''Kita berhasil membunuhnya.!'' seru Setan Bungkuk Rombeng sambil terus mendesak Ajeng Larasati. orang tua bungkuk ini ingin secepatnya membekuk gadis cantik itu karena punya rencana mesum kepadanya.
''Haa., ha., akhirnya Ki Rangga si anjing tua itu mampus juga..'' ujar Setan Hijau Rombeng seraya bangkit berdiri menahan sakit. di bibir peotnya meneteskan darah pertanda dia terluka dalam. tapi nenek tua itu seakan tidak perduli karena dendamnya pada Ki Rangga Wesi Bledek alias si Tangan Guntur Besi sudah terbalaskan.
Arga Pangestu dan Ajeng Lestari meraung marah bercampur kedukaan mendalam, hari ini mereka bukan saja kehilangan banyak saudara- saudaranya, malah kini sang guru yang mereka jadikan panutan sekaligus pengganti orang tua sudah terbujur menjadi mayat. yang lebih membuat Arga semakin bersedih, boleh dikatakan Ki Rangga mati karena demi melindunginya.
Ingin membalas dendam tapi tidak punya cukup kemampuan untuk melakukannya. perasaan lemah, sakit dan terhina sungguh membuat hatinya seakan dijejali sebongkah batu bara yang panas. apalagi entah sejak kapan di bagian punggungnya mulai terasa sakit dan gatal panas. Arga Pangestu menduga tubuhnya telah terkena racun. tapi sejak kapan dia juga tidak jelas.
Saat dalam ancaman serangan jurus cakar maut Setan Hijau Rombeng, Arga masih sempat melihat Ajeng Larasati yang semakin terdesak hebat dibawah kepungan tongkat besi Setan Bungkuk Rombeng. Arga merutuk dalam hati akan kelemahan dirinya yang tidak mampu melindungi gadis pujaannya.
"Hek., he., kau menyerah saja gadis manis, aku akan memperlakukanmu dengan penuh kelembutan..'' ujar Setan Bungkuk Rombeng tertawa mengekeh. kalau saja dia tidak menginginkan Ajeng Larasati hidup- hidup, pasti gadis itu sudah sedari tadi terkapar mati.
''Tua bangka jahanam., lebih baik aku mati dan menjadi hantu penasaran agar dapat mencekikmu., mulut kotormu itu benar- benar menjijikkan..''
''Aku bunuh kau., kembalikan nyawa semua saudara dan guruku..!" teriaknya kalap, Ajeng sudah tidak perduli lagi keselamatan dirinya hingga nekat tubuhnya menerobos kepungan tongkat besi si kakek bungkuk.!
Tindakan gadis itu sungguh membuat orang tua bungkuk itu terperangah. meskipun harus menerima dua hingga tiga kali pukulan tongkat di kedua tangannya, tapi Ajeng juga mampu menghantam dada kiri lawan. untung dia sudah melatih ilmu Tangan Guntur Wesi Kuning, seandainya tidak kedua tangannya pasti sudah hancur remuk di hajar tongkat besi si bungkuk.
"Gadis sialan., dikasih kenikmatan malah memilih jalan kematian. nah mampuslah kau sekarang..!" damprat Setam Bungkuk Rombeng marah. pukulan telapak Ajeng Larasati yang menghajar dadanya membuat dia kesakitan dan sempat sulit bernafas. apalagi rekannya Setan Arit Rombeng yang masih diam sampai mendengus dan memakinya. rasa malu dan kemarahannya langsung memuncak.
Tongkat besi ditangannya mendadak menggebrak berkali lipat lebih ganas. Ajeng Larasati mulai terasa ngilu kedua tangannya karena beberapa kali terpaksa harus menangkis serangan tongkat besi lawan. apalagi di daerah punggungnya terasa perih dan gatal panas. dalam hatinya dia menduga cakar beracun Setan Hijau Rombeng berhasil melukainya saat si nenek jelek membantu kawannya yang bungkuk ini.
Gerakan jurus pertahan Ajeng Larasati semakin melemah, ilmu Tangan Guntur Wesi Kuning sudah tidak banyak lagi gunanya. jika keadaan ini terus berlangsung tidak lama lagi gadis cantik itu bisa mati terbunuh. hati Arga Pangestu semakin tersayat dan panik melihatnya.
''Ajeng bertahanlah., aku akan segera membantumu..!''
''Hek., he., he., membantunya katamu, kau ini mimpi atau sudah mulai gila. menghadapiku saja tidak becus masih berani sesumbar., pergilah menyusul gurumu ke neraka..!'' bentak Setan Hijau Rombeng, sepasang cakar hijau beracunnya kembali menggebrak lancarkan jurus 'Bayang- Bayang Cakar Hantu Hijau.' puluhan bayangan cakar hijau beracun bertaburan di udara.!
Arga Pangestu sudah tidak mampu berbuat banyak. tiga kali tubuhnya tersambar cakar beracun Setan Hijau Rombeng. meskipun cuma tergores sedikit tapi sudah cukup membuatnya keracunan. gerakannya semakin kacau.
Ajeng Lestari juga tidak berdaya. keadaannya malahan jauh lebih mengenaskan. sekujur tubuhnya sudah basah kuyup oleh keringat yang membanjir. sepasang telapak tangannya bengkak dan kaku. hingga sebuah gebukan tongkat besi si bungkuk yang disusul satu pukulan telapak tangan menghajar punggungnya, gadis cantik itupun jatuh tersungkur dan muntah darah. meskipun begitu dia masih tersadar hingga masih sempat melihat suatu kejadian yang di luar dugaan.
''Hentikan semuanya., atau aku hancurkan bendera Gapura Iblis sialan ini..!'' teriak Pranacitra. pemuda kurus penyakitan yang sedari tadi diam terduduk lemas mendeprok di atas tanah entah sejak kapan tiba- tiba bangkit. kedua tangannya gemetaran menggenggam bendera hitam berlambang partai Gapura Iblis.!
Wajah pucat pemuda ini terlihat beringas menakutkan. giginya gemeletuk, sepasang matanya merah bengkak menahan tangIs kemarahan. orang yang mengenalnya seakan baru melihat sisi lain yang berbeda dari anak itu.
''Bocah penyakitan keparat, kembalikan bendera hitam itu padaku atau.,
''Atau apa., Hah.! kau mau membunuhku, mencincang tubuh, memenggal kepalaku atau bagaimana..?'' potong Pranacitra sengit. ''Ayoh majulah kemari aku tidak takut mati. tapi kupastikan bendera ini bakal kurobek- robek hancur bersama mayatku..!''
Setan Hijau Rombeng yang bertanggung jawab membawa bendera lambang partai silat terkuat aliran hitam itu tanpa sadar tersurut mundur. dalam hati dia mencaci maki dan mengumpat kotor.
Lambang bendera hitam Gapura Iblis itu bukanlah benda sembarangan. saat anggota partai di serahi bendera itu maka dia bertanggung jawab untuk menjaganya dengan taruhan nyawa. ibaratnya bendera itu adalah wujud dari kehadiran sang ketua partai. barang siapa berani mengambil, menghilangkan atau merusaknya hukumannya adalah kematian.!
''Lepaskan kedua saudaraku dan biarkan mereka pergi, baru kukembalikan bendera hitam ini..!'
''Bocah jahanam., aku bersumpah akan mencincang tubuhmu hingga hancur. berikan bendera itu dulu padaku, baru akan kami lepaskan kedua temanmu..'' ujar Setan Bungkuk Rombeng ikut membujuk.
''Chuih., meskipun aku yang paling lemah diantara semua saudaraku, tapi bukan anak kecil tolol yang gampang ditipu. disini aku yang menentukan aturannya, cepat lepaskan mereka sekarang juga.!'' gertak pemuda itu sembari meludah.
Kedua orang tua itu saling lirik. bendera hitam itu bagaikan nyawa sekaligus harga diri mereka. bukannya gampang untuk mendapat kepercayaan dan menjadi anggota partai Gapura Iblis. mereka bertiga harus melewati beberapa ujian berat baru bisa mendapatkannya.
Kalau bendera itu sampai terjatuh ketangan orang lain, itu sama saja dengan menghina partai Gapura Iblis. jika masalah ini terdengar para petinggi partai, hukuman berat bakal mereka terima karena dianggap tidak mampu menjaga kepercayaan dan kehormatan sang ketua partai.
''Kalian berdua jangan perdulikan gertakan bocah ini., dia tidak bakal berani melakukan ancamannya. bunuh saja kedua murid si tua bangka yang sudah mampus itu.!''.seru Setan Arit Rombeng kesal.
''Ayoh lakukan., lihat saja apa benar aku berani merobek bendera Gapura Iblis ini atau cuma menggertak. kami sudah kehilangan semuanya karena kebiadapan kalian bertiga. meskipun harus mati tapi paling tidak kami juga harus membawa sedikit bekal ke akhirat Haa., ha.,!'' jawab Pranacitra sambil bergelak.
Semua orang tertegun sesaat, mereka seakan baru mengerti kalau bocah lemah ini tidak dapat dianggap remeh. karena ibarat seekor tikus yang sudah terpojok dia juga bisa balik menggigit.!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 470 Episodes
Comments
Luo Zan Thian
meski kalimatnya berbeda, tapi maknanya sama saja
jadi kurangi penjelasan yang berulang² thor
2024-08-30
0
Elvani Yunita
Bagus banget sih novelnya, kamu salah satu panutan ku thor /Kiss//Kiss/
2024-08-18
0
Kang_Wah_Yoe
🐬🐬🐬
2023-04-15
2