Dua gulung asap putih itu berubah menjadi kemerahan. bergumpalan menyelimuti mata golok naga kembar. kumis dan berewok Ki Bagaspati seakan berjingkrak kaku, sepasang matanya merah mendelik garang, dengusanan nafasnya sekeras gelegak kawah gunung berapi sampai keluar asap dari lobang hidungnya yang besar. mulutnya meracau aneh seakan mengucap sebaris mantra.
Gumpalan asap kemerahan yang bergulung seketika membentuk dua buah kepala naga. saat dua golok naga kembar Ki Bagaspati di babatkan ke depan. dua gumpalan asap kepala naga merah jejadian itu melabrak tubuh Ki Rangga Wesi Bledek yang sempat terperangah kaget.
'' Ajian Beluk Nogo Kawah.!'' batin Ki Rangga mengenali ilmu kesaktian lawannya. dia pernah mendengar sebuah kabar burung kalau Ki Bagaspati pernah bertapa di dekat kawah gunung Ijen untuk bisa mendapatkan ilmu ajian Beluk Nogo Kawah yang kira- kira berarti asap panas naga kawah gunung, dari mahluk siluman yang berdiam di dalam kawah gunung berapi yang ada di daerah timur pulau jawa itu. sungguh tidak disangkanya kalau cerita itu ternyata benar adanya.
Orang setengah umur yang berdiam di gunung Bisma ini tidak mau bertindak lengah. dengan masih mengandalkan ilmu Tangan Guntur Wesi Kuning miliknya dia bermaksud menghantam musnah dua kepala naga merah itu dalam sekali pukul. terdengar suara menguntur saat pukulan itu dilontarkan kemuka. angin sekeras baja turut mengiringi serangan itu.
Sesuai dengan perkiraannya kedua gumpalan asap kepala naga jejadian itu musnah seketika disapu pukulan saktinya. tapi alangkah terkejutnya orang ini saat gumpalan asap kemerahan yang menebar hawa panas itu kembali menyatu membentuk lagi dua kepala naga jejadian yang langsung menyerang dirinya.!
''Edan., .Asap naga keparat.!'' rutuk Ki Rangga gusar, beberapa kali dia menghantam buyar dua asap kepala naga itu, tapi sekejab saja sudah kembali muncul dan kini dua gumpalan asap kepala naga yang panas kemerahan itu sudah menggulung tubuhnya dengan sangat erat. membuat dia bukan saja hampir tidak dapat bergerak, tetapi juga seakan hendak meremukkan seluruh tulangnya.
Ki Rangga Wesi Bledek berusaha kerahkan tenaga dalamnya berlipat lebih kuat untuk melepaskan diri dari belitan asap kepala naga itu. tapi semakin dia berusaha berontak justru makin erat naga jejadian itu membelitnya.
''Hhmm., Hek., hee, he., Ki Rangga, hari ini akan kubuat kau menyesali kebodohanmu karena telah berani menantangku. Huh., Bunuh., Belit dia., Remukkan tubuhnya..!'' bentak Ki Bagaspati dengan muka beringas dan tubuh bergetar hebat.
Lelaki jangkung itu menggeram marah bercampur rasa sesak. wajahnya memerah tenggorokannya serasa tercekik. bulir keringat membasahi tubuhnya. ''Bang., bangs*t rendah., ilmu Pii.,picisan seperti ini tidak akan mampu Mem., membunuhku., Heiaaakh.,!'' teriaknya terputus- putus. meski berkata sesumbar begitu namun nyatanya dia belum juga mampu melepaskan diri dari belitan naga jejadian itu.
''Hek., he., bicaralah sesumbar sesukamu Ki Rangga., sebab pada akhirnya kau tetap akan modar binasa dalam kesombonganmu.!'' ejek Ki Bagaspati tertawa mengekeh, semua anak buahnya juga turut bergelak tawa.
''Tong kosong memang nyaring bunyinya., sungguh tidak tahu diri, gentong kosong tua ini berani menantang ketua kita.!''
''Dia tidak sadar sedang berhadapan dengan siapa., sebentar lagi si jangkung jelek akan mampus dengan tulang tubuh remuk.!''
''Orang tua tolol., sebaiknya kau meratap minta ampun pada ketua kami., Hak, ha.!''
Makian dan hinaan terdengar dari mulut para anggota perkumpulan pengawalan barang Naga Awan. meskipun geram dan murka tapi Ki Rangga Wesi Bledek alias si Tangan Guntur Besi tidak mampu berbuat banyak.
Semua orang yang melihat kejadian itu tanpa sadar merasa cemas, meskipun tidak ingin terlibat tapi dalam hati mereka berharap agar Ki Rangga bisa selamat. beberapa prajurit kadipaten yang kebetulan lewat dan berhenti di sana juga tidak dapat ikut campur masalah, mereka hanya bisa berjaga agar keributan ini tidak sampai melukai orang lain yang tidak ada sangkut pautnya.
''Ki Rangga.,! jangan menyerah, engkau pasti mampu mengalahkan orang- orang jahat itu.!'' seru bocah pengemis yang menjadi pemimpin teman- temannya terus memberi semangat.
''Benar., orang baik tidak akan kalah dengan manusia jahat. 'Bangkit Ki Rangga., hajar balik mereka semua.!'' ujar bocah pengemis yang berkulit hitam.
''Hei kawan- kawan., kita tidak boleh diam saja., ayoh kita bantu Ki Rangga.!'' teriak si pemimpin pengemis cilik itu meskipun dia masih bingung bagaimana cara mereka agar bisa membantu Ki Rangga Wesi Bledek.
Bocah pengemis yang bertubuh paling kecil, terlihat penyakitan dan sedari tadi diam terbatuk- batuk mendadak berlari maju setelah sebelumnya sempat mengambil dua kepalan batu dari atas tanah. tanpa banyak bicara batu itu dilemparkan ke wajah Ki Bagaspati.!
Semua orang disana sungguh tidak pernah menyangka bocah pengemis kecil yang terlihat lemah, kotor dan menjemukan itu berani berbuat nekat. saat semua tersadar dua kepalan batu itu sudah menghantam pelipis mata kiri dan pergelangan tangan kanan Ki Bagaspati. meskipun tidak terlalu keras tapi cukup mengejutkan sampai membuat tangannya memar dan pelipisnya berdarah. perbuatan bocah ini seketika diikuti keempat kawannya yang lain. dengan berbekal gumpalan batu mereka melempari Ki Bagaspati dan anak buahnya.
''Kurang ajar., Cepat bunuh semua bocah gembel setan keparat itu.!'' damprat Ki Bagaspati bengis sambil mengemplang batu yang datang kearahnya. serentak anak buahnya berserabutan mengamuk sambil ayunkan golok di tangan masing- masing. kelima bocah itu hanya bisa menjerit ketakutan, semua orang yang ada di sana sama berteriak ngeri, mereka merasa tidak tega melihat tubuh kelima gembel cilik itu bakal terjagal bersimbah darah. beberapa orang lelaki yang bernyali besar bersama para prajurit penjaga kadipaten bahkan sudah maju untuk menolong mereka.
Tapi satu suara lolongan meraung buas yang menggeledek mendadak terdengar keras di susul dengan buyarnya gulungan asap kepala naga yang membelenggu tubuh jangkung Ki Rangga Wesi Bledek.!
Kejab berikutnya orang ini melesat dengan putar kedua kepalan tangan besinya yang bersinar kekuningan lalu menggasak semua anggota perkumpulan Naga Awan hingga terjungkal roboh dengan tubuh remuk.
Gerakan ini mencapai puncaknya saat dua kepalan tangannya yang berubah dua kali lebih besar menghantam sasaran utamanya, langsung ke wajah dan tangan Ki Bagaspati yang mencekal golok naga kembar.!
''Perbuatan yang sungguh hina., mampuslah kalian semuanya..!'' bentak Ki Rangga murka. orang ini seakan sudah kalap mengamuk tanpa ampun. Ki Bagaspati surut nyalinya. mantra ajian Beluk Nogo Kawah buyar seketika. dengan panik orang yang di juluki si Golok Naga Kembar sekaligus pemilik perkumpulan jasa pengawalan barang Naga Awan itu bacokkan goloknya menangkis serangan ganas lawan. tapi itu cuma jadi gerakan yang sia- sia karena pukulan Ki Rangga bagai mempunyai kekuatan dua kali lipat lebih mengerikan.
Akibatnya bukan saja kedua golok naga kembarnya terpental lepas, kedua lengannya turut hancur remuk. jeritan ngerinya hanya sampai ditengah tenggorokan saja. karena wajahnya keburu pecah di hantam pukulan Tangan Guntur Wesi Kuning yang dilontarkan Ki Rangga. tubuh gemuk kekar orang ini terpental bergulingan ke belakang sampai membentur dinding warung hingga jebol. meja dan kursi ikut hancur ditimpa tubuhnya. sungguh mengerikan melihat darah otak pecah dan cipratan darah membasahi tanah.
Ki Rangga Wesi Bledek berdiri angker, semua orang tanpa sadar tersurut mundur. dari lima belasan anggota Naga Awan kini cuma tersisa tiga orang saja yang masih hidup. meskipun begitu keadaan mereka malah terlihat lebih buruk dari mayat. hidup dalam keadaan tangan remuk dan kaki yang cacat.
Orang tinggi jangkung ini melihat lima bocah gembel yang dengan berani melempari Ki Bagaspati dengan batu dengan pandangan penuh arti. walaupun mungkin cuma sebuah perbuatan sepele, tapi akibat dari lemparan batu itu membuat kening Ki Bagaspati terluka. meskipun cuma sekejab tapi sempat membuat perhatian pemimpin rombongan Naga Awan itu menjadi terpecah sehingga ajian Beluk Nogo Kawah sedikit mengendor belitannya. kesempatan yang cuma sekejap mata itupun mampu di gunakan Ki Rangga untuk meloloskan diri dan menghantam balik semua lawannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 470 Episodes
Comments
Caca
"aku dan teman kamarku"
membawa 1 iklan biar tmbh semangat
2024-12-21
0
Luthfi Afifzaidan
up
2025-02-10
0
Cakrawala
kok serem. 😂😂
2025-01-16
0