''Arga., Ajeng awas di belakangmu.,!'' jerit Pranacitra panik. pemuda bertubuh lemah ini benar- benar terpukul melihat kematian belasan saudaranya. dia mengutuki dirinya sendiri yang tidak mampu berbuat apa- apa. sungguh dia menyesal tidak belajar ilmu silat selama berada di perguruan gunung Bisma ini. tapi andaipun ada keinginan untuk belajar, dengan tubuh lemah dan bakat yang rendah apalah yang bisa dia raih.?
Lain pula dengan Ki Rangga Wesi Bledek, dengan meraung marah tubuh orang tua ini langsung berkelebat cepat bermaksud menghadang serangan lawan. sepasang tangannya juga tidak tinggal diam, dengan kerahkan tenaga dalam penuh dia menghantam dengan pukulan Tangan Guntur Wesi Kuning yang menjadi andalannya selama malang melintang di dunia persilatan.
''Mampuslah kalian semua anjing Gapura Iblis keparat..!'' bentak Ki Rangga murka. dia sengaja membagi sasaran ke dua arah. tangan telapak kiri memukul sekaligus memotong jalur serangan Setan Hijau Rombeng. sementara kepalan tangan kanan menghantam Setan Arit Rombeng yang masih berdiri diam tundukkan kepalanya.
Bukan tanpa alasan kalau Ki Rangga berbuat seperti itu. dalam perhitungannya pada saat itu Arga Pangestu dan Ajeng Larasati kemungkinan besar pasti mampu mendesak atau bahkan mengalahkan Setan Bungkuk Rombeng yang sudah terdesak hebat. jadi dia hanya perlu menghantam kedua orang lainnya.
Dua larik sinar dan asap kuning sepanas bara berbentuk telapak dan kepalan tangan melabrak dahsyat..!
'Whuss., Whuuuk.,!'
''Ki Rangga keparat.,!'' rutuk Setan Hijau Rombeng gusar. meskipun terpaksa menarik balik sabetan cakar hijau beracunnya, tetapi ujung kukunya masih sempat sedikit merobek dan menggores kulit punggung Arga Pangestu dan Ajeng Larasati. ''Hik, hi., itu saja sudah cukup, umur mereka tinggal tiga hari lagi.'' batin Setan Hijau Rombeng sambil berjumpalitan menghindari serangan Pukulan Tangan Guntur Wesi Kuning. meski dapat selamat tidak urung baju bagian perutnya tetap tersambar hingga robek. rasanya seakan ditekan sekarung batu bara. cepat dia kerahkan tenaga dalam untuk membendung angin tenaga pukulan lawan. dalam hatinya nenek itu terkejut bercampur rasa ngeri ''Biarpun cuma terkena angin serangannya saja sudah membuat perutku terasa mau jebol dan kepanasan apalagi jika terkena langsung..''
''Bangsat tua, kau benar- benar membuatku muak.!'' dengus Setan Arit Rombeng. dengan cepat dia babatkan aritnya tiga kali berturut- turut. seketika tiga larik cahaya angin hitam berhawa tajam menyayat udara, inilah ilmu 'Tiga Sambaran Arit Siluman.!' yang memang dia persiapkan untuk menghadapi Ki Rangga Wesi Bledek.
Tak ampun lagi dua ilmu pukulan sakti bertemu di udara. akibatnya hawa dingin yang menyelimuti pelataran padepokan Gunung Bisma seakan sirnah di sapu gelombang hawa panas kedua ilmu kesaktian itu.
'Whuus., Whuuuss., Brraaakh.,!'
Ki Rangga tetap berdiri kokoh meskipun bagian depan jubah cokelatnya robek- robek tersayat dirembesi darah. ilmu lawan meski belum sanggup menandingi kesaktian pukulannya tapi masih mampu melukai kulit tubuhnya. dipihak lain Setan Arit Rombeng tersurut mundur dua langkah. dadanya bergetar seakan baru dihantam palu godam.
''Kurang ajar., ilmu Tangan Guntur Wesi Kuning tua bangka ini semakin hebat. agaknya aku mesti kerahkan seluruh tenagaku untuk menghancurkannya. aku tidak percaya ilmu Tiga Sambaran Arit Siluman yang kuandalkan bakalan kalah menghadapinya.!'' Setan Arit Rombeng menggeram buas, di jurusan lain dia melihat Setan Bungkuk Rombeng tengah terdesak hebat. untuk pertama kalinya dia mengangkat kepalanya. hawa angin pertarungan menyibak rambut gimbalnya. kini terlihatlah raut wajahnya.
Kalau dibilang itu wajah seorang manusia maka sungguh tidak dapat diterima. karena wajah itu lebih tepat di sebut muka setan. kulit mukanya terkelupas, penuh bekas luka sayatan yang telah mengering dan gosong mirip daging cacahan. beberapa bagian sampai terlihat tulangnya. kedua matanya merah mendelik dengan kelopak mata robek. itupun masih ditambahi bibir sebelah bawah sumbing bekas tersayat hingga ke dagu kanan. sungguh raut wajah yang menakutkan.!
''Setan Bungkuk Rombeng.,! bagaimanapun juga kau ini seorang pesilat kawakan, tapi kenapa sekarang jadi seperti orang tua tolol sampai bisa dipermalukan dua bocah kemarin sore..!'' bentak Setan Arit Rombeng gusar. suaranya serak melengking dan kasar seperti besi karatan sedang ditempa. mulut berkata tubuhnya bergerak secepat bayangan setan gentayangan. arit karatan ditangannya kembali membabat. sambil meluruk kedepan untuk kedua kalinya dia lepaskan jurus Tiga Sambaran Arit Siluman.!'
'Whuuut., Bheet., bett.,!'
Tiga larik cahaya angin hitam yang tajam membeset udara. tidak mau kalah Ki Rangga Wesi Bledek juga kembali hantamkan ilmu pukulan Tangan Guntur Wesi Kuningnya. suara menggeledek yang disertai gelombang angin panas menderu ganas. dua pukulan sakti bertemu, ledakan keras menggoncang suasana pagi debu pasir berterbangan menutupi udara. meskipun tubuh kedua orang pesilat kawakan ini sama terpental dan terluka luar dalam, namun mereka kembali saling labrak beradu jurus kesaktian. dalam waktu singkat hampir tiga puluh jurus terlewati. sungguh suatu pertarungan yang dahsyat.!
Sementara itu Setan Hijau Rombeng yang sudah pulih dari cedera akibat sambaran angin pukulan Ki Rangga kembali melesat ke kancah pertarungan membantu kawannya si Setan Bungkuk Rombeng. sepasang cakar hijau beracunnya mencabik- cabik dengan ganasnya.
Arga Pangestu yang merasakan sambaran angin tajam berhawa racun di belakang tubuhnya cepat balikkan tubuhnya, kedua kepalan tangan dihantam bersilangan. dengan gerakan ini si pemuda bermaksud memotong serangan lawan sekaligus balik menghantam. tapi Setan Hijau Rombeng cuma terkekeh, sebagai pesilat yang sudah kenyang pengalaman dia sama sekali tidak memandang ancaman. malahan si nenek serba hijau ini melipat gandakan tenaga serangannya hingga membuat sepasang cakar hijaunya seakan menjadi puluhan banyaknya dan langsung bertaburan hendak merajam tubuh murid utama Ki Rangga itu.!
''Jurus 'Bayang- bayang Cakar Hantu Hijau.!'' seru Ki Rangga penuh kecemasan. dia sadar mungkin muridnya tidak akan selamat jika sampai nekat beradu kekuatan dengan jurus si Setan Hijau Rombeng itu. karena dulu diapun pernah merasakan sendiri kekuatannya.
''Arga., cepat menyingkir..!'' Dengan terlebih dulu lepaskan dua buah pukulan dan satu tendangan kilat ke tubuh Setan Arit Rombeng, orang tua itu berkelebat menggempur si nenek, bertubi- tubi dia menghantamkan pukulan Tangan Guntur Wesi Kuningnya. tapi walaupun suara geledek serta angin serangannya masih terdengar menggaung keras, tapi jelas tenaganya sudah melemah. rupanya luka luar dalam yang dialami Ki Rangga akibat berulang kali adu pukulan dengan Setan Arit Rombeng cukup parah dan sudah mulai menguras tenaga dalamnya.
Setan Hijau Rombeng menyumpah serapah, untuk kedua kalinya pukulan Ki Rangga berhasil menghalanginya untuk membunuh Arga Pangestu. terpaksa dia mengalihkan serangan jurus 'Bayang- bayang Cakar Hantu Hijau' untuk menahan pukulan Ki Rangga Wesi Bledek. selusin cakar hijau beracun bertemu dengan sepasang kepalan telapak berasap kuning. si nenek memaki gusar. tubuh kurusnya mencelat bergulingan dan muntah darah segar.
Di penjuru lain terlihat Ki Rangga berdiri terhunyung. mukanya pucat pias, ada bekas tumpahan darah dimulut. jubah cokelatnya yang sudah robek- robek semakin hancur tercabik, tetesan darah kehitaman menodai tubuhnya. belum sempat mengatur nafas, tiga buah sambaran angin tajam berhawa hitam panas sudah melabrak dari belakangnya. dengan susah payah ketua perguruan silat Gunung Bisma ini membalik sambil lepaskan pukulan saktinya. tapi tenaganya sudah jauh melemah, ilmu Tangan Guntur Wesi Kuning telah kehilangan keperkasaannya.
Maka tak dapat ditahan lagi tubuh Ki Rangga terpental hingga tiga tombak ke belakang di hajar jurus Tiga Sambaran Arit Siluman yang dilepaskan Setan Arit Rombeng. saat tiba di tanah orang tua ini masih sempat berusaha bangkit dan memerintahkan ketiga sisa muridnya untuk cepat lari menyelamatkan diri. lalu tersungkur berkelojotan dan mati dengan tiga luka cabikan hitam menganga di punggungnya.!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 470 Episodes
Comments
Abu Yub
lanjut thor/Ok/
2025-03-29
0
Luthfi Afifzaidan
up
2025-02-10
0
Cakrawala
1 iklan😉
2025-01-22
0