Kini di tengah jalanan depan warung makan itu berdiri seorang lelaki jangkung setengah umur berjubah cokelat dan berambut riap- riap yang sebagian sudah memutih. dengan sepasang matanya yang tajam dia menatap Ki Bagaspati bersama seluruh anak buahnya.
''Nama Golok Naga Kembar cukup di kenal di dunia kependekaran. tapi apa kau tidak merasa malu melihat kelakuan anak buahmu yang berani menyiksa para pengemis kecil yang tidak berdaya.?'' tegur orang berjubah coklat itu sambil menolong kelima bocah pengemis itu berdiri. para bocah gembel ini berlindung di belakang tubuh lelaki setengah tua itu.
''Apakah tidak pernah terpikir olehmu kalau sampai kejadian ini sampai tersiar keluar, nama besar pimpinan perkumpulan jasa pengawalan barang Naga Awan akan ikut tercoreng.!'' sambungnya dengan suara kereng.
Ki Bagaspati mendelik gusar, tapi meskipun marah dan tersinggung tapi dia merasa ucapan orang ini sangat beralasan. sekilas dia memandang sekelilingnya, orang yang berkerumun dan menyaksikan kejadian tadi cukup banyak. nama julukan Golok Naga Kembar dan perkumpulan jasa pengawalan barang Naga Awan yang dia miliki bukannya gampang dia raih. tenaga keringat dan tetesan darah menyertai langkah perjuangannya.
Ki Bagaspati tentu tidak rela semua hasil jerih payahnya selama ini hancur hanya karena perbuatan bodoh anak buahnya. tapi untuk mengakui kesalahan ada di pihaknya orang ini juga enggan. baginya itu sama saja menurunkan pamor dan harga dirinya.
''Anak buahku mungkin bersikap agak diluar batas, tapi awalnya kelima gembel kecil inilah yang bikin ribut mengganggu orang yang sedang makan dan beristirahat. kau tahu kami sedang dalam perjalanan jauh, tentunya merasa lelah dan butuh ketenangan saat istirahat..!'' Ki Bagaspati masih memberi alasan, orang ini terus berusaha agar kesalahan tidak ditimpakan seluruhnya pada anak buahnya.
Sementara itu dihatinya sedang berusaha mengira- ngira dengan siapa dia berhadapan saat ini. kalau melihat gerakan tubuh lelaki jangkung ini yang dalam sekejab mampu membuat ketiga orangnya roboh terjungkal tentu dia bukanlah pesilat sembarangan.
Lelaki jangkung setengah umur itu mendengus ''Huh., aku dan semua orang di sini sudah melihat sejak awal kejadian, kelima anak ini meminta makan baik- baik, tapi anak buahmu dengan sombongnya membentak malah sengaja memberi sisa nasi bercampur tanah yang kotor., Chuih.,!''
''Saudara- saudara sekalian., bukankah apa yang sudah kukatakan tadi benar adanya.?'' tanya si jangkung kepada semua orang yang hadir disana. dia seperti sengaja hendak mempermalukan KI Bagaspati.
''Benar., para pengawal barang itu sudah bertindak kejam pada para pengemis kecil yang tidak berdaya.!''
''Aku malah merasa kalau mereka memang tidak punya rasa belas kasihan.!''
''Wah., jadi benar kalau banyak yang bilang para anggota jasa pengawalan barang Naga Awan itu sombong, pimpinannya saja suka main perempuan dan mata keranjang.,!''
''Sungguh tidak tahu malu., sudah jelas salah masih saja mengelak bertanggung jawab.!''
Entah siapa yang memulainya, berbagai hujatan dan cacian kepada perkumpukan Naga Awan yang memerahkan telinga dan memanaskan hati keluar dari mulut semua orang yang berada di sana. karuan saja Ki Bagaspati naik pitam.
''Sudah diam kalian semuanya. dan kau orang tua sialan., apa urusanmu dengan semua masalah ini, katakan siapa dirimu, kurasa kau sengaja hendak menghasut semua orang disini untuk menjatuhkanku.!'' Bentak Ki Bagaspati alias si Golok Naga Kembar marah. semua anak buahnya termasuk yang tadi terkapar roboh sama mencabut golok masing- masing. air muka mereka sama terlihat geram.
Dibawah ancaman seperti itu membuat sebagian orang mulai mundur, meskipun bersimpati dengan para pengemis kecil itu tapi mereka juga tidak mau sampai terkena imbasnya hingga celaka. lain halnya dengan orang tua jangkung itu, dengan tertawa bergelak dia menunjuk Ki Bagaspati., ''Kau lihat sendiri kelakuan anak buahmu yang kurang ajar., kalau dirimu sudah tidak mampu mendidik mereka, biar aku saja yang memberikan pelajaran.!''
Begitu ucapannya habis, tubuh orang tua jangkung berkelebat cepat ke depan, sepasang tangannya yang panjang dan kekar mengemplang kiri kanan lalu menjotos lima sasaran sekaligus, ditambah dua buah tendangan memutar bagaikan halilintar melabrak bumi, setiap jurus serangan yang dilancarkannya mengeluarkan deru angin kencang dan bunyi keras mengguntur.!'
'Whuuk., wheet., beet.!'
'Sraak., braaak. dheees,!'
'Aaaarkh., aaakh.!'
Hasilnya sungguh sangat mengejutkan, dari dua belas orang anggota pengawal barang Naga Awan, lima orang langsung terjungkal roboh dengan tulang remuk, goloknya mental bahkan patah. dua orang lagi malah terpental tubuhnya masuk ke dalam warung sampai membentur meja makan dihajar tendangan kaki si jangkung. sisa anak buah Ki Bagaspati sama mundur dilanda ketakutan.
Hanya dalam segebrakan orang berjubah cokelat ini sudah merobohkan tujuh orang sekaligus. dengan membentang sepasang tangannya, sebelah kiri terkepal dan kanan terbuka si jangkung ini berdiri gagah dengan angkuhnya. melihat sikap orang setengah tua itu Ki Bagaspati langsung teringat seseorang. mukanya sedikit pucat, tanpa sadar dia mundur beberapa langkah. sepasang golok naga kembar di punggungnya diloloskan dari sarungya.
''Hari ini mataku mungkin sudah buta hingga tidak mampu mengenali Ki Rangga Wesi Bledek. tokoh silat ternama dari gunung Bisma yang digelari si 'Tangan Guntur Besi.!''
''Seingatku diantara kita tidak pernah ada silang sengketa, kenapa hari ini kau datang membuat masalah denganku.?'' tegur Ki Bagaspati sambil menahan kemarahannya. jelas sekali kalau dia merasa agak jeri berhadapan dengan orang yang bernama Ki Rangga Wesi Bledek itu. sisa anak buahnya semakin mengkeret ketakutan setelah tahu siapa orang tua ini.
Dalam dunia persilatan julukan si Tangan Guntur Besi memang tidak dapat dianggap main- main. orang ini terkenal sangat tegas, hitam putih salah benar selalu dapat dia pisahkan. ilmu kedigjayaan orang ini sangat tinggi. kabarnya sepasang tangan dan lengannya sekeras besi. saat menghantam sasaran seakan mampu mengeluarkan suara mengguntur dan kecepatan serangannya bagaikan petir menyambar. maka tak heran kalau golok anak buah Ki Bagaspati mampu dibuat patah oleh sepasang tangannya.
''Aku juga tidak suka cari masalah dengan siapapun juga Ki Bagaspati., tapi kelakuan anak buahmu sudah melampaui batas. kalau aku hanya berdiam diri melihat semua itu, orang persilatan bisa menertawakanku.!''
''Aku sudah memberi pelajaran pada anak buahmu, sekarang diriku minta diri.!'' ujar Ki Rangga seraya balikkan tubuhnya hendak berlalu.
''Tunggu dulu Ki Rangga., setelah bertemu denganmu aku Bagaspati si Golok Naga Kembar juga minta pelajaran darimu, ingin aku belajar kenal dengan ilmu silatmu yang kabarnya tinggi itu.!'' seru Ki Bagaspati gusar. dengan genjot tubuhnya yang gemuk kekar orang ini melompat tinggi ke udara, dan langsung turun menghadang Ki Rangga Wesi Bledek dengan silangkan golok naga kembar di depan dadanya.
Orang tua jangkung ini menyeringai, dia sudah menduga kalau Ki Bagaspati pasti tidak akan mau tinggal diam, tapi dalam hati orang ini malah merasa senang. karena dia yakin mampu mempecundangi pemimpin kelompok Naga Awan itu.
''Kau sendiri yang memintanya. aku tidak punya banyak waktu sekarang majulah.!''
Ki Bagaspati merutuk dalam hati, dengan putar kedua goloknya dia langsung menyerbu kedepan dengan lancarkan empat buah bacokan saling menyilang pada setiap goloknya, jadi dalam sekali serang orang ini telah lepaskan delapan bacokan golok sekaligus.!'
Dalam kegusarannya Ki Bagaspati sudah langsung mainkan jurus 'Delapan Cabikan Taring Naga.!' salah satu dari jurus golok yang dia andalkan.
Deru angin serangan golok naga kembar yang membelah udara terasa sangat tajam menyayat, ujung jubah Ki Rangga Wesi Bledek sampai robek- robek hanya karena terkena angin serangan golok itu. bisa di bayangkan kalau goloknya sendiri yang datang, tubuh lawan pasti tercincang habis.
Ki Rangga mendengus keras, meskipun cukup kaget dengan serangan lawan tapi orang ini tidak menjadi panik, sepasang tangannya yang sekeras besi tempa di pentang kiri kanan, lalu menghantam ketengah pusaran golok lawan. sasarannya adalah kedua pegelangan Ki Bagaspati yang mencekal golok naga kembar.
Orang brewok berkepala plontos ini sadar maksud lawannya, dengan cepat dia membalik gagang golok dari membacok tubuh lawan dia berniat membabat putus kedua tangan Ki Rangga Wesi Bledek alias si Tangan Guntur Besi.!
Ki Rangga bukannya tidak mengetahui niat lawannya, tapi bukannya menarik balik serangannya, dia malah lebih lipat gandakan tenaga serangannya, hingga bukan saja angin disertai suara mengguntur semakin keras, tapi kedua tangannya turut berubah menjadi bersinar kekuningan. tak ampun lagi golok naga kembar beradu tenaga dengan sepasang tangan Ki Rangga.!'
'Trraaang., traaak., braak.,!'
'Dheees., dhees.,!'
Benturan senjata dan pukulan tangan terjadi berkali- kali yang diakhiri terpentalnya tubuh gemuk KI Bagaspati setelah terkena sebuah pukulan telapak tangan kanan Ki Rangga. masih untung pukulan itu sempat tertahan oleh sebelah gagang goloknya hingga tidak sampai telak menghajar perutnya. kalau tidak mungkin saat ini dia sudah terkapar dengan perut jebol.
''Tidak kusangka ilmu 'Tangan Guntur Wesi Kuning' milik bedebah tua ini memang sedahsyat yang dikatakan orang hingga beberapa kali sanggup menahan bacokan golokku.'' batin Ki Bagaspati terkesiap saat mengenali ilmu lawannya. sesaat lamanya dia diam hingga akhirnya orang ini mengangkat kedua golok naga kembar bersilangan diatas kepalanya.
Dua gulung asap putih tebal muncul menyelimuti kedua mata goloknya. melihat itu Ki Rangga langsung waspada seakan tahu lawan sedang mempersiapkan jurus serangan balasan yang hebat untuk menghabisinya.!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 470 Episodes
Comments
Cakrawala
iuw..
ngeri kali klo ampe jebol😣😣
2025-01-13
0
Caca
kembali berkunjung membawa 1 iklan kk🙏🙏😁
2024-12-20
0
Cakrawala
satu iklan untuk authornya😉
2025-01-13
0