hi.,!''
Arga Pangestu menyeringai sinis, ''Kau pikir murid perguruan Gunung Bisma adalah sekelompok pengecut yang takut pada kematian., ayoh habisi kami sekarang juga..!''
Setan Hijau Rombeng gampar muka Arga beberapa kali. tapi Setan Bungkuk Rombeng beri isyarat licik. ''Bocah setan ini sungguh keras kepala. jika kau tidak takut mati berarti juga tidak perduli kalau kekasihmu aku gauli di depan matamu, bagaimana hah., ? hak., ha..!''
Tangan orang tua bungkuk ini langsung bergerak merobek- robek baju atas Ajeng Larasati hingga nyaris telanjang. Arga Pangestu meraung gusar. ''Dasar manusia laknat., tua bangka terkutuk. cepat kau hentikan perbuatan bejatmu..!''
''Hak., ha., kenapa harus kuhentikan, barang bagus mesti segera dinikmati selagi bisa..''
''Manusia Iblis., hentikan semua itu atau kurobek benderamu ini.!'' ancam Pranacitra yang tidak menduga lawan bakal bertindak serendah itu. dengan kemarahan meluap bendera hitam berlambang partai Gapura Iblis itu dirobek dengan kedua tangannya.
''Bangsat., jangan berani lakukan itu..!''
''Hentikan sekarang juga bocah jahanam..!'' teriak Setan Hijau Rombeng dan Setan Bungkuk Rombeng hampir bersamaan. selain murka mereka juga merasa bingung menghadapi keadaan ini. bahkan rekannya si Setan Arit Rombeng yang selalu berdiam diri turut terkesiap kaget dan bermaksud hendak maju mencegah perbuatan Pranacitra. biar bagaimanapun juga bendera Gapura Iblis yang merupakan lambang kekuasan sang ketua partai harus dijaga dengan segala cara. karena jika sampai gagal nyawa merekalah yang menjadi tumbalnya.!
Bendera hitam sudah dibetot keras, Tiga Setan Berbaju Rombeng berseru panik. dalam suasana tegang terjadilah sesuatu yang diluar dugaan. meskipun bendera hitam bergambar gapura dan bulan purnama berdarah itu hanya sebuah bendera kain yang kecil, tapi mempunyai keuletan yang luar biasa kuat. biarpun sudah sepenuh tenaga Pranacitra berusaha merobeknya tapi bendera itu tidak terkoyak sedikitpun. bahkan seutas benangpun juga tidak ada yang terputus. rupanya bendera itu bukan terbuat dari kain sembarangan, tapi dari rajutan tenun benang besi hitam yang langka.!
''Habis sudah., habislah semuanya., bendera sialan..!'' umpat Pranacitra kesal. tubuh pemuda kurus itu jatuh terduduk. Arga Pangestu mengeluh lemah. harapan dan pertahananan terakhir bagi para murid perguruan Gunung Bisma itu telah runtuh.!
Sebaliknya kejadian ini membuat Tiga Setan Berbaju Rombeng tergelak keras. mereka sendiri juga tidak menyangka kalau bendera hitam itu bukanlah benda sembarangan.
Setan Arit Rombeng bertindak cepat. tubuhnya berkekebat menyambar bendera hitam partai Gapura Iblis dari tangan Pranacitra sekaligus kakinya menendang perut pemuda itu hingga terjungkal muntah darah.
''Hek., he., sekarang semua sudah berakhir. bocah ceking keparat., kau sudah berani mempermainkan dan mengancam kami, kematianmu akan kubuat perlahan dan sangat menyakitkan..!'' gertak Setan Hijau Rombeng bengis. setelah menampar pipi Arga Pangestu hingga si pemuda tergeletak pingsan, nenek tua bergincu hijau itu bergerak mendekati Pranacitra.
Tapi baru saja dia melangkah Setan Arit Rombeng sudah keburu mencegat. ''Kau dan Setan Bungkuk Rombeng selesaikan saja tugas kalian secepatnya. cari barang- barang berharga yang mungkin ada di dalam rumah itu. terutama kitab ilmu 'Tangan Guntur Wesi Kuning' dan 'Pedang Pusaka Mentari Biru.' yang kabarnya di miliki oleh tua bangka itu. ingat waktu kita sudah banyak terbuang gara- gara bocah keparat ini..!''
''Lalu apa yang akan kau perbuat pada bocah itu.?'' tanya Setan Bungkuk Rombeng agak kesal karena rencananya untuk menikmati tubuh Ajeng Larasati harus tertunda.
''Hehm., aku punya cara yang sangat bagus untuk menyiksanya..'' geram Setan Arit Rombeng sambil menyeringai kejam. sekali tubuhnya bergerak dia sudah tiba di depan Pranacitra yang merintih kesakitan sambil pegangi perutnya yang seakan jebol. kepalanya tersentak keatas saat tangan Setan Arit Rombeng menjambak rambutnya.
''Heh bocah keparat., cepat katakan di mana Ki Rangga si tua bangka itu biasa tinggal dan menyimpan semua barang- barangnya.?'' tanya Setan Arit Rombeng dengan suara serak melengking. wajahnya yang cacat jadi semakin menakutkan.
''Aku tidak tahu yang kau tanyakan Setan jelek sialan., semoga kalian cepat mampus dengan badan tercerai berai..!''
Setan Arit Rombeng menggeram marah. wajah dan hampir sekujur tubuh Pranacitra di pukuli bagaikan sansak tinju hingga memar berlepotan darah, bahkan bisa jadi beberapa ruas tulangnya ada yang patah.
Hebatnya meskipun bertubuh kurus dan lemah tapi pemuda itu seakan punya daya tahan yang lumayan kuat biarpun sudah dihajar begitu rupa.
''Aaahhk., Baa., baik, aa., akan aku katakan., men., mendekatlah kem., kemari.,'' bisik Pranacitra kesakitan dengan nafas megap- megap karena Setan Arit Rombeng kembali mencekik dan menyiksanya. bibirnya bergumam tidak jelas seakan hendak menyampaikan sesuatu yang penting.
''Apa yang kau katakan., bicara yang jelas..!'' bentak Setan Arit Rombeng, terpaksa dia dekatkan dirinya ke mulut si pemuda.
''Heehm., Kubilang pergilah ke neraka dasar kalian para setan jahanam., chuuiih..'' teriak Pranacitra parau lalu memuntahkan ludah bercampur darah ke wajah Setan Arit Rombeng yang sama sekali tidak pernah menyangka bakal diludahi si pemuda.
Orang bermuka seburuk setan ini meraung murka laksana Iblis. hawa kemarahannya sudah tidak lagi terbendung. ''Bocah edan., kau bakal menyesali semua kebodohanmu sampai ke liang neraka..!''
Sekali ini dia tidak memukuli tubuh mangsanya, melainkan menotok empat buah jalan darah di dada dan perut Pranacitra. lalu dengan paksa dia menjejalkan dua butir obat berwarna merah ke mulut pemuda itu. meskipun berusaha menolak dan memuntahkannya tapi dengan satu gebukan di tengkuk membuat pemuda itu terpaksa menelan dua butiran obat aneh kemerahan yang terasa pahit dan panas di lidah.
''Kau rasakanlah bocah keparat., siksaan paling menyakitkan di dunia ini. Hek., he..'' geram Setan Arit Rombeng tertawa seram.
''Huh., siksaan apa., aku tidak merasakan apapun., jangan- jangan yang kau berikan padaku cuma kembang gula. dasar setan jelek tolol. Ha., ha., ha. !'' ejek Pranacitra, tapi sekejab kemudian dia mulai mengernyit. dari bagian perut dan dadanya terasa panas dan sakit.
Mula- mula rasa sakit dan panas itu cuma berada di dua titik, lalu menyebar ke hampir seluruh tubuhnya. jantungnya seakan berdenyut berkali lipat lebih cepat dan aliran darahnya menggelegak deras bagaikan bendungan yang jebol.
Pranacitra meraung kesakitan tubuhnya bergulingan di atas tanah, matanya mendelik memerah, nafasnya sesak memburu. dari seluruh kulit tubuhnya keluar bintik- bintik merah. keringat bercampur darah membasahi sekujur tubuh si pemuda.
''Hek., hee., kau nikmatilah sendiri siksaan dariku. karena jangankan kau, orang yang punya kepandaian tinggi sekalipun bakalan memilih bunuh diri dari pada mengalami siksaan paling kejam ini..'' geram Setan Arit Rombeng sadis. sementara kedua rekannya saling pandang dan terkekeh buas.
Jika seluruh darah dipaksa mengalir keluar dari tubuh melalui lubang- lubang kecil di kulit sampai habis, maka tidak salah kiranya jika Setan Arit Rombeng berani sesumbar mengatakan inilah satu siksaan yang terkejam dan paling menyakitkan di dunia.!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 470 Episodes
Comments
Luo Zan Thian
robek sajalah...kenapa harus banyak bacot sih
2024-08-30
0
🇮 🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
Kenapa gak di gigit saja sampai putus
2024-08-07
0
🇮 🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
/Whimper//Whimper//Whimper/
2024-08-07
0