Meskipun belum mampu menguasai ilmu Tangan Guntur Wesi Kuning dengan sempurna, namun kedua murid utama Ki Rangga Wesi Bledek juga tidak dapat disepelekan kemampuannya.
Arga Pangestu kedua tangannya terkepal erat. pukulannya bakalan lebih banyak menjebol dan menghancurkan sasaran. sebaliknya Ajeng Larasati menggunakan telapak tangan terbuka. serangan jurusnya lebih sering menusuk dan memotong.
''Kami mulai.,!'' bentak Arga Pangestu sambil berkelebat menyerang disusul Ajeng Larasati. walaupun gadis muda menyerang sedikit lebih lambat dari saudara seperguruannya, tapi dua pukulan telapaknya justru tiba lebih dulu. ini merupakan suatu siasat dalam suatu pertarungan.
Arga sengaja memberi peringatan sebelum dia mulai menggebrak lawan. biar bagaimanapun marahnya pemuda ini tetap berusaha menghormati lawan dan peraturan dalam sebuah pertarungan. dalam sekali serangan dia sudah lepaskan empat buah pukulan yang membawa deru angin keras mengancam dada, perut dan kepala lawannya.
Setan Bungkuk Rombeng yang melihat Arga Pangestu bergerak menyerang lebih dulu tentu bakal lebih bersiap menghadapi serangan si pemuda, tapi di tengah jalan jurus serangan Arga malah melambat, sebaliknya gebrakan dari Ajeng Larasati ganti datang mengancam. gadis cantik ini sengaja berdiri di belakang tubuh Arga untuk menghindari pandangan mata lawan.
Saat serangan Arga mulai melambat tubuh gadis ini berkelebat kesamping kiri, dari sini dia langsung kirimkan tiga buah pukulan telapak tangan menyasar rusuk, leher dan mata kiri si Setan Bungkuk Rombeng. karena sudah sebal dengan pandangan mata lawan yang cabul maka serangan jurusnyapun seakan tidak kenal ampun.
''Wuut., wuut, Seet..!''
Tidak menduga bakal terkecoh serangan kedua lawannya yang dianggapnya masih bau kencur menbuat Setan Bungkuk Rombeng marah dan gelagapan. dengan membuang rasa malu terpaksa dia membuat gerakan berguling ke tanah jika tidak mau lehernya patah dan mata kirinya pecah di hajar telapak tangan Ajeng Larasati yang datang bagai sambaran geledek. tapi seakan sudah menduga dengan apa yang bakal di buat lawannya, dua kepalan tangan Arga sudah datang menyambut.!
'Whuuk., Whuk., Braaak.!'
''Aahk, Bocah kurang ajar..!'' jerit Setan Bungkuk Rombeng menahan rasa sakit. masih untung dia sempat memutar tongkat besinya untuk menangkis serangan pukulan beruntun si pemuda. tapi tetap saja bahu dan pelipis kirinya sempat tersambar telapak tangan Ajeng di susul sebuah tendangan kilat telak menghajar rusuknya hingga membuatnya jatuh terjengkang.
Kejadian ini berlangsung sangat cepat sampai si Setan Hijau Rombeng juga tidak sempat membantu rekannya. dari terkejut berubah menjadi murka, nenek jelek yang bergincu dan berjubah hijau bolong- bolong itu langsung lancarkan serangan maut dengan cabikan kedua cakarnya yang berkuku tajam kehijauan. cahaya redup membersit ganas mengiringi serangan nenek tua itu.!
'Bheet., beet., Sraat.,!'
''Mampus kalian semuanya..!'' bentak nenek tua yang bibir peotnya bergincu hijau itu bengis, seakan menyadari keganasan serangan cakar beracun Setan Hijau Rombeng, Ajeng Larasati cepat berkelit dengan menggunakan kelincahan tubuhnya, sambil berusaha balas menyerang dengan tetap mengandalkan sepasang telapak tangannya yang dilambari ilmu Tangan Guntur Wesi Kuning.!
Dibantu Arga Pangestu yang juga tetap mengandalkan sepasang kepalan saktinya untuk sementara serangan cakar beracun Setan Hijau Rombeng dapat mereka tahan, bahkan ganti mendesak. tapi saat si kakek bungkuk yang tidak terima dipecundangi oleh kedua murid Ki Rangga yang masih muda kembali melabrak dengan amukan sambaran tongkat besinya pertarungan itupun berubah menjadi lebih sengit.
Meskipun sudah membekal ilmu Tangan Guntur Wesi Kuning dari gurunya, tapi kedua muda- mudi ini tetaplah bukan tandingan dua tokoh silat yang sudah terhitung kawakan, dengan cepat keduanya terdesak hebat, bahkan berkali- kali nyaris termakan serangan ganas lawannya.
''Arga., Ajeng., awas hati- hati.!''
''Bertahanlah., kami akan membantu kalian berdua.!''
''Ayoh kawan- kawan maju semuanya, kita habisi tiga setan tua keparat itu.,!''
Sambil keluarkan seruan nyaring penuh kemarahan enam orang murid perguruan silat Gunung Bisma serentak menyerbu kedepan. meskipun belum sehebat Arga Pangestu dan Ajeng Larasati tapi mereka juga sudah dibekali ilmu Tangan Guntur Wesi Kuning walaupun masih jauh dari kata sempurna. tapi dalam benak mereka dengan menyerbu lawan secara bersamaan seperti itu paling tidak serangan mereka menjadi bertambah kuat.
Mungkin apa yang ada dalam pikiran para murid Ki Rangga Wesi Bledek itu cukup beralasan, masalahnya tiga orang yang sedang mereka hadapi bukanlah pesikat sembarangan. dulu guru merekapun cukup kewalahan saat bertikai dengan Tiga Setan Berbaju Rombeng itu. lagi pula saat itu orang yang ketiga si Setan Arit Rombeng juga belum bertindak.
Dan sepertinya orang yang sejak tadi diam menunduk itu sudah mulai bergerak. tangan kanannya mencabut arit karatan yang terselip di pinggang kirinya. sekali tubuhnya yang tinggi kurus berkelebat tahu- tahu orangnya sudah menghadang keenam murid perguruan Gunung Bisma yang berniat membantu kedua kawannya.!
Enam pasang lengan bergerak menghantam, empat pasang membentuk kepalan yang sekeras batu, dua pasang tangan lainnya lagi milik dua orang gadis yang menyerang dengan tusukan dan bacokan telapak tangan yang seolah mata golok tajam. dalam hatinya mereka sama yakin kalau lawan tidak bakal sanggup lolos dari serangan gabungan ini apalagi mereka sengaja mengincar sasaran yang berbeda di tubuh Setan Arit Rombeng.!
Orang yang diserang tidak bersuara apapun. hanya tiga atau empat kali tubuh kurusnya mengegos dan meliuk luwes tanpa merubah kuda- kuda kakinya, separuh pukulan yang menyerang ganas mampu di hindari. separuh lainnya mampu di halau dengan kibasan lengan dan ketukan gagang aritnya yang berkarat. entah memang sengaja atau bagaimana orang ini seakan tidak berminat menghabisi para murid Ki Rangga yang tadi mengancamnya.
Keenam murid perguruan Gunung Bisma itu meskipun sadar dengan ketinggian ilmu lawannya tapi mereka bukanlah manusia yang penakut. kehormatan dan harga diri perguruan Gunung Bisma berada di tangan mereka.
Maka setelah sesaat saling lirik, keenam orang ini kembali menyerang dengan kerahkan seluruh tenaga. kali ini mereka sengaja menggebrak lawan dari enam penjuru.!
''Huuhm., orang tolol memang suka cari mati sendiri.!'' untuk pertama kalinya terdengar suara dengus makian dari mulut Setan Arit Rombeng. suaranya serak dan dingin seakan binatang buas. sambil menghindari tiga buah jotosan dan bacokan telapak lawannya, orang tua berambut gimbal ini gerakkan arit berkaratnya dengan kecepatan yang sulit di katakan ke empat penjuru.
'Bheet., beet., breet.,!'
'Aaaakh., aakh.,!'
Terdengar suara jeritan menyayat susul- menyusul di sertai semburan darah segar yang membasahi tanah pelataran perguruan Gunung Bisma.
Enam orang roboh terkapar mandi darah. mereka sempat berkelojotan dan mengerang sebelum tubuhnya diam terbujur kaku. saat Setan Arit Rombeng tadi menyerang sebenarnya dia hendak menjajal sampai dimana kekuatan ilmu Tangan Guntur Wesi Kuning yang sudah dikuasai oleh para murid Ki Rangga. meskipun belum sempurna tapi tangan mereka masih utuh dan tidak sampai terputus di tebas arit karatan si tinggi gimbal itu.
Hanya terlihat beberapa luka goresan di kedua tangan mereka. menandakan ilmu yang dikuasai meskipun tidak tinggi tapi juga bisa menahan serangan senjata tajam.
'Manusia laknat.. Setan jahanam..!'' maki Arga Pangestu dan Ajeng Larasati marah bercampur sedih melihat saudara seperguruan mereka terbujur mandi darah. tapi mereka juga tidak dapat berbuat banyak karena sedang terdesak hebat oleh serangan ganas Setan Bungkuk Rombeng dan Setan Hijau Rombeng.!
Diam- diam keduanya menyesal karena tidak memberitahukan kedatangan Tiga Setan Berbaju Rombeng kepada sang guru yang sedang bertapa semedi di goa rahasia yang tempatnya berada agak jauh di belakang perguruan itu. saat keduanya berpikir sambaran cakar maut dan gebukan tongkat besi lawannya sudah kembali menderu mengancam kepala dan leher mereka yang mungkin sudah tidak sanggup lagi bertahan.!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 470 Episodes
Comments
Luthfi Afifzaidan
lg
2025-02-10
0
Cakrawala
hiiiiihhhhhh😣😣😣😣😣
2025-01-19
0
Elvani Yunita
bagus thor /Drool//Drool/
2024-08-17
0